Eternity Wish (PART V A)

1779683_356834917789303_1661598546_n

Tittle :

Eternity Wish V A

Author :

Yuuripico26

Art by :

EkhaLeeSunHi

Cast :

Kwon Yuri || Choi Sooyoung  || Choi Minho || Cho Kyuhyun

Im Yoona || Lee Donghae

Genree :

Romance – Friendship

Ratting :

PG-17

Length :

Chaptered

***

Hai~ :) 

Sebelumnya saya mau bilang, terimakasih banyak buat yang udah ninggalin jejaknya kemarin #Bow.

Ya udah langsung aja yaa🙂

– READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK

– TYPO IS AN ART OF WRITING

***

*** A ***

      Yoona masih betah duduk di samping Yuri yang masih tertidur akibat pengaruh obat penahan nyeri dari Minho. Tangan Yoona tak pernah sekalipun lepas dari tangan dingin milik Yuri. Yoona sedikit tersentak saat merasa seseorang  memegang punggungnya dari belakang. Yoona berbalik kecil dan mendapati senyum kecil dari namja yang selalu ada di hati maupun sisinya.

“Oppa? Kau mengejutkanku.” ucap Yoona pelan.

“Mianhae chagi, aku tak bermaksud begitu.” sahut Donghae penuh penyesalan.

Yoona menyimpulkan sebuah senyum dan kembali berbalik memandang Yuri. “Bagaimana keadaan Yuri, Chagi?” Donghae mendekatkan diri pada tempat tidur Yuri.

Yoona menarik nafasnya panjang, “seperti yang kau lihat, Oppa. Entah sekuat apa obat penahan nyeri yang di berikan Minho, sejak di pindahkan di sini tak sekalipun Yuri membuka matanya.” sedih Yoona. Donghae mengangguk mengerti.

“Chagi kau pasti lapar. Ayo kita keluar untuk memakan sesuatu.” ajak Donghae. Yoona menggeleng lemah.

“Anni Chagi. Aku tidak merasa lapar. Aku ingin di sini saja menemani Yuri sampai dia sadar.”

“tapi dari pagi Kau tidak memakan apapun Chagi. Aku tak ingin kau sakit karena telat makan.”

Yoona memandang Donghae dan memaksakan sebuah senyum.

“Anni. Aku tak akan sakit Chagi. Aku mau di sini saja.”

Donghae  menghela nafas. “Chagi ayolah.” bujuk Donghae.

Yoona menggeleng. “Aku ingin menunggu Yuri sampai sadar Chagi. Aku bertanggung jawab akan ini.” Donghae membuang nafas beratnya.

“Yuri pasti akan kecewa jika tahu Kau melewatkan jam makan pagi dan siangmu karena dirinya.”

“Jika Yuri tak tahu itu tidak jadi masalah Oppa.”

Donghae mengangkat bahunya. “Aku akan memberitahu Yuri jika dia sadar nanti.”

“Oppa!”

Donghae tidak mengherankan Yoona yang menatapnya penuh permohonan. “Baiklah-baiklah, kau menang Oppa! Kajja kita makan.” ujar Yoona akhirnya dan mulai berdiri. Donghae segera meraih tangan Yoona lalu mengajaknya untuk berjalan beriringan sambil menahan senyum.

“Yul kau tunggu di sini, ne? Aku akan segera kembali.” kata Yoona sebelum dia mengikuti langkah Donghae. Tepat saat YoonHae ingin membuka pintu, sosok tegas Minho dan dua orang perawat yang hendak masuk ke dalam ruangan Yuri muncul di hadapan mereka.

“Yoona? Hyung?”

“Kebetulan sekali Kau datang Dr. Choi. Bisakah Kau jaga Yuri sebentar. Aku dan Yeoja-ku ingin makan siang sebentar.” Minho mengangkat salah satu alisnya.

“Hyung ingatlah peranku di sini, aku bukan penitipan. Aku hanya ingin memeriksa keadaan Yuri. Apa ia ada sadar?” tanya Minho. Kedua perawat yang mengikuti Minho tadi masuk lebih dulu untuk sekedar memeriksa tanda-tanda vital Yuri.

“Minho-ya, aku tak tahu berapa tinggi dosis obat penahan nyeri yang Kau berikan untuk Yuri, sampai sekarang dia belum juga sadar.”  sela Yoona.

Minho mengangguk-angguk.

“Tenang saja aku sangat hati-hati pada obat yang aku berikan untuk Yuri. Sekarang kalian nikmati saja makan siang kalian dulu. Aku akan memeriksa Yuri.” kata Minho.

Yoona mengangguk mengerti. Sedangkan Donghae tersenyum lalu menepuk bahu Minho.

“tentu saja Kau harus berhati-hati merawat Yuri.” Minho menatap heran pada Donghae. “Kami pergi dulu.” ucap Donghae lagi dan segera membawa Yoona meninggalkan Minho. Minho akhirnya hanya mengangkat bahunya lalu berjalan tegas masuk ke dalam ruangan Yuri.

Aku harus berhati-hati pada Hyung yang satu itu, gumam Minho.

***

Kedua perawat itu kini telah selesai memeriksa Yuri. Minho memberi instruksi pada keduanya untuk lebih dulu meninggalkan ruangan. Kini tinggalah Minho dan Yuri di dalam ruangan putih itu. Dengan sedikit ragu Minho mendekatkan diri pada Yuri. Mata Minho diam memandang satu sosok di depannya. Betapa hancurnya wanita di depannya ini jika ia sadar nanti.  Minho memegang tangan Yuri.

“Nappeun Yeoja. Aku tahu Kau Yeoja yang kuat melebihi Sooyoung. Aku harap nanti saat kau tahu semuanya, kau bisa menerima itu.” kata Minho pelan. Dia kembali teringat saat Yuri berada di ruang intensif dan sadar. Yuri menatapnya heran dengan mata sayunya.

“Mi-minho? Kau sudah…… menjadi… Dokter?” tanya Yuri terbata dan sedikit tak jelas karena alat bantu oksigen yang terpasang padanya. Minho yang saat itu sedang berbincang serius bersama Dr. Oh terkejut. Minho seketika mendekati Yuri dan meraih tangan Yuri yang bergerak ingin menggapai alat pernafasannya.

      “Jangan di lepas. Kau butuh itu!” cegah Minho. Dr. Oh hanya melipat kedua tangannya di depan dada melihat Minho dan Yuri.

      “Mi-mianhae aku tak tahu.” kata Yuri yang mencoba menetralisir keadaannya sendiri yang masih sangat lemah. Yuri memandang Minho kembali. Minho sedikit menahan nafasnya.

Minho mengangkat alisnya saat melihat Yuri tersenyum padanya. “Jadi sudah delapan tahun? Kau sudah seperti ini. Bagaimana dengan yang-” Yuri berhenti berkata. Minho menatap Yuri yang sepertinya sedang menahan nyeri di kepalanya. Dr. Oh segera menghampiri Minho dan membisikkan sesuatu. Minho melebarkan matanya.

      “Yuri-ya, aku mohon jangan pikirkan sesuatu dulu!” sergah Minho khawatir.

      “Dr. Choi, Aku rasa otaknya merangsang berfikir dengan sendirinya. Ini buruk. Jika terus-terusan seperti ini aku takut dia tak bisa menahan nyeri kepalanya.” kata Dr. Oh memberi pendapat. Minho terlihat bingung saat Yuri sudah tak sadarkan diri kembali. Minho menarik nafas panjang lalu dengan tatapan yakin tak yakin ia menganggukan kepala pada Dr. Oh.

Minho mempererat pegangan tangannya. Minho mulai membelai rambut Yuri dengan tangannya yang bebas. “Jangan bikin kami semua khawatir lagi.” Minho menunduk. Tanpa Minho sadari mata tertutup milik Yuri mulai bergerak pelan.  Minho segera mengangkat kepalanya dan menatap tangan Yuri saat merasa jemari Yuri mulai bergerak.

Dengan sedikit gumamam tak jelas Yuri mulai membuka matanya. Mata Minho melebar tanpa di komando. Tangannya pun tak pernah terlepas dari tangan Yuri. Yuri mengerjap-ngerjapkan matanya pelan. Matanya kini terbuka sayu, dengan tatapan mata yang kosong.

“Yuri?”

Yuri mendengar panggilan itu. Namun, tatapan Yuri masih saja kosong. “Yuri-ya?” sekali lagi Minho memanggil Yuri. Yuri bergerak kecil dan cenderung lambat hingga dia berhasil menatap wajah Minho.

“Min….ho…?” heran Yuri dengan suara yang nyaris hanya seperti desahan. Minho mengangguk.

“Yuri-ya? Kau sudah sadar? Bagaimana kepalamu, apa masih sakit?  Kau jangan memikirkan apapun dulu. Tenang!” kata Minho cepat. Membuat Yuri yang masih lemah menatapnya heran. Minho menyadari dirinya dan segera melepas pegangannya tangannya dari Yuri. “Maksudku…. Aku akan segera memeriksamu dulu.” kata Minho kembali dengan sikap tegasnya. Minho hendak mengambil stetoskop yang biasa melingkar di lehernya di atas meja kecil. Namun niatnya terhenti saat tangan Yuri dengan lemahnya mencoba menahan pergi Minho. Minho terdiam tanpa langsung berbalik menatap Yuri.

“Minho?” Minho tersentak mendengar Yuri memanggilnya. “Minho apa yang-” Minho segera berbalik dengan tiba-tiba membuat Yuri berhenti berkata dan terkejut menatap Minho.

“Yuri. Jangan banyak bicara dulu. Kau itu baru saja sadar dan jangan memikirkan hal yang berat .” kata Minho. Yuri diam. Melihat ekspresi serius dari Minho membuat Yuri akhirnya mengangguk.  Walau dia heran, namun akhirnya Ia memilih untuk menutup kembali matanya yang memang masih terasa berat. Sekilas Minho tersenyum melihat wajah Yuri yang tertidur. Ya, kali ini dia hanya tertidur, pikir Minho.

***

 

Kyuhyun masuk ke dalam apartemennya. Ia terdiam sejenak. Ada suatu hal yang di rasakannya begitu berbeda. Rasanya sudah lama sekali dia tak pulang sesore ini. Dan yang pasti, hal berbeda yang paling di rasakan Kyuhyun  adalah keadaan apartemennya yang begitu sepi. Kyuhyun akhirnya nernafas panjang lalu mulai melangkah masuk.

Kyuhyun menghempaskan dirinya yang begitu lelah di atas kasur empuk miliknya. Mata Kyuhyun menerawang langit-langit kamarnya. Sekilas bayangan-bayangan Sooyoung dan Soohyun melintas di benaknya. Kyuhyun berusaha meraih ponselnya dan hendak menekan tombol dial pada kontak Sooyoung. Kyuhyun bernafas kecewa saat nada tak aktif ia dengar dari seberang sana.

“Apa memang lebih baik begini? Aku rasa yang kau bilang memang benar. Aku tak boleh menyakitimu lebih dari ini. “

Kyuhyun kembali menerawang langit-langit kamarnya. Matanya terpejam kuat saat kecelakaan Yuri kembali teringat di ingatannya. Kyuhyun akhirnya membuka matanya dengan pelan.

“Seharusnya Aku juga tak boleh menyakitimu untuk kedua kalinya Yuri. Tak boleh!” Kyuhyun mengambil salah satu bantal dan menenggelamkan wajahnya. Aku harus bagaimana?

***

      Yuri membuka matanya dengan sangat pelan saat merasa sudah tak ada orang di ruangannya. Wajahnya sedikit menunjukan gurat kesakitan pada kepalanya, itu terbukti saat Ia memegang kuat kepalanya sendiri.

“Apa yang terjadi selama delapan tahun ini?” gumamnya kecil.

Yuri mengalihkan pandangannya pada pintu yang terdengar baru saja terbuka.  Yuri mencoba tersenyum kecil saat mendapati Yoona sudah berdiri memandangnya di sana. Tanpa sepatah kata pun Yoona segera berlari mendekati Yuri.

“Yoona, Kau datang untuk -”

Yuri terdiam heran saat Yoona seketika memeluknya tanpa suara. Yuri merasakan punggung Yoona bergetar. Ya, Yoona menangis tanpa suara di dalam pelukan Yuri yang lemah.  Yuri mengangkat tangannya pelan lalu mengelus kepala Yoona. Yoona terdiam merasakan elusan lembut di kepalanya tersebut.

“Uljima.” kata Yuri pelan. Yoona masih diam dan sesekali sesenggukan.

Yoona akhirnya melepaskan diri dari pelukannya pada Yuri dan memandang Yuri yang juga memandangnya dengan senyum. “Mianhae.” kata Yoona tertahan. Yuri menautkan alisnya sebentar lalu ia tersenyum saat mendengar lanjutan perkataan Yoona.  “Mianhae membuatku begini, Yul. Aku benar-benar merasa bersalah membuatmu tertidur lagi. Aku mohon maafkan Aku Yuri-ya.” Yoona menutup wajahnya dan kembali sesenggukkan. Donghae hanya dapat diam di tempatnya.

“Yoong, kenapa menangis? Kau tak berbuat apa-apa padaku. Kemari.” Yoona menurunkan kedua tangannya yang tadi menutupi wajahnya. Yoona  melihat Yuri tersenyum ke arahnya dengan merentangkan sedikit tangannya tanda Ia meminta Yoona kembali memeluknya. Yoona menuruti itu dan segera memeluk tubuh Yuri yang terbaring. Yuri membalas pelukan itu.  Yuri membiarkan Yoona menangis, karena menurut Yuri ia ingin Yoona melepas semua bebannya. Yuri memejamkan matanya kuat dan mencoba tersenyum, mencoba menenggelamkan sesuatu yang menyesakkan dadanya. “Uljima Yoong. Aku tak bisa membayangkan bagaimana caramu tetap setia di sampingku ketika Aku meninggalkanmu selama delapan tahun.”  Yoona segera terdiam. Ia seketika memandang Yuri dengan tatapan tegang.

Yuri tersenyum, “Aku berharap Kau bisa meneceritakan semuanya padaku, Yoong.”

Yoona tak menjawab permintaan Yuri, dia malah langsung menatap Donghae yang tengah menatapnya juga.

Yuri menangkap pancaran kekhawatiran dari tatapan Yoona pada Donghae.

“Yoong. Aku yakin Dr. Choi melarangmu menceritakan hal-hal tertentu padaku karena kondisiku sekarang masih terlalu lemah. Sejujurnya Aku sedikit kecewa ketika mengetahui tak ada seorang pun dari kalian yang memberitahuku berapa lama Aku terbaring di sini.”  Yoona segera duduk di samping tubuh Yuri yang terbaring dan meraih kedua tangan kurus milik Yuri.

“Bu-bukan seperti itu Yul. Hanya saja-” Yuri yang tadi memandang jauh keluar jendela segera menatap Yoona dengan senyum  khas miliknya.

“Ceritakan padaku bagaimana kehidupanmu selama delapan tahun ini Yoong.” ucap Yuri pelan. Yoona memandang Yuri tanpa tahu ingin mengatakan apa. “Ceritakan padaku hanya yang perlu Kau ceritakan. Bagaimana kehidupanmu setelah lulus lalu kesibukanmu sekarang.” timpal Yuri lagi. Yoona melirik kecil pada Donghae dan di sambut oleh anggukan kecil dari Donghae.

Yoona akhirnya mencoba tersenyum lalu memandang Yuri lagi. “Baiklah. Aku harap Kau harus menyiapkan tawa untuk ceritaku ini. Karena Aku akan menceritakan bagaimana bahagianya diriku menghabiskan hari demi hari bersama namja ikanku.” kata Yoona mencoba bersemangat. Yuri terlihat antusias memandang Yoona.

Kau masih berusaha keras menyembunyikan sesuatu dariku, Yoong. Aku yakin, Kau pasti tahu semuanya karena kaulah orang yang selalu ada di sampingku. Aku yakin itu. tapi…..

***

            Kyuhyun merutuki dirinya yang tak kunjung mendapat konsentrasinya saat hendak mengetikkan sesuatu pekerjaan di komputernya.  Dengan kesal Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada kursi besar di ruangannya ini. Pikirannya mulai berterbangan, entah memikirkan apa.  Kyuhyun mulai melirik ponselnya dan dengan cepat dia menyambar ponsel itu. Dia kembali diam saat ponsel itu sudah berada dalam genggamannya.

Sekedar menanyakan kabar Soohyun bukan masalah, kan?

Kyuhyun harus kembali menghembuskan nafas beratnya saat kembali mendengar nada tak aktif dari ponsel Sooyoung. Dengan pasrah ia meletakan ponsel itu kembali lalu mengambil sesuatu di saku kemejanya. Cincin perak  yang menjadi lambang pernikahannya beberapa tahun lalu bersama gelang berbandul huruf ‘S’ menjadi obyek tatapan Kyuhyun saat ini.

“Kau dan aku sudah membuat keputusan.” Kyuhyun beranjak dari kursi kebesarannya dan berjalan meninggalkan ruangannya.

***

      Kyuhyun berjalan tak menentu memasuki kembali area rumah sakit besar yang selalu menjadi tujuannya dulu. Langkahnya terus berjalan walau hatinya kian merasa gundah.  Kyuhyun berhenti saat  dirinya sudah berada di depan pintu ruangan dimana Yuri di rawat. Kyuhyun sedikit mengintip dan melihat Yoona sedang duduk menatap jendela sambil sesekali bertukar cerita bersama Yuri yang terlihat mulai membaik. Kyuhyun terdiam sejenak sambil meremas kecil sebuket bunga lily yang di bawanya hari ini.

Inilah keputusanku

Kyuhyun dengan yakin mulai memegang gagang pintu itu lalu membukanya. Yoona dan Yuri serentak berbalik menatap ke arah orang yang baru saja tiba.

“Um… Bagaimana kabarmu?” tanya Kyuhyun kaku saat dirinya bertemu tatap dengan Yuri. Yuri menundukan pandangannya.

“Aku semakin baik.” jawabnya.

Yoona melempar pandangan datarnya pada Kyuhyun yang berjalan pelan menghampiri Yuri.  Yuri mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun yang sudah dekat padanya. Kyuhyun ikut diam seperti halnya Yuri dan Yoona sampai akhirnya Yoona mengambil alih bunga lily yang ada pada Kyuhyun lalu bermaksud meletakannya pada vas bening di dekat jendela.

“Gomawo sudah sering membawakan bunga untukku,” kata Yuri dengan senyum kecilnya pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk lalu menarik kursi di samping tempat tidur Yuri.

“Ternyata sudah delapan tahun berlalu.”

Kyuhyun terdiam sejenak saat Yuri baru saja selesai mengatakan hal itu. Kyuhyun melirik Yoona, namun Yoona mengalihkan pandangannya pada bunga lily yang terlihat begitu indah di dalam vas bening itu. Kyuhyun menundukkan pandangan sekilas lalu kembali melirik Yuri yang sedang menatap lurus ke depan.

“Selama delapan tahun pasti banyak hal yang telah terjadi.”

Kyuhyun masih terdiam dan hanya memperhatikan Yuri yang terus berbicara dengan nada halus tanpa melirik ke arahnya. Yoona mencuri-curi pandang untuk melihat Yuri dan Kyuhyun. Memang selama Yuri sadar, Yoona hanya menceritakan tentang dirinya yang pernah menang pertandingan taekwondo, menjadi pelatih di sekolah mereka dulu dan juga hubungannya dengan Donghae yang akan segera menuju pernikahan.

“Kyu?” panggil Yuri lembut.

Kyuhyun tersentak. “Ne?” Yuri memperhatikan tangannya dan mulai menyentuh wajahnya juga rambutnya sendiri.

“Sepertinya banyak hal yang terjadi. Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar.”

Yuri menarik nafasnya pelan lalu membuangnya perlahan. “Aku berharap Kau bisa memberitahuku sedikit demi sedikit hal apa yang sudah terjadi selama Aku terbaring. Aku ingin mendengar semuanya walau pada akhirnya Aku tak ingin mendengarnya.” Yoona menatap heran pada Yuri tanpa bersuara sedikit pun.

Yuri menatap Kyuhyun, “tapi di samping semua itu ada satu hal penting yang paling ingin kuketahui darimu. Bolehkah aku menanyakannya?”

“Te-tentu saja.” kata Kyuhyun mencoba memberi senyum kecilnya pada Yuri.

“Apa sekarang Kau sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita?”

Mata Yoona sukses membulat mendengar pertanyaan Yuri. Sesuai dugaannya, Yuri pasti akan menanyakan hal ini pada Kyuhyun.

Kyu, jawablah dengan pelan. batin Yoona terus meneriakan kata-kata yang ingin dia sampaikan pada Kyuhyun.

Kyuhyun rupanya tak kalah terkejutnya dengan Yoona. Dia bahkan lebih terkejut. Tapi dengan segala kekuatan Kyuhyun mulai menatap Yuri dengan senyumnya.

“Tidak. Aku tidak menjalin hubungan dengan siapapun.”

Jantung Yoona sukses berdegup kencang mendengar jawaban Kyuhyun.

“Apakah itu benar?” tanya Yuri meyakinkan.

Kyuhyun mengangguk dengan yakinnya , “Mana mungkin aku berbohong padamu.”

Yuri tersenyum merona mendengar itu. “gomawo. Aku senang mendengar itu.” katanya pelan. Kyuhyun ikut tersenyum memandang Yuri. Yoona meremas kuat bunga lily itu.

Babo-ya! teriak Yoona dalam hati.

***

      Kyuhyun berjalan mendekati lift untuk segera pergi meninggalkan rumah sakit.

“Kyuhyun, tunggu!”

Kyuhyun berhenti tepat di depan lift dan berbalik. Dia sedikit menautkan alisnya saat Yoona berlari mendekat ke arahnya.

“Ada apa?” tanyanya saat Yoona sudah berada di depannya.

“Kenapa Kau berkata seperti itu pada Yuri?”

“Berkata seperti apa?”

Yoona menatap sedikit tajam pada Kyuhyun. “seperti apa? Kyu, kenapa lagi-lagi Kau memberi harapan palsu pada Yuri? kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya?”

“Jujur? Bukankah tadi aku sudah berkata jujur padanya? Aku memang tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun.”

Yoona menatap heran pada Kyuhyun. “lalu kau anggap apa Sooyoung?”

Kyuhyun membuang pandangannya . “Kami sudah berpisah.”

Mata Yoona sukses melebar mendengar jawaban itu. Kyuhyun akhirnya tersenyum kecil. “Sudah tak ada yang ingin kau sampaikan? Kalau begitu aku pergi dulu.” kata Kyuhyun. Belum juga beranjak, sebuah panggilan menghentikan Kyuhyun.  Kyuhyun kembali berbalik pada Yoona dan –

Brug!

Kyuhyun tersungkur saat mendapatkan tendangan keras dari Yoona di perutnya.

“Itu untuk kedua sahabatku yang telah Kau sakiti!” kesal Yoona sembari berlalu kasar meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun terbatuk sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri.

“Bagaimana? Apa sakit?”

Kyuhyun tersenyum kecil mendapati Minho sudah berada di depannya. Dia tak berusaha menjawab pertanyaan Minho.  Minho menghela nafasnya saat melihat  Kyuhyun masih betah dalam kediamannya. Kebetulan sore hari suasana rumah sakit mulai sepi, walau pun ada beberapa orang yang berlalu lalang melewati mereka. Minho mengulurkan tangannya membantu Kyuhyun berdiri.

“Kyu, aku mohon hentikan semua ini.”

“Uhm.” sahut Kyuhyun pendek, tanpa melirik pada Minho.

Minho lagi-lagi hanya menghela nafas akan sikap Kyuhyun yang seolah hanya memandang arah lain, tanpa memandangnya.

“Aku sudah dengar apa yang telah terjadi padamu dan Sooyoung.”

“Aku sudah mengiranya.” sahut Kyuhyun pendek sambil masih mengatur nafasnya, nyeri di perutnya masih mempengaruhi hembusan nafasnya.

“Kenapa kalian mengambil keputusan ini?” tanya Minho akhirnya. Kini giliran Kyuhyun yang menghela nafas tapi dia tidak sedikit pun terlihat ingin menjawab pertanyaan Minho. Diam. Keduanya hanya berdiri dalam kediaman di depan sebuah lift yang dari tadi melakukan aktifitasnya mengantar pengunjung ke lantai yang di tuju. Hal itu sepertinya tidak mengganggu Minho dan Kyuhyun.

“Minho –” Kyuhyun menggantung kalimatnya setelah memanggil pelan nama Minho.

“Kyu, sedari dulu aku selalu berusaha untuk tidak ikut campur dengan urusanmu. tapi, kali ini aku mohon padamu, jangan lagi menyakiti Sooyoung juga Yuri.” Kyuhyun diam sejenak mendengar nama itu.  “Kendali sekarang sedang ada padamu. Bersama Sooyoung yang telah melahirkan buah hati darimu atau kah Kau kembali ke masa lalumu? Kau  sudah cukup dewasa untuk memilih.”

“Apapun pilihanku tetap menyakiti salah satu dari mereka, kan? Jadi apa yang harus kulakukan lagi Minho? Aku rasa berpisah dari Sooyoung adalah jalan yang terbaik.”

Minho menaikkan salah satu alisnya, “jalan terbaik? Lalu apa kembali pada Yuri itu jalan yang terbaik? Hei Cho Kyuhyun, apa kau tak memikirkan bagaimana perasaan Sooyoung? Oh… sekedar memikirkan Soohyun apa tidak juga?” Nada bicara Minho yang sedari tadi datar kini mulai meninggi. Menimbulkan suasana tegang di antara dirinya dan Kyuhyun.

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Minho. Membuat Minho mendengus namun tetap menjaga emosinya yang sudah muncul sejak saat ia tak sengaja mendengar pengakuan Kyuhyun pada Yuri tadi.

“Kyuhyun. Coba pikirkan bagaimana selama delapan tahun Sooyoung selalu ada untukmu. Selalu berusaha mengeluarkanmu dari keterpurukanmu karena kecelakaan Yuri? Apa tak bisa sedikit saja kau ingat itu dan melakukan sesuatu untuknya?”

“Minho, bukan Aku yang menginginkan ini tapi dialah yang menginginkannya.” Minho menautkan alis memandang Kyuhyun.  “Sooyoung memintaku untuk berpisah lalu apa lagi yang bisa kulakukan  jika dia sudah meminta seperti itu?” Kyuhyun mencoba menyimpulkan sebuah senyum kecil pada Minho.

“Selama ini Aku sadar telah menyakitinya. Waktuku sudah tak lagi ada untuknya dan Soohyun, semenjak aku sibuk menjaga Yuri. Tapi biar begitu aku sangat menyayangi mereka.”

“Kau menyayanginya, tapi Kau tak mempertahankannya?” sinis Minho. Kyuhyun menunduk.

“Apa yang bisa ku lakukan? Aku rasa ini jalan terbaik Minho-ya. Seperti yang kau bilang, Sooyoung selalu ada untukku dan aku tak melakukan apapun untuknya. Bukankah lebih baik kami berpisah agar dia bisa menemukan kebahagiannya?” Minho memandang tak percaya pada Kyuhyun. “Bersamamu.” timpal Kyuhyun sambil tersenyum pada Minho, membuat Minho menautkan kedua alisnya.

“Bersamaku?” herannya.

“Bukankah selama ini kau selalu memperhatikan Sooyoung? Jadi aku rasa dia akan lebih bahagia bersamamu.”

“Bodoh!” umpat Minho. Hal itu mampu membuat Kyuhyun tersentak namun kemudian Kyuhyun mencoba bersikap biasa lagi.

“Aku memang bodoh, Minho. Karena kebodohanku ini aku membuat banyak hati yang tersakiti. Yuri, Sooyoung, Yoona, Ahjumma. Aku tak ingin menyakiti mereka lebih dari ini. Jadi kurasa aku tak akan kembali pada keduanya.”

Minho mendengus dan terkekeh sinis memandang Kyuhyun.

“Tak kembali pada keduanya?”

“Um…. Benar. Tak pada Sooyoung, juga pada Yuri. Aku….”

“Cih! Kau mencoba lari dari kenyataan, eoh?” desis Minho.

“Berlari dari kenyataan?”

“Coba kau fikirkan sendiri bagaimana dirimu yang tidak punya pilihan ini. Kau tak bisa memilih kan? Oleh karena itu kau mencoba melepaskan keduanya!”

“Aku hanya tak ingin menyakiti keduanya, Minho.”

“Tidak. Bukan itu. Kau hanya takut menyakiti hatimu sendiri yang menginginkan keduanya. “

Kyuhyun diam lagi.

“Kau egois dan pengecut!”

Kyuhyun tersentak oleh sindiran Minho padanya. Tapi tak lama ia mulai tersenyum lagi dan memandang Minho.

“Memang. Aku memang pengecut dan egois. Oleh karena itu aku tak pantas untuk keduanya. Dirimu yang bijaksana sangat pantas untuk mendampingi Sooyoung. Bukankah itu yang kau inginkan?”

Minho terkejut memandang Kyuhyun. “Kau?!” dengan mengepalkan tangannya, Minho mendekati diri dengan kasar pada Kyuhyun.

“Hentikan…… Aku mohon hentikan, Kyu-ah….” kata Minho dengan pelan dan seolah memohon.

“Minho, aku….”

“Hentikan…. Aku mohon hentikan!” ulang Minho dengan nada yang meninggi. “Kau sudah tahu menyakiti banyak hati, tapi kenapa kau masih begini?! Mau berapa hati lagi yang ingin kau sakiti, uh’?!!”

Kyuhyun tersentak atas perlakuan Minho yang membentaknya sambil mencengkram kasar kerah kemejanya. Menatap wajah emosi Minho, Kyuhyun bukannya mencoba menjawab malah tersenyum kecil.

“Apa maksud senyummu itu, eoh? Apa kau mengejekku?!”

Belum sempat menggelengkan kepalanya sebuah pukulan melayang pada pipi kanannya. Membuatnya terjerembab ke tembok dan terduduk di lantai marmer berwarna putih khas rumah sakit. Minho mengatur nafasnya yang memburu memandang Kyuhyun. Ia tak lagi memperdulikan beberapa orang yang tak menatap ke arah mereka saat tak sengaja melewati tempat itu.

Kyuhyun terbatuk dan mencoba menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. Namun, niatnya terhenti saat Minho kembali meremas kerah kemejanya.

“Aku tak sebaik dirimu, Kyu. Aku tak bisa sebaik dirimu yang di cintai olehnya!!!” maki Minho tepat di depan wajah Kyuhyun.

Bug!

Sekali lagi pukulan keras Minho mendarat di pipi kiri Kyuhyun.

“Kau bodoh! Kenapa mereka berdua bisa mencintai namja sepertimu?! kau bodoh Kyu-ah!”  Dengan wajah merah sempurna, Minho kembali melayangkan pukulan kerasnya pada wajah Kyuhyun. Kyuhyun hanya mampu menerima apa yang di lakukan Minho padanya, tanpa ada sedikit pun niat untuk melawan.  Minho terus memukul Kyuhyun hingga kegiatannya terhenti saat sebuah tangan menahan lengannya. Minho berbalik dan dengan nafas terburu menatap orang itu.

“Sudah cukup, Dr. Choi.” ucap Donghae tenang. Minho menatap Donghae datar lalu menatap Kyuhyun yang sudah tak berdaya dengan memar di wajahnya dan juga sedikit darah dari bibirnya yang pecah akibat pukulan keras Minho berkali-kali.  “Kau terlalu baik hingga Kau tak tau mana yang harus di korbankan. Dan karena kebaikanmu itulah Kau menyakiti banyak hati!” ketus Minho sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Donghae dan Kyuhyun. Kyuhyun hanya dapat tertunduk dan meringis menahan sakit pada wajahnya.

“Mari kubantu.” ujar Donghae sembari membantu Kyuhyun berdiri.

***

      “Minho-ya, bagaimana kau sudah mengisi formulir Universitasmu?” tanya Tn. Choi saat melihat Minho baru saja melewati ruang tengah.

      “Uhm. Ne Appa. Aku sudah menyelesaikan pendaftaran masuk Universitasku.” jawab Minho dengan sedikit senyuman.

      “Ah! Kau memang hebat. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, arra? Appa yakin, Kau pasti dapat menjadi penerus perusahaan bisnis Appa!” semangat Tn. Choi dengan menepuk-nepuk punggung Minho. Minho terdiam memandang Appanya. Tn. Choi menatap heran pada Minho. “Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?”

      “Appa sebenarnya–”

Minho menggantungkan perkataanya. Membuat kedua alis Tn. Choi saling tertaut, heran. Minho menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia meneruskan perkataannya. “Aku tak mengambil jurusan bisnis, Appa.” katanya.

      Tn. Choi mendadak menatap Minho dengan tajam dan tak percaya.

      “Apa maksudmu, Minho?!”

Minho menggenggam sebuah gelang yang rupanya sedari ada di genggamannya.

      “Aku ingin menjadi seorang Dokter.”

      “Dokter?! Hei Choi Minho. Jangan bercanda. Appa tidak pernah menginginkanmu menjadi seorang Dokter. Appa hanya ingin kau dapat menjadi pengganti Appa untuk memimpin perusahaan keluarga kita!” tegas Tn. Choi. Minho menggeleng lemah.

      “Aku tidak bercanda Appa.”

      “tapi bukankah kau sudah menyetujui untuk masuk jurusan bisnis?!”

      “Mungkin jawabanku akan ‘iya’ jika aku masih terpaku di kehidupanku yang tidak memiliki tujuan. Tapi, sekarang aku akan menjawab ‘tidak’ untuk bisnis karena tujuan hidupku sekarang hanya ingin menjadi Dokter, Appa.”

Plak!

Minho begitu terkejut saat pipinya secara tiba-tiba terasa panas. Ny. Choi yang baru saja tiba di ruang tengah dengan membawa segelas teh  hangat segera meletakan teh itu dan mendekati putranya.

      “Yeobo! Apa yang lakukan pada Minho?!” tanyanya khawatir sembari mengelus pipi Minho.

      “Harusnya kau tanyakan padanya apa yang sudah ia lakukan padaku dan masa depan perusahaan kita?”

Ny. Choi mengalihkan pandangannya pada Minho. “Chagi, apa yang sebenarnya terjadi?” Minho menatap Eommanya dan segera tersenyum.

      “Aku ingin menjadi dokter, Eomma. Bukankah itu bagus?”

      “Dokter? Minho apa kau serius?”

 Minho mengangguk.

      “Sudahlah. Aku tidak perduli apa keputusanmu. Appa kecewa.” Minho dan Ny. Choi hanya bisa menatap kepergian Tn. Choi yang menjauh meninggalkan ruang tengah.

Minho menunduk.

      “Aku hanya ingin lebih berguna untuk dia, Eomma. Selama ini aku hanya sanggup melihatnya dari jauh. tapi dengan menjadi Dokter aku ingin terus ada untuknya, apa itu salah?” Ny. Choi menautkan alisnya menatap Minho yang menunduk. Namun, jiwa keibuannya mendadak meluap dan dengan penuh kasih saying dia memeluk anak semata wayangnya tersebut.

      “Arra. Arra. Kau lebih tahu arah hidupmu, Chagi. Lakukan sesukamu.” kata Ny. Choi lembut.

Minho meremas sebuah gelang saat dirinya duduk menyendiri di sebuah taman rumah sakit, di mana dia selalu menghabiskan waktunya sendiri.  Wajahnya tanpa ekspresi memandang ke depan. Pikirannya melayang pada kejadian-kejadian yang membawanya duduk di sini sekarang.

“Aku sudah membantu Kyuhyun mengobati lukanya dan sekarang dia sudah pulang.”

Minho sedikit terkejut mendengar seseorang bertanya tepat di belakangnya. Rupanya di sana sudah ada Donghae yang menyandarkan diri di sandaran kursi yang sedang di duduki oleh Minho.

“Hyung kau mengejutkanku!” kesal Minho.

“Mian.”

Minho menyandarkan kepalanya santai, membiarkan angin menerpa wajahnya.

“Gomawo. Mungkin tadi aku keterlaluan padanya.”

Donghae memandang Minho sebentar lalu dia mulai melangkah dan mengambil posisi duduk tepat di samping Minho.

“Wajar jika kau marah padanya. Hati wanita yang kau cintai sedang ada di kendali Kyuhyun. Rasanya aku mengerti bagaimana perasaanmu.”

Minho menerawang langit dan tersenyum kecil.

“Wanita yang ku cintai, uh’?”

Donghae ikut menyandarkan kepalanya dan menatap langit sore yang menyejukkan itu.

“Sudah berapa lama?” Minho melirik heran pada Donghae. “Sudah berapa lama kau mencintainya? Kau hebat juga bisa bertahan lama hingga sekarang, bahkan sangat pro dalam hal menutupi perasaanmu itu.”

“Hyung apa maksudmu?” Donghae melirik dengan senyum penuh artinya pada Minho. Minho akhirnya menghela nafas lalu kembali memandang langit.

“Jangan pikir aku tak tahu maksudmu melakukan semua ini, Minho. Di samping Kau khawatir pada sahabatmu, kau juga sangat khawatir pada hati wanita yang kau cintai itu, kan?”

“Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu, hyung? Berhenti membual!” ketus Minho tanpa memandang Donghae.

“Aku tak membual. Kau sendiri yang menunjukan semua itu padaku. Setiap malam kau datang hanya untuk mengecup keningnya dan mengucapkan selamat malam.”

Minho seketika memandang dekat wajah Donghae membuat Donghae refleks memundurkan kepalanya.

“Ba-bagaimana kau bisa berbicara seperti itu?!” ucap Minho terbata.

“Aku melihatnya Minho. Di saat semua tertidur kau melakukan itu ne?”  Minho dengan cepat membuang pandangannya menyembunyikan sesuatu di pipinya dari Donghae.

“Kau stalker!” umpat Minho pelan. Donghae terkekeh mendengar itu.

Minho akhirnya kembali memandang langit. “Aku begitu bodoh. Mencintainya sejak lama tapi tak bisa mempertahankannya dan memilih membiarkannya jatuh hati lebih dulu pada sahabatku. Ck.”

“tapi aku begitu salut pada usahamu, Minho.” Minho memandang Donghae sebentar dan kemudian dia berdiri kasar.

“Aku tak butuh hiburanmu, Hyung. Aku rasa aku harus segera kembali ke ruanganku.” kata Minho datar. Donghae hanya diam membiarkan Minho yang mulai menjauh darinya. tak lama dia tersenyum saat Minho berhenti dan berbalik sebentar padanya. “tapi terima kasih sudah mau mendengarku.” kata Minho dengan senyum kecilnya sebelum dia kembali berjalan tegas meninggalkan taman itu.

***

      Yuri terdiam tanpa suara menatap keluar jendela. Di sampingnya ada Yoona yang tertidur akibat seharian menemani Yuri di sini.  Yuri perlahan tersenyum lalu mendekatkan tangannya pada pipi Yoona.

“Sepertinya Kau selalu ada di sampingku. Bukan begitu?”

“Gomawo…”  kata Yuri pelan.

Senyum Yuri sejenak menghilang. Ia memegang dadanya yang perlahan mulai merasa tidak enak. Rasanya ada satu hal yang tidak benar di sini. Walau Yoona dan Kyuhyun bertingkah seolah tak ada yang perlu di khawatirkan tapi aku merasa masih ada sesuatu yang mengkhawatirkan di sini.  Delapan tahun bukan waktu yang sebentar, itu cukup untuk menimbulkan suatu perubahan.

“Yul? Kenapa belum tidur?”

Yuri tersentak saat kini Yoona sudah memandangnya heran.

“Tidurlah. Kau itu masih butuh istirahat.”

Yuri mencoba tersenyum pada Yoona dan mulai merebahkan dirinya. Melihat Yuri yang kesulitan bergerak karena selang infuse yang masih terpasang di tangan kanannya membuat Yoona segera tergerak untuk membantu Yuri.

“Gomawo nae Yoongie.” kata Yuri dengan senyum merekah. Yoona menyambut  itu dengan anggukkan lembut .

“Cheonma nae Yul.” sahutnya.

Yuri kembali tersenyum dan mulai mengalihkan pandangannya dari Yoona. Mata Yuri lurus memandang langit malam kota Seoul melalui kaca jendela ruang rawatnya.

“Yoong.” panggil Yuri lembut pada Yoona yang ikut memandang keluar.

“Uhm?” sahut Yoona tak kalah lembutnya.

“Apa Sooyoung sering datang menjengukku sebelum aku sadar?”

Yoona mendadak terlonjak kecil. Yuri masih betah memandang keluar, tanpa bermaksud mengalihkan pandangannya.

“Apa dia baik-baik saja? Bagaimana kehidupannya sekarang? Apa dia juga  memenangkan pertandingan internasional itu bersamamu?”

Yoona semakin terdiam mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari Yuri. Yuri mengalihkan pandangannya pada Yoona.

“Apa dia sudah menikah?”

Deg!

Yoona hanya mampu memandang Yuri tanpa bisa menjawab satu pun pertanyaan itu. Yoona menggenggam kuat tangannya dan perlahan mulai berusaha membuka mulutnya untuk mengeluarkan sepatah dua kata.

“Soo –”

“Gwenchana Yoongie. Mungkin aku hanya butuh bertemu dengan Sooyoung untuk menanyakan kabarnya.  Kau istirahatlah Yoongie, kau pasti begitu lelah setelah menemaniku sejak siang dan sekarang kau harus menemaniku diriku menggantikan Eomma.”

Yoona hanya bisa menurut apa yang di katakan Yuri. Dia akhirnya mulai berjalan menuju sebuah sofa yang ada di ruangan Yuri untuk sekedar merebahkan diri. “Selamat malam Yoong.” kata Yuri.

“Selamat malam, Yul.” sahut Yoona. Yuri mulai mengatur nafasnya dan menerawang ke langit-langit ruangannya. “AKu berharap Sooyoung akan segera datang menjengukku.” ucap Yuri pelan sebelum akhirnya dia mulai menutup matanya. Yoona melirik ke arah Yuri setelah mendengar kata itu. Tak lama dia menghela nafas panjangnya.

Padahal tadi hampir saja aku menceritakan semuanya Yul. tapi lagi-lagi kau menahannya.

***

      Kyuhyun bersandar pada sandaran tempat tidurnya dan sesekali terlihat meringis saat sebuah kompres air hangat mulai menyentuh kulit memarnya.  Kyuhyun mencoba memejamkan matanya, berharap ia dapat segera mengakhiri hari yang melelahkan ini secepatnya. Tapi entah kenapa mata Kyuhyun kembali terbuka dan melirik kecil pada sebuah figura yang berisi foto pernikahannya dan Sooyoung. Kyuhyun menatap foto itu lama. Kejadian demi kejadian yang terjadi delapan tahun silam hingga sekarang bermain bak film yang sedang di putar ulang dan di pertontonkan dengan paksa padanya sekarang. Tak terasa mata Kyuhyun mulai berair.

“Ck! Ada apa denganku sebenarnya?” kekehnya pada dirinya sendiri.

Kau menyayanginya, tapi Kau tak mempertahankannya?

Perkataan Minho terngiang di indera pendengaran Kyuhyun. Kyuhyun meluruskan pandangannya pada foto Sooyoung yang tersenyum penuh bahagia dengan gaun pengantinnya dan berdiri tepat di samping tubuh Kyuhyun yang ikut tersenyum dengan tuxedo putihnya.

Kyuhyun. Coba pikirkan bagaimana selama delapan tahun Sooyoung selalu ada untukmu. Selalu berusaha mengeluarkanmu dari keterpurukanmu karena kecelakaan Yuri? Apa tak bisa sedikit saja kau ingat itu dan melakukan sesuatu untuknya?

“Mungkin memang benar jika aku hanya berlari dari kenyataan.” Kyuhyun menunduk. “Aku namja bodoh… Aku takut hatiku akan sakit seperti dulu saat tak bisa bersama Yuri….. Aku bodoh!” maki Kyuhyun pada dirinya sendiri.

***

      Sooyoung mendorong kereta balita dengan santainya sembari menikmati udara pagi di taman yang terletak tak jauh dari apartemen yang Minho sewakan untuknya dan Soohyun.  Sooyoung menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang di kenalnya berdiri menghalangi jalannya.

Mata Sooyoung bertemu tatap dengan orang tersebut.

“Yoona?”  Sooyoung heran saat melihat Yoona perlahan mendekat ke arahnya dengan ekspresi yang susah sekali di tebak.

“Uhm.”

Sooyoung semakin heran saat melihat Yoona yang seolah tak tahu harus berbicara apa pada Sooyoung.

“Yoona? Ada apa?” tanya Sooyoung mencoba mencari tahu. Yoona akhirnya memandang Sooyoung.

“Aku tak ingin berlama-lama. Minho memberitahuku dimana kau dan anakmu berada.” Yoona membuang nafas beratnya. “Yuri sudah tahu jika dia kehilangan delapan tahun waktunya karena kecelakaan itu.”

Sooyoung menatap kaget pada Yoona.

“Kenapa? Kau terkejut? Kau takut Yuri mengetahui hubunganmu dengan ‘mantan’ namjachingu sahabatmu sendiri?” ketus Yoona dengan menekan kata ‘mantan’ pada Sooyoung. Sooyoung segera menggeleng menanggapi hal tersebut.

“Bukan seperti itu Yoong. Hanya saja aku merasa senang jika Yuri baik-baik saja.”

Yoona menangkap sebuah tanda khawatir dari tatapan Sooyoung. Namun Yoona kembali teringat ucapan Kyuhyun yang mengatakan jika Kyuhyun tidak menjalin hubungan dengan siapapun. Entah apa yang akan di rasakan Sooyoung kalau dia mendengar perkataan Kyuhyun itu, pikir Yoona.

“Yoong?” tegur Sooyoung serendah mungkin saat mendapati Yoona terdiam dalam lamunannya. Yoona segera menatap Sooyoung dengan terkejut.  “Mianhae.” lanjutnya. Yoona menggeleng pelan.

“Sebenarnya aku hanya ingin bilang kalau Yuri ingin bertemu denganmu.” kata Yoona dengan menatap Sooyoung.

“Yu-Yuri? Ingin bertemu denganku?” tanya Sooyoung tak percaya dengan menunjuk dirinya sendiri.

Yoona kembali mengangguk. Sooyoung mengalihkan pandangannya pada Soohyun tapi pikirannya sedang tertuju pada Yuri.

“Apa benar Yuri ingin bertemu denganku? Apa aku berhak menemuinya? Apa dia masih belum tahu bahwa aku dan Kyu…..”.

“Kau tenang saja. Aku, Minho dan Donghae-oppa belum menceritakan tentang hubunganmu dengan Kyu. Bahkan Kyu–“ Yoona menghela nafas panjang tak ingin meneruskan perkataannya.

“Aku mohon temuilah Yuri, Sooyoungie. Dia begitu merindukanmu.” kata Yoona akhirnya mencoba tersenyum pada Sooyoung. Sooyoung termangu menatap senyum Yoona yang sudah sangat lama tak pernah Ia dapatkan lagi.

Yoona menyadari keterdiaman Sooyoung. “Aku rasa aku harus pergi sekarang. Aku harap kau bisa menemui Yuri walau hanya sebentar, dia sangat ingin bertemu denganmu.” katanya buru-buru. Selesai mengatakan itu Yoona segera berjalan menjauh dari Sooyoung.

“Yoong!” langkah Yoona tertahan akan panggilan kencang dari Sooyoung. Dengan sedikit ragu dia berbalik dan memandang Sooyoung. Dia sedikit terkejut saat melihat mata Sooyoung mulai berkaca-kaca.  “Gomawo atas senyummu dan panggilan itu.” kata Sooyoung dengan bibir bergetar. Setelah mengatakan itu dia segera berbalik membelakangi Yoona dan mulai berjalan menjauh tanpa menunggu jawaban dari Yoona yang terdiam akan sikapnya. Yoona akhirnya tersenyum lirih saat punggung Sooyoung terus menjauh dari hadapannya.

“Cheonma.” katanya singkat sebelum dia juga memilih untuk meneruskan jalannya.

***

      Minho terlihat sibuk mendatangi satu per satu pasiennya untuk sekedar mengetahui perkembangan kesehatan beberapa pasiennya. Kini Minho tiba pada pasien terakhir yang harus di datanginya. Seorang perawat yang mendampingi Minho terlihat mengerutkan kening saat sang Dokter hanya terdiam di depan sebuah pintu perawatan.

“Dr. Choi?” tegur perawat itu pelan, membuyarkan suatu hal yang sedang di fikirkan oleh Dokter muda tersebut. “Mi-mianhae.” kata perawat itu merasa bersalah. Minho membuang nafas datarnya.

“gwenchana, kajja masuk.” ajak Minho. Perawat itu mengangguk cepat dan membukakan pintu perawatan itu agar Minho segera masuk lalu di susul olehnya.

Yuri yang sedari tadi tersenyum hingga terkekeh pelan oleh lelucon yang di lontarkan Donghae bersama Yuri segera menatap pada dua orang yang baru saja masuk.  Yoona dan Donghae ikut berbalik.

“Maaf mengganggu waktu kalian. tapi sekarang adalah waktunya aku mengecek kondisi Yuri-ssi.” ujar Minho dengan gaya formal. Donghae dan Yoona hanya menatap malas pada Minho lalu mulai menjauh dari Yuri, memberikan ruang pada si Dokter dan perawatnya.

“Kodok.” kata Donghae pelan. Namun dapat di dengar oleh Minho. Itu terbukti saat Donghae mengatakan itu, Minho segera menatap tajam padanya seolah berkata sekarang aku berperan sebagai Dokter, Hyung!

Perawat yang ada bersama Minho segera mengukur tekanan darah Yuri juga mengukur suhu tubuhnya.

“Apa ada keluhan?” tanya Minho. Yuri memandang Minho lalu menggeleng dengan senyum kecil yang tak pernah lepas dari bibir mungilnya.

“Tidak ada. Semakin hari aku merasa semakin baik.” jawab Yuri dengan semangat. Minho tersenyum menyambut itu. Donghae sibuk memperhatikan mimik wajah Minho.

“Tebakanku benar, kan?” ujarnya pelan. Yoona menatap heran pada Donghae.

“Tebakan apa Oppa?” tanyanya. Telinga Minho seakan menjadi besar mendengar pertanyaan Yoona. Dengan deheman kecil Minho mulai menghilangkan senyumnya.

“Oh begitu. Lalu, apa kau bisa menggerakkan kakimu?” tanya Minho dengan tegas. Yuri menatap kedua kakinya.

“Ya!” ringis Yuri sangat pelan saat mencoba menggerakkan kakinya. Namun tak ada sedikit pun pergerakan di sana. Minho menggelengkan kepalanya pelan. Yoona dan Donghae manatap Yuri khawatir.

“gwenchana, Yul?” tanya Yoona cepat. Yuri segera memandang Yoona dan tersenyum.

“gwenchana Yoongie. Hanya saja aku merasa sangat ngilu di seluruh bagian kakiku saat mencoba menggerakannya.”

“Itu hal wajar setelah sekian lama kedua kaki itu tidak di gerakkan.” sela Minho.

“tapi apa kedua kakiku masih bisa sembuh, Dr. Choi?” tanya Yuri dengan mimik penuh harap memandang Minho. Minho diam sesaat sampai akhirnya dia mengangguk.

“Ne. pelan-pelan melakukan fisioterapi akan membantumu, tapi hal itu butuh waktu untuk bisa kembali seperti semula.” Yuri memandang kedua kakinya tanpa ekspresi. Namun beberapa detik kemudian dia tersenyum yakin.

“Ne.. Aku akan berusaha!” katanya. Minho ikut tersenyum melihat keyakinan hati Yuri. Sayangnya  senyum itu tak bertahan lama. Perawat pendamping Minho membisikkan sesuatu padanya.

“Dokter? Apa lagi yang perlu kita periksa?” tanya perawat itu.

“Hatinya.” Minho segera menutup mulutnya saat menjawab pertanyaan itu dengan refleks.

“Hati?” heran perawat itu. Yoona dan Yuri ikut memandang heran pada Minho. Donghae hampir saja ingin meledakkan tawa seketika itu juga.

“Aku rasa aku tidak bisa berlama-lama di sini. Uisa, ayo kita ke tempat pasien lain!” kata Minho mengalihkan perhatian semuanya. Perawat itu lagi-lagi heran pada Minho. Bukankah semuanya sudah selesai? Namun ia akhirnya menunduk pada Donghae, Yoona dan Yuri lalu segera berlari menyusul Minho yang sudah lebih dulu pergi.

Yoona menghela nafasnya lalu menunduk. benar kata Minho. Sebentar lagi Sooyoung pasti datang dan dia juga sudah pasti bercerita pada Minho. Hati Yuri benar-benar harus di periksa setelah dia bertemu dengan Sooyoung nanti….. batin Yoona.

***

      Sooyoung terdiam memandang kosong Yuri yang sedang di bantu oleh Yoona meminum obatnya. Rasa sesak di hatinya kembali menyeruak. Sungguh, jika dia di tanya apakah dia siap menemui Yuri sekarang maka Sooyoung akan dengan lantang berteriak ‘tidakkk!’. tapi, apa yang bisa di lakukannya? Dia juga tak akan bisa menolak permintaan Yuri yang ingin bertemu dengannya.

“Sooyoungie?” Sooyoung tersentak dan kembali mendapatkan kesadarannya saat mendengar suara lembut Yuri memanggilnya.

“Mianhae, aku tidak bermaksud mengagetkanmu.” Sooyoung mencoba tersenyum pada Yuri.

“Ne.. Aku tau.” ujarnya.

Sooyoung memainkan kuku jari-jemarinya sendiri yang berada di pangkuannya. Seakan menunggu dalam ketakutan setiap kata yang akan di lontarkan Yuri nanti. Sedangkan Yoona sendiri hanya bisa diam menunggu apa yang akan terjadi dengan bersandar tepat di depan jendela rumah sakit, memandang keluar.

“Sooyoungie kau pasti sudah tahu berapa lama aku tertidur ne?” ucap Yuri membuka pembicaraan. Sooyoung yang dari tadi memandang Yuri hanya bisa mengangguk. Yuri terus mempertahankan senyumnya.

“Sebenarnya aku sendiri juga bingung dengan apa yang ingin aku tanyakan. tapi……”  Yuri terdiam sendiri. Nampak seakan berfikir. Yoona masih betah di posisinya tanpa ingin melihat ke arah Yuri maupun Sooyoung.

“Yuri? Mianhae…” Yuri mengkerutkan keningnya heran menatap Sooyoung yang tiba-tiba meminta maaf padanya. Sooyoung menundukkan kepalanya dan masih betah mempermainkan kuku-kuku jarinya. “Aku berhenti bermain tennis sebelum turnamen besar itu di mulai.” Yuri melebarkan sedikit matanya, seakan terkejut atas pernyataan Sooyoung.

“Waeyo?” tanya Yuri dengan menatap intens mata Sooyoung yang tak memandangnya.

“Karena…. Karena aku telah mencapai batasku. Aku tak bisa terus bermain tennis.” jawab Sooyoung akhirnya. Yuri tak menjawab Sooyoung. Dia sibuk menatap Sooyoung dengan tatapan yang Sooyoung tahu artinya.

“Apa karena ada hubungannya dengan kecelakaanku?”

Sooyoung dengan cepat menggeleng pada Yuri. “Tentu saja tidak!” katanya. Yuri mencoba tersenyum mendengar itu.

“Aku harap keputusanmu itu tepat Sooyoungie. Lalu, hidup seperti apa yang kau jalani? Hey! Apa kau sudah menikah?” sambar Yuri langsung menanyai Sooyoung yang seketika itu juga terkejut akan pertanyaan Yuri. Yoona hanya memasang telinga baik-baik tanpa berusaha menengok. “Sooyoungie? Kenapa kau diam?” heran Yuri mendapati Sooyoung tak menjawab pertanyaannya. Yuri semakin heran saat melihat mata Sooyoung yang menatapnya kini mulai berkaca-kaca. “Sooyoungie?”

Sooyoung dengan cepat menahan tubuh Yuri yang terlihat ingin bangun dari sandarannya mendekati Sooyoung yang duduk di samping tempat tidurnya. Yuri menurut dan kembali bersandar. Sooyoung kembali duduk saat Yuri sudah kembali pada posisinya.

“Yuri…. Ada sesuatu yang ingin kuberitahu padamu.” kata Sooyoung akhirnya. Yoona menghela nafasnya dengan terus menatap keluar jendela.

“Katakanlah.” ucap Yuri dengan tersenyum manis pada Sooyoung. Melihat senyum Yuri meruntuhkan pertahanan Sooyoung yang sedari tadi sudah di bangunnya dengan susah payah. Setetes air mata Sooyoung mengalir begitu saja. Hal itu cukup membuat Yuri bertanya khawatir padanya. Namun, Sooyoung memberi isyarat pada Yuri bahwa ia baik-baik saja. Yoona menggenggam kuat tangannya.

“Yuri aku sudah menikah.”

“Benarkah?” tanya Yuri terkejut.  “Siapa namja beruntung itu?”

“Mianhae….” desah Sooyoung dengan pandangan tertunduk. Membuat Yuri menautkan kedua alisnya.

“Sooyoungie?”

“Yuri sebenarnya aku dan Kyuhyun………” Sooyoung menghentikan ucapannya.  Dia memegang dadanya yang sesak.

“Kau… Kyuhyun? Sooyoungie, Ada apa?”  tanya Yuri dengan lembut.

Sooyoung menarik nafas panjangnya dan menegakkan kepalanya. “Aku dan Kyuhyun sudah menikah.”

Deg!

Suasana hening.

Baik Yuri, Sooyoung maupun Yoona hanya diam pada posisi masing-masing.  Yuri perlahan mulai melengkungkan senyumannya dan terkekeh pelan memandang Sooyoung.

“Sooyoungie? kau bercanda, kan?”  Sooyoung memperdalam tundukkannya. Walau Sooyoung menunduk tapi Yuri jelas sekali melihat Sooyoung menggelengkan kepalanya pelan. Yoona menggenggam kuat tangannya, tanpa berniat melakukan apapun.

“Banyak hal yang terjadi setelah kau terbaring koma akibat kecelakaan itu, Yuri-ya. Semuanya menjadi tak terkendali termasuk perasaanku yang telah lama tumbuh untuk Kyuhyun.”

Yuri tersentak dan memandang Sooyoung dengan tatapan tak percaya. Sooyoung terus saja menunduk, seakan tak memiliki keberanian untuk memandang sorot mata penuh tanda tanya dari Yuri.

“Tanpa kau tahu aku mencintai Kyuhyun dalam diam, Yuri-ya. Namun rasa itu bisa aku kubur dalam-dalam saat melihat kalian bahagia. Aku mulai berfikir untuk bahagia bersama orang lain dan membiarkan cintaku pergi bersama sahabatku.” jelas Sooyoung dengan nada parau.

Yuri mulai menggigit bibir bawahnya yang mulai bergetar dan menahan rasa sesak di dadanya.

“tapi kecelakaan itu mengubah semuanya. Melihat Kyuhyun yang benar-benar terpukul melihatmu terbaring lemah di sini membuat hatiku sakit Yuri-ya. Cintaku kembali membuncah dan sulit sekali untuk ku tahan. Namun cinta Kyuhyun padamu begitu kuat hingga aku tak mungkin bisa membantunya keluar dari keterpurukkannya.”

“Sooyoungie…..” Yuri menggeleng menahan tangisnya. Sooyoung masih saja terus menunduk dan memainkan jari-jemarinya sendiri.

“Aku sempat berfikir bahwa kau tidak akan sadar lagi dan itulah fikiran paling bodoh yang pernah kumiliki. Di dalam keterpurukkan Kyuhyun, aku mencoba masuk ke hatinya. Tiga tahun yang lalu kami menikah di Kanada….. Aku tahu kau pasti kecewa padaku Yuri. Mianhae…..” Sooyoung menggenggam kuat tangannya. Dengan satu sapuan dia menghapus air matanya dan dengan yakin mengangkat kepalanya menatap Yuri. “Tapi sekarang kau tenang saja, Yuri-ya. Aku dan Kyuhyun sudah berpisah. Lagipula, dia sangat mencintaimu dan aku…….. tidak mencintainya lagi…..”

Yuri mengernyitkan keningnya mendengar penjelasan Sooyoung dan ….. Plak!!

Yoona seketika berbalik ke arah Sooyoung dan Yuri. Mata Yoona seketika terbelalak menatap Yuri terengah mengatur nafasnya setelah menampar kuat pipi kiri Sooyoung. Pandangan Yoona beralih pada Sooyoung yang masih diam pada posisinya, dapat di lihat oleh Yoona bulir-bulir kristal mulai berjatuhan dari kedua manik mata Sooyoung.

“Kau…… kenapa kau tega sekali padaku? Kenapa kau…..” Yuri menunduk dengan memegang dadanya. Punggungnya bergetar. “Kenapa kau tega melakukan itu pada Kyuhyun? Segampang itukah kau mencintainya lalu meninggalkannya?” Yoona memandang Sooyoung lirih. Tangis Sooyoung semakin menjadi walau dia masih tak bersuara. Yuri mengangkat kepalanya menatap tajam pada Sooyoung. “Keluar….”

Sooyoung dan Yoona melebarkan matanya akibat ucapan singkat Yuri. “Yuri…. Mianhae…” desah Sooyoung dengan pandangan menyesal pada Yuri.

“Aku bilang KELUAR!!!!”

Sooyoung dengan cepat berdiri dan berlari meninggalkan ruangan Yuri. Bersamaan dengan itu tangis Sooyoung pecah seketika. Yuri menangkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya dan menangis sesenggukkan di atas tempat tidur. Yoona terlihat mendekati Yuri dan langsung meraih tubuh Yuri ke dalam pelukkannya.

“Uljima.” kata Yoona singkat.

“Aku menamparnya bukan karena aku marah padanya Yoong. Aku hanya kecewa kenapa aku tak bisa ada di samping Kyuhyun seperti yang ia lakukan….” lirih Yuri di dalam pelukan Yoona. Yoona hanya bisa mengelus punggung Yuri seakan memberi kekuatan pada sahabatnya. Tapi tak ada yang tahu, hati Yoona menangis keras menyaksikan kejadian barusan. Sakit…

***

      Minho tersenyum lebar melihat Soohyun berjalan sempoyongan menikmati kebebasannya bermain di taman rumah sakit, tempat dimana Minho biasa menghabiskan waktu santainya. Sesekali Minho terlihat memasang wajah khawatirnya saat Soohyun terjatuh, namun dia kembali tersenyum tatkala Soohyun kembali ingin berjalan sendiri tanpa di pegangi oleh Minho.

“Dasar keras kepala seperti Eomma dan Appanya.” kekeh Minho. Minho bermaksud ingin berdiri dan duduk kembali di kursi panjang taman itu, namun dia terhenti saat melihat Sooyoung berlari dengan tangisnya dan langsung memeluk Minho.

“Sooyoung?” Sooyoung tidak bersuara dan terus saja menyandarkan tubuhnya dalam pelukan Minho. “Sooyoung?” sekali lagi Minho mencoba  memanggilnya.

“Aku sudah mengatakan semuanya pada Yuri.” ujar Sooyoung tiba-tiba dengan sangat pelan dan dengan pelan pula ia melepas dirinya dari sandarannya di tubuh Minho. Minho memandangnya dengan tatapan khawatir dan terkejut yang bercampur..

“Ka-kau sudah memberitahu Yuri? Tentang……”

Sooyoung mengangguk kecil lalu menghampiri Soohyun yang dari tadi sibuk bermain sendiri.

“Aku sudah beritahu semuanya. Aku berhenti dari dunia tennis dan juga pernikahanku dengan Kyuhyun. Aku sudah beritahu semua.”

“Lalu?”

“Dia menamparku.” kekeh Sooyoung dengan suara paraunya. Sooyoung berdiri membawa Soohyun dalam gendongannya. “Dia membenciku sekarang dan itu wajar untukku, Minho-ya.” Minho menggeleng pelan seakan berkata ‘tidak’.

Sooyoung mencoba tersenyum kecil pada Minho.

“Semua sudah menjadi begini. Semua karena kebodohanku mengkhianati Yuri. Rasa sakit akibat tamparannya tak akan pernah sebanding dengan rasa sakit hatinya padaku.”

Sooyoung segera berbalik menatap Minho, “terimakasih selalu ada untukku Minho-ya. Mungkin mulai sekarang aku akan jalan di jalanku sendiri dan membesarkan Soohyun sendiri. Mianhae. Aku pergi dulu.” Sooyong menundukkan badannya pada Minho, lalu mulai berbalik ingin meninggalkan tempat itu.

“Tunggu!” sergah Minho. Sooyoung berhenti, tapi tak berbalik pada Minho.

Minho menggenggam kuat tangannya sendiri saat melihat ekspresi penuh tekanan dari Sooyoung.  “Bukan hanya kau yang sedang berjuang pada takdir kehidupan ini Sooyoung. Kembalilah pada Kyuhyun. Yuri tak akan membencimu. Aku yakin itu…”

Sooyoung melebarkan matanya dan segera berbalik ke arah Minho, namun rupanya Minho sudah dengan cepat berlari menjauh darinya. Sooyoung kembali tersenyum dengan bibirnya yang bergetar.

“Apa yang kau pikirkan, huh’? Aku tidak bisa kembali ke jalan manapun, Minho-ya.” desah Sooyoung yang kemudian menghela nafas. “Dia orang yang hebat ne, chagi? Bisa sekali membagi perhatiannya pada sahabat juga orang yang di cintainya di waktu bersamaan.” kekeh Sooyoung yang sedikit di paksakan pada Soohyun.

***

Di karenakan part ini kepanjangan, jadi aku putusin buat bagi part ini jadi A dan B. :) 

Terimakasih!!😀

Tagged: , , , , ,

76 thoughts on “Eternity Wish (PART V A)

  1. Rusmayanti1259 April 2, 2014 pukul 8:10 am Reply

    Alhamdulilah Pico, kuotaku cukup, wohohohoho,

    Pico anae kedua Mino mau komen ne,
    Pico kelanjutanya hemm, makin kaga demen ma Kyu di mari dah, Babang Mino sayang lope lope dah gentel banged, Yoong juga setia ma Yul di ff ini keren dah, kaga nyangka pan akhirnya S Soo mau ngomong ke Yuri, untung kaga bobo lagi ne Yuri ne, Pico mantep dah lanjutannya.. langsung ne ma part berikutnya jangan lama2 ne, wkwkwkw

    Pico lanjutannya udah seru daebak, walau ada beberapa typo tapi ketutup ma ceritanya ko, jangan lama2 ne lanjutannya.. segera di lanjut.. semangat!!

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 3:50 am Reply

      wkaka asik… ga jd critain😛

      ne ne.. ayo atuh istri keduanya minong *tapiboong. wkwk
      ia Yoong kece ya halmoni, si abang mah udh ga bisa nahan emosi, Kyu msh bngung ama pilihannya😥
      ga tega jga wktu Soo ngaku, semuanya sama2 ga bisa di salahkan.

      wkaka typo is an art of writing halmoni #ngeles. makasih ya Halmoni😉

  2. devyspt April 2, 2014 pukul 8:44 am Reply

    istri sah choi minho disini eh salah lee taemin deh /? minyulnya dong hahahha perbanyak duh ><

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 3:50 am Reply

      waduh, jadi anaenya siapa ini? haha..iya nnti di tanya ke MinYulnya dlu ya :p

  3. kimikakyuri April 2, 2014 pukul 8:53 am Reply

    Akhhh ,, aku sakit !!

    Perasaan cuma pas baca part 1 nya aja yg seneng .. terluka lagi hatiku .. Hehe comment itu itu aja ..

    Di tunggu tuntasan ff nya ..

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 3:52 am Reply

      huhu mian :’)
      ia di tunggu ya. :’)

  4. ikaa_roro April 2, 2014 pukul 9:29 am Reply

    Sediih tp senang juga,biar pun jujur itu begitu menyakitkan tpi aku rasa lebih baik d bandingkn senyum kepalsuan (knpa jdi ceramah gini ?hahaa #ditimpuk pico)

    Suukkaaa bingit pico next chept ny jangan lama2 yaa,and d buat happy ending pico,hahahaa

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 3:53 am Reply

      hehe.. ia mamah *loh.. haha. ia yg penting udh kebongkar kan🙂
      makasih Ikaa >.<

  5. Tetta Andira April 2, 2014 pukul 9:50 am Reply

    Huwwaaaa~ Pico-yaa !! Akhir’x publish jg part 5’x . Bt , dibagi 2 krna kpanjangan yaa ?? Gpp-lahh , yg pnting muncul . Lgyn , ini udh bener” pnjang buat ngademin mata xD
    Waduuhhh~ Minho trnyata oh trnyata .. Hebat banget ! Paling keren dehh dy~ menutup prasaan’x dgn amat sngat baik ><
    buat yg laen -Yul , Kyu , Young- udh gak tau hrus ngomong apa . Cuma bisa sedih aja liat keadaan mreka . Bt Minho jg sihh .. Gmnapun jg , Minho sama Soo msuk dlm posisi hmpir sama . Sama" memendam prasaan . Cuma , kalo Soo udh ketauan bhkn udh menghasilkan Soohyun . Bt kalo Minho~ baru Soo sama Hae yg tau🙂
    YoonHae~ akur"lah trus yaa ..
    Duhh~ bingung mau berkata-kata apa lg , Pico ..
    inti'x bkal sllu ditunggu tiap kelanjutan part'x . Smangat sllu yaa~ smoga bisa publish cpet . Hha~
    jgn lupa buat sllu jaga ksehatan & bersinarlah sllu .. /emanglampu?/plakk

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 3:57 am Reply

      yeay! hehe..
      ia eon, kelamaan ya part ini. Soalnya galau jga nerusinnya, *mlahcurcol huhu u,u
      ia kepanjangan, soalnya mau d tuntaskan di part ini hehe.

      Minong udh pro banget kalau kata Donghae mah buat nutupin perasaannya, kece…😮.
      mereka bertiga , ia sedih banget :’)
      setidaknya Soo udh ngutarain prasaannya, kalau minong? :’)
      hehe ia eonnie.. makasih banyak ya .. eon jga selalu sehat + sukses ya… #hug..😉

  6. Ha Na April 2, 2014 pukul 9:58 am Reply

    lanjuut eon hehe

  7. Lady Lee April 2, 2014 pukul 10:28 am Reply

    aish,seneng bgt ma karakternya minho dsini.
    Soo daebakk !!! yulnie cpet sembuh ya, dan sensitive dkit gtu, msk minho g digubris.
    hati???
    minho ya , fighting !! segera obati dan dpatkan hatinya yuri❤

    unni, part ini lma bgt kluarnya , part B nya dipercepat ya. dan part part selanjutnya
    ~gomawo ~

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:24 am Reply

      hehe ia Minong bijak di sini.
      ia saeng, mian ya lama🙂 terimakasih banyak😀

  8. Devy Nur Isnainy April 2, 2014 pukul 10:33 am Reply

    Cieee ternyta minho oppa jtuh cnta sma yuri eonni udh lma🙂 mdah”an cpet bersatu🙂🙂

    Di tunggu next chapter ny eon😉🙂🙂

  9. MY1259 April 2, 2014 pukul 10:40 am Reply

    Aku tunggu part b nya. Jangan lama >///<

  10. Chyrhyn April 2, 2014 pukul 11:20 am Reply

    Sebel ama kyu disini, plin plan dengan hatinya….
    Kasihan liat soo, moga yuri-yoona-soyoung bisa sahabatan kayak dulu lagi, dan kesalah pahaman mereka bisa selesai….
    Bwt minho fighting bwt dapetin hatinya yuri…

  11. 200798yulika April 2, 2014 pukul 11:26 am Reply

    Assalamualaikum..
    Ampe lupa sama part sebelumnya saking lamanya dipost..

    Ah kyuhyun mah labil sebenarnya suka ama soo atau yul..
    Sooyoung sabar yahh kamu harus mempertahankan cintamu..
    Minho ah ngak nyangka kirain pertama min sukam ama soo tapi ternyata suka ma yul yahh pintar bnget nyembunyiin perasaanyaa..
    Yuri jgn marah sma soo dan segera terima cintax dokter choi..
    Donghae ternyata stalker yahh dan yoong sahabat yg setia temenin yul dan keren bnget pas nonjok kyu..

    Itu ajaa ..semangat untuk part selanjutnya..

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:27 am Reply

      Wallaikumsallam😀
      wkaka ia nih.. miannnn :’)

      Kyu msh bngung, dia takut kembali sakit hati kaya dlu.. mungkin gtu hehe.
      makasih yaaaa >.<

  12. shania salsabillah April 2, 2014 pukul 11:38 am Reply

    huaaaaaaa yeh akhir nya eonni yg buat aku jatuh cinta karna karnya nge publish juga ff yg kutunggu tunggu :)) walau pun aku g komen pertama tp percayalah(?) eon aku slalu nunggu ff eonni:D
    oh jd malah ngomongin yg g penting nih😀 btw yg part ini aku lumayan kesel eon sama kyupa😦 huhu tp aku suka bangettt sama sifat nya minho di sini poko nya nurul eonni aouthor palinggg keren!!ditunggu ya part selanjut nya!!jangan lama2 ya eon🙂 semangat eonni ^^ Fighting!! :)) mian kepanjangan🙂

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:29 am Reply

      huaaaa saeng ..😉
      haha makasih ya saeng, eon jga slalu nunggu komen kmu kok😀
      cup cup sabar ne, Kyuppa lg ga tau ama keputusannya aja :’)
      haha ciee saeng, jadi malu :’)
      makasih banyak ya saeng.. gpp panjang, eon suka😛

  13. Yhyemin_ April 2, 2014 pukul 12:39 pm Reply

    ff ini bner” kyak drakor ngacak-ngacak emosi bgt,meskipun angst tp keren lah…suka sama sifat minyoonhae tau bgt gmna cara ngadepin masalah sahabatnya trutama romino,dia keren bgt dsini >,< smangatt,buat lanjutannya!!

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:30 am Reply

      romino? xixi lucu…😀
      terimakasih banyak ya😀

  14. ifa April 2, 2014 pukul 12:43 pm Reply

    yeeey akhirnyaa sekian lama nunggu😀
    bener kan minho suka yuri , aaaaah😀
    ditunggu eon part selanjutnya

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:30 am Reply

      hehe mian lama😀
      cieee tebakannya bener😄
      di tunggu ya😀

  15. yunita April 2, 2014 pukul 1:11 pm Reply

    keren
    lanjut thor

  16. nadiyavirgi April 2, 2014 pukul 1:32 pm Reply

    Kyaaaaaa part ini panjang banget tapi puas😀
    Sumpah demi apapun nyesek banget dibagian kyuhyun nemuin yuri sama pas sooyoung ngaku itu… Agak ga rela juga sih sebenarnya sooyoung sama kyu. Soo salah ngehianati yuri gitu cmn disini dia juga tersakiti kan? Mau tau ga ntar kyu sama siapa ending nya/?
    Sooyoung? Bukan,
    Yuri? Bukan juga,
    Tapi aku😀 /abaikan/

    Minho udh cinta sama yuri dari lama ya/? Waaaaaah si ikan diam2 tau tuh😄 wkwkwkwk minho takut yah kalo kyu balik ke Yuri ntr dia sendiri. Tenang minho ada aku kok /ditabokauthor.

    Sooyoung ntar biar sama JKH ajaaa😄 wkwkwkwk biar ntar love triangle Yuri-minho-kyuhyun. Kan keren tuh Hahahaha

    Part B nyaaa jangan lama2 pico unnie! Ntar aku kangen akut:” /apaabanget._.

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:34 am Reply

      hehe … ia panjang😄
      ia di sana aku jga galau :’)
      Soo juga sakit :’) bah.. haha boleh2, Kyu ntar endingnya sma kmu saeng😛

      si Hae mah stalker-in minong😄 makanya dia tau..
      nah jadi saeng mau sama Minong atau Kyu? hayyo? atau sama Soo Man? wkaka

      ia di tunggu ya saeng.. makasih😀

  17. Fatimatuz April 2, 2014 pukul 1:40 pm Reply

    Sekian lama..aku menungguu..untuk kedatanganmuu..
    Hihihi, numpang suara unn😀
    Alhamdulillah ya, fanfic yang saya tunggu-tunggu akhirnya muncul, Alhamdulillah😉
    Kak picoo, part ini cukup memuaskan, lumayan panjang dan saya suka ^^~
    Huuraii~ Saya bahagia akhirnya Kwon Yuri sudah sadar dan sudah bisa bercanda, berbincang dan masih banyak lagi sama YoonA. Tapi, saya gak suka sama Kyuhyun, dia Munafik, kenapa gak jujur pas Yuri tanya, maunya apa si-Kyu itu? -____- Tapi SooYoung hebat, ia mau jujur sejujur-jujurnya sama Yuri, ya walaupun akhirnha mereka sama-sama tersakiti😦
    YoonA, saya salut sama orang itu, setia dan sayang banget sama Yuri, kalau didunia nyata ada orang kayak gitu, saya mau itu sangat mau malah😀
    Dan..Choi Minho, Aigoo~ Namja yang satu ini juga gak kalah hebatnya, pinter banget nyembunyiin perasaannya dan yang bikin ngakak adalah pas Minho lagi meriksa si-Yuri, lalu uisanya tanya ada yang perlu diperiksa lagi kalo gk salah, dan dengan polosnya Minho ngejawab “Hatinya.” ahahaha, Minho comeng😀 buahkan hasil Perjuangkan cinta Minho unn, jadi lebih baik lagi kan kalau Yuri sama Minho😉
    Hahaha, sudah-sudah!😀
    Kak picoo, next partnya berharap lebih cepat dipostnya😉
    Masalah fanfic ini, gk usah dikomeng lagi, sudan pasti Ketjeh..Ketjehh..Ketjehhh..So Gurih Gurih Enyoy Enyoy..Daebak… (y) Jempol..Jempoll..Jempolll… (y) (y) (y)😉😉
    Pokoknya, tetap semangat 45 kak picooo~ Keep Writing and FIGHTING!! ^o^😀

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:40 am Reply

      haha *goyangdangdut.😄
      sesuatu ya saeng, lama banget lanjutannya ini :’)
      haha bkan panjang lg, malah kepanjangan ni saeng😄
      ia Yul udh sedikit baikkan.😀 Sebenernya kan Kyu ga boong, dia emang udh mutusin pisah ama Soo makanya dia jawab ga lg jalin hubungan sama siapa2 hehe😀
      Soo dh ga kuat buat nyimpen smuanya T.T
      eon jga mau dpet sahabat kaya Yoong :’)
      haha minong keceplosan >.<
      wahhhh makasih banyak saeng..😄

  18. meirina April 2, 2014 pukul 2:05 pm Reply

    Akhirnya ketauan jg Minho tuh suka sm siapa ?.. Kalo aku sih lbh milih Yuri sama Minho aja… Nggak sabar pengen baca kelanjutan kisahnya.. Fighting d tunggu next chapnya …

  19. qintazshk April 2, 2014 pukul 2:11 pm Reply

    unnie, ini ff nya bikin sakit -___-
    knapa minho ga blg aja kalo dia suka yuri udh gitu kyu balik lg sama soo..
    hati aku sakit , unnie -___-

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:41 am Reply

      hiks, mian qinta :’)
      entar kita selesaikan di part B ya :’)

  20. putri April 2, 2014 pukul 2:12 pm Reply

    next part ya,ceritanya keren..
    saya kira minho suka ma sooyong ternyata dari dlu dia suka sma yuri..

  21. sucinovitas April 2, 2014 pukul 5:39 pm Reply

    huaaa kereeen ayodong minho dekettin yul jangan senbunyuli sembunyi mulu ditunggu picoo next chapter

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:42 am Reply

      wkwk sucai.. dr td malem bkin sakit perut😄 *miansucai..
      makasih ya sucai.. di tunggu nextnya :p

  22. ninapinkyul91 April 3, 2014 pukul 4:24 am Reply

    bahahaha akhirnya bnr kan tebakkan si ikan klo minho itu cinta sm yuri..
    yeayyy minyul jjang..

    ihh sebel sm kyu dsni >_<

    sumpah deg degan pas soo bilang semua nya ke yuri..

    pico jgn kelamaan ne lanjutannya..
    dan part minyul nya banyakin..haha

    • yuuripico26 April 3, 2014 pukul 4:43 am Reply

      haha hebat si ikan oppa.😄

      Kyu msh bngung tu eon :’)

      hehe ia eonnie… part B tinggal edit dkit kok😀 wkaka

  23. Angella Yurisistable April 3, 2014 pukul 6:47 am Reply

    Akhirnya part 5 keluar..ehehe…

    Yuri~Sadarlah Yul masih ada yg lain menanti kamu lebih lama.Dan terima kasih kamu tidak membenci Sooyoung stlh Soo tlh mengkhianati kamu.Ya walaupun kamu menghadiahkan Soo sbuah tamparan wanita kamu..ahaha..Kyu pergi Minho tetap adakah?Namja hebat.Mnjadi Doktor wlaupun ditentang keras olh appa dia hanya demi kamu.Mncintai kmu tanpa meluahkan rasa cinta dia ke kamu walaupun sda brtahun lamanya.Mengucup dahi kamu di kesunyian malam dan orang pertama yg ada di depan kamu saat kamu sedar.

    Minho~Namja yg kuat.Ikhlas melakukan apa aja tanpa mengharapkan balasan.Setia dan baik.Tetap ada disisi dua wanita walaupun sntiasa trsakiti.

    Sooyoung~Berhentila berfikir Yuri dan Yoona membencimu Soo krna mreka tetap menyayangi kamu..Kembalila pda Kyuhyun krna Kyuhyun akan prgi.Fikirkan masa depan Soohyun.

    Kyuhyun~Kamu mmg harus memilih antara Yul dan Soo.Buat aku Soo harus mnjdi pilihan kamu krna kalian punya anak.Jgn selama2nya mnjadi pengecut.Soohyun memerlukan kamu.Kamu masih cintakan sama Sooyoung?

    Yoona&Donghae~Couple yg baik dan peka dgn perasaan teman2 mreka.Teruskan mnjadi couple trbaik wlaupun hanya dlm ff.ehehehe

    ~Hem..Panjang dan memuaskan hati..Tpi tetap aja part seterusnya ditunggu.Emm..HARAP2 moment Minyul makin romantis..ahaha~

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:45 am Reply

      iya ya, setelah sekian lama ga di lanjut hehe..

      ia, kasian Soo dpet tamparan Yuri, tapi itu juga tamparannya bkn tamparan kemarahan Yuri.. T,T
      huhu iya Minho hebat😦 menempatkan diri buat sandaran dua yeoja :’)

      bener, Yoona sama Yuri ga akan benci Soo.. :’) krna emang ga ada alasan buat mereka benci ke Soo..😦

      hehe… YoonHae emang kece..🙂 thanks Angela unnie buat komen panjangnya.. suka!😀
      itu part B nya udah ada.. hehe😀

  24. Anisa Sinta Keisha April 3, 2014 pukul 8:20 am Reply

    akhirnya di publish juga. Mian eon baru baca. Ih kece asli dah😀 . Minong oh minong wkwkwk. Makin greget aja. Kesel sama Kyu doang nih. Di lanjut eon

  25. Kim ji hyun April 3, 2014 pukul 8:58 am Reply

    Aigoooo aku baru nemu ini ff waktu lagi buka facebook..aku zuka ffnya walaw lum baca yg part 1 ntar aku akan baca dari awal…ff ya daebak bikin aku mewek huhuhuhu T_T daebak pokoknya….next ditunggu jgn lama2 eonni ^^

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:46 am Reply

      nanti di baca dari awal ya biar afdol. hehe .
      cup cup cup. mian..🙂
      makasih banyak ya😀

  26. novitarara19 April 3, 2014 pukul 9:52 am Reply

    ff ini kerenn banget🙂

  27. tarhy94 April 3, 2014 pukul 10:59 am Reply

    ampunn dehh…ampee jamurann guaa nunggu ff in^_^
    But…Trnyta eh trnytaa…Minhooo Mncintaii Yuleon??Udahh lama??N Donghae sdahh mngetahuinya…?? n Soyoung pun Tahu??
    omg.Minongg.Loe bner2 bkinn guaa Histerisss …kyaaakkkkk..Minyull omg ….
    Moga Kyu n Soo gak brsmaa2 dehh.mnyebalkan bnget ma 2 orng it.plinplan:-(
    smoga yg mnjdi Couple ff in Minyul n YoonHae aj^_^
    Kn sooKyu udh jdi couple.buat mreka brpsah aj deh pico..#JahtBbgetGua^_^ ckckckx

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:52 am Reply

      wkaka miannnn >.<
      iya Donghae ama Soo ternyata udah sadar lebih dulu :')
      waduh.. SooKyu bukannya plin plan, tapi ya gtu. di satu sisi msh merasa bersalah ke Yuri, di satu sisi lg mereka emang udh saling jtuh cinta. 😀
      ga boleh jahat lohhhhh😛

  28. kwon heirin April 3, 2014 pukul 11:05 am Reply

    Ciyee.. Yul d sukain sm minho dan kyu. Py knapa awal.a minho kyak cuek bgt k yuri pas msh sekolah? Yuuripico bisa aja nih buat minho cuek2 bebek.
    Haha, ak rasa kyu msh akan slalu suka sm yuri walau pd akhir.a mgkn dia gak sm yul lgi *sotoy

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:54 am Reply

      namanya juga Minho nutup2in perasaannya hehe…
      iya mngkin pada akhirnya gitu :’) yuk baca VB nya, udah ada 😀

  29. kwon yulsic yurisistable April 3, 2014 pukul 7:11 pm Reply

    Tuhkan bner minho suka ma yuleon
    ah lanjut next part

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 5:17 am Reply

      hehe tebakannya sama kaya Hae,😀

  30. Dian Ayu Anggraeni April 4, 2014 pukul 6:03 am Reply

    huwaaaaaa …. emosi jiwa ni part.. sedih kesel dsb … whohoho yul tahan yul pasti sakit n nyesek tuh dada dnger kenyataan ini …. huwwoooo nangiss ni #peluktasuki .. lanjut baca

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:13 am Reply

      sabar2 eonnie. hehe.. cup cup .. Bah peyuk Tasuki… Chiciri lg merantau ni. huhu u,u yuk lanjut eon..😉

  31. yuri yoona April 5, 2014 pukul 7:00 am Reply

    Setelah sekian lama akhirnya keluar juga part ini hehehe.. seneng banget dengan minho disini .. gak sabar mw baca part selanjutnya.
    Ditunggu ff our futurenya ya..🙂

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:22 am Reply

      iya kelamaan ini hehe..
      yuk2 lanjut.😀

  32. oeba yoonyul April 6, 2014 pukul 10:11 am Reply

    minho oppa jjang!!
    langsung next aja ya , q ketinggalan ^^

  33. I am Yurisistable April 10, 2014 pukul 3:58 am Reply

    Ceritax smakin seru. gmana slanjutx??? kyu pabbo!!! ky’x 100% minyul neh.

  34. iantjahndhilem April 12, 2014 pukul 8:35 am Reply

    anyeong pico eon..wah mian ne aku telat pakek bingits bacanya hwaa
    di part ini makin geregetan ama kyu huftt jadi cowok gak bisa tegas hmm gemes aku pan jadinya..
    tapi well to the well well well aku puas akhirnya ketauan juga pan kalo min suka ama yul ahhahay sorak2 bergembira akakakak
    eon kece bisa berimajinasi kayak gini..critanya kena banget dihati..
    keep writing pico eon..

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:20 am Reply

      annyeong Ian😀 hehe gwenchana.. :p
      haha ia tuh Min ketahuan :3
      wahhh makasih saengggg..😉 kamu juga keep writing ya😀 Semangat ‘.’)/

  35. EKHA_LEESUNHI April 16, 2014 pukul 4:48 pm Reply

    udah komeng panjang lebar pas klik send jaringan eror. Ya sudah lah ilang. Jadi komeng ini aja deh:/

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:23 am Reply

      itu sangat nyesek unnn:/ jaringan lah ya kadang suka gtu -_-

  36. Mrslee040420 April 18, 2014 pukul 12:25 pm Reply

    Persahabatan hancur karna seorang namja :’)
    Namja yang sama2 mereka cintai ..
    Semoga dengan fanfict ini jangan ada yg kyk sooyoung-kyuhyun and yuri :’)
    Udh yuri sama minho aja yg paling bener ._.

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:27 am Reply

      tp sebenarnya persahabatan mereka ga hancur… hehe
      hanya saja sedang di uji #ciehhbahasanya

  37. Cho Hyun Ri (Desi Ansari) April 22, 2014 pukul 1:53 pm Reply

    Bru bka wp kak pico lg huhuhu😦 , jd weh ktggalan jaman #eh
    Kak pico yul ny d cntai oleh 2 pria tampan, aaah jd mau😀 , kyu dy msh cinta ma yul tp dya jg gk mw nyakitin soo intiny mah dy pgen kduanya (oppa jgn kyk gtu) tp kyakny minho deh yg ma yul, krena dy udh nyimpen prasaan ma yul 8 thn lebih tnpa s yul ny tahu ckckck :v #aigooo oppa stia bget , (y) . . . Yul gk mgkin gk maafin soo, dyakan dewi dgn hati yg baik (yul : bgus bgus ) (aku : emg iy eonni)

    Feel ny dpet eonn #krasa kyk yg nyata, penuturan kta2 ny jg d mgerti dan nyambung . . Eonni smgat trus ne, ak tggu krya eonni yg lain🙂 dan stlah ini ak lgsung cpcus part slanjutan nya . .

    Eonni aza . . Aza . . Aza . . Fighting ;(

  38. sella mvp shawol Mei 19, 2014 pukul 3:31 pm Reply

    aduh. tinggalin jejak dulu ah. mata udah g kuat. besok lanjut lg. aku baca dari part 1 sampei part ini udah berapa jam nih.. sebener.a sih pngen sampe selesai. abis seru bgd cerita.a. .
    tp mata udah sepet banget.. hehehe

  39. rizkia tifanny Juli 2, 2014 pukul 1:59 pm Reply

    Mian yah eon aku baru sempat belajar sekarang…

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: