Weird Wedding (PART 14)

   Gambar

Tittle : Weird Wedding (PART 13)

Author : @yuuripico26

Cast : Kwon Yuri & Choi Minho.

Other : Im Yoona, Lee Donghae, Choi Sooyoung & Kim Yesung.

Lenght : Chaptered

Ratting : PG-15

Genree : Romantic dan sedikit gaje..

Annyeong.. hehe 15 hari aku molornya .. Lumayan tuh.. mianhae yaaa.. #Hug..

Mungkin ff ini bertele-tele atau gimana sampai bisa sebanyak ini partnya dan mungkin bikin readers bosan aku minta maaf ya.. dah Yuk langsung aja ^^

– READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK

– TYPO IS AN ART OF WRITING

                                                     

WW_14

“Yul. . Tadi aku dan Sooyoung bertemu dengan Krystal.” Bisik Yoona pada Yuri saat mereka baru saja selesai menonton film dan berjalan keluar dari bioskop.

“Jinjja? Lalu apa yang terjadi?” Tanya Yuri juga dengan nada berbisik pada Yoona.

“Dia hanya..”

“Oppa… Tadi aku bertemu dengan Yeoja jahat itu.” Ucap Sooyoung tiba-tiba pada Minho, Yoona menghentikan omongannya pada Yuri dan memberi isyarat Yuri untuk mendengarkan Sooyoung.

“Yeoja jahat? Nugu?” Tanya Minho. Donghae nampak menunggu jawaban Sooyoung dan mencoba meraih tangan Yoona, dengan cepat Yoona menjauhkan tangannya. Donghae hanya termangun dengan sikap Yoona.

“Krystal… Tadi saat aku dan Yoona Unnie ketoilet tidak sengaja aku menabraknya dan terjatuh.” Cerita Sooyoung tanpa beban, Minho melirik kearah Yuri dan dibalas dengan senyuman hangat dari Yuri yang nampak menyukai cerita Sooyoung, bukan menyukai mungkin lebih tepatnya memberi sinyal agar Sooyoung meneruskan ceritanya.

“Lalu?”

“Seperti biasalah Oppa… dia selalu sok dekat padaku, aku tidak suka.” Sahut Sooyoung.

“Aku tidak habis fikir, bagaimana dulu kau bisa jatuh cinta padanya. Bahkan jika aku bersikap dingin padanya kau marah. Heran.” Polos Sooyoung, seketika wajah Minho berubah menjadi kesal.

“Apa maksudmu babo?” Geram Minho.

“Maksudku? Apa oppa lupa dulu sering sekali membela yeoja itu.”

“Kau benar bocah pemakan segalanya, Minho dulu memang seperti itu.” Timpal Donghae.

“Bukan hanya membelanya Namja penonton setia video GG, tapi dia selalu saja membangga-banggakannya” Seru Sooyoung.

“Ya!! Kalian ini, sudahlah jangan membahasnya. Menyebalkan.” Ketus Minho seraya mengenggam tangan Yuri lalu berjalan meninggalkan Sooyoung dan Yoonhae.

“Ya!! Tunggu aku.” Teriak Sooyoung lalu mengejar MinYul.

“Baiklah, kita pulang juga kajja chagi.” Ajak Donghae.

“Ne” Jawab Yoona sekilas lalu berjalan mendahului Donghae yang sedang bingung itu.

***

Yoona masih memasang wajah kesal pada Donghae, sudah sedari didalam bioskop tadi Yoona mengacuhkan Donghae. Hal itu cukup membuat Donghae bingung dengan sikap Yoona.

“Chagi sebenarnya kau kenapa?” Tanya Donghae disela-sela perjalanan mereka didalam mobil. Yoona tak bergeming dengan pertanyaan itu. Donghae membuang nafas panjang lalu mencoba bertanya lagi.

“Chagi-ya?” Panggil Donghae namun Yoona masih diam..

CKITTTT..

Seketika tubuh Yoona sedikit terlempar kedepan akibat Donghae yang tiba-tiba saja mengerem mobilnya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Yoona  dengan nafas tak beraturan akibat terkejut. Donghae masih menatap lurus kedepan dengan sama terkejutnya dengan Yoona.

“Omo… Kenapa aku bisa mengerem se-extreme itu?” Gumam Donghae. Yoona terlihat kesal dan dengan geram menyentil dahi Donghae.

“Appo.” Ringis Donghae memengang keningnya lalu menatap Yoona.

“Chagi kenapa kau menyentilku?” Rajuk Donghae.

“Itu karna kau membuatku terkejut setengah mati, bagaimana jika kita tadi kenapa-kenapa?”

“Tapi ini semua karna kau.” Balas Donghae.

“Aku?”

“Ne.. sebenarnya kau itu marahh kenapa padaku? Membuatku tidak konsentrasi menyetir saja.” Umpat Donghae.

“Ya!! Kenapa jadi kau yang marah padaku?” Rutuk Yoona. Donghae seketika tersenyum kikuk lalu mencoba meraih tangan Yoona.

“Mianhae Chagi-ya.. Aku hanya khawatir, kau tidak pernah marah padaku sebelumnya, aku hanya bingung.” Jelas Donghae, Yoona yang terlihat masih kesal menepis tangan Donghae.

“Aku kesal padamu, berhentilah menonton video Girls Generation itu.”

“Mwo? Chagi-ya, itu permintaan sulit.”

“Oke.. jadi benar apa kata Minho, kau lebih menyukai Yoona GG dari pada aku?”

“Bu.. Bukan seperti itu…”

“Lalu? Berhentilah atau aku akan marah padamu.” Sungut Yoona. Donghae nampak bingung.

“Sebenarnya, hal pertama yang membuatku tertarik padamu karna wajahmu yang sangat mirip dengan Yoona GG. Tapi sungguh….”

“Jadi kau menyukaiku karna aku mirip Yoona GG? Oh God… Kau!!!” Pekik Yoona memotong pembicaraan Donghae. Donghae mendengus merutuki perkataannya tadi.

“Bukan Chagi tapi…”

“Tapi apa? Tadi kau sendiri yang bilang bukan?”

“Iya awalnya seperti itu.. Tapi sungguh sekarang aku mencintaimu… Aku tidak melihatmu sebagai Yoona GG lagi.”

“Berhenti menonton video itu.” Ketus Yoona tanpa memandang Donghae.

“Tapi… Itu susah.”

“Jadi tidak mau? Oke… Aku turun disini.” Yoona mencoba membuka pintu mobil tapi Donghae dengan cepat mengunci pintu itu otomatis.

“Buka..” Pinta Yoona.

“Shirreo!” Tolak Donghae.. Yoona mendengus kesal lalu menyilangkan tangannya kedada dan membuang pandangannya kearah jendela.

“Baiklah aku akan berhenti menonton Video itu dan kau dengan Yoona GG tentu saja berbeda. Tidak mirip.” Ucap Donghae pasrah. Yoona melirik Donghae tajam.

“Jadi aku tidak mirip dengan Yoona GG? Jadi aku tidak secantik Yoona GG maksudmu?” Tanya Yoona yang sukses membuat Donghae menganga bingung….

“AAAAAAAAAAAAAAA JADI KAU MAU MIRIP DENGANNYA ATAU TIDAK???” Histeris Donghae sambil mengacak rambutnya.

“HAHAHAHAHA” Seketika Yoona tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi Donghae. Mendengar tawa Yoona, Donghae menghentikan kegiatan mengacak rambutnya lalu menatap heran kearah Yoona yang sedang tertawa itu.

“Chagi? Apa yang kau tertawakan?” Tanya Donghae bingung.

“Ekspresi frustasimu Chagi.. Hahaha.. Kau terlihat frustasi sekali jika aku menyuruhmu berhenti menonton video itu.. “ Kekeh Yoona.

“Kau tertawa serenyah itu padahal kau sedang marah? Apa bisa?” Donghae masih terlihat bingung.

“Aku marah??? Tentu saja tidak, untuk apa aku marah hanya karna hal seperti itu. Aku hanya bercanda Chagi.” Ucap Yoona enteng. Donghae yang mulai mengerti segera menatap kesal kearah Yoona.

“Kenapa? Jadi aku mirip tidak dengan Yoona GG itu?” Goda Yoona, Donghae menyeringai dan dengan cepat langsung bergerak menggelitik pinggang Yoona. Hal itu suskes membuat Yoona tertawa nyaring dan meminta ampun pada Donghae..

“Hhahaha lepaskan Chagi.. aku mohon hahahaha.”

“Kau keterlaluan membuatku seperti tadi. haha aku tidak akan melepasmu.” Seru Donghae..

***

Yuri nampak sedang berfikir, berbagai fikiran tentang perbuatan Krystal dimasa lalu membuatnya sedikit merasa khawatir. Minho memandang Yuri, seakan mengerti kekhawatiran Yuri, Minho segera merengkuh Yuri lalu mengelus pelan punggung anaenya itu.

“Tenang saja.. Aku akan selalu menjagamu.” Ujar Minho seraya mengecup puncak kepala anaenya itu.

“Gomawo.” Desah Yuri dengan senyumannya.

“Aish… Tontonan yang tidak pantas untuk yeoja polos sepertiku.” Gerutu Sooyoung dari arah kursi belakang sambil menutup kedua matanya. Yuri dan Minho hanya tersenyum simpul melihat Sooyoung.

“Polos? Kau sudah bisa dibilang dewasa. Sok polos.” Ejek Minho.

“Sama sepertimu Oppa. Kau tua, tapi terlihat seperti anak-anak.” Balas Sooyoung masih dalam keadaan menutup matanya. Minho berbalik sekilas menatap Sooyoung kesal lalu kembali menatap kedepan dan mencoba fokus menyetir.

“Bocah babo.” Gerutu Minho. Yuri disamping Minho hanya bisa menahan senyum melihat sikap nampyeonnya.

“Dulu kau benar-benar dingin, makin kemari aku makin mengerti sikapmu.” Ujar Yuri tiba-tiba yang sukses membuat Minho meliriknya. Minho tersenyum lalu mengelus pipi Yuri dengan tangan kanannya.

“Saranghae.” Ucap Minho lalu kembali memandang kedepan.

“Nado.” Balas Yuri.

“Makin menjadi saja.” Gumam Sooyoung seraya membuka sedikit tangannya untuk mengintip apa yang dilakukan MinYul.

***

“Huahh rasanya kembali ke apartement sendiri lebih nyaman.” Lega Minho yang segera menghempaskan tubuhnya keatas tempat tidur.

“Jadi maksudnya seminggu dirumah Umma tidak nyaman?” Sahut Yuri yang baru saja selesai mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur yang sederhana. Minho melirik Yuri lalu tersenyum  dan berdiri menghampiri anaenya yang masih sibuk merapikan pakaian didepan  kaca besar lemari sembari menggulung tinggi rambutnya.

“Bukan seperti itu, hanya saja lebih nyaman berada ditempat tinggal sendiri bukan?” Ucap Minho seraya memeluk tubuh Yuri dari belakang dan meletakan dagunya tepat pundak kanan Yuri yang lapang (?) itu, membuat Yuri sedikit bergidik geli.

“Disini, aku bisa melakukan apapun padamu Chagi.” Ucap Minho pelan tepat ditelinga Yuri. Yuri yang merasa geli segera melepaskan diri lalu berbalik menghadap Minho.

“Nappeun… Lihatlah, ini sudah malam.. Jangan berbicara hal-hal aneh, Kajja tidur.” Ajak Yuri lalu segera berjalan menuju tempat tidurnya. Minho mempoutkan bibirnya lalu tersenyum dan ikut ketempat tidur bersama Yuri kemudian mengambil laptop untuk mengerjakan sesuatu.

Yuri nampak sedang sibuk mengatur posisi tidurnya, sedangkan Minho terlihat fokus pada laptop yang sedari tadi diutak-atiknya untuk menyelesaikan pekerjaan kantornya.

“Chagi kau kenapa?” Tanya Minho seraya men-shutdown laptop-nya dan meletakannya diatas meja kecil dekat tempat tidur.

“Posisi yang aku ambil selalu tidak enak Yeobo, hmm aku rasa sikecil didalam sana sedang rewel.” Jawab Yuri seraya mengelus perutnya. Minho tersenyum dan merebahkan diri mendekati Yuri.

“Hai .. Hai .. Hai.. Anak Appa, jangan menyiksa Ummamu yang sedang mengantuk itu.. Kau ingin apa Anak Appa?” Minho mencoba berkomunikasi pada anak yang ada diperut Yuri ambil mengelus-ngelus lembut perut Yuri. Minho menempelkan telinganya pada perut Yuri, Yuri hanya bisa memejamkan matanya merasakan sakit yang ditahannya sejak tadi.

“Appo..” Ringis Yuri tiba-tiba membuat Minho seketika mengangkat kepalanya dan menatap Yuri khawatir.

“Ada apa Chagi? Apa aku menyakitimu?” Tanya Minho. Yuri membuka matanya lalu menatap Minho sambil tersenyum, senyum yang Minho tau sengaja dibuat Yuri agar dirinya tidak khawatir.

“Gwenchana.” Jawab Yuri dengan suara paraunya, Minho mengarahkan tangannya menghapus lembut keringat Yuri yang mulai membanjiri keningnya.

“Kau berbohong, apa perutmu sakit?” Yuri hanya tersenyum dan mengelus perutnya.

“Dia hanya sedikit menendang tadi dan itu membuatku kaget.” Jawab Yuri. Minho mengangguk mengerti dan mengecup kening Yuri sekilas lalu beralih mengecup perut Yuri.

“Jangan nakal ya Chagi… Lihatlah ini sudah jam berapa? Saranghae.” Bisik Minho pada anaknya. Minho mengelus pelan perut Yuri lalu mulai merebahkan diri disamping Yuri. Yuri menatap Minho yang kini menatapnya dengan teduh. Yuri tersenyum dan menempelkan kepalanya didada Minho, dengan sigap Minho menyambutnya dengan elusan lembut dikepala Yuri.

“Chagi?” Panggil Minho sambil terus mengelus rambut Yuri yang masih menenggelamkan kepalanya didada Minho.

“Hm?” Sahut Yuri lembut seraya mengangkat kepalanya dan menatap Minho.

“Ada apa Yeobo?” Tanya Yuri seraya mengelus kening Minho dengan jari telunjuknya.

“Aku rasa bayi kita didalam sana sudah mulai aktif, kau harus banyak istirahat Yeobo.” Yuri tersenyum lalu mengambil tangan Minho lalu meletakannya dipipi chubby miliknya.

“Aku sudah banyak istirahat Chagi-ya, tidak usah khawatir padaku.”

“Tapi kau masih harus membagi waktumu untuk memikirkan kuliah. Aku pikir mengambil cuti hal yang baik.” Usul Minho. Yuri terkejut dan melepaskan tangan Minho.

“Kau menyuruhku mengambil cuti padahal tugas akhir sudah sedikit mulai aku kerjakan, jika aku mengambil cuti jadwal sidangku 4 bulan lagi akan tertunda sampai tahun depan, shirreo!!” Tolak Yuri.

“Aish..  Baiklah, terserah padamu saja.. Asalkan janji untuk jangan sekalipun memikirkan hal berat.” Peringat Minho, Yuri mengangguk setuju dan memeluk Minho.

“Jangan khawatir padaku  Chagi. Yoona selalu ada membantuku dan menyemangatiku, semangat darimu juga dari anak kita juga meringankan pikiranku.” Ucap Yuri dalam pelukan Minho, Minho mengangguk dan membalas pelukan Yuri lalu mengecup puncak kepala Yuri mesra dan penuh kasih sayang.

“Aku akan selalu mendukungmu. Tidurlah Yeobo.” Ujar Minho lembut seraya mengelus rambut Yuri.

***

Yuri dan Minho baru saja selesai sarapan. Yuri dengan digandeng Minho berjalan menuju pintu keluar apartemen. Baru akan keluar dari pintu Minho menahan tangan Yuri.

“Mwo? Ada apa?” Tanya Yuri heran, Minho tak menjawab malah asik menatap Yuri dan tetap menahan tangan Yuri.

“Yeobo?” Yuri mencoba menegur Minho lagi seraya mengibas-ngibas tangan satunya tepat didepan wajah Minho.

“Hehe.. morning kiss.” Pinta Minho manja seraya memajukan bibirnya.

“Aish. Kenapa tidak minta dari tadi? Sudahlah nanti saja ya. Kajja kita berangkat, kita harus menjemput Sooyoung terlebih dahulu.” Minho menggeleng dan menunjuk-nunjuk bibirnya. Dengan sedikit kesal yang dibuat-buat, membuat Yuri sedikit pasrah dan  mengecup singkat bibir Minho.

“Sudah.”

“Mwo? Apa itu? Tidak ada rasanya.”

“Aish.. Chagi jangan bercand…”

Chu~

Belum sempat Yuri berkata bibirnya sudah terkunci rapat dengan bibir Minho. Yuri membelalakan matanya terkejut namun tak berusaha melepaskan tautan bibir Minho.

1 detik… 5 detik…. 10 detik… Ciuman itu kian lama kian mendalam, membuat kedua pasangan itu lupa akan kondisi pintu apartemen mereka yang sedikit terbuka, jarangnya penghuni apartemen lain lewat membuat mereka lupa akan sekitarnya. Saat mereka asik dengan kegiatan mereka tanpa mereka tau seseorang sudah muncul didepan pintu dengan mata yang membesar melihat kejadian didepannya.

“Ya!!!” Pekik Sooyoung. Sontak Minho dan Yuri melepaskan ciuman mereka dan terkejut melihat Sooyoung yang sudah ada didepan mereka sambil menutup matanya.

“Sooyoung?” Kaget Yuri.

“Kau kenapa tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk bocah tengil?” Umpat Minho tepat didepan Sooyoung, Sooyoung membuka tangannya sedikit lalu tersenyum polos ke Minho.

“Pintunya sudah terbuka untuk apa aku mengetuknya lagi.”

“Aish.. Kau pagi-pagi kemari, menganggu saja.” Sinis Minho.

“Aku ingin ikut kekampus Yuri Unnie, karna hari ini aku akan mulai kuliah disana sebagai mahasiswa transfer.” Jelas Sooyoung panjang lebar.

“Lalu kenapa kau kemari? Bukankah kemarin aku bilang kau akan dijemput dirumah Umma?” Sungut Minho. Sooyoung mempoutkan bibirnya.

“Aku ingin kemari, apa tidak boleh?” Gerutu Sooyoung kesal. Yuri hanya mencoba tersenyum kearah Sooyoung. Walau ekspresi wajahnya masih terlihat malu.

“Tapi kau.. menganggu.” Pekik Minho yang sukses membuat Sooyoung terlihat kesal.

“Chagi-ya.. Jangan seperti itu.” Tegur Yuri.

“Oh aku menganggu? Bagaimana jika yang memergoki kalian adalah penghuni apartemen lain? Dasar mesum!!” Umpat Sooyoung kesal.

“Apa kau bilang huh’?” Sengit Minho.

“Ya!! Sudahlah, kajja Sooyoung kita kemobil dan pergi kekampus. Tinggalkann saja namja mesum itu.” Ajak Yuri seraya menarik tangan Sooyoung, Sooyoung melirik kearah Minho sekilas lalu menjulurkan lidahnya kearah Minho.

“Aish..  Tunggu aku!!” Teriak Minho lalu menutup pintu apartemen, kemudian menyusul Sooyoung dan Yuri. “Dia bilang diriku mesum? Lantas dia tidak? Bukankah tadi dia membalas ciumanku? Grrr yeoja aneh.” Gerutu Minho dalam hati.

SKIPP

Yuri dan Sooyoung turun dari mobil Minho bersamaan. Seperti biasa Minho juga ikut turun untuk berpisah dengan anaenya sementara.

“Chagi-ya, ingat .. Jangan terlalu banyak berfikir.” Peringat Minho seraya mengecup kening anaenya. Yuri mengelus pelan pipi Minho.

“Siap Mr. Choi.”

“Mesum…” Seru seseorang dari arah belakang Sooyoung.

“Yoona Unnie, haha kau benar.. Ntah berapa kali aku melihat tingkah mesum pasangan itu.” Geli Sooyoung yang disambut kekehan Yoona.

“Kau baru berapa kali, Sedangkan Unnie yang menunggu Yuri disini setiap harinya melihat hal itu berkali-kali.” Seketika Yoona dan Sooyoung tertawa bersama, membuat Yuri tertunduk malu. Sedangkan Minho hanya mencibir kearah Yoona dan Sooyoung.

“Dasar…” Cibir Minho..

“Chagi-ya aku sudah selesai mengangkat telpon, aku berangkat kerja dulu ne. Annyeong.” Suara bass seorang namja terdengar dari arah belakang Yoona membuat semuanya langsung melirik Yoona yang kebetulan saat itu keningnya sedang dikecup oleh namja itu.

“Hahaha Hae Hyung??!!” Kaget Minho.

“Rupanya sebelum kita datang mereka selalu melakukan hal itu yeobo.” Ejek Yuri.

“Haha ternyata kau juga mesum Unnie.” Goda Sooyoung. Donghae yang baru sadar dengan adanya Minyul dan Sooyoung hanya terkekeh malu. Yoona pun hanya bisa tertawa kaku.

“Heh bocah, ini biasa bagi orang pacaran.” Sinis Donghae melirik Sooyoung. Sooyoung hanya mengangguk-angguk cuek.

“Baiklah, aku kekantor dulu Chagi. Jaga diri ne dan sepertinya aku akan pulang sore.” Sekali lagi Minho mengecup kening Yuri. Lalu mengajak Donghae untuk segera berangkat kekantor.

“Sooyoungie? Mau Unnie antar kekelas?” Tanya Yuri. Sooyoung menggeleng lalu tersenyum.

“Unnie lihatlah perutmu, aku bisa mencari kelas sendiri.” Canda Sooyoung.

“Kau yakin?” Tanya Yoona.

“Ne Unnie.. tenanglah, aku masuk duluan ne.. Aku akan berusaha mencari kelas sendiri. Hwaiting.” Semangat Sooyoung sambil mengepal tangannya keatas. Yoona dan Yuri melakukan hal yang sama.

“Hwaiting!” Serentak Yoonyul. Selepas kepergian Sooyoung, Yoona nampak dengan hati-hati sekali menggandeng tangan Yuri masuk kedalam area kampus. Sebenarnya Yuri dan Yoona kekampus hanya untuk menyelesaikan proposal skripsi mereka untuk meyambut sidang 4 bulan kedepan.

***

Yuri nampak tengah serius sekali mencari beberapa data didalam perpustakaan yang akan dipakainya menjadi pelengkap atau data pendukung untuk proposal skripsinya lalu mengetiknya kedalam sebuah laptop. Disamping Yuri ada Yoona yang melakukan hal serupa.

“Yul aku rasa proposal skripsi milikku sudah bisa diajukan ke dosen pembimbing, semua data yang mendukung penelitianku sudah rampung. Huh’ menyegarkan jika begini,  beban besar telah sedikit kuselesaikan.” Lega Yoona seraya meregangkan otot-otot  tubuhnya..

“Baguslah Yoong, aku?? Ntahlah.. Masih berusaha mencari datanya.” Sahut Yuri masih tetap serius membolak-balik halaman demi halaman beberapa buku.

“Yul.. Jangan terlalu memaksa menyelesaikan proposal skripsimu. Kerjakan perlahan saja.” Ujar Yoona mencoba memiit pelan punggung Yuri.

“Aku tau Yoong, tapi selepas melahirkan nanti waktu untukku menyelesaikan ini amatlah sempit, mengingat sidang  kita yang tinggal 4 bulan lagi.”

“Aku tau, hmm Yul.. apa kau tidak berfikir untuk mengambil cuti?” Yuri menghentikan kegiatannya dan melirik Yoona tajam.

“Cuti? Kau ingin aku lulus tahun depan? Shirreo!! Kau seperti Minho saja menyuruhku mengambil cuti.” Tolak Yuri  lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

“Setidaknya jangan terlalu memaksakan fikiranmu, fikirkan yang ada diperutmu.” Gerutu Yoona.

“Yoong, proposal ini sudah hampir selesai. Tinggal mengerjakan sedikit saja, aku tidak mau hasil penelitian kita tidak kugunakan sebaik-baiknya.” Yoona menghela nafas panjang.

“Arra .. Arra… Kesinikan beberapa buku itu, aku akan membantumu.” Yuri menatap Yoona girang.

“Jinjja?” Tanya Yuri antusias. Yoona mengangguk, seketika Yuri memeluk singkat sahabatnya itu.

“Kau memang Yoongie kesayanganku.” Girang Yuri.

“Tentu saja. Ng? Yoongie kesayangan? Memangnya kau memiliki berapa Yoongie yang cantik sepertiku?” Sungut Yoona berpura-pura kesal. Yuri mencubit kecil pipi Yoona lalu menggeleng.

“Hanya kau… Selamanya Yoongie kesayanganku hanya kau.” Ujar Yuri tulus yang dapat membuat Yoona sedikit menatap haru kearah Yuri.

“Baiklah, ayo kita berjuang menyelesaikan proposal tugas akhirmu.” Semangat Yoona, Yuri mengangguk antusias lalu menyerahkan beberapa buku kearah Yoona.

“Aw.” Ringis Yuri tiba-tiba mengelus perutnya. Yoona menghentikan kegiatannya dan segera memegang memegang punggung Yuri khawatir.

“Gwenchana?” Tanya Yoona, Yuri memandang Yoona dan tersenyum.

“Gwenchana, dia hanya sedikit menendang Yoong. Haha.. Kajja kita lanjutkan.” Ucap Yuri mencoba memperbaiki duduknya.

“Baiklah. Kajja.”

***

Sooyoung nampak sedang asyik mengikuti mata kuliah pertamanya dikampus ini sebagai mahasiswa transferan. Sesekali Sooyoung nampak bertanya pada dosen dan ditanggapi positif oleh dosen tersebut. Sooyoung memang harus menyesuaikan beberapa matakuliah disini, itulah resiko mahasiswa transferan yang mungkin modul dikampus ini berbeda dengan modul kampus dia di China dulu walau jurusannya sama.

Ketika dosen menyelesaikan kelasnya, Sooyoung dengan semangat membawa beberapa bukunya keluar dari kelas.

BRUGG

“Ah mianhae..” Ucap Sooyoung cepat seraya mengambil bukunya yang tercecer jatuh.

“Ne.. Mari kubantu.” Jawab orang yang ditabrak Sooyoung tadi lalu berdiri menyerahkan beberapa buku kepada Sooyoung.

“Gomawo.” Ujar Sooyoung menunduk lalu pergi, sifat cuek Sooyoung membuat orang yang ditabraknya tadi sedikit tersenyum.

“Cuek, tapi sopan.. Sedikit mirip dengan typeku.” Gumam orang itu. Orang itu berjalan menuju suatu kelas dan mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Orang itu mengernyitkan dahinya saat tidak menemukan orang yang dicarinya. Ketika orang itu berbalik dan ingin berjalan tanpa sengaja dia bertemu dengan Yuri dan Yoona yang menatapnya dengan tatapan terkejut.

“Yesung Oppa?” Serentak Yuri dan Yoona ketika melihat Yesung. Yesung terkekeh mendengar itu.

“Selalu kompak.” YoonYul hanya tertawa menyambut pendapat Yesung.

“Oppa kau kapan kembali dari Paris?” Tanya Yuri.

“Baru saja Yul, dan aku langsung kemari.” Jawab Yesung.

“Langsung kemari? Ada urusan apa Oppa?” Kini Yoona yang bertanya pada Yesung.

“Ada surat-surat yang aku butuhkan dari kampus ini untuk kuliah S2-ku di Paris. Kebetulan sebelum memulai perkuliahan yang mulai berat, aku ada jeda waktu libur 1 bulan.” Jelas Yesung, YoonYul hanya ber ‘Oh’ ria mendengarnya.

“Yul, apakah dia sehat?” Tanya Yesung sambil melirik perut Yuri, Yuri mengelus perutnya dan tersenyum.

“Sangat baik Oppa, bahkan dia sudah sangat aktif.” Yesung mengangguk, Yesung melirik sesuatu yang dipegang Yoona dari tadi.

“Itu proposal tugas akhir kalian? Apakah sudah selesai?”.

“Haha.. Ne Oppa. Sedikit lagi.” Jawab Yoona. Yesung mengangguk lagi.

“Semangat.” Ujar Yesung.

“Unnieeee… Aku sudah selesai.” Seru seseorang dari arah belakang Yesung, Yuri dan Yoona tersenyum menyambut Sooyoung.

“Bagaimana hari pertamamu?” Tanya Yuri.

“Sangat menyenangkan Unnie. Kau?” Sooyoung sedikit terkejut ketika melihat Yesung, begitupun Yesung.

“Hai.” Sapa Yesung kaku.

“Kalian kenal?” Tanya Yoona heran.

“Anni, hanya saja tadi aku tidak sengaja menabraknya. Kim Yesung imnida.” Ujar Yesung memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan, Sooyoung melirik sekilas wajah Yesung lalu menyambut uluran tangan itu.

“Choi Sooyoung imnida.”

“Hmm.. apakah kalian sudah tidak ada matakuliah lagi?” Tanya Yesung yang dijawab dengan gelengan serentak dari SooYoonYul.

“Baguslah, aku akan mentraktir kalian. Bersedia?” Yoona dan Sooyoung nampak antusias sekali menyambut tawaran Yesung, Yuri pun menyetujuinya.

“Kajja.” Ajak Yesung.

“Baiklah kajja. Aw.” Saat Yuri akan berjalan tiba-tiba saja bayi dalam perutnya kembali menendang, Sontak Yesung yang paling dekat dengan posisi Yuri segera memegang punggung Yuri, menahan beban tubuh Yuri.

“Yul? Gwenchana?” Tanya Yoona khawatir dan langsung mundur mendekati Yuri. Yuri mengangguk dan membetulkan posisinya.

“Unnie gwenchana?”

“Gwenchana, jangan khawatir.” Jawab Yuri kepada Yoona dan Sooyoung.

“Yul kau yakin?” Tanya Yesung.

“Ne oppa. Gomawo.” Setelah memastikan Yuri tidak apa-apa mereka melanjutkan jalan mereka.

Selepas mereka pergi, seseorang dengan topi melihat kejadian itu dengan seringai kasar dan memperhatikan sebuah foto yang berhasil di jepretnya dengan tatapan puas. Lalu pergi meninggalkan tempat itu.

***

“Jadi dia sudah tiba di Korea?” Tanya Krystal pada seorang Yeoja didepannya. Yeoja itu mengangguk mantap.

“Dia sudah tiba sekitar 2 jam yang lalu.”

“Mwo? 2 Jam? Kenapa kau baru memberitahuku?” Pekik Krystal kesal.

“Tenang.. Aku mempunyai sesuatu untukmu, karna ini aku harus mengikutinya.”

“Apa itu?” Yeoja tadi mengeluarkan 2 lembar foto dan menyerahkan kepada Krystal. Mata Krystal tiba-tiba berbinar melihat foto itu yang menunjukan 2 orang paling dibencinya terlihat seperti berpelukan. 2 foto beda gaya tapi dengan maksud yang sama. Tak terasa sebuah sunggingan licik terbentuk dibibirnya.

“Kerja bagus..” Ucap Krystal girang menatap Yeoja itu. Yeoja itu hanya menunduk tersanjung dengan pujian majikannya itu. Krystal membuka laci meja kerjanya lalu mengambil sebuah amplop tebal dan menyerahkan pada Yeoja itu.

“Ini bayaranmu Patric, kau boleh pergi. Biar aku yang meneruskannya.” Yeoja yang bernama Patric pun mengambil amplop itu lalu pergi meninggalkan Krystal yang masih terlihat senang melihat foto itu.

“Omonganku tidak pernah main-main, aku pernah bilang aku akan menghancurkan kalian berdua bersama didepan Minho kan? Mari kita mulai.” Seringai Krystal.

“Kwon Yuri yang merebut cintaku dan kau!! Namja babo, seseorang yang terlalu berani menceramahiku.” Sinis Krystal berbicara sendiri menatap foto itu.

Flashback on

“Ya!! Apa-apaan sih!” Ketus Krystal seraya menepis tangan Yesung yang menarik kasar tangannya.

“Aku tidak tau siapa kau awalnya dan sekarang aku tau siapa dirimu, kau adalah Yeoja licik nan picik. Aku peringatkan, jika terjadi sesuatu hal buruk pada Yuri di Rumah Sakit sana, aku akan benar-benar membuat perhitungan padamu.”

“Kau mengancamku huh’? Hei!! Aku tau kau mencintai Yuri kan? Aku juga tau kau cemburu melihat Minho dekat dengan Yuri kan? Aku ingatkan padamu Namja Babo, kau akan kehilangan orang yang kau cintai jika kau lemah seperti ini.” Emosi Yesung seakan meledak ketika mendengar ucapan pedis dari Krystal itu. Dengan tangan mengepal, Yesung menatap tajam Krystal.

“Jangan sok tau membaca hatiku, aku memang mencintai Yuri. Tapi kuberitahu padamu, aku bukan orang licik sepertimu. Aku bisa menerima kekalahanku, Sekarang sebaiknya aku pergi dari villaku, pergi!!! Atau kau akan tau akibatnya.” Bentak Yesung lalu pergi meninggalkan Krystal. Sebelum jauh, Yesung sempat memanggil penjaga villa untuk mengusir Krystal. Diperlakukan seperti itu Krystal menatap tajam kearah Yesung.

“Kau fikir kau siapa bisa membentakku? Namja babo!”

Flashback Off

Krystal tersenyum picik mengingat kejadian itu, dengan yakin dia mengambil ponsel miliknya yang tidak jauh dari tangannya dan mengganti sim card ponselnya itu dengan sim card baru. Setelah ponselnya menyala, Krystal dengan antusias segera mengetik pesan singkat kepada seseorang yang sangat dirindukannnya.

***

Minho dan Donghae terlihat sedang bersalaman dengan beberapa tamu penting yang hadir dalam meeting penting mereka, ketika tamu-tamu itu telah sepenuhnya pergi. Minho dan Hae membuang nafas lega bersamaan, Tiffany melirik kearah HaeMin sambil merapikan berkas-berkas Minho.

“Kalian berdua hebat, bisa membuat beberapa investor asing itu tertarik dengan proposal kalian.” Puji Tiffany pada Donghae dan Minho.

“Ini semua berkat proposal Hae Hyung yang keren.” Sahut Minho.

“Haha dan berkat perbaikanmu pada proposal itu juga makanya proposal itu terlihat menarik.” Sambung Hae. Tiffany pamit untuk pergi duluan meninggalkan ruang meeting untuk menyelesaikan tugas lain, sedangkan Minho dan Donghae masih betah bercerita diruang Meeting.

Asyik bercerita tiba-tiba ponsel Minho berdering menandakan ada sebuah pesan masuk. Dengan antusias Minho membuka pesan itu yang dikiranya dari Yuri. Wajah Minho seketika menjadi muram ketika membaca kata-kata dalam pesan itu.

From : 0808 bla bla

 

Dulu kau pernah bilang padaku, jika kau tidak akan bisa hidup dengan dengan Yeoja yang tidak menghargaimu sebagai namja (WW Part 11). Lalu apa maksud dari perbuatan anae yang selalu kau banggakan itu? Apa yang dia perbuat sekarang bisa dikatakan menghargaimu sebagai namja?

Minho mengernyitkan keningnya bingung ketika melihat isi pesan itu. Donghae yag melihat ekspresi Minho terlihat penasaran dengan apa isi pesan itu.

“Bocah tengil? Pesan dari Yuri? Apa dia marah padamu karna pulang sesore ini?” Tanya Donghae. Minho melirik kearah Donghae lalu menggeleng.

“Hanya ada orang gila yang mengirimiku pesan tidak jelas Hyung.”

“Nugu?”

“Molla.” Bohong Minho.

“Ah aku harus menelepon Yuri Hyung.. Sebentar.” Ketika Minho ingin menekan nomor ponsel Yuri, sebuah pesan kembali masuk kedalam ponsel Minho. Tanpa sengaja Minho menekan tombol membuka pesan itu dan… Mata Minho sukses membulat dengan lebarnya. Sebuah pesan MMS yang menunjukan gambar Yuri dan Yesung dalam posisi seperti berpelukan dengan tangan Yeung melingkar dipunggung Yuri dan tangan Yuri dipinggang Yesung mampu membuat kecemburuan Minho bangkit. Minho memejamkan matanya mencoba menahan emosinya, ntah dia emosi kepada si pengirim atau si namja yang memeluk anaenya.

Minho dengan kesal membalas pesan orang itu dengan menahan geram.

To : 0808 bla bla

 

Tolong jangan memberiku gambar yang sama sekali belum bisa kupercaya, dan kuperingatkan padamu, jangan menganggu rumah tanggaku.

“Minho kau kenapa?” Tanya Donghae heran seraya memegang punggung Minho, Minho hanya menggeleng lemah.

“Gwenchana Hyung, aku ingin pulang. Annyeong Hyung.” Pamit Minho cepat lalu pergi meninggalkan Donghae..

“Yuri-ya… Tolong bilang padaku, gambar itu tidak bermaksud apa-apa.. Kau bahkan tidak bilang padaku jika Namja aneh itu sudah kembali.” Batin Minho ditengah perjalanannya.

                                                           TBC

 

Yey…. ! akhirnya aku bisa selesaiin part ini.. hiks.. walau lama dan gaje gpp ya?? hehe masih ada yang mau nunggu? atau udh bosan banget ama ff ini? hehe 1 part lagi kok ^^ 

ayo2.. kasih aku masukan atau komen yaa…  intinya d tunggu komentar panjangnyaaaa  #Bow.. 

Tagged: , , , , , , ,

41 thoughts on “Weird Wedding (PART 14)

  1. niaicloud3424 Januari 16, 2013 pukul 10:59 am Reply

    aahhh…yesungnya muncul lagi…keren-keren ^^ …
    knapa ada YoonHae moment sih …=__= …#cemburu nih shipper Yeyoon
    yesung ma krystal aja, kan keren tuh..krystalnya jadi insaf, hahahahaa….
    ditunggu next chapternya ^^

    • yuuripico26 Januari 17, 2013 pukul 2:49 am Reply

      haha Yeppa is back ^^ hehe mianhae.. ^^
      hahaha liat d ending .. bisa aja ntar Yeppa sama author >.< haha..
      di tunggu ya😉

  2. minyul shipper Januari 16, 2013 pukul 2:15 pm Reply

    ahhh..
    keren.keren..
    bakalan timbul konflik lagi nih antar minyu..
    nae gwencana,
    makin suka ngelihat minho oppa cemburu^^

    • yuuripico26 Januari 17, 2013 pukul 2:50 am Reply

      gomawo ^_^
      haha min cemburu😄

  3. whe_wee Januari 16, 2013 pukul 4:15 pm Reply

    asyik WW yg slalu d tnggu”,,,
    krystal m bkn minyul berantem lg nih…wah gawat
    penasaran ma lnjtanny ~ ~
    jngn lm” y chingu next part’a , he..hee Hwaiting🙂

    • yuuripico26 Januari 17, 2013 pukul 2:51 am Reply

      haha terharu trnyata ni ff d tunggu T_T
      aku usahakan ga lama ya😀 hwaiting ^^

  4. FriskaLee93 Januari 17, 2013 pukul 3:12 am Reply

    Akhirnya.. Setelah sekian lma Q menanti-nanti FF in.. Muncul jg.. Suka banget klo MinYul Mesra2’n kyak gitu..yaah wlaupn sring ke ganggu sma Soo eonni..hehe YoonHae jg..kbyang muka’x hae oppa yg d jahilin Yoong Eonni ga bleh nontn vid GG..ngakak..? Yeeey Yesung Comeback..kyakx bkl ad bunga2 cinta antra Yeppa n Soo nieh.. Krystal.. Sumpah mi apaah.. Sebel bgt sma Dy..kykx prlu d lenypin ni orng*kejem*.. Next part d tunggu y Thor.. Hwaiting!! Sory kpnjngan..hehehe annyeoooong

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:06 am Reply

      hehehe.. mianhae lama ya😀
      haha soo selalu datang d saat yg tidak tepat😄 pasti wajah hae lucu banget tu ^^
      iya yeppa is back😀 gpp panjang, aku suka komen panjang😀 haha

  5. Yurisistable Januari 17, 2013 pukul 12:46 pm Reply

    Ternyata krystal si yeoja jahat udah mulai jalanin rencana2 jahat nya -,- ga ada bosan2nya ya dia gangguin minyul -_-
    Penasaran ni thor sama respon minho habis ngeliat foto yesyul ituu, kira2 minho bakal marah sama siapa ya? Wkwkk, buruan ya thor ngepost next part nya, jangan lama2 hehe😀

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:07 am Reply

      hehe.. ia nih.. huhu u,u
      hahaha oke aku usahain ya buat ngetiknya cepet😀

  6. kartika Januari 17, 2013 pukul 3:55 pm Reply

    iss dsar yeoja jhat,krjanya ganggu aja…ga bosen2 ap tuh orng…dsar…
    yesung oppa udah balik lg tuh,minho bkal mrah ga ya sma yuri eon…
    yeppa ntr bkal sma sooyoung ya???
    next partnya jgn lma2 ya eon…fighting

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:12 am Reply

      hayyo.. minho bakalan marah ga ya? :O
      liat next part ya saeng😀

  7. pipit Januari 18, 2013 pukul 12:13 pm Reply

    bagus tapi rada ke sinetron dikit *jgnmrhthooor*

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:31 am Reply

      haha sinetron ya?😥 pdhal ga niat buat sinetron.. haha😀

  8. mylucKEY Januari 18, 2013 pukul 1:14 pm Reply

    krystal sialaaaan-____- hah bikin naik darah saja
    minho harusnya bisa melacak hal apapun yg dapat membahayakan dia dan yuri .__.

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:30 am Reply

      sabar2 .. hehe.. Iya harusnya, tp terkadang dia jga bsa lengah😀

  9. Rositaemin^^ Januari 18, 2013 pukul 2:44 pm Reply

    Baru sempet baca TT_TT
    Makin seru ceritanya xD
    Lanjutannya jgn lama” kyak yg ini dong thor,,, hehehe #peace :p

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:29 am Reply

      hehe iya nih.. pdhal biasanya chingu komen d awal2😀
      wkakaka ga janji ya.. tp aku usahain ga lama😀

  10. Sela Januari 19, 2013 pukul 3:35 am Reply

    Aahhh makin seru aja.. Penasaran sm cerita selanjut.a.. D tunggu chingu part selanjutnya..

    • yuuripico26 Januari 19, 2013 pukul 4:19 am Reply

      gomawo😀 oke d tunggu ya😀

  11. Vina Berliana Kimberly Januari 19, 2013 pukul 2:59 pm Reply

    setelah sekian lama akhirnya update juga…… eonni jangan lama-lama ya updatenya…. oh iya cepetan juga babynya minyul lahir😀 dan jauhkan krystal dari mereka wkwk. HWAITING EONNI!!!!

  12. FLAMINGPEARL Januari 24, 2013 pukul 6:34 am Reply

    DAEBAK!!
    LANJUTKAN eon

  13. andrianabela Februari 4, 2013 pukul 1:26 pm Reply

    mulai mencapai klimaks lagi nih. makin penasaran n antusias bacanya.
    andai kalau jadi drama korea. waaaah seperti apa action mereka ya ^_^
    aku tunggu kelanjutannya, eonni. FIGHTING!!! *\(^_^)/*

  14. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 9:36 am Reply

    jangan salah paham dong. Jadi nyesek q

  15. Qhintharani Zata Februari 24, 2013 pukul 12:52 pm Reply

    buset dah nih ff!!
    jadiin novel aja min(?)
    ini keren banget daaaah!!
    selamat sudah memuaskan pembaca… keren!!!
    daebak!!

  16. YurisistablePearl April 26, 2013 pukul 8:17 am Reply

    Haduh thor,,,,,,ini FF`shrsny dibuat drama thor,,,,,,,,sumpah thor,,keren (y) ,,critany idup bgt,,,,,,,,,hadehh,,,,,,,,,,nenek sihir nongol lg nih,,,cpe deh😦

  17. eni enooy Mei 2, 2013 pukul 2:12 pm Reply

    huuuft ngapain sih yeoja jahat itu dateng lagi, ngeselin aja #ngomelgaje tapi tetep keren FFnya B) haha

  18. ifa Agustus 9, 2013 pukul 11:31 am Reply

    ffnya daebaaak

  19. BestfriendExoSone September 14, 2013 pukul 4:26 am Reply

    aduh, kenapa sih Kristal eonnie mengganggu ketentraman dan kebahagiaan Minyul shipper..ckck

  20. riadarmawan September 17, 2013 pukul 1:12 am Reply

    makin kesal aja sma si kristal,
    jahat amat jadi orang

  21. phElpeu Oktober 25, 2013 pukul 2:52 am Reply

    isssshhh si krystal nyebelin bgt dah… hufff jgn bikin retak hubungan minyul dong…

  22. Sara Desember 11, 2013 pukul 12:37 pm Reply

    Huh…Kereen

  23. Sara Desember 11, 2013 pukul 12:41 pm Reply

    Yg 15 A kok gak ada yaa??Greget inih

  24. Park Ahra Desember 25, 2013 pukul 7:47 am Reply

    Keren thor keren makin kepo sama konfliknya, daebak

  25. yurimyblog Maret 14, 2014 pukul 8:46 am Reply

    Aigoooo, gak ada kapok kapoknya tuh ya si krystal-_- lanjuuuuut

  26. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 7:01 am Reply

    eaaaa jungie mulai melancarkan aksinya, minong mulai panas…..

  27. Fania November 21, 2014 pukul 3:28 am Reply

    Krystal jhat bnget yaah disini.. Tpi ceritanya mkin ksini mkin byk adegan romantis nya minyul hha minyul jjng🙂

  28. dila Februari 9, 2016 pukul 4:41 am Reply

    Minhoo udh mulai cinta kkk krystal jahat!

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: