Why Umma? (PART 3)

Minyul

Tittle : Why Umma?

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Choi Minho.

Other : Choi Sooyoung, Im Yoona

Lenght : Chaptered

Ratting : Bebas

Genree : Sad

 

Annyeong readersdeul ^^ ada yg nunggu lanjutan ff ini ga??😀 hehe mianhae buat WW aku belum bsa lanjutin, idenya betah bgt diotak ga mau d ketik :’)

READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK.. kalau ga . . . post WW n lanjutannya ini pasti lama.. #emang pengaruh? wkwkkw

 

TYPO IS AN ART OF WRITING

 

yuks dah😀

 

 

“Maksud Unnie, orang itu Choi Minho?” tanyaku tak percaya, ya Tuhan semoga bukan.. Tolong katakan bukan Unnie. Tapi harapanku tinggalah harapan, setelah melihat anggukan Unnie, tahu sudah diriku siapa namja yang disuka Taeyeon Unnie.

“Aku mencintainya Yul, aku bukan hanya sekedar menyukainya tapi aku mencintainya.” Jeder!!! Bagai tersengat listrik jantungku saat mendengar perkataan Taeyeon Unnie, Tuhan jangan kau bilang aku harus mengalah lagi akan hal ini. . .

 

                                                            Part   3

 

Aku terduduk lesu dipinggiran sungai Han, aku menatap lurus pada hamparan sungai itu. Kupejamkan mataku meresapi sejuknya udara disini. Tuhan.. kapan aku akan benar-benar bahagia? Haruskah aku mengalah akan hal ini? Tolong kuatkan aku Tuhan… Tolong kuatkan aku untuk mempertahankan Minho.

Aku membuka mataku ketika kurasakan seseorang mengalungkan tangannya kepundakku, aku mendongakan kepala dan langsung tersenyum menatapnya. Aku tau jika ini Minho, karna kami memang berjanji akan bertemu disini.

“Kau sudah lama menungguku chagi?” Tanyanya. Dengan lembut kujauhkan tangannya dari pundakku dan kutarik bermaksud menyuruhnya duduk.

“Anniya, aku juga baru saja tiba. Kajja duduk.”

“Apa kau sudah melihatnya?” Tanyanya.

“Sudah.” Jawabku singkat.

“Lalu? Bagaimana? Ohh pasti Noona menyuruhku kemari untuk berterimakasih kan?” Haha sok tau!!

“Hadiah itu? Bukan buatku bukan?” Dia menautkan alisnya menatapku.

“Maksud Noona? Tentu saja itu untukmu chagi…” Aku tersenyum kecut mendengarnya. Aku tau Minho, aku tau itu untukku. Tapi….

“Anggap saja itu untuk Taeyeon Unnie.” Ucapku tiba-tiba.

“Aku tidak mengerti Noona.” Aku menatapnya dan langsung saja kusentil kepalanya gemas.

“Ya!! Noona, apa yang kau lakukan, appo!” Ringisnya sambil mengelus-ngelus dahinya.

“Habis pemikiranmu lama sekali.” Kusandarkan tubuhku didadanya, aku rasa posisi seperti ini sangat aku sukai jika bersama Minho.

“Chagi?” Panggilku.

“Hm?”

“Apa kau masih marah karna perbuatanku tadi?”

“Anni.” Jawabnya singkat.

“Lalu?”

“Lalu?” Aish apa maksudnya? Kenapa mengikuti pertanyaanku? Aku yang tidak bisa melihat wajahnya langsung melepaskan sandaranku dan berbalik menatapnya.

“Kenapa kau dari tadi hanya menjawab singkat pertanyaanku?” Tanyaku kesal.

“karna Noona tidak memberitahuku maksud Noona tentang hadiah tadi.” Jawabnya dengan tampang tak kalah kesal dan bibir yang dipoutkan.

“Kau… kenapa kau tidak menulis namaku dalam hadiah itu?” Tanyaku lirih.

“Aishh aku sudah menulisnya Noona, lagian Noona juga pasti tau kalau hadiah itu khusus untuk Noona. Jadi aku hanya perlu menulis Kim kan?.”

“Tapi kau babo, kau pikir hanya aku yang bermarga Kim dirumah itu? Bisa saja itu untuk Ummaku ataupun untuk taeyeon Unnie.” Nada bicaraku seketika memelan.

“Tidak mungkin aku memberinya pada orang lain karna hanya Noona yang pantas aku beri hadiah itu, karna Noona yeojachinguku.” Ucapnya dengan nada bangga.

“tapi kau telah membuat seseorang menjadi salah paham, anggap saja hadiah itu untuk Taeyeon Unnie.”

“mwo? Untuk Taeyeon Noona?”

“Ne, dia kira itu hadiah darimu untuknya.”

“Aish, kenapa kau tidak bilang itu hadiah untukmu Noona? Noona babo!” rutuknya.

“Ya!!Kenapa kau mengataiku babo.” Pekikku. Dia hanya menggembungkan pipinya kesal, kenapa jadi dia yang kesal? Harusnya yang kesal itu aku, dasar Choi Minho!

“Aku tidak bilang, karna melihat wajah bahagia Taeyeon Unnie membuatku tidak tega.Aku menyayanginya.” Aku menunduk berusaha menahan tangisku, yang sudah ingin keluar dari pelupuk mataku, tapi percuma bulir-bulir air mata itu kini sukses berdesakan keluar dari mataku.

“Noona? Chagi? Hei!! Kenapa menangis? Kau marah karna aku mengataimu babo? Mianhae.” Seketika kurasakan tubuhku ditarik lembut olehnya dan dibawanya menuju dada bidangnya, ya.. dia memelukku sekarang.

“Chagi diamlah.. Mianhae.” Ucapnya seraya mengelus kepalaku yang masih tenggelam didadanya. Hal ini justru membuatku semakin menangis.

“Chagi.. Mianhae..”Ulangnya lagi.

“Chagi saranghae.” Kini aku yang mengeluarkan suara, masih dalam keadaan terisak dan didalam pelukannya aku mencoba menyampaikan perasaanku untuknya.

“Nado chagi-ya..Nado saranghae.” Jawabnya seraya menopangkan dagunya dikepalaku, hatiku sedikit tenang sekarang, perlahan airmataku berhenti mengalir. Aku memejamkan mataku, terasa nyaman sekali berada dipelukan Minho. Kulingkarkan tanganku dipinggangnya, kupeluk erat tubuhnya seolah tidak ingin melepaskannya dariku.  Dia melakukan hal yang sama, dia melingkarkan tangannya dipunggungku dan makin mengeratkan pelukannya.

“Chagi-ya, jangan menangis lagi. Saranghae, jeongmal saranghae.” Mendengar ucapannya seolah memberi sedikit kelegaan dihatiku.

“jangan tinggalkan aku.” Ujarku, aku makin mengeratkan pelukanku, seolah tak ingin berpisah darinya.

“Tidak akan dan tidak akan pernah terjadi, Noonalah yang harus berjanji untuk tidak meninggalkanku.”

“Aku tidak akan meninggalkanmu, sungguh. Aku akan mempertahankanmu, aku.. hiks… Unnieku mencintaimu.” Aku rasa, aku cukup lemah akan hal ini. Aku… aku harus apa Tuhan? Minho merengangkan pelukan dan kemudian melepaskan pelukannya, dia mengangkat (?) kepalaku untuk menatapnya.

“Noona? Jadi ini yang membuatmu menangis? Taeyeon Noona mencintaiku?” Tanyanya, aku hanya mengangguk.

“babo! Untuk apa menangis, aku hanya milikmu. Tidak mungkin aku berpaling, kau takut sekali kehilanganku.” Ucapnya dengan senyuman menggoda. Aku melepaskan tangannya dari kepalaku dan kupukul pelan tangannya.

“Kau narsis sekali, bukan hanya takut kehilanganmu tapi juga takut jika Unnieku shock dan aku takut jika aku tidak bisa mempertahankanmu.” Kataku seraya memalingkan wahah menatap lurus sungai Han didepan.

“Noona?”

“Untuk sekarang aku rasa, kita jangan memberitahu pada Unnie jika kita berpacaran” Putusku. Sudah kuputuskan, aku akan mempertahankan Minho,tapi belum siap memberitahu Taeyeon Unnie.

“Kenapa Noona? Kita harus memberitahunya, tidak baik jika semakin lama Noona. Malah akan memperburuk keadaan.” Benar juga yang dibilang Minho ini, tapi. . .

“Dia baru sembuh Chagi, aku tidak ingin dia kembali masuk kerumah sakit dan tentu saja aku tidak mau Umma khawatir pada Taeyeon Unnie. Aku menyayangi Unnie dan Ummaku, biar saja awalnya kita bersabar.  Kau mau kan?” Kini aku berbalik untuk menatapnya. Dia nampak menatapku bingung dengan sejuta pikiran dikepalanya.

“Ah baiklah Noona, aku tidak mengerti bagaimana hubunganmu dengan Ummamu.. Tapi kau harus janji untuk tetap mempertahankanku. Arraseo?” Aku tersenyum lalu mengangguk.

“Siap Mr. Choi!!” Ucapku sambil bergaya salute padanya.

“Aish, kemarilah Noona. Aku merindukanmu.” Ditariknya lembut tubuhku dan seketika tubuhku sudah berada dalam pelukan hangatnya. Aku memejamkan mataku kembali.

“Aku juga merindukanmu.” Balasku.

 

***

 

Author POV

 

Yuri terlihat sedang memandangi miniatur dari Minho yang diletakan diruang tamu, sesekali dia tersenyum tapi sesekeli wajahnya terlihat sedih. Yuri melirik jam antik besar yang ada disekitar situ, dia menghela nafas ketika menatap jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Sebenarnya dia ingin segera merebahkan diri dikamarnya tapi saat dia berada dikamar tadi sangat jelas terdengar  dari kamar Taeyeon yang terletak disebelah kamar Yuri Taeyeon sedang bercerita seru ke Ummanya tentang hadiah yang diberikan Minho ini, Yuri semakin gusar saat mendengar Ummanya bilang.

 

“Umma rasa Umma pernah bertemu dengan namja itu, sangat manis dan dia pasti juga mencintaimu.”

 

Yuri pergi menuju lantai 2 dimana kamarnya berada, tapi saat dia ingin sampai kepintu kamarnya saat itu jugalah Ummanya keluar dari kamar Taeyeon. Ummanya menatap Yuri begitupun Yuri.

“Kau dari mana?”Tanya Ummanya dengan nada datar.

“Dari bawah Umma, habis mengambil minum.” Jawab Yuri sekenanya.

“Hm.. Tentang hadiah itu.. Aku tau itu untukmu bukan?”  Ucap Mrs. Kim dengan nada pelan takut terdengar oleh Taeyeon, Yuri melebarkan matanya mendengar itu.

“Tidak perlu kaget, kau.. ada hubungan apa dengan namja itu?” Yuri terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa.

“Tak perlu kau jawab, jikapun ada hubungan. Tolong, hentikan.. demi Taeyeon.” Ucap Ummanya seraya berjalan pergi meninggalkan Yuri yang masih terdiam, Yuri memejamkan matanya mencoba mengumpulkan sebuah kekuatan, digenggamnya erat tangannya dan dia menatap tempat dimana Ummanya tadi jalan.

“Hentikan? Mianhae Umma aku tidak bisa.”Ucap Yuri dengan senyum yang mungkin kita tau senyum yang menyimpan kesedihan.

Yuri kembali berbalik dan ingin menuju kamarnya tapi langkahnya lagi-lagi terhenti saat melewati pintu kamar Taeyeon. Perlahan disentuhnya pintu itu dan ntah kenapa dia malah membuka pintu itu.

Pintu terbuka, tampaklah sosok Taeyeon yang sedang tertidur pulas. Yuri tersenyum dan masuk mendekati tempat tidur Taeyeon dan mengambil posisi duduk disamping tubuh Taeyeon. Ditatapnya wajah Taeyeon dan perlahan airmatanya turun dengan bebasnya mengalir dipipi chubby Yuri.

 

Yuri POV

 

Unnie? Bagaimana keadaanmu? Kau pasti lelah kan hidup seperti ini? Sama Unnie aku juga lelah, lelah dengan hidupku. Tapi Unnie tau dengan adanya duo Shikshin dalam hidupku membuat suatu warna tersendiri untuk hidupku yang sangat sepi akan kasih sayang. Ditambah dengan hadirnya Minho, benar-benar membuatku mulai menikmati hidup. Unnie, kau benar-benar mencintai Minho? Mian unnie, aku juga sangat mencintainya, aku akan mengalah apapun untukmu unnie, tapi kali ini? Aku tidak bisa.. mianhae aku.. tidak akan melepaskan Minho. Aku menyayangimu Unnie sangat.. tapi dari pada menyerahkan Minho, aku lebih senang menyerahkan apapun selain Minho. Yuri beralih melihat rak khusus boneka dikamar Taeyeon, matanya tertuju pada 2 buah boneka teddy bear dan mickey mouse yang terletak bersampingan diatas rak itu.

 

Flashback On

 

Author POV

 

“Anak-anak appa pulang.” Ucap Appa saat Yuri dan Taeyeon kecil sedang bermain bersama. Menyadari appanya  pulang mereka berlari bersama untuk memeluk Appanya.

“Aw.” Ringis taeyeon kecil yang saat itu terjatuh, Yuri menghentikan langkahnya dan kembali bermaksud menolong Unnienya berdiri.

“Unnie, Gwenchana?” Yuri kecil mengulurkan tangannya, Taeyeon kecil seakan mengerti ingin menyambut uluran tangan yuri.

“Jauhkan tanganmu. Sini chagi, apakah ada yang sakit?” Jawab Umma taeri seraya menggendong Taeyeon kecil. Appa yang melihat kejadian itu bangkit dan menggendong Yuri kecil yang nampak bingung.

“Sini Appa bawa oleh-oleh untukmu, ini. Kau suka?” Tanya Appa pada Yuri kecil. Yuri yang dikasih boneka Mickey Mouse dengan ukuran lumayan besar pun merasa senang.

“Aku suka Appa, sangat suka.” Appanya tersenyum dan mengecup pipi Yuri kecil dengan penuh kasih sayang.

“Appa buat taeng tidak ada kah?” Taeyeon berjalan dan memegang kaki appanya. Appanya melihat kearah taeyeon dan kemudian memberikan sebuah boneka beruang teddy bear yang ukurannya sama dengan boneka Yuri.

“Aigoo. Lucu Appa, tapi Taeng ingin boneka yang seperti Yuri.” Pinta Taeyeon. Appanya menurunkan Yuri dari gendongannya dan mensejajarkan tubuhnya dengan taeyeon dan Yuri.

“kalau begitu, boneka Yuri kau ambil dan boneka itu berikan pada Yuri.”

“Shirreo!! Aku mau keduanya appa.”

“Sudahlah yeobo, berikan saja. Nanti belikan saja lagi Yuri yang baru.” Sahut Ummanya. Appanya melirik Yuri dengan tatapan sedih, Yuri kecil tersenyum.

“Berikan saja Appa, Yuri tidak suka boneka tikus ini.” Bohong Yuri kecil. Taeyeon terseyum gembira saat Yuri memberikan bonekanya.

“Tuh kan, sekecil itu saja sudah tidak bisa menghargai pemberian orang. Bagaimana besarnya?” Cibir Ummanya. Yuri kecil hanya tersenyum karna belum mengerti apa yang dimaksud ummanya. Appanya merasa kasihan pada Yuri kecil segera menggendong Yuri menjauh dari tempat itu.

“Yuri Chagi, lain kali jangan seperti itu. Appa tau kau menyayangi Unniemu tapi jangan selalu mengalah padanya. Appa yakin Unniemu juga tidak akan senang jika tau kau mengalah untuknya.” Jelas Appa Yuri.

“Anniya Appa, Yuri memang tidak suka boneka itu. Yuri lebih suka melihat senyum Taeyeon Unnie dari pada boneka itu. Bonekanya jelek seperti Appa.” Ejek Yuri kecil seraya menjulurkan lidahnya.

“Aish, anak ini. Awas ya..” Yuri yang tau maksud appanya segera berlari menghindari tangkapan appanya. Terjadilah kejar-kejaran antara Appa dan Anak itu.

 

Flashback Off

 

Back To Yuri POV

 

Aku tersenyum miris mengingatnya, aku yakin 2 yeoja kecil itu adalah aku dan Taeyeon Unnie, Umma kau benar, aku memang tidak menghargai pemberian Appa.. Tapi sekarang? Aku mengerti Umma, aku akan mempertahankan apapun hakku termasuk hak bahagia bersama Minho. Appa, aku akan mengikuti perkataanmu untuk tidak selalu mengalah pada Unnie, aku.. aku menyayangi Unnie tapi aku juga mencintai Minho Appa. Aku harus apa?

Aku sudah tidak bisa menahan air mata yang akan meledak keluar membanjiri pipiku, aku berlari sekuat tenaga menuju kamarku dan langsung ketempat tidur untuk menangis sejadinya disana, arrrgghhhh Appo!! Aku memegang kuat perut bagian kananku, Tuhannn …. Appa…. Appo!!

 

BRUGHH

 

Gelap……

 

End Yuri POV

 

Author POV

 

Yuri dan Taeyeon kini sampai didepan kelas Taeyeon.

“Yul? Kau yakin tidak apa-apa? Unnie lihat wajahmu pucat saeng.” Ucap Taeyeon penuh nada khawatir pada Yuri.

“Gwenchana Unnie, masuklah kekelasmu Unnie dan aku akan pergi kekelasku.” Ujar Yuri meyakinkan Taeyeon.

“Yakin?” Yuri memeluk singkat Unnienya.

“Percaya padaku Unnie, aku tidak apa-apa.”

“Kalau begitu pergilah kekelasmu, Unnie akan menunggu disini dan akan masuk jika kau sudah tak terlihat lagi.”

“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu Unnie.” Yuri memeluk singkat Taeyeon dan akan segera pergi, tapi lagkahnya teerhenti saat seseorang yang sangat dikenalnya berdiri tepat dihadapannya dan Taeyeon.

“Minho-ya!!” Ucap Taeyeon Taeyeon, Yuri hanya diam menatap Minho yang baru saja tiba dikelas, Minho pun menatap Yuri dan dengan gerakan isyarat Yuri meletakan jari telunjuknya tepat didepan bibir dan menggerakan kepalanya sekilas kearah Taeyeon. Minho mengerti dan menatap Taeyeon.

“Noona kau sudah masuk?” Tanya Minho.

“Ne, ini berkat doamu, Yuri, Umma dan semua teman-teman juga. Oh ya, Gomawo buat hadiah yang kau kirimkan untukku kemarin.” Yuri menggenggam tangannya kuat.

“Ah itu sebenarnya bu . .”

“Unnie, aku pergi kekelas dulu ya.” Yuri ingin segera pergi tapi tangannya dengan cepat ditahan Taeyeon.

“Tunggu Yul, inilah dia namja yang unnie ceritakan padamu.” Bisik Taeyeon pada Yuri, Yuri tersenyum paksa kearah Minho dan menunduk, Minho membalas menunduk kearah Yuri.

“Wahh Taeyeon, kau baru masuk kekelas sudah bergosip dengan pasangan balkon sekolah ini.” Taeyeon melirik kearah seseorang yang berbicara seperti itu.

“Taeyang? Maksudnya? Pasangan balkon sekolah?” Tanya Taeyeon heran, Yuri menggigit bibir bawahnya sedangkan Minho menatap datar ke arah Taeyang.

“Ne, satu sekolah sudah tau, kalau mereka ini pasangan yang dihukum kepala sekolah untuk menyatakan cinta di balkon gedung serba guna dan banyak yang menyangka mereka berpacaran sampe ke real, iya kan Minho? Sunbae? Oh ya aku lupa Noona saat itu mungkin sedang masih dirumah sakit.” Jelas Seungri teman Minho yang baru saja tiba dan ingin masuk kekelas. Taeyeon memegang dadanya dan berusaha mengatur nafasnya.

“Unnie kau tidak apa-apa?” Tanya Yuri khawatir. Taeyeon memegang tangan Yuri.

“Gwenchana Yul, apa benar yang mereka katakan? Kenapa kau tidak katakan pada Unnie kalau kau dan Minho..”

“Anni Unnie, mereka benar kami dulu dihukum kepala sekolah karna terlambat tapi sungguh. Aku dan Minho tidak berpacaran kami hanya pasangan yang dihukum Unnie, percayalah aku tidak menceritakannya karna aku lupa kejadian itu Unnie.” Dengan cepat Yuri menjelaskannya pada Taeyeon.  Taeyang, Seungri dan tentu saja Minho melebarkan mata mendengar penjelasan Yuri. Yuri menatap Taeyang dan Seungri dengan tatapan mematikan.

“Unnie kau baik-baik saja? Kita Pulang ne?” Yuri terlihat makin khawatir. Taeyeon menggeleng.

“Unnie tidak apa-apa. Pergilah kekelasmu, sebentar lagi kelas dimulai.” Taeyeon mulai berhasil mengatur nafasnya dan berdiri tegak.

“Unnie masuk dulu, pergilah kekelasmu.” Titah Yuri, Taeyeon mengangguk, dengan dibantu Taeyang dan Seungri Taeyeon menghilang masuk kedalam kelas. Minho menatap yuri, begitupun Yuri.

“jaga Unnieku, Chagi.” Ucap Yuri hampir tak terdengar oleh Minho, Minho yang mengerti ucapan Yuri melalui gerakan bibir Yuri segera mengangguk lirih. Dia mengerti, ya Minho sekarang mengerti kenapa Yuri tidak bisa memberitahu Taeyeon tentang hubungan mereka.

***

Yuri duduk disebuah kursi ditaman belakang sekolah, sepi.. ya saat ini kebanyakan siswa-siswi berebut makan dikantin oleh karna itu ditaman belakang sekolah ini sepi.

Yuri menatap lurus kedepan, dimana beberapa daun pepohonan dengan perlahan gugur ditiup angin dan jatuh kepermukaan tanah.

“Yul? Kenapa hari ini kau terlihat tidak bersemangat.” Ucap Sooyoung yang baru saja tiba dengan roti ditangannya duduk disisi kanan Yuri.

“Aku bosan.” Jawab Yuri singkat dan tak merubah arah pandanganya.

“Yul, jika bosan berbagilah cerita kepada kami agar kau tidak bosan lagi.” Kini Yoona yang berbicara dengan snack ditangannya dan duduk disisi kiri Yuri.

“Aku tidak ingin membebani kalian.” Yuri masih menatap lurus kedepan. Sooyoung dan Yoona saling memandang dan tersenyum penuh arti. Dengan gerakan isyarat Sooyoung menunjuk kearah dirinya seakan meminta izin pada Yoona untuk menjadi orang pertama yang melakukannya, Yoona hanya mengangguk memberi jawaban iya.

 

CHU~~~~~

 

Sebuah kecupan singkat mendarat dipipi kanan Yuri, Yuri berbalik terkejut kearah Sooyoung.

“Ciuman semangat untuk sahabat tersayangku.” Ucap Sooyoung sambil nyengir kuda dan memasukan roti kemulutnya. Yuri ingin menjawab perkataan Sooyoung, tapi sebuah kecupan dipipi kirinya menghentikannya.

 

CHU~~~~~

 

Yuri berbalik kearah kirinya, sudah ada Yoona yang menatapnya dengan senyuman lembut khas Yoona.

“Ciuman semangat untuk sahabat tercintaku.” Yuri menatapYoona terharu dan kemudian berbalik menatap Sooyoung. Perlahan airmata Yuri jatuh membasahi pipinya.

“Kalian…..” Yuri memeluk Keduanya dengan penuh kasih sayang. Sooyoung dan Yoona meletakan makanannya dan memeluk Yuri dari masing-masing sisi, Yuri menangis dalam diam memeluk kedua sahabatnya itu. SooNa pun sudah tak kuat lagi membendung airmata mereka, Yuri meregangkan pelukannya dan dengan lembut mendekatkan kepala SooNa kekepalanya. Kini posisi mereka berdekatan dekat ujung kepala yang saling menempel dan tangan yang memeluk pundak masing-masing yang ada disebelahnya (eh ngertikan posisinya? Itu loh yang kaya orang baca doa atau diskusi wkwk).

“Youngie, Yoongie.. Gomawo. Kalian tau? Kecupan kalian tadi memberikan semangat baru untukku.” Ucap Yuri.

“Cheonma Yul.” Jawab SooNa serentak.

“Kau tau Yul? Aku sangat menyayangimu. Kau dan Youngie sudah seperti bagian dari hidupku.” Ujar Yoona dengan nada bergetar.

“Ne, aku juga Yul. Kau dan Yoongie benar-benar 2 orang yang melengkapi hidupku, tentu saja ada Umma dan kyu disamping kalian berdua.” Kata Sooyoung dengan nada parau tapi sedikit tertawa.

“kalau begitu disamping kalian ada Donghae dan orang tuaku.” Lanjut Yoona.

“Aisshh.. ikut-ikut.” Ejek Sooyoung, mungkin jika tidak dalam posisi ini kepala Sooyoung sudah pasti akan menjadi sasaran getok dari Yoona.

“Haha, kalian juga tau? Kalian ini duo shikshinku yang selalu memberiku semangat untuk menjalani hidup. Aku menyayangi kalian…” Yuri mengeratkan pelukannya pada SooNa, begitupun sebaliknya.

 

***

 

@Tamami Restaurant (wkkwkw ngarang bebas)

 

“Jadi bagaimana perkembangan butikmu?” Tanya Mrs. Kim seraya menyeruput segelas teh herbal yang masih terlihat hangat itu.

“Baik, cukup berkembang. Bagaimana dengan perusahaanmu?” Tanya Balik Mrs. Choi, Umma Sooyoung.

“Sama sepertimu, cukup berkembang.”

“Bagaimana keadaan Taeyeon?”

“ya seperti itu, aku masih was-was dengan keadaannya. Tapi aku rasa akhir-akhir ini dia punya semangat hidup yang tinggi.”

“Jinjja? Baguslah, bagaimana dengan putrimu yang satu lagi?”

“Yuri maksudmu? Kau ingin meledekku atau bagaimana? Hmm dia baik-baik saja, bahkan sangat baik sepertinya.” Seketika wajah Mrs. Kim terlihat gusar.

“Hei Sunmi-ya, aku rasa kau masih bersikap dingin pada Yuri. benarkan?” Tanya Mrs. Choi, Umma Sooyoung ini merupakan sahabat lama dari Mrs. Kim. Bahkan masa lalu keluarga Kim dia tau persis, hanya saja dia tidak tega menceritakan langsung ke Yuri juga tidak ingin ikut campur masalah keluarga Kim. Jika saja dia ingin ikut campur, sudah dari dulu dia akan mengambil Yuri dari tangan Mrs. Kim.

“Kau tau sendirikan Marry? Rasa sakit hatiku padanya masih ada tertanam dihatiku.” Ucap Mrs. Kim dingin.

“Rasa sakit hatimu padanya tidak ada hubungannya dengan Yuri.” Mrs. Choi yang tadi berbicara santai mencoba menekan setiap kata demi kata yang dikeluarkannya.

“Tidak ada? Cih.. kau sok tau sekali. Tentu saja sangat berhubungan, dia juga yang menyebabkan..”

“Nampyeonmu meninggal? Itu bukan salah Yuri, itu takdir.” Sergah Mrs. Choi. Mrs. Kim terlihat kesal dan menatap keluar jendela yang kebetulan terbuat dari kaca-kaca bening. Matanya seketika melebar memperhatikan seorang namja yang baru saja turun dari mobil dan nampak berjalan kearah toko bunga yang terletak tepat didepan restaurant ini. Mrs. Choi menatap heran pada Mrs. Kim dan mencoba mengikuti arah pandangan Mrs. Kim, seketika mata Mrs. Choi menyipit.

“itukan…” Mrs. Kim mendengar suara tertahan Mrs. Choi langsung berbalik.

“kau tau? Dia namja yang sedang dicintai Taeyeon.” Ucap Mrs. Kim. Mrs. Choi menutup mulutnya kaget.

“Aku rasa, dialah namja yang membuat semangat hidup Taeyeon bertambah.” Lanjut Mrs. Kim.

merasa tak ada tanggapan dari Mrs. Choi yang masih sibuk berfikir Mrs. Kim kembali menatap keluar jendela, kini matanya benar-benar melebar. Dia menegakkan duduknya dan mengepal tangannya melihat namja tadi memberikan sebuket bunga lily kepada Yeoja yang baru saja turun dari mobil itu.

“Yuri?” Kaget Mrs. Kim. Mrs. Choi yang merasa mendengar nama Yuri kembali mengikuti arah pandang Mrs. Choi, seketika Mrs. Choi tersenyum.

“Kenapa kau kaget Sunmi-ya? Itu Yuri kan?” Tanya Mrs. Choi. Mrs. Kim tidak menjawab, tangannya mengepal keras.

“Kau lihat Marry? Kau lihat? Dia? Jadi dia berpacaran dengan namja itu? Awas kau.” Mrs. Kim yang terlihat berang langsung berdiri dan keluar dari restaurant, Mrs. Choi pun berdiri dan mengikutinya. Saat diluar ternyata mobil Minho sudah tidak ada.

“Sudah kuduga, sifat umma dan anak tidak akan berbeda jauh.” Geram Mrs. Kim dan ingin segera pergi menuju mobilnya.

“Tunggu.” Sanggah Mrs. Choi menahan punggung Mrs. Kim.

“Jangan pernah menyuruh Yuri memutuskan hubungannya dengan Minho, karna Yuri sangat mencintai Minho begitupun sebaliknya.”

“Kau? Ada hak apa kau memintaku seperti itu? Ini urusanku.”

“Terserah kau, tapi suatu hari kau akan menyesal telah berbuat seperti itu kepada seorang anak yang berharga seperti yuri.” Mrs. Kim hanya tersenyum kecut dan dengan kasar menjauhkan tangan Mrs. Choi dari punggungnya.

“Berharga? Huh’ kau hanya tidak mengerti bagaimana rasa sakit hatiku padanya.”

“Kau egosi Sunmi-ya, Jika aku bisa. Aku pasti sudah mengambil Yuri darimu, jikapun aku bisa Yuri selalu menolak dan memilih tinggal bersamamu. Dia menyayangimu, kau.. aku yakin kau akan menyesal telah menyia-nyiakan anak seberharga itu.” Mata Mrs. Choi kini mulai berkaca-kaca, Mrs. Kim menatapnya tajam.

“Kau… kau hanya tak tau bagaimana posisiku Marry!! Berhenti ikut campur dengan urusanku. Annyeong.” Kesal Mrs. Kim dan langsung pergi menuju mobilnya lalu menjalankannya menjauh dari pandangan Mrs. Choi. Mrs. Choi hanya memandang sendu kearah mobil Mrs. Kim yang sudah berjalan jauh meninggalkannya.

 

***

 

Yuri dan Minho duduk berdua ditaman tempat kemarin dia dan Yuri biasa menghabiskan waktu, Yuri sudah menceritakan semuanya pada SooNa tentang perasaan Taeyeon ke Minho. Makanya SooNa mempunyai ide untuk memberi alasan pada Taeyeon jika hari ini Yuri dan Yoona akan bekerja kelompok dirumah Sooyoung. Padahal SooNa akan pergi berjalan-jalan bersama Kyu dan Donghae.

“Chagi-ya?” Panggil Minho mesra. Yuri yang dari tadi tidur dipangkuan Minho terpaksa membuka matanya.

“Ada apa chagi-ya?” Sahut Yuri, segera bangkit mensesejajarkan duduknya dengan Minho.

“Anni, aku hanya ingin memanggilmu.” Ucap Minho. Yuri tersenyum.

“Minho-ya, saranghae.” Ucap Yuri seraya mengelus pelan wajah Minho.

“Nado noona, Nado saranghae.” Ucap Minho dan segera menarik yuri kedalam pelukannya. Yuri membalas pelukan itu. Yuri meremas bagian perut kanannya, dia meringis dalam diam tidak ingin minho melihatnya menahan sakit. Perlahan remasan pdaa perutnya melemah dan Yuri memejamkan mata dalam pelukan Minho.

“Noona?” Minho yang merasa pelukan Yuri meregang mencoba memanggil Yuri, tak ada sahutan. Minho segera melepaskan pelukannya dan menahan tubuh Yuri yang hampir jatuh dengan memegang kedua punggung Yuri.

“Noona!! Kau kenapa?” Seru Minho khawatir ketika melihat Yuri sudah tak sadarkan diri.

“Noona bangun noona.. Noona!!” Minho mengguncang-guncang tubuh Yuri, namun tak ada reaksi dari Yuri. Dengan cepat Minho menggendong Yuri menuju mobilnya dan membawa Yuri kerumah sakit terdekat.

 

***

Yuri POV

 

Sepanjang perjalanan aku hanya memandang kosong kearah jendela, masih teringat jelas kata-kata dokter tadi ditelingaku. Berkali-kali Minho bertanya, aku hanya menjawabnya dengan kata ‘gwenchana’ ntah berapa kali aku ucapkan itu pada Minho, tapi dia tetap saja selalu bertanya.

SKIPP

Dengan langkah gontai aku masuk kedalam rumah, aku yakin Umma akan menanyaiku habis-habisan dan ohh mungkin saja tidak, apa pedulinya Umma padaku?

Aku memasuki rumah, gelap untung saja ada Oh Ahjussi yang membukakan pintu. Saat aku ingin masuk kedalam kamar, pintu kamar Taeyeon Unnie terbuka dan nampaklah sosok Taeyeon Unnie dengan senyum indahnya.

“Kau baru selesai mengerjakan tugas bersama Sooyoung dan Yoona?”Tanya Unnie.

“Ah ne Unnie.” Dia mengangguk dan menarik lembut tanganku menuju kamarnya.

“Katakan pada Unnie yang sebenarnya.” Tanya Unnie saat aku dan dia baru duduk disisi tempat tidurnya. Aku memandang Unnie dengan tatapan heran.

“Apa yang harus aku katakan Unnie?”  Tanyaku bingung.

“Katakan bahwa kau dan minho berpacaran. Kau tidak usah berbohong pada Unnie.” Aku mematung menatap Unnie, apa Unnie tau aku berpacaran dengan Minho?

“Kau jangan menyembunyikannya lagi, jika Unnie mengetahuinya mendadak mungkin sekarang Unnie akan shock, tapi SooNa memberitahu pada Unnie dengan pelan, sehingga Unnie dapat menerimanya. Kau.. jangan selalu mengkhawatirkan Unnie.” Ucap Taeyeon panjang lebar seraya memalingkan padangannya dariku. Aku menutup mulutku tak percaya, menahan diriku agar tak nangis, Tuhann kenapa aku jadi cengeng sekali. Unnie berbalik menatapku lembut, perlahan tangannya bergerak menuju kepalaku dan mengeluskan pelan. Airmataku sedikit demi sedikit mulai mengalir bebas dipipiku. Dapat kulihat mata Taeyeon Unnie juga berkaca-kaca, tanpa banyak kata langsung saja aku menghambur memeluknya.

“Mianhae, Unnie tidak tau jika kau dan Minho berpacaran.” Ujar taeyeon Unnie didalam pelukanku, Aku seakan teringat sesuatu langsung melepas pelukanku dan menatap Taeyeon Unnie.

“Unnie… aku dan Minho tidak berpacaran, sungguh… Aku… aku dan Minho hanya 2 orang yang saling dihukum untuk berpacaran. Percayalah padaku Unnie, kau mencintainya.. pertahankan dia Unnie.” Logika dan hati kecilku sedang berseteru hebat sekarang, tapi aku rasa logikakulah yang akan menang. Kenapa? Karna aku yakin aku tidak dapat membahagiakan Minho. Aku sama sepertimu Unnie aku sama.. Kemarin aku bersikeras untuk memepertahankannya tapi sekarang?? Aku mundur…

“Kau.. jangan berbohong pada Unnie Yuri.” Aku menggeleng dan mencoba tersenyum.

“Aku tidak berbohong Unnie, Minho mencin….”

 

BRAKKK!!

 

Gebrakan dahsyat dari pintu mengagetkanku dan Taeyeon Unnie, seketika itu juga pelukan kami terlepas dan menatap kaget kearah pintu. Umma?

“Umma ada apa? Mengangetkan saja.” Ucap Taeyeon Unnie seraya menghapus airmatanya, akupun melakukan hal yang sama, menghapus airmataku. Aku menatap Umma, saat itu Umma juga menatapku. Tubuhku seketika kaku saat melihat tatapan tajam Umma.

“Umma?”

“Ikut aku, dan Taeyeon kau tetap berada disini. Jangan sekalipun kau keluar.” Titah Umma singkat seraya meninggalkan tempat ini, Aku memandang Taeyeon Unnie begitupun sebaliknya.

“Aku pergi dulu Unnie.” Saat ingin berdiri Taeyeon Unnie menahan tanganku.

“Unnie?”

“Aku ingin ikut.” Ucap Taeyeon Unnie pelan. Aku menggeleng.

“Unnie disini saja, dengarlah apa kata Umma. Aku pergi dulu Unnie.” Dengan berat hati aku melangkah meninggalkan Taeyeon Unnie menuju tempat dimana Umma berada.

 

***

 

Kini aku berdiri tidak jauh dari tempat dimana Umma duduk. Aku menunduk, aku tau apa yang akan Umma bicarakan.

“Yuri?” Suara Tegas Umma kini terdengar, aku masih tetap menunduk.

“ne umma?” jawabku.

“Kau, apa tidak bisa mendengar ucapanku eoh?” Aku menggenggam tanganku kuat dan memberanikan diri menatap Umma.

“Kau… pikirkanlah bagaimana perasaan Unniemu, kau bilang padanya kau tidak mencintai Minho, tapi tadi siang apa maksudmu berjalan-jalan bersama Minho!!!” Bentak Umma, aku kembali menundukan kepalaku. Umma ini situasi yang beda umma, aku memang mencintai Minho, tapi … aku yakin aku tidak mampu membahagiakannya sekarang.

“Kau.. benar-benar tertular kelakuan Ummamu.” Seketika tubuhku kaku saat mendengar itu, kututup mulutku kaget dan tubuhku lemas terduduk dilantai dingin ini.

Ku tatap Umma dengan tatapan tak percaya. “Ummaku?”

Umma menatapku dengan tatapan sedih, benci dan mungkin marah kepadaku.

“Ne Ummamu, mungkin saatnya kau tau sekarang. Kau itu bukan anakku, kau juga bukan anak dari nampyeonku dan yang lebih penting kau bukan keturunan keluarga KIM!!!” Tegas Ummaku dengan mata yang memerah menahan tangisnya. Umma? Ya Tuhann apakah yang Umma bilang benar? Jadi aku ini? Hiks,, aku ini bukan anak kandung Appa ataupun Umma? Kini airmataku mengalir dengan deras dipipiku aku menutup telingaku dan menggeleng-gelengkan kepala, berharap aku segera tersadar dari mimpi buruk ini.

“kau benar-benar pembawa bencana untukku dan juga Taeyeon. Dari kecil aku sudah tidak menyukai kalau nampyeonku membawamu kerumah.” Umma terus berbicara dan aku terus saja menggeleng berusaha untuk tidak mendengarnya lagi, namun apa daya suara Umma sangat terdengar jelas ditelingaku.

 

End Yuri POV

 

Flashback On

 

Author POV

 

“Yeobo, aku boleh berbicara sesuatu padamu?” Tanya Mr. Kim pada Mrs. Kim yang saat itu sedang menggendong Taeyeon kecil.

“Oh Ne, berbicaralah yeobo.”

“hmmm.. kau tau Tiffany?” mendengar itu mrs. Kim langsung menatap tajam nampyeonnya.

“tiffany? Tiffany Hwang maksudmu? Sahabat lamamu yang kau taksir itu?” Mrs. Kim memang tidak menyukai sahabat lama nampyeonnya itu.

“Aish Yeobo, semuanya tidak seperti yang kau kira, aku dan dia hanya sahabat.”

“Sudahlah, lalu apa yang ingin kau bicarakan?” Mr. Kim nampak menunduk, menimbang-nimbang setiap perkataan yang ingin dia keluarkan. Perlahan dipegangnya tangan Mrs. Kim dan ditatapnya mata anaenya itu lembut.

“Tiffany baru saja menghembuskan nafas terakhirnya tadi pagi.” Seketika mata Mrs. Kim melebar menatap nampyeonnya tak percaya.

“Benarkah?” Mr. Kim mengangguk.

“Dia… dia meniggal karna melahirnya putri kecilnya dan kau tau sendiri kan, Appa dari anak itu ntah pergi kemana.”

“Stopp. Aku sudah tau arah pembicaraanmu, kau… kau ingin mengambil anak itu? lalu aku dan Taeyeon bagaimana? Kau itu…. katakan saja padaku jika kau yang menghamili tiffany saat itu, makanya kau …”

 

PLAK!!

 

“jaga omonganmu Sunmi-ya…” Ujar Mr. Kim mencoba menahan nada bicaranya.

“Kau?” Mrs. Kim menatap Mr. Kim tak percaya.

“Mianhae, tapi kau.. Kau harus percaya padaku dan tiffany. Persahabatan kami sehat, aku mencintaimu dan aku menyayangi tiffany sebagai sahabat tidak seperti aku mencintaimu.” Ujar Mr. Kim sambil menundukan kepala.

“Terserah kau, terserah jika kau ingin membawa anak itu. tapi ingat, aku tidak akan pernah menerimanya.” Sehabis berbicara seperti itu, Mrs. Kim pergi kekamar.

Mr. Kim bangkit dan segera pergi kerumah sakit untuk mengambil bayi kecil yang akan diangkatnya sebagai anak.

 

Flashback Off

 

“Kau harus tau bagaimana perasaanku saat itu.” Mrs. Kim terus berbicara mengenai status Yuri yang ternyata bukan anaknya, Yuri terus menangis sejadinya mendengar semua penjelasan Mrs. Kim…

“Kau.. Kau bukan anakku !! dan kau.. kau pembunuh nampyeonku!!” Yuri terus menutup telinganya dan menggeleng-geleng mendengar ocehan kemarahan Mrs. Kim.

“Aku bukan pembunuh Umma, aku buka..”

“Diamm! Kau pembunuh, jika nampyeonku tidak pergi bersamamu saat itu. Mungkin dia tidak akan mengalami kecelakaan konyol itu, dan yang makin membuatku benci. Kenapa kau tidak ikut mati karna kecelakaan ituuu!! Kau bahkan membunuh Ummamu.” Mrs. Kim benar-benar mengeluarkan semua yang ada dihatinya sekarang, luka lama yang dipendamnya bertahun-tahun kini sudah tak dapat dipendamnya.

“Tidak umma tidak…”

“jangan memanggilku Umma, aku benci kau dan ummamu yang merebut perhatian nampyeonku. Ummamu hamil dengan kekasihnya, tapi kenapa selalu meminta pertolongan pada nampyeonku huh? Oh mungkin tidak seperti itu, tapi aku tidak suka pada perhatian yang diberikan nampyeonku pada Ummamu.” Sinis Mrs. Kim.

“Mianhae.. mianhae..” Yuri terus menangis mendengar itu.

“Kau dan Ummamu… sama-sama seorang yeoja perebut perhatian, bahkan sekarang kau ingin mengambil namja yang dicintai anakku?”

“Tidak Umma, tidak…”

“Kauu… aku benci…”

“hentikan Umma…….. Ahhkk !!!!” Teriak seseorang, Yuri langsung berbalik kearah Orang itu begitupun Mrs. Kim.

“Taeyeon-ah.” Panik Mrs. Kim yang langsung berlari menghampiri Taeyeon yang sudah terduduk dilantai dengan memegangi dadanya.

“Unnie!!” Yuri yang tak kalah paniknya ikut berlari menghampiri Taeyeon.

“Unnie gwecha..”

“Jauhkan tanganmu.” Sinis Mrs. Kim. Yuri menunduk dan perlahan mundur menjauhi Tubuh Taeyeon.

“Umma, Yuri tetap dongsaengku. Yuri dongsaengku Yuri…Ahkk.” Taeyeon meringis memegangi dadanya. Yuri menutup mulutnya menahan tangisnya.

“Taeyeon-ah, bertahanlah.. PELAYANNN!! CEPAT PANGGILKAN AMBULANCE CEPATT!!” Teriak Mrs. Kim sejadinya.. Yuri hanya dapat menatap kejadian itu tanpa tau apa yang harus dilakukannya, hatinya benar-benar terluka dalam sekarang. Melihat sang Unnie yang sudah tak sadarkan diri dan mendengar perkataan Mrs. Kim benar-benar membuat pukulan telak pada dirinya sekarang.

“dan kau.. PERGI DARI RUMAHKU SEKARANG!!!” Teriak Mrs. Kim, Yuri tersenyum lalu mengangguk dalam tangisnya.

“baik Umma. baik.. aku akan pergi, mianhae telah menyusahkanmu untuk merawatku dari kecil. Mianhae Umma.. Unnie mianhae.. annyeong.” Mrs. Kim tidak mengindahkan perkataan Yuri dan kembali sibuk dengan Taeyeon yang sepertinya penyakit jantungnya sedang kambuh, Yuri menatap lekat tubuh Taeyeon.

“Mianhae Unnie, mianhae..” Perlahan Yuri berjalan meninggalkan rumah itu.

 

***

 

Yuri berjalan gontai menyusuri jalanan, sampai akhirnya dia sampai didepan rumah Sooyoung. Lama Yuri berdiri didepan dan akhirnya dengan keberanian dia menekan bel pintu Sooyoung.

“Yuri? Kau? Hei matamu kenapa?” Kaget Sooyoung yang kebetulan membukakan pintu. Yuri hanya tersenyum kecil menjawab pertanyaan Sooyoung, Sooyoung mengerti dan segera menggandeng Yuri masuk kedalam.

“Youngie? Apa Ummamu ada?” Tanya Yuri. Sooyoung mengangguk.

“Kau tunggu disini, aku akan panggilkan Ummaku.” Titah Sooyoung seraya berjalan menuju kamar Ummanya. Tak lama Sooyoung datang bersama Ummanya menghampiri Yuri.

“Yuri?” Panggil Umma Sooyoung, Yuri berbalik dan seketika langsung menghambur memeluk Umma Sooyoung.

“Ahjumma, tolong ceritakan yang sebenarnya padaku. Kau tau tentang seseorang bernama Tiffany kan?” Tangis Yuri pecah didalam pelukan Umma Sooyoung. Umma Sooyoung termangu mendengar ucapan Yuri, Sooyoung hanya memasang wajah bingung.

“Mungkin kau berhak tau yang sebenarnya sekarang.” Perlahan Umma Sooyoung mengelus lembut rambut Yuri dan membawa Yuri menuju kursi terdekat. Sooyoung mengikuti Ummanya..

 

TBC..

wuihhh.. cantik banget lah 3 huruf ini.. wkwkwkkw dah ah.. berikan pendapat kalian … saatnya  kita kaburrrrrrrrrrrrrrrr… ^^

 

Tagged: , , , , ,

29 thoughts on “Why Umma? (PART 3)

  1. Mithaaa Desember 11, 2012 pukul 8:41 am Reply

    Akhir’a satu misteri besar terjawab sudah..

    Di tunggu part selanjut’a

    • yuuripico26 Desember 12, 2012 pukul 2:38 pm Reply

      hehehe sip .. di tunggu ya ^^ gomawo udh mampir😀

  2. Rositaemin^^ Desember 11, 2012 pukul 2:46 pm Reply

    Jadi karena itu Ummanya gak adil ?? Ckckck… Yuri !! Pertahankan Minho(?)😀
    Authooorrr… Lanjutannya WW Cepet yaaa… Kan aku udh comment (?) #gaknyambung kekeke~ Love your Minyul FF😀

    • yuuripico26 Desember 12, 2012 pukul 2:41 pm Reply

      iya.. tp buat lbh jelasnya ada d part slanjutnya.😀
      wkwkwkwk mianhae chingu.. WW lg mati ide nih.. aku lg terserang virus males ngtik.. hiks.. :’)
      tp dgn komenan chingu bisa nambah smangat ku bwt lanjutin tuh WW.. #hoho bahasanya.. gomawo ya😀

  3. Vina Berliana Kimberly Desember 12, 2012 pukul 7:34 am Reply

    hhhuuhhuuuhhuu sedih banget😦 lanjut terus ya thor……. akan kutunggu

    • yuuripico26 Desember 12, 2012 pukul 2:41 pm Reply

      pasti d lanjut.. ^^ hehe.. gomawo udh mau nunggu😀

  4. Yurisistable Desember 12, 2012 pukul 7:54 am Reply

    Waaah, kasian banget yuri nya, ummanya kejam bener…
    Ceritanya nyentuh thor, ditunggu ya next part nya, dann juga next part WW nya hehe😀

    • yuuripico26 Desember 12, 2012 pukul 2:42 pm Reply

      hehehe… sip d tunggu ya..😀 gomawo dh mampir🙂

  5. justyurisistable Desember 12, 2012 pukul 9:16 am Reply

    tolong jangan pisahkan yuri dan minho..
    salut sama prsahabatan yoonyulyoung..
    semakin penasaran ma kelanjutan ceritanya,,😀

    • yuuripico26 Desember 12, 2012 pukul 2:43 pm Reply

      hiks.. akan d usahakan..
      iya prsahabatan mreka bener2 bkin iri :’)
      d tunggu ya part slanjutnya ^^ gomawo dh mau mampir😀

      • justyurisistable Desember 13, 2012 pukul 11:31 pm

        oke dech.. q akan setia menunggu.. cz crtanya bagus..
        semangat ya bwt nglanjutin part selanjutnya…:)

      • yuuripico26 Desember 16, 2012 pukul 2:07 am

        hehe gomawo udh mau nunggu😀
        sip gomawo lg buat semangatnya😀

      • justyurisistable Desember 18, 2012 pukul 3:14 am

        🙂

  6. whe_wee Desember 12, 2012 pukul 9:41 am Reply

    UMMA kamu bnr” jahaat.., pas yuri pingsan n msk RS
    dokter’y blng apa y…,penasaran,,,
    chingu WW jngn lm”.. (maksa)…hehehe…

    • yuuripico26 Desember 12, 2012 pukul 2:44 pm Reply

      hayyo blg apa? hehe.. aduh WW nya sabar ya😀 psti aku usahain kok..😀 gomawo dh mampir😀

  7. kwonwonhi Desember 15, 2012 pukul 4:24 am Reply

    omona~ nyesek banget :’
    endingnya gimana yaa ?
    ehm WW nya dilanjutkan chingu
    lalala~ *gila* *lupakan*
    lanjutkan~
    sampe buat nangis😥
    sabar ya Yulnie

    • yuuripico26 Desember 16, 2012 pukul 2:00 am Reply

      endingnya ntar lg kok ^^ WW nya .. msh dalam proses.. wwkwkwk wahh cup cup cup. jgn nangis😀

  8. saqiayuri Desember 19, 2012 pukul 7:35 am Reply

    poor yullnie……..huhuhu😥 gak sabaaar next part

    • yuuripico26 Desember 19, 2012 pukul 8:35 am Reply

      huhu u,u
      d tunggu ya next part nya😀

      • saqiayuri Desember 19, 2012 pukul 2:14 pm

        pastiiiiii laaaaah,, tp udah gak sabaar,, jangan lama2 yaaa,, hehe
        fightiiing !!

      • yuuripico26 Desember 19, 2012 pukul 3:00 pm

        hehe ia diusahain ga lama kok.. gomawo ^^

  9. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 3:02 pm Reply

    tragis amat nasibnya yuri. Jadi ikut sedih

  10. sela Februari 28, 2013 pukul 1:20 pm Reply

    bener” menyedihkan sekali hidup.a..
    gk kuat baca.a.. sampe k bawa k hati dan akhir.a ikutan nangis..
    hiks hiks hiks.. 😥

  11. 신하린 Maret 15, 2013 pukul 8:50 pm Reply

    Pantesan ummanya jahat..Taapii kasian Yuri eonni..sampe nangis gini bacanya

  12. eni enooy Mei 3, 2013 pukul 8:48 am Reply

    sangat mengharukan hiks hiks😥 apa apaan tuh umma taeyon kejam sekali T.T

  13. hikmah Mei 5, 2013 pukul 10:13 am Reply

    pantas sj umma.a taeyeon membenci yuri ,,, jd kejadian masa lalu antara nampyeon taeyeon dgn tiffany ,,,, bkalan seru nich
    lanjut k’part 4

  14. Sara Desember 12, 2013 pukul 7:19 am Reply

    Author jahat😦
    aku nangis baca cerita ini

  15. Park Ahra Februari 7, 2014 pukul 6:21 pm Reply

    Sedih banget bikin idung meler thor, keren

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: