Eternity Wish

Eternity Wish I

Eternity Wish

Author :

Yuuripico26

Art by :

EkhaLeeSunHi

Cast :

Kwon Yuri || Choi Sooyoung  || Cho Kyuhyun || Choi Minho

Im Yoona

Genree :

Romance – Friendship

Ratting :

InsyaAllah Semua Umur

Length :

***

Sedikit uneg-uneg >> Tiba-tiba pengen buat FF begini pas inget salah satu anime dengan judul Kimi ga nozomu eien, .. untuk Our Future part 4 lagi dalam proses usaha lanjutan (bahasanya -,-) jadi mohon maaf buat yang masih nunggu FF itu.. Aku harap masih sabar ya … :’) Masih ada yang nunggu kan? masih kan? masih kan? masih? masih? masih? #stopppppp :’). Sekian…

–          READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK..

–          TYPO IS AN ART OF WRITING

***

Yeoja berambut hitam panjang terlihat sedang berjalan terburu. Di tangannya penuh dengan beberapa buku cerita yang akan di kembalikan ke perpustakaan. Yeoja itu bernafas lega saat berhasil memberikan buku-buku itu pada petugas perpustakaan. Ia segera mengedarkan pandangan pada barisan buku dengan papan keterangan ‘buku baru’ tersebut. Seketika senyumnya mengembang tatkala melihat satu buku yang sudah lama di tunggu-tunggunya..

Namun, paras manisnya seketika menekuk saat dirinya tak mampu menjangkau buku yang ada di rak paling atas tersebut.

Jinjja-yo.. jika aku mengambil tangga itu, bukan tidak mungkin buku ini sudah ada di tangan orang lain…. batinnya sembari mengalihkan pandangan nanarnya dari tangga menuju sebuah novel.

“ng?” Yuri seketika berbalik heran melihat sebuah tangan menggapai buku itu dan menyerahkan pada dirinya. Yuri menatap orang yang mengambil buku itu. Seketika ia melebarkan matanya. Kini di hadapannya sudah berdiri seorang namja tinggi dengan rambut ikal kecoklatan.

“Ada apa? Ini untukmu… Jika kau tak sampai aku bisa…”

Perkataan namja itu terputus saat melihat Yuri membungkukan dirinya cepat dan segera pergi meninggalkan namja tersebut yang menatapnya heran…

“Mwo? Apa yang tadi itu?” herannya sembari terus menatap arah kemana Yuri berlari..

“Yo… Kyu.. Apa yang kau lakukan dengan novel itu?” Suara bass seorang namja lainnya, menegur namja yang terdiam heran itu.

“Oh kau Minho… Molla.. tadi aku hanya berniat menolong sahabat shikshin itu mengambil buku ini.. Tapi sepertinya dia masih takut padaku…” jelas Kyuhyun seraya meletakan kembali novel itu.. “Kajja kita pergi…”

Minho mengangkat bahunya santai lalu mulai berjalan mengikuti arah jalan Kyuhyun..

***

            “In!” teriak pelatih club tennis yang menandakan bola masuk. Hal itu membuat Yeoja tinggi dengan raket tennisnya tersenyum lebar. Ia segera berjalan kepinggir lapangan mendatangi teman-teman satu clubnya.

“Wahh Sooyoung… Kau hebat!”

“Permainanmu kian meningkat…”

“Kau pasti sudah siap untuk ikut pertandingan nasional membela sekolah kita….”

Itulah sekilas pujian yang Sooyoung dapatkan dari teman-temannya… Membuat Sooyoung merona…

“Tapi kau harus terus berlatih untuk memastikan diri lolos seleksi pemilihan atlet tennis yang akan mewakili Korea untuk pertandingan internasional nanti…”

Sooyoung berbalik dan mendapati sang pelatih, Park-songsaenim sudah berada di dekatnya. Sooyoung tersenyum lalu mengangguk mantap.

“Aku pasti akan terus berlatih.. Tolong bimbingannya, pelatih!” ucap Sooyoung dengan membungkuk. Park-songsaenim terkekeh lalu segera menepuk-nepuk punggung Sooyoung.

“Berusahalah! kejar impianmu…” kata Park-songsaenim sebelum menjauh untuk melatih murid-murid yang ada di club tennis lainnya.

Sooyoung mulai mengambil sebuah handuk kecil di dalam tas olahraganya untuk menyeka keringat yang sudah membanjiri tubuhnya. Ia kemudian sedikit berdecak kesal saat tau ia lupa membawa air mineral. padahal saat ini tenggorokannya sangat butuh aliran air.

“Ini.. Kau pasti lupa membawanya lagi…” Sooyoung tertegun melihat sebotol air mineral yang di berikan untuknya. Ia kemudian tersenyum dan dengan cepat mengambil botol itu.

“Kau memang selalu tau masalahku, Yuri-ya!” kata Sooyoung lalu mulai meneguk air itu. Rasa lega terlihat dari wajah cantiknya.

Sooyoung mulai melepas topi yang sedari tadi di pakainya untuk melindunginya dari sinar matahari. Rambut ikal coklat yang biasa di ikatnya jika sedang berlatih kini di gerainya. Hanya sebentar sampai ia kembali mengikat rambutnya ketika yakin rambutnya sudah sedikit rapi.

“Sooyoungie.. Permainanmu kian baik…” kata Yuri membuka obrolan saat dirinya dan Sooyoung sudah berjalan berdampingan meninggalkan lapangan.

“Jinjja? Apa kau melihatnya?”

“Tentu saja…”

“Tapi, aku rasa aku harus banyak berlatih lagi untuk bisa ikut pertandingan  itu…” kata Sooyoung sambil menatap lurus ke depan.

“Pertandingan itu memang impian terbesarmu..tapi aku harap kau tidak terlalu memaksakan diri.. Lakukan sesuai kekuatanmu…” kata Yuri. Sooyoung berhenti sejenak lalu memandang Yuri.

“Kau benar Yuri-ya… Aku cukup beruntung mempunyai sahabat sepertimu… Kau juga.. Kau juga harus berjuang pada impianmu, Arra?”

“Impianku?” heran Yuri dengan meletakan telunjuknya di depan bibir.. Sooyoung segera mencubit gemas kedua pipi Yuri. Membuat Yuri sedikit meringis…

“Bukankah kau ingin jadi penulis novel terkenal? Aku harap nanti kau bisa menulis kisah kita berdua di dalam novelmu nanti…” ujar Sooyoung bersemangat.. Yuri mulai menyunggingkan senyum manisnya…

“Ne.. Aku akan terus berusaha.. Suatu hari, aku akan menerbitkan novel yang akan membuatmu kagum Sooyoungie…” kata Yuri dengan girang. Yuri dan Sooyoung sejenak terdiam saat mendengar sebuah suara merdu yang terdengar dari perut Sooyoung.

“Ah, aku rasa kita harus segera ke cafeteria Yuri-ya.. Kajja!” Yuri menurut dan mengikuti langkah Sooyoung yang ber-irama cepat.

Yuri dan Sooyoung seketika menghentikan langkah saat melihat cafeteria yang penuh sesak. Tak ada  tempat untuk Yuri dan Sooyoung duduk.

“Hey kau.. Bukankah kau shikshin dari kelasku?” Sooyoung seketika menekuk wajahnya. Ia segera berbalik dan menatap tajam pada orang yang baru saja mengatakan hal itu.

“Oh.. Bukankah kau idiot gamers dari kelasku?” balas Sooyoung sarkatis pada Kyuhyun.

“Apa kau bilang?!” sungut Kyuhyun  mendekatkan dirinya pada Sooyoung. Sooyoung tak mau kalah. Ia mendekatkan wajah menantangnya pada Kyuhyun. Begitulah kalau Sooyoung dan Kyuhyun bertemu. Kedua orang ini memang selalu bertengkar jika ketemu. Hal itu sudah terjadi sejak pertama Sooyoung sekolah di sini, tepatnya sekelas dengan Kyuhyun dan Minho.

“Aku bilang, kau idiot gamers dari kelasku!” tukas Sooyoung dengan penuh penekanan.

“Aish.. Jinjja.. Jangan bilang kalian akan memulainya lagi..” desah Minho menatap jenuh pada keduanya, Sooyoung dan Kyuhyun. Di sisi lain, Yuri menatap Kyuhyun dengan senyum kecilnya.

“Aku lapar dan tak ada selera meladenimu…” kata Kyuhyun akhirnya dan berniat berjalan masuk ke dalam cafeteria hendak meninggalkan Sooyoung yang mendengus kesal akibatnya.

Langkah Kyuhyun berhenti saat melihat Yuri.

“Kau? Apa buku itu sudah kau ambil?”

Bukannya menjawab, Yuri menunduk.. Rona merah tercipta di pipi chubby-nya. Kyuhyun mengernyitkan keningnya melihat ekspresi Yuri..

“Mi-mianhae..” Dengan tergesa-gesa Yuri segera pergi meninggalkan tempat itu.

“Yuri-ya?! Tunggu!” panggil Sooyoung, namun Yuri terus berjalan dengan cepat..

“Sebenarnya apa yang sudah ku lakukan? Ya!!!” Kyuhyun meringis sambil memegangi kepalanya yang baru saja menjadi sasaran empuk untuk jitakan Sooyoung.

“Apa yang sebenarnya kau lakukan pada Yuri eoh?” ketus Sooyoung..

“YA! Aku tak melakukan apa-apa.. Ia selalu saja seperti itu jika bertemu denganku!” oceh Kyuhyun tak terima di tuduh seperti itu oleh Sooyoung. Sooyoung mendengus kesal pada Kyuhyun lalu memukul Kyuhyun dengan tas olahraganya.

“Dasar idiot gamers!” gerutu Sooyoung sebelum berlari, berniat mengejar Yuri.

“Ya!! Shikshin babo-ya! Jinjja!” umpat Kyuhyun.. Minho berjalan pelan lalu menepuk punggung Kyuhyun.

“Alasanmu sangat terlihat Mr. Idiot gamers…” kekeh Minho pelan sembari mulai berlalu melewati Kyuhyun yang mematung akan perkataan Minho.

“YA! Namja kodok menyebalkan!” sungut Kyuhyun, langsung ikut berjalan menyusul Minho.

***

            Sooyoung mengintip sekilas ke dalam kelas Yuri. Ia dan Yuri memang berbeda kelas. Sooyoung sedikit heran melihat Yuri yang  biasanya tenang, kini terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu. Dengan sedikit ragu, Sooyoung masuk ke dalam kelas itu dan berdiri tepat di depan meja Yuri. Yuri mulai bergerak, menyadari kehadiran Sooyoung.

“Sooyoungie? Ada apa?”

Sooyoung berpura-pura menekuk wajahnya dan menatap kesal pada Yuri, “ kau tanya ada apa? Apa kau tak sadar telah meninggalkanku di cafeteria?”

Yuri menatap Sooyoung dengan penuh rasa bersalah..

“Mianhae… Aku hanya…”

Yuri nampak bingung. Ia tak tau apa yang harus di katakannya…

Sooyoung menatap Yuri penuh selidik…

“Yul, apa ada yang kau sembunyikan dariku?”

Yuri menggeleng…

“Anni…”

“Kau jatuh cinta?” Yuri seketika melebarkan matanya dan menatap Sooyoung.. Sooyoung tersenyum menggoda….

“Kau tak bisa bohongi sahabatmu ini, Yul.. Nugu-ya? Siapa namja beruntung itu?” tanya Sooyoung antusias.

“Namja itu…” Yuri menunduk, rona merah kembali terlihat di pipinya..

“Jinjja-yo… Kau payah, Yul.. Dia teman sekelasku, bukan?” Yuri mengangkat kepalanya pelan dan memandang Sooyoung.. “Dia adalah gamers paling bodoh yang pernah ada.. kau yakin jatuh cinta padanya?”

Yuri terdiam.. ia kembali terlihat bingung…

“Yuri-ya?”

“Aku tak tau Sooyoungie.. Aku pertama kali melihatnya ketika aku pergi ke kelasmu, beberapa waktu yang lalu.. Aku… Aku rasa, aku mulai jatuh cinta pada pandangan pertama.. Aku… tapi aku tak berani mengakui itu.. Aku takut bertemu dengannya…” jelas Yuri panjang lebar. Yuri segera menutup wajahnya, malu…

Sooyoung terkekeh melihat ekrpresi Yuri itu… “Sudah ku duga. Aish jinjja.. Kau payah Yul!”

“Sooyoungie.. Jangan menertawakanku… berjanjilah ini hanya kita berdua yang tau…” pinta Yuri…

“Yakin hanya kalian berdua, tak ingin berbagi denganku? Sudah ku duga Yuri sedang jatuh cinta!” seru seseorang yang baru saja tiba..

Yuri dan Sooyoung serentak berbalik, Sooyoung tersenyum melihat yeoja cantik yang sudah berdiri di dekatnya. Sedangkan Yuri makin menunduk, menyembunyikan wajah meronanya..

“Yoona? Kau dari mana saja?” tanya Sooyoung yang sepertinya sudah lama tak melihat Yoona…

“Mian tidak sering ikut berkumpul dengan kalian. Aku hanya sedang sibuk dengan latihan taekwondo-ku…” ujar Yoona dengan ekspresi penuh penyesalan.

“Gwenchana Yoong-ah.. uhm, rupanya kau juga akan ikut lomba olahraga internasional itu ya.. hwaiting ne!” ucap Sooyoung dengan mengepalkan kedua tangannya ke atas… Yoona mengangguk lalu menepuk pungung Sooyoung pelan..

“Untuk kau juga, ne.. Kau beruntung Yuri selalu menemanimu latihan..” kata Yoona berpura-putra me-pout-kan bibirnya..

“Ya! Bukannya kau sudah di temani namja ikanmu itu?” Yoona kemudian terkekeh pelan..

“Kalian melupakanku?”

Yoona dan Sooyoung berbalik dan mendapati ekspresi polos dari Yuri yang menatap ke arah mereka..

“Mianhae, Yul…  Baiklah.. Aku akan membantumu mendekati idiot gamers itu…”

“ANNIYA!!!” tolak Yuri seketika dengan suara meninggi.. Sooyoung melebarkan matanya. Yuri menutup mulutnya seketika… “Mianhae Sooyoungie.. Bukan maksudmu berteriak padamu hanya saja aku yakin, ia pasti tak menyukaiku…”

Sooyoung tersenyum lalu mulai memegang kedua bahu Yuri..

“Kau itu terlalu pemalu Yuri-ya.. terlalu lembut…”

“Ne.. jika kau seperti ini terus, kapan kau akan mendapatkan namjachingu?” sahut Yoona.. Seketika Yoona terkekeh kaku saat Sooyoung menatapnya tajam..

“Kau menyinggungku juga, eoh?” dengus Sooyoung. Yoona menggeleng.

Yuri sesekali menatap Yoona juga Sooyoung bergantian. Ia sedikit tersenyum melihat kedua sahabatnya. Namun, Yuri akhirnya kembali larut pada pemikirannya sendiri.

***

            Sooyoung nampak duduk termengu di kursinya. Terkadang ia merasa sedikit kesepian jika berada di kelas ini. Yoona dan Yuri sangat beruntung, dari kelas satu sampai sekarang selalu mendapat kelas yang sama.. Sedangkan Sooyoung, sudah dua tahun terakhir ini ia sekelas dengan dua namja yang terkadang menyebalkan namun terkadang juga sangat mengisi hari-harinya, Minho dan Kyuhyun. Sooyoung sedikit heran saat melihat roti dalam ukuran besar yang masih terbungkus rapi dan dua botol air mineral sudah terpampang di depannya. Wajah Sooyoung mendadak menjadi heran tatkala melihat wajah penuh senyum di buat-buat ada di balik roti itu.

“Apa yang kau lakukan dengan senyum menyebalkan itu, idiot gamers?”

Wajah Kyuhyun menekuk sembari mulai berdiri dari posisinya yang tadi membungkuk , “Cho Kyuhyun.. Bukan Idiot Gamers…” Sooyoung terkekeh akan ekspresi Kyuhyun itu. Minho hanya mampu tersenyum akan sikap keduanya.

“Racun apa yang kau masukan ke dalam sini, uh’?”

Kyuhyun menatap tajam pada Sooyoung..

“Kau pikir aku akan membuang-buang waktuku untuk menaruh racun di makanan dan minuman yang jelas-jelas masih tersegel?” gerutu Kyuhyun sembari mulai kembali ke kursinya dan mengeluarkan PSP kesayangannya.

“Kyuhyun membelikan itu karena tadi kau tak jadi makan…” kata Minho dari arah belakang. Kyuhyun terlihat memberikan glare tajam pada Minho.. Yang di tatap hanya berpura-pura tak melihat.

“YA! Jangan mengada-ngada, Minho..”

Sooyoung menatap roti itu…

“Tapi bukankah minuman ini terlalu banyak? Dan roti ini juga terlalu besar,” kata Sooyoung heran.

“Kenapa kau heran, kau kan shikshin ultimate..” sahut Kyuhyun santai tanpa melepaskan pandangannya dari PSP.. Sooyoung menatap kesal pada Kyuhyun. “Makanlah berdua dengan sahabatmu…” sahut Kyuhyun lagi..

Sooyoung menatap heran pada Kyuhyun. Kyuhyun mulai berbalik pada Sooyoung yang menatapnya. “Aku tak mempunyai maksud apa-apa.. Aku hanya merasa bersalah karena tadi membuatnya pergi!” umpat Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sooyoung semakin heran..

“Kau ini kenapa sih? Aku tak menanyakan alasan kenapa kau menyuruhku membagi makanan ini pada Yuri…” Sooyoung berdiri dengan membawa roti juga sebotol air mineral. Kyuhyun menautkan alisnya saat melihat Sooyoung meletakan itu semua di mejanya.

“Kau bilang tadi kau yang sudah membuat Yuri pergi kan? Jadi aku rasa yang pantas mengantar semua ini adalah kau!”

“Mwo?” kaget Kyuhyun…

“Aku rasa Sooyoung ada benarnya juga…” sahut Minho.

“tapi kan…” Kini wajah Kyuhyun mulai panik..

“Mwo? Mwo? Mwo? ada apa dengan wajahmu, idiot gamers? Ah, kau gugup ne? kau suka Yuri, ne?” goda Sooyoung sembari mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun..

“A-Aniya! Da-dari mana kau bisa berkata seperti itu? Haha! itu tidak mungkin..  Bahkan, aku dan dia jarang sekali bertemu…” kilah Kyuhyun cepat..

“Jarang, tapi kau selalu melihatnya dari sini, kan?” Kini Minho sepertinya ikut bergabung dengan Sooyoung untuk menggoda Kyuhyun..

“Ah, jinjja?”  Sooyoung menatap keluar jendela dari tempat Kyuhyun duduk, benar saja di sana sudah terlihat jelas lapangan club tennis, tempat biasa Yuri menemani Sooyoung latihan.

Kyuhyun akhirnya berdiri dan dengan kasar mengambil roti dan air mineral yang di berikan Sooyoung tadi.. “Baik! Aku akan mengantarkan ini semua pada Yuri…” sungut Kyuhyun dan berjalan dengan kesal hendak keluar kelas..

“Hu… Rupanya idiot gamers sudah mengetahui kelas Yuri neee???”

Kyuhyun yang sudah ada di ujung pintu seketika menghentikan langkahnya dan berbalik kasar pada Sooyoung, “Kau?!” dengan mendengus kesal, Kyuhyun melanjutkan perjalanannya..

“Mungkin Kyu juga menyukai Yuri!” ucap Sooyoung dengan nada sengaja di tinggikan..

“Anni!!!” teriak Kyuhyun dari luar… Sooyoung tertawa terbahak akan hal itu. Ia sungguh sangat suka mengerjai Kyuhyun, seperti balas dendam, pikirnya. Biasanya, selalu Kyuhyun yang berhasil menggodanya..

Tak lama Kyuhyun pergi, nada penuh makna berbunyi dari arah perut Sooyoung.. Minho seketika terkekeh pelan dan segera berdiri dari kursinya..

“Kajja makan, shikshin-ya…” Sooyoung menekuk wajahnya namun kemudian ia tersenyum dan mengangguk…

“Kajja, kodok-ssi…” Dengan cekatan Sooyoung mengambil sebotol mineral yang tersisa di atas mejanya dan mengikuti langkah Minho…

***

            “Anni.. Anni.. Anni, aku tak menyukainya…” kata Kyuhyun masih teringat godaan Sooyoung dan Minho yang sejujurnya membuat ia sedikit… malu?

Kyuhyun tiba di sebuah kelas berpapan keterangan ‘3-A’. Ia terdiam sejenak. Kelas ini begitu tenang. Kyuhyun dapat melihat banyak murid-murid yeoja yang kini tengah menatap ke arahnya. Namun, tatapan Kyuhyun bertuju pada seorang Yeoja yang duduk dengan tenang sambil membaca sebuah buku. Beruntung Yeoja ini mendapat kelas yang tenang, walau ramai namun mereka tidak ribut. Berbeda dari kelas Kyuhyun, Minho dan Sooyoung yang sepinya hanya jika ada Guru dan Semua muridnya sedang pergi ke luar.

“Yu ..”

Kyuhyun mengurungkan niatnya memanggil Yuri. Apa aku tak terlalu sok kenal memanggilnya seperti itu? Biar ia sahabat Shikshin babo itu, tetap saja aku dan Yuri masih tidak akrab..

Yuri menengadahkan kepalanya untuk sekedar meregangkan otot lehernya. Tapi, tanpa sengaja ia menatap tepat di pintu. Seorang namja berambut coklat ikal sedang berdiri sambil membawa Roti dan Air mineral. Namja itu larut dalam dunianya, tanpa menyadari beberapa orang menatap ke arahnya, termasuk Yuri. Yuri segera mengalihkan pandangannya ke arah buku saat menyadari Kyuhyun mendapat kesadarannya kembali dan berjalan cepat menuju tempatnya.

“K… Kwon Yuri…. ssi?”

Yuri menengadahkan kepalanya, di hadapannya kini sudah ada Kyuhyun. Yuri kembali menunduk dan mengangguk cepat tanda ia merespon panggilan Kyuhyun tadi.

Kyuhyun terlihat keheranan, namun ia segera mengubur hal itu.. “Sebenarnya ini…”

“Sooyoung sedang tidak bersamaku, jadi…. aku rasa… kau salah datang kemari…” jawab Yuri dengan sedikit cepat namun melambat lalu cepat lagi. Kyuhyun mengernyitkan keningnnya heran…

“Maksudnya.. Aku kemari…”

Semua mata kini sukses menghadap ke arah di mana Yuri dan Kyuhyun berada saat Yuri berdiri dan menciptakan decitan kursi menggema di ruangan ini. Yuri menatap ke kanan dan ke kiri sebentar, menunduk lalu bermaksud untuk pergi… Kyuhyun menggertakan giginya melihat prilaku Yuri. Dengan kasar ia letakan sembarang Roti dan Air mineral itu lalu mengejar Yuri.

“Mwo?!” Yuri tersentak kaget saat merasa tangannya di tarik lembut namun penuh paksaan secara tiba-tiba oleh Kyuhyun. Yuri nampak ingin protes, namun tak bisa mengeluarkan suaranya. Yoona yang baru saja hendak menuju kelas, tak sengaja melihat Kyuhyun yang sedang menarik sahabatnya. Ia ingin mengejar, namun di urungkannya… Bukankah Yuri menyukai namja itu? batinnya…

Kyuhyun terus melangkah tanpa sepatah kata pun dengan turut membawa Yuri padanya. Sampai akhirnya semua itu berhenti saat Kyuhyun sudah berhasil membawa Yuri menjauh dari keramaian, tepatnya kini mereka berdua berada di atas rooftop sekolah. Yuri menunduk sambil mengatur nafasnya, sedangkan Kyuhyun membuang pandangannya jauh entah kemana dengan posisi membelakangi Yuri.

“Kenapa kau selalu menghindariku?” tanya Kyuhyun, memulai… Yuri menatap punggung Kyuhyun sebentar, lalu ikut memandang entah kemana..

“Anni… aku ti…”

“Jangan mengelak.. Kau lupa? Sejak Sooyoung pertama kali ingin mengenalkanku padamu, kau lari sebelum aku berbicara sepatah kata pun.”

Yuri terdiam.. Dalam hati ia berteriak menyesal akan hal itu… Yuri begitu terkejut saat Kyuhyun sudah berada tepat di depannya, menyisakan jarak tidak lebih 10 cm di antara wajah mereka.. Yuri dapat merasakan tatapan Kyuhyun yang menembus manik matanya. Yuri menunduk menghindari tatapan itu, namun Kyuhyun menahan wajah Yuri dengan kedua tangannya..

“Waeyo? Waeyo?! Waeyo kau menghindariku, Kwon Yuri?!” Yuri melebarkan matanya mendapat pertanyaan dengan nada tinggi dari Kyuhyun yang selama ini Yuri tau sebagai namja yang stay cool dan cenderung cuek terhadap yeoja. “Kau tau, aku tidak pernah menyukai sikapmu ini padaku?! Apa aku pernah menyakitimu, eoh? Apa pernah?”

Yuri menggeleng tanda memberi jawaban tidak.. butir-butir kristal mulai bermunculan di sudut mata cantik Yuri.

“Kenapa kau menyakitiku?” ucap Yuri lemah.. Kyuhyun nampak baru menyadari sikapnya.. Saat Ia melepas tangannya dari wajah Yuri, seketika itu juga tubuh Yuri terduduk di lantai dingin rooftop itu.

“Yuri, aku…”

“Kau boleh membenciku karena itu, Kyuhyun-ssi… tapi apa yang bisa ku lakukan jika aku selalu gugup dan tidak bisa menahan diriku jika kau ada di dekatku?”

Kyuhyun termangu akan perkataan Yuri itu. Di samping ini pertama kalinya Yuri berbicara panjang padanya, juga Kyuhyun ingin tau apa arti dari perkataan Yuri…

“Aku menyukaimu, Kyuhyun-ssi.. Aku menyukaimu sejak saat pertama aku melihatmu tertawa bersama bersama Sooyoung dan Minho. Dan  itu jauh sebelum saat pertama kali Sooyoung ingin memperkenalkan kita…”

Kyuhyun terdiam, jadi selama ini…

“Jadi…”

Yuri mengangguk… Ia tau apa yang akan di tanyakan oleh Kyuhyun…

“Aku ju….”

“Anniya!!”

Kyuhyun  menghentikan perkataannya saat mendengar teriakan kecil dari Yuri. Yang membuat Kyuhyun semakin heran adalah saat Yuri menutup kedua telinganya dan juga nampak tak ingin menatap Kyuhyun..

“Yuri-ya? Kau kenapa?” tanya Kyuhyun khawatir lalu duduk, menyamakan posisinya pada Yuri. Yuri menggeleng kuat…

“Jangan.. jangan perdulikan aku.. Jangan katakan apapun padaku, aku tau aku salah mempunyai perasaan seperti ini… Aku tak ingin mendengar kata menyakitkan itu darimu… Aku mohon….”

Yuri melebarkan mata bulatnya dengan sempurna saat merasakan tangan dingin Kyuhyun menjauhkan kedua tangan Yuri dari telinganya. Bukan hal itu yang membuat Yuri terkejut, tapi Kyuhyun yang tiba-tiba mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir ranum milik Yuri..  Hanya sebentar sampai Kyuhyun melepas bibirnya dari Yuri dan menatap Yuri yang shock dengan sendu..

“Saranghae…” kata Kyuhyun tiba-tiba, menambah tingkat shock Yuri lebih tinggi… Kyuhyun kembali mengecup bibir Yuri kilat. Hal itu berhasil membuat Yuri mendapatkan kembali kesadarannya dan segera menunduk..

“Jangan menunduk… Kau tau… Sudah lama aku sering memperhatikanmu…”

“Jinjja?” tanya Yuri tak percaya..

“Di sana…” Yuri mengalihkan pandangannya pada obyek yang di tunjuk oleh Kyuhyun.. ternyata Kyuhyun menunjuk sebuah jendela yang Yuri tau itu adalah jendela dari kelas Sooyoung.. “Dari sana aku memperhatikanmu yang sering datang ke club tennis untuk menemani si Shikshin itu… Dan kau tau, aku selalu mencoba ke perpustakaan untuk sekedar melihatmu..”

Kyuhyun menunduk… “tapi tak pernah sedikitpun aku dapat kesempatan untuk berbicara padamu.. Ada pun, kau selalu lari dariku…” Yuri kembali teringat saat dirinya dan Kyuhyun bertemu di perpustakaan…. Yuri sedikit tersenyum mengingat itu..

“Ya.. lihatlah, kau pasti menertawakanku…”

Yuri menggeleng..

“Mianhae.. Aku hanya tak kuat menahan rasa gugupku jika bertemu denganmu.. Aku…” Yuri kembali menunduk, menyembunyikan senyum bahagia juga rona merah dari wajahnya . “Saranghae…” ujar Yuri malu…

“Nado! Nado! Nado Saranghae, Kwon Yuri…” balas Kyuhyun  sembari tak melepaskan senyum merekahnya..

“Hey lihatlah.. kedua orang itu.. Apa dia tak menyadari ada kita di sini?” ucap Sooyoung berbisik pada Minho yang ada di sampingnya. Minho menatap Sooyoung lalu mengacak pelan rambut panjang milik Sooyoung.. “Ya! Apa yang kau lakukan?”

“Bagaimana mungkin mereka bisa melihat ke sini jika kita berempat sedang bersembunyi..”

“Sooyoung jinjja.. Kau benar-benar babo…” ejek Yoona dengan nada berbisik..

Sooyoung hanya bisa mendengus kesal…

“Lalu, apa yang akan ku lakukan di sini?” gerutu Donghae pelan…

***

            Beberapa waktu berlalu. Kyuhyun dan Yuri terlihat semakin romantis. Walau Yuri masih terlihat malu-malu, tapi Kyuhyun selalu dapat membuat Yuri kembali merasa nyaman bersamanya. Kyuhyun selalu menyempatkan diri menemani Yuri ke perpustakaan, mengantar Yuri pulang bahkan Kyuhyun tak segan-segan menunggu Yuri di depan kelasnya.

Sooyoung terdiam. Dari kursi yang terdapat di taman sekolah, ia memandang Kyuhyun dan Yuri yang terlihat tengah bersenda gurau sembari berjalan santai melewati halaman luas sekolah ini. Sedikit di dalam hati Sooyoung merasa tak enak, bahkan cenderung tak suka? Apa karena Yuri sudah jarang menemaninya? Sebenarnya itu bukan salah Yuri sama sekali. Sooyoung sendirilah yang meminta Yuri untuk tidak terlalu sering menemaninya, walau bagaimana pun Yuri sudah mempunyai orang yang seharusnya Yuri temani, kan?

“Sooyoung? Kau kenapa?” tanya Minho yang menyadari sikap diam dari Sooyoung. Sooyoung segera tersadar.

“Anni.. Aku tak kenapa-kenapa,” ucapnya. Minho mengangguk mengerti lalu ikut melihat obyek apa yang di lihat oleh Sooyoung..

“Ah, aku rasa aku harus latihan sekarang.. Aku duluan ne, Minho-ya…” ucap Sooyoung sembari mulai berdiri dan berjalan gontai meninggalkan Minho.. Minho melihat Sooyoung hingga jauh, lalu ia kembali melihat Kyuhyun dan Yuri yang sedang duduk sambil sesekali tertawa bersama, apa lagi saat Yoona dan Donghae datang menghampiri mereka.

“Jika selama ini kau menyukainya, kenapa kau dekatkan ia pada sahabatmu, Sooyoung-ah? Bukankah kau juga menyukainya?” ucap Minho pelan. Minho akhirnya berdiri lalu memasang earphone pada telinganya untuk sekedar mendengarkan music dari ipod miliknya.

***

Kyuhyun nampak berdiri dengan senyum terkulumnya sambil memencet-mencet PSP kesayangannya di depan sebuah kelas. Kyuhyun menghentikan kegiatannya saat menyadari Yeoja yang sedari tadi di tunggunya sudah berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum merekah..

“Apa kau sudah lama menungguku?” tanya Yuri saat dirinya sudah sampai di depan Kyuhyun. Kyuhyun meletakan PSP-nya ke dalam tas punggungnya.

“Anni.. Aku juga baru saja keluar dari kelasku,” sahut Kyuhyun.

“Apa Sooyoung sudah pergi?” tanya Yuri… Kyuhyun mengangguk..

“Ia sudah pergi bersama Minho… Mungkin latihan.. Kau ingin melihatnya?”

“Apa kau mau menemaniku?”

Kyuhyun mengacak pelan rambut Yuri, gemas…

“Tentu saja aku akan menemanimu, kemana pun!” Yuri merona malu mendengar perkataan Kyuhyun. Yuri semakin merona saat Yoona, teman sekelas yang paling dekat dengan Yuri keluar dari kelas dan memandang Yuri dengan pandangan menggoda..

“Pasangan baru kita romantis sekali…” ejek Yoona.. Yuri hanya mengulum senyumnya malu, sedangkan Kyuhyun tersenyum bangga..

“Tentu saja…”

“Arra.. Arra… Nanti aku akan lebih romantis lagi dengan Hae-oppa…” ucap Yoona tak mau kalah sebelum akhirnya Yoona mencubit gemas pipi chubby Yuri dan berlari sebelum mendapat kecaman mematikan dari namjachingu Yuri..

“Apa itu sakit?” tanya Kyuhyun dengan memegang kedua pipi Yuri. Yuri mengangguk pelan..

“Ini tidak sakit, Oppa.. Bahkan setiap hari aku sering mendapatkannya dari Yoona dan Sooyoung… Ya!” Yuri memekik kecil saat pipinya di cubit gemas oleh Kyuhyun..

“Pantas mereka sering melakukan hal itu, kau benar-benar menggemaskan.. kajja kita pergi..”

Kyuhyun mulai menggandeng tangan Yuri dan mengajak Yuri segera meninggalkan tempat itu…

***

            Sooyoung menggertakan giginya kesal. Entah kenapa hari ini dia sangat tidak berkonsentrasi pada latihannya. Beberapa kali bola yang di pukulnya meleset hingga out bahkan  service-nya cenderung fault. Beberapa kali juga bola itu menyentuh net. membuat sang pelatih sendikit heran pada Sooyoung..

“Akhir-akhir ini performamu sangat menurun, Sooyoung…” kata Park-songsaenim. Sooyoung berbalik sekilas pada Park-songsaenim lalu kembali melanjutkan kegiatannya, menyeka keringat dengan handuk kecil..

“Mianhae… Aku akan berusaha lagi…”

“Pertandingan sisa lima bulan lagi dan ujian sisa tujuh bulan lagi. Jika kau tidak serius, kau tak akan berhasil…”

Sooyoung akhirnya menghela nafas berat lalu merapikan semua barangnya termasuk raket tennis miliknya ke dalam tas olahraga. Sooyoung berdecak kesal saat mengetahui ia kembali lupa membawa air mineral..

“Ini..” Sooyoung mengernyitkan keningnya. Ia semakin terkejut saat Yuri sudah ada di depannya dengan menyerahkan air mineral itu..

“Yuri? Kau belum pulang?”

Yuri tersenyum dan menggeleng…

“Aku dan yang lain ingin menemanimu latihan…” jawab Yuri..

“Yang lain?”

Yuri mengangguk lalu menggerakkan kepalanya bermaksud meminta Sooyoung melihat ke arah yang di tunjuk Yuri. Sooyoung berbalik dan terkejut saat mendapati Kyuhyun, Minho dan Yoona sudah berada di pinggir area lapangan club tennis.

Sooyoung dan Yuri berlari kecil dan menghampiri mereka. “Kalian? Sejak kapan….”

“Yuri tadi hendak menemanimu latihan…” Sooyoung memandang Yuri…

“Sepertinya aku sudah lama tak menemanimu, Sooyoungie.. Mianhae.. Tapi aku janji akan selalu menemanimu dan Kyuhyun juga tak keberatan untuk menemaniku…”

Bibir Sooyoung terkatup rapat saat mendengar perkataan Yuri itu.

“Hanya Sooyoung kah? Bagaimana denganku?” tanya Yoona dengan mimic sedihnya.. Yuri tersenyum lalu mendekatkan dirinya pada Yoona..

“Aku juga akan menemanimu… Tapi aku rasa, kau lebih senang jika di temani dengan namja tampan yang ada di sana…” Yoona menoleh, melihat apa yang di lirik Yuri. ternyata di sana sudah ada pangeran Ikan Yoona yang sudah menjemputnya.. Yoona menggaruk lehernya yang tak gatal lalu segera permisih dari semuanya..

“Permainanmu payah sekali, Shikshin!” ejek Kyuhyun..

TUK!

“YA!!!” pekik Kyuhyun saat Sooyoung melayangkan tas tennisnya yang lumayan berat itu ke kepala Kyuhyun.  Yuri memandang Kyuhyun khawatir, hanya sebentar sampai ia terkekeh pelan.. Minho dan Sooyoung serentak tertawa melihat ekspresi Kyuhyun yang menahan marahnya..

“Biasanya kau akan segera menyerangku dengan amarahmu, Idiot Gamers?”

“Ah, kau lupa? Siapa yang ada di dekatnya?” sahut Minho. Hal itu sontak membuat Kyuhyun mendengus kesal. Mereka akhirnya tertawa bersama lalu berjalan beriringan meninggalkan lapangan..

***

Yuri dan Kyuhyun nampak berjalan beriringan .. Selesai melihat Sooyoung latihan mereka memutuskan untuk segera pulang..

“Hari ini aku sengaja tidak membawa mobilku.. Aku ingin berjalan kaki bersamamu, apa itu tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun saat dirinya dan Yuri sudah mendekati gerbang sekolah…

“Tentu saja itu tidak apa-apa.. Aku dan Sooyoung sudah sering berjalan kaki untuk pulang ke rumah.. Selain rumah kami dekat, Sooyoung juga bilang ini sebagian dari olahraga kecil untuk memperkuat otot kaki,” jelas Yuri panjang lebar. Yuri sedikit heran dan  memandang Kyuhyun saat menyadari Kyuhyun terdiam menatapnya. “ada apa?” heran Yuri.

Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan segera tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya, “Anni.. Baru kali ini aku mendengarmu berbicara banyak padaku setelah hari itu..”

Yuri seketika menunduk, menyembunyikan rona merah di pipinya..

“Sepertinya pasangan baru ini lupa padaku.. Jinjja!” Yuri dan Kyuhyun serentak menghentikan langkah. Mereka berbalik.. Mendapati Sooyoung sudah berdiri dengan tas tennisnya bersama dengan Minho…

“Sooyoungie.. Mianhae…” kata Yuri tak enak… Sooyoung mengacungkan ibu jarinya dan memberikan wink pada Yuri..

“Aku hanya bercanda Yuri-ya.. Kau tak liat, ada namja kodok yang menemaniku?”

“YA! Aku bukan namja kodok dan aku tidak mau menemani Yeoja shikshin sepertimu!” ketus Minho sambil menyilangkan kedua tangannya dan membuang muka dari Sooyoung.. Membuat Kyuhyun, Yuri dan Sooyoung terkekeh… “Kalian cepatlah jalan! Apa kita akan diam di sini sampai malam?” sungut Minho.

“Ah ne.. ne.. namja kodok…”

“YA! Kau!”

Sebelum Minho berang, Kyuhyun dengan sigap menarik lembut tangan Yuri dan berlari menjauh dari mereka…

“Mereka cocok ya….” kata Sooyoung tiba-tiba. Minho berbalik kecil dan menatap Sooyoung… “Aku pikir, mulai sekarang aku akan kesepian.. Yuri pasti jarang datang menemaniku latihan lagi…”

“Seperti bukan Sooyoung saja… Kalau kau butuh teman, ada aku.. Yuri juga tidak akan meninggalkanmu hanya karena ia sudah jadian dengan idiot gamers itu.. Kajja kita pulang…” ajak Minho sembari mengambil alih tas tennis milik Sooyoung.

Sooyoung tertegun dengan perkataan Minho barusan. Ia dapat melihat punggung Minho yang berjalan santai mulai meninggalkannya.

“YA! Tunggu!” pekik Sooyoung sembari mulai berlari, mengejar Minho. Walau terlihat cuek, Sooyoung sering sekali merasa. Minho sangat memperhatikannya dan Kyuhyun

***

            Sooyoung berjalan dengan bibir tertutup rapat sambil melihat ke bawah. Di depannya ada Yuri dan Kyuhyun yang berjalan dengan mesra dan tangan yang saling tertaut hangat. Hari ini mereka berempat memutuskan untuk berjalan bersama menikmati udara sejuk kota Seoul.

“Jinjja.. Aku tak akan pernah memaafkannya jika ia menyakiti sahabatku…” ucap Sooyoung tiba-tiba. Minho yang ada di sebelah Sooyoung menatap Sooyoung sebentar, lalu menatap ke depan lagi.

“Lalu, kalau dia menyakitimu. Apa kau biarkan?” Sooyoung terkejut pada perkataan Minho itu.

“Apa yang kau maksud, Minho-ya?” Minho berhenti berjalan, menahan Sooyoung.

“Kalian kenapa?” tanya Kyuhyun. Sooyoung dan Minho serentak memandang ke depan, Kyuhyun dan Yuri rupanya sudah berbalik ke arah mereka.

“Nikmatilah kencan kalian ini.. Aku dan Sooyoung akan berkeliling berdua…” kata Minho datar lalu berbalik arah, turut membawa Sooyoung dengannya. Yuri dan Kyuhyun saling bertatap heran, lalu kemudian ia melanjutkan jalan-jalan mereka..

“Yuri-ya? Kau bahagia bersamaku, ne?” tanya Kyuhyun tiba-tiba..

Yuri mengangguk malu..

“Aku bahagia.. sangat bahagia.. Bagaimana denganmu?” Kyuhyun berhenti dan dengan cepat menghadapkan dirinya di depan Yuri. Kyuhyun meraih tangan kedua tangan Yuri lalu menggenggamnya penuh cinta.

“Sangat. Bahkan aku tak bisa menggambarkan rasa bahagiaku selama lebih dari sebulan bersamamu…”

Yuri merona mendengar itu..

“Aku sangat berterima kasih pada Sooyoung yang telah memperkenalkan kita… Kau tau, aku sangat menyayanginya… Juga Yoona.. Terlebih Nae namja, Cho Kyuhyun…”

“Ne… Walau pada awalnya kau selalu lari melihatku… Aku juga..  sangat menyayangimu…” kata Kyuhyun sembari mengacak rambut Yuri, gemas..

“YA!” Yuri memukul pelan lengan Kyuhyun sampai akhirnya Kyuhyun tertawa dan menarik tubuh Yuri ke dalam pelukan penuh cintanya…

***

            “Apa yang kau maksud tadi, Minho?” tanya Sooyoung dengan nada begitu penasaran. Minho masih diam dengan pandangan datarnya menatap beberapa anak-anak yang bermain di taman.

“Minho?” panggil Sooyoung lagi…

“Kenapa? Kenapa kau mendekatkan Kyuhyun pada sahabatmu?” Sooyoung mendadak terkejut dengan pertanyaan Minho itu.

Sooyoung akhirnya terkekeh hambar lalu mulai duduk pada sebuah kursi panjang. Ia menatap lurus tanpa melihat Minho. “Apa tak ada bahan candaan lain selain itu? Kau tau siapa Kyuhyun itu? Dia namjachingu sahabatku. Bodoh sekali jika aku jatuh cinta padanya. Bahkan aku sendiri yang mendekatkan mereka saat aku tau keduanya saling suka…”

Minho hanya memperhatikan Sooyoung tanpa ekspresi..

“Aku tak mengatakan kau mencintainya, aku hanya bertanya, kenapa kau mendekatkannya pada sahabatmu?”

Sooyoung menatap tajam pada Minho..

“Ya!! Babo-ya!” kesal Sooyoung, menyembunyikan  kesalahannya.

“Ya.. Aku memang bodoh… Tapi lebih bodoh lagi, dirimu…” ujar Minho tiba-tiba sembari mulai berdiri dan bermaksud berjalan meninggalkan Sooyoung..

“Minho???” desah Sooyoung.. Ia  akhirnya berdiri dan berlari kecil mengejar Minho.

***

            Yuri dan Kyuhyun kini telah tiba di depan rumah ber-cat putih milik keluarga Kwon. Kyuhyun sedikit heran saat melihat rumah itu gelap gulita.

“Sekarang sudah sampai.. Gomawo…” kata Yuri pada Kyuhyun.. Kyuhyun menekuk wajahnya.

“Kau tak mempersilahkanku masuk?”

Yuri sedikit terdiam dengan pertanyaan Kyuhyun. Selama perpacaran tak pernah sekali pun Kyuhyun bertanya seperti itu, biasanya ia hanya akan mengantar Yuri sampai di depan rumah dan pulang..

“Kau ingin masuk?” Kyuhyun mengangguk..

“Tentu saja…”

Yuri mengajak Kyuhyun masuk kedalam rumahnya. Suasana sepi menyambut keduanya.

“Chagi? Kenapa di sini begitu gelap?”

“Mungkin Eomma belum pulang…” sahut Yuri. Yuri akhirnya mulai membuka pintu. Gelap.. Suasana gelap sebentar sampai akhirnya menjadi terang saat Yuri menyalakan saklar lampu… Kyuhyun sedikit tertegun melihat rumah Yuri tertata rapi, namun sepi…

“Apa tak ada seorang pun di sini selain kita, chagi?” tanya Kyuhyun saat dirinya sudah di persilahkan duduk di ruang tengah oleh Yuri. Sepanjang perjalanan dari pintu utama menuju ruang tengah tak ada seorang pun yang di temui oleh Kyuhyun. Yuri mengangguk dan ikut duduk di sebelah Kyuhyun..

“Aku hanya tinggal berdua dengan Eomma di sini dan Eomma sering bekerja hingga larut.” Kyuhyun mengangguk mengerti.. Ia pernah mendengar hal itu sebenarnya dari Sooyoung. Appa Yuri sudah lama tak ada dan Yuri tinggal hanya berdua dengan Eommanya yang bekerja di sebuah kantor ternama sebagai manager pemasaran..

“Apa kau tak merasa kesepian, Chagi?”

“Anni Chagi-ya.. Terkadang Sooyoung atau Yoona datang menemaniku.. Bagaimana denganmu? Kata Sooyoung kau tinggal sendiri di apartemen, bukan?”

“Rupanya dia penggosip yang baik .. Ne chagi.. kedua orangtua-ku tinggal di Kanada dan mengurus perusahaan baru mereka di sana.”

“Kenapa kau tak ikut bersamanya?”

“Jika aku bersamanya, aku tak akan bisa bersamamu…” Yuri seketika memukul dada bidang Kyuhyun..

“Aku serius bertanya padamu…” ucap Yuri sedikit mem-pout-kan bibirnya. Yuri akhirnya membawa Kyuhyun ke dalam kamarnya dan segera meninggalkan Kyuhyun untuk mengambil minum..

Di dalam kamar berwarna pastel itu, Kyuhyun memperhatikan seisi-nya. Desain kamar ini sangat cocok dengan karakter Yuri yang lembut. Ia melihat bingkai foto besar yang berisi beberapa foto yang di temple oleh Yuri.

Kyuhyun sedikit menahan tawanya melihat foto Yuri dan Sooyoung dengan seragam SMP.. Yuri dan Sooyoung memang bersahabat sejak mereka bertemu di satu SMP yang sama.

Di sisi lain, ada foto Yuri dan Yoona, sahabat Yuri yang di temuinya di SMA. Ada juga foto Yuri dengan hanbok bersama seorang yeoja yang Kyuhyun ketahui sebagai Eomma Yuri, di foto itu Yuri tertawa bahagia bersama Sooyoung dan Yoona.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke sisi lain. Ia tersenyum melihat koleksi buku-buku cerita Yuri. Ia sangat mengetahui hobi dari yeojachingunya tersebut..

“Kau sedang apa, chagi?” Kyuhyun sedikit menoleh dan mendapati Yuri sudah ada di dekatnya. “Minumlah…” kata Yuri memberikan segelas minuman bersoda pada Kyuhyun..

“Anni.. Aku hanya melihat-lihat koleksimu.. Gomawo chagi…” Kyuhyun meletakan gelas itu di meja belajar milik Yuri. Yuri duduk di atas tempat tidur, sedangkan Kyuhyun nampak melihat-lihat buku koleksi Yuri.

“Banyak sekali…” kagum Kyuhyun… Yuri tersenyum dan kemudian ia ikut berdiri menghampiri Kyuhyun..

“Aku kagum pada semua pengarang buku-buku itu, chagi..”

“Kau ingin menjadi novelis?” Yuri menatap Kyuhyun sebentar lalu ia mengalihkan pandangannya..

“Uhm… Ne chagi…”

“Kau pasti akan menjadi novelis terkenal chagi.. Jangan lupa ne, suatu hari tulislah cerita tentang kita… Kau boleh menambahkan si shikshin itu dan juga si namja kodok… Haha..” Kyuhyun tiba-tiba terkekeh sendiri. Yuri ikut tertawa pelan..

“Suatu hari nanti.. Aku akan menulis kisah kita semua.. Kisah bahwa aku bahagia bersamamu.. Kisah bahwa Aku memiliki sahabat yang baik seperti Sooyoung dan Yoona juga aku akan menulis kisah cinta Sooyoung dan Minho…” Kyuhyun berbalik langsung pada Yuri..

“Sooyoung-Minho?”

Yuri ikut memandang Kyuhyun dan mengangguk pelan..

“Apa Kau tak merasakan jika Minho sering melihat ke arah Sooyoung? Ah kau payah Chagi…”ejek Yuri..

“jika di pikir-pikir benar juga sih.. Minho selalu saja memarahiku jika aku menggoda Sooyoung…”

“Walau aku tak dekat dengan Minho, aku yakin dia sangat peduli pada Sooyoung…” Yuri kembali menatap buku-buku koleksinya..

“Kau memang pintar, Chagi-ya!!” ucap Minho gemas dengan mencubit kecil kedua pipi Yuri.. Yuri meringis kecil.. Membuat Kyuhyun melepaskan tangannya dan memeluk cepat Yeojanya itu…

“Mianhae..” Yuri dan Kyuhyun akhirnya tertawa bersama saat Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Yuri..

Kyuhyun mulai berpikir sampai akhirnya ia mengingat sesuatu…

“Chagi-ya?! Apa buku yang ingin kau ambil di perpustakaan sudah kau baca?” Yuri menggeleng..

“Aku belum sempat mencarinya lagi, Chagi-ya.. Padahal aku sangat ingin membelinya.. kau tau? Di dalam buku itu ada tiket untuk bertemu dengan pengarang-nya bulan depan…” kata Yuri antusias..

Kyuhyun sedikit merasa bersalah pada Yuri.. “Mianhae.. Jika saja hari itu aku tak mengambilkannya untukmu, kau pasti sudah mendapatkan buku itu…”

“Anni chagi.. Itu bukan salahmu.. Andai saja aku tak gugup…” Kyuhyun segera mendekati Yuri dan memeluknya dari belakang..

“Chagi-ya?” panggil Kyuhyun lembut dengan menyandarkan kepalanya pada pundak kanan Yuri..

“Uhm?” sahut Yuri tak kalah lembutnya…

“Kau ingin mendengar satu mantra dariku?”

Yuri memiringkan kepalanya, tanda heran.. “mantra?”

“Ne.. Mantra yang bisa membuatku bahagia…”

“Jinjja? Apa ada mantra seperti itu? Jika iya, coba katakan padaku…”

Kyuhyun memperdalam pelukannya pada Yuri… Dengan penuh kasih ia memeluk tubuh Yuri dari belakang.. Yuri dan Kyuhyun memandang satu obyek yang sama melalui jendela kamar Yuri yaitu langit malam yang sedang dipenuhi oleh bintang-bintang..

“Bintang-bintang.. dengarlah.. Di sini, aku sedang memeluk seorang yeoja yang sangat ku cintai.. Aku mencintainya.. Tolong selamanya jangan pisahkan kami…  Aku ingin selamanya hanya bersamanya, Tuhan..” Kyuhyun melepas pelukannya dan membalik tubuh Yuri, menghadapnya..

“Saranghae, Kwon Yuri.. Aku sangat berharap kau bisa selalu di sampingku.” Yuri menggigit bibir bawahnya. Menahan haru akibat perkataan manis Kyuhyun.. “Bagaimana? Mantraku bagus, bukan? Kau tau chagi? aku bahagia sekali jika harus mengatakan itu setiap hari…”

Yuri tersenyum lalu tanpa kata-kata langsung memeluk hangat tubuh Kyuhyun..

“Nado saranghae…. Kau tau chagi? aku juga bahagia karena mantramu… Aku mohon, jangan tinggalkan aku… Kau harus terus ada di sampingku..” Kyuhyun membalas pelukan Yuri dan mengangguk..

“Pasti chagi.. Aku janji… Aku sangat mencintaimu….” Seketika suasana kamar Yuri terasa hangat, terbias manis cinta dari kedua orang yang sedang tersenyum penuh kasih….

***

            Sooyoung menghempaskan dirinya lelah ke atas tempat tidur empuk miliknya. Kilasan wajah seorang namja bermain di ingatannya. semakin wajah namja itu datang, semakin sering  juga wajah seorang Yeoja yang berharga di hati Sooyoung terlihat.

“Yul-ah? Apa aku jahat? Aku jahat ne?” Sooyoung perlahan berbalik dan mendapati sebuah bingkai foto yang menampakan fotonya bersama Minho, Kyuhyun dan Yuri saat berjalan-jalan ke sebuah festival bersama.. Kyuhyun dan Yuri nampak bahagia di sana..

“Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kenapa aku sedikit sesak melihat senyum kalian?” Sooyoung dengan pelan menyapu ujung matanya yang berair.. Ia mulai mengutuk dirinya sendiri.

Tuhan… Tolong buanglah perasaanku ini.. Kenapa ini bisa terjadi.. Kenapa aku tak menyadarinya?

***

Kyuhyun berjalan santai dengan seragam sekolahnya, tak ketinggalan sebuah PSP kesayangan turut di bawa oleh Kyuhyun. Ia berjalan sendiri masuk ke dalam perustakaan. Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari sesuatu… Ia terus menelusuri semua isi perpustakaan dengan bingung sampai tak menyadari banyak mata yang memandangnya heran..

“Jinjja-yo, aku yakin kemarin melihat buku itu di sini,” kesalnya.

“Mianhae.. Buku apa yang sedang kau cari?” tanya seseorang. Kyuhyun berbalik dan mendapati pegawai perpustakaan tengah berdiri di hadapannya, mungkin ia datang karena melihat ekspresi bingung dari Kyuhyun..

“Uhm.. Apa buku bakemotogari ada di sini?” tanya Kyuhyun.. Petugas itu berpikir sejenak lalu ia mulai memasang wajah menyesalnya.

“Dengan sangat menyesal aku bilang kalau buku itu telah di pinjam seseorang.. Dan jika kau ingin meminjamnya, kau bisa menunggu beberapa hari lagi. Atau lebih baik ku sarankan untuk membelinya di luar, karena di dalamnya ada tiket bertemu dengan pengarang-nya secara langsung untuk me-review buku itu..” jelas petugas itu panjang lebar. Kyuhyun menunduk tanda terimakasih pada petugas itu. ia baru ingat jika Yuri bukan hanya ingin membaca buku itu, tapi juga ingin bertemu pengarangnya…

Kyuhyun akhirnya mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan pada Yuri.

Aku ada suatu urusan, Chagi-ya.. tapi kau tenang saja aku tak melupakan janji kita .. Tunggulah aku di depan gerbang sekolah, aku akan datang menjemputmu di sana.. Arra? ^^ saranghae, Kwon Yuri…

Kyuhyun segera berlalu dari perpustakaan.

***

Yuri tersenyum simpul membaca pesan dari Kyuhyun. Yuri sedikit terkejut saat mendengar sebuah siulan yang sepertinya menggodanya..

“Yoona-ah, kau mengejutkanku…” ujar Yuri sembari mengelus dadanya.

“Kau sepertinya sedang bahagia, ne? Coba kutebak, pasti pesan dari Kyuhyun, kan?” goda Yoona. Yuri hanya tersenyum malu lalu mengangguk.. “Ah jinjja.. Pasangan baru memang menyenangkan..”

“Kau membuatku malu, Yoona-ah.. Kajja kita keluar…” ajak Yuri. Yoona mengangguk patuh lalu mengikuti Yuri..

***

            Kyuhyun mengembangkan senyumnya saat mendapatkan sesuatu yang sedari tadi dicari-nya. Kyuhyun berhasil mendapatkan buku langka yang sedang di cari-cari oleh Yuri. Dengan senyum penuh kebahagiaan ia segera meminta petugas toko buku untuk membungkus buku itu rapi…

Kyuhyun berjalan keluar dari toko buku itu dengan terburu. Ia melirik jam dan wajahnya seketika menjadi khawatir..

“Idiot gamers?”

Kyuhyun menghentikan kegiatannya yang hendak membuka pintu mobil saat mendengar seseorang memanggilnya bingung. Ia berbalik dan sedikit menautkan alisnya saat melihat Minho dan Sooyoung sudah berada tak jauh dari tempatnya berada.

“Kalian? Sedang apa?” heran Kyuhyun..

“Harusnya kami yang bertanya padamu.. Kenapa tak masuk sekolah?” tanya Minho.. Sooyoung mengalihkan pandangannya pada sebuah bungkusan rapi yang ada di tangan Kyuhyun yang kebetulan sedang di angkat oleh Kyuhyun..

“Kau janjian dengan Yuri, ne? Kenapa kau masih ada di sini?” tanya Sooyoung..

“Aku baru saja menemukan buku yang sedang di cari oleh Yuri… Dan sekarang aku akan menemuinya..” ucap Kyuhyun dengan senyumnya..

“Jika tau Kau masih berjalan-jalan, aku tak akan meninggalkan Yuri yang menunggumu sendirian tadi..” sinis Sooyoung.

“Ya! Kau ini.. Aku juga tak tau jika mencari buku ini memakan waktu begitu lama.. Aku hanya ingin memberikan sesuatu yang sangat di inginkan Yuri di perayaan dua bulan hubungan kami, apa salah?”  kesal Kyuhyun.. Sooyoung tertegun dengan pernyataan Kyuhyun tersebut..

Kau.. sudah sangat mencintainya, ne? batin Sooyoung.

“Ah, rupanya kau namja yang bisa romantis juga…” kata Minho datar, namun penuh ejekan.. Kyuhyun memanyunkan bibirnya, sedikit kesal..

“Aigoo…” seru Sooyoung yang langsung berlari kecil menghampiri sebuah stand penjual pernak-pernik.. Minho dan Kyuhyun serentak ikut menghampiri stand itu..

“Ya! Shikshin, kau tak cocok memakai itu…” ejek Kyuhyun, hal itu membuat Sooyoung ingin menjitaknya..

Minho mengambil sebuah gelang dengan bandul-bandul kecil berwarna-warni. Minho mengangkat gelang itu dan menyerahkannya pada Sooyoung.

“Ini, cocok untukmu…” kata Minho. Sooyoung melihat gelang itu dan mencoba memakainya..

“Ah kau benar Minho-ya.. Ini lucu…”

Kyuhyun hanya mendumel mengikuti perkataan Sooyoung.. Sooyoung mendengus kesal pada Kyuhyun.. “Ah jinjja.. Aku rasa aku akan telat menjemput Yuri.. Shikshin, Kodok.. aku duluan ne…” ucap Kyuhyun terburu..

“Kau pasti takut jika aku minta kau membayarkan ini untuk-ku, uhm? Dasar pelit…” ketus Sooyoung.. Kyuhyun menatap tajam pada Sooyoung..

“Apa kau bilang?!”

“Kau pelit! Idiot gamers, kau harus membelikan ini untukku..” kata Sooyoung cuek sambil melihat gelang itu. Minho tak memperhatikan itu, ia nampak sibuk melihat-lihat gelang lainnya..

“Andwae!” kata Kyuhyun..

“Ya! Pelit…” rutuk Sooyoung sambil menatap gelang itu..

“Jika kau mau, aku bisa membelikannya untukmu…” kata Minho tanpa menatap Sooyoung. Sooyoung diam dan perlahan ingin melepaskan gelang itu..

“Aigoo…” Kyuhyun bergerak dan meraih sebuah cincin perak mungil bermata poodle…  Kyuhyun kemudian menunjukan cincin itu pada Sooyoung.. “Bagus?” Sooyoung mengangguk.. Kyuhyun tersenyum sambil memperhatikan cincin itu, “Pasti cocok untuk Yuri.. Aku akan ambil ini satu.. Oh ya…” Kyuhyun mengambil sebuah gelang rantai dengan huruf S..

“Ini untukmu.. S- untuk Shikshin…” kekeh Kyuhyun.. Plak! Minho menutup matanya saat melihat Sooyoung menjitak gemas Kyuhyun.

“Ya!! Shikshin babo-ya!” pekik Kyuhyun.. Namun ia segera meredam marahnya. “aku sangat berharap kau menerima ini Sooyoungie.. Anggap ini sebagai salah satu hadiah kecil dariku.. Gomawo telah memperkenalkanku pada Yuri, ne? Ah, mian aku harus pergi lebih dulu.. Aku harap kalian berdua tetap akur ne…” Dengan cepat Kyuhyun membayar gelang dan cincin yang di ambilnya tadi dan berlari cepat menuju mobilnya, sudah sangat terlambat dari jam janjiannya dengan Yuri.

Sooyoung terdiam dan menatap sendu kepergian Kyuhyun. Minho menyadari hal itu, ia menarik nafas lalu membuangnya kasar. Minho membayar sebuah gelang yang di belinya dan memasukannya ke dalam saku celananya..

“Kajja pulang! Kau bilang ingin membeli raket baru, kan?” kata Minho menyadarkan Sooyoung dari lamunannya. Sooyoung memandang Minho terkejut namun kemudian dia mengangguk pelan..

***

            Kyuhyun sedikit berdecak kesal saat mobilnya terjebak macet. Ia mencoba meraih ponselnya dan menekan nomor seseorang yang sedang memenuhi pikirannya sekarang. Raut wajah Kyuhyun berubah menjadi khawatir saat nomor yang di tujunya tak aktif. Ia menurunkan kaca mobilnya, sekedar membiarkan angin alami masuk menyentuh wajahnya.  Kyuhyun mulai tak tenang, 10 menit berlalu, tak juga mobil ini bergerak maju. Kyuhyun akhirnya mengambil sebuah bungkusan yang selalu ada di sebelahnya dan segera membuka pintu mobil untuk keluar..  Kyuhyun sedikit tertegun saat akses jalan menuju sekolahnya terhalang macet.

“Aku dengar, penyebab macet ini karena ada sebuah mobil yang meledak jauh di depan sana…”

“Ah kau benar… Pengendaranya sih beruntung bisa keluar dari mobil sebelum mobil itu meledak.. Tapi bagaimana nasib Yeoja yang di tabraknya itu?”

“Yang aku dengar sih, Yeoja itu tertabrak cukup parah dan terseret jauh dari tempat ia berdiri sebelumnya…”

“Kasihan ya… Sepertinya ia sedang menunggu jemputan di depan gerbang sekolah itu.. Korbannya juga siswi sekolah itu, kan? Bahkan ia masih memakai seragam Chun Ang Academy-nya…” Mata Kyuhyun sontak melebar mendengar itu. gerbang? Yeoja? seragam? Chun Ang?!

Kyuhyun segera mempercepat langkahnya. Tangannya gemetar memegang bungkusan yang terus di pegangnya.

Chagi-ya.. itu bukan dirimu kan? Kata kan padaku kau sudah pergi dan tak menungguku di depan gerbang chagi.. Chagi-ya!!!

Kyuhyun terus mempercepat langkahnya. tak di perdulikannya lagi tatapan heran orang-orang padanya yang memanggil-manggil nama Yuri..

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat seorang petugas menghentikannya..

“Mian, kami tengah melakukan identifikasi pada korban… Tolong.. jangan melanggar garis polisi ne…” Kyuhyun berhenti tapi tak mendengarkan kata petugas itu.. Matanya sukses membulat melihat darah segar membanjiri depan gerbang sekolah itu. Walau jauh, tapi jelas bagi Kyuhyun untuk melihatnya… Gerbang sekolah yang berdiri kokoh itu sedikit hancur seperti di benturkan benda keras.. Tak jauh dari sana ada petugas pemadam yang masih berusaha memadamkan api dari mobil yang terbakar tersebut.

“Yuri-ya?” desah Kyuhyun pelan, tak percaya.. Ia melihat tas yang sangat di kenalnya sudah tergeletak tak berdaya di lantai dengan darah..

“Nama korban telah di ketahui dari kartu pelajarnya, Sajangnim.. Namanya.. Kwon……………. Yuri…”

DEG! Bagai di tusuk ribuan jarum dan di jatuhi benda ribuan ton beratnya dada Kyuhyun mendengar nama itu.. Bungkusan yang ada di genggaman Kyuhyun jatuh begitu saja dari genggamannya. tanpa di komando Kyuhyun berteriak histeris memanggil-manggil nama Yuri…

Semua orang nampak berusaha menenangkan Kyuhyun, namun tak seorang pun mampu menenangkannya sekarang…

“YURI-YA!!!!!!!” teriak Kyuhyun penuh emosi dan penyesalan…

***

Hehehe .. Hehehe .. Hehehe ….

Mohon kritik + saran-nya, ya…  ^^ Makasih banyak Ekha eon dh mau buatin poster. Buat semuanya juga xixi😀

@yuuripico26

99 thoughts on “Eternity Wish

  1. sella mvp shawol Mei 19, 2014 pukul 10:42 am Reply

    mian. baru sempet baca.. air mata mengalir begitu saja pas baca kalimat terakhir.. masa yuri.a meninggal? aduh penasaran ini.. langsung ah k part selanjut.a.. hiks hiks hiks nyesek banget..

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: