Weird Wedding (PART 15 A)

WW Cover

 

Tittle : Weird Wedding (PART 15 A)

Author : @yuuripico26

Cast : Kwon Yuri & Choi Minho.

Other : Im Yoona, Lee Donghae, Choi Sooyoung & Kim Yesung.

Lenght : Chaptered

Ratting : PG-15

Genree : Romantic dan sedikit gaje..

 

– TYPO IS AN ART OF WRITING

 

– YANG KELEWAT TAG, MIANHAE..

 

WARNING!!! Mianhae kalau lanjutannya makin gaje.. :’) mianhae juga buat molornya jadwal post ff ini..😄 masih bersedia baca kan? yuks lanjut 

 

 ***

 

Dengan wajah yang sudah terlihat tidak tenang Minho mulai memasukan password untuk membuka pintu.

 

Beep.. Beep… Flip…

 

Pintu terbuka, dengan sedikit tergesa-gesa Minho menutup pintu dan masuk kedalam. Tempat pertama yang dia datangi adalah ruang keluarga, Minho menautkan alisnya melihat sosok yang biasanya menunggu dirinya pulang tidak ada disana. Dengan sedikit cepat Minho segera menuju kamar miliknya dan Yuri.

“Yuri-ya, kumohon.. jangan buat aku seperti ini.” Desah Minho pelan saat tidak menemukan Yuri didalam kamarnya. Minho sedikit melirik pintu kamar mandi yang sedang terbuka itu, tanpa pikir panjang Minho segera masuk dan menuju kamar mandi. Minho dengan nafas berburu segera berdecak kesal saat tidak menemukan sosok anaenya itu.

“Chagi-ya? Kau sedang apa disana? Mianhae, aku tadi dari dapur.” Minho seketika berbalik dan mendapati anaenya sedang berdiri diambang pintu kamar memandang bingung kearahnya.

“Yuri-ya?” Dengan cepat Minho segera menghampiri anaenya itu dan memeluknya erat.

“Mwo? Ada apa Yeobo?” Yuri terlihat heran sekali dengan perlakuan Minho namun tetap mencoba membalas pelukan nampyeonnya itu.

“Yeobo?”

“Sssttt.. Biarkan seperti ini sebentar.” Pinta Minho masih dalam posisi memeluk Yuri. Yuri hanya bisa mengangguk mengerti. Setelah sekitar 4 menit dalam posisi seperti itu, Minho melepas pelukannya dan menatap lembut mata teduh Yuri.

“Tadi pulang kuliah jam berapa?” Tanya Minho mencoba  tetap menjaga nada bicaranya.

“Sekitar 2 jam yang lalu Yeobo.” Jawab Yuri.

“Pulang bersama?” Yuri sedikit mengernyitkan keningnya heran, dia tau betul jika sekarang ada yang sedang dipikirkan oleh Minho.

“Tentu saja bersama Sooyoung dan Yoona.” Minho mengangguk.

“Tidak dengan yang lainnya?”

“Yesung Oppa…” Jawab Yuri hati-hati. Minho mencoba tersenyum mendengar itu, tangannya mengepal tapi tetap dia sembunyikan itu dari Yuri.

“Ada apa kau bertanya Yeobo? Apa ada masalah? Ah iya, Yesung oppa telah kembali dan tadi dia mengajakku, Yoona dan Sooyoung makan.” Yuri mencoba bercerita dengan hati-hati pada Minho. Dengan lembut Minho memegang kedua pipi anaenya itu dan menatap Yuri dengan tatapan yang mengisyaratkan jika mata Yuri yang indah ini hanya miliknya dan hanya akan memandangnya.

“Aku percaya padamu, tolong jaga kepercayaanku. Saranghae.” Minho menurunkan tangannya dari pipi Yuri dan mulai kembali merengkuh tubuh Yuri kedalam pelukannya.

“Nado saranghae.. aku janji akan menjaga kepercayaanmu.” Jawab Yuri dengan perasaan bingung.

“Sebenarnya ada apa Yeobo? Kenapa tiba-tiba seperti ini?” Batin Yuri.

“Aku yakin padamu Yeobo.. Yakin sekali.” Gumam Minho dalam hati sambil terus mempererat pelukannya pada Yuri.

“Yeobo… Jangan terlalu kencang, perutku sesak.” Keluh Yuri, dengan cepat Minho segera melepaskan pelukannya dan menatap khawatir pada Yuri.

“Mianhae.. Apa tidak apa-apa?” Tanya Minho sambil menatap Yuri dan perut Yuri bergantian, Yuri mengangguk dan mengelus pelan perutnya.

“Ne.. Gwenchana.” Minho tersenyum dan segera mensejajarkan dirinya dengan perut Yuri. Perlahan Mihno mengecup perut Yuri yang kini sudah berumur 7 bulan dan mengelusnya pelan.

“Anak Appa.. Mianhae jika appa telah menyakitimu.. Saranghae..” Sekali lagi Minho mendaratkan kecupan hangat kearah perut Yuri, kali ini terlihat sedikit lama.

“Gomawo.. Nado saranghae Appa.” Sahut Yuri menirukan suara anak kecil. Minho melepas kecupannya pada perut Yuri dan kembali berdiri.

“Ummanya juga mau?” Goda Minho, Yuri sedikit terkekeh dan menggeleng.

“Ummanya sudah terlalu sering mendapatkannya.” Canda Yuri.

“Jadi tidak mau?” Minho terus menatap Yuri dan menggodanya.

“Yeobo, jangan menggodaku sebaiknya kau man…”

 

Chu ~

 

Minho dengan cepat mengecup bibir Yuri seketika.

“Ya!! Apa yang kau lakukan namja dingin.. Dasar tukang ambil kesempatan.” Pekik Yuri seraya mencubit lengan Minho berkali-kali.

“Yeobo.. Hentikan.. Appo… Yeoja aneh.. arrgg.” Minho terlihat beberapa kali menghindari cubitan Yuri, melihat Yuri yang tidak kunjung menghentikan perbuatannya itu membuat Minho sedikit kewalahan dan menahan tangan Yuri. Yuri menghentikan aksinya dan menatap Minho yang kebetulan juga menatapnya. Perlahan namun pasti Minho mulai memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya kewajah Yuri. Semakin dekat, nafas Yuri semakin terasa diwajah Minho.

“Hentikan!! Cepat mandi!!” Badan Minho sedikit terdorong kebelakang saat Yuri mendorong wajah Minho dengan tangannya.

“Mwo? Chagi-ya tapi..” Minho tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat Yuri sudah keluar dari kamarnya menuju dapur.

“Aish.. apa salahnya menciumku, hitung-hitung ciuman menyambutku pulang kerumah.” Gerutu Minho, Minho seakan teringat sesuatu segera mengambil ponselnya dari saku kemeja. Diremasnya sebentar ponsel itu dan dibuangnya dengan kasar keatas tempat tidur.

“Aku lebih percaya anaeku.. Dasar Yeoja babo.” Sinis Minho memandang ponselnya dan segera pergi menuju kamar mandi.

 

***

 

Yoona dan Donghae tengah duduk berdampingan disebuah balkon kamar pink itu. Sudah beberapa hari ini Donghae rajin sekali datang kerumah Yoona untuk sekedar duduk ataupun bertemu Yoona. Sesekali mereka tertawa dan serius menceritakan sesuatu. Tangan Yoona sedari tadi berada digenggaman Donghae, dan sesekali Donghae terlihat memainkan jari-jemari Yoona.

“Ohh.. Jadi Yesung itu sudah kembali ke Korea?” Yoona mengangguk menjawab pertanyaan Donghae.

“Ne Oppa… dia sudah kembali tadi siang.”

“Apa Yuri tau jika Yesung kembali?”

“Tentu saja Yuri tau, tadi siang dia mengajak aku, Yuri dan Sooyoung makan bersama.”

“Ahh aku tau.. apa namja tengil itu diberitahu oleh Yuri lalu cemburu dan ..” Donghae nampak berpikir keras.

“Oppa… kau tau apa?” Tanya Yoona penasaran.

“Tadi sore selesai meeting, Minho bilang dia akan menelepon Yuri. Tapi tiba-tiba sepertinya dia menerima pesan, ntah isi pesan itu apa. Wajah Minho seperti marah, khawatir dan langsung pamit pulang.” Jelas Hae..

“Kau jangan berlebihan oppa.. tidak mungkin hanya karna Yesung Oppa pulang Minho seperti itu.”

“Aku bukan berlebihan, aku hanya menganalisa.”

“tapi biasanya analisamu tidak berujung oppa.” Donghae hanya mempoutkan bibirnya mendengar itu.

“Ya!! Lihatlah, bibirmu sudah seperti ikan jika begitu. Dasar namja ikan.” Ejek Yoona.

“Biarin saja, kau juga suka pada namja ikan seperti ini kan.” Goda Hae seraya mengecup singkat pipi Yoona.. Yoona seketika memukul lengan Donghae pelan.

“Dasae Nappeun.” Donghae menarik tubuh Yoona agar bersandar pada punggungnya, tangan Yoona diraihnya dan digenggamnya lembut.

“Chagi.. apa kau tidak pernah berpikir..” Tanya Donghae tiba-tiba.

“Oppa.. aku ini tidak sama sepertimu, aku ini selalu berpikir.” Kekeh Yoona yang sadar dengan kesalahan kata pada pertanyaan Donghae. Donghae menatap sedikit kearah Yoona lalu tertawa saat menyadari pertanyaannya tadi.

“Maksudku.. Tidak kah kau berpikir untuk, menjodohkan Sooyoung dengan Yesung.”

“Mwo? Menjodohkan mereka?”

“Ne… Aku kasian juga melihat namja aneh itu yang patah hati karna Yuri dan kasian dengan bocah pemakan segalanya itu yang sepertinya ingin memiliki namjachingu.. Sungguh pasangan yang cocok bukan..” Yoona seketika tertawa keras mendengarnya, untung saja saat itu orang tua Yoona sedang tidak ada dirumah.

“Apa yang kau tertawa Chagi?” Tanya Donghae bingung.

“Menjodohkan mereka, aku rasa bukan ide yang buruk.” Donghae makin mengeratkan pegangan tangannya pada Yoona.

“Melihat hubungan Minho dan Yuri, aku rasa menikah itu menyenangkan.” Yoona sedikit mendongakkan kepalanya menatap Donghae.

“Menikah itu memang menyenangkan, asal kita pandai menjaganya.. Tapi semenyenangkannya menikah, pasti ada sedikit masalah yang menjadi bumbu-bumbu cinta dalam pernikahan itu.”

“Jadi intinya kau mau menikah atau tidak?”

“Kau melamarku?” Donghae mengangguk dengan senyum khasnya.

“Mana ada cara melamar seperti itu.” Ketus Yoona.

“Aish Chagi.. ini lamaran yang belum formal, suatu hari nanti aku pasti akan melamarmu dengan romantis.. Kau mau menungguku kan?” Yoona tersenyum dan memeluk tubuh Donghae..

“Pasti.. Aku pasti menunggumu.”

 

***

 

Sooyoung terlihat sedang menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Mwo? Ini dimana?” Ujar Sooyoung pelan seraya mengucek matanya.

“Sudah sampai.. Rumahmu benar disinikan?” Ucap Yesung tiba-tiba disamping Sooyoung, Sooyoung sedikit terkejut dan kemudian berbalik menatap Yesung. Sooyoung melirik jam tangannya sedikit dan melebarkan matanya.

“Mwo? Jadi dari tadi aku tertidur?” Pekik Sooyoung. Yesung mengangguk.

“Jadi selama 2 jam dari makan siang tadi aku tertidur disini? Kenapa tidak membangunkanku?” Keluh Sooyoung.

“Aku hanya tidak ingin menganggu tidurmu yang sepertinya nyenyak dan kelihatan lelah tadi.” Sooyoung menghela nafas panjang.

“Gomawo..” Ucap Sooyoung singkat. Yesung tersenyum dan mengangguk.

“Cheonma..” Sooyoung sedikit tersipu malu saat Yesung menatapnya sambil tersenyum.

“Ah kalau begitu aku turun dulu.” Ujar Sooyoung tiba-tiba. Yesung seketika turun dari mobil dan berlari kecil membukakan pintu untuk Sooyoung.

“Mwo?” Kaget Sooyoung saat Yesung membukakan pintu untuknya.

“Aku lihat kau lelah sekali, mungkin membuka pintu saja kau tidak kuat.” Kekeh Yesung, Sooyoung turun dengan sedikit mempoutkan bibir.

“Aku bisa membukanya sendiri.”

“Ya.. anggap saja hari ini aku sedang baik.”

“Namja aneh.” Gumam Sooyoung. “Baiklah.. Aku masuk dulu.. Annyeong..” Sooyoung dengan cueknya berbalik dan mulai berjalan masuk. Yesung hanya diam terpaku memperhatikan Sooyoung dari belakang, Sooyoung berhenti dan berbalik menatap Yesung.

“Gomawo Oppa.” Jawab Sooyoung sedikit kaku pada kata Oppa.

“Ng? Oppa?” Kaget Yesung, karna memang selama acara makan tadi tidak pernah sekalipun Sooyoung memanggilnya dengan Oppa..

“Wae? Kau tidak memperbolehkanku memanggilmu Oppa seperti Yuri dan Yoona Unnie?” Tanya Sooyoung, Yesung seketika terkekeh pelan dan kemudian mengangkat jempolnya.

“Panggil aku Oppa, aku suka.” Sooyoung kembali terdiam dan merona.

“Masuklah.. ini sudah hampir malam.. Besok kita akan bertemu lagi.. Sooyoung.” Sooyoung tersenyum dan kemudian mengangguk.

“Selamat malam Oppa.. aku masuk dulu.. annyeong.” Dengan cepat Sooyoung berbalik dan berlari.. menyembunyikan senyum merekahnya dari Yesung.

“Besok aku akan menjemputmu… Sampai jumpa.” Teriak Yesung, Sooyoung berhenti sejenak dan berbalik seraya menganggukkan kepalanya.

“Sampai jumpa besok Oppa.” Sooyoung kembali melanjutkan jalannya. Yesung hanya memegang dadanya.

“Jantungku..  berhentilah.. Fiuh.” Yesung sedikit mengelap keningnya dan kemudian kembali kemobilnya.

 

***

 

Minho nampak sedang menyantap sarapan paginya, namun sesekali dia menatap Yuri dengan tatapan yang lain seperti biasanya dan terkesan membuat Yuri bingung. Namun Yuri masih memilih meneruskan sarapannya.

“Chagi.. Kenapa kau melihatku seperti itu?” Heran Yuri saat acara sarapan pagi mereka telah usai.

“Anniya.. Hmm.. Chagi… Hari ini kau ada mata kuliah?” Tanya Minho.

“Anni.. hari ini sepertinya aku hanya perlu merevisi sedikit proposalku Chagi..” Minho menghela nafas berat.

“Ada apa?” Tanya Yuri sambil berjalan mendekati Minho yang masih betah duduk dikursinya.

“Apa kau tidak bisa bolos menyusun proposal itu hari ini?”

“Bolos?” Minho berdiri dan mensejajarkan posisinya didepan Yuri, diraihkan pipi anaenya itu dan dielusnya lembut.

“Hari ini aku ingin kau menemaniku dikantor.” Pinta Minho dengan nada manja, membuat Yuri sedikit menautkan alisnya. Minho menarik tangannya dan berbalik memalingkan wajah dari Yuri.

“Jika tidak mau, aku tidak memaksa.” Rajuk Minho dan segera mengambil tas kantornya.

“Ya!! Kau sebenarnya kenapa hari ini? Manja sekali.”

“Aku ingin bersamamu, apa tidak bisa.” Yuri tersenyum dan memeluk tubuh Minho dari belakang.

“Tapi hari ini aku ada urusan proposal sebentar yeobo… Bagaimana jika aku kekantormu setelah kuliah.” Usul Yuri, Minho menggenggam tangan Yuri dan membalikkan tubuhnya.

“Janji?” Yuri mengangguk cepat dan membentuk huruf V ditangannya.

“Janji..” Minho tersenyum dan memeluk anaenya lembut.

“Sudahlah yeobo.. Kajja kita keluar.. Kau bisa terlambat kekantor nanti.” Yuri melepaskan pelukan Minho dan mengambil tas yang berisikan berkas-berkasnya.

“Tunggu Yeobo.” Tahan Minho saat Yuri akan berjalan keluar.

“Wae?”

 

Chu~

 

“Morning Kiss.” Kekeh Minho saat dirinya berhasil mengecup singkat bibir anaenya itu.

“Aish.. Kenapa harus menciumku secara tiba-tiba seperti itu, kau minta pun akan kukasih.” Gerutu Yuri lalu berbalik ingin meninggalkan Minho.

“Jinjja? Kalau begitu aku minta lagi.” Goda Minho.

“Shirreo!!” Teriak Yuri saat dirinya sudah keluar dari pintu apartemen.

“Katanya tadi jika minta akan dikasih.” Dengan langkah sedikit dicepatkan Minho ikut keluar dari apartement dan menyusul Yuri.

 

“Yeobo, Sooyoung bilang kita tidak usah menjemputnya.” Ucap Yuri saat dirinya berjalan bersama Minho menuju basement untuk mengambil mobil.

“Apa dia sudah tau jalan menuju kampus?”

“Tentu saja dia tahu, lagian katanya dia akan pergi bersama temannya hari ini.”

“Nugu? Kenapa dia tidak bilang padaku.”

“Molla.”

“Apa temannya itu baik? Namja?” Yuri sedikit melirik kesal pada Minho.

“Pantas saja Sooyoung tak mau bilang padamu, kau terlalu banyak bertanya.” Sinis Yuri. Minho sedikit mencubit kecil tangan Yuri yang sedang digenggamnya itu.

“ya!! Apa yang kau lakukan.”

“Aku gemas melihatmu yeobo.”

“Nappeun.” Decak Yuri.

***

“Sudah sampai Chagi-yaa.” Ujar Minho, saat dirinya dan Yuri sudah berada didepan area kampus.Yuri mengangguk dan sedikit mengelus pipi Minho.

“Aku pergi dulu Chagi.. Kau hati-hati ne.” Ucap Yuri lembut. Minho mengangguk dan menggenggam tangan Yuri. Pandangan Minho berpindah kearah perut besar Yuri.

“Anak Appa.. Kau baik-baik didalam sana ya.. Jangan buat Umma dan Yoona ahjumma repot ne.. Saranghae.” Minho dengan pelan sekali mengelus perut Yuri itu.

“Appa yang baik.” Ucap Yoona yang tiba-tiba sudah berada disamping Yuri.

“Bukan Minho namanya jika tidak baik.” Narsis Minho.

“Jinjja? Kau narsis sekali tuan.” Ejek Yoona yang membuat Yuri sedikit terkekeh.

“Aish.. noona.. Oh ya.. Yoona Noona, apa Hae Hyung sudah berada dikantor?”

“Aku rasa dia masih diperjalanan menuju kantor.” Jawab Yoona.

“Baguslah, Yeobo.. Aku pergi dulu ne.. Kau jaga diri baik-baik.” Minho dengan penuh kasih sayang mengecup kening anaenya.

“Apa tidak malu dilihat banyak orang.” Cibir Yoona.

“Aku yakin, jika kita datang cepat juga akan melihat Donghae Hyung melakukan hal yang sama.” Kekeh Minho.

“Ya!! Kau ini.” Kesal Yoona.

“Sudahlah, aku pergi dulu.. Annyeong yeobo, annyeong Mrs. Ikan.” Dengan cepat Minho masuk kedalam mobilnya sebelum Yoona berhasil memukulnya.

“Nappeun.” Gerutu Yoona.

“Haha sudahlah Yoong. Kajja.” Ajak Yuri.

“Tunggu Yul.” Tahan Yoona.

“Wae?”

“Lihatlah.. Itu Sooyoung bukan?” Yuri sedikit mengedarkan pandangannya mencari hal apa yang dilihat Yoona.

“Mwo? Jadi Sooyoung tidak minta dijemput karna diantar oleh Yesung Oppa?”

“Sejak kapan mereka sedekat itu?”

“Aku tidak tahu sejak kapan Yesung Oppa dekat dengan Sooyoung.” Heran Yuri…

“Omooo.. Berarti pemikiran si Ikan itu jadi kenyataan.” Ucap Yoona tanpa sadar.

“Pemikiran Si Ikan?”

“Ah.. haha.. Kajja Yul.. Kita masuk, nanti saja kita minta keterangan dari Sooyoung.” Dengan cepat Yoona menarik tangan Yuri pelan dan berjalan menuju kelasnya.

Ditengah perjalanan, Yoona berhenti saat ponselnya bergetar.

“Tunggu Yul.” Pinta Yoona, dengan perlahan Yoona mengeluarkan ponselnya dari saku jeansnya dan ternyata 1 pesan masuk kedalam ponsel Yoona. Yoona sedikit mengernyitkan kening saat melihat pesan itu.

“Yoong? Wae?” Tanya Yuri disamping Yoona.

“Molla Yul, tapi isi pesan ini bilang jika bahan skripsiku ada yang salah.”

“Apa tidak ada nama si pengirim?” Tanya Yuri lagi, Yoona menggeleng.

“Sepertinya aku lupa menyimpan nomor ini.”

“Kalau begitu, kau pergi saja kedosen pembimbingmu dulu Yoong, sekedar bertanya.” Yoona terlihat tidak enak dengan Yuri.

“Sudahlah, aku bisa jaga diri sebentar.. Aku akan menunggumu dikelas.. Atau kau ingin aku temani?” Yoona hanya menggeleng lemah..

“Tidak usah Yul.. Kau tidak boleh kelelahan.. Kau tunggu aku disini ne..” Yuri mengangguk menyetujuinya.

“Baiklah, aku pergi. Kalau ada apa-apa telepon aku ne.” Yuri mengangguk.

“Pasti.. Semangatt.”  Yuri mengepal tangannya keatas berusaha memberi semangat untuk sahabatnya itu.

 

***

 

Yuri terlihat sedikit bosan duduk sendirian dikelas sambil membolak-balik dan memperhatikan halaman demi halaman proposal skripsinya. Terkadang dengan sedikit malas Yuri melirik jam tangannya, sudah hampir setengah jam Yoona meninggalkannya tanpa kabar sedikitpun. Rasa khawatirpun kini menghampiri Yuri.

Drrtt.. Drttt.. Yuri sedikit terlonjak kaget saat ponsel yang berada ditangannya bergetar, dengan sedikit kesal Yuri memandang layar ponsel itu.

“Minho?” desah Yuri saat melihat 1 pesan dari Minho diterimanya, guratan kesal tadi kini menjadi senyuman tertahan dari Yuri. dengan semangat dibukanya pesan itu.

 

Chagi.. Kau sedang apa? Masih menyusun proposal? Bersama Yoona Noona kan? Jangan lupa makan ne.. dan jangan lupakan janjimu yang akan kemari.. Saranghae Mrs. Choi..

 

“Dasar namja dingin banyak tanya.” Kekeh Yuri pelan, saat hendak membalas pesan itu. Sebuah pesan baru masuk lagi keponsel Yuri, mata Yuri seketika melebar saat tak sengaja membuka isi pesan itu.

 

Yoona mengalami kecelakaan didepan hotel FlamingPearls. Kondisinya sangat memprihatinkan, cepatlah kemari.. Aku tidak tau harus meminta siapa lagi untuk kemari. 

 

DEG.. Seketika bibir Yuri bergetar dan tanpa pikir panjang Yuri membereskan berkas-berkasnya sembarangan lalu pergi keluar dari kelas itu.

Yuri sedikit meringis sambil memegangi perutnya, namun tidak dipikirkannya dengan elusan lembut Yuri berusaha menenangkan aeginya.

“Taxi!!” Teriak Yuri membuat sebuah taxi berhenti dihadapannya. Dengan guratan wajah menahan sakit dan khawatir Yuri segera naik ke taxi itu.

“Hotel FlamingPearls, palli!!” Supir taxi itu mengangguk dan mulai menjalankan taxinya.

“Yul!!” Teriak Yoona yang rupanya tadi baru saja melihat Yuri naik taxi.

“Ya!! Sebenarnya Yuri mau kemana? Kenapa tidak menungguku.” Gerutu Yoona, saat mengambil ponsel dan hendak menghubungi Yuri betapa kesalnya Yoona saat melihat ponselnya mati.

“Aish.. Kenapa ponsel ini selalu mati disaat tidak tepat.”

“Ini semua gara-gara pesan sialan itu.. Sudah setengah mati mencari dosen pembimbing, tapi hasilnya dia tidak tau apapun tentang isi pesan itu.” Umpat Yoona kesal.

“Unnie!! Mana Yuri Unnie?” Yoona seketika berbalik saat mendengar suara Sooyoung memekik memanggilnya, Yoona sedikit heran saat melihat Sooyoung berlari kearahnya dengan wajah sedikit bingung.

“Sooyoung? Waeyo?”

“Unnie.. Mana Yuri Unnie?” Tanya Sooyoung lagi sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.

“Dia.. Pergi.”

“Unnie… Kajja kita susul dia.. Kajja.” Sooyoung yang terlihat panik segera menarik tangan Yoona.

“Sebenarnya ada apa?” Sooyoung berhenti sebentar dan mengedarkan pandangannya mencari taxi.

“Nanti aku jelaskan ditaxi Unnie.. Taxi!!” Saat sebuah taxi berhenti Yoona dan Sooyoung dengan cepat naik ketaxi tersebut.

“Sooyoung, tolong katakan padaku ada apa?” Tanya Yoona yang mulai khawatir.

“Unnie, tadi Yesung Oppa mengirimiku pesan. Dia mengirimiku sebuah pesan yang dia terima dari orang misterius.” Sooyoung merogoh ponsel dalam tasnya dan memberikannya pada Yoona. Yoona menutup mulutnya dan melebarkan mata saat membaca pesan itu.

 

Sooyoung, tolong cari Yuri dikampus.. Tolong.. seseorang mengirimiku pesan yang berisi “Kau tau? Hari ini, hari special diriku untuk menyambut kepulanganmu dari Paris, aku sudah menunggu lama saat seperti ini. Oh iya.. Temui aku didepan hotel FlamingPearls, temui aku dan Yuri.”

 

 

” Setelah membaca pesan ini, aku mencoba menghubungi Yesung Oppa.. tapi tidak mendapatkan jawaban Unnie.” Jelas Sooyoung, Yoona hanya diam dan nampak menautkan aliskan.

“Unnie? Apa sebelumnya kalian pernah punya masalah dengan 1 orang?” Tanya Sooyoung yang memperhatikan wajah shock Yoona.

“Krystal.. Ini pasti dia.. Ahjussi.. tolong cepatkan sedikit taxi ini..” Pinta Yoona yang sepertinya merasa taxi ini tidak bergerak sama sekali.

“Mianhae  Agashi, tapi didepan sedang macet total, sebuah truck besar mogok didepan.” Yoona melirik sekelilingnya dan mulai mendengus kesal..

“Apa tidak bisa putar jalan lain? Aku mohon.”

“Tidak bisa agashi, kita benar-benar terjebak disini.” Sesal Supir taxi itu.

“Unnie?”

“Kita turun disini, ini ahjussi. Kamsahamnida.” Dengan cepat Yoona turun dari taxi yang diikuti oleh Sooyoung. Yoona sedikit mengedarkan pandangannya dan benar saja, jalanan hari ini begitu macet.

“Sial sekali.. Kita jalan kedepan sana sebentar, mungkin disana ada taxi lagi. Kau ikut?”

“Tentu saja aku ikut Unnie. Kajja.”

 

Yesung baru saja keluar dari sebuah kantor dengan cepat, ditangannya ada sebuah ponsel yang digenggamnya erat. Dengan sangat terburu-buru Yesung memasuki mobil dan kembali teringat pembicaraannya dengan seseorang ditelepon tadi.

 

Jangan beritahu orang lain.. Hanya kau dan aku, oh tentu saja dengan Yuri. Kemarilah sendiri, itupun jika kau ingin aku tidak bertindak kasar pada Yuri yang kini sudah ada didepanku.

 

“Krystal!! Kenapa?” Geram Yesung, dengan kecepatan penuh dia menjalankan mobilnya melewati jalan terobosan menuju tempat tujuannya.

 

***

 

Yuri mengedarkan padangannya, dicarinya sosok Yoona yang dikabarkan mengalami kecelakaan tersebut.

“Ahjussi mianhae.. Apa aku boleh bertanya, benarkah disini tadi terjadi kecelakaan?” Tanya Yuri pada seorang sekuriti hotel. Sekuriti itu nampak mengkerutkan keningnya.

“Selama aku berjaga dari pagi, tidak ada kecelakaan yang terjadi disini agashi.” Jawab Sekuriti itu.

“Tapi tadi aku mendapat sebuah pesan bahwa sahabatku telah mengalami kecelakaan didepan hotel ini. Apa tidak ada?”

“Mianhae agashi, mungkin anda hanya dikerjai oleh seseorang yang iseng mengirimi anda pesan. Apa anda sudah menghubungi sahabat anda itu untuk menanyakan kebenarannya?” Yuri menepuk pelan keningnya.

“Aku tidak sempat berpikir sampai sana Tuan.. Mianhae.” Dengan wajah yang masih khawatir Yuri berjalan sedikit menjauhi sekuriti itu lalu mencoba mengambil ponselnya dan menekan nomor Yoona.

“Mwo? Tidak aktif? Yoong, jangan membuatku khawatir.” Desah Yuri pelan dan mencoba menelepon Yoona lagi.

“Appo.” Yuri sedikit meringis dan memegang perutnya bersandar pada sebuah tembok. Yuri mengatur nafasnya.

“Chagi.. jangan rewel sekarang ne.”

“Agashi gwenchana?” Tanya Sekuriti tadi menghampiri Yuri.

“Ne.. Gwenchana Tuan..” Yuri mencoba memaksakan senyum untuk membuat dirinya sedang terlihat baik-baik saja.

“Oh baiklah.. Jika ada apa-apa, kami dekat disebelah sana.” Sahut seorang sekuriti lain disebelah sekuriti tadi. Yuri mengangguk.

“Kamsahamnida.”

“Perutku..” Ringis Yuri dalam diam, merasakan sakit luar biasa diperutnya. Yuri memposisikan dirinya duduk untuk mengurangi rasa sakit diperutnya.

“Yul? Kau sedang apa?” Yuri sedikit mendongakkan kepalanya.

“Yesung Oppa?” Yesung dengan sedikit berhati-hati membantu Yuri berdiri.

“Yul gwenchana?” Tanya Yesung khawatir saat Yuri hampir terjatuh karna tidak dapat menahan beban tubuhnya.

“Sakit Oppa.” Ringis Yuri.. dengan sigap Yesung menahan tubuh Yuri dan membawa Yuri sedikit berjalan mendekati 2 sekuriti yang sedang berjaga tadi.

“Tuan.. Bisakah kau mengambilkan mobilku didepan sana.” Pinta Yesung, Sekuriti tadi yang melihat Yuri sudah kesakitan sambil memegang perutnya dengan senang hati memenuhi permintaan Yesung itu..

Tak jauh dari tempat Yesung dan Yuri, seseorang tengah memotret keduanya dengan ponsel.

“Rasanya aku sedikit beruntung hari ini.. Kebetulan sekali posisi mereka seperti itu.” Seringai seseorang dan dengan cepat mengirimkan hasil jepretan ponselnya kepada orang yang ditujunya.

“Ya!!” Pekik orang itu saat dirinya berbalik dan merasa ada yang menghalanginya.

“Kau!!!” Bentak Yoona.

“Ya aku? Kenapa?” Sengit Krystal santai dengan setingai licik diwajahnya.

“Apa yang kau lakukan huh’? Sinis Yoona.

“Aku hanya ingin membalas perbuatan 2 orang itu padaku. Ah aku rasa kau tau tanpa aku jelaskan.” Santai Krystal.

“Unnie!!!” Teriak Sooyoung tepat saat mobil Yesung melintas dihadapannya, sayang saat itu Yesung tak melihat keberadaan Sooyoung.

“Membalas mereka? Hei.. apa kau masih sakit hati karna Minho lebih memilih Yuri dan Yesung Oppa tidak mau bekerjasama denganmu?” Emosi Yoona, Krystal mengangguk santai.

 

PLAKK!

 

Krystal sedikit meringis memegang pipinya saat Sooyoung melayangkan tamparan keras kepadanya. Krystal segera menatap tajam kearah Sooyoung.

“Apa yang kau lakukan bocah?” Geram Krystal.

“Harusnya yang dipanggil bocah itu adalah kau!” Sungut Sooyoung seraya menunjuk krystal menggunakan telunjuknya tepat dihadapan wajah Krystal.

“Jangan berani menunjukku.” Dengan kasar Krystal menepis tangan Sooyoung.

“Aku peringatkan pada kalian, kalian akan menyesal telah berbuat seperti ini padaku dann AWW!!” Belum sempat Krystal menyelesaikan perkataannya dengan sangat kasar Yoona menarik tangan Krystal untuk mengikutinya.

“Taxi!!” Teriak Yoona penuh emosi, Sooyoung hanya mampu terpaku melihat Yoona yang seperti namja itu dan Krystal yang meronta-ronta minta dilepaskan.

“Lepaskan aku.” Ringis Krystal.

“Tidak.. Tidak akan pernah sampai kau menceritakan, apa yang lakukan pada Yuri-ku.” Geram Yoona.

 

***

 

Minho nampak meremas ponselnya kuat, bibirnya bergetar, matanya memerah dan wajahnya benar-benar menggambarkan kekesalan mendalam. Dengan kasar Minho berdiri dan berjalan meninggalkan ruangannya.

“Tiffany, katakan pada Donghae Hyung.. Meeting hari ini aku absen, jika dia tidak bisa memimpin meeting ini, kalian bisa men-cancel-nya. Aku pergi dulu annyeong.” Belum sempat Tiffany bertanya padanya Minho sudah melengos pergi dengan guratan wajah memerah menahan emosi.

“Fany.. Ayo kita meeting.. Mana Minho.” Ujar Donghae ceria dengan membawa map-map berisikan berkas-berkas meeting hari ini.

“Donghae.. Baru saja Minho pergi. Dia bilang dia tidak bisa ikut meeting hari ini, tapi jika kau tidak bersedia memimpin meeting hari ini kita bisa mencancel meeting-nya.” Jelas Fany.

“Mwo? Kemana bocah tengil itu?” Tiffany menggeleng lemah.

“Molla.. sepertinya dia ada masalah penting.”

“Baiklah.. Kita tidak bisa menunda meeting ini, tidak enak pada investor yang datang. Kajja Fany, bantu aku.” Tiffany mengangguk menurut.

“Baiklah.. “

 

***

 

“Yul.. Kita ke rumah sakit sekarang ya?” Usul Yesung saat melihat Yuri sedikit berusaha menahan sakit diperutnya. Walau lemah Yuri masih bisa menggeleng.

“Anni Oppa.. Aku ada janji dengan Minho untuk menemuinya dikantor. Apa kau bisa antar aku kekantornya Oppa?”

“Tapi lihat kondisimu Yul..”

“Kalau begitu antar aku keapatement saja Oppa..” Yesung hanya menghela nafas berat.

“Keras kepala sekali.” Ketus Yesung pelan, Yuri hanya tersenyum kecil mendengarnya.

Hanya butuh 10 menit untuk Yesung dapat sampai mengantar Yuri keapartementnya.

“Oppa.. Gomawo.. aku turun dulu ne.” Pamit Yuri dan segera turun, namun saat ingin turun tubuh Yuri seperti tidak seimbang, beruntung Yesung lagi-lagi menahan tubuh Yuri dari samping.

“Jangan bergerak Yul.. Aku bantu.” Yesung melepaskan pegangannya pada Yuri dan segera turun berlari kecil menghampiri Yuri.

“Mari.” Yesung dengan sigapnya menuntun Yuri untuk jalan masuk dan menuju apartementnya.

“Oppa.. aku tidak apa-apa, pulanglah. Aku bisa berjalan sendiri.” Tatapan orang-orang yang kebetulan lewat membuat Yuri sedikit tidak enak, bagaimana pun banyak orang disini yang tau Yuri merupakan seorang anae dari seorang penghuni apartemen itu.

“Yul.. Aku tau kau tidak enak pada tatapan orang, tapi kondisimu tidak bisa dibiarkan jalan sendiri.” Yuri hanya diam tidak menanggapi kata-kata Yesung. Saat Yuri sudah sampai didepan pintu apartemennya dan berusaha menekan tombol password, betapa terkejutnya Yuri saat seseorang sudah membukakan pintu sebelum dia menekan tombol.

“Yeobo?” Kaget Yuri. Minho menatap tajam Yuri sejenak lalu pandangannya beralih kearah Yesung, dengan tangan yang sudah mengepal Minho mencoba menatap keduanya.

“Minho tunggu ini tidak seperti yang kau bayangkan.”

BUG..

 

Belum selesai Yesung berbicara Minho sudah menghujat Yesung dengan sebuah pukulan keras yang mendarat sukses dipipi Yesung, sontak Yesung tersungkur. Beruntung orang-orang diapartemen itu sudah mulai keluar untuk beraktifitas membuat suasana disana sepi, hanya dipintu masuk banyak orang-orang hilir mudik.

Pegangan Yesung pada Yuri terlepas membuat Yuri sedikit oleng dan terduduk dilantai, beruntung Yuri masih bisa menahan tubuhnya agar tidak terhempas.

“Yuri.” Panggil Yesung.

 

BUG..

 

Sekali lagi tubuh Yesung tersungkur kebelakang.

“Sudah kubilang, jangan dekati anaeku. Jangan.. Aku tidak suka, sungguh aku tidak suka.” Emosi Minho.

“Tapi aku tidak mendekatinya kami hanya..”

 

BUG..

 

“Oppa! Yeobo hentikan!!” Jerit Yuri sambil mencoba mendekati tubuh Yesung.

“Hanya apa? Hanya mengajak anaeku kehotel? Hei!! Lihatlah Yuri sudah memiliki nampyeon dan dia sekarang mengandung anakku.” Pekik Minho.

“Yeobo hentikan, dia tidak mengajakku kesana.” Yuri mulai menangis mendengar Minho mengiranya dan Yesung sengaja menuju kesana. Minho berbalik dan menatap Yuri dengan tatapan sendu.

“Yeobo, kenapa kau tega padaku? Kenapa!” Bentak Minho membuat Yuri sedikit terlonjak terkejut dan menatap Minho dengan tatapan kaget.

“Lihat ini.. Lihat!” Minho menunjukan sebuah gambar dari ponselnya kearah Yuri dan Yesung bergantian, hal itu sontak membuat Yuri sedikit menggelengkan kepala sedangkan Yesung hanya menatap foto itu terkejut.

“Kau berjanji padaku untuk kekantor menemuiku, tapi nyatanya apa? Aku menunggu kabarmu tapi dirimu tak sekalipun membalas pesanku.”

“Oppa.. Ini semua tidak benar Oppa.. Foto itu..” Minho menarik ponselnya dan mendelik kearah Yesung.

“Minho.. Itu tidak seperti yang kau lihat. Kami dijebak.” Jelas Yesung.

“Dijebak? Bagaimana aku bisa percaya padamu, sedangkan dulu kau mencintai anaeku?”

“Itu dulu Minho.. Dulu.. bukan sekarang. Sekarang aku hanya menganggap Yuri tak lain sebagai dongsaengku.”

“Benarkah?” Seringai Minho seolah tak percaya pada penjelasan Yesung. Yesung tak menggubris perkataan Minho, Yesung menatap Yuri yang sedang menahan sakit itu.

“Hei!! Jawab aku!” Pekik Minho.

“Yul.. Gwenchana? Yul?” Yesung merangkak sedikit dan menghampiri Yuri.

“Appo.” Ringis Yuri.

“Jangan dekati anaeku.” Saat Minho ingin melayangkan pukulan kearah Yesung, dengan sigap Yesung menahan tangan Minho.

“Dewasa sedikit Minho.. Dewasa!! Lihat kondisi anaemu..” Yesung mencoba menahan emosinya.

“AHHKK APPO!!” Teriak Yuri, membuat beberapa penjaga apartement dan penghuni lain keluar untuk melihat kejadian itu. Minho melirik Yuri dan seakan terdiam melihat kondisi Yuri dengan wajah pucat dan mengerang menahan sakit.

“Apa yang kau lihat.. Cepat angkat Yuri!! Bawa dia kerumah sakit.” Seakan baru tersadar Minho melepaskan pegangannya pada kerah baju Yesung dan menghampiri Yuri.

“Yeobo? Waeyo? Gwenchana?” Tanya Minhho khawatir.

“Darah? Mwo?” Kaget Minho saat tangannya tak sengaja menyentuh darah segar yang mengalir dikaki Yuri. Sekelebat bayangan saat mereka dijepang terbayang dikepala Minho, membuat Minho makin melebarkan matanya.

“Tuan.. Anae anda.. Cepatlah antar kerumah sakit.” Celetuk salah satu penghuni apartemen itu.

“Minho!! Tidak ada waktu, cepat angkat Yuri.. Kita bawa dia kerumah sakit.” Dengan cepat dan hati-hati Minho mengangkat tubuh Yuri, berlari mengikuti Yesung menuju mobilnya.

Yesung dengan cepat melajukan mobilnya menuju rumah sakit, tidak dipikirkannya lagi perih luka diwajahnya, dihatinya sedang bercampur perasaan khawatir, kesal dan geram. Khawatir pada keadaan Yuri dan Kesal pada seseorang yang dia tahu telah menyebabkan keadaan seperti ini.

“Yeobo, bertahanlah.. Kumohon.” Air mata Minho seakan melesak keluar melihat wajah Yuri yang ada dipangkuannya telah pucat sempurna, guratan wajahnya memperlihatkan kerasnya usaha Yuri menahan perih diperutnya.

“Sakit Yeobo.. Aku tida..k.. ku…at.” Nada bicara Yuri mulai terbata. Minho dengan lembut mengelus peluh Yuri dan memberikan kekuatan pada anaenya dengan menggenggam erat tangan Yuri, membiarkan tangannya menjadi korban cengkraman kuat dari Yuri melawan sakitnya.

“Aku mohon, bertahanlah yeobo.” Pinta Minho..

“Tetaplah bertahan Yul.” Batin Yesung dan tetap berusaha dengan cepat sampai kerumah sakit tepat waktu.

 

Suasana menjadi mengharu biru saat Minho dengan berlari-lari menggendong Yuri menuju UGD, beberapa orang memperhatikan Minho yang seperti orang gila berteriak-riak pada perawat untuk cepat menangani anaenya yang sudah lemah itu.

 

Beberapa perawat datang dengan membawa brankar dan membantu Minho merebahkan Yuri keatas berankar itu. Saat Yuri sudah terbaring dibrankar, beberapa perawat berlari membawa brankar itu untuk sampai ke UGD.

“Chagi.. Bertahan aku mohon, jaga anak kita..” Minho terus saja mengatakan itu seraya menggenggam tangan Yuri. Yuri yang sudah sangat lemah hanya menggeleng, merasa tidak kuat lagi.

“Yul.. Bertahanlah.” Yesung juga ikut berlari dibelakang Minho.

“Kalian tunggu disini, serahkan pada kami. Kami akan berusaha melakukan yang terbaik.” Minho seakan tidak rela melepaskan tangan Yuri, perlahan pegangannya pada Yuri terlepas saat perawat membawa Yuri kedalam ruangan.

Minho hanya dapat menatap pintu itu tertutup dan tak sekalipun melepaskan pandangannya. Minho menggepal tangannya kuat dan dengan tiba-tiba berbalik ingin memukul Yesung.

“Ini semua karna kau.” Dengan reflex dan sedikit terkejut, Yesung menahan tangan Minho.

“Minho dengar dulu, kau salah paham.” Minho menepis tangan Yesung yang sedang menahan tangannya itu.

“Kau bilang aku salah paham? Aku pikir iya aku salah paham, tapi apa aku salah cemburu padamu huh’? Bagaimana jika kau ada diposisiku? Kau melihat anaemu berada dihotel bersama namja lain, apa yang akan kau lakukan?”

“Jelas saja aku marah, tapi itu hanya foto Minho. Foto yang jelas-jelas diambil dengan sengaja.” Jelas Yesung..

“Bagaimana aku percaya??!” Bentak Minho seraya mencengkram kuat kerah baju Yesung.

“Oppa!!” Minho berbalik dan mendapati Sooyoung sudah berada tak jauh dari dirinya dan Yesung.

“Sooyoung? Kau sedang apa?” Tanya Minho.

“Oppa.. Ini semua bukan salah Yesung Oppa.”

“Maksudmu? Bagaimana kau bisa berkata seperti itu? Sooyoung, kau hanya tidak tau dia dulu…..”

“Mencintai Yuri Unnie.. Aku tau Oppa.. aku sudah tau cerita dimasa lalu kalian.” Minho terdiam sejenak. Sooyoung memeluk Minho. “Yoona Unnie sudah menceritakan semuanya padaku Oppa, aku tau perasaan Oppa sekarang. Tapi dalang dari semua ini telah memainkan sebuah drama agar kau menjadi seperti ini Oppa.” Jelas Sooyoung, Minho melepaskan dirinya dari sooyoung dan menatap sooyoung dengan penuh tanda tanya.

“Dalang?” Sooyoung mengangguk seraya mengangkat telunjuknya agar Minho menatap apa yang sedang ditunjukan olehnya, mata Minho seakan melebar menatap Yoona yang baru tiba sambil menarik Krystal.

“Ini dia.. dalang dari semuanya.” Ujar Yoona yang sudah berada didekat Minho dan Yesung. Krystal hanya menundukan wajahnya.

“Kau?” Pekik Minho.

“Kau yang melakukan ini?” Tanya Minho, Krystal hanya diam tak berani menjawab. Sebenarnya Minho tau jika yang mengirimi pesan dan gambar adalah Krystal, tapi tetap saja perasaan cemburu membuat Minho seperti ini.

“Hei.. Aku bertanya padamu.” Minho sedikit meningginya nada bicaranya.

“Aku hanya tidak suka pada Yuri dan juga pada namja ini yang sudah berani membentakku.” Jawab Krystal akhirnya yang masih menunduk itu “Aku tau kau cemburu pada namja ini, karna itu aku menunggu kepulangan namja ini dan mengatur semuanya. Aku mengirim pesan pada Yuri kalau Yoona kecelakaan, mengirim pesan  pada namja ini agar datang karna Yuri dalam bahaya. Aku lah yang melakukan semuanyaaa.” Aku krystal akhirnya, Krystal nampak menumpahkan semuanya, meremas keras tangannya.

“Pergi.” Krystal sedikit mengangkat kepalanya menatap Minho.

“Mianhae..”

“Kau tidak tau bagaimana khawatirnya aku sekarang pada anae dan aegiku, bagaimana rasanya aku menyesal telah menuduhnya yang bukan-bukan.”

“Aku tidak tau kenapa aku menjadi pendendam seperti ini, aku hanya tidak suka padanya yang membentakku dan tidak suka melihat kau membelanya saat di Jepang.” Tangis Krystal mulai pecah saat itu juga, beberapa pengunjung rumah sakit hanya bisa menonton kejadian itu.

“Tapi kau tidak perlu seperti ini.” Krystal menutup wajahnya menangis. “aku tidak akan pernah memaafkanmu jika terjadi hal buruk pada anae dan aegiku, aku tidak akan mungkin memaafkan diriku, sungguh.. aku kacau sekarang.” Timpal Minho penuh nada penyesalan mendalam.

“Pergilah.. Aku mohon, jangan usik kehidupanku lagi.” Ujar Minho lemah, sungguh emosinya bercampur dengan kesedihan mendalam ditambah rasa khawatir dan menyesalnya.

“Pergilah sebelum aku menjadi emosi melihatmu.” Ulang Minho seraya berbalik dan berjalan menjauh dari krystal. Krystal mengangguk.

“Mianhae.. Yoona-ssi, mianhae.. Yesung-ssi mianhae.. Sooyoung mianhae. Tolong sampaikan permintaan maafku pada Yuri dan Minho.” Krystal menunduk sekilas lalu pergi meninggalkan tempat itu.

“Bagaimana dia bisa seperti itu?” Heran Yesung yang melihat betapa mudahnya Krystal yang licik itu meminta maaf.

“Itu semua berkat siraman rohani dari Yoona Unnie ditaxi tadi.” Sahut Sooyoung.

“Kau ini.” Malu Yoona, Sooyoung sedikit melihat lebam diwajah Yesung.

“Oppa. . Kemarilah, kita harus merawat lukamu.” Ucap Sooyoung seraya memegang sedikit luka Yesung. Yoona terdiam heran melihat kedekatan orang itu.

“Ini tidak apa-apa. Ouch.”

“Apanya yang tidak apa-apa.” Celetuk Yoona.

“Kita keruang perawat saja Oppa.. untuk mengobati lukamu.” Ajak Sooyoung, Yesung menggeleng.

“Aku mau jika dirimu yang mengobatiku.”

“Mwo?” Kaget  Sooyoung. Yoona menutup mulutnya…

“Haha.. aku bercanda.” Kekeh Yesung, Sooyoung sedikit memukul pundak Yesung menahan malu.

“Pergilah .. Obati dulu lukamu itu Oppa.” Kata Yoona yang sepertinya mengerti hubungan kedua orang itu.

“Baiklah.. Sooyoung kau menemaniku kan?” Sooyoung mengangguk.

“kajja Oppa.” Yesung sedikit melirik kearah Minho yang sepertinya masih menatap pintu ruangan dimana Yuri ditangani itu dengan tatapan lirih.

“Minho.. Percayalah, Yuri pasti kuat.” Minho sedikit melirik kearah Yesung lalu kembali menatap kosong pintu ruangan dimana Yuri sedang bertarung untuk mempertahankan anaknya didalam.

“Mianhae.. 2x aku salah paham padamu, mianhae.” Sesal Minho. Yesung mengangguk dan kemudian menepuk pelan punggung Minho.

“Aku mengerti.. Tapi kau tenang saja Minho, bukankah sudah pernah kubilang jika diriku tidak mungkin mendekati Yuri lagi.”

“Ya kau benar, hanya aku saja yang selalu berpikiran salah padamu. Untuk luka itu. Mianhae.” Kini Minho sudah berdiri dan menunduk menyesal kearah Yesung.

“Lupakan luka ini, kau bisa menebusnya dengan menyuruh Sooyoung untuk mengobatiku.” Ucap Yesung dengan nada serius.

“Ya!! Oppa, kajja.” Sooyoung yang sepertinya malu segera menarik tangan Yesung untuk menjauh dari Minho. Minho hanya bisa menatap bingung kedua orang itu.

“Biarkan saja dia Minho-ya, kau merestuinya bukan?” Minho menatap bingung kearah yoona tapi sedetik kemudian dia tersenyum.

“ Dia susah dewasa noona, Jika Sooyoung menyukainya, aku akan mendukungnya.” Kekeh Minho, tak lama setelah itu, Yoona dan Minho larut dalam keseriusan dan pikiran masing-masing, menunggu seseroang yang sedang berjuang didalam sana. Hanya kekhawatiran dan selalu berdoa yang mereka lakukan didepan ruangan itu.

***

 

“Kenapa kau menunduk dan tidak memandangku?” Soyoung sedikit tersentak dengan perkataan Yesung namun tetap berusaha meneruskan aktifitasnya mengompres luka Yesung.

“Bagaimana aku bisa menatapmu sedangkan aku sedang melakukan sesuatu Oppa.”

“Aw.. pelan-pelan. Aku tidak menyangka jika pukulan Minho bisa separah ini.” Ringis Yesung sedikit menyipitkan matanya menahan perih dilukanya.

“Mianhae.. Dia memang mengerikan jika marah.”

“Ne.. kau benar, dia pasti sangat mencintai Yuri.”

“Minho Oppa, jika mencintai seseorang akan selalu menjaganya Oppa dan ya seperti itu, dia hanya tidak suka pada Yeoja yang suka mengkhianatinya.”Sooyoung merapikan peralatan P3K-nya dan mengembalikannya kedalam dasbor mobil Yesung.

“Aku bahkan ingin sekali memiliki nampyeon seperti Minho Oppa, walau cuek dia akan sangat mencintai anaenya. Apa lagi jika anaenya sebaik Yuri Unnie.” Sooyoung terkekeh sendiri mendengar perkataannya.

“Kau juga tak kalah baiknya dengan Yuri dan aku juga sepertinya bisa menjadi nampyeon sebaik Minho.” Sooyoung sedikit menautkan alisnya menatap Yesung.

“Apa maksud Oppa.” Yesung seakan tersadar dengan perkataannya segera mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.

“Tidak ada.” Jawab Yesung cepat.

“Aku pikir Oppa mau mengajakku menikah.” Celetuk Sooyoung polos. Yesung segera berbalik dan menatap Sooyoung.

“Jika kau mau aku akan menikahimu.” Seketika mereka berdua tertawa bersama.

“Ah Oppa. Aku lupa, kita harus menemani Minho Oppa, aku khawatir sekali pada kondisi Yuri unnie.” Ajak Sooyoung yang segera turun dari mobil.

“Ne.. Kau benar, kajja.” Yesung pun menggandeng tangan Sooyoung dan pergi menuju tempat dimana Minho menunggu Yuri.

 

***

 

Krystal berjalan lunglai keluar dari area rumah sakit, dipikirannya tengah memutar masa lalunya bersama Minho, bagaimana dirinya hanya memanfaatkan Minho, menduakan Minho, kini dia sangat paham bahwa dirinya mencintai Minho yang kini sudah tak bisa menjadi miliknya lagi. Perkataan Yoona ditaxi tadi seakan terngiang ditelinga Krystal.

 

Berhentilah, kau harus kuat. Kuat menerima kenyataan, kuat menyadari kesalahan dimasa lalumu, tunjukan pada orang-orang jika kau juga berhak bahagia. Bahagia bersama seseorang yang ditakdirkan padamu, seseorang yang mencintaimu. Jika kau menemukannya, maka jaga dia, jangan biarkan dia pergi seperti masa lalumu

 

“Kau benar Yoona, ntah kapan aku akan menemukannya. Apa orang sepertiku bisa menemukan orang seperti itu?” Krystal terduduk lemah disalah satu kursi didekat taman.

“Boleh aku duduk disini?” Krystal sedikit mendongakan kepala, seorang namja tinggi tengah meminta ijinnya untuk duduk disebelahnya, dengan menganggukkan kepala krystal memberinya ijin.

 

***

 

Yuri POV

 

Dengan pandangan yang hanya sedikit dapat terlihat, aku dapat melihat beberapa orang didalam ruangan ini tengah sibuk menyiapkan berbagai macam alat untuk mulai menanganiku. Tubuhku sudah terlalu lemah untuk meronta dan meringis kesakitan, perutku benar-benar perih sekarang. Tuhan… Aku tidak perduli pada keadaanku, tapi aku mohon selamatkan aegiku Tuhan..

“Dokter.. Bayinya semakin lemah, usianya juga baru 7 bulan dokter.. Apa bisa kita memaksanya keluar?” Mwo? Bayiku? Aku mohon selamatkan dia, ahh Tuhann.. Buat aku bisa berbicara, sebentar saja.

“Periksa kondisi Ummanya.”

“Lemah Dokter. Denyut nadi dan tekanan darahnya sudah menurun, pendarahan ibu semakin meningkat dokter.”

“Jalan satu-satunya mengeluarkan bayinya suster.. Berusahalah hentikan pendarahannya, Kita mulai operasi dadakan, salah satu perawat tolong keluar dan minta persetujuan nampyeonnya.” Lakukan sesuatu cepat, selamatkan bayiku.. Tuhan bantu mereka, bantu aku Tuhan.. Jangan perdulikan aku, Minho tolong bilang pada mereka, tolong selamatkan bayi kita.. Tolong..

“Baik Dokter.”

“Kita tidak bisa menunda ini lama.. Siapkan semuanya.” Aku hanya bisa pasrah dan diam, terlalu berat mataku untuk terbuka.

“Dokter, pendarahan sudah sedikit berkurang dokter.”

“Baiklah.. Terus jaga kondisi pasien.” Aku hanya bisa diam dan mendengar sayup-sayup jelas diskusi dokter dan perawat yang akan menanganiku, tubuhku semakin ringan saja.

“Dokter.. Appa dari bayi menyetujui tindakan apapun agar Ibu dan Bayi selamat.” Minho.. Bantu aku..

“Dok.. t..err.. aku min..ta, nam..pye..on ku ma..suuk.” Dengan sedikit terbata aku bisa mengeluarkan kata-kata itu, Tuhan aku butuh Minho.

“Tapi.. Baiklah.. Panggilkan nampyeonnya.” Ahh perutku.. Chagi.. Cepatlah kemari, aku membutuhkanmu..

 

“Yuri.. Bertahanlah chagi.. Aku mohon.” Kurasakan seseorang menggenggam tanganku. Aku hanya bisa diam tak merespon, Minho? Kau kah itu? Temani aku… Selamatkan bayi kita.

“Kita mulai anastesi..”

Kurasakan ribuan jarum-jarum tajam mulai menusuk tubuhku, Tuhan.. Tolong.. Seketika aku sudah tidak merasakan perih pada perutku, bagian dibawah dadaku sampai kekaki seolah matirasa..

Aku merasakan kepalaku dipeluk hangat oleh Minho. hangat..  Aku meliriknya, menatapnya semampuku.

“Mianhae..” Aku hanya bisa mengeluarkan airmataku. Tuhan, kenapa aku semakin lemah.

“Bertahanlah Chagi.. Aku mohon.” Perlahan mataku semakin tertutup..

“Dokter.. Ibu semakin lemah, bayinya juga semakin lemah.”

“Tolong tetap jaga pernafasan pasien.” Perawat yang ada disebelah kanan kepalaku mencoba memakaikan ku masker oksigen.

“Dokter, selamatkan bayiku dokter.. selamatkan anaeku.” Minho.. Jangan berteriak Chagi.. Aku tidak apa-apa..

“Kami sedang berusaha Tuan.”

“Yuri bertahanlah yeobo… Bertahanlah demi aku, demi bayi kita, demi Yoona Chagi.” Aku berusaha Yeobo.. Bantu aku..

“Bayinya lemah.. Suster tolong bantu aku.”

“Dokter selamatkan bayiku!” Aku hanya bisa terpejam tanpa tau harus berbuat apa, aku semakin melayang tak merasakan apapun, telingaku mendengung.

“Dia tidak menangis dokter.” Mwo? Tuhannn… Tolong beri kesempatan pada aegiku Tuhan.. Aku mohon.

“Dokter anakku?” Dapat kudengar samar-samar suara Minho..

“Mianhae.. Sepertinya dia…” Dia kenapa Dokter? Anakku kenapa?

“Maksud kalian apa? Apa maksudnya!!! Tolong anakku!!!”

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi lahir dengan kondisi prematur membuat bayi anda lemah.. Bahkan sepertinya saat kehamilan keadaan bayi sudah lemah.. Aku rasa.. itulah penyebabnya.” Dapat kudengar suara tangis Minho, ahh Tuhann.. tubuhku semakin ringan dan ringan.. Aegi.. Bantu Umma…

 

END Yuri POV

 

Minho dengan lemah dan pakaian sedikit terdapat percikan darah keluar dari ruang operasi. Baru saja tiba Minho terduduk dan menangis.

“Minho!” Kaget Yoona yang langsung menghampiri Minho, Sooyoung dan Yesung pun ikut menghampiri Minho yang sedang tertunduk itu. Donghae yang baru saja tiba mencoba berbicara pada Dokter yang baru keluar bersama Minho.

Minho mulai menceritakan bagaimana kondisi Yuri dan Bayi mereka dengan mata yang terus mengeluarkan bening-bening Kristal. Orang tua Yuri dan Minho yang baru tiba hanya bisa terdiam, Umma Yuri menangis dalam pelukan Appa Yuri.

Yoona ikut menangis mendengar cerita Minho begitupun Sooyoung. Yesung ikut bersedih, sedangkan Donghae berjalan mendekati Minho dan bersama Yesung membantu Minho berdiri dan memapah Minho berdiri untuk membersihkan diri.

 

 ***

 

Wait for part B ya.. ^^ Leave a comment😀

 

61 thoughts on “Weird Wedding (PART 15 A)

  1. Vianie Februari 12, 2013 pukul 4:36 pm Reply

    knapa jdi ikutan tegang bgini ya bacanya,, bgaimna keadaan yuri & bayiny selanjutnya ?? semangat author,, dtunggu lnjutanny

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:09 am Reply

      hehe.. gomawo😀 di tunggu ya😀

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:23 am Reply

      hehe.. gomawo semangatnya.. d tunggu ya😀

  2. Vina Berliana Kimberly Februari 13, 2013 pukul 9:40 am Reply

    eonni…… ditunggu kelanjutannya…… pokoknya harus happy ending!!

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:22 am Reply

      hehehe.. d tunggu ya saeng😀

  3. Rositaemin^^ Februari 13, 2013 pukul 11:23 am Reply

    Aahhh.. Yuriya~ TT_TT
    Ini ga sad ending kan eon ??? Cepet lanjut ya eon.. Jangan bikin aku jadi mushrooman (re: Jamuran) lagi nunggu FF nya TT_TT

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:21 am Reply

      T.T
      bah.. mushrooman wkwk.. d tunggu ya😀

  4. Yurisistable Februari 13, 2013 pukul 2:42 pm Reply

    Mwo? Jadi anaknya minyul meninggal? Omoo kasian minyul nya, ini gara2 yeoja babo (n)
    Yurinya ga kenapa2 kan thor? Yuri nya jangan sampai meninggal juga thor, pleasee kasian minhonyaa
    Lakilaki yg minta izin duduk sama krystal tadi siapa sih thor? Penasaran nih wkwkk
    Aku tunggu ya thor kelanjutannya, jangan lama lama😀

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:20 am Reply

      huhu… molla.. siapa namja yg duduk dket krystal😛
      oke..d tungu ya😀

  5. Kekeropi Februari 13, 2013 pukul 5:45 pm Reply

    Ouch..please author selamatkan Yuri dan aeginya!!
    Atau kalau tidak bisa keduanya, setidaknya buat Yuri sehat.
    Part ini benar2 kejutan, Kristal akhirnya bertaubat….#good girl

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:20 am Reply

      hehe.. kejutan bgt dia taubat.. syukurlah (?)😀

  6. choi minri - kpop - minyul & kyulhae shipper Februari 13, 2013 pukul 6:19 pm Reply

    jadi penasaran nih thor….
    di tunggu kelanjutannya
    kalau bisa jangan lama lama ne

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:19 am Reply

      ga janji cepet ya .. hiks.. hehe.. d tunggu ya😀

  7. minyul shipper Februari 14, 2013 pukul 7:40 am Reply

    makin penasaran sm crita slanjutnya..
    cepat updatenya ya thor..
    ditunggu.
    gomawo^^

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:18 am Reply

      hehe.. di tunggu ya.. cheonma😀

  8. Ines Februari 15, 2013 pukul 12:39 am Reply

    Eonnie~ kau membuatku bercucuran air mata T.T hiks sedih bangettt jangan bilang kalo anak mereka meninggal, atau yuleon yang meninggal Andwae!!!!
    Pokoknya ditunggu part B nya jgn lama lama ya eon!!😀

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:18 am Reply

      huhu :’)
      d tunggu ya saegie😀

  9. pipit Februari 16, 2013 pukul 6:09 am Reply

    eon dirumu sukses bikin jantung ku deg degan… sukses banget itu minho kasian banget aduh ga tegaa pasti minho nya kece banget itu penampilannya berantakann *loh?
    part B nya di tunggu jangan lama lama ya hehe

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:17 am Reply

      hehe gomawo.. berantakan n khawatir.. wow wow wow.. hehe iya d usahain ya😀

  10. kartika darmapadmi (@kartika_thiyka) Februari 16, 2013 pukul 3:01 pm Reply

    omo yuri sama bayi nya kenapa…eon jgn smpe mreka mati dong…ksian minho nya…
    bner2 sdih bgt bacanya,,next part jgn lma2 ya eon…

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:16 am Reply

      hiks… iya doain ya next partnya ga lama..😀

  11. whe_wee Februari 16, 2013 pukul 4:06 pm Reply

    byngin druang operasi serem bngt…^.^
    yuleon bertahan jngn meninggal aegi’a jg..
    part nie sedihh bangeud ,,
    chingu jngn kelamaan y…:)

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:16 am Reply

      serem banget😦
      hehe mianhae kalau lama ya chingu😀

  12. Cho KyuRi Februari 17, 2013 pukul 11:02 am Reply

    Kya!! Oennie, aeginya knp? Nangis deh bacanya T.T*curcol

    Di tunggu next partnya oen!

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:15 am Reply

      wow.. cup cup.. hehe.. d tunggu ya saeng😀

  13. FrizkaLee93 Februari 18, 2013 pukul 12:50 am Reply

    Fiiuuhhhh…. Sumpah tegang banget baca ni FF chingu… Bener2 ngersain ketegangan d ruang oprasi.. Bayix ga meninggalkan kn Chingu…?? Pleaseeee…? Kasian bgt klo smpe bayix mati .. Bener2 ff yang menguras emosi dan airmata(?).. Tp msih ad scene yg sweet2 kok antra YoonHae n YesSoo.. Part 15B’x End kah Chingu?? Semoga Happy Ending Ya..? N Jangan lm2 ya Publish’x .. Dh penasaran banget.. Nget.. Nget.. Niiihhh.. Semangaaaaatt yaa..?? Bwt lnjutin FF’mu yg Daebak in.. Loph Yu Pull Dah.. Chingu… Gomawo n Mian kepanjangan…..<

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:14 am Reply

      hehe.. tunggu part B nya ya.. semoga msh mau nunggu😀 semangatttt.. cheonma.. hahhaa gpp, komen panjang begini aku suka kok😀

  14. rahma Februari 18, 2013 pukul 11:09 am Reply

    thor lanjuuuuut, penasaran banget. btw ff nya kereeeeen!!!! :))

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:13 am Reply

      hehe pasti d lanjut.. gomawo😀

  15. blackflamingpearl Februari 18, 2013 pukul 3:37 pm Reply

    pas Yesung oppa bilang “Ini tidak apa-apa. Ouch.” aku ngebayangin Yesung oppa pake tampang alay waks.
    Author!! dag dig dug bacanya masa..
    semoga Yuri dan aegi-nya selamet terutama Yuri jangan meninggal ya thor
    author tukang PHP, lagi tegang dan seru baca tiba-tiba TBC..sumpah ngenes banget kalo udah nemu TBC
    lanjutin ya thor! ga sabaran masa, jangan bikin aku penasaran buka blog ini tiap hari tapi belum ada post baru. mian kebanyakan omong. hehehe yang penting jangan kelamaan ya

    • yuuripico26 Februari 21, 2013 pukul 10:12 am Reply

      wkakaka #langsung bayangin tampang yeppa😄
      dag dug dug😛
      amin..😀
      bah d katain PHP.. hua hua hua.. ga ada TBC kok perasaan wkaka..
      hehehe.. doain ia ngetiknya ga males..😀 gpp.. aku suka ama yg komennya banyak2😛

  16. im pizza Februari 23, 2013 pukul 3:15 am Reply

    mianhae..aq komen dr part ini…hehe coz ktemuny part ini dluan..
    nnt part 1- strusny akn q bca n komen..
    oke,critany mnegangk..ikut kbwa emosi,aplg wktu pas ankny gx bsa d slmatin T.T nngis…
    next d tnggu y chingu^^

    • yuuripico26 Februari 24, 2013 pukul 3:59 am Reply

      hehe.. gwenchana😀
      gomawo komennya😀
      haha oke d tunggu ya😀

  17. sela Februari 23, 2013 pukul 8:20 am Reply

    tegang bgd baca.a..
    jd kbawa pngen ikutan nangis…
    huaaaaaahhhhhhh…
    aduh penasaran baget..
    apa yg terjadi…
    plissss happy anding y cerita.a…
    ^^

    • sela Februari 23, 2013 pukul 10:36 am Reply

      eh salah tulis.. happy ending maksud.a..
      hehehe

      • yuuripico26 Februari 24, 2013 pukul 4:05 am

        haha oke😀

    • yuuripico26 Februari 24, 2013 pukul 4:04 am Reply

      cup cup.. hehe… di tunggu aja ya😉

    • yuuripico26 Maret 13, 2013 pukul 10:02 am Reply

      hehehe.. itu part endnya dh post.. ^^

  18. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 9:56 am Reply

    hiks hiks. Nyesek q,kesian yuri,kesian bayiny. Lagian minho cemburuan banget siy. Thor jangan lama2 apdetnya. Q tunggu

  19. Hayyuri Maret 5, 2013 pukul 1:45 am Reply

    Ff nya bikin kangennn..kpan nih part 15 b,nya di post?

    • yuuripico26 Maret 13, 2013 pukul 10:03 am Reply

      hehe asikk ada yg kangenin ni ff.. itu part B dah d post😀

  20. ___ Maret 8, 2013 pukul 1:50 pm Reply

    Lama banget post berikutnya😥 I’ve died everyday waiting for the neext part #Christina Perri A Thousand Years

    • yuuripico26 Maret 13, 2013 pukul 10:06 am Reply

      wow.. iya .. ffnya lama bgt bru d lanjut.. hehe.. >.<

  21. Dina SONE Maret 11, 2013 pukul 2:35 am Reply

    thor lanjut dong, penasaran nihh….

  22. 신하린 Maret 14, 2013 pukul 8:37 pm Reply

    Sedih…

  23. YurisistablePearl April 26, 2013 pukul 9:42 am Reply

    Haduh,,,,,,,,thor jahat,,,aku jd deg2an tgkat dewa nih,#lebay amat ya,,,,,Make me CRY😥 ,,, tp ceritany bgus thor!! seruu

  24. eni enooy Mei 2, 2013 pukul 3:06 pm Reply

    deg-degan, tegang, nggak karuan pokoknya huaaa Yuri eonnie bertahanlah T.T

  25. putri Juli 8, 2013 pukul 6:25 am Reply

    /Dagdigdug/

  26. ifa Agustus 9, 2013 pukul 11:29 am Reply

    yuri minhoo
    sabar.. cupcup

  27. BestfriendExoSone September 14, 2013 pukul 4:52 am Reply

    aku cuma bisa nganga, gak thu mau komen apa, semua perasaan jadi satu*lebay

  28. riadarmawan September 17, 2013 pukul 2:34 am Reply

    bayinya meninggal ya?
    kasian minyul😦

  29. phElpeu Oktober 25, 2013 pukul 3:05 am Reply

    smoga yuri ma bayi nya slamat… akhir nya krystal tobat juga… ahhh sooyoung ma yesung jadian aja… ckckckck

  30. Sara Desember 11, 2013 pukul 1:13 pm Reply

    Akhir nya ketemu ni part 15a..

    Gitu dong krystal,baik dan cantik deh kamu kl kyk gitu

  31. Park Ahra Desember 25, 2013 pukul 8:45 am Reply

    Huaaaa sedih banget, yuri semoga kuat trus aeginya ga kenapa kenapa

  32. yurimyblog Maret 14, 2014 pukul 9:10 am Reply

    Aigo! Yaa eottokhae?! Gimana itu????

  33. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 7:12 am Reply

    part ini tegang sumpah….
    gimna rasanya diposisi yul?? huwaaaa T.T EMOSI AKUT SI MINONG JADI BEGINI, ALHAMDULILLAH JUNGIE UDAH TOBAT #caplokjebol

  34. Fania November 21, 2014 pukul 3:51 am Reply

    Kasian yul, greget sma minong eh tapi skrg udh nggak.. Krys udh tobat ragara yoona bisa jga bkin krys tobat🙂 aslinya daebak ini ff nya kke😀

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: