Eternity Wish (PART II)

Eternity Wish Part II

Tittle :

Eternity Wish II

Author :

Yuuripico26

Art by :

EkhaLeeSunHi

Cast :

Kwon Yuri || Choi Sooyoung  || Cho Kyuhyun || Choi Minho

Im Yoona

Genree :

Romance – Friendship

Ratting :

PG-15

Length :

Chaptered

***

Tara! Saya balik bawa lanjutan FF yang sengaja di gantung kemarin.. xixi sebenernya part II dh siap dari kemarin2..

 Makasih ya buat yang udah baca + Komen di part kemarin…  Lansung aja yuk…🙂

– TYPO IS AN ART OF WRITING

– READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK..

***

            Seorang aegi kecil tengah bermain dengan riangnya di sebuah taman yang tengah ramai di hari minggu ini. Bocah itu larut dalam dunia bermainnya sendiri, tapi tentu saja dua pasang mata yang selalu memperhatikan bocah kecil itu selalu setia menjaga setiap pergerakan sang aegi…

“Dia begitu pintar dan aktif.. sama sepertimu…” kata Sooyoung bahagia pada namja tinggi yang berada di sampingnya…

“Tentu saja.. Dia anakku.. tapi aku sedikit takut kalau  dia menjadi Shikshin sepertimu…” Sooyoung seketika mem-pout-kan bibirnya dan memukul keras lengan sang nampyeon. Membuat beberapa orang menoleh padanya. Sooyoung hanya  menunduk berkali-kali pada orang-orang itu.. “Lebih baik dia menjadi seorang Shikshin dari pada harus menjadi seorang Idiot Gamers seperti Appanya!”  .. Sooyoung membuang wajahnya dan segera menghampiri Soohyun.. aegi kecil berumur sekitar satu tahun..

“Ya! Kau kejam sekali eoh, Shikshin-ya…” gerutu Kyuhyun. Perlahan Ia tersenyum dan memilih duduk di sebuah kursi taman. Ia terus memperhatikan dua orang yang sedang tersenyum bahagia di depannya. Sejenak Kyuhyun merasa bersyukur memiliki keduanya, Anae dan Aegi yang sekarang mengisi hari-harinya..

Kyuhyun berbalik, mencoba melihat keadaan sekitar. Namun, mendadak ekspresi wajahnya berubah. Matanya sedikit menyipit. Ia memandang seorang Yeoja yang nampak sedang melihat jam tangannya terus –terusan, seperti sedang menunggu seseorang. Sampai akhirnya seorang Namja datang berlari dengan sebuket bunga di tangannya menghampiri Yeoja itu.. Namja itu mencoba mengatur nafasnya sembari menjelaskan sesuatu pada Yeoja itu.. Tapi Yeoja itu terus saja menunjukkan ekspresi kesalnya pada sang Namja.. Kyuhyun tersenyum tipis saat melihat Namja itu tersenyum sembari menggoda Yeoja-nya yang akhirnya membuat Yeoja itu mengambil buket bunga tersebut dari tangan sang Namja dan mereka nampak begitu bahagia meninggalkan taman itu…

“Chagi? Kau sedang memperhatikan apa?” Kyuhyun akhirnya tersadar dari lamunannya. ia tersenyum  lalu menggeleng..

“Anni.. Hanya saja aku sedikit terbawa suasana pada pasangan itu… Sepertinya namja-nya terlambat sangat lama, tapi sang Yeoja tetap saja memaafkan Namja itu…” Sooyoung memandang ke sana kemari, mencoba mencari yang di maksud Kyuhyun.. “Sudahlah.. Mereka sudah pergi.. Sini, Aegi Appa…” kata Kyuhyun sembari mengambil alih Soohyun dari gendongan Sooyoung…

Sooyoung dan Kyuhyun beserta Soohyun nampak seperti keluarga bahagia yang sedang menikmati jalan-jalan santai mereka di tengah padatnya Kota Seoul itu. Sooyoung berkali-kali menahan kesalnya saat Kyuhyun berhasil menggodanya. Membuat Soohyun tertawa geli seolah mengerti maksud Appa dan Eomma-nya itu..

Kyuhyun dan Sooyoung menghentikan langkah mereka saat tak sengaja menangkap satu sosok yang kini berada tak jauh dari mereka. Orang itu pun nampak memicingkan matanya menatap Sooyoung dan Kyuhyun bergantian..

“Yoona?” desah Sooyoung. Yoona mengalihkan pandangannya dengan cepat menarik tangan Donghae pergi.. Sooyoung hanya menatap lirih kepergian Yoona itu, Kyuhyun mengerti apa yang di rasakan oleh Sooyoung. Ia segera mendekatkan tubuh Sooyoung padanya…

“Kajja pulang…” ajak Kyuhyun.

***

            Minho menghela nafas saat baru saja mendudukan dirinya pada sebuah kursi kebesarannya. Jas putih yang di kenakannya Ia lepaskan begitu saja. Ia memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.

“Kenapa tak ada perubahan sama sekali?” gumamnya pelan. Ruang Dokter itu penuh dengan kesunyian juga kehampaan yang di rasakan Minho…

Minho akhirnya mulai berdiri dari tempat duduknya, meraih jas putih itu untuk di kenakannya kembali lalu berjalan kelaur dari ruangannya.. Beberapa perawat jaga menunduk sekilas saat tak sengaja melihat Minho..

Minho terus berjalan sampai akhirnya dia berhenti tepat di depan sebuah ruang perawatan intensif.. Ia membuka ruangan itu dan menghampiri sebuah tempat tidur tunggal yang di atasnya terbaring Yeoja cantik dengan mata tertutup sempurna.. Wajahnya pucat, namun terkesan damai.. Alat bantu untuk pernafasan terpasang melalu hidungnya.. Alat perekam detak jantung pun terus mengeluarkan suaranya, mengisi kesepian yang tercipta di ruangan itu. Di sisi lain, ada seorang Ahjumma yang tertidur bersandar pada sisi tempat tidur.

Minho terdiam, memandangi layar kecil yang menunjukan setiap data perkembangan detak jantung, nadi dan pernafasan Yeoja itu. Ia sedikit mendesah kecewa..

Suara pintu ruangan terdengar terbuka lalu kembali tertutup dengan pelan..

“Tak ada perubahan Yoong…” kata Minho pelan tanpa perlu mencari tahu siapa orang yang baru saja tiba itu. Yoona sedikit menghela nafasnya lembut sembari mulai mendekati tubuh tak berdaya milik Yuri. Yoona memegang tangan itu dan mencoba tersenyum memandang kedua mata Yuri yang tertutup rapat.

“Gwenchana, Minho-ya… Aku yakin Suatu hari nanti dia pasti akan membuka kedua mata ini.. Iya kan, Yul?” Senyum Yoona perlahan mulai sirna.. Bibirnya bergetar. Genggaman tangannya pada Yuri terus menguat….

“Tadi…”

Minho menatap heran pada Yoona yang menggantungkan perkataannya.

“Aku bertemu Sooyoung dan Kyuhyun…” Perkataan Yoona sukses membuat Minho menatap Yoona lama, sampai akhirnya Ia mengalihkan pandangannya pada wajah tanpa ekspresi dari Yuri.. “Mereka terlihat…. Sangat… Bahagia…..” lanjut Yoona menatap lirih ke arah Yuri…

“Sudah lama waktu berlalu.. Wajar jika mereka mulai meniti hidup baru sekarang…”

“Aku mengerti, tapi…” Yoona melepas tangan Yuri lalu mulai berjalan keluar ruangan dengan cepat.. Dalam suasana sepi itu, Yoona duduk menangis tanpa suara.. Minho ikut berjalan keluar ruangan lalu bersandar pada dinding yang terasa dingin..

“Aku hanya khawatir. Bagaimana menjelaskan keadaan ini saat Yuri sadar nanti..” kata Yoona dengan suara parau..

“Mianhae.. Aku pasti akan membantu menjelaskan semuanya pada Yuri. Aku akan berusaha membuatnya sadar..” Yoona menyapu air matanya pelan sembari mulai memandang Minho heran. Ada satu hal yang Yoona herankan dari dulu.. Minho menyadari tatapan Yoona itu dan mulai menegakkan badannya..

“Uhm.. Sebaiknya kau masuk ke dalam.. Sepertinya Ahjumma butuh istirahat…”

Yoona mengangguk pelan.. Ia segera berdiri…

“Ingat.. Jangan…”

“Menangis jika sudah di dalam… Ne.. Aku tau, Dr. Choi..” sahut Yoona cepat memotong perkataan Minho..

“Sepertinya tanpa aku ingatkan lagi kau sudah tau.. Ajak terus dia berkomunikasi ne…” kata Minho sembari menepuk kecil punggung Yoona… Yoona kembali mengangguk… Dengan segenap kekuatan yang di kumpulkannya, Yoona mulai menarik nafas dalam. Mencoba menghentikan rasa sedihnya. Ia mulai masuk ke dalam ruang perawatan itu lagi dengan sebuah senyum yang terus di usahakannya..

***

Minho berjalan sendirian di tengah sepinya taman rumah sakit itu. Hal inilah yang sering di lakukan Minho jika sedang membutuhkan udara segar untuk pikirannya.. Ia duduk di sebuah kursi dan mulai menyandarkan kepalanya..

“Jadi mereka sudah memulai hidup barunya?” gumam Minho sendu.. Minho mengambil sebuah ponsel dari saku jasnya. Wallpaper ponsel itu sukses membuat Minho tersenyum lirih.. Minho menengadahkan kepalanya, menatap bintang-bintang yang begitu terang malam ini..

“Kyeopta..” desah Minho…

***

            Suara dari alat monitor yang menunjukan setiap perkembangan Yuri berbunyi. Mengisi kesunyian yang di rasakan Yoona. Yoona masih betah tanpa suara dan terus menatap wajah sayu milik Yuri. Sampai akhirnya Yoona mengambil tangan Yuri dan menempelkan tangan Yuri di pipi tirus miliknya…

“Begitu dingin… Kapan tangan ini kembali hangat? Ayo bangun, Yul…Kami semua merindukanmu…”

Yoona diam sebentar… Tak ada jawaban dari apa yang Ia katakan barusan. Hanya suara detik jam yang berdetak, menandakan waktu terus berjalan.

“Kau tau… Aku sekarang sudah menjadi pelatih taekwondo di sekolah kita dulu, Yul.. Donghae-oppa sudah mulai memimpin perusahaan Appanya.. Kami sudah bertunangan seminggu yang lalu di ruangan ini… Minho sudah berhasil menjadi dokter dan sekarang dia mengambil alih perawatan dirimu dari Dr. Oh. Ahjumma, sudah menjadi wakil Direktur di perusahaan tempatnya bekerja…” Yoona terdiam setelah mengatakan hal yang panjang itu.. Yoona mati-matian menahan air matanya. Ia sedikit menekan tangan Yuri pada wajahnya.. Ia  melepaskan tangan Yuri dan berbalik, membelakanginya.. Ia menangis… Hanya sebentar sampai Yoona berusaha Menghapus air matanya…. Kata-kata Minho yang selalu memintanya jangan menangis di depan Yuri selalu di ingat Yoona…  Bayangan wajah Kyuhyun dan Sooyoung yang di temuinya tadi seolah menambah kesedihan Yoona… Rasa kecewa di hatinya kembali menyeruak

“Kau tau, sudah berapa lama kau tertidur? Delapan tahun, Yul… Terlalu banyak hal yang terjadi…” Yoona mengelus puncak kepala Yuri, lembut.. “Sampai kapan kau akan terbaring tanpa kepastian seperti ini, uhm?” Kini Yoona hanya mampu menangis dalam diamnya di temani suara detik jam juga alat monitor kesehatan Yuri… Bintang malam turut menyaksikan kejadian itu melalui jendela rumah sakit yang tirainya sengaja tak di tutup oleh Yoona…

***

            Sooyoung berdiri sembari melihat-lihat ke sekitar.. Sudah beberapa menit Ia berdiri sambil menggendong Soohyun yang tertidur di gendongannya..

“Kenapa Kyuhyun lama sekali? Apa membeli minuman hangat saja membutuhkan waktu selama ini?” gumam Sooyoung..

Pandangan Sooyoung terhenti pada satu obyek. Dua orang Yeoja  dengan seragam Chun Ang Academy yang sedang berjalan berdampingan sukses merebut perhatian Sooyoung. Sooyoung terus mengikuti langkah dua Yeoja itu dengan tatapannya..

“Aku akan terus mendukungmu untuk mengikuti turnamen itu, Rin-ya… Kau pasti bisa!”

“Ah, jinjja? Kau benar-benar sahabatku yang terbaik!”

Bibir Sooyoung seketika terkatup rapat.. Hatinya begitu merindukan sosok seseorang… Seseorang yang dulu selalu ada untuknya…

“Pertandingan itu adalah impian terbesarmu? Tapi aku harap kau tidak terlalu memaksakan diri.. Lakukan sesuai kekuatanmu…”

            “Kau benar Yuri-ya… Ah.. aku cukup beruntung mempunyai sahabat sepertimu… Kau juga.. Kau juga harus berjuang pada impianmu, Arra?”

Tes…

Sooyoung segera menggelengkan kepalanya kuat.. Entah kenapa, air mata ini selalu jatuh saat dia sendiri tak ingin mengeluarkannya…

“Chagi? Kau kenapa?” Sooyoung berbalik pada asal suara.. Sudah ada Kyuhyun yang membawa dua gelas minuman hangat… Sooyoung mencoba tersenyum kecil sebagai tanda Ia tak apa-apa…

Yul.. Bagaimana keadaanmu sekarang? huh… Apa aku masih pantas menanyakan kabarmu setelah apa yang sudah aku lakukan padamu?

Sooyoung menatap ke langit malam.. Hamparan bintang-bintang terhampar di langit gelap itu… Kyuhyun ikut melihat apa yang di lihat oleh Sooyoung..

“Kyeopta…” desah Kyuhyun dan di setujui oleh Sooyoung yang tersenyum kecil memandang bintang itu…

***

            Donghae dan Yoona berjalan beriringan di taman rumah sakit dengan tangan yang saling tertaut… Pemandangan sore hari ini cukup membuat semua orang-orang ingin menghabiskan waktu mereka di luar..

“Chagi… Apa kau sudah tentukan kapan tanggal pernikahan kita?” tanya Donghae..

“Setelah Yuri sadar…” kata Yoona singkat… Donghae menatap Yoona sekilas lalu kembali meluruskan pandangannya…

“Apa kita tidak akan pernah menikah jika Yuri tidak sadar?”

Yoona menautkan alisnya atas apa yang di tuturkan Donghae.. Donghae menarik nafas panjang….

“Apa kau yakin dia akan sadar nantinya?”

Yoona seketika menghentikan langkah dan melepaskan tangannya dari genggaman Donghae. Ia menatap tajam namjachingunya tersebut..

“Apa yang Oppa bicarakan?” tanya Yoona sedikit meninggi. Donghae mencoba memegang pundak Yoona…

“Chagi, maksud Oppa… Sudah delapan tahun sejak kejadian itu.. Tapi tak sedikitpun Yuri menunjukan tanda-tanda kepulihannya… Aku hanya….”

“Hentikan Oppa!” potong Yoona menghentikan penjelasan Donghae… Donghae terdiam dengan bibir yang terkatup rapat..  “Aku fikir selama ini Oppa selalu menemaniku untuk menunggu Yuri.. Selalu ada di sampingku dan memiliki  harapan yang sama denganku.. tapi rupanya aku salah. Oppa sama saja dengan kedua orang itu!” Donghae melebarkan matanya melihat Yoona menangis di depannya.. Tanpa memberi penjelasan pada Donghae, Yoona mulai berbalik, meninggalkan Donghae yang terdiam mematung. Donghae sedikit terperanjat saat punggungnya tiba-tiba di sentuh oleh seseorang..

“Minho?”

Donghae menunduk. Minho dapat melihat raut kekecewaan dari wajah Donghae.. “Aku bukan membenci Yuri.. Hanya saja aku ingin melangkah maju.. Aku mencintai Yoona.. Aku juga menyayangi Yuri sebagai sahabat… Apa yang harus ku lakukan, Minho?”

“Terus dukung Yoona, Hyung.. Hanya itu.. Yang perlu Hyung lakukan…” Donghae menatap Minho tak percaya. Hanya sebentar sampai Donghae mengangguk mengerti…

“Aku sudah melakukan itu.. dan aku akan berusaha terus melakukan itu…” kata Donghae meyakinkan diri sendiri.. Minho mengangguk dan mulai berjalan meninggalkan Donghae.. Donghae terus menatap punggung Minho.. Ada sebuah ke-iba-an pada tatapan yang di tunjukan Donghae pada sosok itu..

***

            Yoona menutup mulutnya rapat.. Matanya yang sembab hasil tak tidur semalam juga hasil dari menangis tadi tak berkedip sekalipun.. Mata itu, terus menatap mata sayu yang rasanya sudah lama sekali tertutup…. Wajah pucat itu memenuhi pikiran Yoona.. Rindu? Ya… Yoona merindukan sosok yang sedang tertidur ini.. Merindukan tawanya, celotehan penuh kemalu-maluan darinya, perhatiannya.. Semuanya….

“Yul.. Kau tau? Dulu aku sedikit iri… Kau pasti heran, apa yang aku irikan darimu…” Yoona memulai sebuah percakapan individu-nya kembali..

“Aku sangat ingin kau selalu menemaniku latihan. tapi nyatanya kau selalu menemani Sooyoung… Ah, kau benar.. Aku tak boleh iri.. Ada Donghae-oppa yang menemaniku.. Lagipula.. Sooyoung-lah yang lebih dulu bertemu denganmu. terlepas dari semua itu, aku juga cukup nyaman berteman dengan kalian berdua saat itu.. Sahabat….” Yoona kembali diam.. Dia nampak sedang memikirkan sesuatu… “Apa aku keterlaluan pada Donghae-oppa, Yul? Apa aku hanya memikirkan perasaanku? Apa aku salah jika aku yakin kau akan sadar nantinya?” Yoona menghela nafasnya…. Ia sudah tau pasti, tak akan pernah ada jawaban dari orang yang ada di depannya ini…

“Bertengkar dengan Donghae-hyung?” Yoona mengangkat kepalanya saat menyadari Minho sudah ada di dekatnya.. “Sebenarnya apa yang di katakan Hae-hyung….. benar…”

Yoona melebarkan matanya.. Dengan kasar Ia berbalik menatap Minho..

“Minho? Kau ini berkata apa?”

Minho membuang nafasnya yang terasa berat.. Matanya beralih memandang monitor kecil yang ada di sebelah tempat tidur Yuri..

“Delapan tahun… Tanpa perkembangan berarti… Harapan…” Yoona semakin menautkan alisnya… “Aku tau, tak ada salahnya untuk berharap.. tapi tak ada perubahan sedikit pun .. Dr. Oh pun sudah menggelengkan kepalanya saat melihat berkas perawatan Yuri…”

Yoona menunduk..

“Delapan tahun.. Waktu yang tak sebentar untuknya berjuang bertahan sampai sekarang… Kenapa? Kenapa kau tega berpikir dia tak akan bangun lagi?”

Minho menatap punggung Yoona yang bergetar.. Dia mencoba menunjukan ekrpresi sebiasa mungkin, tapi siapa yang tau? Hati Minho begitu berat mengatakan hal yang di katakannya tadi..

“Aku mohon.. Jangan berfikir seperti kedua orang itu, Minho-ya.. Aku mohon…” ucap Yoona memandang Minho dengan tatapan memohon..

“Kau salah Yoona.. Mereka tak pernah berpikir sepertu itu, hanya saja…” Yoona menyipitkan matanya menatap Minho..

“Minho.. Kau kenapa? Bukankah selama ini kau yakin Yuri akan sadar?” Kini suara Yoona mulai melemah. Bulir-bulir kristal mulai turun membasahi pipinya. Donghae yang menatap Yoona dari luar membuang wajahnya, tak tega melihat Yeoja-nya menangis..

Minho memijit kepalanya sesaat.. “Mianhae…” selesai mengatakan itu, Minho segera berlalu dengan cepat meninggalkan Yoona..

Yoona kembali diam di samping tubuh Yuri. Yoona terus menggenggam tangan lemah Yuri seolah tak ingin melepaskannya..

“Apa yang orang-orang itu pikirkan, eoh’? Apa mereka begitu saja menyerah dan berpikir kau tak akan pernah bangun lagi? Apa hanya aku dan Ahjumma yang mengharapkan kesadaranmu, Yul? Jinjja-yo! Kenapa takdir begitu kejam padamu, Yul?!” Kini tatapan Yoona seolah penuh kesedihan dan emosi..

“Setelah kedua orang yang kau sayangi menikah.. Kau hanya bisa terbaring di sini.. Minho sudah menyerah.. Bahkan, Donghae-oppa sudah tak mendukungku lagi Yul. Apa yang harus ku lakukan?” Yoona terus terisak di samping tubuh Yuri. Di genggamnya tangan Yuri seakan terus memberi semangat pada sahabatnya. Yoona tak tahan lagi menahan air matanya.

“Bukan itu maksudku, Chagi.. Bukan….” ucap Donghae pelan di luar ruangan sembari menyapu kecil air mata yang ada di ujung manik matanya…

Yoona sedikit terkejut saat merasakan sebuah pergerakan di tangannya. Yoona melebarkan kedua matanya saat menyadari pergerakan itu berasal dari jari-jemari Yuri yang ada di genggamannya..

“Yuri-ya, kau?” Yoona menatap Yuri tak percaya.. Yoona kini sukses terkejut saat Yuri mulai mengeluarkan sebuah gumamam kecil tak jelas, matanya masih tertutup namun terlihat jelas. Yuri sedang berusaha membuka matanya… Yoona menggeleng dan mulai berjalan mundur dengan pelan…  Donghae ikut terkesima melihat itu..

“Dokter? Lihatlah, Yuri…  MINHO!!!”

***

            Minho di bantu dengan dua orang perawat sedang memeriksa kondisi Yuri.. Dr. Oh terus memperhatikan monitor, melihat perkembangan Yuri…           Yoona terus memandang proses pemeriksaan dari luar ruangan dengan mematung dalam diamnya dan berdoa dalam hatinya.. Donghae mencoba memberi kekuatan pada Yeoja-nya dengan terus melingkarkan tangannya pada pundak  Yoona.

Ny. Kwon memegang dadanya dan menatap penuh harap pada Yuri dengan mata berair dan bibir yang kelu…

“Benar-benar keajaiban..” kata Dr. Oh tak percaya… Minho diam.. Ia terus menatap sosok lemah yang baru saja selesai di periksa olehnya.. Alat bantu pernafasan nampak masih terpasang..  Pelan-pelan, mata sayu itu mulai membuka… Mata itu kini terbuka. Walau masih terlihat sayu, mata itu mulai mengerjap-ngerjap.. Dengan ekrepsi heran, Yuri langsung memandang lurus sang Eomma…

“Eomma?” panggil Yuri lemah.. Suaranya bergetar, menandakan Ia sangat berusaha menyebutkan satu kata itu.. Ny. Kwon segera menghampiri putri semata wayangnya tersebut. Di raihnya cepat tangan Yuri..

“Chagi-ya!” tangis ny. Kwon meledak seketika saat melihat Yuri menatapnya sayu..  Yuri sedikit tersenyum dan memegang kedua pipi Eommanya dengan tangan lemahnya…

“Eomma…. jangan… menangis….” Ny. Kwon mengangguk dan mencoba menahan tangisnya..

“Cepatlah pulih Yuri-ya.. Kami semua menunggumu…” kata ny. Kwon.. Yuri mengangguk lemah…

“Pasti Eomma.. Yuri akan segera sembuh dan ikut mempersiapkan ujian akhir nanti…”

“Ujian akhir?” heran Ny. Kwon menatap Yuri yang sedang memandangnya sayu… Yuri tak sengaja memandang seorang namja yang sedang memandangnya dengan senyum.

“Minho, ne?” kata Yuri dengan terus berusaha membuka matanya yang masih terasa sangat berat…

“Ne..” sahut Minho..

“Apa kau datang bersama Kyuhyun?” Yuri terdiam.. Yuri mulai memperhatikan Minho lama… “Seregam itu…”

Yuri mulai memegang kepalanya ambil meringis kecil. Ny. Kwon seketika panik.. Minho terkejut dan segera memandang Dr. Oh yang ternyata juga memandangnya dengan tatapan ingin memberitahu sesuatu..

“Ah.. Uisa.. Tolong berikan suntikan obat penahan nyeri untuknya.. Ny. Kwon dan Minho.. Ikutlah denganku…” Ny. Kwon sempat mengecup kening Yuri dan dengan berat hati ia keluar bersama Minho dan Dr. Oh yang sudah berjalan keluar setelah sebelumnya sempat membisikkan suatu hal pada kedua perawatnya…

Yoona dan Donghae segera mendekati Minho.

“Bagaimana?” tanya Yoona.. Minho menggeleng dan langsung memandang Dr. Oh..

“Ada apa dengan Yuri, Dokter?” tanya Ny. Kwon.. Dr. Oh memandang satu per satu orang di depannya.. Semua orang itu kini sudah memandang serius pada Dr. Oh…

Minho akhirnya melebarkan matanya.. “Dr. Oh.. Jangan bilang kalau Yuri…..” Dr. Oh mengangguk.. Minho mengepal tangannya… Pandangannya menunduk dan kecewa.. Yoona, Donghae dan Ny. Kwon menatap heran pada kedua Dokter itu.

“Yuri telah kehilangan rasanya terhadap waktu.. Selama ini dia tertidur tanpa sadar sedikit pun selama delapan tahun.. Kesadarannya adalah sebuah keajaiban.. tapi…”

“tapi apa dokter? Tolong katakan!” kata Ny. Kwon mulai tak sabar.. Yoona mengelus-ngelus punggung ny. Kwon berharap Ahjumma itu dapat sedikit tenang walau hatinya sendiri sedang tak tenang..

“Jangan katakan apapun tentang kejadian yang terjadi selama delapan tahun ini.. Karena bagi Yuri.. Dia hanya tertidur sebentar.. aku harap kalian dapat mengerti…” jelas Dr. Oh penuh penyesalan.. Ny. Kwon memegang dadanya… Yoona terdiam.. Donghae tak tau harus berbuat apa dan yang terpenting Minho.. Apa yang harus di lakukannya..

***

            Yoona mengembangkan senyum saat Yuri mulai membuka matanya perlahan..

“Yoongie? Kau kah itu?” tanya Yuri pelan masih dengan mata yang mencoba membuka sempurna.. Pergerakan Yuri terbatas karena tangan yang masih di infuse dan juga alat pernafasan yang terpasang padanya..

“Ne.. Ini aku, Yul…” jawab Yoona lembut..

“Eomma?” Yoona menggeleng..

“Ahjumma sedang bekerja Yul…”

“Yoong.. Kau datang untuk menemaniku? Gomawo…”

“Jangan di fikirkan.. Arra?” Yuri mengangguk.. Yuri memandang keluar jendela.. Memandang bintang yang sedang bersinar dengan terangnya….

“Kyuhyun….”

Yoona melebarkan sedikit matanya mendengar nama itu..

“Apa dia pernah datang untuk menjengukku, Yoong?”

“Yuri-ya?”

Yuri tak mengalihkan pandangannya pada bintang-bintang itu…

“Aku ingin bertemu dengannya.. Entah kenapa aku sangat ingin bertemu dengannya…” Yuri memandang Yoona pelan.. “Denganmu dan Sooyoung…” Yoona tercekat..

“Yuri apa kamu tak tau…” Yoona menahan mulutnya saat dia hampir tak sengaja mengatakan suatu hal yang mungkin bisa membuat sahabatnya ini menutup mata lagi..

“Ada apa, Yoong?” heran Yuri.. Yoona menggeleng dan mulai berdiri..

“Kyuhyun datang setiap hari untuk menjengukmu dan menemanimu…”

“Benarkah?” tanya Yuri tak percaya dengan senyum kecilnya.. Yoona mengangguk berat.. Tapi itu dulu, Yul…. sudah sangat lama…

Dengan penuh perhatian Yoona memakaikan selimut pada Yuri.. “Bagaimana hasil latihanmu dan Sooyoungie?” Yoona menggigit bibir bawahnya.. Namun, ia akhirnya dapat tersenyum pada Yuri..

“Baik… Lancar…” kata Yoona.. Yuri menatap Yoona..

“Aku harap kalian akan melakukan yang terbaik untuk pertandingan nanti…” kata Yuri.. Walau lemah tapi Yoona dapat mendengar sekali perkataan Yuri itu..

“Istirahatlah Yul.. Kau harus cepat sembuh…” kata Yoona..

“Ne.. Gomawo, Yoongie…” Yuri akhirnya mulai memejamkan kedua matanya perlahan.. Yakin Yuri sudah tidur, Yoona berdiri dan berjalan keluar dari ruangan… Di depan sudah ada Donghae yang menunggunya dengan khawatir..

“Chagi-ya, bagaimana?” tanya Donghae.. Yoona menggeleng.

“Oppa… Aku benar-benar tak bisa berkata apapun padanya….” Dengan cepat Yoona menghambur ke pelukan Donghae dengan tangisnya.. Donghae membalas pelukan Yoona dan mengelus lembut kepala Yeojachingunya tersebut.

“Gwenchana.. Oppa akan selalu ada untukmu…” bisik Donghae pada Yoona…

***

            “Aku sudah menyerahkan perawatan Yuri kembali pada Dr. Oh…” kata Minho.. Yoona sedikit terkejut mendengar itu. tapi dia dapat memaklumi hal itu..

“Jadi benar.. Kita harus bersikap seperti delapan tahun yang lalu?” kata Yoona yang duduk lemah di depan meja kerja Minho…

“Dia bahkan melihatku dengan seragam ini Yoona.. tapi saat dia pingsan dan kembali sadar, ingatannya kembali pada kejadian delapan tahun yang lalu..”

Yoona diam..

“Dia rapuh.. Saat kita timpa dengan semuanya, aku tak tau apa yang akan terjadi padanya… Mungkin dia tak akan tertidur lagi tapi…”

“Aku tau…” kata Yoona lemah… “jadi apa kita akan memberitahu Kyuhyun dan Sooyoung?” tanya Yoona..

“Molla.. mereka sudah bahagia sekarang.. Jika Yuri melihat itu….” Minho tak meneruskan perkataannya…

“Kau juga tak akan menemuinya kan?” tanya Yoona..

“Mungkin.. Pada dasarnya aku dan Yuri tak sedekat aku dan Sooyoung saat itu… Jadi rasanya aneh saja jika aku tiba-tiba rajin menjenguknya…” kekeh Minho.. Yoona menatap Minho sebentar lalu dia kembali menatap kosong ke sembarang arah…

“Apa jika Yuri bahagia kesehatan Yuri akan terus meningkat?”

“Mungkin…”

“Apa jika kesehatannya meningkat kita bisa memberitahu semuanya pada Yuri?”

“Tentu…”

Yoona menghela nafas.. Dia mulai berdiri.. “Aku benci melakukan ini tapi… aku tak tahan melihat dan mendengar Yuri selalu menanyakan kedua orang itu… “

“Lalu? Apa yang harus kita lakukan? Membuat mereka menemui Yuri?”

Yoona menatap datar pada Minho..

“Mungkin kau tak akan setuju.. Kau tak akan bisa melihat sahabat yang paling kau cintai sedih, bukan? Sebenarnya aku juga tak yakin mereka mau membantu.. tapi tak ada pilihan lain..” kata Yoona dengan penuh penekanan pada semua perkataannya… Dengan penuh kebingungan apa yang harus di lakukannya sekarang, Yoona berjalan menjauh dari Minho..

Minho menghela nafasnya dan memijit kepalanya.. “Aku tau kau melakukan ini karena menyayangi Yuri.. tapi…” Minho memandang foto kecil yang rupanya selama ini ada di ruangannya.. Foto saat dia, Sooyoung, Kyuhyun dan Yuri bersama di sebuah festival.. Minho tersenyum memandang senyum Sooyoung di sana… “Kau apa kabar?” ucap Minho seolah berbicara pada foto itu… Minho menatap ponselnya.. ia ingin segera menelepon seseorang. Namun di urungkannya… Minho akhirnya memilih diam…

***

Kyuhyun tersenyum bahagia melihat Soohyun tertidur pulas.. Dengan gemas Kyuhyun mencubit pipi chubby milik Soohyun. Membuat tubuh mungil itu sedikit menggeliat. Hal itu kontan membuatnya mendapat omelan ekstra dari Sooyoung yang terlihat menyiapkan makan malam..

Kyuhyun dan Sooyoung terlibat obrolan kecil mereka sembari menikmati makan malam sederhana yang di buat oleh Sooyoung.. Kyuhyun terlihat sesekali menjahili Sooyoung yang di balas dengan  jitakan kesal dari anae-nya.

Mereka berdua berhenti sejenak dari kegiatan saat bell apartemen mereka berbunyi beberapa kali.. Sooyoung memutuskan untuk berdiri dan menuju pintu… Ia begitu terkejut saat melihat ke layar siapa orang yang datang.

“Yoona?” kata Sooyoung saat dia sudah membuka pintu. Sooyoung menatap heran pada Yoona yang berdiri mematung di depan pintu..

“………”

Sooyoung sedikit mengernyitkan keningnya saat Yoona hanya berdiri menatapnya…

“Yoona?”

Sekali lagi Sooyoung menyapa Yoona..

“Yoona? Ada apa?”

Hampa. Lagi-lagi hal itu yang di dapatkan Sooyoung..

“Aku…”

Sooyoung semakin di buat bingung oleh Yoona. Sampai akhirnya wajah Sooyoung mendadak menjadi khawatir.. Yuri! Tiba-tiba nama itu melintas di pikiran Sooyoung..

“Yoona?! Ada apa dengan Yuri?” tanya Sooyoung akhirnya dengan memegang pundak Yoona.. Yoona tersenyum paksa pada Sooyoung..

“Aku sungguh tak menyangka kau akan menanyakan itu..” Yoona melepaskan tangan Sooyoung dari pundaknya..

“Chagi ada apa?” Yoona menatap lurus pada seseorang yang tiba-tiba datang dan berada di samping Sooyoung.. Kyuhyun  melebarkan matanya melihat Yoona sudah ada di depannya..

“Aku tak ingin berlama-lama.. Mungkin awalnya aku sangat tak ingin memberitahu kalian tentang hal ini karena aku yakin ini juga bukan berita penting untuk kalian semenjak kalian memutuskan untuk mengkhianati Yuri.. tapi melihat kondisi Yuri aku sungguh harus mengatakannya pada kalian… Yuri sudah sadar…” jelas Yoona dengan menahan suaranya yang bergetar.

Serasa mencelos hati Sooyoung mendengar itu. Ia segera menatap Kyuhyun  yang terlihat menatap Yoona tak percaya..

“Dan dia ingin bertemu denganmu.. dan kamu!” kata Yoona dengan menunjuk Kyuhyun dan Sooyoung dengan telunjuknya… Melihat kebisuan dari kedua orang itu membuat Yoona sedikit menunduk…

“Sudah beberapa hari yang lalu dia sadar dan Yuri selalu menanyakan tentang kalian.. Hanya itu yang ingin aku sampaikan.. Annyeong..” Dengan tergesa Yoona akhirnya beranjak dari tempat itu.. Tangis Yoona sudah tak dapat di tahannya…

“Yoona.. Yoona… Tunggu!!” Kyuhyun nampak ingin mengejar Yoona. Namun, langkah Yoona yang begitu cepat membuat Yoona sudah menghilang dari pandangan Kyuhyun dan Sooyoung…

***

Soohyun masih tertidur dengan tenangnya. Sooyoung menatap sendu wajah Soohyun, wajahnya sangat mirip dengan sang Appa, tapi bibir aegi itu  sangat mirip dengan Eommanya. Sooyoung berbalik, melirik pada Kyuhyun yang tengah memandang keluar kamar melalui jendela.. Sooyoung diam.. Ia kemudian menatap gelang dengan bandul huruf  ‘S’ yang setia melingkar di tangannya..

“Apa kau akan pergi menemuinya?” tanya Sooyoung, memecah keheningan…

Kyuhyun tak bergeming… Ia masih bentah diam di tempatnya.. Sooyoung ikut terdiam…

“Aku…”

Kyuhyun menggantung kalimatnya.. Ia berpikir…

“Aku tidak akan menemuinya…” Sooyoung menatap Kyuhyun tak percaya… Kyuhyun tersenyum sendiri lalu Ia berbalik pada Sooyoung, sebentar, sampai Ia kembali menatap keluar jendela..

“Kenapa tidak? Kita semua sahabat kan?” Kini giliran Kyuhyun-lah yang menatap Sooyoung tak percaya…

“Anni… Aku tak mau…” kata Kyuhyun menggelengkan kepalanya..

“Waeyo? Kau takut menemuinya?”

Kyuhyun tertunduk.. “Aku… aku tak memiliki keberanian menemuinya.. aku tak bisa…” Kyuhyun sedikit terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dari belakang…

“Kita akan menemuinya, lalu memberitahu yang sebenarnya padanya besok.. .” kata Sooyoung dengan memper-erat pelukannya pada Kyuhyun. Sooyoung menyandarkan kepalanya pada punggung Kyuhyun.

“Apa kau yakin?” Sooyoung mengangguk tanpa merubah posisinya sekarang.. Kyuhyun akhirnya diam dan memegang tangan Sooyoung yang memeluknya dari belakang…

***

            Kyuhyun dan Sooyoung berjalan beriringan memasuki area rumah sakit… Kyuhyun memperhatikan setiap isi dari rumah sakit besar itu. Sudah tiga tahun Ia tak pernah menginjakkan kakinya di tempat ini.. Sooyoung mulai menyilangkan tangannya pada lengan Kyuhyun yang sedang menggendong Soohyun., membuat Kyuhyun yang tadi memperhatikan sekitar langsung melirik Sooyoung. Sooyoung tersenyum dan di balas lembut oleh senyum Kyuhyun..

Kyuhyun dan Sooyoung menghentikan langkah mereka saat melihat Minho berdiri di depan pintu yang di ketahui adalah ruangan perawatan Yuri. Minho nampak berbicara serius pada dua orang perawat..

“Minho?” panggil Sooyoung. Minho berbalik… Minho seketika terperanjat akan kehadiran kedua orang ini.

“Kalian?”

Kedua perawat itu akhirnya permisih pada Minho juga pada Sooyoung dan Kyuhyun….

“Kenapa tak memberitahu tentang kesadaran Yuri? Mengganti nomor ponsel sejak lama tanpa memberitahu kami?” tanya Sooyoung langsung pada Minho. Kyuhyun masih betah dalam diamnya sambil menggendong Soohyun yang baru saja terlelap…

“Mianhae..” hanya kata itu yang mampu di katakan Minho.. Minho memandang Sooyoung dan Kyuhyun bergantian.. “Kalian nampak bahagia sekarang… Aku sedikit senang melihat itu… Apa Yoona yang memberitahu kalian?”

Sooyoung dan Kyuhyun serentak mengangguk…

“Ne…” kata Sooyoung…

“Apa benar begitu?” tanya Kyuhyun dengan serius.. Minho tak langsung menjawab.. ia memilih diam sebentar dengan melirik kecil keadaan di dalam..

Minho membuang nafas beratnya dan segera memandang kedua sahabatnya itu..

“Minho.. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kyuhyun akhirnya…

“Mungkin fisiknya sudah mulai membaik sekarang. bahkan alat bantu pernafasan pun sudah di lepaskan.. tapi itu benar-benar tak menjamin batin-nya yang lemah menjadi kuat…. “

Sooyoung dan Kyuhyun nampak masih serius memperhatikan Minho..

“Selama sadar, dia terus membicarakan kalian.. Yuri sering khawatir dengan ujian yang akan berlangsung.. Khawatir akan kekasihnya dan khawatir akan sahabat-sahabatnya…” Minho menarik nafas panjang lalu membuangnya lemah. “Lebih tepatnya Yuri masih hidup di jaman delapan tahun yang lalu.. Bukan sekarang.. Psikisnya akan down jika dia tau yang sebenarnya..” kata Minho akhirnya dengan sedikit menyesal.

Kyuhyun mengeratkan gendongannya pada Soohyun. Pandangannya terhenti pada manik mata Minho… Sooyoung menggeleng pelan…

“Jadi maksudmu.. Kita tak boleh menjelaskan apa yang terjadi selama delapan tahun ini, termasuk…..” Sooyoung tak meneruskan pertanyaannya. Ia tau, Minho sangat mengerti apa yang di maksud olehnya..

“Tak ada yang bisa menjamin apa yang terjadi jika Yuri kembali down…”

Minho menatap Sooyoung lalu Kyuhyun. Ada kerinduan mendalam di hati Minho pada masa-masa saat Ia bersama dengan kedua sahabatnya ini..

“Mianhae.. Aku tak dapat menghindari hal ini. Bahkan, aku harus menyerahkan kembali perawatan Yuri pada Dr. Oh…” sesal Minho..

“Tidak…” Sooyoung dan Minho serentak memandang Kyuhyun.. Kyuhyun memandang lurus pada Minho… “Aku tak bisa menemui Yuri, Minho-ya.. Aku….” Kyuhyun diam.. Dengan pelan Ia mengalihkan pandangannya pada Sooyoung dan juga aegi kecil dalam gendongannya.

“Aku tak bisa memutuskan apa yang harus di lakukan.. Hanya saja aku minta.. Jangan ceritakan apapun pada Yuri.. Jangan..”

“Kalian berdua harus menemuinya…” Sooyoung, Kyuhyun dan Minho bersamaan menatap seseorang yang baru saja keluar dari ruangan Yuri…

“Aku sedikit bahagia saat Yuri kembali membuka matanya.. Setiap hari .. Sepanjang malam aku tak bisa tidur dan terus menemaninya yang masih lemah… Tapi bukan hal itu yang ingin aku sampaikan..” Yoona berjalan pelan mendekati Sooyoung dan juga Kyuhyun.. “Aku mohon.. Jangan ceritakan semuanya pada Yuri.. Dia sungguh-sungguh ingin bertemu dengan sahabat dan juga kekasihnya.. Jadi…” Yoona menutup mulutnya.. Ia sudah tak dapat menahan tangisnya yang sedari tadi memaksa untuk keluar dari ujung matanya.  Donghae yang kebetulan ada di samping Yoona segera mengambil alih tubuh Yeoja-nya dan membiarkan Yeojanya menangis dalam pelukannya…

“Tapi…” Kyuhyun terdiam dengan pandangan bingung..

Sooyoung menghapus kecil air matanya dan dengan cepat  mengambil Soohyun dari Kyuhyun…

“Temui dia…  Aku akan menunggu di sini…”

Kyuhyun memandang Sooyoung tak percaya…

“Chagi-ya, tapi…”

Minho akhirnya berdiri dengan cepat dan mengambil Soohyun dari Sooyoung…

“Kalian semua masuklah ke dalam.. Aku akan mengambil alih ini…” titah Minho akhirnya… “Hapus air matamu Yoong.. Kau juga masuk ke dalam…” timpal Minho menatap Yoona…

***

            Kyuhyun dan Sooyoung beriringan masuk ke dalam ruang perawatan Yuri. Bau obat tercium tajam di indra penciuman mereka. Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung. Ny. Kwon yang tadi nampak berbincang pada Yuri yang masih terbaring pucat mulai berbalik dan mendapati Kyuhyun dan Sooyoung yang baru saja tiba..

Sooyoung menutup mulutnya melihat wajah yang sudah lama sekali di rindukannya kini tengah memandangnya dengan senyum.. Kyuhyun terdiam… Ny. Kwon berdiri dan menutup mulutnya menahan tangis..

“Terimakasih telah datang…” ucap Ny. Kwon pelan saat melewati Sooyoung dan Kyuhyun.. Yoona mengambil alih tubuh Ny. Kwon dan mengelus-elus punggungnya…

“Kyuhyun?” ucap Yuri lembut saat melihat  Kyuhyun sudah ada di depannya.. Sooyoung melepaskan genggaman tangan Kyuhyun. Kyuhyun memandang Sooyoung. Sooyoung menggerakan kepalanya sambil tersenyum seolah meminta Kyuhyun untuk lebih dekat dengan Yuri.

Kyuhyun berjalan pelan mendekati Yuri.. Yuri nampak berusaha bangun dan ingin duduk, tapi Kyuhyun dengan cepat mencegah itu…

“Jangan duduk, Yuri-ya…”

“Gwenchana.. Aku sudah cukup baikkan, Kyu…” kata Yuri.. Kyuhyun akhirnya membantu Yuri untuk duduk dan menyandarkan Yuri pada sandaran tempat tidur pasiennya. Kyuhyun sedikit terkejut saat memegang punggung Yuri… Kyuhyun kini memperhatikan tangan Yuri.. Di ambilnya tangan itu dan di perhatikannya dengan seksama.

“Waeyo? Apa aku sangat terlihat kurus?” heran Yuri… Kyuhyun tersadar dari pemikirannya dan memandang wajah Yuri.. Yoona mengalihkan pandangannya dari hal itu.. Sooyoung masih betah mematung.

“Aku sangat senang kau datang menjengukku.. Aku sempat berpikir kau tak akan pernah datang menemuiku lagi..”

“Mianhae…” sebuah kata berhasil Kyuhyun keluarkan…

Yuri tersenyum dan menatap Kyuhyun..

“Anni.. Kau tidak perlu minta maaf padaku.. Akulah yang salah tidak berhati-hati saat menunggumu.”

Menunggu.. mu… Hati Kyuhyun mendadak berat mengingat hal itu.. Di kuatkannya genggaman tangannya yang sedang tertaut pada tangan Yuri..

“Pertemuan dengan pengarang buku itu sudah berakhir.. Saat aku masuk sekolah nanti, pasti akan di sibukan dengan ujian akhir..” Kyuhyun melebarkan matanya.. Ia memandang Sooyoung, Yoona dan Ny. Kwon bergantian, seolah mencari sebuah jawaban…

Kyuhyun dengan cepat mencoba menatap Yuri. Yuri tersenyum hangat pada Kyuhyun. lalu menunduk sedikit.. Ia merona di balik wajah pucatnya… “Mungkin ini sedikit terlambat.. tapi, Happy Anniversary untuk dua bulan hubungan kita yang saat itu tak dapat ku ucapkan…” Kini Yuri sukses membuat Kyuhyun terpojok dan tak tau harus melakukan apa… Sooyoung memutar bola matanya, menahan air mata… Yoona terus mengelus punggung Ny. Kwon yang sepertinya sudah tak mampu menahan air matanya…

Kyuhyun tertunduk dengan memegang tangan Yuri.. Ia tak mampu memandang Yeoja di depannya.. Yuri memiringkan kepalanya, ia memandang heran Kyuhyun..

“Kyu? Apa kau tak senang dengan perkataanku tadi? Kau marah padaku, ne?” Kyuhyun segera mengangkat kepalanya dan menggeleng kuat…Ia segera meraih tubuh Yuri dan memeluknya..

“Mianhae! Mianhae! Mianhae!” tangis Kyuhyun kini pecah… Yoona segera membawa Ny. Kwon keluar.. Ia benar-benar tak bisa menahan air matanya sekarang.. Sooyoung termangu dengan apa yang di lakukan Kyuhyun di hadapannya…

“Kyu? Kenapa menangis? Tolong jangan menangis.. Aku.. Aku juga akan ikut menangis jika kau seperti ini…” kata Yuri dengan suara bergetar nan pelan.. Kyuhyun terus memeluk Yuri.. Bayangan wajah Yuri dan kenangannya bersama Yuri sampai kecelakaan itu terjadi seolah kembali di reply  di benak Kyuhyun…

Yuri tak sengaja memandang Sooyoung..

“Sooyougie?” Sooyoung segera menatap Yuri. Jujur di hati Sooyoung, ia sangat merindukan panggilan itu..

“Ne, Yuri-ya?” sahut Sooyoung.. Hati Sooyoung remuk saat melihat senyum penuh ketulusan  dari Yuri untuknya..

“Terimakasih sudah datang menjengukku.. Aku tak sabar ingin segera sembuh.. Turnamen itu.. Apa aku masih sempat menontonnya??” Runtuh sudah pertahanan Sooyoung. Air matanya sukses mengalir melalui pipinya.. Sooyoung menghapus air mata itu cepat lalu berjalan mendekati Yuri..

“Cepatlah sembuh.. Arra?” kata Sooyoung sembari mulai memeluk Yuri.. Sooyoung menatap Kyuhyun yang tertunduk di samping tubuh Yuri..

Di luar, Donghae menatap kejadian itu sendu bersama Minho yang sedang menggendong Soohyun…

“Apa benar seharusnya begini, Minho?” tanya Donghae pelan…

“Sejujurnya aku tak tau apa yang harus di lakukan.. Mungkin ini benar, tapi bisa saja ini juga sangat salah..” sahut Minho..

***

            Sooyoung dan Kyuhyun duduk dalam diamnya saat mereka sudah berada di apartemen. Mereka diam seolah tak ada yang berani memulai satu pembicaraan…

“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” mulai Sooyoung. Kyuhyun memandang Sooyoung sebentar  lalu Ia kembali menatap entah kemana..

“Molla…” sahutnya…

“Sebenarnya yang akan kau lakukan sudah jelas.. Kau akan selalu mengunjungi Yuri untuk menjadi namjachingunya.. Sedangkan aku, akan terus menyembunyikan Soohyun…” ujar Sooyoung penuh penekanan pada kata namjachingunya.. Kyuhyun hanya bisa diam, tanpa bermaksud ingin membalas perkataan Sooyoung..

“Mungkin aku akan pergi untuk menjenguknya lagi.. Aku merasa itu adalah tanggung jawabku…” Sooyoung sontak menatap Kyuhyun…

“Apa kau masih mencintainya?”  Kyuhyun memandang Sooyoung. Lama mereka saling bertatapan tanpa ada pembicaraan sedikit pun, sampai akhirnya Sooyoung berdiri lalu berjalan menuju kamar.. Meninggalkan Kyuhyun yang masih diam dalam dunianya…

Sooyoung berjalan menuju balkon kamarnya.. Ia membiarkan angin malam menerpa wajahnya.. Menerbangkan rambut-rambut panjangnya…

Kenangan beberapa tahun yang lalu kembali bermain di ingatan Sooyoung… Tak ada yang berubah dari fisik Sooyoung, hanya keadaanlah yang berubah.. Ya.. keadaan….

“Rasanya sungguh tidak adil Yul… Tidak adil untukku. Tak adil pula untukmu .. Kenapa takdir begitu kejam pada kita?”

***

            Yuri memandang keluar jendela dari tempat tidur rumah sakit ini.. Yuri terus menerawang keluar jendela.. Yuri bergerak perlahan memandang tangannya.. tulang-tulang tangannya sedikit terlihat dari balik kulit pucatnya.. Yuri menggerak-gerakan tangannya sedikit kaku.. Namun, tak sekaku kedua kakinya yang benar-benar sangat ngilu bila Ia berusaha menggerakannya..

“Yul? Kau masih bangun?” Yuri segera mengalihkan pandangannya saat mendengar pintu ruangannya berbunyi dan kini sosok Yoona sudah ada di depannya…

“Yoona? Kau tak istirahat?” tanya Yuri. Yoona menggeleng dan langsung duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Yuri..

“Aku akan menemanimu malam ini…”

“Mana bisa begitu.. Kau kan besok sekolah? Bukankah kau juga harus mempersiapkan turnamen taekwondo-mu dan juga waktu untuk mempersiapkan Ujian tinggal sebentar lagi..” Yoona terdiam akan perkataan Yuri.. Ah, dia hampir lupa jika Ia masih ber-status pelajar di mata Yuri.. Yoona menggaruk lehernya yang tak gatal itu..

“Aku hanya ingin menemanimu Yul.. Ahjumma ada pekerjaan yang harus segera di selesaikannya.. Kau tenang saja.. Aku akan pulang pagi dan berangkat sekolah dengan cepat!” ucap Yoona meyakinkan Yuri.. Yuri akhirnya tersenyum..

“Gomawo, Yoongie…” kata Yuri. Yoona ikut tersenyum melihat senyum Yuri.. tanpa sadar Yoona memeluk Yuri…

“Aku menyayangimu, Yuri-ya…” Yuri sedikit heran. Namun sedetik kemudian dia membalas pelukan Yoona..

“Aku juga sangat.. sangat.. sangat menyayangimu…”

***
Kyuhyun terlihat baru saja memasuki rumah sakit. Di tangannya sudah ada sebuket bunga yang baru saja di belinya saat berjalan dari kantornya menuju kemari… Sebelum kemari, Kyuhyun juga sempat berganti pakaian.. Ia sudah mengatakan hal ini pasa Sooyoung sebelumnya. Hari ini, Ia kembali menjenguk Yuri..

            Kyuhyun sudah sampai di depan ruangan Yuri.. Dengan ragu Ia mulai membuka pintu itu… Hal pertama yang menyambut Kyuhyun adalah Yuri yang sedang duduk menyandar di tempat tidur pasien seorang diri.. Yuri yang tadi membaca buku kini langsung memandang ke arah pintu.. Yuri tersenyum mendapati Kyuhyun sudah berjalan pelan menuju ke arahnya..  Kyuhyun meletakan bunga yang di bawanya tadi pada sebuah vas bening berisi air…

“Yeppeo.. Gomawo..” kata Yuri.. Kyuhyun tersenyum lalu duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Yuri..

“Gomawo untuk?”

“Untuk bunga itu dan untuk kedatanganmu kembali…” sahut Yuri..

“Kalau begitu aku ucapkan cheonma, hehe.. Bagaimana keadaanmu?”

“Kian membaik… Hanya saja, kakiku masih tak bisa di gerakkan…” jawab Yuri.. Kyuhyun mengangguk.. Suasana menjadi hening.. Kyuhyun tak tau harus berkata apa lagi.

“Bagaimana dengan persiapan ujianmu?” tanya Yuri. Kyuhyun tercekat oleh pertanyaan Yuri.

“Ujian?”

Yuri mengangguk..

“Ne.. Ujian. Kau.. Universitas mana yang kau pilih?” Kyuhyun menggerutu sendiri di dalam hati.. Benar.. Di hadapan Yuri, Ia adalah seorang pelajar SMA…

“Aku akan pilih Universitas yang sama denganmu…”

Yuri sedikit merona dengan perkataan Kyuhyun…  Kyuhyun terpaku melihat wajah Yuri.. Tak ada yang berubah sedikit pun dari wajah  itu.. Wajah yang sudah lama tak di lihatnya.. Wajah yang sejujurnya masih di rindukan Kyuhyun..Wajah Yeoja yang pernah memenuhi hatinya.. Wajah itu… Kenangan demi kenangan Kyuhyun dan Yuri berputar di pikiran Kyuhyun, seperti déjà vu.. Tanpa sadar. Kyuhyun mendekati wajahnya pada kening Yuri.. Di kecupnya singkat kening itu.. Sesuatu yang dulu sering di lakukannya saat Yeoja ini tertidur untuk waktu yang lama..

Seketika bayangan Sooyoung dan Soohyun melintas di benak Kyuhyun.. Ia terdiam.. membuat Yuri heran pada sikap Kyuhyun.. Ke-bingungan Yuri akhirnya terhenti saat Dr. Oh bersama dua orang perawat datang untuk memeriksa Yuri.. Kyuhyun menjauh, memberikan ruang pada dokter dan perawat itu.. Dengan lembut Ia meminta izin pada Yuri untuk menunggu di luar…

“Terimakasih sudah melakukan yang terbaik…” Kyuhyun sedikit tersentak saat mendapati Yoona sudah berdiri di depannya.. Tanpa berkata apa-apa lagi Yoona segera berlalu melewati Kyuhyun dan segera masuk ke dalam ruang perawatan Yuri..

“Kyu?”

Kyuhyun berbalik dan kini Ia mendapati Minho dengan seragam putihnya. Kyuhyun mencoba menyunggingkan senyum kecil dan menghampiri Minho..

“Ingin minum kopi?” tawar Minho.

“Boleh…” sahut Kyuhyun..

***

            Minho dan Kyuhyun duduk saling berhadapan dalam hening di cafeteria rumah sakit.

“Kyu.. Apa kau yakin akan menjenguk Yuri setiap hari?” tanya Minho setelah selesai menyeruput kopi-nya yang masih terlihat hangat.

“Sejujurnya aku tak tau apa yang harus ku lakukan…”

“Aku tak tau.. Sebagai Dokter, aku berharap kau bisa menjenguk Yuri setiap hari dan membantunya pulih tapi sebagai temanmu dan Sooyoung, aku….” Minho diam.. Menggantungkan kalimatnya. Kyuhyun membuang nafas dan bersandar pada kursinya…

“Ini seperti tanggung jawab yang harus ku hadapi, bukan? Aku lah yang sudah menyebabkan kecelakaan itu.. Andai saja aku….” Kyuhyun menghentikan perkataannya saat Minho meletakan kasar gelas kopinya…

“Jangan selalu mengungkit kesalahan masa lalu… Sekarang yang perlu kau perhatikan adalah langkahmu dan juga… Hati Sooyoung…” Kyuhyun menunduk…

“Kau benar… Sooyoung dan Soohyun…” Kyuhyun menerawang ke atas… Sedangkan Minho kembali memandang kopinya yang masih mengeluarkan gumpalan putih..

***

            Sooyoung duduk diam memandang Kyuhyun yang sedang bersandar di balkon kamar mereka.. Sejak Yuri sadar. Kyuhyun jadi lebih banyak diam dan terkesan linglung.. Sooyoung meletakan Soohyun yang tertidur dengan pelan.. Sooyoung akhirnya berdiri dan mendekati Kyuhyun..

“Chagi?”

“Uhm?” sahut Kyuhyun cepat, tanpa berbalik.. Sooyoung ikut bersandar dan berdiri tepat di samping Kyuhyun..

“Ada apa dengan bintang hari ini? Sepertinya kau selalu melihatnya…”

“Tadi aku menjenguk Yuri…”

“Lalu…”

“Aku tak bisa mengatakan semuanya pada Yuri.. Dia benar-benar seperti baru tertidur beberapa minggu..Bahkan dia menanyakan bagaimana persiapan ujian kita…” Sooyoung diam…  “Aku rasa aku harus terus menjenguk Yuri.. tentu saja ini sebagai bentuk tanggung jawabku..”

Kyuhyun sedikit terkejut saat Sooyoung segera merapatkan dirinya pada. Sooyoung memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat, seakan tak ingin melepaskannya..

“Apa aku tak akan kehilanganmu?”

Kyuhyun dengan cepat melepaskan Sooyoung dari pelukannya..

“Apa Kau tak memperbolehkan aku melakukan ini, Chagi-ya?” Sooyoung menggeleng dan tersenyum lirih..

“Sejujurnya aku lah yang berhak bertanggung jawab padanya.. Seandainya aku tak menahanmu untuk melihat stand pernak-pernik itu mungkin saja….” Sooyoung menghentikan perkataannya saat bibirnya di tahan oleh bibir Kyuhyun… Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya dari bibir Sooyoung dan menatap anaenya dengan lembut…

“Kau sama sekali tidak bersalah dalam kecelakaan itu Chagi…  Aku hanya bertanya, apa kau memperbolehkanku menjenguk Yuri?”

Sooyoung terdiam sejenak sampai akhirnya dia mengangguk lemah…

“Hanya sampai kondisi Yuri memungkinan dan kita akan memberitahunya tentang ini semua… Walau pun resikonya.. Yuri akan membenciku nantinya..” Kyuhyun akhirnya menarik kembali Sooyoung ke dalam pelukannya.. Hatinya benar-benar ragu sekarang, tapi Kyuhyun sudah memutuskan… Sooyoung menenggelamkan kepalanya di dada Kyuhyun. Ia menangis tanpa suara…
Aku harap aku bisa terus bersamamu, Kyu-ah…

***

            “Apa boleh begini, Minho?”  tanya Yoona pada Minho yang terlihat sedang membaca laporan kesehatan Yuri.. Ia akhirnya menutup berkas itu dan memandang jauh keluar jendela..

“Dari catatan Dr. Oh, kesehatan Yuri terus membaik.. Sudah hampir dua minggu dia sadar, kesehatannya terus meningkat…”

“Tentu saja kesehatan Yuri membaik.. Kyuhyun selalu datang untuk menjenguknya.. Kebahagian semu…” Yoona mengetuk-ngetuk-an telunjuknya pada meja kerja Minho… Donghae hanya mampu terdiam di samping Yoona… Pekerjaan kantor sungguh membuat Donghae lelah, tapi sepertinya dia tak segan untuk langsung ke rumah sakit menemani Yoona.

“Jika kebahagiaan semu itu cukup membuat kondisi Yuri membaik.. Tak ada pilihan lain selain membiarkan itu…”

“Lalu sampai kapan?”

“Kita akan memberitahunya setelah keadaan memungkinkan…” Yoona akhirnya berdiri dan berjalan pelan menuju jendela. Ia menarik nafas lelah dan menghembuskannya…

“Aku hanya sedikit tak tahan dengan keadaan ini.. Mendengar cerita bahagia Yuri selepas Kyuhyun menjenguknya juga Yuri yang selalu bertanya tentang Sooyoung yang tak kunjung menjenguknya..” Minho berdiri dan mengambil jaket tebalnya…

“Kau harus mengerti Yoona.. keadaan ini mungkin juga berat bagi Sooyoung.. Ia tak akan mungkin sanggup menemui Yuri…”

“Ya itu semua karena salahnya yang mengkhianati Yuri…”

“Tolong jangan katakan Ia mengkhianati Yuri…” kata Minho tanpa memandang Yoona..

“Kau mencintainya oleh karena itu kau selalu membela Sooyoung…” balas Yoona tak mau kalah.. Yoona memutuskan untuk berlalu dari ruangan Minho.. “Bahkan sepertinya kau memutuskan menjadi Dokter dan mengambil alih perawatan Yuri hanya untuk menebus kesalahan Sooyoung pada Yuri,’kan? Ck.. Aku benar-benar tak mengerti, bagaimana hubungan persahabatan menurutmu, Sooyoung dan Kyuhyun… Semua ini sungguh akan menyakiti Yuri…” ucap Yoona sebelum Ia benar-benar pergi mengajak Donghae meninggalkan ruangan Minho yang termangu akibat perkataan Yoona..

“Bukan seperti itu.. Ah jinjja… Ini pasti juga berat untuk Sooyoung…. Pasti…” Minho menyambar kunci mobilnya dan segera berlalu dengan cepat…

***

            Yoona berjalan dengan kasar menuju ruangan Yuri. Yoona hendak membuka pintu ruangan itu, namun niatnya terhenti ketika melihat Kyuhyun sedang tersenyum hangat sembari memegang tangan Yuri.. Yoona memegang dadanya saat melihat Yuri bercerita dengan bahagianya pada Kyuhyun.. Tangannya mengepal. Ia akhirnya memutar badannya dan berjalan menjauh dari ruangan Yuri…

“Yuri-ya..Aku sungguh minta maaf.. Jeongmal mianhae.. Andai saja aku tak terlambat waktu itu pasti kejadian ini….”

“Sstt…” Yuri menahan bibir Kyuhyun dengan telunjuknya… “tak ada yang perlu di salahkan.. Aku sudah melupakan kejadian itu…”

Yuri tertunduk, membuat Kyuhyun heran… “Ada apa, Yuri-ya?” tanya Kyuhyun..

“Sebenarnya ada satu yang sedikit ku sesalkan..”

“Yang kau sesalkan? Apa itu?” Yuri mengangkat kepalanya lalu tesenyum pada Kyuhyun..

“Kenapa kau serius sekali, uhm? Yang aku sesali hanya aku tak sempat bertemu dengan pengarang bakemonogatari itu… tapi gwenchana.. Sekarang aku hanya sedikit penasaran pada  cerita buku itu.. Ah jinjja.. Semoga masih bisa di temukan…” Yuri sedikit heran saat Kyuhyun diam ..

“Kyu?” panggil Yuri… Kyuhyun tersentak kaget saat Yuri memanggilnya.. Ia akhirnya melirik jam dan kebetulan jam sudah menunjukan pukul 22.00…

“Ah, aku rasa aku harus pulang.. Kau harus istirahat Yuri-ya… Selamat malam…” Yuri terdiam melihat sikap Kyuhyun. Yuri menahan tangan Kyuhyun..  Kyuhyun melirik tangan itu sebentar lalu Ia memandang Yuri.. Yuri segera melepas tangan itu dan Ia sedikit tertawa kaku..

“Apa yang ku lakukan.. Pulanglah.. Hati-hati…” kata Yuri tanpa melihat Kyuhyun..

Kyuhyun mengangguk lalu segera berjalan meninggalkan Yuri.. Kyuhyun menutup pelan pintu ruangan Yuri dan Ia sedikit memaksakan sebuah senyum saat melihat Minho di depannya…

“Jangan keterusan, Arra?” kata Minho sembari menepuk-nepuk pundak Kyuhyun kemudian Ia berlalu…

***

            Sooyoung mengeratkan gendongannya pada Soohyun. Dengan menggunakan jaket tebal, Sooyoung membawa Soohyun menyusuri kota Seoul yang sedang di selimuti terangnya lampu-lampu yang menyala pada malam hari.. Sooyoung berhenti saat melihat sepasang baju balita yang di pajang di sebuah toko dengan kaca bening.. Hanya sebentar sampai Sooyoung kembali melanjutkan jalannya…

“Soohyun-ah.. Lihatlah.. sangat ramai, eoh? tapi… kenapa eomma merasa kesepian?” ucap Sooyoung pada Soohyun.. Soohyun menyambut perkataan Eommanya dengan sebuah ocehan tak jelas, membuat Sooyoung segera mencium aegi-nya itu dengan gemas..

Sooyoung akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya…

Sooyoung berhenti…  Matanya nanar menatap sebuah toko yang menyediakan beberapa perlengkapan olahraga.. Raket tennis.. Itulah obyek yang di fokuskan oleh mata Sooyoung…

“Ya! Choi Sooyoung! Jika kau selalu bolos berlatih dan tidak sering mendapat konsentrasi, kau tak akan mungkin bisa memenangkan turnamen itu! bahkan untuk membuat sekolah mempercayaimu  saja mungkin susah!”

“Turnamen, uh’?” Sooyoung akhirnya menyunggingkan senyum lirihnya saat kilasan perkataan Park-songsaenim  terngiang di telinganya.. Kejadian itu sudah lama… Mungkin sekitar delapan tahun yang lalu.. Tepatnya saat masa-masa dimana Yuri baru saja mengalami koma.. Walau sudah lama, tapi kejadian itu merupakan salah satu kejadian yang sangat membekas di hati Sooyoung.

“Akhirnya aku menemukanmu…” Sooyoung sontak berbalik. Ia sedikit tersenyum saat mendapati Minho sudah berada tak jauh dari tempatnya berada…

“Selamat malam. Dr. Choi!” kata Sooyoung mencoba bersikap biasa.. Minho mulai mendekati Sooyoung dan mengacak rambut Sooyoung yang sedang terikat rapi itu. Membuatnya sedikit berantakan..

“Ya! Jinjja! Apa yang kau lakukan setelah sekian lama tak bertemu denganku, eoh?!  Jika aku tak menggendong Soohyun aku pasti sudah akan membalasmu…” gerutu Sooyoung.

“Jangan paksakan sebuah senyum jika kau ingin menangis..”

Sooyoung sedikit memanyunkan bibirnya kesal pada Minho . Minho hanya mengulum senyum melihat tingkah Sooyoung dan mengambil alih Soohyun yang tertawa kecil melihat Minho..

“Ya! Kau mau kemana?” Sooyoung mencoba menyamakan langkahnya dengan Minho yang mulai berjalan kecil membawa Soohyun….

“Tentu saja berjalan-jalan…” Sooyoung tertegun sebentar oleh perkataan Minho. Sampai akhirnya Sooyoung menghentikan langkahnya..

“Kenapa?” Minho berhenti. Ia berbalik. Ia sedikit heran pada Sooyoung yang tiba-tiba menunduk…

“Sooyoung?”

“Waeyo? Aku sudah menyakitimu, Minho-ya.. Kenapa kau masih baik padaku? Bahkan setelah aku tak pernah menemuimu lagi dalam waktu yang tak sebentar..”

Minho termangu melihat air mata yang kini sudah menghiasi manik mata Sooyoung. Dengan sangat lembut Minho mendekat dan menghapus air mata itu dengan Ibu jarinya…

“Sudah lama memang kita tak bertemu.. Tapi, kau tetap sahabat terpentingku…”

Sooyoung memajukan bibirnya sedikit dan menghapus kasar air matanya sendiri.. “Babo-ya!” ketus Sooyoung sembari berjalan meninggalkan Minho.. Minho mengulum senyumnya dan dengan sabar mengikuti langkah Sooyoung sembari menggendong Soohyun..

***

            Yuri diam.. Memandang bintang-bintang malam melalui jendela kamar rawatnya yang sengaja terbuka.. Angin malam ini begitu sejuk pikir Yuri…

Yuri kembali memperhatikan tangannya… Seperti kurang gizi atau mungkin ini pengaruh obat yang di berikan selama dia tak sadar, pikirnya… Yuri akhirnya mencoba menggerakan kakinya.. Ia sedikit merintih pelan saat merasakan ngilu pada kakinya.. Ia bernafas pasrah dan kembali menatap keluar jendela..

“Aku rasa ada yang salah denganku.. Dengan mereka..  Dengan waktu yang terasa begitu cepat.. Aku.. sepertinya sudah sangat jauh tertinggal… tapi tertinggal oleh apa?” ucap Yuri pelan…  Yuri memperhatikan sekelilingnya.. Tak ada kehidupan.. Yoona mungkin sedang keluar.. Eommanya mungkin masih mengurusi pekerjaan.. Di sini, Yuri hanya sendiri. Bersama detik jam yang berdetak cepat tanpa ada kalender tentunya… Dengan pelan Yuri menyentuh rambutnya….

“Seperti ada yang berubah.. tapi apa?” gumam Yuri pelan….

***

 HeHeHe.. HeHeHe… Makasih udah baca sampai sini.. Jika ada yang menemukan typo atau kata ga jelas, harap di maklumi.. hehe… 

Di tunggu Komen + Sarannya, ya… Makasih buat Ekha eon lagi buat poster barunya :p .. Buat semuanya juga #Kecup😉

@yuuripico26

100 thoughts on “Eternity Wish (PART II)

  1. choi nana Januari 19, 2014 pukul 4:30 am Reply

    asyiiik duo epil udh nikah. semoga soohyun ga ketularan epil

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 4:44 am Reply

      Amin.. epil-nya nular ke Nana ni sepertinya😛

  2. 200798yulika Januari 19, 2014 pukul 4:32 am Reply

    Wahh kece ini ff menguras air mata.. Kasihan Yuri koma ampe 8 tahun pas sadar pacarnya sudah menikah dgn sahabatnya.. Lanjutannya jangan lama2 yoo..

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 4:45 am Reply

      huhu :’)
      ia insyaAllah ga lama..🙂 makasih ya😀

  3. Rusmayanti1259 Januari 19, 2014 pukul 4:36 am Reply

    Celingak celinguk dulu, kira2 komen yang keberapa yah?? Anyeong Pico… Noona yeoppo mau komen ne.. #pletak

    Huwaaa, akhirnya cepet juga lanjutannya.. jadi enak… Yuri tidurya lama ne.. duh ga nyangka ma lanjutannya bakalan kaya gini.. kaget banget, tiba2 Soo ma Kyu nikah punya anak, Yul juga koma 8 th aku kira udah langsung gitu.. tp ga.. syukurlah.. Yoong bae banged emang sahabat sejati banged buat Yuri.. Suka banged ma karakter Yoong disini, rela menunggu sahabatnya, ampe ngorbanin Donghae Oppa,, keren YoonYul daebak.. Minho jadi DR ne. Dr Choi, Dokter cintanya aku gitu# d gerus Pico.. over all aku suka ma lanjutannya Pico, sumpah FF nya keren euy, makin menarik dah pokoe mantep.. makin ga sabar nunggu lanjutannya.. jangan lama2 lagi ne lanjutannya, nanti di ambil orang.. # lagu dangdut Pico.. wkwkwkwk..

    Panjang banged ne Pico komen gaje nya kaya sambutan panitia 17 Agustusan, wkwkwkwk.. di tunggu lanjutannya Pico.. FFnya udah bagus banged.. Hwaiting.. acung jempol imut sepuluh buat Pico.. wkwkwwkw.. wasalam

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 4:54 am Reply

      Hayyo komen keberapa? hehe dan Halmoni kembali memfitnah diri sendiri😄
      iya Yoong kece dah.. T.T rela bgt nunggu Yul.. Haeppa smpe gitu,, :’)
      Haha Dr. cintanya Halmoni.. bkan pico yg gerus, tp bininya😄.. hehe makasih Halmoni.. haha siapa di ambil orang? Soo Man? gpp deh Halmoni kalau dia mw d ambil org :3

      wkaka sambutan Bu RT ni… tp pico suka si yg panjang2 :p
      siap Halmoni! makasih neee…… waduh jempol halmoni besar2… ga da yg imut.. #eh.. mian halmoni.. Wassalam😀

      • Rusmayanti1259 Januari 21, 2014 pukul 12:29 pm

        Wkwkwkwkw, Pico suka yang panjang2.. hemmmm, sama aku juga.. eh.. (mulai ini mah otak koslet) wkwkwk..

        Pico bener ne lanjutanya ga lama.. asik.. di tunggu ah.. dua jam lagi pan di postnya.. wkwkwwkw..

      • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:11 am

        Halmoni mah ga ush d tanya… emang suka yg puanjaaanggggggg bener…..
        dua jam? haha dua jam? haha dua jam? haha.. #di_geplak…. bln depan lanjutannya halmoni… wkaka..

  4. kimikakyuri Januari 19, 2014 pukul 5:31 am Reply

    Akhhh eonni knp mengiris sekali ini ff ,, aduhh beneran lohh aku ngeluarin air mata ,, aduh2 gmn ini aku gemetar terus kayak pacar aku yg di rebut sma tmn aku sndiri !! Yuri ah hwaithingg yaaa ,, semoga kau cepat sembuh dan kebenerannya cepet terungkap,, eonn jangan minyul dong aku lgi gk suka nihh sma minong ,, tambahin cast baru aja ,, siwon sj atau slh stu mmber exo ,,

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 6:29 am Reply

      cup cup.. mianhae ne :’)
      wahhh.. prnah ngalamin itu saeng? sabar ne..😥
      kenapa atuh sama minong?😀

  5. EKHA_LEESUNHI Januari 19, 2014 pukul 5:44 am Reply

    Berkali2 baca part ini saiia mewek ga brenti2. Part pas kyu meluk yuri dihadapan soo sumpah tu nyesek bgd bgd bgd. Gmana coba perasaan soo saat itu. Apalagi kyu. Apalagi yul klw seandainya dy tw yg sbnernya huwaaaaa. Karakter minong masih membingungkan dsini. Alasan dy ambil alih perawatan yuri apa benar cuma gegara soo? Ahh part 3 jebal kwkwkwkw

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 6:36 am Reply

      itu part buatnya juga galaunya minta ampun eon.. aaa nyesek juga… semuanya serba salah di sana…
      Itu minong msh tanda tanya besar.. :’) aaa di tunggu part 3 ne eon.. gomawo udh sering temenin sharing2.. xixi #kecup..

      • EKHA_LEESUNHI Januari 19, 2014 pukul 5:03 pm

        hahah kajja kajja part 3 jeball wkwkwkwk

  6. EKHA_LEESUNHI Januari 19, 2014 pukul 5:46 am Reply

    ada yg lupa. Posternya keren wakakakakakakka #plakk

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 6:36 am Reply

      xixixi.. di buatin sama Eyun.. kece, kan?😛

      • EKHA_LEESUNHI Januari 19, 2014 pukul 5:04 pm

        kece bgd besok minta bkinin juga ah sama eyuun wkwkwkw

  7. Devy isnainy Januari 19, 2014 pukul 6:26 am Reply

    ksian liat yul eon koma smpe slma itu ;( aplgi nnti klo tau kyu sma soo udh nikah . . ???

    next part di tnggu eon😉

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 6:38 am Reply

      hehe wokeh saeng.. di tunggu ya😉

  8. Nikita Tirta Januari 19, 2014 pukul 6:32 am Reply

    Next Part Please…Poor Yuri rasa nak marah pda Kyuyoung dan kenapa dgn Minho?Pelik..

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:03 am Reply

      jangan marah sama KyuYoung ne unnie😀 xixi next😀

  9. Baek Lina is Yurisistable Januari 19, 2014 pukul 7:10 am Reply

    I love you full thor, akhrx ada lanjutannya. tp, nyesek certx. kyuSoo penghianat…!!!

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:04 am Reply

      love you too :p
      duh kaya kata Minong, mereka bukan seperti itu..🙂 #eaaa

  10. Anisa Sinta Keisha Januari 19, 2014 pukul 7:19 am Reply

    kerennn eonnn😀 . Berderai air mata bacanya. Di lanjut eon, jangan lama2 kekeke😀

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:05 am Reply

      huhu u,u
      hehe insyaAllah saeng😀

  11. uzh_joon Januari 19, 2014 pukul 7:26 am Reply

    ini part 2 kelewat nyeseg sumvah,,, huweeeee…. gak tega liat yulnie kya gtu.. ngenes banget nasib’y yulnie😦 …. kyu ma soo, minong jga ska soo. la yulnie? ngenes dach… salut ma yoonhae, awet tentrem , he he…
    ff’y bkin mewek truz eon… tnggung jwab pico eonni ?…
    d’tunggu next part ya eon:-)

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:26 am Reply

      yoonhae langgeng ne.. xixi..
      huaaa kabur ahhh T.T
      hehehe… di tunggu ne😀

  12. qintazshk Januari 19, 2014 pukul 7:27 am Reply

    kasian Yul nya, itu knapa lama amat sampe 8 thn??
    huwaaaa, itu jahat kyusoo nya..
    kenapa jg mInho nya ga muncul aja sekedar jenguk Yuri..

    eon, buat Yul tau aja apa yg terjadi.. kasian😦

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:29 am Reply

      T.T
      mungkin minong ga enak.. kan emang dia ga terlalu dket ama Yul :’) hehe
      ga tega saeng T.T huhu

  13. MY1259 Januari 19, 2014 pukul 7:44 am Reply

    Gatau kenapa aku ngarep ff ini berakhir dengan MinYul /?

  14. Disha Yurisistable Januari 19, 2014 pukul 7:54 am Reply

    Sumpah eonnie.. Banjir nih air mata..!!😥 Kyuppa sama soo eoonnie jahat..!! Khianat’in yulnnie.. Ff nya keren, lanjutkan eonnie😀

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:31 am Reply

      huaaa u,u
      makasih saeng… siap di lanjut😀

  15. YhyeMin_ Januari 19, 2014 pukul 8:29 am Reply

    kerennn pico eönnie,,konfliknya rumit bgtt,ah gmna nanti ya kalo yuri tau kyuyoung menikah*hahaha meskipun rada nyesek sih soalnya aku kyuri shipper juga ck..siapa yg nanya/pletakkk/
    D tunggu lanjutannya eonnie fighting^^

    • yuuripico26 Januari 19, 2014 pukul 9:32 am Reply

      makasih saeng… haha ngetiknya jga rumit :’)
      di tunggu ne saeng.. Gomawo :’)

  16. sucinovitas Januari 19, 2014 pukul 9:30 am Reply

    Sedikit kecewa kyu ama soo, next next yaaaa ditunggu kelanjutannya🙂

  17. imasari Januari 19, 2014 pukul 9:56 am Reply

    Wah, rumit ceritanya. Agak gak tega gitu bacanya.
    Paling suka karakter dan pemikiran yoona. Apa lgi pas dia nyindir minho sm sooyoung. Ibarat pistol, kena sasaran. Haha.

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 1:55 am Reply

      hehe ia Yoong sindirannya ngena banget >.<

  18. shin ayumi Januari 19, 2014 pukul 12:53 pm Reply

    OMG eon telaaatt bacas nyaa..
    ini sungguh menyakitkaan,sediiih bgt.
    sooyong jahaatt,kyuhyun jgaa..
    T.T pokook’a sediihh,huaahhh
    kasiiiiaaan bgt yaa yurii.
    aduh eon ga bisa ngomong apa” lg.
    eon malh lg mikir part selnjut’a g mana.
    hahahaaa

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 1:56 am Reply

      yahh eon mah pake telat:/
      hehe sama saeng jga lg mikir episode selanjutnya gmn😛

  19. ashley_vahrio Januari 19, 2014 pukul 1:10 pm Reply

    Ahhh jinjaa.. Aku sempet nangis bacaa ff ini:”) yul eonni, kasian bgt 8th komaa trus kyuhyun sama sooyoungnya udh menikah. Overall ff ini keren menguras haati:^)
    Next chapt smoga yuri menemukn kebahagiaannyaa yaaa..
    Keep writing & fighting eonni^^

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 1:57 am Reply

      huhu u,u
      Amin…. gomawo saeng ^.^

  20. Tetta Andira Januari 19, 2014 pukul 1:36 pm Reply

    Hikz ,, hikz ,, hikz .. *nangisbombay
    Pico~yaa ,, kmu tanggungjawab nihh ..
    readers pd nyesek bin galau !! Ckckk .
    Kmu tuh bkin greget . Dikirain yg kmrn tuh udh -the end- trnyata ini berlanjut ..
    Sumpah ,, dr awal baca ajah lgsg mewek *gaknanya!*plakk
    KyuSoo ? Apa-apaan mreka ?! Nongol” udh pnya Soohyun ajah ! *keluartanduk
    Kyu trnyata gak beneran cinta sama Yul . Bukti’x , dy gak bisa nunggu Yul lbh lama & lbh memilih Youngie .. Cihh .. *digamparsparkyu
    Pdhl , Yoong ajah yg cwe’ bhkn pnya kesetiaan yg kuat sama Yul . Syg’x dy yeoja . Kalo namja , udh eonnie suruh jadiin sama dy ajah xD *Haenangisdipojokkan
    Emng sahabat banget dehh YoonYul ! YoonYul jjang ! Moment mreka sllu pas & ngena’ dihati🙂
    Minho ,, apa yg sbnr’x trjdi ? Ky’x dirimu tau sesuatu .. Bt gak pnting jg .
    Yg penting skrg , pngen liat Yul bener” pulih , cepet sehat & kmbali normal , jauh” dr KyuSoo yg “menyebalkan” , jg dapet gebetan baru !!😄

    Okkeh , yg trakhir mgqn berlebihan & alay . Bt eonnie serius mnta gebetan baru , Pico . Munculin si Kris ajah buat Yul #salahfokus

    Gak prnh bosen deh buat mnta maav atas komen yg pnjang’x melebihi jalan tol . Hha~ jg , sllu smangat buat kmu . Dlm sgla hal -terkhusus- bkin ff ^^ terus bersinar & makin bersinar🙂 ditunggu secepat’x lanjutan kisah “tragis” ini ..

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:01 am Reply

      huaaa… #ikut_nangis_bawang😥
      pico jga galau😥
      hehe sengaja bkin gantung dlu kemarin unnie…
      harusnya Kyu bisa nunggu lebih lama.. tapi….
      Hahaha.. Yoong jdi namja, Hae ngamuk2 pasti tu.. udh setia pun dia nungguin Yoong.. :p
      hahaha nanti ada cast baru, namanya Pico… dia mah entar yang jadian ama Yeppa >.< #emang ada Yeppa di sini? haha

      Hehe gpp unnie, saeng suka yg panjang…😀
      hehe gomawo unnie…. #hug….

  21. Siti Rahmah Januari 19, 2014 pukul 3:03 pm Reply

    plise,jangan pisah kan yuri dengan kyuhyun. kumohon. ending nya KyuRi. JEBAL!!!😥

  22. icha kim Januari 20, 2014 pukul 11:49 am Reply

    minyul moment belum ada:-[
    nyesak banged nich ff.kasian yul nya kalau tahu hubungan sookyu ..
    saeng kajja lanjut ne:-)
    ff nya bagus.hahahha

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:02 am Reply

      hehe ne unnie.. gomawo #peyuk…

  23. ica siangel Januari 20, 2014 pukul 12:17 pm Reply

    ♏ªü komen apa nih?
    Jadi bingung.
    Kyu sm Soo jgn lama2 aja deh, actingnya. Kasihan Yuri kalo truz dibodohi kebohongan.
    Minho juga suka sm Soo nya jangan lama2. Biar Yuri ndak ‘sendirian’ lg.
    Yoona sm Donghae juga nunda nikah na jangan lama2. Ntr lumutan loohhh.
    Ihihihihi
    Lanjutkan, author Yuuripico !

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:03 am Reply

      jgn bngung2 xixi
      yeppa juga ga boleh lama2 ninggalin saya ^^
      oke saeng..

  24. kwonzhuwie19 Januari 20, 2014 pukul 11:25 pm Reply

    Wohoo ga nyangka~ kyuyoung udh nikah..omo omo omo
    tiba2 gtu dan yul trnyta udh tdur slma 8thn ga nyangka akan kya gni huhuu berat pasti untuk mreka smua hadapi..
    Eaa~ minong jd dokter untuk jdi dokter cintanya yulkan iya kan iya iya harus iya loh ini wajib iya #plakk tiba2 nyium sepatu xD #pingsanseketika
    kajja lanjut cosay cosay cemangat cosay

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:04 am Reply

      hehe ne wisay.. berat semuanya:/
      wkwkwk kajja kajja kajja….. gomawo wisay~ :*

  25. rani nur soshi Januari 21, 2014 pukul 4:16 am Reply

    ternyata yul sempet koma..tp aku pnasaran minho sk’a bneran am soo kah..atau gmn y..nungguin saat2 yul tau semua’a..pasti tegang itu..ayo pico d tunggu next’a y..semangattt..sperti biasa..crita’a mkin bagus..hehehe..

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:04 am Reply

      hehhee ne unnie… gomawo #huggg

  26. ninapinkyul91 Januari 21, 2014 pukul 5:49 am Reply

    hikz..hikz..hikz..kasian bgd si yulnie TT
    ahh ydh ketebal pasti kyu bakalan jadi sm sooyoung..bnr kan tuh..
    nyesel ada dikeadaan ini..
    hrz gmn coba??
    yoona sahabat sejati bgd..
    ehmm..si minong ngebingungin nih..
    kayanya dia blm jatuh cinta ne sm yuri??
    endingnya hrz MinYul lohh pico hehe..
    trz jgn lama lama lama lama..
    okayyy..
    kecup pico..

    • yuuripico26 Januari 23, 2014 pukul 2:05 am Reply

      ketebal? wkwkwk…
      ia unn, nyesel bgt ada di keadaan ini.. ehmm… minong emang bngungin xixixi
      okayy unnie.. #kecup_balik.. :*

  27. yuri yoona Januari 21, 2014 pukul 3:48 pm Reply

    kasihan yulnie… untuk ada yoona yang baik banget sama yuri..
    yoonyul memang paling oke..
    penasaran sama minho yuri.. di akhirnya yuri dan minho bakalan sama-sama kan..
    ditunggu next chapternya eonni

  28. nadiyavirgi Januari 22, 2014 pukul 1:06 pm Reply

    Ah nyeseeeek:3
    Masih bingung, kok tiba2 sooyoung sm kyupil bisa nikah? -__- gak kebayang perasaan yuri pas tau itu semuaa. Baca ini nyentuh bgt sumpaaah kereen! Feel nya dapeet:”

  29. MeMinyul Januari 23, 2014 pukul 5:31 am Reply

    Wahh yang part ini ngenes banget😦
    8tahun,, bukan waktu yg sebentar,,, wahh dasar evil, godaan nya itu lho !!!!
    Yulnie,, lebih baik lihatlah dokter Choi😦

  30. Ifa Januari 26, 2014 pukul 12:34 am Reply

    Part ini sukses buat aku nangissssssss…
    Kenapa soo sm kyu tega bgt sm yuri?
    Trs minho emang suka y sm soo..
    Msh membingungkan, jgn lama” ya eon lanjutannya :’)

    • yuuripico26 Januari 26, 2014 pukul 3:36 am Reply

      huhu u,u
      di usahain ne saeng😀

  31. Hammie Lia Januari 26, 2014 pukul 8:33 am Reply

    Boleh mengumpat ??? Aarrggghhh sungguh .. Ga adil … Kenapa yuri ? Kenapa kyuhyun sooyoung ?? Kenapaaaaaa ??? Kasian..

    • yuuripico26 Januari 27, 2014 pukul 5:33 am Reply

      jangan mengumpat eon, nanti cpet tua #loh.. hoho
      Kenapaaaaaa??😮

  32. shania salsabillah Januari 26, 2014 pukul 8:54 am Reply

    daebakkkkkk :)))
    kasian yul eon koma nya lama banget sihh:((lanjut!!!!
    semangattt eon!!good job :))

  33. hikmah Januari 26, 2014 pukul 9:05 am Reply

    sedih sedih …… gak bza nahan air mata untuk ndak keluar, tpi ga bza

  34. tarhy94 Januari 26, 2014 pukul 12:05 pm Reply

    OMG.sumpahh dmii.appun Guaa meweekkkk..#Hikshikshiks
    gmna reaksi yuleon nnti klo tau hub.Sookyu.mmpptr mnyebalkann:-(
    Yonnaa Sllu nmenin yuleon slut bngeet ma prshbtan mreka..
    truss smpai brpa lma lgi Yuleon gak sdar klo dy udh koma 8 thun.lmnya…
    aigooo…pnsrannn…….

    • yuuripico26 Januari 27, 2014 pukul 5:44 am Reply

      huaaaa.. mianhae..
      reaksi Yulnie pasti sesuai dgn apa yg kita pikirkan.. hiks…
      Yoong juga sempat ada untuk Soo..😥
      di tunggu next-nya ne :’D

  35. Caca Amanda Januari 26, 2014 pukul 2:35 pm Reply

    Numpang nyampah disini..
    Aiai.. ficnya udh lama dipublish tapi saeng baru sempet comment sekarang.. #bow
    Jeongmal mianhae ne eonnie..

    Fic ini sanggup menutupi luka yang dibuat oleh fic, “Our Future” yang entah kapan lanjutnya :’D Chap ini sedih.. Aduh Kyu-ah, mengapa kau mengkhianati Yuri eoh?! Dan sebenarnya, saeng masih bingung ini fic MinYul atau apa? Sepertinya perasaan Minho dan Yuri masih belum dimunculkan yaa di sini. Saeng kira Minho jadi dokter karena ingin nyelamatin Yuri, ehh ternyata karna ingin menebus kesalahan Sooyoung -,- huftt..

    Keep writing Pico unnie😀

    • yuuripico26 Januari 27, 2014 pukul 5:55 am Reply

      waduh, silahkan silahkan.. hehe
      iya ih Caca mah lama, bru baca :p
      gwenchana saengie.. hehe

      ssttt saeng, FF Our Future lg istirahat dlu.. xixi..
      Ini FF untuk couple YePic…
      wkaka…
      hehe ok saeng… gomawo.. #peyuk…

  36. ayuukhie Januari 27, 2014 pukul 6:12 am Reply

    nasib minho ama yuri gmna ini ? udh kaya gini? jadi gmna ni?? ommoo ,,, Yul sadar tpi kaya gini ,, ini yg tersakiti semuanya ,,, nyembunyiin perasaan masing”.. hikzzz😥

    • yuuripico26 Januari 27, 2014 pukul 6:34 am Reply

      hua ia eon… semuanya pd nyembunyiin prasaan masing2..😥

  37. 17marintika Januari 27, 2014 pukul 4:54 pm Reply

    [Mian, baru bisa comment sekarang]😀
    Awalnya sih aku ngerasa gak suka sama sikap sookyu yang tau2 nikah dan khianatin Yul gitu aja… tapi aku sadar kalo ini cuma fiksi doang, yang pastinya bakal ada adegan2 yg bikin geregetan…

    yaudah daripada banyak cincong mending langsung baca part 3’nya aja deh🙂

    • yuuripico26 Januari 31, 2014 pukul 6:42 am Reply

      gwenchana😛
      hahaa ayuk ke part 3😀

  38. 17marintika Januari 27, 2014 pukul 4:55 pm Reply

    [Mian, baru bisa comment sekarang]😀
    Awalnya sih aku ngerasa gak suka sama sikap sookyu yang tau2 nikah dan khianatin Yul gitu aja… tapi aku sadar kalo ini cuma fiksi doang, yang pastinya bakal ada adegan2 yg bikin geregetan…

    yaudah daripada banyak cincong mending langsung baca part 3’nya aja deh🙂 ..

  39. Rizkia aulia tifanny Januari 28, 2014 pukul 12:54 am Reply

    Sumpah nyesek banget bacanya …akkkhhhh!!! Andweee!!!

  40. elida sari simangunsong Januari 28, 2014 pukul 12:56 pm Reply

    Uwhaaa #hiks aku makin mewek sama komentar2 di atas…
    Yul ku sayang, kok cuma Yuna, Hae, Ahjumma aja sih yang tetap enggak berubah. Kenapa juga si kodok oppa itu masih still Soo-_-
    8 tahun! 8 tahun tuh si belo jaga’in Yul, hanya karna mau balas rasa bersalah Soo.

    Si Kyu juga! Kayak enggak ada yeoja lain aja… Waeyo she’s must Sooyoungie? O?

    Kyu kamu memang tega!

    Kk, sebenarnya aku juga Minyul shipper, tapi kalo ada Kyu, mau gimana lagi Kyuri is NUMBER ONE!!
    Jadi, kalo mau endingnya bukan Kyuri, semoga bukan si belo yang jadi next guy Yul-_-

    mungkin changmin, atau siwon???
    Atau siapa kek, yang penting Yul must be happy! #hiks

    maaf, terbawa suasana.

    • yuuripico26 Januari 31, 2014 pukul 6:52 am Reply

      sabar sabar.😮
      waduh duh duh…
      hehe

  41. Roro Nabilah Februari 7, 2014 pukul 1:44 am Reply

    Daebak FF nya🙂

  42. Dessy Priscillia Februari 12, 2014 pukul 3:44 am Reply

    Kesian banget Yul eonni u,u Jadi kesel sama Kyu u,u
    Bagus eon jangan lupa Our Future dilanjut ‘-‘b

  43. Ariesta Februari 23, 2014 pukul 5:54 am Reply

    Wah yul udah koma 8th lama benget, sookyu jg udah married dan punxa anak. Yoona,haeppa masih tetap bersama. Minho cinta sama soo ya?? Sampai rela jagain yuri bwt nebus rasa bersalahx soo. Smga ff ini minyul, kyu sama soo aja thor… Kasian jga soo dsini harus ngerelain persaan masing2.

  44. argandosri Maret 14, 2014 pukul 6:17 am Reply

    ahhh, ceritanya ngga gampang ketebak nih…
    daebak. daebak. joha…
    nextttt wajib!

  45. kwon yulsic yurisistable April 3, 2014 pukul 11:01 am Reply

    Nyeseek bgd ma nasibnya yuleon
    i hate evil couple
    mending gakk usah nongol2 lgi

    • yuuripico26 April 4, 2014 pukul 4:53 am Reply

      sabar2.. evil couple punya alasan sendiri kok🙂

  46. Kim ji hyun April 4, 2014 pukul 12:54 pm Reply

    Part ini bkin aku nangis sesegukan…huwaaaa brasa kayak nonton drama beneran loh eonni…
    Kasihan yul eonni udah koma selama 8 thn..pacarnya malah udah nikah sama sahabatnya..udah punya anak lagi….gimana kalo yul eonni tahu yg sebenarnya ..pasti hancur hatinya huhuhu hikz hikz…

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:19 am Reply

      jinjja saeng? hehe
      yuk lanjut saeng.😀

  47. oeba yoonyul April 6, 2014 pukul 9:41 am Reply

    aishh jinjja! sad nyesek bgt yuri.. sebenrnya si semua nya nyesek tapi ahh ..
    minyul blm muncul

    • yuuripico26 April 10, 2014 pukul 6:32 am Reply

      huhu yg buat cerita jga nyesek kok :’)

  48. Mrslee040420 April 18, 2014 pukul 7:18 am Reply

    Yakkk !! Knp begini ceritanyaa .. Sempet kebinggungan .. Kirain salah buka part ..
    Hampir nangis bacanya .. Daebak banget sad storynya ngenak banget ke hati.. Haha

    • yuuripico26 April 29, 2014 pukul 7:25 am Reply

      iya bingungin ya awalnya.. hehe.. makasih yaaaaa😉

  49. sella mvp shawol Mei 19, 2014 pukul 12:16 pm Reply

    huahhhhh ternyata sooyoung menikah dgn kyuhyun.. sedih bgd.. seperti.a yuri sudah mulai menyadri keganjilan yg pada hidup.a… bingung aku.. g bisa berkata”.. pokok.a cerita.a keren.. penasaran part 3.a… yuk lanjutttt… heheheheh ^_^

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: