Why Umma? (PART 4B / END)

Minyul

Tittle : Why Umma?

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Choi Minho.

Other : Choi Sooyoung, Im Yoona

Lenght : Chaptered

Ratting : Bebas

Genree : Sad, Romantic & Friendship

WARNING ::

– READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK.

– TYPO IS AN ART OF WRITING

 

                           

PART 4B

Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit ini, kusentuh semua yang bisa kusentuh. Aku melirik sedikit pada apa yang kubawa ditangan kananku. Beberapa lembar surat yang sudah kutulis untuk orang-orang yang aku sayangi.

 

Kreettt

 

Saat aku membuka pintu, nampak Dr. Oh menyambutku dengan senyuman.

“Masuklah.” Akupun masuk dan menutup pintu kembali, lalu duduk dikursi depan meja Dr. Oh.

“Apa kau siap?” Tanya Dr. Oh ragu. Aku mengangguk dan menyerahkan semua surat yang ku bawa kepada Dr. Oh.

“Apakah aku bisa menitipkan ini padamu Dokter?” Dokter itu menatap sekilas kearah surat-surat itu lalu mengangguk dan menatapku lagi.

“Tentu saja.” Seketika aku mengembangkan senyuman mendengar itu.

“Gomawo Dokter.”

“Yuri-ya, sejujurnya didalam dunia kedokteran tidak boleh seperti ini… Tidak boleh mengambil jantung pasien yang masih hidup.” Jelas Dr. Oh padaku.

“Aku tau, tapi ini permintaanku dokter… Aku mohon..” Mohonku. Lama Dr. Oh diam sampai akhirnya dia menyerahkan secarik kertas padaku.

“bacalah.” Seperti yang diperintahkan Dr. Oh aku membaca isi surat itu, ohh jadi ini surat pertanda bahwa aku sendiri yang meminta tindakan ini.

“Aku tekankan sekali lagi, pikirkan baik-baik keputusanmu sebelum menandatanganinya.” tanpa pikir panjang aku langsung menandatangani surat itu dan menyerahkan ke Dr. Oh. Dapat ku lihat wajah terkejut Dr. Oh.

“Kau..?”

“Sudahlah Dokter, aku mohon. Aku sudah siap dengan semuanya.” Ujarku meyakinkan.

“Yuri-ya? Sekali lagi kau yakinkan hatimu.. Apa kau akan melakukan cangkok jantung ini?”

“Aku yakin dokter. Kapan operasinya akan berlangsung? Aku rasa harus hari ini Dokter, karna semakin lama.. Nyawa Unnieku semakin terancam.”

“Tapi aku harus memberitahumu kalau cangkok jantung ini jarang sekali berhasil.”

“kalau tidak dicoba bagaimana akan tau dokter.” Dr. Oh hanya menghela nafas, kuatkan aku Tuhan..

 

END Yuri POV

Author POV

Seorang perawat memasuki ruang ICU atau lebih tepatnya ke ruang dimana Taeyeon dirawat, perawat itu memeriksa keadaan taeyeon yang masih tak sadarkan diri itu. Umma Taeyeon hanya memandang khawatir saat perawat itu memeriksa keadaan Taeyeon.

“bagaimana keadaannya uisa?” Tanya Umma Taeyeon, perawat itu memandang Umma Taeyeon.

“Mrs. Kim, keadaannya tidak ada perubahan. Hmm bisakah anda menemui Dr. Oh? Ada yang ingin Dr. Oh sampaikan kepada anda.” Ujar perawat itu ramah, Umma Taeyeon hanya mengangguk dan berjalan keluar menuju ruangan Dr. Oh. 

                                                       ***

“Maksud dokter ada yang akan mendonorkan jantung untuk taeyeon?” Tanya Mrs. Kim tak percaya.

“Ne, seseorang yang mengetahui bahwa hidupnya tinggal sebentar lagi memutuskan untuk mendonorkan jantungnya untuk anak anda.”

“Jika aku boleh tau, siapa orangnya dokter?” Dr. Oh mencoba tersenyum, walau hatinya sedikit terasa sesak entah kenapa.

“Dia bilang padaku untuk tetap menjaga privacy namanya.”

“Dokter, bagaimana aku ingin berterimakasih padanya jika kau tidak memberitahuku.” Ujar Mrs. Kim.

“Dia hanya menitipkan pesan padaku, kau boleh berterimakasih padanya jika cangkok jantung ini berhasil.” Jelas Dr. Oh.

                                                       ***

Mrs. Kim hanya memandang kosong kepada tubuh kaku taeyeon dengan berbagai perlatan dipindahkan ke ruang operasi. Mrs. Choi yang baru tiba langsung duduk disamping Mrs. Kim.

“tenanglah, dia pasti tidak apa-apa.” Ujar Mrs. Choi berusaha menenangkan.

“Aku sudah rela jika Taeyeon tidak bisa selamat Marry, aku yakin dia pasti lelah dengan penyakitnya itu.” Ucap Mrs. Kim lemah.

“Kau tidak boleh berbicara seperti itu Sunmi-ya, yakinlah.”

“Marry, siapa pendonor jantung yang baik hati itu. Aku benar-benar berterimakasih padanya.”

“Yang pasti dia adalah seseorang berjiwa malaikat sama seperti Yuri.” Mendengar nama Yuri, Mrs. Kim langsung menatap Mrs. Choi.

“Yuri? Apa Yuri ada kerumahmu?” Tanya Mrs. Kim.

“Ada, tapi hanya meminta alamat makam Tiffany.” Mrs. Kim melebarkan matanya.

“Tif.. Tiffany? Jadi kau..” Mrs. Choi mengangguk.

“Aku sudah menceritakan semuanya, dia sudah besar jadi dia berhak tau semuanya.”

“Semalam, dia berbicara padaku jika Ummanya adalah Yeoja baik.” Mrs. Kim tersenyum kecut.

“Tiffany memang yeoja baik, hanya kau yang selalu salah paham padanya termasuk salah paham pada Yuri. Kau tau? Yuri selalu menangis jika menceritakan kebaikanmu.” Mata Mrs. Kim semakin berkaca-kaca mendengar itu.

“Sudahlah, sekarang kita doakan saja semoga operasinya Taeyeon lancar.” Mrs. Choi menepuk-nepuk pelan punggung Mrs. Kim.

                                                       ***

Yuri POV

 

Aku memandang diriku didepan kaca dengan baju operasi, aku melihat bagaimana seluruh tubuhku sudah menguning. Aku melihat bagaimana wajah pucatku sangat nampak, aku tersenyum getir memandangnya.

“Yuri-ya? Kau siap? Berbaringlah.” Titah Dr. Oh. Aku berbalik dan dengan senyuman yang harus aku pertahankan, aku berjalan ketempat tidur pasien melewati beberapa perawat yang sibuk mempersiapan peralatan operasi.

Aku merebahkan tubuhku dan menatap lekat kearah langit-langit rumah sakit ini. Hidupku? Sudah tinggal menunggu menit, saat jantungku diangkat nanti, saat itulah hidupku berakhir.. Tuhannn.. tolong selamatkan Unnieku. Aku berbalik saat perawat sudah membawa brankar Taeyeon Unnie dan diletakan disebelah brankarku. Dapat kulihat guratan wajah pucat Unnie, benar-benar tidak ada kehidupan didirinya. Aku mencoba menggerakan tanganku untuk memegang wajahnya. Dengan sedikit sudah payah aku dapat menyentuh wajahnya, kuelus pelan wajah taeyeon Unnie.

“Unnie.. Saranghae.. mari kita berjuang.” Ucapku sendu. Aku seakan teringat dengan sosok duo shikshinku dan sosok Minho langsung mengambil ponsel yang aku letakan dimeja sebelah brankar ini. Aku mulai mengetik pesan pendek dan kukirim langsung ke tiga orang itu.

Saranghae.. datanglah kerumah sakit untuk menjaga Unnieku.. ini permintaan terakhirku, tunggu dia didepan ruang operasi Ne.. ^^

Aku meletakan kembali ponselku diatas meja, aku terkejut saat melihat Dr. Oh sudah berada disampingku.

“Kau siap? Tidak ada yang ingin kau lakukan lagi?” Tanya Dr. Oh ramah. Aku menggeleng.

“Tidak, mulailah dokter.”

“Kau yakin? Yuri-ya… Mianhae jika aku lancang, kemarin aku membaca nama-nama pada suratmu.. Kau lupa atau bagaimana… tidak ada nama Unniemu sebagai penerima surat itu. Apa kau tidak ingin memberitahunya.”

“Anni Dokter.. Aku tidak lupa, hanya saja waktunya sudah tidak memungkinkan untukku menulisnya.”  Jawabku. Ntah kenapa aku tidak menulis surat untuk Taeyeon Unnie.. mianhae unnie, tanpa surat kau pasti akan tau perasaanku bukan.

“Gomawo Dokter.. kau sangat membantuku saat ini.” Ucapku pelan. Dapat kurasakan tatapan sendu Dr. Oh kearahku.

“Cheonma..” Jawab Dr. Oh pelan. Aku memejamkan mataku.

“Mulailah.” Ujarku.

“Operasi dimulai.” Teriak Dr. Oh memberi aba-aba pada semua kru.

“Lakukan anastesi pada kedua pasien.” Dapat kurasakan sebuah jarum menembus kulitku, beberapa kali sampai akhirnya aku sudah tidak merasakan apa-apa tapi masih bisa mendengar sedikit suara-suara.

“pertahankan detak jantung Taeyeon.” Aku masih bisa mendengar suara Dr. Oh yang memberi titah ke semua kru. Perlahan suara-suara itu semakin kecil kudengar sampai akhirnya aku sudah tidak mendengar dan merasakan apapun.

END Yuri POV

Author POV

Sooyoung dan Yoona turun dari mobil dengan tergesa-gesa dan berlari menuju ruang operasi, Sooyoung dan Yoona berhenti tepat didepan Mrs. Choi dan Mrs. Kim yang masih duduk menunggu, tentu saja Mrs. Kim hanya memandang kosong kearah pintu ruang operasi.

“Loh Sooyoungie? Yoongie? Kalian tidak sekolah?” Tanya Mrs.Choi.

“Umma.. Dimana Yuri Umma.” Tanya Sooyoung Khawatir.

“Yuri? Dia tidak turun sekolah?” Tanya Mrs. Choi heran, SooNa menggeleng cepat. Mrs. Kim segera tersadar dan menatap SooNa.

“Jadi Yuri tidak turun sekolah? Kemana dia?.” Tanya Mrs. Kim.

“Apa masih peduli.” Gerutu Sooyoung pelan tapi yoona yang dapat mendengarnya hanya menyenggol pelan lengan Sooyoung.

“Kami tidak tau Ahjumma, kami kemari karna Yuri yang meminta kami untuk menunggu Taeyeon Unnie disini.” Ujar Yoona.

“Kami pikir Yuri berada disini.” Sahut Sooyoung.

“Sudahlah, mungkin Yuri ada sedikit urusan. Tenanglah, kalian berdua duduk saja dulu.” Titah Mrs. Choi. SooNa hanya menurut sambil terus mencoba menelepon Yuri yang tak kunjung mendapat jawaban.

Disisi lain.

Minho yang baru saja membaca pesan dari Yuri, langsung mengambil tasnya dan berlari kearah parkiran mengambil mobilnya. Dengan cepat minho menjalankan mobilnya menuju Rumah Sakit, perasaannya benar-benar tidak enak sekarang.

“Apa maksud permintaan terkahir itu Noona.” Batin Minho.

SKIPP

Minho segera berlari dan berhenti tepat didepan SooNa.

“Sunbae.” Panggil Minho, SooNa menatap Minho begitupun Mrs. Choi dan Mrs. Kim.

“Minho? Kau?”

“Sunbae, dimana Yuri Noona?” Tanya Minho panik, SooNa menggeleng.

“Kami tidak tau, setelah mengirim pesan kepada kami. Dia tidak ada kabar lagi.” Jawab Sooyoung lemah.

Mrs. Kim menggenggam kuat tangannya, wajahnya benar-benar ketakutan sekarang.

“Marry, kemarin malam aku mengusir Yuri dari rumah.” Ucap Mrs. Kim pelan namun dapat didengar oleh Mrs. Choi, SooNa dan Minho.

“Mwo? Kau mengusirnya?” Kaget Mrs. Choi, SooNa menutup mulut serentak, Minho hanya melebarkan matanya.

“Aku benar-benar emosi saat mengingat tiffany dan bagaimana nampyeonku menyayangi Yuri dan Tiffany…. Aku sudah tidak dapat mengontrol emosiku saat itu jadi aku…”

PLAKK!!

Seketika semua melebarkan mata terkejut memandang kejadian didepannya. Mrs. Kim memegang pipi kanannya yang panas akibat tamparan keras Mrs. Choi.

“Sunmi-ya!! Kau benar-benar kejam, apa dendammu pada tiffany pantas kau salurkan ke Yuri huh’? Jika kau tidak menyayangi Yuri kenapa kau tidak memberinya padaku.” Emosi Mrs. Choi yang sudah tak perduli pada tatapan orang-orang yang kebetulan lewat dan melihat kejadian itu, Sooyoung segera berdiri dan berusaha menenangkan Ummanya.

“Kau benar Marry, aku memang kejam. Aku kejam..” Ujar Mrs. Kim dengan suara bergetar.

“Andai kau tau, bagaimana Yuri selalu bangga mempunyai Umma sepertimu. Bahkan saat dia tau dia bukan anakmu dia tidak pernah sekalipun membencimu.”

“bahkan dia menyuruhku untuk menyampaikan padamu jika kau adalah yeoja yang baik.” Nada Mrs. Choi melemah, seketika Mrs. Choi kembali duduk memegang pelipisnya yang berdenyut karna emosi.

“Tiffany.. yang kau anggap merebut Jong Woonmu, dia selalu bercerita padaku jika dia tidak enak padamu. Dia selalu berusaha menjauhkan diri dari Jong Woon, menjauhkan diri dari satu-satunya orang yag perduli padanya didunia ini hanya karna mu.” Tubuh Mrs.Kim bergetar hebat mendengar ucapan Mrs. Choi.

“Kau .. Kau tau sendiri bagaimana hidup tiffany diseoul sendirian kan? Bagaimana perjuangan tiffany mempertahankan Yuri dirahimnya, bagaimana perjuangan tiffany melahirkan Yuri. Kau .. benar-benar kejam.”

“Umma sudah Umma.” Sooyoung berusaha memeluk Ummanya. Umma Sooyoung menatap Mrs. Kim yang hanya bisa menangis itu, perlahan Umma Sooyoung melepas pelukan Sooyoung dengan lembut dan mulai mendekatkan diri kearah Mrs. Kim.

“Sunmi-ya, mianhae.. Mianhae.. aku hanya ingin kau tau, tiffany tidak pernah bersalah dan Yuri tidak berhak menerima kebencianmu.” Ucap Mrs. Choi seraya memeluk Mrs. Kim.

“Sayangilah Yuri. Aku mohon.”

Suasana menjadi semakin tegang saat Yuri tidak ada kabar sama sekali, Minho sudah terlihat frustasi sambil terus menatap ponselnya. SooNa hanya saling bersandar dengan guratan wajah khawatir, Mrs. Kim terus mengucapkan kata-kata menyesalnya telah mengusir Yuri dan juga rasa khawatirnya akan operasi Taeyeon. Mrs. Choi hanya bisa menenangkan Mrs. Kim sambil terus bertanya pada Minho dan SooNa apakah Yuri ada menghubungi mereka? Namun selalu dijawab dengan gelengan lemah dari ketiga orang itu.

Sudah sekitar 3 jam lebih mereka menunggu, akhirnya pintu ruang operasi terbuka sudah. Dr. Oh keluar dengan mata sembab dan Dengan cepat Mrs. Kim menghambur mendatangi dokter.

“Bagaimana?” Tanya Mrs. Kim.

“Berhasil, tapi dia masih belum sadar dan butuh alat pendukung detak jantung untuk sementara waktu.” Ujar Dr. Oh. Mrs. Kim bernafas lega mendengarnya, begitupun Mrs. Choi.

“Dokter? Mengenai pendonor itu? Bukankah kau bilang akan memberitahuku setelah operasi ini berhasil.” Dr. Oh mengangguk dan merogoh sesuatu dari saku jas putihnya.

“Ini. Setelah membaca ini, kau pasti tau pendonornya. Aku turut berduka cita.” Ujar Dr. Oh seraya menyerahnya beberapa amplop dan menepuk-nepuk punggung Mrs. Kim lalu pergi.

Mrs. Kim memandang amplop-amplop itu, hatinya ntah kenapa menjadi tak karuan.Mrs. Kim memberikan surat-surat yang sudah diberi nama kepada masing-masing nama itu. Air mata Mrs. Kim langsung jatuh seketika saat melihat nama pengirim surat itu. Mrs. Choi dengan sigap menahan tubuh Mrs. Kim dan dengan bantuan Minho akhirnya Mrs. Kim berhasil didudukan dikursi. Mrs. Choi  mengambil alih surat untuk Mrs. Kim dan dengan tangan bergetar membuka amplop itu dan mulai membacakan isi surat.

To : Umma ^^

Umma bisakah sedikit saja kau menyentuhku Umma? Umma.. walaupun aku bukan anak Umma, aku ingin sekali saja umma mengantarku kedepan pintu dan mengatakan padaku “Hati-hati sayang, Umma menunggumu” seperti yang Umma lakukan pada Taeyeon Unnie, bahkan untuk merasakan pelukan darimu aku harus memeluk taeyeon unnie yang selalu kau peluk Umma. Umma kau tau.. aku telah mengetahui suatu hal yang sangat menyakitkan bagiku, aku menderita kerusakan hati Umma, dan kata dokter saat itu aku tidak bisa disembuhkan lagi, tapi hal itu bukan satu-satunya hal yang membuatku terkejut Umma, hal yang sangat membuatku terkejut adalah saat umma bilang aku bukan anak kandung umma. Bagai tersambar petir aku mendengarnya, jadi selama ini aku bukan anak kandung Umma?Tapi itu tidak mengurangi rasa sayangku padamu Umma, aku menyayangimu…. Kau pasti bertanya kenapa aku menyerahkan hidupku pada taeyeon unnie kan? Umma.. aku memberikannya karna kehidupan taeyeon unnie lebih Umma harapkan dan hidupku memang sudah ditakdirkan untuk berakhir cepat atau lambat.^^

 

Umma…. hatiku benar-benar sakit, bahkan sangat sakit saat umma bilang bahwa aku dan Ummaku sama-sama pengambil perhatian dari appa maupun minho. Umma.. aku tidak pernah berniat mengambil minho, dan walau aku tidak terlalu tau bagaimana Umma kandungku, tapi aku yakin Umma dia tidak seburuk yang Umma pikirkan , mianhae untuk ummaku dan juga untukku Umma..

Umma kau bilang aku pembunuh appa bukan? Umma bagaimana mungkin seorang anak tega membunuh Appanya, eh bukan appanya .. tapi membunuh seseorang yang sudah rela menjaganya. Hmm baiklah Umma, aku seorang pembunuh umma.. pembunuh appa dan Ummaku.. maka pantaslah seorang pembunuh mati kan Umma? ^^ .

Umma bisakah disela-sela kebahagiaan Umma, umma memelukku? Aku ingin sekali saja merasakan pelukanmu Umma, walau yang kau peluk hanya tubuh kakuku.Saranghae Umma…

 

Mrs. Kim menangis terisak mendengar isi surat Yuri, begitupun Mrs. Choi yang sudah tak dapat membendung airmatanya tapi dia masih mempunyai kekuatan untuk memeluk Mrs. Kim. Minho hanya memandang kosong surat yang dia terima dari Yuri. Sedangkan SooNa membaca surat Yuri dengan tangis yang sudah tak terbendung lagi.

To : Duo Shikshinku.

Hei.. kalian tau? Aku menyayangi kalian, kalian adalah 2 orang yang selalu menghiasi hari-hariku. Sooyoungie, Youngie.. aku tidak bisa melukiskan betapa bahagianya aku mengenal kalian dan sedihnya aku meniggalkan kalian.

Sooyoungie.. Kau beruntung memiliki Umma yang sangat menyayangimu. Hehe.. ^^ Tolong sampaikan padanya bahwa aku menyayanginya Youngie.

Ahh Sooyoungie. Aku menyanyangimu.. hiduplah bahagia bersama Kyu Oppa.. dan kau Youngie.. aku juga menyayangimu… hiduplah berbahagia bersama Mr. Ikanmu itu.. 

 

Aku benar-benar tidak menyangka apa yang dibilang Kyu Oppa benar,” Yang aku dengar yang duduk ditengah itu akan cepat dipanggil oleh Tuhan” .. Apa Kyu Oppa seorang peramal? Haha Yuri Pabo-ya…

Hmm bisakah aku meminta sesuatu pada kalian berdua..? Aku titip Unnieku pada kalian, dan aku titip Ummaku.. Hiburlah Minho. Gomawo buat semuanya my duo shikshin. Saranghae…

SooNa menangis bersama membaca isi surat itu.

Mrs. Kim menatap tajam pintu ruangan itu dan dengan cepat berlari kedalam, Mrs Choi dan SooNa yang melihat itu segera mengikuti Mrs. Kim.

Mrs. Kim berhenti dan berjalan perlahan mendekati sosok seseorang yang sudah ditutupi kain putih, disebelahnya ada Taeyeon yang terbaring lemah dengan alat-alat bantu pernafasan juga jantung.

Dengan memejamkan mata Mrs. Kim membuka kain penutup itu, SooNa membuang pandangan tak mampu melihat wajah Yuri. Mrs. Choi menutup mulutnya menahan tangis. Mrs. Kim perlahan membuka matanya dan menggigit bibir bawahnya yang bergetar menahan tangis, seketika Mrs. Kim terisak memandang wajah pucat Yuri yang sedikit menguning.

“kenapa kau melakukan ini Pabo-ya….” Isak Mrs. Kim seraya memeluk tubuh Yuri yang terbujur kaku itu. Mrs. Choi menangis dan menatap tubuh Yuri lirih tanpa suara sambil menenangkan Mrs. Kim, Minho terduduk lemas dan memandang kosong tubuh Yuri, sedangkan SooNa hanya tercekat dan memandang tubuh kaku Yuri dengan tatapan tak percaya, perlahan Sooyoung berjalan pelan dan berdiri disamping kanan tempat tidur Yuri. Ditatapnya wajah Yuri yang sedang menutup rapat matanya itu dengan tatapan lurus, perlahan senyuman kecil tersungging diwajahnya.

“Hei Yul, jangan bercanda.. Bangunlah, ini bukan lelucon masuk akal.” Ujar Sooyoung sampil menepuk pelan pipi Yuri. Yoona menggenggam tangannya kuat lalu berdiri berjalan mendekati Sooyoung.

“Youngie, jangan seperti itu. Ini bukan lelucon.” Ucap Yoona dengan suara paraunya mencoba memeluk Sooyoung. Sooyoung melepaskan pelukan itu dan menatap Yoona tajam lalu seketika tatapan tajam itu berubah menjadi tatapan sendu dan Sooyoung kembali tersenyum.

“Yoong, lihatlah Yuri hanya bercanda kepada kita.” Kata Sooyoung sambil mengalihkan pandangannya dari Yoona ke Yuri.

“Youngie, tenangkan hatimu.” Sahut Mrs. Choi. Sooyoung tak menggubrisnya.

“Yul.. bangun Yul.. Lihatlah kami semua menunggumu.” Ujar Sooyoung tepat didekat wajah Yuri. Yoona menutup mulutnya menangis, tentu saja Yoona menangis melihat kejadian didepannya.

Mrs. Kim terus terisak disamping tubuh Yuri.

“Mianhae Yul, Mianhae… maafkan Umma .. Hiks… Mianhae. Bahkan kau sakit Umma tak tau.” Hanya itu yang terus diucapkan Mrs. Kim.

“Sunmi-ya,, sudahlah.. semua sudah terlambat.. mungkin inilah akhirnya.” Ucap Mrs. Choi menenangkan. Mrs. Kim menggeleng dan memeluk erat tubuh Yuri dengan erat.

“Aku jahat Marry aku jahat.. Aku membunuh Yuri, akulah yang pantas disebut pembunuh. Bahkan dia menyerahkan jantungnya pada Taeyeon.” Isak Mrs. Kim. Mrs Choi terus menenangkan Mrs. Kim lalu membawanya duduk dikursi.

“Tenanglah Sunmi.. jangan berbicara hal-hal yang menyedihkan.. ingat disini masih ada Taeyeon, walau dia tidak sadar dia pasti mendengar semuanya.” Ujar Mrs Choi bijak, walau hatinya sendiri sedang terluka. Mrs. Kim menghapus airmatanya lalu menatap tubuh Taeyeon, dia seakan lupa akan sosok Taeyeon yang masih tak sadarkan diri disana. Perlahan dia bangkit dan mendekati Taeyeon lalu menarik kursi dan duduk disamping Taeyeon untuk menggenggam tangannya.

“Yul.. bangunlah. Aku mohon, ini bukan waktunya bercanda. Cepat bangun!! BANGUN!!!” Sooyoung terus saja berbicara pada Yuri dan mulai mengguncang-guncang tubuh Yuri kuat. Beberapa perawat yang tak sengaja menyaksikan itu hanya memandang haru kejadian itu terutama ketika melihat Minho yang terduduk dengan tatapan kosong didekat pintu. Mrs. Choi melirik sedikit ke Minho lalu berdiri berjalan mendekati Minho.

“Minho-ya, berdirilah.. Temui dia.” Titah Mrs. Choi sambil membantu Minho berdiri.

“Ahjumma, apa aku akan kuat menatap wajahnya?” Tanya Minho, suara Minho benar-benar parau sekarang.

“Kau pasti kuat…” Jawab Mrs. Choi, perlahan Minho berjalan kearah tempat tidur Yuri.

“Sooyoungie hentikan jangan seperti itu.” Lirih Yoona sambil menjauhkan tangan Sooyoung yang terus mengguncang tubuh Yuri, tapi saat Yoona berhasil memegang tangannya Sooyoung dengan kasar menepis tangan Yoona.

“Lepaskan Yoong, kau lihat. Dia hanya bercanda,  Yul kau lihat… Minho menunggumu kami semua menunggumu cepat bangun.” Ujar Sooyoung ketika menyadari Minho sudah berada disamping kiri Yuri.

“Noona.” Lirih Minho mencoba memanggil Yuri, tak ada jawaban dari orang yang dipanggil Minho.

“Yul bangunlah Yul… AYO BANGUNNN!! BUKA MATAMU YUL!!” Bentak Sooyoung dengan airmata yang terus membanjiri pipinya dan lagi-lagi mengguncang tubuh Yuri.

“Youngie hentikan!! Kau menyakiti Yuri.” Marah Yoona lalu dengan paksa menarik sooyoung kedalam pelukannya lalu membawa Sooyoung menjauh sebentar, Mrs. Choipun mencoba menyentuh tangan Yuri sebentar lalu pergi mengikuti Yoona.

Minho menarik sebuah kursi dan duduk tepat disamping tubuh kaku Yuri.

“Noona.. kenapa cepat sekali kau meninggalkanku?” Lirih Minho. Perlahan Minho mencari tangan Yuri lalu menggenggamnya dan menempelkan tangan Yuri itu dipipinya.

“Noona… Jangan tinggalkan aku.. aku mohon Noona.. bawa aku bersamamu. Aku mohon.” Minho terus saja berbicara kepada Yuri dan sesekali mengecup wajah pucat Yuri itu. Mrs. Kim menenggelamkan kepalanya ditempat tidur Taeyeon, menangis, menangisi kesalahannya dimasa lalu, menangisi penyesalannya yang telah menyia-nyiakan seorang anak yang menyayanginya.

Saat Minho melakukan hal yang sama dengan Mrs. Kim beberapa perawat masuk dan berjalan kearah taeyeon dan sebagian lagi kearah Yuri.

“Mianhae Tuan… kami harus membersihkan tubuhnya.” Ucap salah satu perawat mencoba menyadarkan Minho. Minho dengan kekuatan yang sudah hampir habis hanya mengangguk pasrah, dan mulai mengeluarkan airmata lagi saat tubuh Yuri kembali ditutup oleh kain putih dan dibawa keluar. Mrs. Kim yang melihat tubuh Yuri dibawa dengan cepat berlari dan menahan brankar itu.

“Jangan bawa putriku aku mohon.” Mohon Mrs. Kim.

“Mianhae Mrs. Kim, tapi putri anda harus segera dibersihkan.”

“jangan aku mohon jangan.” Mrs. Kim terus memohon, Mrs. Choi masuk dan segera menenangkan Mrs. Kim dengan mengelus pelan pudak Mrs. Kim.

“Sunmi-ya… Tolong biarkan perawat membersihkan tubuh Yuri dulu. Dia harus segera dimakamkan.” Bujuk Mrs. Choi. Mrs. Kim tak menggubrisnya dan terus menahan brankar itu kuat. SooNa melihat dari luar kejadian itu dengan tangis yang sudah tidak terbendung.

“aku mohon, jangan bawa dia.. Aku ingin menyayanginya , aku ingin menebus kesalahanku.” Ujar Mrs. Kim dengan tatapan kosong kearah wajah Yuri yang tertutup kain dan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.

“tapi nyonya, kami harus membersihkannya.”

“AKU BILANG JANGAN BAWA DIA!!” bentak Mrs. Kim dan langsung memeluk Yuri kuat. Mrs. Choi hanya bisa pasrah dan memberi kode kepada para perawat untuk membiarkan Mrs. Kim memeluk tubuh Yuri sebentar.

Saat suasana hening dengan suara isakan tiba-tiba saja suasana menjadi lebih menegangkan saat sebuah suara dari layar pembaca detak jantung Taeyeon berbunyi panjang.

Teeettttttttttttttt (suaranya T_T)

Beberapa perawat terlihat panik dan langsung mendekati tempat tidur Taeyeon.

“Gawat… Cepat panggil dokter dan lakukan tindakan.” Koor salah satu perawat senior. Mrs. Choi menutup mulutnya dan melebarkan mata melihat kelayar yang menunjukan bahwa detak jantung taeyeon bergambar datar. Minho tak kalah terkejutnya begitupun SooNa yang langsung menghambur masuk. Mrs. Kim yang menyadari itu langsung menangkat kepalanya dan menatap tubuh Taeyeon yang sudah dikelilingi oleh beberapa perawat. Mrs. Kim terduduk lemah dan pandangan menjadi kosong lagi. Mrs. Choi, Minho dan SooNa dengan sigap menahan tubuh Mrs. Kim yang terduduk itu. Mrs. Kim memegang dadanya, hatinya benar-benar sesak sekarang.

“Taeyeon-ah.” Gumam Mrs. Kim.

Dr. Oh datang dengan tergesa-gesa dan langsung mengambil alih sebuah alat perangsang detak jantung dari tangan salah satu perawat. Dengan pikiran panik tapi harus tetap tenang Dr. Oh menggosokan 2 sisi alat yang berbentuk setrikaan itu dan langsung menempelkannya singkat kedada taeyeon yang membuat tubuh taeyeon terlontar kaget. Dr. Oh melirik layar namun detak jantung taeyeon masih tak merespon.

“Periksa denyut nadinya,” Perintah Dr. Oh , dengan cekatan salah satu perawat langsung memeriksa nadi taeyeon.

“Tidak ada detakan dokter.” Ujar perawat itu. Dr. Oh menggeleng dan melakukan hal tadi untuk merangsang detak jantung tayeon dengan terapi kejut. SooNa memalingkan padangannya tak tahan melihat Taeyeon terus-terusan terlonjak kaget, sedangkan Mrs. Kim mengenggam tangannya kuat.

Sudah berulang kali dokter melakukan itu namun layar itu tak kunjung menunjukan hasil yang menggembirakan. Dengan lemah, Dr. Oh meletakan alat itu dan berkata pada semua perawat.

“Lepaskan semua alat-alat yang menempel padanya. Sudah tak bisa.” SooNa menangis kembali mendengar itu, Mrs. Choi menguatkan pegangan tangannya pada Mrs. Kim sedangkan Mrs. Kim terdiam mematung. Dr. Oh perlahan berjalan mendekati Mrs. Kim yang terduduk itu, Mrs. Kim berdiri dan langsung menatap lurus kemata Dr. Oh.

“Mianhae.” Ujar Dr. Oh.

“Katakan itu tidak benar.”

“Mianhae, kami sudah berusaha namun tubuhnya menolak jantung barunya itu.” Sesal Dr. Oh. Mrs. Kim memejamkan matanya dan menggenggam tangannya kuat, Mrs. Choi dengan setia terus mengelus pelan pundak Mrs. Kim.

“Aku turut berduka cita.” Ucap Dr. Oh dengan suara bergetar seraya menepuk pelan pundak Mrs. Kim lalu berlalu keluar. Mrs. Kim hanya menangis memandang beberapa perawat melepaskan satu persatu alat ditubuh taeyeon lalu menutup seluruh tubuh taeyeon dengan kain persis seperti Yuri lalu membawanya keluar bersama dengan tubuh kaku Yuri.

                                                         ***

Mrs. Kim menatap 2 makam yang masih baru dengan tatapan kosong dan mata yang sembab, segurat kesedihan terukir diwajahnya. Beberapa pelayat sudah mulai meninggalkan tempat itu, kini hanya tersisa SooNa yang masih mengelus makam taeyeon dan juga Yuri, Minho yang masih duduk meringkuk disamping makam Yuri dan Mrs. Choi yang masih menemani Mrs. Kim.

“Marry, kau boleh menertawakanku sekarang.” Ujar Mrs. Kim kepada Mrs. Choi tanpa melepas padangannya dari arah depan.

“Menertawakanmu untuk apa Sunmi-ya?” Tanya Mrs. Choi bingung.

“Tentu saja menertawakan kebodohanku, kebodohanku yang meragukan cinta nampyeonku, kebodohanku yang cemburu pada temanku sendiri, kebodohanku yang merasa dendam pada fany lalu membalasnya pada Yuri dan kebodohanku menyia-nyiakan anak sebaik Yuri, bahkan dia sakitpun aku tidak perduli padanya.” Sesal Mrs. Kim, Mrs. Choi hanya menghela nafas panjang lalu memeluk Mrs. Kim.

“Kau tidak perlu seperti itu, kau cukup berdoa saja untuk mereka. Kedamaian mereka dialam sana.”

“Aku kehilangan kedua-duanya sekarang Marry, Yuri sepertinya sudah tau kalau dia dan Unnienya akan meninggalkanku.” Ucap Mrs. Kim sambil menenggelamkan wajahnya kedalam pelukan Mrs. Choi.

“Siapa bilang Ahjumma tidak memiliki seorang anakpun.” Terdengar suara cempreng Sooyoung bericara lantang dari arah samping kanan Mrs. Kim. Mrs. Kim tersadar dan berbalik kearah Sooyoung.

“Ahjumma masih punya 2 anak disini.” Sahut Yoona, Mrs. Kim berbalik kearah Yoona lalu kemudian dengan haru memeluk SooNa bersamaan.

“Gomawo.. Bahkan ahjumma hanya bisa merasakan pelukan Yuri dari kalian.”

“Cheonma ahjumma.” Jawab SooNa serentak.

Minho masih tak bergeming dengan kejadian itu, dia masih larut dalam pikirannya tentang Yuri. Perlahan Minho menengadahkan kepalanya dan kembali mengelus nisan Yuri.

“jahat, kenapa meninggalkanku.” Omel Minho, lalu kembali meringkukan badannya menangis-,-

***

Sudah hampir seminggu sejak kepergian Yuri dan Taeyeon,namun Minho masih menunjukan guratan wajah sedihnya. Sejak datang kesekolah Minho hanya terduduk lesu di kelasnya, Seungri, Taeyang dan juga teman-teman lain hanya dapat menatap nanar kearah Minho. Bahkan saat sekolah menerima berita duka itu, kepala sekolah dan teman-teman yang lain memberi semangat kepada Minho dan juga SooNa.

Minho dengan langkah gontai berjalan kearah kelas Yuri, dia hanya berdiri mematung dipintu seperti yang dilakukannya dulu tapi sekarang dia hanya menatap kursi Yuri yang kosong.

Sooyoung dan Yoona duduk diantara sebuah kursi kosong yang ditaruh setangkai bunga lily diatasnya, semua siswa-siswa dikelas itu sudah tau apa yang dimaksud oleh SooNa. Kursi itu dibiarkan kosong oleh SooNa bahkan guru untuk mengenang Yuri,Kyuhyun bahkan pernah menyesali perkataannya dulu, walau itu hanya bercandaan bagi Kyu tidak seharusnya dia bilang seperti itu.

“Pagi Yul.” Sapa Sooyoung pada bunga itu.

“Pagi My Yul.” Ujar Yoona.

“Seminggu tanpamu begitu sepi.” Lirih Sooyoung.

“Sangat. Kau jahat Yul, bahkan kau sakit kau tidak memberitahu kami.” Sahut Yoona dengan nada parau. Perlahan SooNa mengelus pelan tangkai bunga lily itu. Minho tak kuat melihat itu langsung pergi dan kembali kekelasnya lalu mengambil tas kemudian pergi keluar dari sekolah itu.

                                                   ***

AHHHHKKKKKK……..

Minho berteriak kencang tepat didepan sungai Han dengan harapan dapat sedikit mengurangi rasa sesak dihatinya.

“Noona kenapa kau jahat Noona…” Minho duduk dan kembali menangis mengingat kenangannya bersama Yuri, perlahan dia merogoh tasnya dan mengambil sebuah sapu tangan yang selalu berada didalam tasnya.

“Bogoshipo.” Lirih Minho menatap sapu tangan itu, kembali terlintas dibenaknya bagaimana terakhir kali Yuri memegang sapu tangan itu, bagaimana dia mengelap keringat Yuri dengan sapu tangan itu dan bagaimana Yuri mengecup sapu tangan itu.

Minho menggenggam sapu tangan itu kuat.

“Noona saranghae.. saranghae.. saranghae.. aku tidak bisa hidup tanpamu Noona. Sungguh.” Minho kembali merogoh tasnya dan mengambil selembar surat yang selalu dibaca Minho setiap saat, dengan tangisan yang tak terbendung lagi dia membaca sebaris demi sebaris isi surat itu yang ditulis oleh orang paling berharga dalam hidupnya. Dengan bibir bergetar Minho kembali memeluk erat surat itu beserta sapu tangan yang dari tadi dipegangnya.

Lama Minho menghabiskan waktu untuk merutuki diri dan mengenang Yuri sampai akhirnya dengan langkah berat menuju mobilnya. Tanpa memperhatikan keselamatan berkendara Minho terus menggas mobilnya tanpa tujuan…. Dimatanya kini hanya ada sekelebat kenangannya bersama Yuri, bahkan Minho tidak sadar salah mengambil jalur sampai akhirnya sebuah truck yang sudah tak bisa mengendalikan mobil dan menghindar dari mobil Minho berjalan semakin dekat dengan mobil Minho. Minho yang seakan baru tersadar dengan adanya truck yang sudah sangat dekat dengan mobilnya ingin membanting stir…namun malang…

BRAKKKK!!! Mobil Minho sukses bertabrakan hebat dengan truck itu, truck itu sukses bergeser menabrak pagar pembatas jalan sedangkan mobil Minho terguling hebat dan pada akhirnya terbakar, namun sebelum terbakar tubuh Minho sempat terlempar dari mobil dan tergeletak begitu saja di jalan, sekujur tubuhnya kaku dengan darah segar mengalir dari tubuhnya, sebuah saputangan beserta surat yang sedari tadi dipegang Minho terbang dan berhenti tepat didekat tangan Minho, dengan kekuatan terakhir yang dipunyanya Minho mengambil sapu tangan beserta surat itu dan mengenggamnya erat , ketika beberapa orang sudah berkumpul ingin menolongnya saat itu juga Minho tersenyum damai dan menutup matanya….

“Kaulah jodohku Noona.” Ujar Minho lemah untuk yang terakhir kalinya.

To : Nae Minho..

 

Dongsaeng😛

Saranghae.. mianhae tidak bisa selalu berada disisimu.. Tuhan benar-benar tidak mengizinkan kita bersama..

Chagi-ya.. Gomawo sudah hadir dalam hidupku… aku sangat mencintaimu… chagi.. Aku yakin, suatu saat nanti Tuhan akan mempertemukanmu dengan seorang yeoja yang baik dan mencintaimu, tapi itu bukan diriku juga bukan taeyeon unnie.. hiduplah bersama yeoja yang dikirimkan Tuhan itu padamu, dan jika Tuhan tidak mempertemukanmu dengan yeoja itu. maka sebenarnya akulah jodohmu… haha itu tidak mungkin, hiduplah bahagia… aku menunggumu disini, selalu dihatimu.. saranghae… ^^

 

                                                            END… T_T

Hiks.. kurang nyentuh ya critanya? mianhae.. tp jujur aku dah galau banget pas baca ulang… :’)

tega bgt aku ma MinYul + Taeyeon ya.. hiks.. tp pada akhirnya dia ttap bersatu kan?😥

akhirnya ff ini sukses aku buat sampai tamat… makasih buat semua yang sudah bersedia ngikutin ff ini dari awal smpe ending sekarang, makasih buat komentarnya kemarin2  #Loh wkwk..ya sudah.. mohon berikan pendapat kalian tentang ff ini padaku ya ^^ Saranghae Readersdeul #Hug…

Tagged: , , , , , , ,

78 thoughts on “Why Umma? (PART 4B / END)

  1. mithaaa Desember 25, 2012 pukul 9:37 am Reply

    Nangis, nangis, nangis baca’a😥😥😥

  2. justyurisistable Desember 25, 2012 pukul 11:56 am Reply

    nangis bacanya…😥

    pengorbanan yuri sia2.. taeyeon oennie ttp ga bs dslamatkan..

    salut sama cntanya minho…

    dua shiksin emang sahabat terbaik..

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:38 pm Reply

      hehe #tebar tissue..
      ia karna taeyeon pd akhirnya nolak jantung itu ^^
      iya salut bgt.. minho smpe nyusul yuri :O SooNa emang shabat yg baik😄

  3. Rositaemin^^ Desember 25, 2012 pukul 1:46 pm Reply

    Yuri :” Taeyeon :” Minho:”
    Kenapa jadi berakhir mengenaskan gini :”
    Huaaaaa~
    Keren thor, sedih banget tapi ini :”
    Lanjutin FF yg WW ya thor :’)

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:39 pm Reply

      hehe.. krna ga adil klw yg prgi satu aja #Loh.. hoho.. abaikan😄
      hehe gomawo.. ia sedih.. ff nih d bwt pas msa galau.. eh ga nyangka nih crita smpe ending ttap begini..😄
      sip itu psti d lanjut.. hehe

  4. whe_wee Desember 25, 2012 pukul 4:02 pm Reply

    g’ trsa pe nangis bc’a, ko’ sedih bngt y ~ ..hiks..
    chingu mmang daebakkk….

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:40 pm Reply

      hehe #Hug…
      gomawo chingu😀

  5. FriskaLee93 Desember 25, 2012 pukul 8:39 pm Reply

    Hiks..Hiks… Chingu ffmu in telah menyayat hatiku..kenapa begitu menguras airmata..?*eittss bahasanya*.. Ah bnar2 menghrukan salut bwt author yg sukses membuat q mewek subuh2..Daebak deh.. Semua mati..bgus!! Kkkekk ..

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:41 pm Reply

      #eaaa bahasanya..
      hiks hiks…terharu #Eh..
      bah malah bagus katanya wkakaka..

  6. saqiayuri Desember 26, 2012 pukul 4:44 am Reply

    saking sukanya sama cerita ini smpe baca 2 kali,, pertama di fb chingu, yg kedua diblog ini n baru sempat ngasih coment di blog ini.. hehe miaaan ^^
    ya ampuuuun huaaaaaaaaa T_T , hiks…hiks…hikss….. nangiiiis… meweeeeeek… apapuuunlaaaah,,, *tisu mana tisuuu
    author yuuripico sukses buat readernya meweeek gak karuaaaan,,,,,hiks..hiks..hiks..
    pkoknyaaa DAEBAAAAAAK !!!!!

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:48 pm Reply

      jinjja baca 2x? hehe. syukurlah klw suka😄
      gwenchana chingu😀
      hihi ni tissuenya😀
      gomawo chingu😀

      • saniayurisistable Desember 29, 2012 pukul 6:42 am

        gomawo tissunya chingu.. hehe
        aku tunggu FF chingu yg laennya,,,
        fightiiing ^^

      • yuuripico26 Januari 8, 2013 pukul 10:23 am

        cheonma ^^ oke d tunggu ya😄

  7. FLAMINGPEARL Desember 26, 2012 pukul 8:31 am Reply

    huwaaahhh!! DAEBAK thor! maaf baru comment disini karena baru baca, di ff Why Umma sebelumnya ga sempet comment. sedih banget, feelnya bener-bener kerasa sampe aku nangis dan ditanya nyokap “dek? kamu kenapa nangis2x sendiri?” wkwkwkwk.. salut sama Yul eon *o*

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:50 pm Reply

      hehe gwenchana😀
      trus pas d tanya jwb apa.? hihi.. sukurlah klw feelnya dpet.. ^_^
      iya salut banget

      • FLAMINGPEARL Januari 2, 2013 pukul 1:06 am

        FF DAEBAK \(^-^)/
        aku cuma jawab “hehhe, gapapa kok” kkk~

  8. FLAMINGPEARL Desember 26, 2012 pukul 2:32 pm Reply

    bener-bener FF tergalau yang pernah aku baca!! tisu mana tisu, ember mana ember.. eon aku jadi galau sindrom nih.. *nangis di pojokan sambil dipeluk Yul eon #PLAKK*

    • yuuripico26 Desember 26, 2012 pukul 3:51 pm Reply

      hah? hehehe.. galau itu seni saeng #sejak kapan? wkwk
      dh jgn galau2 ya.. cup cup.. #Hug

  9. kartika Desember 27, 2012 pukul 2:38 pm Reply

    annyeong thor…aku readers baru…
    ff nya daebak thor…smpe ga ketahan ni air mata saking sedihnya…hikz

    • yuuripico26 Desember 28, 2012 pukul 3:52 am Reply

      annyeong ^^ selamat datang d blog gajeku ini.. hehe..
      gomawo.. cup cup.. #Hug..

  10. Hyunwontherlamingpearl Desember 29, 2012 pukul 1:11 am Reply

    bagus banget
    nangis jadinya :’D

  11. NN Januari 1, 2013 pukul 12:48 pm Reply

    anyeong salam kenal saya reader baru,baru dpt ff kamu dr mbah google,nie ff keren banget aq paling suka ff yg sad ending jd mau baca dr awal

    • yuuripico26 Januari 8, 2013 pukul 10:25 am Reply

      Annyeong.. salam kenal jga ^^
      hehe gomawo .. yuk d baca dr awal.. baca yg lainnya jga ya ^^

  12. rina Januari 7, 2013 pukul 11:20 am Reply

    hhuhuhu ,,bacanya jadi pengen nangis …
    minho oppa bakal selalu sama yul unnie kok tenang aja:’)

    • yuuripico26 Januari 8, 2013 pukul 10:25 am Reply

      hehe ^^ iya tenang aja ya minho oppa >.<

  13. mailin sonia Januari 8, 2013 pukul 6:52 am Reply

    hua,, eonnie haru nih bacanya
    yuri😥
    keren eon muach :*

  14. Fajriea kamaliah Januari 9, 2013 pukul 2:01 pm Reply

    Thor , mata aq bengkak ni gara2 nangis baca ni FF😥😥

    • yuuripico26 Januari 10, 2013 pukul 6:58 am Reply

      hehe cup cup.. mianhae dh buat matanya bengkak..😥

  15. Nikita Tirta Januari 9, 2013 pukul 2:08 pm Reply

    Sakit bangat hati aku…Nangis dlm hti tpi air mta mengalir…

    • yuuripico26 Januari 10, 2013 pukul 7:01 am Reply

      hiks.. sakit hati ya? hehe #tebar tissue

  16. Nikita Tirta Januari 9, 2013 pukul 3:25 pm Reply

    Kebayang Minho melihat kerusi Yuri yg kosong..Pengen nangis kuat..

    • yuuripico26 Januari 10, 2013 pukul 7:02 am Reply

      iya pasti nyesek banget dah perasaan Minho pas ngeliat kursi itu.. hehe🙂

  17. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 3:37 pm Reply

    ini knapa semua pada mati siy thor. Hiks hiks banjir air mata ni. Knapa gag taeng aja yang mati,jadi yuri sempet bahagia. Masa yuri sedih terus thor. Ini mana ini tisunya,dah meler2 ni thor. Author tegaaa sama yuru. Btw keren banget thor,sumpah critanya bikin para reader ngelap ingus. 2jempol buat author

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 4:04 am Reply

      hiks.. ceritanya mengalir gtu aja, bngung jga kenapa smuanya pd pergi😦 bukan tega ama yulnie, tpi ya bgitulah, hiks.. mian2 .. hehe ..

  18. anonymous Februari 26, 2013 pukul 10:31 am Reply

    please ya…
    kenapa kok rasanya byk bgt jumlah Flaming Pearls?
    jujur, aku lbh suka Yulsung ma KyuRi

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 4:05 am Reply

      smua org punya kesukaan msing2, hehe. aku jga suka kyuri apa lg yulsung ^^ tp ntah, minyul kerasa lbh cetar2😀

  19. sela Februari 28, 2013 pukul 2:31 pm Reply

    setelah yuri meninggal langsung nangis kejer saya..

    hhuuuuaaaahhhh….
    😥

  20. 신하린 Maret 15, 2013 pukul 9:34 pm Reply

    Kurang nyentuh apaan thor??aku sampe ingusan kayak gini…tanggung jawab!!!!!!Author jahat…aku kan pengen ngeliat MinYul bahagia.. :”””'((

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 4:08 am Reply

      aaaa mianhae.. bukan jahat :’) kan itu Minyulnya bahagia, hehe😀

  21. mrslee040420 Maret 27, 2013 pukul 1:46 pm Reply

    Mian baru ninggalin jejak .. Hehe
    Soalnya aku mikirnya baca dulu semuanya jadi gak ribetin author buat balesnya .. Hehehe
    Sumpah thor ini bikin aku berhasil ngabisin 9 lembar tissue ..
    Terharu . Bikin lagi thor yg sedih .. Aku mau baca :p hehe ..
    Thankyou ..

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 4:09 am Reply

      mian jga bru reply ^^
      yah :’) bnyak banget itu 9.. hehe ntar klw ada ide, aku buat lg ya ^^

      • mrslee040420 Juni 11, 2013 pukul 7:59 am

        iya sip thor ^^ hehehe

  22. eni enooy Mei 3, 2013 pukul 11:04 am Reply

    ceritanya nyesek senyesek nyeseknya #lebay tapi akhirnya minho oppa sama yuri eonnie bisa sama sama lagi :’)

  23. hikmah Mei 5, 2013 pukul 10:50 am Reply

    banjir mhe kamar quw gra” z menangis dan penuh mhe lem (ingus) d’ hidung quw ,,,,
    nagis nagis ,,,,,,,

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 4:11 am Reply

      ak bantuin buat nguras banjirnya ya ^^

  24. YurisistablePearl Mei 20, 2013 pukul 10:17 am Reply

    Nyesek,,,,,,,,,,,,,Hiks,,,Hiks,,,,,,,,,sad ending nih thoooorrr😥 *mewek smbl guling2
    Minyul akhirny bersatu sih,,, tp di lain alam *apaseh bahasany
    Mrs.kim,,tuh kan,,nyesel kan jdny,,kehilangan 2 org skligus ,,
    SooNaaaaaaa kalian shbt yg baik *terharu
    Minhoppa,, apakah kau bhagia brsm yuri d sana??*abaikan

    • yuuripico26 Mei 22, 2013 pukul 8:29 am Reply

      cup cup #hug..
      penyesalan slalu dtang belakangan, hihi.
      SooNa emang sahabat yg baik ^^ smoga Minho bahagia ya, hihi😀

  25. Daphne Mei 25, 2013 pukul 5:13 am Reply

    Thoooooor, tanggung jawab beliin tissu! Bener2 menguras air mata, DAEBAK! Mian kalo di part sebelumnya sama sekali ngak ninggalin jejak soalnya buru2 ngak sabar baca lanjutannya._.V Aku iri setengah mati pengen punya sahabay kayak SooNa, luar biasa setia kawannya melebihi ikatan sodara. Kesel banget sama Mrs. Kim:< Pengen bilang dihadapannya, "Puas sekarang? Dasar orang yang ngak punya hati! Rasakan akibat dari perbuatanmu sendiri! Cih!" (Korban sinetron xP) Salute, Author^^b

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 4:12 am Reply

      hohohoho.. sni aku beliin tissue ^^ aku pun jga pengen punya sahabat kaya SooNa,, hahaha gomaw ya😀

  26. tuing tuing Juni 1, 2013 pukul 2:20 am Reply

    demi apa gue nangis sesenggukan baca ff ini TT sampe temen gue heran liat gue nangis cuman gegara ff. bahkan gue dibilang alay baca ff sampe segitunya *okesip ini curcol -_-v
    Udah pokoknya ini ff super duper keren!!!!!! \m/

    • yuuripico26 Juni 1, 2013 pukul 3:22 am Reply

      hehehe.. cup cup #hug
      gomawo ^^
      titip salam sma temennya yg blg alay ya😉

  27. parkraekyo Juni 3, 2013 pukul 7:15 pm Reply

    Hay chingu,,aku readers baru disini..
    Cerita ini bangiku Feelnya kerasa banget chingu..so daebak banget nih..
    Aku sampe nyiapin banyak tisu pas baca FF ini..

  28. Park Hyo Ki Juni 5, 2013 pukul 3:21 pm Reply

    Nyentuh banget nih cerita,thorr…
    Benar-benar berhasil bikin aku nangis hiks hiks

  29. Imasari Juni 8, 2013 pukul 8:33 am Reply

    Waaaa sedih bgt cerita.a ;(
    udah gitu smbil dngerin lgu korea yg sedih lgi.. Kluar dech air mata.
    Dari pertama bca part 1 udah kerasa hawa sedih.a, bca part 2 lgsg dech k part akhir soal.a gak tega baca.a *lebay.
    Eh, tau.a sad ending……..

    • yuuripico26 Juni 9, 2013 pukul 4:24 am Reply

      yahh.. knp loncat bacanya? hehe.. kan jd ga seru,🙂

  30. feliciaevelyn Juli 3, 2013 pukul 12:56 pm Reply

    Nangis aku😦

    • yuuripico26 Juli 16, 2013 pukul 11:09 am Reply

      cup cup #hug.. ^^ jgn nangis😀

  31. KrisYulHunHanTao Juli 30, 2013 pukul 1:40 pm Reply

    aku nangis,, sejadi”nya abisnya kasian ama Yul eonni
    tpi ada lucunya,, pas aku nangis aku loncat” supaya gak ketahuan ma ortu hehe
    (kok jd curhat ya),, tpi beneran critanya sedihhhhh bgt

    • yuuripico26 Agustus 15, 2013 pukul 3:02 am Reply

      wahh.. hati2 di sangka kodok, loncat2😛 hehe

  32. minki Desember 1, 2013 pukul 3:58 am Reply

    FFnya sungguh sangat menyedihkan dr awal sampe akhir aku bacanya sampe nangis

  33. yuri yoona Desember 27, 2013 pukul 3:41 am Reply

    Kurang menyentuh apanya?.. Hehehe ini sangat menyentuh… Bahkan sampe nangis.. Pdahal udh d than2… Hiks.. T.T

    • yuuripico26 Desember 27, 2013 pukul 2:47 pm Reply

      hehe.. makasih..🙂 cup cup😀

  34. Roro Nabilah Januari 17, 2014 pukul 4:23 am Reply

    Ga nyadar kalau pas baca air matanya turun deres😥
    bener” sedih ceritanya …

  35. Park Ahra Februari 7, 2014 pukul 7:44 pm Reply

    Bocor thor bocor, ini mata jadi bocor. KEREEEEN walaupun minyulnya meninggal sih

    • yuuripico26 Februari 9, 2014 pukul 10:36 am Reply

      huhu u,u mianhae lgi.. tapi makasih ya😀

  36. Regita Mei 8, 2014 pukul 2:04 am Reply

    Ahh huaaa nangis deresss bgt😥
    keren banget banget ini FF nya , maaf baru komen😀
    feelnya dapet bgt ini FF , daebak !!

  37. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 6:49 am Reply

    T.T walaupun nyesek gini, emang q lebih rela klo minong ninggal juga..
    biar gx kepisah.. feelnya dapet bgt

  38. Esa P Anjani Desember 16, 2014 pukul 1:17 pm Reply

    Sediiih ceritanyaa, tapi kecewa sad ending semuaaa hehehe . Tapi fanficnya krren bikin ketagihan baca lagi dan lagi yg lainya . Terus menulisnya 🙂

    • yuuripico26 Desember 19, 2014 pukul 4:17 pm Reply

      terimakasih ya ^^ silahkan baca cerita lainnya hehe

  39. Cho haemi Juni 16, 2015 pukul 1:43 pm Reply

    Eonni ffmu sukses bikin aq nangis,kasih sequel dong eonni. .

    • yuuripico26 Juni 18, 2015 pukul 12:20 pm Reply

      kalau ksh sequel cast nya siapa? kan udah pada ……. huhu T.T

  40. ainimusydah Juni 5, 2016 pukul 6:18 am Reply

    Aku nangis baca ini huhuhuhu

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: