Why Umma? (PART 2)

Minyul

Tittle : Why Umma?

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Choi Minho.

Other : Choi Sooyoung, Im Yoona

Lenght : Chaptered

Ratting : Bebas

Genree : Sad

Annyeong… !! #teriak di samping Dani Pedrosa. . .Akhirnya setelah lama akhirnya selesai juga part 2 ni.. tinggal galau untuk selesaiin part 3.. huhu

ga bosen2 nya aku bilang “READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK”

Oh ya.. jika liat typo.. mari kita teriakan bersama “TYPO IS AN ART OF WRITING” hoho..

dah yuks langsung aja ^^

“Jika kau ingin melihat Taeyeon sembuh tolong donorkan salah 1 ginjalmu untuk Taeyeon.” DEG… Ginjal?

“Umma? Jika aku memberikan salah 1 ginjalku bagaimana dengan hidupku Umma?” Tanyaku kaget.

“Kau masih bisa hidup dengan 1 ginjal. Dokter bilang, penyakit jantungnya sudah menyebar dan menyebabkan kerusakan hebat pada kedua ginjalnya yang 1 terpaksa diangkat oleh dokter dan yang 1 lagi ntah sampai kapan bisa bertahan ditubuhnya.” Jelas Umma dengan wajah sedih. Unnie, sebegitu menderitakah kau? Unnie . . . . Apa yang harus aku lakukan?  Kenapa harus aku ?

PART 2

Unnie, kenapa? Aku tertunduk, lidahku kelu, apa yang harus kulakukan? Haruskah aku mendonorkan salah satu ginjalku? Walau aku tidak tau apapun tentang organ tubuh, setidaknya kita diciptakan oleh Tuhan dengan 2 ginjal, jika salah satunya hilang bukankah kerja organ yang satu lagi akan susah? Kenapa Umma tidak mendonorkan ginjalnya pada Unnie? Bukankah dia sangat menyayangi Unnie,

“ke.. kenapa harus aku Umma? Kenapa tidak orang lain atau Um..ma?” tanyaku gugup ntah kenapa pertanyaan itu berani kukeluarkan.

“kenapa harus kau? Karna hanya kau yang bisa mendonorkannya!! Kau egois Yul kau egois!! Jika umur Umma masih memungkinkan untuk mendonorkannya , aku tidak akan mungkin memintamu!” Bentak Umma, Ya Tuhan, Umma aku tidak egois Umma. Hiks….

“Bukan begitu Umma. .  tapi..”

“Jadi kau tidak mau mendonorkannya? Hei Yul! Setidaknya kau harus memikirkan bagaimana Taeyeon menyayangimu, bagaimana aku berjuang untuk membesarkanmu.” DEG.. serasa dihujani ribuan jarum, hatiku sakit Tuhan. Kenapa Umma tega mengatakan itu padaku. Aku terduduk lemas disalah satu kursi.

“Kau harus tau bagaimana dari kecil Taeyeon berjuang dari penyakitnya, walau kata dokter jantungnya tidak dapat sembuh setidaknya kau mau membantu dia untuk hidup lebih lama.” Bukan umma bukan begitu… Aku ingin sekali melihat Unnie sembuh. . ah lidahku.. :’)

“Apa kau tidak mau mendonorkannya huh’? Apa kau akan menjadi seorang dongsaeng yang tega melihat Unnienya menderita? Kau tega.” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mendengar semua ucapan Umma. Sakit Umma stop.. sakit.

“Anni Umma, Bukan begitu. Hanya saja….”

“hanya apa? Kau tega Yul kau tega!!”  Aku menangis, untung saja suasana disekitar situ sangat sepi.

“Kau lihat! Bagaimana Taeyeon berjuang dan selalu dihantui dengan kata kematian sedangkan kau? Kau masih bisa menghirup udara luar dengan bebas, bahkan jika dengan 1 ginjal kau masih bisa melakukan itu!” Kudengar suara umma mulai bergetar, Umma kau menangis? Umma aku mohon jangan menangis..

“Umma aku mohon jangan menangis um…” Tanpa sengaja aku hampir menyentuhnya lagi, tapi aku berhenti saat menyadari tatapan tajam Umma.

“Ah mianhae Umma.” Ujarku menunduk.

“Setidaknya kau tolong Unniemu.”

“Baiklah Umma .. aku akan mendonorkan ginjalku untuk Taeyeon Unnie.” Tuhan berilah kekuatan padaku. Kulihat Umma mengangguk tegas dan menghapus singkat air matanya.

“Besok sore sepulang sekolah kau kemari, operasinya akan berlangsung besok. Kalau begitu Umma akan membicarakan hal ini dengan dokter.” Ujar Umma seraya meninggalkanku, aku memegang dadaku sakit.. aku menangis sejadinya disana, aku tidak perduli pada orang yang akan melihatku. Ah Taeyeon Unnie, dengan kasar kuhapus airmataku , aku mencoba tersenyum dan bangkit dengan langkah gontai akupun berjalan kearah ruangan Taeyeon Unnie.

“Unnie “ Sapaku seraya duduk disamping Taeyeon Unnie yang tadi sedang diam mematung memikirkan sesuatu.

“Ah kau sudah selesai saeng? Apa yang Umma bicarakan padamu? Apa Umma memarahimu lagi? Kenapa matamu sembab Hm?” Tanya Taeyeon Unnie bertubi-tubi seraya memegang kedua pipiku.

“Haha Unnie, Umma tidak memarahiku. Kami hanya membicarakan sedikit urusan sekolah Unnie dan mataku kelilipan saat berjalan kesini.” Bohongku.

“Ah Syukurlah. Unnie khawatir sekali padamu.” Ucap Taeyeon Unnie.

“Gomawo sudah mengkhawatirkanku Unnie, aku sangat menyayangimu.” Ujarku memeluk Taeyeon Unnie. Nyaman sekali….

“Unnie juga sangat menyayangimu, tapi mianhae unnie tidak bisa selalu menjagamu.”  Aku langsung melepaskan pelukanku saat mendengar itu.

“Unnie kenapa selalu berbicara seperti itu. Unnie kau tidak perlu menjagaku, akulah yang harus berjanji menjaga Unnie. Aku janji akan menjaga Unnie, Aku berjanji akan selalu berusaha untuk menyembuhkanmu Unnie.”  Ucapku, Taeyeon Unnie tersenyum lirih mendengarnya. Unnie aku akan menjagamu.

“Gomawo chagi.. gomawo.” Ujar Taeyeon unnie mengacak-acak rambutku.

“Ya!! Unnie.” Aku berpura-pura kesal padanya seraya merapikan rambutku. Dia hanya nyengir memandangku.

“Taeng, bagaimana keadaanmu sayang?” Aku langsung bangkit dan memberikan ruang untuk Umma ketika Umma baru saja tiba.

“Baik Umma.” Jawab Unnie.

“Umma dari mana?”

“Umma baru saja berbicara dengan dokter, besok kau akan melakukan operasi ginjal sayang. Umma harap kau bisa mempersiapkan dirimu.” Aku mencoba tersenyum mendengarnya.

“Operasi ginjal Umma? apa maksud umma itu ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk Taeyeon?” Umma mengangguk dan mengelus rambut Taeyeon Unnie.

“Iya sayang, seorang yeoja bersedia mendonorkan ginjalnya untukmu.”

“Jinjja Umma? Nugu Umma? Yul kau dengar ada yang ingin mendonorkan ginjalnya untuk Unnie.”  Aku hanya tersenyum. Dapat kulihat Umma sedikit melirikku, aku mengerti Umma. Aku tau kau tidak bisa bilang pada Unnie bahwa akulah pendonornya, karna Unnie pasti akan menolak bukan?

“Hmm dia minta untuk dirahasiakan.” Taeyeon Unnie mengangguk mengerti, dengan senyuman mengembang dibibirnya.

“Siapapun dia. Gomawo.” Ucap Taeyeon Unnie pelan.

Umma berdiri tepat disampingku “pergilah keruang dokter untuk melakukan pemeriksaan.” Bisik Umma padaku lalu kembali duduk didepan Taeyeon Unnie. Ah, hidup dengan satu ginjal bukan masalah besar. Akupun melangkahkan kakiku menuju ruang dokter.

***

Hari ini aku memutuskan untuk masuk sekolah dulu. Operasinya juga akan dimulai nanti sore bukan? Jadi aku rasa aku bisa melakukan sesuatu sebelum operasi.

Aku berangkat pagi sekali kesekolah, masih sepi , hanya ada beberapa orang dikelas ini dan belum ada si duo shikshin.

“Yuri!! wah tumben sekali kau datang cepat sekali.” Aku membalikan pandanganku dan mendapati Yoona dan Donghae yang baru saja datang sambil bergandengan tangan. Aku tersenyum kearah mereka.

“Aku sedang beruntung hari ini, mendapatkan bus dengan cepat.” Jawabku, Donghae langsung menuju kursi belakang sedangkan Yoona duduk disampingku.

“Yoong, apa Youngie akan turun hari ini?” Tanyaku pada Yoona.

“tentu saja dia turun, mungkin sebentar lagi juga datang.” Aku mengangguk. Aku diam sejenak, haruskah aku memberitahu mereka tentang operasi ini? Hm tapi mereka pasti akan khawatir sekali.

“Nah itu dia Youngie.” Ujar Yoona, aku pun mengalihkan padanganku ke pintu kelas. Ah benar itu Youngie dan Kyu sudah datang.

“Hai My Yul and My Yoongie.” Sapa Sooyoung dan langsung mengambil posisi duduk disampingku, haha seperti biasa akulah yang duduk diantara mereka.

“Hai.” Jawabku serentak bersama Yoona.

“Haha Yul, kau jangan sering duduk ditengah. Yang aku dengar yang duduk ditengah itu akan cepat dipanggil oleh Tuhan.” Canda Kyu.

“Ya! Oppa. Sana pergi kekursimu. Jangan berbicara hal yang bukan-bukan” Omel Sooyoung. Aku  hanya tersenyum kecut mendengarnya.

“Eh Yul, lihatlah dipintu. Penggemar rahasiamu sudah datang.” Hm? Dengan malas aku berbalik dan hei! Itu Minho, aku tersenyum kearah Minho dan dibalasnya.

“Noona kemarilah.” Panggilnya, akupun berjalan menuju tempat Minho.

“Ahaha aku rasa sekarang bukan penggemar rahasia Youngie.”Goda Yoona,

“Haha ia, sekarang sudah jadi penggemar resmi.” Aku hanya mencibirkan bibirku akibat ejekan keduanya.

“Ada apa minho-ya?”

“Ah Noona, kenapa kau tidak menungguku untuk mengantar Noona tadi?”

“Aish kau tidak bilang jika akan mengantarku.”

“Hm baiklah, lupakan Noona. Pulang nanti kau harus menungguku ne.” Pinta Minho. Aku mengangguk.

“Noona, aku kekelas dulu. Oh ya berilah aku sesuatu agar aku semangat belajar hari ini Noona.” Aku menautkan alisku.

“sesuatu? Apa itu?” tanyaku heran.

“Apapun Noona, agar aku menjadi semangat hari ini.” Pintanya lagi. Aku masih terdiam bingung dengan perkataan Minho.

“Ah kau lamban sekali Noona.” Dengan tiba-tiba minho mengecup pipiku.

Blushhh seketika saja wajahku terasa panas, aku sangat yakin wajahku memerah sekarang.

“Itu yang aku maksud Noona, hari ini biar aku saja yang memberikan Noona semangat tapi besok giliranmu.” Ujarnya dan segera pergi meninggalkanku yang masih bengong. Ya!! Dasar! Akupun berbalik dan kembali duduk dikursiku. Untung saja kelas masih lumayan sepi, dan tidak melihat apa yang dilakukan Minho tadi.

“Yoong, bisakah kau berikan sesuatu agar aku semangat sekolah hari ini.” Ujar Sooyoung, aku hanya diam tidak mengerti maksudnya.

“Ah apa itu Youngie?” Tanya Yoona.

“Ah kau lamban sekali Noona.” Goda Sooyoung.

“Noona? Hei!! Jadi dari tadi kalian menggodaku.?” Tanyaku kesal, sontak keduanya terkekeh.

“Kau memang benar-benar lamban Yul.” Sindir Sooyoung.

“yaya aku memang lamban.” Kesalku.

End Yuri POV

=SKIPPPP=

Author POV

“Huahh akhirnya kelas selesai juga. Yey Pulang cepat!!” Girang Sooyoung seraya meregangkan tubuhnya.

“Huh, pelajaran yang membosankan.” Keluh Yoona seraya membereskan bukunya.

“Hm Yoong apa orang tuamu masih diluar negeri?” Tanya Yuri pada Yoona.

“Ah Ne Yul, mereka masih disana mungkin minggu depan baru pulang. Ada apa Yul? Tumben sekali kau bertanya.” Bukannya menjawab Yuri malah berbalik ke Sooyoung.

“Youngie? Apa kau sibuk hari ini? Apa Ummamu ada dirumah?” Tanya yuri.

“ kenapa kau ingin kerumah?” Yuri menangguk.

“Kalau begitu kerumahlah Yul, aku rasa Umma akan berangkat ke butiknya sore. Yoong kau juga ikut kan?”

“Tentu saja aku ikut.” Jawab Yoona dengan semangat.

“Tapi Yul, aku tidak membawa mobil hari ini.”

“Pakai mobilku saja.” Usul Yoona cepat. Yuri dan Sooyoung bernafas lega.

“Chagi Kajja kita pulang.” Ajak Kyu pada Sooyoung.

“Tidak Oppa, hari ini aku akan pulang bersama Yuri dan Yoona.” Jawab Sooyoung.

“Baiklah kalau begitu, hei Yoonyul aku titip anaeku Ne.” Ucap Kyu pada Yuri dan Yoona, Wajah Sooyoung seketika menjadi merah.

“Haha serahkan saja pada kami.” Jawab Yuri. Kyu mengecup singkat kening Sooyoung kemudian pergi.

“Ish dasar pasangan mesum.” Cibir Yoona.

“Ya! Apa kau bilang tadi.” Pekik Sooyoung. Yoona hanya menjulurkan lidahnya.

“Ah chagi, Kajja pulang.” Ajak Donghae pada Yoona.

“Ah tidak Oppa. Aku akan pulang dengan 2 yeoja aneh ini.” Yuri dan Sooyoung menatap geram pada Yoona.

“Ng? dengan mereka? Oh baiklah. Hati-hati chagi.” Tanpa Yoona sadari Donghae langsung mengecup singkat pipinya.

“Bye chagi, bye sooyoung babo . .  bye Yul yeppeo.” Ujar Donghae kemudian pergi menjauh.

“Ish apa maksudnya ‘sooyoung babo’ , dasar pasangan mesum.” Sinis Sooyoung.

“Ya!! Kenapa kau mengikuti perkataanku tadi.” Pekik Yoona.

“Karna memang kalian mesum. “ Balas Sooyoung, Saat Yoona ingin menjawab Yuri dengan cepat menengahi keduanya.

“Sudahlah, jika kalian begini terus hari sempat sore dan aku tidak bisa kerumah Youngie.” Ucap Yuri.

“Ah baiklah kajja .” Ajak Sooyoung seraya menarik tangan Yuri dan Yoona masing-masing.

Saat mereka ingin masuk ke mobil Yoona tiba-tiba sebuah suara menghentikan mereka.

“NOONA!!!” Teriak Minho sambil terus berlari kearah Yuri.

“Noona kau mau kemana? Bukankah tadi kau janji akan pulang bersamaku?” Ucap Minho dengan nafas tersenggal-senggal (?).

“Mianhae Minho-ya, tapi aku akan pergi kerumah youngie. Besok aku pasti akan pulang dan pergi bersamamu.” Ucap Yuri.

“Shirreo!! Aku maunya hari ini, kau sudah berjanji padaku Noona.” Tolak Minho seperti anak kecil.

“Resiko punya namjachingu muda.” Bisik Sooyoung pada Yoona. Yoona hanya terkekeh mendengarnya.

“Aish, tapi aku ada urusan penting minho. Kau juga masih ada jam pelajaran kan? Pergilah kembali kekelasmu.” Titah Yuri. Minho menggelengkan kepalanya.

“Minho, pergilah kekelas Ne. Saranghae.” Yuri mengelus pelan pipi Minho. Minho menggembungkan pipinya.

“Nado saranghae, tapi aku mau ikut Noona. Kajja Noona.” Minho langsung menarik tangan Yuri dan ikut masuk kedalam mobil Yoona. Sooyoung ikut masuk dan Yoona mau tak mau juga ikut masuk dan duduk didepan kemudi.

=SKIPPPP=

Kini mereka telah sampai disebuah rumah mewah milik keluarga Sooyoung.

“Umma lihatlah, Yoona dan Yuri datang.” Teriak sooyoung membahana diruang tamu besar itu.

“Youngie, kecilkan suaramu. Kau pikir ini hutan?” Ketus Yoona.

“Haha mianhae Yoong.” Kekeh Sooyoung. Tak berapa lama setelah Sooyoung berteriak, munculah sosok Umma Sooyoung yang berpenampilan elegan datang menghampiri Yuri dkk. Umma Sooyoung merupakan seorang wanita karir yang mempunyai butik besar dikorea, seorang single parent yang harus menjaga anak semata wayangnya sendiri. Umma Sooyoung sebenarnya kenal dekat dengan Umma Yuri yang juga seorang wanita karir pemimpin perusahaan Appa Yuri, dan tau bagaimana Umma Yuri memperlakukan Yuri tapi dia tidak enak jika ikut campur urusan keluarga orang lain.

“Wah Yul kau lama sekali tidak kemari, Bogoshipo.” Ujar Umma Sooyoung  seraya memeluk singkat Yuri.

“Nado ahjumma.” Jawab Yuri dengan senyum manisnya.

“Ya!! Ahjumma, apa kau tidak merindukanku.” Rengek Yoona dengan gaya manjanya. Umma Sooyoung berbalik dan tersenyum kearah Yoona.

“Haha Yoong, kau bukannya setiap hari kemari? Kemarilah , Ahjumma juga merindukanmu.” Yoona pun mendekati Umma Sooyoung dan memeluknya.

“Lihatlah, jika ada 2 yeoja aneh itu. Umma jadi melupakanku.” Cibir Sooyoung disebelah Minho. Minho terkekeh mendengarnya.

“Ahjumma lihatlah Youngie, mungkin dia juga ingin dipeluk seperti ini.” Ujar Yoona dengan nada menggoda.

“Haha aku rasa kau benar Yoong, Youngie.. kemarilah sayang.”Panggil Umma Sooyoung, Sooyoung tersenyum manja lalu berjalan memeluk Ummanya.

“Umma, aku menyayangimu.” Manja Sooyoung.

“Umma juga menyayangimu.” Balas Umma Sooyoung seraya mengelus rambut anaknya itu. Yuri tersenyum getir memandang kejadian itu, dipegangnya dadanya.

“Sakit. Aku ingin seperti itu Tuhan.” Batin Yuri. Yoona melirik Yuri dan segera menyenggol legan Sooyoung. Sooyoung melepaskan pelukannya dari Ummanya dan menatap Yoona.

“Ada apa?”

“Lihatlah.” Yoona menggerakan kepalanya memberi isyarat pada Sooyoung agar melihat kearah Yuri.

“Umma peluklah Yuri.” Bisik Sooyoung.  Umma sooyoung berbalik kearah Yuri dan tersenyum.

“Kemarilah Yuri-ya.” Yuri seakan tersadar dari lamunannya segera berjalan menuju Umma Sooyoung.

“Ada apa ahjumma?” Bukan menjawab Umma Sooyoung langsung memeluk Yuri.

“Ahjumma?” Heran Yuri. Sooyoung yang melihat itu, itu memeluk Ummanya dan Juga Yuri sedangkan Yoona tak mau kalah dia ikut berpartisipasi dalam acara peluk-memeluk itu. Minho hanya bisa tersenyum melihatnya.

“Aku menyayangi Yuri.” Ujar Sooyoung disela-sela pelukannya.

“Aku juga sangat menyayangi Yuri.” Sahut Yoona.

“Kalau begitu ahjumma juga sangat menyayangi kalian.” Ujar Umma Sooyoung, beginilah jika Yuri dan Yoona kemari. Umma Sooyoung seolah-olah sangat menyayangi kedua sahabat anak tersayangnya itu.

“Setidaknya aku masih beruntung memiliki mereka.” Ujar Yuri membatin.

“Aku… sangat dan sangat menyayangi ahjumma dan duo shikshinku.” Ujar Yuri dengan suara parau.

“Noona tidak menyayangiku?” Tanya Minho polos. Sontak semuanya melepaskan pelukan seakan baru tersadar dengan kehadiran orang lain selain mereka.

“Omoo.. Minho-ya, tentu saja aku menyayangimu.” Ucap Yuri.

“Wah .. Siapa namja ini?” Tanya Umma sooyoung, belum sempat Sooyoonyul memperkenalkan, Minho dengan cepat langsung menjabat tangan Umma sooyoung.

“Choi Minho Imnida, namjachingu Yuri Noona.” Tegas Minho bangga.

“Haha lucu sekali.” Kekeh Umma Sooyoung seraya menepuk-nepuk punggung Minho. Yuri melirik jam, tinggal 2 jam lagi dia harus segera kerumah sakit.

“Youngie, Yoong, Ahjumma. Aku rasa, aku harus pamit sekarang.”

“Wae Yul? Cepat sekali.” Gerutu Sooyoung.

“Aku harus kerumah sakit.”

“Rumah sakit? Unniemu masuk rumah sakit lagi?” Tanya Umma Sooyoung. Yuri mengangguk.

“Mianhae, ahjumma belum bisa menjenguknya.” Ujar Umma Sooyoung tak enak.

“gwenchana ahjumma.”

“Kalau begitu, kau ingin aku antar kerumah sakit Yul? Bukankah tadi Minho tidak membawa mobil?” tawar Sooyoung. Yuri menggeleng.

“Tidak usah Youngie kau pasti lelah. Lagian kan Rumah sakit tidak jauh dari sini, aku bisa berjalan kaki.” Tolak Yuri.

“kalau begitu ikut aku aja Yul, arah apartementku dan rumah sakit juga searah.” Yuri nampak berpikir, Yuri menatap Minho.

“Minho-ya, kau ingin ikut?” Tanya Yuri.

“Aku akan ikut kemanapun Noona pergi.”

“Hm Yoong, aku rasa aku ingin berjalan berdua Minho menuju Rumah sakit. Jadi kau bisa tetap berada disini saja.” Tolak Yuri lagi. Yoona hanya menghela nafas lalu mengangguk.

“baiklah.”

“Kajja Minho-ya, annyeong semuanya.” Pamit Yuri.

“Annyeong.” Minho menunduk sekilas dan berjalan mengikuti Yuri.

“Annyeong hati-hati.” Koor semuanya.

***

“Noona kau yakin akan berjalan kaki ke rumah sakit?” Tanya Minho saat dirinya dan Yuri berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang ramai itu.

“Ne. Aku yakin. Apa kau tidak mau? Kalau tidak mau kau bisa pergi naik taksi kesekolah untuk mengambil mobilmu.” Yuri menghentikan langkahnya begitupun Minho.

“Aish shirreo!! Aku mau ikut Noona.” Minho mengeratkan genggaman tangannya pada Yuri dan kemudian kembali melanjutkan perjalanan, Yuri tersenyum melihat sikap Minho.

“Wah Noona lihatnya.. Lucu sekali.” Minho menarik tangan Yuri ke salah satu toko penjual miniatur-miniatur yang terbuat dari kaca-kaca bening yang diukir menyerupai bentuk suatu objek.

“Waw. Kau benar Minho-ya.. Manis sekali.” Ujar Yuri dengan senyum mengembang.

“Silahkan dilihat, ini sebuah miniatur yang bisa dibuat sesuai pesanan anda.” Ucap penjual miniatur itu ramah.

“Jinjja? Jika kita memesan dengan bentuk orang seperti kami berdua apa bisa?” Tanya Minho.

“tentu saja bisa.”

“Wahh keren sekali. Noona kau mau?” Tanya Minho, Yuri melirik sekilas jam tangannya.

“Aku ingin sekali Minho-ya, tapi aku harus kerumah sakit sekarang. Lain kali saja kita beli Ne.” Minho menghela nafas lalu mengangguk.

“Mianhae Tuan. Lain kali kami akan kembali.” Ucap Minho menunduk, begitupun Yuri.

Minho dengan mesranya menggandeng tangan Yuri. Yuri melirik sekilas kearah Minho.

“Minho-ya, jika aku tidak sempurna apa kau tetap mau menjadi namjachinguku?” Tanya Yuri.

“Aish apa maksud Noona? Tentu saja aku akan tetap menjadi namjachingu Noona.” Yuri tersenyum lirih mendengar jawaban Minho.

“Ah Minho, aku rasa kita bisa duduk dikursi itu.  Kita butuh istirahat selama 10 menit.” Ajak Yuri pada Minho. Minho menurut dan mengikuti Yuri yang berjalan menuju sebuah taman dengan pepohonan rimbun disekitarnya.

“Melelahkan.” Ujar Yuri saat mereka sudah duduk disebuah kursi.

“Noona, saranghae.” Ucap Minho tiba-tiba, Yuri berbalik kearah Minho.

“Nado saranghae Choi Minho.” Minho tersenyum simpul mendengarnya kemudian dia mengambil sesuatu dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah sapu tangan. Didekatkannya dirinya ke Yuri dan langsung menghapus lembut keringat dikening Yuri.

“Kau pasti sangat lelah Noona. Tapi aku rasa rumah sakit sudah dekat.” Ucap Minho lembut dan terus membersihkan wajah Yuri dengan sapu tangannya.

“Rasa lelahku tidak sebanding dengan rasa bahagiaku berjalan bersamamu.”

“Wah Noona, kau pandai sekali merayuku.” Minho menghentikan kegiatannya dan menyimpan kembali sapu tangan itu kedalam tasnya.

“Aish, bawa sini sapu tangan itu. Biar aku bersihkan lalu aku kembalikan padamu.” Yuri merasa tak enak dengan sapu tangan tadi.

“Shirreo!! Biar aku saja yang membersihkannya.” Tolak Minho.

“tapi itukan bekas keringatku Minho-ya.”

“Lalu kenapa? Itu biar jadi kenang-kenangan akan keringatmu Noona.” Goda Minho,

“Aish kau jorok sekali.” Umpat Yuri seraya mencubit kecil lengan Minho.

“haha, ini bukan jorok. Kemarilah Noona.” Minho dengan lembut menarik lengan Yuri agar tubuh Yuri semakin dekat dengannya. Yuri yang tahu maksud Minho mengikuti kemauannya itu, dan menyandarkan tubuhnya kedada Minho dengan posisi membelakangi Minho. (Taulah posisinya , Yuri tiduran didada Minho yang lagi duduk wkwkkw ).

Lama mereka pada posisi seperti itu, dalam keheningan merasakan sejuknya udara ditaman itu.

“Noona, aku rasa kita akan istirahat 1 jam disini, 10 menit itu terlalu cepat.” Ujar Minho seraya menyandarkan dagunya di kepala Yuri.

“Aku juga ingin istirahat dengan waktu yang lama, tapi aku rasa kita harus pergi kerumah sakit.” Yuri ingin bangkit tapi tubuhnya segera dikunci (?) oleh pelukan Minho.

“biarkan begini, 5 menit saja Noona.” Ujar Minho dengan mata terpejam memeluk Yuri dari belakang. Yuri memengang tangan Minho yang melingkar dibadannya.

“5 menit dan tidak boleh lebih.” Jawab Yuri.

“Minho aku rasa aku akan terlambat kerumah sakit.” Yuri melepaskan dirinya dari Minho.

“Aish Noona, aku ingin berlama-lama bersamamu.” Rajuk Minho.

“Minho-ya, mengerti aku ya. Aku harus kerumah sakit, saranghae.” Yuri mengecup singkat pipi Minho. Minho menggembungkan pipinya

“Nado saranghae.” Jawab Minho Singkat.

“Kajja kita pergi.” Ajak Yuri lagi.

“Bailah.. baiklah. Kajja.” Dengan sedikit kesal Minho menarik lembut tangan Yuri kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke rumah sakit. Yuri tertawa dalam hati melihat ekspresi wajah Minho yang seperti anak kecil sedang merajuk seperti itu.

Kini mereka sudah sampai didepan gedung rumah sakit besar itu.

“Minho-ya, sudah sampai. Kau pasti lelah, gomawo sudah menemaniku.”

“Apa kau yakin tidak ingin aku temani masuk kedalam Noona?” Tanya Minho. Yuri menggeleng.

“Aku yakin. Istirahatlah.” Ujar Yuri mengelus pelan pipi Minho.

“Saranghae Noona.” Minho mengecup singkat kening Yuri.

“Nado saranghae.” Minho berjalan menjauh dari Yuri, Yuri tetap bertahan pada posisinya menatap kepergian Minho. Dia mulai berjalan masuk kedalam rumah sakit setelah melihat Minho sudah mendapatkan sebuah taksi.

SKIIP aja ya acara operasi-operasian itu.. serem..

                                                          ***

Minho POV

Aku melirik sekilas kelayar ponsel, sudah 2 hari tanpa kabar dari Noona itu. Kemana dia? Aku meilirik kesekitar kelas, Unnie dari Noona itu juga belum masuk kesekolah.

Aku keluar dari kelas, berjalan cepat menuju kelas Noona itu. Saat sampai didepan pintu kelasnya aku mengedarkan pandanganku. Mencari sosok seseorang yang sangat-sangat kurindukan. Noona bogoshipo..

“Sunbae.” Panggilku pada 2 orang yang kukenal sedang mengobrol dalam kelas itu. 2 orang itu berbalik kearahku, aku segera masuk kedalam menghampirinya.

“Sunbae, apa Yuri Noona tidak masuk sekolah lagi?” Tanyaku. Mereka menggeleng lemah.

“Apa sunbae tau kemana dia?”

“Ya!! Jika kami tau sudah pasti kami akan langsung menemuinya.” Pekik salah satu dari mereka yang terlihat sangat tinggi itu, aku rasa namanya Sooyoung Sunbae.

“Minho, apa Yuri tidak pernah memberimu kabar selama 2 hari ini?” Tanya orang yang satu lagi, aku juga tau kalau yang ini Yoona Sunbae. Aku hanya menggeleng menjawab pertanyaan mereka.

“Jika dia mengabariku, tidak mungkin aku seperti ini mencarinya Sunbae.”

“Ah Youngie, aku khawatir sekali pada Yuri.”

“Aku juga Yoong, ponselnya juga tidak aktif. Kerumahnya juga yang ada hanya pelayan-pelayannya.”

“Sunbae, apa Unnie dari Yuri Noona masih dirawat dirumah sakit?” Tanyaku.

“Ne, Taeyeon Unnie masih dirawat dirumah sakit..”

“Omo Youngie, kita belum menjenguk Taeyeon Unnie. Bagaimana ini?”

“Ah kau benar Yoong, kapan kita akan menjenguknya?”

“Ah bagaimana jika pulang sekolah nanti? Sekalian kita mencari tau keberadaan Yuri.” Usul Yoona Sunbae.

“Bukan hal buruk. Lagian Kyu dan Donghae juga ada latihan basket bukan?” Yoona mengangguk.

“Sunbae, apa aku boleh ikut?” Sooyoung dan Yoona Sunbae menatapku heran.

“Taeyeon Noona itu kan teman sekelasku, jadi tidak ada salahnya aku menjenguknya kan. Hehe.” Jawabku sekenanya. Mereka saling pandang dan kemudian mengangguk.

“baiklah. Dasar namja kecil pencari alasan. Bilang saja ingin ikut mencari Yuri.” Cibir Sooyoung Sunbae.

“Aish Sunbae. Aku ini sudah besar” ucapku seraya mempoutkan bibir.

***

Yuri POV

2 hari terbaring dirumah sakit rasanya benar-benar membosankan. Aku rindu Unnie, aku rindu duo shikshinku, aku rindu.. hmm Umma, dan terlebih aku merindukan Minho. 2 hari tanpa kabar mereka benar-benar seperti hidup didunia ini sendirian, aku mencoba bangkit dari tempat tidur , sedikit susah karna 2 hari ini aku hanya berbaring saja dan perih ya perih. Bekas jahitan benang operasi masih terasa dipinggangku. Aku tidak perduli, aku harus bangun aku ingin melihat keadaan Taeyeon Unnie. Dengan susah payah akhirnya aku bisa berdiri lemah disamping tempat tidur, kutarik tiang infuse mendekat kearahku dan dengan perlahan aku berjalan keluar dari ruangan ini menuju ruangan Taeyeon Unnie. Perlahan kubuka sedikit pintu Taeyeon Unnie, dapat kulihat tubuhnya terbaring lemah bersama Umma yang duduk disampingnya dengan setia untuk menjaganya. Melihat mereka berdua benar-benar memberikan kedamaian untukku tapi juga memberikan kesakitan batin untukku.

“Unnie, apa kau baik-baik saja? Unnie Umma Bogoshipo.” Lirihku dari jauh. Saat ingin menghapus air mata tanpa sengaja aku melihat 3 orang berjalan kearah sini. Itu kan? Youngie, Yoona dannnn  mwo? Minho? Sedang apa mereka kemari. Tanpa pikir panjang aku langsung menyeret tiang infuse dan kemudian dengan langkah cepat bersembunyi dari tempat ini. Ahh appo… Aku meringis memegang pinggangku.

End Yuri POV

Author POV

Yuri bersembunyi ditempat yang agak tertutup dan menatap SooNa dan Minho yang masuk keruangan Taeyeon. Yuri berjalan perlahan mendekati pintu itu lagi dan mengintipnya dari luar.

“Annyeong Ahjumma, bagaimana keadaan Taeyeon Unnie?” Sapa Sooyoung pada  Mrs. Kim. Mrs. Kim berdiri dan tersenyum kearah mereka.

“Annyeong, dia sudah baik-baik saja setelah operasi ginjalnya beberapa hari lalu berhasil.”

“Oh Ya  ahjumma Umma menitip pesan jika dia ada waktu dia akan menjenguk Taeyeon Unnie.” Ujar Sooyoung.

“Ne, Ahjumma mengerti.” Ucap Mrs. Kim seraya tersenyum.

“Umma.. bahkan dengan orang lainpun kau bisa tersenyum seperti itu.” Batin Yuri diluar.

“Hei lihat Taeyeon Unnie sudah bangun.” Heboh Yoona.

“Ya!!Yoong, jangan berisik.” Tegur Sooyoung.

“Taeng kau sudah bangun sayang?” Mrs. Kim langsung menghampiri tempat tidur taeyeon.

“Ne Umma.” Jawab Taeyeon dengan nada lemah.

“Hm lihatlah, ada Sooyoung dan Yoona yang menjengukmu dan juga seorang namja.” Taeyeon berbalik kearah mereka, menatap SooNa dengan tersenyum dan menatap Minho. Mata Taeyeon lama menatap Minho.

“hai Noona.” Ucap Minho yang merasa tidak enak ditatap seperti itu dengan senyuman kakunya. Taeyeon seakan baru tersadar membalas senyum Minho.

“Kau menjengukku juga?” Tanya Taeyeon.

“tentu saja Noona. Mungkin nanti teman-teman yang lain akan menyusul.”

Terjadilah percakapan kecil antara SooNa , Minho juga Taeyeon. Tentu saja mata Minho dan SooNa menjelajah seolah-olah mencari sesuatu.

“Hmm apakah Ahjumma bisa minta tolong menjaga Taeyeon sebentar, Ahjumma ada urusan kantor sebentar, tapi jika kalian ingin pulang. Tidak apa-apa nanti akan ada pelayan yang menjaganya.” Ujar Mrs. Kim.

“Ne Ahjumma, kami akan disini menjaga Taeyeon Unnie.” Jawab Yoona yang disambut anggukan dari Sooyoung dan Minho.

“Oh ya Ahjumma, kemana Yuri? Sudah 2 hari ini dia tidak masuk sekolah.” Tanya Sooyoung. Mrs. Kim nampak bingung menjawab, Yuri menatap sendu kearah Ummanya.

“Yuri? Dia sedang sakit, dia tidak ingin aku memberi tahu kalian semua.”

“Sakit? Kenapa dia tidak ingin bilang kepada kami.” Heran Sooyoung. Minho tertunduk nampak memikirkan sesuatu, rasa khawatir kini menerpa hatinya. Bukan Cuma hatinya tapi juga hati Sooyoung dan Yoona.

“Jinjja Umma? yuri sakit? Ah anak itu, kenapa tidak bilang. Aku merindukannya.” Kini Taeyeon yang memberi suara.

“Kalian tau sendirikan bagaimana Yuri jika sakit? Dia tidak akan mau memberitahu kalian. Sudahlah kalian jangan khawatir dan kau Taeng jaga saja kesehatanmu. Baiklah kalau begitu Ahjumma pergi dulu. Annyeong, Taeyeon jaga diri baik-baik sayang, Umma pergi.” Sebelum pergi Mrs. Kim sempat mengecup singkat kening Taeyeon.

“Hati-hati Umma.” Sooyoung dan Yoona menatap sendu perlakuan Mrs. Kim ke Taeyeon, belum pernah sekalipun Mrs. Kim memperlakukan Yuri selembut itu, walau Yuri tidak bercerita setidaknya 2 yeoja ini dekat dengan Yuri semenjak awal masuk SMA dan sudah sering datang kerumah Yuri.

Air mata Yuri kembali tumpah mengalir dikedua pipinya, saat melihat Ummanya ingin keluar dengan cepat dia bersembunyi lagi.

“Sakit.. Hatiku sakit Umma, sakit.” Yuri kembali menangis memegang dadanya.

“Aku harus kuat.” Yuri menghapus air matanya dan mencoba tersenyum kecil lalu bangkit kembali keruangannya.

***

Malam Hari pukul 21.00 KST

Yuri POV

Sudah malam, pasti Taeyeon Unnie sudah tidur. Umma juga pasti masih dirumah untuk mengambil pakaian, mungkin sekarang kesempatan untuk menjenguk Taeyeon Unnie.

Aku kembali bangkit dan berjalan menuju ruangan Taeyeon Unnie, lorong-lorong rumah sakit ini sudah terlihat sepi. Kini aku sudah sampai didepan pintu ruangan, sebelum masuk aku tadi bertemu dengan pelayan yang diperintah Umma untuk menjaga Taeyeon Unnie dan memintanya untuk mengijinkan aku masuk, dia menyetujuinya, jelas saja dia setuju masa iya dia menolak perintahku? Hehe gini-gini kan aku juga bagian keluarga Kim, dengan perlahan kubuka pintu itu dan menutupnya kembali dengan pelan tanpa mengeluarkan suara berarti. Kulihat Taeyeon Unnie sudah tertidur, aku berjalan dan duduk disamping tempat tidur Unnie. Kusentuh perlahan tangan Unnie.

“Unnie, apa kau sudah baik-baik saja? Bagaimana dengan ginjal barumu?” Ucapku pelan.

“Unnie bogoshipo.”

“Nado bogoshipo dan ginjal baruku terasa nyaman sekali.” Ng? Aku melebarkan mataku karna terkejut mendengar suara itu, dengan perlahan kualihkan padanganku kearah wajah Taeyeon Unnie.

“Ke.. kenapa kau bangun Unnie?” Kagetku. Dia memegang kepalaku dan menepuk-nepuknya pelan.

“Jadi kau ingin Unnie selalu tidur eoh? Nappeun.” Ucapnya dengan nada kesal yang seperti dibuat-buat.

“Anniya Unnie, aku hanya takut jika aku menganggu tidurmu.”

“Kau tidak pernah menganggu Unnie, hm kenapa kau tidak datang selama 2 hari ini? Apa benar kata Umma kau sedang sakit?” Taeyeon Unnie mencoba bangkit untuk duduk, dengan cekatan aku membantunya.

“Aw..” Ringisnya.

“gwenchana Unnie?” Tanyaku khawatir.

“ne gwenchana. Sekarang jawab pertanyaan Unnie.”

“Aku tidak sakit Unnie, hanya saja ada urusan penting yang harus aku selesaikan.” Bohongku. Taeyeon Unnie seketika menatapku tajam.

“Unnie?”

“Aw Appo!!” Ringisku memegang keningku yang baru saja menjadi sasaran sentilan maut Taeyeon Unnie.

“Kenapa Unnie menyentilku?”

“Siapa yang mengajarimu untuk berbohong pada Unnie? Kau pikir Unniemu ini tidak bisa melihat, cepat katakan pada Unnie kau sakit apa? Kenapa kau juga sampai ditahan dirumah sakit ini? Jika kau ingin membohongiku setidaknya kau harus ganti baju rumah sakit itu dan cabut selang infusemu” Omel Taeyeon Unnie panjang lebar, aku hanya bisa merutuki diriku sendiri.

“Cepat katakan saeng, kau sakit apa?” Kini suara Taeyeon Unnie melembut.

“Ini hanya sakit biasa Unnie, 2 hari yang lalu aku dan namja yang aku suka berjalan kaki ditengah terik matahari. Itu membuatku sedikit kekurangan cairan, oleh karna itu Umma membawaku kemari dan aku minta pada Umma untuk menyembunyikannya dari Unnie.” Ntah berapa banyak dosaku padamu Unnie, selalu berbohong.

“Kau itu, kenapa tidak membertitahu Unnie? Jahat sekali.”

“hehe aku tidak ingin membuatmu khawatir Unnie.”

“Pada akhirnya kau tambah membuat unnie khawatir padamu.” Ujar Taeyeon Unnie seraya mencubit kecil hidungku.

“Ya!! Unnie.” Kesalku berpura-pura marah.

“Oh ya tadi kau bilang namja yang kau sukai? Nugu? Kenapa kau tidak cerita pada Unnie?”

“Aku tidak ingin cerita sebelum Unnie menceritakan Hoobae yang Unnie suka.” Taeyeon Unnie nampak tersenyum malu.

“Kau itu, kenapa masih ingat akan cerita Unnie?”

“Tentu saja aku ingat Unnie, sekarang ceritalah.”

“Dia seorang Hoobae dan teman sekelas Unnie, oh ya tadi siang teman-teman sekelas Unnie menjenguk Unnie loh, namja itu juga datang  dan ya ada 2 sahabatmu juga saeng.”

“Jinjja? teman sekelas Unnie datang? Namja itu juga datang? Wahh berarti ruangan ini sangat ramai Unnie?”

“ne, sangat ramai. Mereka datang sekitar 10 orang lebih.” Yahh.. sayang sekali aku tidak melihat namja itu, pasti saat teman-teman Unnie datang aku sudah kembali kekamar.

“Apa Unnie sangat menyukainya?” Tanyaku lagi. Dengan mantap Unnie mengangguk.

“Penasaran sekali siapa namja itu,  bisa Unnie beritahu namanya padaku?”

“Namanya Cho…..”

“Taeng? Yuri? Kalian belum tidur?” Perkataan Taeyeon Unnie terhenti saat Umma baru saja tiba. Aku berbalik, kulihat Umma melirikku dengan penuh tanda Tanya seolah-olah bertanya “apa kau memberitahu tentang ginjal pada Taeyeon Unnie?” Aku hanya membalas tatapan Umma itu dengan sebuah gelengan.

“Ingat Yul, kau hutang cerita pada Unnie.” Bisik Taeyeon Unnie.

“Ne Unnie tenang saja.” Balasku.

“Yuri, kembalilah kekamarmu.” Aku menurut dan ingin segera pergi.

“TungguYul! Umma antarlah Yuri kekamarnya, aku rasa kondisi Yuri masih lemah.” Pinta Taeyeon Unnie, Unnie permintaanmu terlalu membuatku berharap.

“Oh baiklah, kau tunggu Umma disini Ne.” Umma berjalan kearahku dan memegang tiang infuseku.

“Kajja.” Ajak Umma singkat. Aku hanya menghela nafas, kapan kau benar-benar akan menyentuhku Umma?

***

Still Yuri POV

Seminggu sudah aku dirumah sakit ini, dan hari ini aku dan Taeyeon Unnie sudah diperbolehkan pulang. Menyenangkan sekali bukan? Oh ya Duo Shikshin dan juga Minho tidak lelahnya mengirimiku ucapan semoga cepat sembuh dan bertanya dimana keberadaanku. Untung saja aku sudah minta tolong pada Taeyeon Unnie untuk tidak memberitahu si Duo Shikshin itu jika aku berada disini.

Aku menatap layar ponselku, terbaca jelas pesan-pesan dari Minho dan SooNa. Sebenarnya ada 1 hal yang aku penasaran, Minho selalu bilang. “Apa kau sudah melihatnya?” Melihat apa? Setiap aku bertanya, dia hanya membalas “Pokoknya saat kau pulang kerumah kau akan melihatnya.” Nappeun, membuatku penasaran saja.

Minho.. Bogoshipo!  Besok kita akan segera bertemu, Duo Shikshinku, tunggu aku Ne!

=SKIPPP=

Kini aku dan Taeyeon Unnie berjalan menuju pintu rumah kami, kulihat beberapa pelayan menunduk seiring masuknya langkah kami. Umma langsung berangkat kekantor karna ada urusan mendadak.

Aku menggandeng tangan Taeyeon Unnie, saat sudah masuk kulihat beberapa pelayan sedang berkumpul melihat pada salah satu obyek.

“Indah sekali.”

“Ne, ini pasti mahal.” Itulah sahutan-sahutan para pelayan itu.

“Nona kecil pasti akan suka.” Aku melihat kearah Taeyeon Unnie, Taeyeon Unniepun menatapku penuh tanda Tanya. oh ya!! Aku baru ingat jangan-jangan itu yang dimaksud Minho.

“Apa yang sedang kalian lihat?” Tanya Taeyeon Unnie yang membuat seluruh pelayan itu menengok kebelakang dan betapa terkejutnya mereka saat melihat kami. haha itulah kalau kalian asik ngerumpi, Majikan datang tidak tahu kan? Untung tidak ada Umma.

“Anni Nona, kami hanya melihat sebuah miniatur namja dan Yeoja yang saling berpelukan, miniatur itu terbuat dari batuan yang menyerupai kaca Nona. Seorang namja muda dan beberapa orang mengantarnya kemari, tapi dia hanya menuliskan nama tanpa memberitahu kepada siapa ini diberikan, hanya ada tulisan ‘Noona Kim.” Ucap salah satu dari mereka? Miniatur? Jangan-jangan… (Ko jadi kaya film dil hai tumhara ya? nehi nehi, tenang aku bukan plagiat cerita itu , cuma ceritanya ngalir jd begini  -,- )

Aku berjalan maju mendekati sesuatu yang dibicarakan oleh pelayan itu, sesuatu yang masih tertutup kain, tinggi benda itu hampir sama dengan anak berumur sekitar 10 tahun, lumayan tinggi dan ditaruh diatas sebuah meja bundar. Dengan hati-hati aku membuka kain itu dan betapa kagumnya diriku saat melihat benda itu jelas didepan mataku. Sebuah miniatur seorang namja dan yeoja saling berpelukan mesra dengan ciri-ciri namja itu berambut pendek, haha aku tau ini seperti rambut Minho dan Yeoja itu? berambut panjang. Jadi dia Yeoja dan Namja itu ibarat aku dan dia? Maksudnya seperti itu? Jadi ini yang dia maksud? Kulihat tulisan indah dibagian dasar miniatur itu yang menjadi penopang berdirinya 2 orang dalam miniatur itu.

“GET WELL SOON MY NOONA KIM. I MISS YOU. ”

“Choi Minho”

Aku tersenyum bahagia melihat tulisan itu, dasar nappeun. I Miss You Too. Aku mengelus miniatur itu, indah .. ya sangat indah, semoga cinta kita juga akan seindah ini chagi. Aku berbalik dan tanpa sengaja mataku memandang Taeyeon Unnie yang nampak kagum melihat miniatur ini, dia berjalan mendekatiku, aku menyambutnya dengan senyum mengembang.

“Unnie aku sanga..”

“Yul!! Apakah dia benar-benar merindukanku? Huahh bagaimana dia tau alamat kita?” Aku memandang Taeyeon Unnie heran. Apa maksudnya?

“Yul.. Kau tau? Dialah orangnya.. dialah namja yang Unnie suka.. Kau lihat? Dia merindukan Unnie.” Girang Taeyeon Unnie. Aku melebarkan mataku mendengarnya.

“Maksud Unnie, orang itu Choi Minho?” tanyaku tak percaya, ya Tuhan semoga bukan.. Tolong katakan bukan Unnie. Tapi harapanku tinggalah harapan, setelah melihat anggukan Unnie, tahu sudah diriku siapa namja yang disuka Taeyeon Unnie.

“Aku mencintainya Yul, aku bukan hanya sekedar menyukainya tapi aku mencintainya, ahaha aku gila mencintai seorang hoobae yang merupakan teman sekelasku.” Jeder!!! Bagai tersengat listrik jantungku saat mendengar perkataan Taeyeon Unnie, Tuhan jangan kau bilang aku harus mengalah lagi akan hal ini. . .

  TBC

 

3 huruf paling indah untuk para readers hadir lagi.. hahaha.. gimana part 2 nya? ga da feelnya? makin gaje? ahh gpp lah.. :’) yuk kabur ^^

Tagged: , , , , ,

31 thoughts on “Why Umma? (PART 2)

  1. Mithaaa Desember 3, 2012 pukul 11:57 am Reply

    😥 sedihhhh bgt bgt bgt😥

    Ditunggu part selanjut’a

  2. justyurisistable Desember 4, 2012 pukul 3:18 am Reply

    sedih bgt si ceritanya.. ummanya yuri jahat bgt,,, aq jd sebel..
    penasaran sama kelanjutannya..🙂

    • yuuripico26 Desember 6, 2012 pukul 9:25 am Reply

      iya.. :’)
      jgn sebel2 ya😛
      di tunggu part slanjutnya ^^

  3. whe_wee Desember 4, 2012 pukul 5:10 am Reply

    wuahh lg serius” TBC …., yul eonn kecian banged!!!
    next part ….jngn lm” y chingu ^ , ^

    • yuuripico26 Desember 6, 2012 pukul 9:26 am Reply

      TBC nya indah kan?😛
      banget😥 sip d usahain ga lama kok ^^

  4. Rositaemin^^ Desember 10, 2012 pukul 6:29 am Reply

    Eommanya gak adil gitu TT.TT
    Tapi Mino harus sama Yul ya thor *maksa !!
    Semangat bikin lanjutannya yaa thor !! Tapi jangan lupakan WW😀

    • yuuripico26 Desember 10, 2012 pukul 11:00 am Reply

      hehe ia nih ga adil eommanya.. :’) hehe insyaAllah.. . gomawobwt smangatnya ^^ pasti ga d lupain mah klw WW😛

  5. kwonwonhi Desember 15, 2012 pukul 3:58 am Reply

    NYESEK, THOR !
    SUMPAH~
    OMONA~ GAK NAHAN! #capsjebol

    • yuuripico26 Desember 16, 2012 pukul 2:01 am Reply

      haha caps nya jga ga nahan😛

  6. NN Januari 1, 2013 pukul 1:56 pm Reply

    tinggalin jejak

  7. Karin Januari 6, 2013 pukul 1:45 am Reply

    Bagus!! (Y) cetar membahana badai tralala trilili

    • yuuripico26 Januari 8, 2013 pukul 10:28 am Reply

      haha.. ga pake halilintar? wkwk gomawo ^^

  8. rina Januari 7, 2013 pukul 10:36 am Reply

    yul unnie ,,,harus semangat dan jangan mau kalah

  9. Fajriea kamaliah Januari 8, 2013 pukul 2:58 pm Reply

    Aish .. Thor nice FF .. Tpi taeng oen GRan bgt dah .. ,,
    next ya thor

    • yuuripico26 Januari 9, 2013 pukul 3:58 am Reply

      hehe gomawo ^^
      yuk d next.. dh ada lanjutannya kok😄

  10. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 12:48 pm Reply

    huwa taeng kenapa juga suka minho. Hadeh kesian yuri eyy

  11. sela Februari 28, 2013 pukul 12:42 pm Reply

    mmm…
    menyedhkan sekali sih hidup.a yuri..

    mengapa dia harus selalu mengalah..

    hiks hiks..

  12. 신하린 Maret 15, 2013 pukul 8:30 pm Reply

    Sudah diduga..Wah Minho babo kenapa ga nulis nama Kim Yuri?Taeyeon jadi geer..

  13. eni enooy Mei 3, 2013 pukul 7:20 am Reply

    ya ampun yuri eonnie sampai kapan dia menderita? -.-‘ kenapa taeyon harus suka sama minppa T.T

  14. hikmah Mei 5, 2013 pukul 9:23 am Reply

    sedih ngebaca cerita.a smpe aku pun ikut menangis ,,,
    kshan banget yuri udah ga disyang oleh umma ditambah lg taeyeon cinta sm minho

  15. Sara Desember 12, 2013 pukul 6:57 am Reply

    Taeng,aku harap kamu mau merelakan Minho.

    udah cukup kamu nerima lerlakuan istimewa,ginjal dari yuri.Jangan rebut Minho

    Tolong

  16. Fina Januari 24, 2014 pukul 9:09 am Reply

    Hiks…hiks… Aku beneran nangis ni bacanya.
    Sedih bgt.
    Ya ampun ni ff keren bgt. Mampu membuat si pembaca nya ikut sedih dan emosi dngan alur cerita nya. Pokok nya keren bwt author.

  17. fina Januari 24, 2014 pukul 1:28 pm Reply

    baca ff ini sambi mendengarkan lagu ayumi hamasaki dearst.
    tambah sad.

    • yuuripico26 Januari 26, 2014 pukul 3:35 am Reply

      ia lagunya jleb banget T.T dearest unnie hehe

  18. Park Ahra Februari 7, 2014 pukul 5:33 pm Reply

    Pas baca juga aku kira mirip sama film india itu wkwk seru thor seru, makin sedih aja yuri masa iya harus ngalah sama taeng lagi

    • yuuripico26 Februari 9, 2014 pukul 10:33 am Reply

      hehe mirip ya? :p mian😉 tp selain itu beda kok😀

  19. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 6:26 am Reply

    jeleger.. petir di siang bolong😀
    nyesek banget yul disini, hahhh taetae juga cinta minho. tapi yul nti tetep mempertahankan yeayyyy

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: