Eternity Wish (PART V B – END)

1779683_356834917789303_1661598546_n

 

 

Tittle :

Eternity Wish V B

Author :

Yuuripico26

Art by :

EkhaLeeSunHi

Cast :

Kwon Yuri || Choi Sooyoung  || Choi Minho || Cho Kyuhyun

Im Yoona || Lee Donghae

Genree :

Romance – Friendship

Ratting :

PG-17

Length :

Chaptered

***

terimakasih ya buat yg udh ninggal jejak kemarin. 

langsung aja ya~ 

– READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK

– TYPO IS AN ART OF WRITING

***

*** B ***

      Yoona kembali membuang nafas beratnya saat menyaksikan kebisuan Yuri dari luar ruangan. Sedari tadi Yuri hanya diam memandang jendela tanpa ingin berbicara sepatah kata pun padanya.  Yoona tergerak saat sesuatu yang hangat menyentuh punggungnya.

      “Oppa, Yuri pasti kecewa pada semuanya termasuk diriku yang tidak memberitahunya tentang ini.” desis Yoona.

      “Tidak mungkin Yuri kecewa padamu, Chagi. Dia pasti hanya ingin menenangkan dirinya, kau pasti mengerti perasaannya kan?” Yoona berbalik kecil pada Donghae lalu mengalihkannya lagi menatap Yuri di dalam sana.

      “Kau benar Oppa. Yuri-ku tidak mungkin marah padaku dan juga Sooyoung.”

      “Dia bukan hanya Yuri-mu, tapi Yuri-kami.” kekeh Donghae yang di sambut kekehan yang di usahakan oleh Yoona. “Dia gadis yang kuat Chagi.”

      “Kalian? Kenapa berada di luar?”

Yoona dan Donghae secara bersamaan berbalik ke asal suara.

      “Ahjumma?”  kaget Yoona.

      “Sepertinya Yuri ingin sendiri Ahjumma. Oleh karena itu kami menunggunya di luar.”  sergah Donghae memberi penjelasan. Ny. Kwon mangangguk-angguk.

      “Kalau begitu kalian juga beristirahatlah. Biar Ahjumma yang akan menjaga Yuri. Mianhae setiap hari merepotkan kalian.” ucap Ny. Kwon penuh rasa berterimakasih dan tak enak.

      “Ahjummaaaaa……. Coba bayangkan berapa kali aku harus berkata bahwa aku tak keberatan menjaga Yuri. Dia sahabatku!” rajuk Yoona seperti anak kecil pada Ny. Kwon. Membuat Ny. Kwon terkekeh haru lalu menarik Yoona dalam pelukannya.

      “Arra.. Arra… Kau itu sudah seperti anakku, Yoona-ya. Gomawo… Kau lebih dari sekedar sahabat Yuri. Yuri pasti sudah menganggapmu seperti saudaranya.” Yoona membalas pelukan Ny. Kwon dengan hangat.

      “Gomawo Ahjumma…” Ny. Kwon melepas pelukannya dari Yoona lalu dengan lembut dia memegang kedua pipi Yoona.

      “Kalau begitu kau istirahat dulu, arra? Ahjumma akan menemui Yuri.” Yoona mengangguk antusias. Ny. Kwon beralih memandang Donghae, “kau harus selalu menjaga Yoona!” Donghae meletakan telapak tangannya di depan keningnya seakan memberi hormat pada Ny. Kwon.

      “Siap! Ahjumma!” tegasnya.

 Ny. Kwon terkekeh lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Yuri.

      “Ayo Chagi kita pulang!” ajak Donghae dengan menggandeng tangan Yoona. Yoona memandang Donghae sejenak lalu tersenyum.

      “Aku tak tahu bagaimana hidupku yang sendiri ini tanpamu, Ahjumma dan Yuri, Chagi. terimakasih selalu ada untukku. Saranghae.” kata Yoona lembut . Donghae segera menarik Yoona mendekat pada dirinya.

      “Nado saranghae…” balasnya lembut dengan terus berjalan.

Yoona dan Donghae berhenti berjalan saat menatap heran Minho yang juga berhenti dari jalannya, tepat di hadapan mereka. Minho Nampak terkejut saat melihat Yoona dan Donghae menatapnya.

      “Minho? Kau masih bertugas sampai sekarang?” Minho tak langsung menjawab.  Dia terlihat bingung harus menjawab apa.

      “A-aku ingin memeriksa keadaan saja.” jawab Minho akhirnya.

      “Oh.” sahut Yoona.

      “Aku fikir kau ingin melihat kondisinya setelah bertemu Sooyoung. “ sela Donghae tanpa beban.

      “A… Apa maksudmu hyung?!”

 Yoona mengernyitkan keningnya heran.

Minho akhirnya mengalihkan pandangannya sembari menghela nafas. “Bagaimana kondisinya sekarang?” tanya Minho tanpa melirik lawan bicaranya. Yoona menunduk dengan rona khawatir. Minho memandang Yoona dan rasanya ia sudah mendapat jawabannya sekarang.

      “Baiklah kalau begitu kalian istirahatlah. Aku permisih dulu.” kata Minho cepat dengan melewati Yoona dan Donghae. Yoona melirik punggung Minho yang menjauh darinya.

      “Minho mencintai Sooyoung, tapi aku merasa dia sangat memperdulikan Yuri.” 

Kini giliran Donghae yang menghela nafas.

      “Ayo kita pulang Chagi…” ajak Donghae akhirnya.

***

      Ny. Kwon meletakan tas kerjanya di atas meja kecil di dekat tempat tidur Yuri dan dengan senyum lebar mulai mendekati Yuri yang masih larut dalam diamnya menatap suasana senja hari di luar sana melalui jendela.

      “Yuri? Bagaimana kabarmu hari ini , uhm?” tanya Ny. Kwon lembut sembari menarik kursi di sisi kiri tempat tidur Yuri.

Ny. Kwon mengernyit heran melihat tingkah Yuri yang tidak seperti biasanya.

      “Yuri, kau kena–”

      “ternyata Yuri salah Eomma.”

      “Yuri?”

Dengan pelan Yuri mulai berbalik memandang Eommanya. Raut tanpa ekspresi masih bertahan menghiasi wajahnya.

      “Eomma? Menurut Eomma, pangeran yang selalu menunggui seorang putri yang tertidur panjang itu tidak pernah merasa bosan? Apa pangeran itu benar-benar mencintai sang putri?”

Ny. Kwon semakin heran mendapati pertanyaan Yuri yang menurutnya aneh tersebut. Yuri melengkungkan senyum kecil pada Eommanya.  “Selamat malam Eomma…” ucap Yuri lembut.

 Ny. Kwon hanya diam tak bisa menjawab apapun.  Akhirnya Ny. Kwon hanya mampu menggenggam tangan Yuri sambil te

rsenyum ke arah Yuri yang sudah memejamkan matanya.

      Eomma yakin kau sudah tahu semuanya. Kau gadis yang kuat, ne? Eomma yakin itu!

***

      Minho diam memandang sebuah gelang di atas mejanya. Matanya sama sekali tak ingin beralih dari gelang itu. Tak lama senyum kecil tersudut di bibirnya, dengan sangat pelan Minho mulai menyentuh sedikit gelang itu.

      “Umurmu kurang lebih delapan tahun, tapi sampai sekarang kau belum menemukan tempat untuk melingkarkan dirimu.” Minho mengambil gelang itu dan menatapnya lurus. “Mau mencarinya bersamaku?” Tak lama kekehan ringan terdengar dari Minho. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sampai saat ini Minho belum menghubungi Sooyoung sama sekali, bagaimana keadaannya sekarang? fikirnya. Minho akhirnya mengambil jaket tebalnya dan bermaksud untuk segera keluar dari ruang Dokter jaga tersebut.

Sebelum ingin meninggalkan rumah sakit menuju apartemen Sooyoung, Minho sengaja melewati ruang perawatan Yuri. Melalui jendela bening yang ada di pintu, Minho memperhatikan sesuatu.

      “Tak ada Yoona, Ahjumma juga sepertinya sudah tertidur.” gumamnya pelan sembari mulai membuka pintu ruangan itu sepelan mungkin. Dengan pasti, Minho sudah berada di dekat Yuri.

      “Apa aku boleh tahu bagaimana perasaanmu setelah mengetahui semuanya?” tanya Minho seolah benar-benar sedang berbicara pada Yuri. “Pasti sangat sakit.”  timpal Minho pelan. Tak lama dia menertawakan dirinya sendiri dengan pelan, berusaha tak mengeluarkan sedikit pun suara. “Aku pengecut. Aku hanya bisa melihat semuanya dalam diam. Yuri, kau pasti kecewa pada semuanya kan? Bukan hanya kecewa kau pasti sedih, kan? Kau tahu? Sooyoung juga sangat hancur sekarang.”

Wajah damai Yuri yang tertidur menjadi obyek tatapan Minho sekarang. “Sepertinya aku benar-benar tidak berguna untukmu, um? Dari dulu memang seperti itu.” 

Minho akhirnya menghela nafasnya lalu mulai berbalik ingin meninggalkan Yuri. Langkah Minho berhenti saat dia merasa tangannya di tahan oleh sesuatu yang terasa dingin.

      “Jangan pergi…”

Minho terdiam beberapa saat ketika mendengar suara itu. Tapi tak lama dia segera berbalik dan mendapati Yuri sudah menatapnya sendu.

      “K-kau belum tidur?” kaget Minho.

      “Aku mempunyai mimpi buruk dan terbangun.”  Yuri mengalihkan pandangannya sebentar dari Minho. Sedetik kemudian dia kembali memandang Minho. “Maukah kau menemaniku berjalan-jalan keluar ruangan?”

      “Mwo? Keluar? Hei, apa kau sadar jam berapa ini?”

“Aku tidak tahu lagi bagaimana merasakan waktu, hanya saja aku merasa kalau diriku sudah sangat lama sekali tidak melihat keadaan luar.”

Minho tercengang, sampai akhirnya dia bernafas pasrah. “Baiklah. Kau tunggu di sini, aku akan ambilkan kursi roda untukmu.” kata Minho akhirnya.

***

      Yuri masih diam dengan memandang ke sekitarnya dengan tatapan kosong. Memang sudah sewajarnya suasana di tempat ini sepi, mengingat jam sekarang menunjukkan pukul 21.00 KST. Minho ikut larut dalam diamnya sambil terus mendorong kursi roda Yuri dengan hati-hati.

      “Minho?”

      “Uhm?”

      “Ketika kau sedang sedih dan ingin merenung. Apa ada sebuah tempat yang menjadi tujuanmu?” tanya Yuri dengan terus memandang ke depan.

      “Tentu saja ada.” 

Yuri diam .  Sampai akhirnya dia berbalik pada Minho.

      “Bisa kau bawa aku ke sana?”  

Minho menatap heran pada Yuri.

      “Apa kau sedang sedih sekarang? Aku rasa wajahmu terlihat biasa-biasa saja.”

Yuri tersenyum kecil pada Minho. “Baik-baik saja? Wajahku?” Yuri kembali menundukkan pandangannya. “Mungkin benar. Karena yang sakit ada di sini dan di sana.” Yuri memegang dadanya sendiri lalu kemudian menunjuk dada Minho.

      Wajah Yuri tiba-tiba mengeskpresikan mimik khawatir juga sedikit kekecewaan dan rasa bersalah. “Aku tahu kau mengetahui semuanya.”  desah Yuri pelan.

Minho menunduk sebentar lalu akhirnya dia menegakkan kepalanya.

      “Baiklah! Aku akan membawamu ke tempat itu.” kata Minho sembari mempercepat langkahnya mendorong kursi roda Yuri.

***

      Minho duduk di kursi panjang di taman rumah sakit tempatnya biasa menghabiskan waktu jika sedang jenuh. Malam ini langit penuh bintang, membuat perasaan Minho sedikit nyaman memandang langit. Sesekali Minho melirik seorang Yeoja yang sedang duduk di atas kursi roda dalam diamnya. Mata Yeoja itu sayu,  memandang hamparan rerumputan yang sedang menari-nari di permainkan angin. 

      “Yuri-ya? Aku rasa angin malam sudah semakin kencang. Kau ingin masuk?” tanya Minho.

      “Minho? Sejak kapan kau menjadi dokter yang merawatku?”

      “Sejak aku lulus dari Universitas Kedokteran.” jawab Minho seadanya. 

Minho membuang pandangannya, menghindari tatapan Yuri yang seketika memandang Minho. Yuri ikut mengalihkan pandangannya dan menatap ke depan.

Angin semakin sepoi menerpa wajah dan mempermainkan rambut hitam nan panjang milik Yuri.  Beruntung tadi Minho menyarankannya untuk memakai jaket tebal sebelum keluar dari ruangan.

      “Rasanya aku seperti seorang tahanan yang baru saja di bebaskan dari penjara.  Delapan tahun adalah waktu yang panjang untuk dunia ini melakukan perubahan. Tapi aku yang baru saja bebas, seperti tidak merasakan perubahan dunia ini. Aku benar-benar tertinggal jauh…”  Yuri menggenggam kuat tangannya sendiri dan menundukkan kepalanya.  Minho dapat melihat punggung Yuri bergetar, seperti menahan sesuatu. Minho ingin berdiri dan menghampiri Yuri, namun langkahnya terhenti saat Yuri kembali menegakkan kepalanya memandang ke depan. Kini wajah Yuri sudah dalam ekspesi biasa.

“Aku tahu aku tidak boleh begini. Minho. tapi bisakah mulai besok aku menjalani terapiku? Aku ingin bisa melangkah dan menghampiri kalian semua… Aku….” Yuri menutup wajahnya sambil sesenggukkan. Minho menggenggam kuat tangannya dan tanpa Minho sadari, ia sudah berada di dekat Yuridan segera membungkuk untuk menyamakan tingginya dengan Yuri yang sedang duduk di atas kursi roda.

      “Kau cengeng. Dari dulu selalu begitu.” kata Minho pelan dengan memandang Yuri.

      “Mianhae.  Harusnya aku bisa lebih kuat sepertimu, Minho-ya.”  isak Yuri sambil terus menutup wajahnya.

Minho terdiam sejenak sampai akhirnya berdiri dan tersenyum entah untuk apa senyum itu.

“Ayo masuk.”  ucap Minho sambil mulai mendorong kembali kursi roda Yuri.

Minho membuang nafas beratnya saat menatap Yuri yang lagi-lagi diam di perjalanan mereka menuju ruangan Yuri.

***

      Kyuhyun berkali-kali meyakini dirinya sendiri atas apa yang telah di putuskannya sejak semalam. Matanya sembab akibat tidak tidur semalaman, tapi khusus untuk ini Kyuhyun mencoba tidak terlihat lusuh. Hari ini, sebuah keputusan berat telah di ambilnya.  Kini Kyuhyun telah berdiri di depan sebuah ruangan perawatan bernomor 26. Dengan sedikit ragu dia mulai menyentuh gagang pintu.

Dengan meyakinkan diri, Kyuhyun mulai membuka pintu itu. namun, tatapannya menjadi heran saat  ia tak menemukan siapa pun di ruangan itu.

      “Pasien di ruangan ini sekarang sedang menjalani terapi di ruang fisioterapi, Tuan.” seru seorang perawat yang sedang berlalu dan tak sengaja mendapati Kyuhyun yang terlihat heran.

      “Oh, terimakasih. Bisakah kau tunjukkan aku dimana ruangan itu?” pinta Kyuhyun. Perawat itu mengangguk ramah.

Dengan ketidakpastian atas keputusannya, Kyuhyun mengikuti langkah perawat itu. Kyuhyun berhenti melangkah saat merasa perawat itu berhenti.

      “Itu dia.” tunjuk perawat itu pada seorang Yeoja  yang sedang berusaha melangkahkan kakinya yang sepertinya sangat susah di gerakkan itu dengan berpegangan erat pada alat bantu keseimbangan.  Kyuhyun melebarkan matanya melihat Yuri yang tergopoh-gopoh memaksakan dirinya menjaga keseimbangan tubuhnya . Di sampingnya ada Minho selaku dokter yang bertanggung jawab atas perawatannya. “Dia adalah pasien kami yang cukup lama berada di sini dan dia juga cukup kuat. Aku dengar dia memaksakan diri meminta pada Dr. Choi agar bisa menjalankan terapi ini setelah dia bertemu dengan seorang sahabatnya.”

Kyuhyun tersentak mendengar pernyataan perawat itu.

      “Kau juga namjachingu yang baik ,Tuan. Seluruh petugas rumah sakit yang beroperasi di divisi sana mengenal Anda dan juga Yeojachingu anda itu.” Kyuhyun terdiam tak bisa menjawab apapun. pernyataan perawat itu seakan menjadi pukulan telak untuknya. Seketika perawat itu menunduk dengan cepat, “mianhae saya sudah terlalu banyak berbicara. Kalau begitu saya permisih dulu, Tuan.” ucap perawat itu.

      “Terimakasih.” ujar Kyuhyun sebelum perawat itu menjauh.

      “Apa Yuri sudah bertemu dengan Sooyoung?” gumam Kyuhyun pelan sambil terus memperhatikan perjuangan Yuri dengan khawatir.

      “Yuri aku rasa latihan hari ini sudah cukup.” kata Minho pada Yuri yang terengah-engah.

      “tapi aku belum membuat perkembangan, Dr. Choi.”

 Yuri mencoba melepaskan pegangan tangannya dari alat bantu. Seketika Yuri meringis saat merasa ngilu di kakinya lalu tubuhnya tiba-tiba saja oleng.

      “Yuri!” Minho berteriak kecil dan dengan sigap menangkap tubuh Yuri.

Kyuhyun tertegun melihat kejadian itu dari luar. Ada sedikit rasa tak suka di sana, tapi…

      “tapi aku…”

      “Kita bisa melanjutkannya besok. Tenang saja aku akan selalu ada bersamamu.” kata Minho, tak lama dia terdiam mengutuk perkataannya tadi saat Yuri menatapnya bingung. “Maksudku…”

      “Kyuhyun?” Minho berhenti dan ikut berbalik, memandang obyek yang sedang di lihat Yuri sekarang. Minho memasang raut datar melihat Kyuhyun yang memandangnya dengan dingin.

***

      Kyuhyun mendorong kursi roda Yuri dengan hati-hati. Sedangkan Yuri hanya diam sambil mempermainkan jari-jemarinya.

      “Apa kau sudah tiba dari tadi?” tanya Yuri memecah keheningan antara dirinya dan Kyuhyun.

      “Lumayan.” sahut Kyuhyun singkat.

      “Ah, memalukan sekali kau melihatku dalam keadaan seperti itu.” ucap Yuri dengan nada lucu.

      “Kau tidak terlihat memalukan, kau malah terlihat mengagumkan, Yuri-ya.” Yuri tersenyum mendengar itu. “Yuri, bolehkah aku membawamu sebentar? Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu.”

Yuri memegang dadanya dan mencoba tetap mempertahankan senyumnya, “ne.”

      Minho memperhatikan Kyuhyun yang sedang mendorong kursi roda Yuri dengan ekspresi wajah yang dapat Minho tangkap artinya, keraguan dan ketidakyakinan. Yoona yang baru saja tiba dari mengajar taekwondo di sekolah SMA-nya dulu juga ikut melihat itu dari jendela ruangan Yuri.

      “Aku sedikit khawatir.” desah Yoona. Minho tak menjawab, kini tatapannya tertuju pada Yuri.

***

      Yuri tersenyum lebar melihat hamparan pantai yang terdapat di belakang gedung rumah sakit. Walau hanya melihatnya dari dalam kawasan rumah sakit, tapi itu sudah cukup menghiburnya.  Warna senja memantul pada air pantai yang membiaskan warna orange ke sekitarnya, menjadi sensasi tersendiri bagi Yuri. Kyuhyun ikut  serta memandang itu.

      “Sekitar sudah berubah banyak tanpa aku sadari.” kata Yuri, membuat Kyuhyun memandangnya yang sedang duduk di kursi roda, membelakanginya. Kyuhyun menggenggam kuat tangannya sendiri. “Bahkan sesuatu yang berubah di dekatku pun aku tidak tahu, menyedihkan.” Kyuhyun semakin tertunduk. Yuri masih betah tersenyum memandang langit senja.

      “Yuri, aku dan Sooyoung sudah-”

      “Aku tahu. Sooyoung sudah menceritakan semuanya padaku.”

      “Mianhae.” ucap Kyuhyun benar-benar menyesal.

      “Dia datang menjelaskan semuanya padaku dan saat itu hatiku benar-benar sakit. Aku menamparnya.”

Kyuhyun tersentak dan memandang punggung Yuri yang masih betah membelakanginya.

      “Kau harusnya menamparku juga, Yuri-ya. Harusnya kau luapkan saja kekesalanmu padaku. Aku lah yang salah di sini.”

      “Aku tak marah padanya Kyu, juga padamu. Aku hanya kecewa… Kecewa kenapa aku harus kehilangan waktuku selama delapan tahun dan akhirnya tidak bisa melakukan hal yang di lakukan Sooyoung untukmu.” Kyuhyun mulai memejamkan matanya kuat dan menunduk dalam.

      “Mianhae Yuri-ya. Karenaku kau kehilangan waktumu itu. Karena aku kau ada di kondisi sekarang. Maafkan aku…” ujar Kyuhyun dengan bergetar.  

Yuri tak menjawab, ia memandang kedua kakinya sendiri. “Awalnya aku sudah berusaha untuk terus menunggumu karena cintaku, entah sejak kapan semuanya menjadi tidak terkendali. Dan sekarang aku… “ Kyuhyun semakin tertunduk dengan tangan yang mengepal kuat. “Aku mencintai Sooyoung.”

Kyuhyun mencoba mengangkat kepalanya, memandang Yuri. Rupanya Yuri masih betah terdiam sambil memandang ke depan. “Yuri… Aku…”

      “Kau ingat tidak tentang buku yang kau berikan untukku? Aku yakin kau tidak suka membaca buku cerita, tapi bolehkah aku menceritakan isinya padamu?”

Kyuhyun mengangguk cepat dengan menahan sesaknya. “ne. tolong ceritakan padaku.” ucapnya lembut.

Yuri mulai menarik nafasnya dan mulai bercerita.

Bake adalah nama seorang anak yang berikan oleh Ibunya. Di saat ia masih kecil, ia hidup normal seperti anak-anak kecil pada umumnya. Dia memiliki sahabat dan juga teman-teman yang terus mengisi  hari-harinya. Sampai suatu ketika, ia tidak sengaja memakan jamur yang ia temukan di dalam hutan. Jamur itu mengandung racun yang tidak pernah di ketahui sebelumnya. Racun itu menjalar dengan ganasnya di dalam tubuhnya dan mengakibatkan pertumbuhannya terhenti. Semakin hari, teman-temannya semakin besar dan mulai dewasa, sedangkan ia hanya bisa diam di atas tempat tidur dan menyaksikan teman-temannya yang bertumbuh itu. Setiap hari, di dalam ketidakpastian kapan ia sembuh Bake mulai mempelajari sesuatu dalam hatinya. Sesuatu yang ingin ia sampaikan pada teman-temannya yang mulai tidak bisa datang menemuinya karena sibuk dengan urusan mereka. Sampai suatu hari Bake sembuh dari penyakitnya, semuanya merasa itu adalah sebuah keajaiban atas usaha Ibunya yang selalu berdoa dan berusaha untuk kesembuhan Bake. Bake yang merasa gembira akhirnya mulai berjalan keluar, namun ia tak menemui satu pun teman yang ia ketahui. Namun, karena takdir yang kebetulan atau bagaimana, Bake bertemu dengan salah satu sahabatnya di jalan. tapi sayang, sahabatnya itu tidak mengenalnya dan tentu saja Bake terpukul sekali. ‘Tunggu!’ katanya, membuat sahabatnya itu berhenti. Dengan nada bergetar, Bake mengatakan hal yang terus di pelajarinya dulu.” Yuri menghentikan sejenak ceritanya. Ia mengambil nafas panjang, lalu menghelanya lembut. “‘maukah kau menjadi temanku lagi? Ini aku, Bake. Mungkin aku sudah cukup jauh tertinggal olehmu, tapi bisakah kau menyemangatiku untuk mengejarmu?’”

Dada Kyuhyun semakin sesak mendengar Yuri bercerita dengan senyumnya. Yuri mengatur irama nafasnya dengan pelan. 

“Kyuhyun yang aku cintai hanya ada di masa delapan tahun yang lalu… ya, kami hanya saling mencintai di masa itu.” kata Yuri dengan suara yang mulai bergetar.

Yuri menarik nafas panjang dan berbalik pada Kyuhyun yang berdiri di belakang kursi rodanya. “Ayo kita berpisah.”  katanya singkat sambil tersenyum, membuat Kyuhyun terperanjat seketika.

      “Mungkin aku masih mencintai Kyuhyun-ku yang mencintaiku dengan tulus delapan tahun yang lalu, tapi sekarang aku akan berusaha untuk melupakannya dan hidup dengan semangat mengejar ketertinggalanku, seperti Bake.”

Kyuhyun diam menyaksikan punggung Yuri yang mulai bergetar. “Kau bilang kau mencintai Sooyoung, kan? Kejar dan bahagiakan dia. Jangan biarkan dia pergi.”

Yuri mengangkat kepalanya dan berusaha menghapus airmatanya sendiri. Dengan sekuat tenaga dia mencoba berbalik, menatap Kyuhyun. “Dan ketika kau bertemu dengannya, sampaikan permintaan maafku. dan tentu saja aku juga harus meminta maaf padamu. Karena aku, kau mengalami masa-masa terburuk itu.” kata Yuri mencoba tersenyum pada Kyuhyun, walau airmatanya terus saja mengalir membasahi pipi tirusnya. “Pergilah, Kyu.” Kyuhyun memandang Yuri dengan tatapan bersalah sejenak. Melihat senyum Yuri membuatnya segera mengangguk.

      “Yuri-ya…  Mianhae!” kata Kyuhyun tulus dengan membungkuk 90 derajat menghadap Yuri. “Aku akan menjaganya, tak akan pernah ku biarkan dia pergi lagi. Semoga kau bahagia, Yuri-ya. Selamat tinggal.”

Yuri mengangguk-angguk.

      “Kuharap kau membuktikan janjimu itu, jika tidak aku, Minho dan Yoona selaku sahabat Sooyoung pasti akan sangat marah padamu. Ne… Selamat tinggal…”

Kyuhyun mengangguk pasti. Dengan pelan ia berbalik arah dan berjalan menjauhi Yuri.

Yuri ikut berbalik menghadap ke arah pantai lagi, bersamaan itu dia menutup wajahnya dan menangis sesenggukkan. Kyuhyun terus berjalan dan dengan keras berusaha untuk tidak berbalik lagi ke arah Yuri, dia mendesis dan memegang dadanya. “Aku juga menyayangimu, Yuri-ya. tapi sepertinya aku sangat mencintai Sooyoung dan Soohyun. Aku akan sangat berdosa dan bodoh jika meninggalkan mereka. mianhae…” desah Kyuhyun dan tanpa ia sadari, pipinya sudah basah akibat air matanya.

Yuri berusaha mengatur nafasnya yang sesenggukan akibat menangis. Dia begitu terkejut saat di depannya kini sudah duduk seorang Choi Minho dengan seragam putihnya.  Yuri terus memandang Minho yang juga terus memandangnya.

“Min… ho?” heran Yuri dengan suara parau saat Minho menunjuk salah satu pundaknya sendiri. Tak lama Yuri menyandarkan kepalanya pada pundah Minho lalu kembali terisak.  Dengan sabar Minho mengelus pundak Yuri yang menangis dalam pelukannya.

“Oppa… Apa selama ini Minho…” Yoona menutup mulutnya, tak melanjutkan pertanyaannya saat menyaksikan kejadian yang berjarak lumayan jauh di depannya.

“Ternyata tebakanku benar, kan?”

“Tebakan? Apa Oppa sudah tahu sejak lama?”

 “Chagi, apa kau benar-benar tidak menyadarinya?”  

Yoona menggeleng dan seketika dia menepuk keningnya sendiri, “bodoh kau Im Yoona! Jadi selama ini saat kau bilang Minho mencintai Sooyoung itu….Ah jinjja!” maki Yoona pada dirinya sendiri. Donghae hanya tersenyum manis melihat tingkah Yeoja-nya.

      Yuri terdiam saat ia baru sadar dengan apa yang di lakukannya ini. Dengan cepat ia menjauhkan kepalanya dari pundak Minho dan menghapus air matanya.

      “Minho? Kenapa kau begitu baik padaku?”

Minho tersenyum kaku dan mengalihkan pandangannya dari Yuri yang duduk di atas kursi roda sambil menatapnya.

      “Tentu saja karena kau pasienku. tidak, tentu saja karena kita sahabat.”

“Ajari aku.” Minho seketika memandang Yuri. “Ajari aku agar aku bisa sekuat dirimu saat cintamu pergi bersama sahabatmu.” pinta Yuri.

      “Ajari dirimu agar seperti diriku?” tanya Minho dan di sambut anggukkan kecil dari Yuri. “Tidak mau!” tukas Minho. Yuri menatap Minho kaget. “Aku tidak ingin membiarkanmu seperti diriku Yuri-ya. Aku ini payah!” kata Minho menekan perkataannya.

      “Siapa bilang dirimu payah? Kau begitu kuat Minho-ya.”

      “Ya… Aku begitu kuat karena cintaku selalu ada untuk membuatku kuat.”

Yuri mencoba tersenyum hingga matanya yang sembab semakin menutupi bola matanya. “Sooyoung-ku memang hebat ketika membuatmu kuat. Harusnya aku juga tidak boleh menangis. Ada cintaku di sini, cinta Eomma, sahabatku Yoona, Donghae-oppa dan juga dirimu Minho-ya.” kata Yuri dengan berbalik perlahan memandang Yoona dan Donghae yang melambai-lambai di kejauhan sana. Minho ikut tersenyum memandang Yuri.

      “Bahkan sampai sekarang kau masih mengira aku mencintai Sooyoung. Betapa payahnya aku.”

Yuri seketika memandang Minho, “Minho? Apa yang kau katakan?”

      “Yuri.” panggil Minho.

      “Ne?” sahut Yuri pelan.

      “Apa kau fikir aku ini mencintai Sooyoung?”

      “Ne. Sejak kita sekolah dulu aku selalu berfikiran seperti itu. Kau begitu perhatian padanya.”  Yuri terdiam heran melihat kebisuan Minho. “Apa aku salah?”

 “tentu saja kau salah!” sahut Minho langsung.

      “Jinjja? Ah, baboya! Aku salah.” desah Yuri sambil memukul pelan keningnya. Minho terkekeh melihat itu. “Jika bukan Sooyoung maka itu berarti kau sudah mempunyai Yeoja lain, apa aku mengenal Yeoja itu? Atau kau sudah menikah?”

Melihat Yuri yang terus berbicara membuat Minho tertawa. “Minho, apa yang kau tertawakan?” tanya Yuri takut-takut.

      “Tidak.. Aku tidak menertawakan apapun.” kata Minho mengatur nada bicaranya.

      “Benarkah? Sepertinya tidak seperti itu.”

      “Mian.. Aku hanya sedikit tidak menyangka, Yuri yang ku kenal sebagai gadis pemalu rupanya begitu cerewet.”

      “Ya!” protes Yuri masih dengan nada lembut, tapi tak lama dia kembali menyembunyikan wajah malunya.

      Padahal aku tahu hatimu sedang terluka, tapi aku sedikit lega melihatmu tetap mencoba bersikap biasa. batin Minho.

      “Um… Yuri, apa kau ingin mendengar sebuah cerita dariku?”

Yuri mengangguk seperti anak kecil.  Minho meyakinkan dirinya lalu segera berdiri menghadap ke arah pantai. Membelakangi Yuri yang hanya bisa duduk diam di atas kursi rodanya. “Ini sedikit membosankan, aku aku harap kau mau mendengarnya.”

      “Baik.” jawab Yuri cepat.

      “Mungkin kau tidak mengetahui kalau aku dulunya adalah seseorang yang tidak pernah ingin dekat dengan siapapun. Aku tidak mempercayai sahabat, teman maupun orang lain. tetapi saat aku masuk ke sekolah tingkat atas, aku bertemu seorang lelaki yang sepertinya sama denganku. Di saat teman yang lain sibuk mencari teman aku dan dia hanya duduk di kursi kami masing-masing tanpa terganggu oleh aktifitas yang memuakkan itu.”

“ Lelaki itu duduk tepat di sebelahku dan hampir setiap hari aku melihatnya menghabiskan waktu sekolah bersama PSP-nya. Suatu hari tanpa sengaja aku menjatuhkan sebuah penghapus tepat di kaki lelaki itu, tidak ku duga sama sekali dia mengambilkan penghapus itu dan untuk pertama kalinya dia menyebut namaku ‘Choi Minho, Aku Cho Kyuhyun!’ seperti itu awal persahabatanku dengan idiot gamers itu.” kekeh Minho, Yuri tetap fokus mendengarkan cerita Minho dengan baik.

“Saat naik ke tingkat dua, kami kembali berada di kelas yang sama tapi dengan keadaan teman sekelas yang berbeda. Seperti biasa, tidak ada yang memulai pembicaraan pada kami. Kecuali seorang Yeoja yang selalu bersuara cempreng dan hobi makan datang kepada kami. Kami menyebutkan, Shikshin. Sejak saat itu kami selalu bertiga, tapi ternyata Yeoja Shikshin itu memiliki seorang sahabat yang selalu ada untuknya. Untuk pertama kalinya, sahabat Yeoja itu datang ke kelas kami dan untuk pertama kalinya juga aku tertarik pada sebuah kata ‘perkenalan’. Tapi sayang, saat melihat kami dia langsung berlari tanpa sebab yang jelas.”

      Yuri sedikit terkejut mendengar itu. Masih sangat jelas di ingatannya tentang kejadian itu. Saat dimana untuk pertama kalinya dia merasa gugup berhadapan dengan namja.

      “Semakin hari, perasaanku semakin menjadi. Aku juga tidak tahu kenapa aku selalu membayangkannya. tapi aku juga tidak berani memulai mendekatinya karena aku fikir dia lari karena dia tidak menyukaiku atau sahabat lelakiku itu. Sampai akhirnya aku mengetahui bahwa sahabat lelakiku ini juga sering memperhatikan Yeoja yang ku sukai tersebut. Dia selalu memperhatikan yeoja itu tanpa sadar. tapi di sisi lain, aku juga mulai menyadari perasaan sahabat Shikshinku yang kurasa sedang menyukai sahabatku yang sering di panggil ‘idiot gamers’ olehnya. Rasanya aku ingin segera mengatakan cintaku pada Yeoja itu dan mengetahui perasaannya, tapi aku ragu saat mengetahui jika si Shikshin sedang berusaha mendekatkan si Idiot Gamers pada sahabatnya dengan alasan bahwa sahabatnya menyukai si Idiot Gamers itu.”

Minho menarik nafas panjang lalu membuangnya teratur. “Runtuh sudah harapanku. Sakit. Sangat sakit saat aku melihat mereka saling bertukar perasaan. Rasanya aku menjadi orang yang paling bodoh dan payah. Aku tidak semangat lagi melakukan apapun. tapi rasanya aku sedikit malu ketika melihat si Shikshin masih bisa tersenyum melihat kebahagiaan sahabatnya yang sedang berbahagia bersama namja yang ia sukai. Dan dari sana aku juga memutuskan, untuk mencintai kekasih sahabatku dalam diamku.” Minho menghela nafas lelahnya lalu tersenyum memandang Yuri. “Apa kau bosan mendengar cerita panjangku?”

      Yuri yang kembali sesenggukkan hanya mampu menggeleng pelan.  Minho segera memandang Yuri khawatir.

      “Kenapa kau menangis?” Yuri lagi-lagi menggeleng dan tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Minho memiringkan kepalanya memandang Yuri. “Semua orang mengatakan jika aku mencintai sahabat Shikshinku itu. Aku memang menyayangi si Shikshin itu, tapi cintaku tidak pernah berubah untuk sahabatnya.” Minho mengangkat tangan kanannya dengan pelan dan dengan jari telunjuknya dia menunjuk pada Yuri. “Kau.”

Yuri tersentak ketika Minho menunjuknya.

 Minho terkekeh kaku lalu memasukkan kedua tangannya pada saku jasnya. “Mungkin ini bukanlah waktu yang tepat untukku mengatakan itu, tapi rasanya aku sudah tidak mampu menahannya lagi. “

Entah sejak kapan Minho mengeluarkannya, tapi sebuah gelang terlihat dalam genggaman Minho. “Gelang ini, aku tidak tahu kenapa aku membelinya delapan tahun lalu. Mungkin saja aku ingin memberikannya padamu, tapi aku sadar jika aku mungkin tidak bisa memberikannya. Tapi sampai sekarang, rasanya aku masih berharap bisa memberikan gelang ini pada tujuannya.” kekeh Minho memandang gelang itu.

      Minho heran saat merasa sesuatu menarik kecil ujung jasnya dan ia lebih terheran saat mengetahui Yurilah yang melakukannya.

      “Yuri?” panggil Minho ketika melihat Yuri menunduk tak memandangnya.

      “Chagi jangan!” cegah Donghae menahan Yoona yang terlihat khawatir pada Yuri.

      “Oppa? Ada yang tidak beres dengan Yuri, kita harus menghampirinya!” panik Yoona.

      “Jangan khawatir, Yuri tidak kenapa-kenapa. Lagipula ada Dr. Choi di sana.” jelas Donghae, dengan sedikit menekan rasa khawatirnya sendiri. Yoona menuruti perkataan Donghae.

      “Yuri kau kenapa?” tanya Minho mulai panik.

      “Gwenchana Minho.”

Dengan sedikit memaksakan diri, Yuri mengangkat kepalanya memandang Minho. Melihat keadaan Yuri yang sedikit pucat, Minho menundukkan diri agar Yuri tak perlu menengadahkan kepala untuk menatapnya. “Apa yang tadi kau katakan itu benar?” tanya Yuri. Minho mengangguk cepat. “Tidak untuk sekedar menghiburku, kan?” Kini Minho menggeleng.

      “Kenapa kau bisa bertahan selama ini?”

      “Karena aku yakin kau adalah takdirku, Yuri-ya.”  Yuri diam memandang Minho. “Yuri, aku mencintaimu.”  kata Minho yakin dengan serius menatap Yuri.

Dengan wajah pucatnya Yuri mencoba tersenyum pada Minho. “Kalau begitu bisakah kau bantu aku?”  Minho mengangguk cepat.

      “Jika kau memang yakin aku adalah takdirmu, maka bantulah aku untuk membuat kau juga adalah takdirku. Bantu aku mencintaimu dan bantu aku…..”

      “Yuri-ya!” teriak Minho kaget saat tiba-tiba saja tubuh Yuri melemah dan hendak jatuh, beruntung Minho sigap menangkapnya. “Yuri, kau pasti kelelahan dan banyak berfikir!” panik Minho sambil mencoba menggendong tubuh Yuri.

      “Minho, kenapa?!” tanya Yoona dengan panik sembari berlari bersama Donghae menghampiri Minho.

      “Sepertinya kondisinya menurun, dia kelelahan.” jelas Minho mencoba tenang. “Kalian tenang saja, dia hanya butuh istirahat. mianhae.” timpal Minho sembari berjalan cepat mamabawa Yuri memasuki kembali gedung rumah sakit. Yoona dan Donghae pun sepakat berlari mengikutinya.

***

      Kyuhyun berlarian tidak menentu di tengah hiruk pikuk kota Seoul di siang hari. Dia terus berlari menyusuri setiap jalan berharap dapat menemukan dua Yeoja yang sedang di carinya. Sudah lebih dari dua jam dia berlari ke sana kemari, tapi tak kunjung menemukan hal yang dicarinya.  Ia sudah mendatangi rumah Sooyoung sebelum menikah dengannya, apartemen Minho yang kosong dan sekarang dia sudah hampir mengelilingi setiap jalan.

      “Sial! Kenapa tidak terfikirkan olehku?” umpatnya memaki diri sendiri. Kyuhyun merogoh saku jaketnya dan mengambil ponsel miliknya.
      “Yoboseyo?” sapa suara berat dari seberang sana.

Kyuhyun menarik nafas sebelum dia berani membuka suara. “Minho ini aku, Kyuhyun.”

      “Aku tahu. Ada perlu apa?” sahut Minho dengan datar.

      “Minho, bisakah kau beritahu aku dimana Sooyoung dan Soohyun berada?” tanya Kyuhyun takut-takut.

      “Kenapa bertanya padaku? Bukankah harusnya kau lebih tahu.”

      “um.. itu benar, hanya saja sekarang berbeda Minho. Aku mohon beritahu aku jika kau tahu.”

      “Aku rasa sekarang dia sedang sedih memikirkan sesuatu. Jika seperti itu, kau pasti tau dimana dia.”

Kyuhyun terdiam sejenak, namun tak lama ia teringat sesuatu.

      “Minho gomawo!” putusnya langsung mematikan sambungan telepon dan berlari.

Beberapa puluh menit kemudian,

Kyuhyun tersenyum sambil mengatur nafasnya saat melihat Sooyoung di salah satu kursi taman yang dulu sering ia kunjungi bersama sambil memperhatikan tingkah lugu Soohyun yang dengan girangnya bermain pasir. Mata Sooyoung terus memandang Soohyun dan sesekali pandangan itu berubah menjadi kosong.

      “Sooyoung?”

Sooyoung yang sedari tadi diam tersentak dan berbalik kecil. Sooyoung dengan cepat berdiri dan hendak menghampiri Soohyun. Namun niatnya berhenti saat Kyuhyun menahan dirinya. Sooyoung mencoba menepis tangan Kyuhyun yang menahannya, tapi Kyuhyun tetap bersikukuh menahan Sooyoung yang terus-terusan berusaha menepis tangannya.

      “Sooyoung aku mohon dengarkan aku dulu.”

      “Cukup! Aku tidak ingin mendengarkan apapun darimu!” tukas Sooyoung dengan terus berusaha menepis tangan Kyuhyun.

      “Sooyoung aku mohon…”

      “Lepaskan ak-”

Sooyoung tersentak kaget saat dengan tiba-tiba Kyuhyun menariknya ke dalam pelukkannya.

“Kyu, aku mohon lepaskan aku!” berontak Sooyoung dengan memukul-mukul pundak Kyuhyun.  Kyuhyun tak memperdulikan itu, dia terus mempererat pelukannya pada Sooyoung. “Kyuhyun aku mohon… lepaskan aku….” ucap Sooyoung mulai melemah dan menghentikan pemberontakannya.

      “Mianhae. Jeongmal mianhae.” ucap Kyuhyun sepelan mungkin dengan suara yang bergetar.

      “Kyu… Kau tidak perlu meminta maaf padaku. Sedari awal kau memang milik Yu-”

Bibir Sooyoung terbungkam seketika saat Kyuhyun mengunci bibirnya dengan lembut, sebentar.

“Semua sudah berlalu. Chagi, aku sudah mengatakan semuanya pada Yuri.” kata Kyuhyun langsung saat melepas sentuhan bibirnya dari Sooyoung.

      “Semuanya?”

Kyuhyun mengangguk dan memegang kedua pipi Sooyoung, “Aku mengatakan padanya kalau aku mencintaimu.”

Sooyoung melebarkan matanya. “Lalu? Yuri?”

Kyuhyun diam sejenak sambil menundukkan pandangannya tapi tak lama dia tersenyum kemudian memandang manik mata Sooyoung lagi. “Dia bilang pergilah karena Kyuhyun yang di cintainya hanya ada di delapan tahun yang lalu, hehe.” kekeh Kyuhyun kaku. Sooyoung hanya diam sambil memandang ke arah lain.

      “Yuri pasti sangat sedih, biar bagaimana pun, ia masih dalam keadaan delapan tahun yang lalu. Perasaannya bahkan fikirannya.” desah Sooyoung.

      “Tidak.  Aku yakin Yuri sudah tidak mencintai diriku yang sekarang, Sooyoung-ah. Mungkin aku terlambat menyadari ini, tapi sepertinya Yuri menyadarkanku satu hal. tentu saja Minho juga. Menyadarkanku akan cintaku yang buta padamu.” Kyuhyun meraih kedua tangan Sooyoung. “Aku mohon maafkan aku Sooyoung-ah. Kembalilah padaku, biarkan aku memulai semuanya dari awal lagi. bersamamu dan Soohyun.” Sooyoung memandang datar pada Kyuhyun. Namun akhirnya ia terkejut saat Kyuhyun memasangkan sesuatu di pergelangan tangan Sooyoung. “Selesai. ‘S’ untuk Shiksin-ya. dan ini, untuk pernikahan kita kembali.” kata Kyuhyun ketika ia mulai memasangkan sebuah cincin yang menjadi lambang pernikahannya dulu pada jari manis Sooyoung.

Sooyoung masih bungkam memandang sebuah gelang dan cincin yang sudah kembali padanya, tak lama bibir Sooyoung mulai bergetar dan nafasnya mulai sesenggukkan.

      “Sooyoung-ah? Wae-”

      “Idiot gamers!”

Kyuhyun tersentak kecil lalu kemudian ia tersenyum melihat Sooyoung tersenyum evil di balik sesenggukkannya. Dengan penuh cinta Kyuhyun menarik tubuh Sooyoung ke dalam pelukannya.

      “Eom-ma… Ap-pa…”

Sooyoung dan Kyuhyun tersadar sejenak dari dunia mereka berdua saat sebuah tangan mungil menarik-narik pakaian mereka di iringi dengan panggilan khas seorang balita umur setahunan.

      “Omo! Anak Eomma.” ucap Sooyoung sambil menyapu air matanya cepat dan mengangkat tubuh mungil Soohyun.

      “Hehe.. Anak Appa, mianhae tapi kau tenang saja, Appa tak akan lupa memelukmu juga.” ujar Kyuhyun sembari mengambil alih Soohyun dari Sooyoung. “maafkan Appa.” ucap Kyuhyun sambil mngecup pipi tembem Soohyun.

Sooyoung tersenyum bahagia melihat Kyuhyun memeluk Soohyun dan sesekali mengucapkan kata maaf juga sayangnya.

      “Chagi. rasanya aku benar-benar menjadi Appa yang gagal untuknya.” sedih Kyuhyun penuh penyesalan. Sooyoung menggeleng pelan lalu mendekati Kyuhyun.

      “tapi sepertinya Soohyun dan aku tidak berfikiran seperti itu, ya kan, Chagi?” kata Sooyoung seolah bertanya pada Soohyun yang hanya tertawa-tawa lugu di gendongan Kyuhyun.

      “Benarkah begitu? Gomawo…” ujar Kyuhyun dengan mengecup pipi Soohyun lagi dengan gemas.

“Um.. Chagi, maukah kau pergi bersamaku lagi?”  tanya Kyuhyun tiba-tiba pada Sooyoung. Sooyoung menautkan alisnya.

      “Pergi?” Kyuhyun mengangguk.

      “Ke Kanada. Aku hanya ingin kita memulai semuanya lagi. Kita tinggal di sana dan membangun kebahagiaan kita. Kau, aku dan Soohyun.”  kata Kyuhyun tulus.

Tanpa perlu menunggu apa-apa, Sooyoung segera mengangguk dan dengan cepat merapatkan dirinya pada Kyuhyun. Kyuhyun yang sedang menggendong Soohyun menyambut tubuh Sooyoung dengan bahagia.

      Yuri. mianhae. Ternyata aku masih sangat mencintainya, aku berharap kau bisa memaafkanku, sekali lagi aku akan meninggalkan kota tempat kita bertemu dan menjalani semuanya. tapi, asal kau tahu. Aku menyayangimu, Minho juga Yoona. Aku ingin sekali lagi bertemu dengan kalian, tapi rasanya aku begitu tidak pantas melakukan itu. Selamat tinggal.

***

      Dua bulan sudah berlalu, kini Yuri sudah di izinkan untuk keluar dari rumah sakit. Yoona, Ny. Kwon dan Donghae menyambut Yuri di depan rumah sakit dengan penuh suka cita. Beberapa perawat mengantar Yuri sampai ke depan rumah sakit.

      “Minho kemana?” tanya Yuri pada Yoona saat Yoona dan Donghae membantunya untuk naik ke mobil.

      “Tadi dia bilang dia ada urusan sebentar.” Yuri mengangguk mengerti. Dengan sedikit pelan Yuri mulai masuk ke dalam mobil.

Yoona tersenyum lalu hendak menutup pintu sebelum ia menyusul Donghae yang sudah lebih dulu duduk di kursi kemudi.

      “Yoona! Tunggu!” Yoona yang baru saja hendak membuka pintu bagian depan berhenti sejenak, ia berbalik.

      “Minho?” kaget Yoona melihat Minho berlarian dengan jas hitam menghampirinya.

      “Yuri, mana?” tanya Minho dengan nafas tersenggal.

      “Aku di sini!” sahut Yuri yang rupanya sudah mengintipkan kepalanya di jendela mobil sambil tersenyum manis pada Minho. Minho melirik ke arah Yuri dan mendekati jendela mobil itu. “Kau terlambat.” ucap Yuri sambil tersenyum pada Minho.

      “Mianhae. Tadi aku menghadiri rapat perdanaku di perusahaan Appa. Ini!” Minho menyerahkan sebuket bunga Lily pada Yuri. “Selamat atas kesembuhannya.” ucap Minho. Yuri kembali tersenyum lalu meraih bunga itu.

      “Gomawo.” katanya sembari menghirup kecil wangi bunga itu.

      “Ah, Minho. Selamat juga atas keberhasilanmu menjadi direktur di peruasahaan Appamu.” kata Yuri.

      “Ne… Selamat Minho-ya.” sahut Yoona dari depan.

      “Selamat Minho-ya…” Minho tersentak saat baru menyadari bahwa Ny. Kwon ada di sebelah Yuri. Minho mengangguk-angguk kaku ke arah Ny. Kwon. “Ya.. Ini berkat permintaan Yuri yang memaksaku untuk mengikuti keinginan Appa.”

      “Jadi kau masih merasa aku memaksamu, tapi biarkanlah. Jika tidak begitu aku akan merasa bersalah pada Appamu.”

      “Harusnya kau tidak perlu merasa bersalah. Lagi pula sekarang aku menikmatinya, kedua pekerjaanku ini.” kata Minho lembut.

      “Aku sekarang jadi bingung, mau memanggilmu Pengusaha Choi atau Dr. Choi?” Minho memandang sinis pada seseorang yang duduk di balik kemudi. “Ah baiklah. Aku akan memanggilmu pengusaha Choi di siang hari dan Dr. Choi di saat kau berperan sebagai Dokter di klinik pribadimu.” tukas Donghae.

      “ya ya ya.. Terserah Hyung sajalah.” sahut Minho di sambut kekehan semuanya. Minho memandang Yuri yang juga ikut tertawa. Ada kelegaan hati melihat Yuri sudah bisa tertawa lepas seperti itu. Yuri menyadari jika Minho sedang menatapnya.  

      “Minho ada apa?” tanyanya. Minho tersadar dari lamunannnya.

      “Um.. Anni.. Oh ya, Ahjumma? Bisakah aku membawa Yuri sebentar?” kata Minho meminta izin kepada Ny. Kwon.

      “Ya! Kau ingin mengajak Yuri kemana?” protes Yoona.

      “Hanya sebentar, lagi pula aku meminta izin pada Ahjumma kenapa kau yang menjawab?” Yoona hanya mempoutkan bibirnya. Ny. Kwon terkekeh lalu memandang Yuri.

      “Jika Yuri mau kau bawa, maka ahjumma tidak bisa melarangnya.” Yuri tersenyum malu mendengar ucapan Eommanya. Minho ikut tersenyum lalu segera membuka pintu mobil bagian belakang, tempat dimana Yuri duduk. Dengan sangat berhati-hati Minho membantu Yuri keluar dari mobil. Biar sudah sering mengikuti terapi, tapi waktu dua bulan belumlah cukup untuk mengembalikan kondisi kakinya kembali seperti dulu.

      “Baiklah. Minho kau bertanggung jawab atas Yuri. Arra?” peringat Yoona. Minho mengangkat ibu jarinya.

Akhirnya mobil itu pergi, meninggalkan Yuri dan Minho. Yuri melirik pada Minho yang masih menyanggah berat tubuh Yuri.

      “Kau ingin membawaku kemana?” tanya Yuri.

      “Pantai belakang rumah sakit, kau mau?” Yuri tersenyum lebar lalu mengangguk antusias. Dengan berjalan sambil bertumpu pada Minho, Yuri dan Minho akhirnya tiba di bibir pantai belakang rumah sakit. Yuri begitu kagum dengan suasana pantai yang kini sudah di lihatnya dari dekat.

      “Minho. Bisakah kau melepaskan peganganmu padaku ini?” tanya Yuri. Minho memandang Yuri tak setuju.

      “Hoy, Nona Kwon. Kita sedang tidak di ruang terapi. Aku tak ingin kau jatuh di sini.” tolak Minho.

      “Tapi aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. Aku sudah bisa berdiri dan sedikit melangkah sendiri.” Melihat keyakinan Yuri, Minho akhirnya menurut.

      “Aku akan melepasmu, kau hanya perlu berdiri tidak usah terlalu banyak melangkah. Jika kakimu semakin merasa ngilu, bilang padaku.” Yuri terkekeh kecil mendengar Minho.

      “Kenapa sekarang kau jadi cerewet sekali, um?

      “Biarkan saja! Sekarang ayo kita mulai.” Minho perlahan-perlahan mulai melepaskan Yuri. Kaki Yuri terlihat sedikit bergetar, namun karena sering terapi kini kaki itu mampu berpijak. Yuri mulai melangkahkan kakinya pelan.

      “Yuri ja-”

      “Gwenchana Minho-ya!” sergah Yuri. Yuri terus mencoba melangkahkan kakinya, dengan susah payah selangkah sudah di dapatkan. Yuri terus melangkah seperti seorang balita yang baru saja belajar berjalan. Tepat di langkahnya yang kelima, kaki Yuri terasa ngilu dan Yuri terduduk begitu saja, mendarat di pinggiran pantai yang penuh dengan pasir. Minho seketika segera menghampiri Yuri.

      “Haha.. Lihat? Aku sudah bisa melangkah tanpa bantuan, bukan?”

      “Yuri, kau mengagetkanku!” ucap Minho sedikit frustasi. Yuri tersenyum pada Minho

      “Mianhae.” katanya. Yuri mencoba berdiri dengan di bantu oleh Minho. Mendengar suara air pantai yang beriak, Yuri seketika mendiamkan pandangannya ke arah pantai.

      “Aku penasaran, apa yang sedang Sooyoung lakukan sekarang.” desah Yuri dengan raut kekhawatiran. Tak lama dia menunduk lalu tersenyum. Minho langsung menarik Yuri dalam pelukannya. Yuri tersentak heran, namun tak lama ia menyandarkan kepalanya dalam pelukan Minho. Nyaman, begitulah yang di rasakan Yuri.

      “Minho?” panggilnya tanpa mengubah posisi mereka.

      “Ne?”

      “Apa yang kau ucapkan di pantai saat dua bulan lalu itu masih berlaku?”

      “Tentang aku yang mencintaimu? Tentu saja! Jika tidak mana mungkin aku bersamamu sekarang. Tapi, rasanya aku masih belum bisa membuatmu mencintaiku.”

Yuri mencoba tersenyum, “siapa bilang? Aku sudah merasa nyaman di dekatmu. Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku ingin maju Minho-ya.” Yuri menengadahkan kepalanya menatap Minho yang masih memeluknya. Minho merogoh saku jasnya dengan salah satu tangannya lalu menunjukkan sesuatu pada Yuri.

      “Bagaimana kalau langkah selanjutnya dengan memakai ini?” tanya Minho. Yuri diam sejenak memandang gelang itu lalu tak lama ia mengangguk. Minho menatap Yuri tak percaya. “Kau yakin mau memakainya?”

      “Jika kau berikan itu untukku, maka aku tidak mungkin menolaknya. Aku tak ingin menolak pemberian darimu.” Minho melebarkan sedikit matanya, namun tak lama ia tersenyum. Dengan masih bersandar pada tubuh Minho, Yuri mengangkat salah satu tangannya agar mempermudah Minho memasangkan gelang yang selama ini selalu di bawa Minho untuknya.

      “Kyeopta.” kagum Yuri menatap pergelangan tangannya yang sudah di hiasi oleh gelang pemberian Minho. Minho ikut tersenyum. “Minho, aku punya permintaan.”

      “Permintaan? Apa itu?”

      “Sekarang kau mungkin akan sibuk sebagai penerus perusahaan Appamu, tapi kau mau tidak melatihku untuk bisa berjalan dengan normal kembali?” Minho tersenyum penuh kharismanya.

      “Kau ini berbicara apa sih? tentu saja aku akan membantumu. Biarpun aku akan sibuk membantu Appa, tapi aku tetaplah seorang dokter.” Minho menatap Yuri. “Dan kau adalah pasienku.” Yuri ikut tersenyum memandang Minho. 

      “Baiklah sekarang aku akan mengantarmu pulang.”

      “Pulang?” Minho mengangguk.

      “Kau tidak lihat, betapa banyaknya pasir di pakaianmu?” Yuri berusaha melirik kecil ke bagian belakangnya, tak lama ia memandang Minho lagi.

      “Haha ne. Ayo pulang.” kekeh Yuri yang di sambut senyuman penuh kharisma dari Minho.

Dengan sangat sabar Minho terus mendampingi Yuri yang berjalan pelan sambil terus di papah olehnya.

***

      Beberapa tahun kemudian.

      Blam!

Minho menutup pintu mobilnya dengan cepat dan mulai berjalan dengan langkah terburu setelah ia selesai memarkir mobilnya. Sesekali Minho melirik jam di pergelangan tangannya.  Minho terus berlari hingga terengah-engah mendekati seorang Yeoja yang sedang duduk di kursi panjang sebuah taman Kota. Minho mencoba mengatur nafasnya yang lelah saat sudah tiba di belakang kursi panjang. Melihat Yeojanya sibuk berdiam diri memandang kosong ke depan, Minho memutuskan untuk langsung duduk di sebelahnya.

      “Sungguh seperti nostalgia, ya?”

Yeoja berambut lurus panjang nan hitam itu tersentak dan seketika berbalik ke arah Minho. Perlahan dia menghela nafas sembari mengelus dadanya.

      “Kau mengagetkanku, Yeobo.” helanya.

Minho tersenyum, “mianhae,” katanya singkat. Yeoja itu ikut tersenyum lalu kembali memandang ke depan.  “Yeobo, bukankah kau bilang akan menungguku di cafe? tapi kenapa tiba-tiba kau berada di sini?” tanya Minho.

      “Um itu. Mianhae, tadi bahasan tentang naskahku dengan salah satu penerbit selesai dalam waktu yang singkat. Aku memang menunggumu di cafe, tapi tanpa sengaja aku melirik keluar dan melihat taman ini. Dan seperti sekarang, aku berada di sini.” jelasnya. Minho berbalik sebentar lalu melihat sebuah cafe yang terletak di ujung jalan sana.

      “Jarak dari cafe ke sini lumayan jauh, apa kakimu tidak merasa ngilu?” tanyanya, kini sudah memandang Yeoja di sampingnya.

      “Rasanya terapi yang di lakukan Dr. Choi padaku begitu hebat sehingga aku sudah bisa berjalan biasa lagi.” Yeoja itu berbalik memandang Minho lalu tersenyum, “aku sudah bisa berjalan normal, Yeobo. Yahh… walau tidak untuk jarak yang jauh.” timpalnya.

Minho tersenyum lalu dengan gemas mengacak rambut hitam milik Yeojanya itu.

      “Choi Yuri-ssi benar-benar membuatku gemas, ne?” ucapnya gemas.

      “Hentikan, Yeobo!” ujar Yuri sedikit berpura-pura kesal dan merapikan kembali rambutnya.

      “Bagaimana keadaan aegi kecilku hari ini?” tanya Minho sambil menyentuh perut Yuri.

      “Dia cukup baik, Yeobo. Bagaimana dengan pekerjaanmu hari ini?”

      “Berjalan lancar. Ah iya.. Bagaimana hasil diskusi naskahnya?” 

Yuri memandang sebuah amplop besar berwarna coklat yang di pegangnya. dengan wajah khawatir.

      “Yeobo? Apa ada masalah?”

Yuri tak menjawab, membuat Minho semakin memandangnya khawatir. “Yeo…”

      “Di terima.” ucap Yuri seperti berbisik tanpa nada.

      “Eh? Apa yang kau katakan, Yeobo?”

Yuri mengangkat kepalanya yang menunduk tadi dan terkekeh kecil dengan menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.

      “Naskahku di terima Yeobo dan akan terbit bulan depan!” Perlahan senyum Minho mengembang.

      “Benarkah? Ah kau hebat Yeobo! Ah jinjja, kau membuatku khawatir tadi.”  Yuri hanya tersenyum geli memandang ekspresi Minho yang gembira lalu tiba-tiba berubah kesal padanya.

      “Bolehkah aku membacanya?”

Yuri segera mengangguk dan menyerahkan amplop besar berisi dokumen itu pada Minho.

Minho mulai membuka amplop itu dan mendapati tumpukan kertas di dalamnya. Yuri kembali memandang ke depan di saat Minho mulai membaca baris demi baris kata yang di tulis oleh Yuri.

      Tertawa, ingin menangis, dan sedikit kesal di rasakan Minho saat membaca sebaris demi baris cerita itu. Cerita yang di tulis Yuri menggunakan sudut pandang seorang gadis pemalu bernama Blackpearl yang memiliki dua orang sahabat bernama Deer dan Shikshin. Hari demi hari mereka lalui bersama, mengejar cita-cita bersama, sampai mereka bertemu dengan sahabat Shikshin yang lainnya bernama Idiot Gamers dan Kodok.  Hingga kemudian si Blackpearl  menjalin hubungan dengan Idiot Gamers.

Minho melirik ke arah Yuri yang masih larut pada lamunannya, melihat itu Minho memutuskan untuk melanjutkan bacanya. Semuanya tertulis lengkap di sana, hingga akhirnya kecelakaan itu terjadi. Lebih dari setengah jam Minho membaca coretan-coretan Yuri.  Tapi saat membaca akhir dari cerita itu, Minho melebarkan matanya.

      Di hari itu, aku membiarkan pangeranku pergi bersama sahabatku. Aku yakin, dia bukankah pangeranku yang ku temui sebelum aku mengalami tidur panjangku lagi. Pangeran yang mencintaiku, hanya hidup beberapa tahun yang lalu. Aku memang masih mencintainya kala itu, tapi ternyata aku memiliki seorang ksatria yang rupanya selalu menjagaku tanpa aku sadari. Ksatria itu selalu setia memperhatikanku dalam diamnya. Ksatria yang akhirnya berani mengatakan cintanya padaku di saat aku kehilangan pangeranku. Sekarang, dialah tujuan hidupku yang tertinggal dari semuanya. Aku bahagia bersamanya. My eternity wish, Dr. Kodok yang selalu merawatku dan juga seorang malaikat kecil yang sedang tumbuh di dalam diriku ini. Eomma yang selalu menyayangiku. Dan sahabatku Deer, Ikan, Idiot Gamers dan Shikshin yang aku harap selalu bahagia. Aku mohon.. tetaplah bersamaku…

      Minho tersenyum kecil sambil menghapus sedikit bulir kristal yang ada di pelupuk matanya. Sudah lama rasanya ia tak pernah mengeluarkan airmatanya, walau sesedih apapun hidupnya, ia tak akan pernah mau mengeluarkan airmatanya. tapi sekarang?

      “Bagaimana kabar Sooyoungie dan Kyuhyun, ya? Aku harap mereka bisa menemui kita suatu hari nanti.” Minho menoleh pada Yuri yang rupanya sudah memandangnya. “Yeobo kenapa menangis?” khawatir Yuri sembari memegang kedua pipi Minho. Minho terkejut lalu memegang bagian bawah matanya.

      “Kenapa keluar sebanyak ini? Padahal aku sudah menahannya sekuat tenaga. Aku begitu cengeng ne?” katanya dengan parau. Minho kemudian memalingkan wajahnya sendiri. “Aku malu sekali pada malaikat kecil kita, Yeobo.” Yuri tersenyum lalu dengan lembut membalikkan wajah Minho menatapnya.

      “Jangan menahan apapun lagi di depanku.”

      “Tapi aku ksatria bagimu, mana boleh aku menangis. Haha.” kekeh Minho sambil terus menyapu air matanya. Yuri tersenyum lalu memeluk tubuh Minho.

      “Ksatriaku juga seorang manusia. Menangislah jika memang kau ingin menangis, Chagi. Kau sudah berjuang selama beberapa tahun untuk menjadi sandaran untukku, Sooyoung dan bahkan Kyuhyun, sampai kau sendiri lupa bahwa kau juga ingin menangis. Sekarang, aku ingin kau tidak menahan apapun padaku. Aku mohon…” kata Yuri sambil memperat pelukannya. Minho menarik nafas panjang lalu memejamkan matanya kuat. Dengan sekali gerakan Minho membalas pelukan Yuri dengan erat.

      “Aku mencintaimu, Yuri-ya.  Kau adalah Yeoja terkuat yang pernah aku temui.” ucap Minho sesenggukkan di dalam pelukan Yuri, biar saja, biar saja kali ini dia menjadi cengeng. pikirnya.

      Yuri ikut tersenyum namun matanya terus saja terasa banjir. “Aku juga mencintaimu Minho-ya. Kau adalah namja tersabar yang pernah aku temui. Terimakasih atas cinta dan perhatianmu, aku harap itu akan berlanjut selamanya.” Minho melepas pelukannya, dengan lembut dia memegang kedua pipi Yuri.

      “Seperti yang kau bilang, aku adalah tujuan hidupmu sekarang dan tentu saja kau juga tujuan hidupku sejak dulu, Yuri-ya. Kau dan calon aegi kita. Aku akan mencintai kalian selamanya.” ucap Minho lembut sambil mengecup hangat bibir Yuri. Senyum Yuri terlengkung manis saat Minho melepaskan kecupannya.

      “Yahh .. Kalian. Sadarlah ini tempat umum.” sinis seseorang secara tiba-tiba. Minho dan Yuri seketika menoleh dan mendapati seorang namja sudah menatap mereka dengan datar.

      “H-Hyung! Bagaimana bisa kau ada di sini?!” ketus Minho ketika mendapati Donghae sudah berada di dekatnya.

      “Karena dia mengantarku untuk bertemu Yuri. Kita sudah janjian kan, Yul?” sahut Yoona yang sudah duduk di sebelah Yuri.

      “Ka-kalian? Jadi kalian melihat semuanya?”

      “Dari awal sampai akhir, hanya saja anae-ku tak ingin menganggu kalian.” Minho seketika memandang Yuri dengan wajah merah, begitu pun Yuri yang hanya bisa tertawa kaku. “sudahlah kodok, kami tahu  kalau kau memang mesum sedari dulu.”

      “Ya! Hyung! Apa yang kau katakan?!” umpat Minho yang langsung berdiri menatap sinis pada Donghae.

      “Tentu saja kau dapat mendengar apa yang aku katakan tadi.” balas Donghae tak kalah sinisnya. Yoona dan Yuri hanya bisa melihat kelakuan nampyeon mereka yang selalu seperti itu jika bertemu.

      “Abaikan mereka Yul. Bukankah kita sudah biasa melihatnya? Aku hanya takut calon aegi kita mengikuti jejak mereka.” ucap Yoona sambil mengelus perutnya sudah sangat besar tersebut.

      “Haha. Kau benar Yoongie. Wah… Umurnya sudah Sembilan bulan, kan? Sebentar lagi kau kan menjadi seorang Eomma!” kata Yuri, memandang perut Yoona dengan sumringah.

      “Ya, dan 6 bulan selanjutkan kau akan menyusulku.”

      “Haha… Kau benar.” kekeh Yuri sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.  Yoona sedikit melirik sebuah amplop coklat di dekat Yuri.

      “Itu naskah ceritamu?” Yuri ikut memandang obyek yang di lihat Yoona, lalu ia mengangguk. “Boleh aku baca?”

      “Tentu saja!” sahut Yuri cepat sambil memberikan amplop itu pada Yoona.

      Sementara Yuri menemani Yoona membaca tulisan itu di kursi taman yang panjang, Minho dan Donghae berdiri di bawah pohon sambil melempar candaan aneh mereka satu sama lain.

      Sooyoungie…  Kyu-ah…  Andai kalian juga ikut bersama kami, mungkin akan lebih menyenangkan. Kalian dimana? Aku, Yuri, Donghae bahkan Yoona sangat merindukan kalian. Walau bagaimana pun kita sahabat, kan?  batin Minho sambil terus memperhatikan ekspresi Yuri yang sedang menenangkan Yoona yang sesekali menyapu air matanya membaca cerita Yuri. Di pergelangan tangan Yuri dapat Minho lihat, sebuah gelang yang dulu selalu di pegangnya kini sudah melingkar manis di pergelangan yang menjadi tujuannya.

***

      Sooyoung menatap gedung-gedung tinggi melalui jendela apartemennya yang berada di lantai 10. Angin sejuk menerpa wajahnya. Senyum bahagia terus terukir di bibirnya. “Yul? Aku sudah membaca bukumu yang terbit bulan lalu. beruntung, aku masih bisa mendapatkannya di sini. Aku, Soohyun dan Kyuhyun sudah hidup bahagia seperti harapanmu. Apa kau di sana juga bahagia? Bagaimana dengan Yoona?” Sooyoung tertawa bahagia sekali lagi. Dia melirik sebuah buku berjudul My Eternity Wish yang ia pajang rapi di dekat bingkai foto pernikahannya juga foto-foto kenangannya bersama Yuri, Yoona dan Minho.  Mata Sooyoung mulai berkaca-kaca kembali melihat foto dan buku itu. Sooyoung sedikit terkejut saat sesuatu yang mungil menarik-nariknya.

      “Eomma, lihatlah, Soohyun sudah mewarnai semua gambarnya.” seru Yeoja kecil dengan logat khasnya  dari belakang Sooyoung. Sooyoung berbalik lalu merendahkan dirinya, menyamai tinggi Soohyun.

      “Mana coba Eomma lihat? Wah! Kau benar, aegi eomma memang pintar!”ucap Sooyoung sambil mengelus kepala Soohyun dengan penuh kasih sayang. “nanti kita kasih lihat ke Appa ya?” Dengan lugunya Soohyun yang sudah berumur 3 tahun lebih mengangguk-angguk.
      “Appa pulang~.”

      “Nah, itu Appa sudah pulang. Kajja kita sambut Appa!” titah Sooyoung. Soohyun kembali mengangguk dan mulai berlarian menuju pintu depan. Sooyoung ikut berdiri dan hendak mengikuti Soohyun. Namun ia berhenti saat melirik kembali tempat foto-foto juga buku karangan Yuri berada.

      Seperti yang kau harapkan Yul. Aku bahagia sekarang, bahagia yang benar-benar tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata. Seperti dirimu, Yoona dan Minho, aku juga memiliki tujuan hidupku. Kyuhyun dan Soohyun, adalah eternity wish-ku. Tentu saja, suatu hari nanti aku akan menemuimu, walau rasanya aku masih merasa bersalah padamu. Terimakasih dan Maaf. Aku sangat merindukan kalian….

*** END ***

Cmiww~ Gajenya ya? >.< Haha.. Mian.

Akhirnya selesai juga Eternity Wish.🙂

Biar pun ini terlihat gaje nan biasa, aku tetap minta RCL ya😀 makasih loh yang udah dari awal sampe sekarang selalu ninggaln jejak. Aku suka! Aku suka! *alamei-mei.😀

Sampai ketemu lagi di FF selanjutnya, oh ya aku mau sedikit curcol, boleh ya?

 Our Future part 4 sebenarnya udah sempat aku ketik banyak tapi datanya ilang pas laptop rusak kemarin, jadinya mood aku untuk lanjutinnya juga di permainkan. Maaf ya buat yg masih nunggu. :’)

 sekian.. Terimakasih banyak #bow..😀

@yuuripico26

Tagged: , , , , ,

90 thoughts on “Eternity Wish (PART V B – END)

  1. shania salsabillah April 3, 2014 pukul 10:32 am Reply

    Tengok kanan kiri?ak komen ke berapa ya eon??gpp ya ga first juga:D eonni aku makin jatuh cinta(?) ff nya bener bener bener bener daebakkkkkkkkkkkk dari part 1 udh keren banget karya eonni nah ga usah ditanya bagus atau ga jawaba nya pasti bagusss!!
    Yeeee hidup bahagiaaa minyul bersatu🙂 ein ga tau mau ngomong apa lagi soalnya ini ff bagus bangett!!😉 terus berkarya eon!!eonni author dengan karya palingg keren🙂 fighting eon!berkarya teruss🙂

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:48 am Reply

      cieee yg komen pertama…😛
      wahh saeng.. jinjja? jadi malu.. hehe… >.<
      terimakasih banyak ya Saeng😉

  2. Anisa Sinta Keisha April 3, 2014 pukul 10:56 am Reply

    huaaaaaaaaaaa eonni. Daebak sangatt dah! Mengharu biru :’) .Pokonya ini keren pake banget eon. MinYul akhirnya bersatu yeaayy!!!

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:48 am Reply

      huaaa… terimakasih banyak Anisa >.<

  3. Ifa April 3, 2014 pukul 11:05 am Reply

    Aaaaah bagusss bangeeet eon :’)
    terharuuuuu,, dan yg paling penting happy ending :’D

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:55 am Reply

      hehe … terimakasih banyak Ifa😀

  4. MY1259 April 3, 2014 pukul 11:15 am Reply

    Eonni bikin sequelnya dong. Tapi sequelnya pengen difokusin ke kehidupan minyul aja ._.v
    aku suka banget sama jalan cerita ff ini.
    Well aku tunggu our future part 4 nya ya ^^

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:56 am Reply

      sequel ya.. um… belum kepikiran saeng, mian :’)
      syukurlah kalau suka.. wah, OF kayanya msh belum jelas saeng, huhu u,u

  5. devyspt April 3, 2014 pukul 11:56 am Reply

    MINYUL >< akkkkk daebak picoooo tsahh ahahaha dr.choi ohokk

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:57 am Reply

      haha.. Dr. Choi.. entar Devy kerja bareng Dr. Choi aja ya kalau udah lulus😄 makasih ya..😀

  6. tarhy94 April 3, 2014 pukul 12:01 pm Reply

    Bolehh Nagisss???
    Bolehh yahhh…:-(😥 HiksHikshiksss…aigoooo……Airr mtaa gua knpa nihh.gk mau brhentii kyak nnton Film aj loh.lebay deh.#TolongAqUnnie:-(
    Daeeebakkk…gk tau mau blank ap:-(
    Aigoo…Mlihat crita Yuleon Gua yg d critkan untk Kyuppa ttg Bake aq nangis.dgar crita minho ttg 8 thun yg llu yg mncintai Yuleon gua nagis.bkan krna sdih.tpi krna gua bdoh mngira Minong mncintai Soounnie pdhal dy mncintai Yuleon scrakan Minong mlik yuleon:-(#DaebakLohPico
    akhirnya BlackPearl,Kodok,deer,Ikan,crazygamers n shikshin hdup bhagia.wlau gua msih gk rela SooKyu bhagia#MasihSinisGuaMaMreka:-(

    baiklahh….gua rsa gua hruss crii tissu dlu unnie..n Trimkasih tlah mmbuat ff minyul trbaik in.critnya 100% Daebakk.
    Pico Lohh The best^_^
    gua Fans Lohh brooww..
    kekeke Ok Bye😛
    #Maaf klo koment gua ad typo .:-P

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:04 am Reply

      wahh tarhy.. uljima.. *tepok2punggungnya.
      iya yg tentang bake emang rada mirip ama kisah Yulnie ya :’)
      hehe… jangan sedih, minong emang sengaja buat nutupin perasaannya.
      waduh kaya SooKyu jangan sinis ke mereka xixi~ :p

      ini nih aku bagiin tissue,😀
      cieeeee aku dpet fans *tebarbunga.. haha
      terimakasih banyak ya tarhy… ga da typo deh kayanya, amann😛

  7. Disha Yurisistable April 3, 2014 pukul 12:06 pm Reply

    Huwaaaa… Entah kenapa dipart ini part yang paling greget :3. Sumpah susah mau bilang apa. Antara senang, sedih, terharu, kesal DLL
    Pokoknya 1 deh buat ff ini yaitu DAEBAAAKKK..!! Aku tunggu ya eon, ff yang lainnya :’)
    FIGHTING :*

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:06 am Reply

      huaa Disha… >.<
      wahhh.. terimakasih banyak Disha…😄 di tunggu ya ff yg lain hehe… :*

  8. Kwon Blackpearl Yuri April 3, 2014 pukul 12:08 pm Reply

    Horrey minyul bersatu \(^-^)/
    Keren thor suka banget sm ff ini dan weird wedding
    Di ff selanjutnya buat karakter minyul kayak di weird wedding dong

    Sukses trus buat authornya ne🙂 cayyo!!

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:07 am Reply

      Hurrayyy!! ‘,’)/
      hehe ia kalau ada ide lagi aku buat ya..🙂
      terimakasih banyakkk~😀

  9. Devy Nur Isnainy April 3, 2014 pukul 12:45 pm Reply

    Huaaaa so sweet
    Minyul akhirny bersatu dan bhagia ..🙂😀

  10. kimikakyuri April 3, 2014 pukul 1:43 pm Reply

    Akhh akhirnya ..

    Karna gk mau terluka lagi pas bagian sookyu aku gk baca hheeheh .. Tapi ada yang ke baca waktu kyu bilang aku mencintainya(sooyoung) ..

    Endingnya baca sampai minyul and yoonhae ,, pas mau di lanjut ada nama sooyoung jadi langsung ke kolom comment ,, hehe gk di baca yg paling akhirya ..🙂🙂

    Love minyul ..

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:09 am Reply

      wew.. kenapa atuh di lewatin? hehe😀 padahal lebih afdol kalau di baca smua hehe😀

  11. qintazshk April 3, 2014 pukul 2:17 pm Reply

    wuaaah, kok udahan sih unn??
    sequelnya ditunggu ^^

    iya nih, masih penasaran sama our future >.<

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:10 am Reply

      iya udahan ni… ceritanya emang smpe situ.. untuk sequel msh belum kepikiran saeng. :’)
      iyaaa >.< Our Future msh galau :')

  12. Kim ji hyun April 3, 2014 pukul 2:20 pm Reply

    Huuaaaaa….makin terharu aja…aku baca ini sampe 1 jam loh..hehehe soalnya sambil nangis bacanya huhuhu mengharukan pokoknya….
    tp ini btuh sequel eonni…bikin sequelnya ne eonni..hehehee
    daebaaakk pokoknya ff ini….

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:10 am Reply

      kirain karena kepanjangan huhu u,u uljima.. hehe
      mian… tapi sequelnya belum kepikiran..😄 makasih banyak ya saeng😀

  13. Tetta Andira April 3, 2014 pukul 2:30 pm Reply

    Ommonaa !! Pico-yaa ,, ini serius THE END ?
    wahh~ gak kerasa baca’x . Tau” udh the end ajah xD
    Alur crta kmu yg ini beneran ky’ prjlnn ninja hattori . Mendaki gunung , lewati lembah /apaanini?!/abaikan/ pkok’x inti’x eonnie suka . Biarpun sedih’x bnyk , bt ending’x happily ever after❤
    MinYul , KyuYoung , & YoonHae akhir'x berakhir manis .
    Paling suka deh adegan MinYul dsni . Smw tnpa trkecuali🙂
    Wahh~ ditunggu project slanjut'x yaa ..
    Sllu smangat~ & makin bersinar dgn krya"mu ..

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:12 am Reply

      iya eonnie, seriusannn >.<
      sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang *malah lanjutin😄
      hehe ia eonnie, wajib mah Happy end.. kalau ga….. T.T
      hehe siap eonnie!
      terimakasih banyakkkk❤

  14. Nopita Sari April 3, 2014 pukul 3:04 pm Reply

    huaaaa :’) mengharukan sekali eon daebak dabak daebak (y) wow MinYul bersatu yeea. dan semua happy end.😀
    pico eoni emang paling bisa membuat pembaca senang.😀

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:13 am Reply

      hehe… terimakasih banyak saeng😉

  15. nabila tauhida April 3, 2014 pukul 3:48 pm Reply

    uwaaa, plg gak nyangka sma MinYul
    ditunggu ff lainnya

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:13 am Reply

      hehe.. MinYul gituu..😀
      di tunggu yaa😀

  16. kwon heirin April 3, 2014 pukul 3:57 pm Reply

    Sedih..
    Kayak drama
    gak ketara gitu kalo minho dri dlu suka sm yuri
    sempet kesel sm sooyoung, hehe.
    Lanjutin donk yg our future, semangat ne!

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:15 am Reply

      pinterr banget dia ya saeng.. hohoho…
      jangan kesel lg ma Soo, dia mah jga nyesek :’) hehe
      ia kalau bisa di lanjut, kalau skrg msh macet mikirnya saeng😄

  17. shin ayumi April 3, 2014 pukul 6:05 pm Reply

    saking lupa’a eon sm crta seblm’a smpe d baca dlu yg 4’a wkwkwkwk~~
    baruu deh nyambung crta’a..

    ya tuhaan ini crta sungguh rumiitt miit miit bingiits. #Alayydaheon
    dan pd akhir’a ini cerita happy ending.
    eon pikir yuri akn mati tp ternyata tdk hihihii😀
    ehh eon mah ga dpt feel’a kyuyoung couple rasa’a g mana gtuhh wkwkwk~
    alaahh ngomong apa siihh😄
    udhh error nih bca ff smpe pagii…
    benerr” dehh ahahaa

    cpt bikin crta minyul” yg lain yahh..
    eon tunggu.. ^^

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:17 am Reply

      wkaka… mian mian lama eonnie :p
      hah? mati?? Andwaeee! *pelukyulnie.. >.<
      kenapa atuh sama Kyuyoung? :p
      wow sampe pagi.. daebak!
      hehe iyaa eon… makasih banyak eonnie😉

  18. kwon yulsic yurisistable April 3, 2014 pukul 8:04 pm Reply

    Yey ahir yg sangat memuaskan
    keren bgd nie ff
    ending nya sesuai harapan daebak lah pokoknya apa lagi yuleonnya
    kwon yuri jjang

  19. Fatimatuz April 3, 2014 pukul 9:22 pm Reply

    Yeay~
    Happy Ending ^o^
    Kak Picoo, part ini bikin nguras air mata, apalagi pas bagian KyuRi atau KyuYoung, tangisanku malah semakin menjadi, hahahaa :’D
    Endingnya diluar dugaan, tebakanku ternyata salah semua😀
    Alhamdulillah, MinYul bersatu, KyuYoung kembali bersatu, dan YoonHae selalu bersatu🙂
    Dan yang paling mengejutkan adalah bersatunya MinYul, bener unn aku gk nyangka MinYul akan bersama, dipart sebelumnya kan gak ada MinYul Moment, tapi waktu Ending mengejutkan banget ^,^
    Tapi, dengan begitu semuanya menjadi akhir bahagia dan memiliki pasangan masing-masing😉
    Authornya memang daebak bisa bikin cerita se-Keren ini, fanfic ini memiliki banyak makna unn, dari sini aku bisa sadar, aaa~ :’)
    Pokoknya fanficnya keren, setiap part yang aku baca selalu bikin nangis, dan part yang terakhir ini adalah part yang paling nyesek :’D
    Fanfic yang paling Daebak yang pernah aku baca (y)
    I Very Very Like Your Fanfiction, Nice Fanfiction (y)
    Terus semangat yaa Kak Picoo, kutunggu karya selanjutnya😉
    DAEBAK (y)

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:21 am Reply

      hehe uljima saengie *peluk..
      wahhh ko salah? kalah sama Donghae-oppa ni :p

      iyaa, soalnya Minho sih, sukanya nutup2in perasaannya sndiri :’)
      hehe.. wahh eon jadi terharu saeng T.T terimakasih ya :’)

      pasti saeng.. kamu juga ya, selalu semangat. eon jga nunggu karya2 kamu.😀

  20. Lady Lee April 4, 2014 pukul 12:33 am Reply

    Jjang nice ending, minyul-yoonhae-kyuyoung
    akhirnya minho dpetin takdirnya, special part : Di hari itu, aku membiarkan pangeranku pergi bersama sahabatku. Aku yakin, dia bukankah pangeranku yang ku temui sebelum aku mengalami tidur panjangku lagi. Pangeran yang mencintaiku, hanya hidup beberapa tahun yang lalu. Aku memang masih mencintainya kala itu, tapi ternyata aku memiliki seorang ksatria yang rupanya selalu menjagaku tanpa aku sadari. Ksatria itu selalu setia memperhatikanku dalam diamnya. Ksatria yang akhirnya berani mengatakan cintanya padaku di saat aku kehilangan pangeranku. Sekarang, dialah tujuan hidupku yang tertinggal dari semuanya. Aku bahagia bersamanya. My eternity wish, Dr. Kodok

    =unni sequel ^^,
    our future dilanjut lah un,❤

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:23 am Reply

      iya.. akhirnya semua bahagia.. >.<
      hehe minong jd ksatrianya Yuri😄

      waduh sequelnya? bingung. hehe blum kepikiran T.T mian.
      ia di lanjut, tapi ga dlem waktu dkat :') hehe

      • Lady Lee April 4, 2014 pukul 7:27 am

        ah, secepatnya ya unni ,,,
        penasaran ma klnjtan crita our future

      • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:18 am

        hehe tunggu mood lanjutannya balik lg ya saeng *apaini hehe..

  21. Anisya safira April 4, 2014 pukul 4:20 am Reply

    Huaaa:’) pico eonie ceritanya daebbak pokonya keren deh,sampai nangis bacanya ditunggu cerita cerita minyul selanjutnya. (Y)😀

    • yuuripico26 Juni 12, 2014 pukul 8:13 am Reply

      Hehe mkasih saeng. Di tunggu ya😉

  22. MeMinyul April 4, 2014 pukul 4:54 am Reply

    Eonniiii…… (y)
    bingung mau komen apa.. yg jelas ak penggemar karyamu😀
    Disini suka banget sm persahabatan mereka,,Minong-nya sih kurang cepet jd keduluan sm kyu😦
    tp gpplah,, akhirnya MINYUL bersatu😀

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:26 am Reply

      wahhh.. hehe asikkk! >.< makasih ya😀
      ia minong kalah langkah ama Kyuppa. hehe..

  23. ninapinkyul91 April 4, 2014 pukul 4:55 am Reply

    Alhamdulillah akhirnya selesai juga..hehe

    yeay..happy ending..
    akhirnya minyul,yoonhae,kyuyoung bahagia semua..

    wahh yuri lagi hamil 3bulan ne??sama donk kaya aku..behehehe..

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:28 am Reply

      iya eon, alhamdulillah😀
      iyaaa.. mereka semua bahagia >.<

      cieee.. janjian hamilnya 3 bulan😄
      smoga calon aeginya selalu sehat ya eon😀 Mirip Yulnie nanti hehe😀

  24. Dian Ayu Anggraeni April 4, 2014 pukul 6:55 am Reply

    aigooo sweet bgt … tpi adegan minyulnya kurang aahhh … kiss nya dkit whahahahah … tpi ini keren crtanya bagus …. eonni sukaa❤

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:14 am Reply

      wkakaa kata MinYul kissue mereka jd trlalu di ekpos, mereka malu2 garong #eh haha.. Makasih banyak eonnie sayong :*

  25. nadiyavirgi April 4, 2014 pukul 7:14 am Reply

    Sejujurnya pico unnie, aku kurang srek ama kyuyoung😀 soalnya Kyu pnya akuu wkwkwkwkw tapi ini kan just fanfic yagakyagakyagak? Yah udh end aja, tapi gapapa deh end nya juga happy ending!! Minho karakter nya disini agak bener yaa😄 biasa nya kan mesun, agresif, dingin, blablabla wkwkwkw oh ternyata minho pura2 suka ke sooyoung dimasa lalu tapi fakta nya dia cinta ke yuri😄

    Complicated yak;p aku nangis pas baca bagian yuri yang cerita ke kyuhyun itu unn, yang dia bilang kalo pangeran yang mencintai dia hidup delapan tahun lalu😦 teriak dlu boleh?
    KYAAAAAA KYAAAAAA minho si yuri udh main dihamilin ajaa wkwkwkwkwkw tapi udh nikah kan/? Bagus deh. Semoga nyata😄 aminn. Sooyoonfany kan udh dating tuh tinggal Yuri doang yaaaaa

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:17 am Reply

      nah ada lg ni yg ngaku yeojanya Kyuppa, jadi siapa sebenarnya yeoja aslinya kyuppa? tell me tell me tell me *nariWonderGirls. wkaka..
      wkaka Minong tobat dlu😄
      bukan pura2 suka Sooyoung, Minong memang sayang ke soo, tapi sebatas sahabat nah yg lain salah tanggep >.<

      boleh ko saeng… teriak aja *tutuptelinga…..
      wkaka udah nikah dong *kataMinho.
      Amin… Yuri entar confirm terakhiran aja .. hoho. makasih ya😀

  26. yuri yoona April 5, 2014 pukul 7:58 am Reply

    Huaa… seruuu… ff ini beneran keren dari awal sampe akhir.
    Aku yang baca sampe berdebar debar…
    Minho di sini setia banget deh… bener bener ksatria.. hehehe..

    Ditunggu ff our futurenya ya eoon..
    Gak sabar dengan ff buatab eonni yang satu itu.. heheehe

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:23 am Reply

      wahh makasih ya…
      hehe Minong ksatrianya Yuri😄

      Untuk OF sabar dlu ya…. hehe makasih banyak saeng😀

  27. meirina April 5, 2014 pukul 1:34 pm Reply

    Yeyyyy.. Akhirnya MinYul bersatu…. Aaaa~ so sweetnya… Cerita sungguh daebakkk..

  28. li April 5, 2014 pukul 4:47 pm Reply

    Ga tahu mesti blg apa. aku yakin ni cerita sukses bwt para pembacanya nangis. huh pokoknya bnr2 TOP. moga2 setelah ini dapat ngasilkan karya yanyg lebih banyak & lebih menarik lagi.

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:26 am Reply

      Amin…
      hehe doain ya😀
      terimakasih banyak Li🙂

  29. Ssi Ruroh April 6, 2014 pukul 5:12 am Reply

    hai aku readers baru. Ruroh imnida, line 97. Salam kenal.ff nya keren, suka banget. Serasa liat drama sampek ikut nangis😥
    oh ya izin baca dari part 1 ya ?🙂

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:30 am Reply

      hai Ruroh, welcome ya🙂
      wahhh cup cup *pukpuk.. hehe… silahkan silahkan.. ayo di baca dr awal biar afdol, hehe😀

  30. MeMinyul April 6, 2014 pukul 7:43 am Reply

    entah ngilang kemana komenan aku -_-
    paling suka emang ff karya eonni,,, aigoo Minho daebakk banget,,😀
    ditunggu ff lainnya eonni, terutama yg Our Future🙂

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:32 am Reply

      komenannya ilang? ko bisa ya?😥
      wah makasih banyak saeng. hehe.. iya di tunggu ff eon yg lain ya, OF juga… di usahakan lanjut kok, insyaAllah😀

  31. oeba yoonyul April 6, 2014 pukul 10:30 am Reply

    daebak! membuatku mengalirkan airmata ini dari chp.1

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:34 am Reply

      hehe .. mianhae. :’)
      makasih banyak ya buat komen2nya 😀

  32. ashley_vahrio April 7, 2014 pukul 3:42 pm Reply

    Aaaaa banjir airmata:'(((( akhirnyaaa setetlah ssekian lama mampir kesini. Dipubblish juga ffnyaa. Suka bgt sam pershabatn yoonyul. Minhoo setia bgt sama yurii, dan akhirnya hpa py ending \(^o^)/ lanjutkan eonni untuk fmuuu. Our futurenya jja ditunggu loh eon. Hwaitin

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:47 am Reply

      waduh banjir hehe..
      iya lanjutannya ini sangat2 lama ya munculnya :’) mian2.
      hehe persahabatan mereka kece, yoonyulsoo. hehe ia si Minong setia banget “.”)/
      hehe okay saeng. makasih ya >.<

  33. I am Yurisistable April 10, 2014 pukul 6:57 am Reply

    Thor, aq terharu bgt bacax. akhirx happy ending. owh, our future nya blum bs dlanjutin y??? padahal aq nungguin bgt lanjutanx. T_T

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:17 am Reply

      hehe iya mesti Happy Ending :p
      belummm😥 mianhae😦

  34. Chyrhyn April 10, 2014 pukul 11:38 pm Reply

    Daebakkkk ceritanya thor….

    Bikin sequelnya thor, bwt soo-yoong-yul ngumpul breng lagi. ^^

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:18 am Reply

      makasih ya :D… sequel? uhm.. belum kepikiran hehe mian.. :’)

  35. iantjahndhilem April 12, 2014 pukul 9:56 am Reply

    pico eon aku datang..kyyaa
    hwwa di part end ini sumpah aku gak bisa coment apa2..berasa nyata critanya..nangis juga aku bacanya hks hiks
    puas banget ama endingnya eon,pengorbanan min ke yul terbayar sudah huh lega..
    bahagia selamanya..minyul jjanggg
    rasanya aku pengen juga tuh baca buku yul my eternity wish akakakak#plakk
    buat pico eon di tunggu karya2 selanjutnya,semangatt
    keep writing eonn mumumu

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:22 am Reply

      welcome Ian :p
      cup cup cup, jgn nangis… eon lg ga bwa permen😥
      syukurlah kalau puas.😀 haha eon juga mau baca bukunya Yul😄
      pasti! Semangat jga ya Ian… keep writing too mumumu :*

  36. Ariesta April 12, 2014 pukul 4:50 pm Reply

    Akhirnxa keluar jg yg ditunggu2 ehh malah end, ff nx daebak seru banget. Minyul bersatu jga, minho dh lama suka ma yuri, dan sooyoung akhirnya mendapatkan kebahagiaan nxa bersama kyu tkut pas bacanxa lw soo bakal menderita lagi. Bwt yoonhae Jjang!! Ditunggu ff lain nxa thor,,, fighting^

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:23 am Reply

      hehe entar kalau kepanjangan bisa jd sinetron :p
      makasih yaaaa😉

  37. EKHA_LEESUNHI April 16, 2014 pukul 5:13 pm Reply

    akakak adegan tambahannya kece akakaka tapi tetep aja kicunya kurang #kabur
    :v

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:24 am Reply

      hahaha hanya bsa bilang “tobat nak” :p

  38. Mrslee040420 April 18, 2014 pukul 1:45 pm Reply

    Wahh :’) cerita ini berhasil buat aku netesin air mata .. Persahabatan itu bakal selamanya ada kl kita menjaganya dengan baik :’)
    Minyul forever 😂😂

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:32 am Reply

      iya bener banget itu hehe..😀
      makasih yaaa😀

  39. dwi nurlitasari April 28, 2014 pukul 12:11 am Reply

    wahh feel nya dapet banget eonnie
    bagus bagussssss (y)
    15jempol buat eonnie /? *jempol apaan aja ya? yaudah terserah*
    aku pengen jadi kek yuri eonnie /? *abaikan

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:35 am Reply

      hhaha ayo cari jempol siapa2 aja tuh :p
      makasih ya saeng.. waduh… haha

  40. sella mvp shawol Mei 20, 2014 pukul 10:56 am Reply

    yeeeyyy.. akhirnya yuri sama minho.. tapi adegan minyul.a sedikit.. keren banget deh cerita.a.. mengharukan. di awal cerita.a bahagia. di perjalanan cerita sedih dan di akhir cerita akhir.a mereka semua bahagia dengan pasangan.a masing”… terharu banget baca.a… :’)

  41. Regita Mei 24, 2014 pukul 1:16 am Reply

    Eonnie …..
    Yg ini juga keren FFnya , berbakat banget , terharu juga , daebak !!

  42. sonia tjan Juni 24, 2014 pukul 10:44 am Reply

    thor,, aku baca langsung semaleman dr part 1-end karna menarik bgt ceritany.. bagus, ga mudah ditebak, sedihnya dapet bgt, bahagiany di akhir jg dapet bgt..
    ni ff minyul chapter yg paling bgs yg prnah kubaca.. jalan ceritany oke bgt.. oke punyalah thor!!
    dtunggu ff chapter minyul nya yg lbh oke ya thor.. hehehehe

  43. rizkia tifanny Juli 2, 2014 pukul 2:04 pm Reply

    Cieeee happy ending nih wkwkwkwk 😁

  44. nulnul29 Juli 6, 2014 pukul 12:45 pm Reply

    Aku lgsg baca endingnya ga papa yaaa., di sini kayaknya udh mewakili seluruh cerita, buktinya aku udh bisa tau asal mula hubungan mereka, pico memang daebak lahh kl buat cerita, lope lope lope lope lope lope

  45. Anisya Kurnia Azhari Kotta Januari 25, 2015 pukul 7:17 am Reply

    awal” partnya agak sedih bacanya, ga tega lihat yul kayak gitu, tp endingnya kerren bgt eonni

  46. nayzie Mei 16, 2016 pukul 5:11 pm Reply

    Huwaaaaaaa akhirnya happy ending air matanya engga siasia hehhe

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: