Weird Wedding (PART 11)

Minyul

Tittle : Weird Wedding (PART 11)

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri &Choi Minho.

Other : Im Yoona, Lee Donghae, Yesung, Krystal

Lenght : Chaptered

Ratting : PG-15

Genree : Unknow.

Annyeong.. Mianhae lama bru bisa post part 11 nya.. dan mungkin slanjutnya jga akan lama lagi dan lama lagi.. ^^

ga bosan2 nya aku ingatin.. READERS YANG BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK.. 

Hm.. mianhae kalau makin gaje.. yuks mulai..

“TYPO IS AN ART OF WRITING”

“Hm jika dia bahagia apa salahnya? Aku bukan tipe orang yang merebut dengan kasar. Dan setelah mengetahui Yuri hamil kemarin, saat itu jugalah aku merelakannya bersama Minho.” Yuri tersenyum mendengar jawabanya Yesung dan Yoona hanya bisa menatap kagum pada yesung.

“Karna dia hamil? Baiklah sebentar lagi kau akan mendengar berita kegugurannya Yeoja itu.” Ujar Krystal dengan penuh ancaman dan ingin berjalan keluar dari ruangan itu. Yoona dan yuri segera ingin pergi tapi sayang krystal sudah melihatnya. Lama Yuri dan Krystal saling tatap. Sampai akhirnya. . . .

 

                                                                 WW_11

 

“Oh jadi kalian menguping pembicaraanku tadi?” Sinis Krystal.

“Kau.. apa kau tidak bisa melihatku tenang huh’?” Ucap Yuri tak kalah sinisnya.

“Tentu saja tidak bisa, yang bisa membuatku tenang ketika melihatmu kehilangan bayimu.” Ujar Krystal dengan nada berbisik pada Yuri. Yoona ingin marah tapi segera ditahan Yuri.

“Untuk apa kau menghilangkan bayiku ? Apa kau pikir dengan kau menghilangkan bayiku ini Minho akan kembali padamu?”

“Kau!” dengan kasar krystal mendorong kuat tubuh Yuri.

 

BRUGHHH

 

Tubuh Yuri sukses menyentuh dinding dengan keras.

“YUL!!!” Teriak Yoona khwatir dan segera ingin mendatangi Yuri yang nampak kesakitan. Tapi, tanpa diduga krystal mengambil sebilah pisau diatas meja kecil dan…

 

ZETTT (ahaha suaranya, au deh )

 

Yoona segera terduduk, meringis menahan perih dilengannya akibat sabetan pisau dari krystal.

“Ahhkk.” Yuri pun tak kalah meringisnya dengan yoona, dengan wajah penuh keringat Yuri memegang perutnya.

“Appo!! Minho-ya!” teriak Yuri.

“Hei!! Apa yang kau lakukan pada Yuri!!” bentak Yesung yang baru saja keluar dari kamarnya dan tanpa ampun krystal yang seperti kerasukan setan pun menyabetkan pisau itu kelengan Yesung juga, tapi Yesung dapat menghindar mundur. Krystal yang tau dia tidak berhasil melukai Yesung segera mendekati Yuri yang sedang kesakitan itu dan menodongkan pisau tepat dileher Yuri.

“Kau gila! Jangan sentuh Yuri!” Teriak Yesung yang perlahan ingin maju menyelamatkan Yuri, tapi langkahnya terhenti saat krystal makin memperdekat pisaunya keleher Yuri.

“Kau maju, saat itu jugalah kau ucapkan selamat tinggal pada Yeoja ini juga pada bayinya!”  Ancam Krystal.

“Hei!! Kau gila!! Lepaskan dia, kau benar-benar tidak punya hati.” Pekik Yesung.

“Yoong… ahkk yoong!! Yesung Op … pa cepat hentikan pendarahan dilengan Yoona!!” Teriak Yuri sambil menahan sakit di perutnya. Yesung melirik kearah Yoona dan benar saja darah sudah membanjiri lantai tempat yoona menahan sakit.

“Ah Yoong kau tidak apa-apa?” Tanya Yesung khawatir menghampiri Yoona.

“Oppa, selamatkan yuri oppa. Jebal..” Yoona dengan wajah pucatnya mencoba menahan sakit ditangannya. Yesung nampak bingung, dia harus memilih yang mana. Menyelamatkan Yoona seperti yang dikatakan Yuri apa menyelamatkan Yuri tapi nyawa Yuri terancam jika dia menyelamatkannya.

“Yuri!! Apa yang terjadi?” Ujar Minho yang baru saja tiba dengan mimik wajah khawatir melihat Yuri duduk meringis menahan sakit dan disebelahnya terdapat krystal dengan  tajam menatapnya  sambil memegang pisau tepat dileher Yuri.

“Maju atau kau akan melihat anae serta anakmu pergi.” Ancam krystal.

“Apa yang kau lakukan Hei!! Lepaskan anaeku!” pekik Minho.

“Yoona!!” Histeris Donghae saat melihat Yoona dipangkuan Yesung bersimbah darah, dengan cepat Donghae menghampiri Yoona.

“Donghae-ssi, aku minta tolong bawalah Yoona cepat!! Bawa dia kerumah sakit didekat Villa ini.. Cepat!!” Titah yesung panik seraya melirik Yuri yang semakin lemah. Dengan cekatan Donghae menggendong tubuh Yoona dan berlari membawa Yoona kerumah sakit terdekat.

“Lepaskan Yuri!!” Teriak Minho emosi.

“Oppa !! Aku tidak akan melepaskannya Oppa, karna yeoja ini kau meninggalkanku kan Oppa. Karna yeoja ini kan!!!” ucap Krystal dengan nada tinggi.

“Yuri tidak tau apa-apa tentang ini! Aku meninggalkanmu karna kesalahanmu sendiri.! Lepaskan anaeku lepaskan!!” Bentak Minho seraya berjalan maju,

“AHKKKK!! APPO!!” ringis Yuri saat ujung pisau krystal sedikit tertusuk keleher jenjang Yuri.

“Semakin kau mendekat Oppa, semakin dalam pisau ini akan tertanam dileher yeoja ini! Jangan mendekat Oppa jangan.”  Minho menghentikan langkahnya.

“Kau jangan berani menyakitinya.” Ucap Minho mencoba menahan emosinya walau dia sendiri tidak dapat menahannya.

“Tidak Oppa tidak, aku hanya ingin menyingkirkan Yeoja ini oppa. Aku tidak ingin ada yeoja lain yang memilikimu selain aku!!” Krystal menangis ketika mengatakan itu.

“Tapi bukan seperti itu caranya.” Yesung ikut memberi suara.

“Yeobo.. Appo.” Suara Yuri mulai melemah, Minho menggenggam kuat tangannya.

“lepaskan Yuri! Kau sudah menyakitinya krystal!! Lepaskan!!!” Emosi minho benar-benar meledak sekarang.

“kalau kau terus berteriak padaku, aku akan benar-benar membunuhnya oppa!! Kau  harus tau bagaimana aku mencintaimu Oppa, aku dan namja itu hanya sebatas berteman!!”  Yesung menatap tajam krystal. Hatinya benar-benar tak tega melihat Yuri yang sudah sangat pucat menahan sakit.

Saat Krystal sibuk memberi penjelasan pada Minho, Yesung segera menerkam (?) Merebut pisau itu dari tangan Krystal. Minho yang melihat itu segera mendorong kuat tubuh Krystal menjauh dari Yuri dan segera mengambil alih Tubuh Yuri yang sudah lemah itu.

“Mwo? Darah? Darah!!” Pekik Minho saat darah segar mulai mengalir dari paha Yuri. Krystal nampak takut melihat itu.

“Kau!!” Yesung terlihat geram dan segera menodongkan pisau itu tepat diwajah krystal.

“Yuri!! Bangun chagi bangun!!” Minho menepuk-nepuk pipi Yuri.

“Yeobo!! sadarlah. Yeobo!!” Minho semakin panik saat Yuri tak bangun-bangun. Minho segera meletakkan pelan tubuh yuri dan berdiri mendekati krystal.

 

PLAKK!!

 

Yesung melebarkan matanya dengan apa yang dilakukan Minho. Begitupun Krystal yang kaget sambil memegang pipi kanannya yang memerah itu.

“Jika terjadi sesuatu pada anaeku, lihat akibatnya!!”  Ancam Minho. Krystal terlihat ketakutan dengan ucapan Minho. Minho kembali ketempat Yuri dan menggendong tubuh Yuri.

“Yesung-ssi, tunjukan aku dimana rumah sakit terdekat disini. Kajja!”  Panik Minho.

“Ah Kajja. Ikuti aku.” Yesung segera bergegas menunjukan jalan untuk Minho, tapi sebelum pergi Yesung sempat berpesan pada penjaga Villa untuk mengusir Krystal.

 

***

 

Minho mondar-mandir tepat didepan ruang bersalin, saat membawa Yuri ke UGD dokter segera merujuk Yuri keruang bersalin karna pendarahan tadi disebabkan oleh benturan keras ditubuhnya bisa mengakibatkan bahaya pada bayinya.

“Minho-ya, duduklah.” Tegur Donghae.

“Tenanglah Minho.” Yoona yang bersandar di punggung Donghae pun memberi suara.

“Aish aku mana bisa tenang jika begini, terlalu menakutkan hyung!! Noona!” Histeris Minho seraya mendudukan diri disamping Donghae.

“Setidaknya kau harus tenang dulu Minho-ya, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa pada Yuri.” Hibur Donghae. Yesung terduduk lesu dikursi tak jauh dari tempat Minyoonhae.

“Minho-ya, Yuri itu yeoja yang kuat. Dia pasti tidak akan apa-apa dan akan berusaha untuk mempertahankan bayinya.” Yoona dengan suara lemahnya ikut mengibur Minho. Minho mengehela nafas panjang dan meremas-remas tangannya kuat, rasa khawatirnya benar-benar menjadi saat melihat darah Yuri mengalir ditangannya tadi.

“Hyung. Noona.. apa  yang akan terjadi pada anaeku, terutama anakku. Apa yang akan terjadi, aku benar-benar khawatir.”  Minho menatap lurus pintu ruang bersalin yang masih tertutup rapat itu.

“Tenanglah Minho. Aku yakin, yuri tidak akan kenapa-kenapa.” Sahut Yoona.

“tapi Noona, Dr. Kim pernah bilang jika kandungan Yuri lemah. Aku takut noona aku takut!!” Minho makin terlihat frustasi.

“tenanglah bocah tengil, kau cukup duduk tenang dan berdoa.” Donghae mencoba menepuk-nepuk punggung Minho. Minho seakan tersadar oleh sesuatu dan segera bangkit dari duduknya.

“Hyung.. Noona Gomawo.. jika tidak ada kalian aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Yuri.”

“Tidak usah dipikirkan Minho, kau berterimakasihlah pada Yesung. Jika tidak ada dia mungkin Krystal sudah membunuhku dan Yuri tadi.” sahut Yoona. Minho melirik sekilas ke Yesung dan kemudian berdiri.

“Hyung! Tolong kalian tetap berada disini, aku… aku ada urusan sebentar.” Ujar Minho dan segera berlari meninggalkan tempat itu. Donghae melirik yoona bingung, sedangkan Yoona hanya bisa mengangkat bahu lemah dan makin menyandarkan dirinya kepunggung Donghae.

 

***

 

“Ya!! Aku bisa keluar sendiri, tanpa kau tarik-tarik seperti ini!!” Bentak Krystal pada penjaga Villa yang menariknya keluar beserta koper besarnya.

“Cepat!! Kau benar-benar menyusahkan.” Sinis Penjaga Villa itu.

“Ish!! Aku bisa jalan sendiri.”

“Lepaskan dia.” Penjaga Villa menatap orang yang berbicara itu, begitupun Krystal.

“Oppa?” Kaget Krystal. Ketakutannya tiba-tiba muncul seketika itu juga wajah Minho yang benar-benar menunjukan kemarahan dapat membuat Krystal gugup.

“Tapi.. Tuan Kim memintaku untuk menyeret dia keluar Tuan.” Ujar Penjaga Villa itu ramah pada Minho.

“Gwenchana ahjussi, lepaskan dia. Biar aku saja yang menyeretnya keluar.” Jawab Minho, tanpa menunggu persetujuan dari penjaga Villa Minho langsung menarik kasar tangan Krystal dan membawanya keluar.

“Ahh Oppa. Appo!!” ringis krystal. Minho tidak menggubrisnya dan terus membawa krystal menjauh dari Villa itu.

 

BRUGG. Minho dengan kasarnya menjatuhkan tubuh krystal ketanah.

 

“Oppa? Kenapa kau tega melakukan ini padaku oppa?” Tanya Krystal tak percaya.

“Kau Tanya mengapa aku tega? Itu karna kau!!” Bentak Minho.

“Kau.. Jika terjadi sesuatu pada Yuri apa kau bisa bertanggung jawab huh’? kau bermain dengan nyawa 2 orang penting dalam hidupku Krystal!!!!” Marah Minho sejadinya.

“Oppa…”

“Aku mohon krystal aku mohon, jika kau ingin menyakitiku silahkan. Tapi jangan kau sentuh anakku juga aneku!!”

“Oppa!! Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaan ku Oppa? Kita menjalin hubungan 3 tahun kenapa kau melupakanku secepat itu oppa?”

“Itu semua akibat perbuatanmu sendiri bukan? Kau yang mengkhianatiku, apa kau tidak pikirkan bagaimana kita membangun cinta kita selama 3 tahun? Bahkan kau tega menduakanku!! Aku tidak akan bisa hidup dengan dengan Yeoja yang tidak menghargaiku sebagai namja.” Jelas Minho tepat didepan wajah krystal.

“Tapi oppa, apa Yuri tidak seperti ku huh’? Dia bahkan dekat dengan Namja yang mempunyai Villa itu. Apa dia juga bukan menduakanmu?” Minho terdiam, berbagai pemikiran bermunculan dikepalanya.

“benarkan Oppa apa yang aku bilang? Yuri itu bukan yeoja baik-baik Oppa.. ceraikan saja dia, toh anak yang dia kandung belum tentu anak Oppa kan?”

 

PLAKK!! (Lagi?)

 

“jaga omonganmu tentang anaeku!! Sekarang kau pergi dan jangan ganggu kehidupanku lagi. Jika kau ingin aku tetap mengenalmu, aku harap kau hargai permintaanku itu.” Minho segera pergi meninggalkan Krystal yang terdiam mematung memegang pipi kirinya yang menjadi sasaran tamparan keras Minho. Bulir-bulir airmata mengalir dipipinya.

“Oppa, aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. baik mungkin sekarang aku kalah Oppa. Aku kalah oleh yeoja babo itu. Tapi.. siapa yang tau kejadian mendatang?” Krystal menghapus kasar airmatanya dan bangkit, dengan langkah gontai dia menyeret kopernya meninggalkan tempat itu.

 

***

 

Minho POV

 

Dengan lesu aku berjalan mendekati Yoona dan Hae Hyung, Yoona terlihat lelap dipunggung Hae Hyung Sedangkan Hae Hyung dengan setia menunggu didepan pintu bersalin, namja anehpun sama dia masih betah duduk disana. Hmm perkataan krystal tadi? apa benar? Ya aku tau Yuri memang dekat dengan namja aneh ini tapi tentang anak itu? Hei!! Yuri hanya pernah tidur bersamaku, aku yakin itu karna aku sudah membuktikannya bukan?

“Minho-ssi kau sudah datang?” Aku tersadar dari pemikiranku saat Yesung menegurku.

“Ah Ne.. apa dokter sudah keluar?” Tanyaku. Dia menggeleng. Ah kenapa lama sekali Tuhan, Aku duduk disamping namja aneh ini.

“Yesung-ssi?” Panggilku

“Hm?”

“Apa kau dan Yuri sangat dekat?” Tanyaku. Dia terdiam nampak berpikir sebelum menjawab pertanyaanku.

“Kami dekat, bahkan sangat dekat. Tapi itu hanya sekedar oppa dan Dongsaeng.” Jawabnya.

“Apa kau pernah mencintai Yuri?”

“Pernah. Tapi kau tenang saja minho-ssi, aku tidak akan merebutnya darimu. Dia hm aku rasa dia mencintaimu.” Aku terdiam. Benarkah yang dibilang namja ini?

“Kau juga mencintainya bukan?”

“hah? aku?” Tunjukku pada diriku sendiri, dia mengangguk.

“Tentu saja aku mencintai anaeku.” Jawabku dengan nada sombong.

“kalau begitu jagalah dia, jadilah nampyeon yang baik untuknya.” Ujarnya Bijak. Ng? jadi seperti ini orang yang aku cemburui? Ternyata dia tidak pernah berusaha merebut anaeku. Ah Choi Minho pabo-ya!

“kenapa kau jadi bijak sekali. Tanpa kau bilang pun aku memang akan menjaga anaeku.”

“haha , tapi minho-ya? Bisakah kau biarkan aku tetap berteman dengan Yuri?” Pintanya. Aku nampak berpikir, sebenarnya ini bukanlah permintaan sulit. Toh namja aneh inilah yang menolong Yuri tadi kan?

“Kalau tidak boleh, aku akan pergi. Annyeong.” Namja aneh ini bangkit dan ingin segera pergi.

“tunggu!!” tahanku. Dia berbalik dan menatapku.

“Tentu saja boleh dan gomawo.” Ujarku dengan senyuman cool -,-.

“Cheonma. Oh ya aku harus mengurus sesuatu, tolong sampaikan salamku pada Yuri. Annyeong.” Jawabnya , lalu menjauh ntah kemana.Aku menatap punggung Namja aneh itu yang semakin menjauh dan menghilang.

“Aku yakin kau orang baik, tapi tetap saja kapan-kapan aku bisa kembali cemburu padamu.” Batinku.

Selang beberapa menit.

 

Kreetttt. (pintu dibuka)

 

“Tn. Choi.” Panggil Dokter itu, aku segera berlari menuju dokter tersebut.

“Bagaimana Dok?” tanyaku khawatir. Rasa khawatir yang sedikit berkurang tadi kini seakan terkuak lagi.

“Dokter? Bagaimana Yuri dokter? Apa dia dan bayinya tidak apa-apa?” Tanya Yoona yang rupanya sudah ada disampingku.

“Noona, sebaiknya kau jangan banyak gerak dulu. Luka dilenganmu masih basah.” Nasehat Hae Hyung yang ada disamping Yoona untuk memapahnya. Hm perhatian sekali, jangan-jangan..

“Gwenchana Oppa.”

“hm Tn. Choi. Untung saja anda cepat membawa anae anda kemari.” Aku menatap dokter itu dengan serius. Ah situasi seperti ini sangat tidak tenang.

“Bagaimana dok? Anae saya gimana? Anak saya? Pedarahannya?”

“Tenang dulu Tn . Choi , setelah pendarahan hebat tadi. Kami berusaha sebisanya untuk menghentikan pendarahan itu dan menyelamatkan bayi dan Ummanya. Hm…” Wajah dokter itu kini menjadi serius. Ya Tuhan ada apa? Yuri kenapa?

“Lalu dokter? Hei!! Jangan membuatku semakin khawatir.” Aku semakin tak sabar menunggu penjelasan Dokter ini.

“Sabarlah namja tengil.” Bisik Hae Hyung.

“Pendarahannya kini sudah berhasil dihentikan dan bayi kalian. Alhamdulillah juga selamat.” Ujar Dokter bersalin ini dengan senyuman kecil.

“Oh syukurlah.” Legaku

“tapi. . kandungan Mrs. Choi sangat lemah sekarang. Aku sarankan kau terus menjaganya dan jangan membuatnya depresi.” Jelas Dokter itu. Aku mengangguk mengerti.

“Baik dokter.”

“baiklah kalau begitu temuilah dia, aku akan kembali keruanganku. Annyeong.” Ujar Dokter itu seraya menepuk-nepuk punggungku sekilas.

“ne dokter.. Gomawo.”

 

Kini aku dan Hae hyung beserta Yoona masuk kedalam ruangan untuk menemui Yuri. Kulihat tubuh lemahnya berada diatas tempat tidur dengan mata tertutup. Kulangkahkan kakiku menuju tempat tidurnya, kutarik kursi dan aku duduk tepat disamping tempat tidurnya. Aku mencoba mengelus wajahnya, wajah anaeku, Seorang Yeoja yang sekarang mengandung anakku. Aku tidak tau, mungkin aku sudah mulai mencintainya? Setidaknya jika ini bukan cinta aku tidak ingin kehilangannya.

“Tenang sekali jika sudah melihat wajah Yuri yang tenang itu.” Ujar Yoona noona memecah keheningan.

“Ne. Ntah apa yang akan terjadi jika bocah tengil ini terlambat membawa Yuri.” Kini Hae Hyung yang memberi suara. Memang benar apa yang dikatakannya, aku tidak pernah membayangkan bagaimana jika aku terlambat membawa Yuri kesini, bagaimana jika Namja aneh tadi tidak merebut pisau dari krystal. Gomawo namja aneh. Kuelus lagi wajah Yuri, dapat kuarasakan wajah Yuri sedikit bergerak.

“Hyung! Noona lihatlah Yuri bergerak.” Kagetku.

“Ya!! Bocah tengil jangan berisik, kau pikir dirumah sakit ini tidak ada pasien lain?” Ketus Hae Hyung.

Perlahan-lahan mata Yuri membuka, kulihat dia mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha menetralisir penglihatannya.

“Yoona? Kau tidak apa-apa Yoong?” Ujarnya masih dengan nada lemah. Ah aku baru ingat Yoona noona juga bukannya tadi terluka? Aku berdiri mencoba memberi ruang untuk Yoona berdiri didekat Yuri.

“Ne gwenchana Yul. Aku tidak apa-apa.” Jawab Yoona noona seraya mengelus pelan kepala Yuri, nampak sekali jika dia menyayangi Yuri.

“tapi tadi darah dilenganmu?” Yuri mencoba menyentuh perban yang melilit rapi dilengan Yoona.

“Ini? Sudah tidak berdarah. Hanya luka kecil Yul.”

“Ah syukurlah, Mwo? Darah? Yoong? Tadi pahaku berdarah kan? Katakan padaku apa yang terjadi pada bayiku?” Yuri yang semula tenang mulai terlihat ketakutan.

“Yul tenanglah Yul.” Yoona Noona mencoba menenangkan Yuri.

“Yeobo tenanglah, bayi kita tidak apa-apa.” Kini aku ikut menenangkannya, kupeluk erat tubuhnya mencoba memberi ketenangan untuknya. Yoona Noona berdiri dan menempatkan dirinya disebelah Hae Hyung.

“Apa yang kau katakana tadi benar? Bayi kita tidak apa-apa?” Tanyanya didalam pelukanku.

“Ne tidak apa-apa.” Jawabku.

“Yeobo.. Aku takut..” Yuri melingkarkan tangannya dipinggangku. Aku  hanya bisa mengeratkan lagi pelukanku.

“Jangan takut, aku.. aku akan selalu menjagamu juga anak kita. Aku janji.” Ujarku. Oh Tuhan mungkin benar kata Hae Hyung dulu, Aku akan mencintainya.

“kau harus berjanji menjagaku.” Aku melepaskan pelukanku dan menatap matanya lurus.

“Aku janji Yeobo.” Kukecup singkat keningnya, dia tersenyum.

“Kau harus pegang janjimu itu.” Ucapnya.

“Ehem, sepertinya kita menjadi penganggu disini Chagi.” Aku membalikan pandanganku. Chagi? Oh rupanya..

“Ne Oppa, kajja kita keluar.” Ajak Yoona noona dengan nada menggoda.

“Tunggu!!” Panggilku mereka menghentikan langkahnya.

“Hyung, Noona gomawo.” Ujarku lembut. Donghae Hyung hanya mengangkat jempolnya sedangkan Yoona noona tersenyum dibalik wajah pucatnya itu.

“Hae Oppa gomawo, Yoong kemarilah sebentar.” Yuri membentangkan tangannya bermaksud meminta Yoona memeluknya. Yoona tersenyum dan langsung menghambur memeluk Yuri.

“Gomawo Yoongie gomawo. Mianhae telah membuatmu terluka tadi.” Kulihat Yuri menangis, aku diam menyaksikan kedua sahabat ini saling berpelukan.

“Cheonma Yul. Gwenchana, hei! Kau tau kan? Aku Yoona yang kuat, jadi luka sekecil ini saja tidak bisa membuatku kesakitan.” Sombong Yoona Noona, aku tersenyum mendengarnya begitupun Yuri. Cocok sekali sifatnya dengan Hae Hyung, narsis dan sok kuat. Mungkin Yoona memang kuat, tapi hae hyung? Huh aku ragu. Tapi untuk sikap kesetiakawanannya mereka sama persis.

“Kalau begitu, pergilah Yoong. Kau harus istirahat wajahmu pucat sekali.” Yuri mengelus lemah wajah Yoona Noona dengan tangannya yang terpasang selang infuse. Yoona Noona mengangguk.

“Kau juga harus istirahat, jaga calon keponakanku didalam sana.”

“Ne pergilah, pasangan baru harus banyak menghabiskan waktu bersama.” Aku terkekeh mendengarnya. Yoona Noona melebarkan matanya.

“Pasangan baru? Bagaimana kau tau Yul?”

“Kau pikir aku tidak tau? Chagi? Tadi Hae Oppa memanggil mu seperti itukan.” Yoona Noona hanya tersneyum malu, kutatap Hae Hyung yang sepertinya salah tingkah dan berpura-pura tidak melihatku. Haha dasar!!

“Baiklah kalau begitu kami pergi dulu ya.” Pamit Hae Hyung dan langsung membantu Yoona Noona berdiri lalu memapahnya keluar.

“trerereret.. Pengantin baru berjalan menuju pintu keluar.” Godaku mengikuti apa yang dulu pernah dia katakan padaku.  Hae Hyung berbalik menatapku tajam.

“Awas kau.” Sinisnya. Aku hanya tersenyum evil memandangnya, itulah yang kukatakan sebagai hari pembalasan Hyung.

Selepas kepergian Hae Hyung dan Yoona noona aku mendekatkan lagi diriku ke Yuri.

“Oppa.. Apa kau sudah makan?” Tanyanya lembut, mwo? Dia menanyaiku?

“Aku tidak lapar, hm apa keadaanmu sudah membaik?” Aish kenapa rasanya menjadi canggung.

“Ne, apa krystal masih ada di villa?”

“Tidak dia sudah pergi, aku.. sudah mengusirnya tadi.”

“Jinjja? kau mengusirnya? Tega sekali. Dasar namja dingin.” Sinisnya. Mwo? Dia mengataiku tega?

“Tega? Tentu saja tidak, dialah yang tega menyakiti 2 orang penting dalam hidupku.” Aku langsung menutup mulutku. Pabo Pabo Pabo!!

“Apa tadi kau bilang?” Tanyanya. Ahh matilah, aura-aura nya dia ingin memarahiku lagi.

“Anni.” Jawabku singkat. Dia menggembungkan pipinya.

“Ulangi.” Pintanya. Aish

“Ulangi ? tidak ada yang perlu diulangi.” Kataku. Dia mendengus dan memalingkan wajahnya.

“Baiklah baiklah… dialah yang tega menyakiti 2 orang penting dalam hidupku.” Ucapku akhirnya. Ah bodo.. Biarkan saja. Dia langsung berbalik dan menatapku.

“Jadi aku termasuk orang yang penting dalam hidupmu?” tanyanya, aku mengangguk.

“Jinjja?” Kulihat mimik gembira terpancar dari wajahnya? Hm? Apa dia senang dengan ucapanku tadi?

“Ne. Aish kenapa kau bertanya terus.” Ketusku. Dia hanya menggeleng dan tersenyum.

“Hm, kenapa lelah sekali.” Kulihat dia mulai memperbaiki posisi tidurnya dan memejamkan mata.

“Namja dingin? Kau tidak lelah.” Tanyanya masih dengan mata terpejam.

“Anni, aku akan menjagamu tidurlah.”

“Kau juga harus tidur. Aku tidak ingin kau kelelahan hanya karna menjagaku.” Dia mulai membuka matanya dan menatapku.

“Jika kau sudah tidur aku juga akan tidur.”

“Tidak mau, aku ingin tidur bersamamu.” Ucapnya manja.

“Kenapa kau jadi manja sekali?”

“Apa tidak boleh? Mianhae.” Kulihat wajah kecewa terpancar dari wajahnya.

“Anni-anni.. aish. Kau ini, tidurlah. Aku akan menjagamu disamping sini.” Ujarku seraya mengelus rambutnya.

“Naiklah, tempat tidur ini terlalu besar. Cukup untuk kita berdua.” Titahnya. Aku ragu untuk naik ketempat tidur.

“Cepatlah. Aku ingin tidur dipelukanmu apa tidak boleh?” Aku menggeleng. Aku berdiri dan naik ketempat tidur lalu memposisikan diriku disamping kirinyai, karna disebelah kanan selang infuse masih terpasang indah ditangannya.

“Apa tidak apa-apa aku tidur disini?” Khawatirku, selain takut si Yeoja aneh ini menjadi dingin tiba-tiba juga takut d marahi oleh perawat disini.

“Tentu saja tidak apa-apa.” Jawabnya santai. Aku membalikan badanku menghadapnya.

“Yeobo? Tidurlah.” Ucapku lembut.

“Kau kenapa jadi selembut ini padaku? Apa karna kita hampir kehilangan bayi ini?” Tanyanya. DEG… Kenapa dia bilang seperti itu.

“Apa aku tidak boleh bersikap lembut padamu? Ish kalau begitu baiklah.” Aku membalikan badanku membelakanginya. Dia menyentuh pelan punggungku.

“Berbaliklah kemari. Bukan tidak boleh hanya saja aku bingung.” Dengan malas kubalik kembali badanku menghadapnya.

“Bingung? Kenapa harus bingung?”

“Kau bersikap lembut seperti ini karna aku apa bayi ini?”

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Karna, aku pikir kau akan senang jika aku kehilangan bayi ini dan kita akan segera berce…” Dengan cepat kututup bibirnya dengan bibirku singkat. Aku sudah tau apa yang akan dibicarakannya. Dia melebarkan matanya, aku juga tidak tau kenapa aku melakukan ini.

“jangan berbicara seperti itu lagi. Jangan bahas perceraian lagi dan harus kau tau.. Aku..” Aku menatapnya lembut.

“Saranghae.” Ujarku akhirnya. Aku mencoba bersikap tenang ketika mengatakannya, tapi siapa yang tau hatiku dan jantungku sekarang sedang berderu kencang.

“Kau..” Dia menatap mataku intens seperti mencari keseriusanku ketika mengatakan itu.

“Kau… apa tidak bercanda mengatakan itu?” Tanyanya. Aku menggeleng.

“Tidak, aku tidak bercanda.. Ntah sejak kapan tapi, semenjak kau hamil aku seperti punya keterikatan kuat olehmu.” Kulihat dia melihat kebawah seperti sedang berpikir, apa dia tidak suka dengan apa yang kuucapkan?

“Mianhae, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa kajja tidur. “ Aku mencoba bangkit dan ingin kembali duduk dikursi tapi tanganku ditahan oleh…. Yuri?

“Jangan kemana-kemana. Temani aku.” Pintanya.  Aku diam , ya hanya diam. Apa yang harus kulakukan? Jantungku?

“Kau tadi menyatakan cinta padaku kan? Kenapa kau tidak menunggu jawabannya? Kemarilah. Tidurlah disampingku lagi.” Aku mengikuti permintaannya.

“Coba kau ucapkan sekali lagi pernyataanmu yang tadi.” Aku menarik nafas dalam dan..

“Saranghae. Choi Yuri.. Saranghae.” Ujarku Tulus. Dia tersenyum dan menyandarkan kepalanya didadaku.

“Nado.. Nado saranghae Choi Minho.” Jawabnya lembut, kulepaskan pelan pelukannya dariku dan kutatap lurus matanya.

“Apa yang kudengar tadi benar?” tanyaku dengan senyum yang sudah tidak dapat kutahan, dia mengangguk manja.

“Haha. Saranghae saranghae saranghae.” Ucapku senang dan kembali memeluknya.

“Ya!! Appo!” teriaknya.

“Mianhae mianhae, apa aku menyakitimu?” Tanyaku khawatir saat tau aku tidak sengaja menekan kuat tangannya yang terpasang infuse.

“Anni, hanya saja tanganku yang terpasang selang infuse kau tekan kuat yeobo.”  Aku mengangkat tangannya dan kucium lembut.

“Mianhae, sudah tidak sakit lagi bukan?”

“Tidak, aku tidak menyangka kau bisa selembut ini. Aku pikir kau namja dingin yang tidak bisa berbuat semanis ini.” Dia kembali memelukku.

“Dan aku tidak menyangka seorang yeoja aneh bisa bersikap manja seperti ini padaku.”

“Aish,, ini permintaan anakmu bukan diriku.” Ketusnya.

“Haha baiklah baiklah, kajja tidur.” Aku memeluk Tubuh Yuri erat, dan tak lama kami larut kealam mimpi.

 

***

 

Author POV

 

Yuri nampak masih terlelap dengan nyaman didalam pelukan Minho. Sedangkan Minho yang rupanya sudah bangun hanya menatap lurus wajah lelap Yuri.

“Siapa yang menyangka kalau kau itu termasuk yeoja yang cerewet.” Ucap Minho.

“Apa kejadian semalam itu nyata? Oh Tuhan.. berarti aku dan yeoja ini sudah resmi berpacaran? Eh no no no.. Bukan berpacaran tapi sudah menikah? Eh kan memang menikah. Kalau begitu. Hmm ntahlah, intinya kami sudah menjalin hubungan bukan?” Minho menggerakan tangannya ke wajah Yuri. Dielusnya perlahan, dari mata ke hidung dan turun lagi kebibir. Minho terus bermain diwajah Yuri, dinikmatinya setiap lekuk wajah Yuri sedangkan mata Minho menatap lurus wajah Yuri.

“jangan memandangiku terus, aku tau aku ini cantik.” Minho menghentikan aktifitasnya saat mendengar suara Yuri.

“Kau.. kau sudah bangun?” Tanya Minho gugup.

“Anni aku masih tidur.” Jawab Yuri.

“kenapa kau bisa berbicara jika kau tidur?” Tanya Minho heran, Yuri tersenyum dan perlahan membuka matanya.

“Pabo!! Tentu saja aku sudah bangun.” Kekeh Yuri. Minho tersenyum kikuk dan melepaskan pelukannya dari Yuri.

“Kau? Apa sebegitu mengagumiku sehingga melihat wajahku selama itu?” Minho menggeleng.

“Anni bukan seperti itu.”

“Baiklah kalau bukan seperti itu, anggap saja aku yang berharap kau menatapku tadi.” Minho menautkan alisnya mendengar itu.

“Hm aku rasa aku sudah baikan sekarang. Kapan dokter akan datang? Aku ingin pulang.” Ucap Yuri.

“Sabarlah, mungkin sebentar lagi juga akan datang. Kau ingin makan sesuatu? Biar aku ambilkan.” Saat Minho ingin bangkit Yuri menahan tangan Minho.

“Tidak usah, kau disini saja. Aku masih belum lapar.”

“tapi kau harus makan Yeobo.” Yuri menggeleng.

“Aku tidak mau, tidurlah kembali kesini. Aku hanya ingin kau memelukku.” Pinta Yuri manja. Minho tersenyum lalu kembali tidur dan memeluk Yuri. Ntah kenapa manjanya Yuri semakin menjadi-jadi.

“Ini permintaan anakku apa ummanya? Hm kau kenapa jadi manja sekali.” Gemas Minho seraya mencubit lembut hidung Yuri.

“tentu saja ini permintaan kami berdua.” Yuri menenggelamkan kepalanya didada bidang Minho.

“Baiklah kalau begitu, sekarang Appanya juga punya permintaan.” Yuri menatap minho heran.

“Permintaan apa?” Minho menatap Yuri dengan senyuman evil, perlahan didekatkannya wajahnya ke wajah Yuri. Yuri yang tau maksud Minho memejamkan matanya menunggu kedatangan (?) wajah minho. Saat wajah minho mendekat seketika itu juga seorang perawat masuk keruangan.

“Ya!!” Kaget perawat itu. Minho dan Yuri segera membuka mata dan berbalik keperawat itu dengan tampang terkejut.

“Ah mianhae, saya dan Dokter hanya ingin memeriksa keadaan Mrs. Choi.” Ucap Perawat itu tak enak. Minho segera turun dari tempat tidur dan dengan salah tingkah mempersilahkan perawat  dan Seorang dokter untuk memeriksa Yuri. Sang Dokter tersenyum geli melihat Minho dan Yuri.

“Silahkan.” Ucap Minho. Yuri tersenyum kikuk pada sang perawat.

“Dasar bocah tengil. Dirumah sakitpun masih berani berbuat seperti itu.” Minho meliat kearah pintu dan matanya melebar melihat Donghae dan Yoona datang. Yoona langsung mendekat kearah Yuri yang sedang diperiksa perawat sedangkan Donghae dengan senyum mengejek berdiri disebelah Minho.

“Hyung? Hei!! Apa maksudmu tadi berkata seperti itu?” Pekik Minho.

“Kau.. ish .. kau pikir aku tidak lihat apa yang dilihat perawat dan Dokter itu tadi.” Bisik Donghae dengan nada menggoda.

“Aish Hyung.. Kau mana boleh melihatnya.”

“Kenapa tidak boleh? Sayang sekali adegan tadi terganggu.” Minho menatap tajam ke Donghae.

“Dasar Mesum.” Kesal Minho.

“Mwo? Mesum? Kau yang mesum. Tidak bisa menahan keinginan.” Cibir Donghae.

“Ya!! Hyung kau ini….”

“Mr. Choi, aku rasa keadaan anae anda sudah membaik. Mungkin sudah bisa segera pulang.” Ucap Dokter itu ramah.

“Jinjja? Gomawo dokter.” Ujar Minho senang.

“Ne.. Cheonma, kalau begitu aku tinggal dulu. Annyeong.” Dokter dan perawat itupun pergi, Minho dan Donghae menunduk sekilas kepada dua orang itu.

“Ah Yul. Kau tadi dengar? Kau sudah boleh pulang.” Girangr Yoona pada Yuri.

“Ne Yoong, ah senang sekali. Hmm Apa Yesung oppa tidak menjengukku Yoong?”  Yoona menggeleng. Wajah Minho terlihat kecut ketika Yuri menanyakan yesung.

“Molla Yul, tapi  semalam dia berada disini lama sekali sebelum kau selesai diperiksa oleh Dokter.” Jelas Yoona. Yuri mengangguk.

“Aku ingin berterimakasih padanya.”

“Dia bilang dia tidak bisa menjengukmu karna suatu urusan, tapi dia sudah menitipkan salam untukmu.” Ucap Minho dengan mimik wajah antara cemburu dan manis.

“Oh begitu.” Sahut Yuri.

“Ahaha wajah cemburumu apa tidak bisa disembunyikan sedikit?” Goda Donghae dengan nada berbisik pada Minho.

“Ya!! Hyung!” Geram Minho. Yoona dan Yuri menatap kaget pada Donghae dan Minho.

“hehehe” Cengir keduanya.

 

SKIPP

 

Selepas pulang dari rumah sakit Yuri dkk langsung mengemasi barang-barang mereka untuk pulang kembali ke Korea.

Kini mereka sudah berada didepan Villa Yesung membawa koper-koper besar siap kembali ke Korea.

“Apa Yesung Oppa benar-benar belum ada pulang kemari?” Tanya Yoona pada penjaga Villa.

“Anni sudah pulang kemari tapi hanya sebentar dan setelah itu pergi lagi.” Jawab penjaga Villa itu.

“Hm Bagaimana ini? Kita tidak bisa pergi tanpa mengucapkan terimakasih padanya.” Kata Yuri.

“Kitakan bisa mengucapkan di Korea nanti.” Usul Donghae. Yuri menggeleng.

“belum tentu dia ikut kekorea bukan?”

“baiklah kalau begitu kita tunggu saja 10 menit lagi.” Titah Minho, yang lain hanya mengangguk setuju.

Tak sampai 5 menit, orang yang ditunggu-tunggupun datang, dengan koper besar  dan beberapa lembar tiket ditangannya.

“Itu Yesung Oppa.” Tunjuk Yoona.

“Ne kau benar Yoong.” Jawab Yuri.

“Apa yang dilakukan namja aneh itu sih.” Ketus Minho

“Molla.” Sahut Donghae.

“Ah mianhae, ini.. Tiket pesawat ke korea.” Ujar Yesung seraya menyerahkan masing-masing tiket kepada Yuri dkk.

“Jadi oppa menghilang karna menyiapkan kepulangan kami?” Tanya Yuri. Yesung mengangguk.

“Disini terlalu berbahaya untukmu dan juga untuk kita semua.” Ucap Yesung dengan wajah serius.

“Maksud Oppa?”

“Sudahlah kita tidak usah membahasnya. Oh ya Yul, Mianhae tidak bisa menjengukmu.” Sesal Yesung. Yuri mengangguk tersenyum.

“Gwenchana Oppa. Gomawo buat semuanya.” Ujar Yuri.

“Hm baiklah sekarang kita berangkat. Tiket yang aku dapatkan akan berangkat 2 jam lagi. Kajja.” Ajak Yesung dan kemudian berjalan menuju mobil. Yang lainpun mengikuti Yesung, tak berapa mobil yang mereka gunakan sudah melesat jauh meninggalkan villa ini.

“Nikmatilah kebebasanmu Kwon Yuri. Tunggu sampai aku benar-benar kembali untuk menganggumu lagi. Terutama kau, Yesung… Kau pikir kau bisa berkata seperti itu padaku? Aku akan membuatmu dan juga Yuri membayar ini dengan cara menghancurkan kalian berdua didepan Minho.” Seorang Yeoja dengan koper besarnya menatap kepergian mobil itu dengan tatapan benci.

                                                                       TBC

haha mesti TBC lagi.. tp kayanya part slanjutnya dah ending deh.. tp ga tau jga sih.. duhh..tumpahkan lah pendapat kalian padaku..🙂

Gomawo ^^

Tagged: , , , , ,

44 thoughts on “Weird Wedding (PART 11)

  1. niaicloud3424 November 30, 2012 pukul 4:16 pm Reply

    hah yuriii..itu kenapa si Yoona jadian sama Donghaee….#jambak-2x rambut…
    =_= … kan maunya yoona jdina ma yesung aja, heh..shipper banget…
    klo ga’ jdi jadian sma krystal ja deh…, sma jessica aja deh…ato sma taeyoon…[bnyak maunya]
    si yesung sok sok an banget sih…ish, jinja, pdhal fact na sifat si Yeppa kan ga bgitu,…
    so many blood,…ish jdi pengen pingsan…
    wait 4 next episode …

    • yuuripico26 Desember 2, 2012 pukul 4:21 am Reply

      karna klw ama yeppa kan awalnya yoong emng dket ama hae.. :’) mianhae chingu ^^ yeppa ntar ama spa ya.. kwkkw bnyak bgt calonnya.
      sfat yeppa gmn emang?? so sok2an? awkwkwk
      d tunggu next part ya😀

  2. Kekeropi November 30, 2012 pukul 5:05 pm Reply

    Aduh makin kesini kenapa Krystal jadi Psycho gini??!!
    Udah donk Thor jangan ada pendarahan2 lagi, kasian MinYul g pernah bisa bahagia menikmati rumah tangga baru!! (#anehbangetbahasaQ)

    • yuuripico26 Desember 2, 2012 pukul 4:22 am Reply

      bukan psycho.. cma trlalu cinta aja.. Loh.. wkakawkkaw okok.. ^^

  3. Vina Berliana Kimberly Desember 1, 2012 pukul 4:24 pm Reply

    sudah thor kebencianku sama krystal ntar memuncak ni. Part selanjutnya krystal jangan jahat banget… eemm anaknya minyul namja aja ya. Update soon

    • yuuripico26 Desember 2, 2012 pukul 4:23 am Reply

      aduh jgn benci krystal.. dia mah realnya kan ga tau.. hoho ^^ anaknya ntar d pikirkan.. hoho ^^

  4. fhatwa febrian Desember 1, 2012 pukul 9:32 pm Reply

    daebak thor waW. .

  5. anneee26 Desember 2, 2012 pukul 6:43 am Reply

    kerennnn <3<3<3<3<3<3
    krystal jahat….T.T

    • yuuripico26 Desember 2, 2012 pukul 6:50 pm Reply

      gomawo.. ia aku pinjem krystal bwt jd tokoh jahat dlu.. hihi ^^

  6. whe_wee Desember 2, 2012 pukul 3:21 pm Reply

    Alhamdulillah cln keponkanku g’ pa” .. wkwkwk
    moment minyul ‘ y sk bngt chingu ,..gemesin
    next part ……

    • yuuripico26 Desember 2, 2012 pukul 6:52 pm Reply

      wkwkwk.. iya bkinnya jga gemesin kok ^^ sip tunggu next part ya ^^

  7. Rositaemin^^ Desember 10, 2012 pukul 6:24 am Reply

    Kyaaaa… Baru bisa baca sekarang TT.TT gara” UAS nih -_-
    Neomu Choaaaa~ Bikin lagi yg lebih sweet ya thor ,,, kekeke -,-v

    • yuuripico26 Desember 10, 2012 pukul 11:01 am Reply

      hehe gwenchana… yg pnting baca..hehe pasti.. gomawo ya ^^

  8. kwonwonhi Desember 14, 2012 pukul 4:54 am Reply

    LANJUT ! *demo di depan rumah author*
    OMONA~ MinYul please endingnya😥
    kejam sekali😦
    Happy ending :”
    ceritanya NYESEK sangat😦

    • yuuripico26 Desember 16, 2012 pukul 2:03 am Reply

      wow… tutup pintu n telinga rapet2.. wkwkwk
      minyul dong.. hehe tp ga tau jga sih😛
      hhehe ga nyesek kok😛

  9. mylucKEY Januari 18, 2013 pukul 11:13 am Reply

    krystal nyebelin banget disini. hah!

  10. im pizza Februari 23, 2013 pukul 1:17 pm Reply

    kasian amat hidup minyul..gx ad hbis2ny..
    yesung oppaaaaa >< saranghaeee
    ma aq aj hehe
    ciee..yg bru jdian YOONHAE JJANG!!

  11. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 8:36 am Reply

    huaaa thor si krystal kok gak ngilang2 sie. Uwooo minyul udah saranghae aja. Seru thor ni ff,,,

  12. 신하린 Maret 13, 2013 pukul 10:04 pm Reply

    Kirain udah selesai..eh masih ada lanjutannya.Itu siapa?Krystal?Trus apa maksud omongannya?

  13. YurisistablePearl April 26, 2013 pukul 4:54 am Reply

    Hadehh ,,,,,, Jd ngeri nih sm Si Krystal😄 ,,,
    Minyul romantis ,,,hahaha,,,bener kan kta pepatah,,kalau cnta itu karena terbiasa🙂 ,,, Hehehehe,,, maaf bru bca,,pdhl ni postingan udh lm ya,,

  14. eni enooy Mei 2, 2013 pukul 9:22 am Reply

    hmmm akhirnya MinYul sama sama sudah mengutarakan perasaannya ^^ yeay #plakk

  15. putri Juli 7, 2013 pukul 4:22 pm Reply

    Soooo sweet.

  16. ifa Agustus 5, 2013 pukul 8:05 am Reply

    hah krystal terlalu cinta tuh sama minho ekekkkee

  17. adzkia Agustus 13, 2013 pukul 8:17 am Reply

    eonnie…
    minta PW ff weird wedding kan di password…
    ini email aku eonnie milwan_91@yahoo.com
    gomawo onnie..
    jgn lama-lama ya😀

  18. riadarmawan September 17, 2013 pukul 12:21 am Reply

    masih blm nyerah juga ya si kristal?
    gak capek apa dia tu? heran

  19. phElpeu Oktober 24, 2013 pukul 11:01 am Reply

    hahaha lol si minho mo kissing keganggu ama perawat dan dokter.. ckckck. ihhhhhh krystal kok g musnah2 sih. ihhh

  20. Sara Desember 11, 2013 pukul 11:22 am Reply

    Daebak..

    Tapi si Krystal kyk eek bgt ya

  21. Park Ahra Desember 25, 2013 pukul 5:33 am Reply

    Krystal ga ada kapoknya ckck gapapa yang penting minyul sudah bersatu/? Wkwk keren thor *kasih 4 jempol*

  22. widiya Maret 11, 2014 pukul 3:44 pm Reply

    untung yuri sama janinnya gpp🙂
    akhirnya yuri sama minho samasama ngungkapin perasaannya..

    krystal benerbener gak ada kapoknya >,<

  23. yurimyblog Maret 13, 2014 pukul 2:20 pm Reply

    Aaaa so swiiiiiiit, lanjuuuut yaaa

  24. yurimyblog Maret 13, 2014 pukul 3:11 pm Reply

    Aaaa so swiiiiiiit, lanjuuuut yaaaaa

  25. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 6:21 am Reply

    manis ya abis tegang” gegara jungie…
    n dia belum insyaf” kkhaaahhhhh minyul. satu” pairing yul ma cowok yg q suka, no no no yg lain

  26. sella mvp Juni 28, 2014 pukul 4:48 pm Reply

    huhhh mnegangkan..
    untung yuri dan bayi.a selamat..

    • yuuripico26 Juli 1, 2014 pukul 7:27 am Reply

      hehe ciee yg baca ulang. makasih ya Sella😀

  27. Fania November 20, 2014 pukul 11:41 am Reply

    Minyul jjang .. Minyul jjang
    aduh unn aku ngebut bcanya minyul cowciit dehh, satu rnjang di rmh skit berdua . .
    Suka suka🙂

  28. princess shinee Maret 15, 2015 pukul 3:10 pm Reply

    Akhhir ny minyul saling menyatakan cinta so sweet🙂
    Peringatan !!!
    Minho kau hrus mlindungi istri dan ank u dgn extra. Krn sprtinya krystal akn berulah lagi.

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: