Why Umma? (PART 1)

Minyul

Tittle : Why Umma?

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri, Kim Taeyeon, Choi Minho.

Other : Choi Sooyoung, Im Yoona

Lenght : Chaptered

Ratting : Bebas

Genree : Sad

Annyeong.. hihi… Weird Wedding molor lagi.. :’) Mianhae… 

Aku selingin sma ff ini ya..😀

READERS BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK..😀 Berikanlah pendapat kalian padaku. #bahasanya. wkwkwk

dah ah ga mau bnyak bacod langsung ke cerita,, 

WARNING.. Typo dmn2… 

Why Umma PART 1 

BRAKKK!!

Sebuah Mobil sukses menabrak sebuah tiang listrik dan meledak hebat.

“APPA!!!!” teriak yeoja kecil itu histeris menatap mobil Appanya yang sedang dikepung api itu. Semua orang nampak berbondong-bondong membantu memadamkan api itu, tapi sayang nyawa Appa yang dipanggil oleh yeoja kecil itu tidak tertolong.

 

Yuri POV

“APPA!!” Mwo?? Mimpi itu lagi? Kenapa mimpi itu sering sekali datang? Appa? Apa kau meninggalkan kami dengan cara seperti yang dimimpi tadi?. Aku melirik sebuah figura dimeja kecil dekat tempat tidurku, aku tersenyum lirih memandangnya, Appa bogoshipo. Itu foto keluarga kami, ada Aku, Appa, Umma dan Taeyeon Unnie. Kulirik sekilas jam yang berada didekat figura itu, mwo? Jam 6 huaaaa aku bisa telat kesekolah. Dengan langkah cepat aku mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi.

SKIPPP

Aku berjalan menuju ruang makan untuk berpamitan pada Umma, sebenarnya aku tidak berani tapi… biar bagaimana pun aku harus menghormatinya bukan? Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku tidak berani? Ya kan? Lihat saja.

“Umma, Yuri pergi dulu. Annyeong Umma.” Ucap ku seraya menunduk pada Ummaku yang sedang menyantap sarapannya.

“Hm, pergilah. Tapi kau harus tunggu taeng diluar, karna dia hari ini akan mulai masuk sekolah.” Jawab Umma cuek, ya seperti itulah. Entah kenapa dari dulu Umma tidak pernah sedikitpun tersenyum kearahku, rasanya ingin sekali bertanya langsung pada Umma tapi aku tidak berani. Aku mengangguk, Oh jadi taeyeon unnie sudah mulai masuk sekolah lagi, sudah lama sekali rasanya tidak berangkat bersama.

Langkahku terhenti saat mendengar suara Umma yang memanggil taeyeon unnie.

“Taeng, kemarilah sayang. Sebelum pergi kau harus sarapan dulu.”

DEG.. Tuhan.. kapan Umma akan berkata seperti itu padaku?

“Ne Umma, aku menyayangimu.” Ku dengar taeyeon Unnie berbicara manja pada Umma. Hatiku sakit Tuhan, seharusnya aku kuat sekarang bukankah sudah dari dulu aku menjalani hari-hari seperti ini?

“Loh Yul, kamu ngapain berdiri disana? Tidak sarapan?” Tanya taeyeon Unnie. Aku berbalik kearahnya dan mencoba tersenyum.

“Dia tidak perlu sarapan taeng, sudahlah Yul. kau tunggu Unniemu dimobil.” Ujar Umma yang mungkin dengan maksud ‘mengusir’ ku.

“Baiklah.” Saat ingin berjalan lagi-lagi langkahku terhenti.

“Yul, Tunggu!! Ah Umma aku pergi dulu.” Ucap Taeyeon Unnie seraya mencium pipi Umma dan kemudian berjalan kearahku. Memang biasanya kami selalu pergi bersama itupun jika taeyeon unnie sedang tidak kambuh seperti sekarang, Taeyeon Unnie nampak menyayangiku tapi umma? Aku tidak tau, bahkan untuk menyentuhku saja dia terlihat enggan. Apa karna penyakit Taeyeon Unnie? Ah tidak mungkin Umma seperti itu.

“Kau harus menjaga Unniemu dengan sungguh-sungguh Yuri.” Ujar Umma mengingatkanku.

“Ya Umma, kenapa selalu menyuruh Yuri menjagaku? Aku ini sudah besar umma.” Rajuk taeyeon unnie.

“dengarkan saja apa yang Umma bilang.”

“Hufft baiklah, Kajja Yul.” Taeyeon Unnie menggandeng tanganku dan kami keluar menuju mobil.

“Hati-hati taeng, Umma menunggumu dirumah.” Teriak Umma.

“Ne Umma.” Sahut taeng Unnie. Umma kau tidak mengucapkan hati-hati padaku? Ah Kim Yuri, berhentilah bermimpi…

***

“Nona, sudah sampai.” Ucap Sin Ahjussi supir pribadi keluarga kami, atau lebih tepatnya hanya untuk Taeng Unnie dan Umma. :’) Jika aku tidak pergi bersama taeng unnie mungkin aku akan naik bus seperti biasanya.

“Oh kajja Yul kita turun.” Ajak Taeyeon Unnie. Aku mengangguk dan kemudian turun dari mobil.

Kini akulah yang menggandeng tangan Taeyeon Unnie menuju kelasnya, taeyeon Unnie seharusnya sudah lulus dan mungkin sudah sekolah, tapi karna penyakit yang dideritanya menyebabkan dia berkali-kali masuk RS dan tidak mengikuti pelajaran, sehingga dia harus mengulang 2 kelas dibawahku.

“Yul, sudah cukup disini. Kau pergilah kekelasmu, Unnie bisa sendiri.”

“Unnie yakin?”  taeyeon Unnie mengangguk.

“baiklah, hati-hati Unnie. Aku menyayangimu.” Ujarku seraya memeluk Unnie satu-satunya yang aku punya.

“Arra.. Arra.. Unnie juga sangat menyayangimu. Kau hati-hati ya .” Aku yakin, jika orang yang melihat kami akan bilang jika kami adalah saudara yang benar-benar sempurna. Tentu saja aku sangat menyayangi Unnieku ini.

Tanpa sepengetahuan Taeyeon Unnie, aku mengikutinya dari belakang untuk memastikan dia sudah sampai dikelasnya, bukankah Umma bilang aku harus menjaganya?  Kulihat taeyeon Unnie sudah masuk kekelasnya dengan selamat (?), aku bernafas lega dan ingin berbalik menuju kelasku.

BUG!!

“Ah mianhae, aku tidak sengaja.” Ujarku meminta maaf seraya menunduk pada orang yang kutabrak tadi.

“haha gwenchana Noona, kau tidak perlu meminta maaf seperti itu.” Ng? Aku mengangkat kepalaku.

“Rupanya kau? Sedang apa disini?” tanyaku setelah tau ternyata yang kutabrak adalah Minho, hoobae ku.

“Tentu saja untuk kekelas Noona, kelasku kan disini.” Aku melirik papan keterangan didepan kelas ini, Oh benar saja. Sekarang aku ada didepan kelas 10.

“Haha aku lupa. Baiklah aku pergi dulu , annyeong.” Dengan cepat aku ingin pergi menuju kelasku.

***

Aku memasuki ruangan, ternyata kelas sudah lumayan ramai. Aku mencari-cari keberadaan 2 orang yang sangat. . . .

“Yuri!!!! Kami disini.” Aku mengedarkan pandanganku, dan bingo!! Itu dia , si duo shikshin . . Yoona dan Sooyoung, mereka adalah sahabatku.

“Pagi Yoong, pagi yooungie.” Sapaku pada mereka dan mengambil kursi lalu memposisikan diriku ditengah-tengah mereka.

“Pagi Yul.” Sahut mereka serentak seraya memakan makanan yang mereka bawa. Haha memang begitulah mereka, dimanapun dan kapanpun jika ada kesempatan pasti menyempatkan diri untuk makan.

“Kau mau Yul?” tawar Yoona. Aku menggeleng,

“harus mau.” Ucap Sooyoung dan dengan tiba-tiba memasukan sedikit potongan kue kemulutku. Mau tak mau aku harus memakan kue itu.

“kalian ini, selalu seperti itu.” Umpatku pada mereka yang disambut dengan gelak tawa keduanya. Mereka berdualah yang selalu mengisi hari-hariku yang membosankan ini.

“Yul, apa kau kemari bersama bocah itu?” Bisik Sooyoung seraya memberiku isyarat untuk melihat kearah pintu.

“Mwo? Bagaimana dia ada disini? Bukankah tadi dia bilang ingin kekelasnya?” Heranku ketika melihat Minho sedang berdiri didepan pintu dan menatap tepat kearahku.

“Wah Yul, bukankah dia juga setiap hari datang kesini? Dan selalu berdiri ditempat itu dan melihat kemari? Jangan-jangan dia fans rahasiamu Yul.” Ish Yoona ini. . . Memang seperti yang mereka bilang, setiap hari Minho selalu saja melakukan itu, makanya aku heran saat melihat dia didepan kelasnya tadi.

“Jika fans rahasia mana mungkin dia terang-terangan seperti itu, lagian belum tentu akukan yang dilihatnya bisa saja kalian berdua.” Umpatku pada Sooyoung dan Yoona, aku melirik sekilas kearah pintu rupanya dia sudah tidak disana.

“Mianhae, tapi aku tidak suka brondong.” Sombong sooyoung, ya harus ku akui dia anti brondong.. Lagian dia sudah berpacaran dengan Kyu kan?

“Aku juga.” Sahut Yoona. Aku menghela nafas, jika Yoona aku belum tau dia tidak suka brondong atau tidak.

“Aku jug. . .”

“Tidak boleh ikut-ikut.” Serentak keduanya. Aish.. Aku mencibirkan bibirku kesal.

“Yul, hari ini Ummaku memasak makanan kesukaanmu. Kau dan Yoona ikut kerumahku ya.” Ajak sooyoung, ingin rasanya aku berteriak ‘AKU IKUT’ tapi mengingat Taeng Unnie, aku mengurungkan niatku.

“Aku tidak bisa, hari ini Taeng unnie sudah mulai masuk sekolah. Jadi aku harus pulang bersamanya.”

“Aish Yul, masa hanya aku yang kerumah Youngie. Ayolah Yul, bukankah biasanya kau paling semangat jika diajak ke rumah Youngie.” Tentu saja aku suka, hanya disanalah aku dapat merasakan pelukan seorang Umma, walau itu hanya Umma dari Sooyoung.

“Yul.. Ikut yah.” Bujuk Sooyoung. Aku menggeleng.

“Tidak bisa youngie, aku tidak ingin Umma memarahiku lagi.” Sooyoung dan Yoona saling memandang dan kemudiam dengan terpaksa membiarkanku tidak ikut.  Sooyoung memelukku, begitupun Yoona. Aku tau maksud dari pelukan mereka ini, tidak lain tidak bukan adalah untuk memberiku kekuatan. Setidaknya mereka tau bagaimana hubunganku dengan Umma.

***

Aku duduk didepan gebang sekolah untuk menunggu taeyeon Unnie, Huft kenapa lama sekali?

“Yul, sudah dari tadi menunggu Unnie?” Aku berbalik, ternyata taeng Unnie sudah datang.

“Tidak Unnie, baru saja. Kajja kita pulang.” Ajakku karna kebetulan Sin Ahjussi juga sudah datang menjemput.

“Changkaman Yul, Aku ingin pergi jalan-jalan dulu. Kau mau menemaniku kan?”

“Unnie, aku mau sekali menemanimu. Tapi bagaimana jika Umma tidak mengijinkannya, Unnie baru saja sembuh bukan?”

“Aish Yul, kau kenapa sama saja seperti Umma, terlalu mengkhawatirkan ku seperti anak kecil, aku ingin jalan-jalan.” Aku berpikir sejenak, sudah lama juga aku tidak berjalan-jalan bersama Unnie. Tapi bagaimana jika Umma memarahiku? Hmmm…

“Yul, mau yah?”

“baiklah Unnie, kajja.” Setelah menyuruh Sin Ahjussi pergi, kami berdua menuju sungai Han untuk sekedar duduk-duduk dan bercerita.

SKIPP

“Yul, kau tau? Sudah lama sekali kita tidak kesini.” Ucap Taeyeon Unnie seraya meregangkan tubuhnya ketika kami sudah berada di pinggir sungai han.

“Kau benar unnie, sudah lama sekali.” Jawabku sambil mendudukkan diri.

“Yul, kapan Unnie akan benar-benar merasakan kebebasan untuk hidup?” Aku langsung berbalik kearah taeyeon Unnie.

“Unnie.. Kenapa kau berbicara seperti itu?” Kulihat Taeyeon Unnie memandang lurus kearah depan dengan padangan lirih.

“Kapan Unnie bisa hidup, tanpa kata kematian tiba-tiba yang selalu menghantui Unnie?” Dadaku sesak ketika Unnie membicarakan hal ini, ini bukan pertama kalinya unnie berbicara seperti itu.

“Unnie, tolong jangan bahas hal itu. Unnie yakinlah kau pasti akan sembuh.”  Taeyeon unnie berbalik menghadapku dan mengelus lembut kepalaku. Airmataku seketika itu juga jatuh dipipiku, rasanya nyaman sekali diperlakukan begini oleh orang yang kita sayang bukan?

“kenapa kau selalu menangis jika Unnie memegang kepalamu? Apa kau tidak suka saeng?” Aku menggeleng.

“Aku sangat menyukainya Unnie, aku ingin Unnie selalu bisa mengelus kepalaku setiap hari dan selamanya.” Kulihat taeyeon unnie mulai menitikan air matanya.

“Unnie tidak janji akan hal itu.” Ku peluk tubuh Unnieku ini, aku selalu senang jika bisa memeluk Unnieku ini, selalin karna aku menyayanginya juga karna ada bekas-bekas pelukan Umma yang tidak pernah kurasakan.

“Jika Unnie tidak ada nanti, kau harus bisa membahagiakan Umma ne.”

DEG. . Aku segera melepas pelukanku.

“Unnie, kenapa berbicara seperti itu?”

“Karna Unnie sudah tidak bisa sembuh bukan? Bahkan dokter sudah angkat tangan dan sewaktu-waktu jantung unnie yang rusak ini akan berhenti berdetak dengan sendirinya. Unnie tinggal menunggu kapan Unnie akan benar-benar meninggalkan dunia ini.”

“Unnie.. jangan berbicara seperti itu, percayalah Unnie. Unnie pasti akan bertahan, dan aku juga tidak yakin aku bisa membahagiakan Umma.”.

“Unnie memang akan bertahan untuk menemanimu. Lagian masih banyak yang belum Unnie lakukan didunia ini dan Unnie yakin kau pasti bisa membahagiakan Umma.”

“kau harus janji Unnie.” Taeyeon Unnie menangguk seraya tersenyum.

“Kau juga harus janji bisa membahagiakan Umma.” Aku kembali memeluknya dan menatap lurus pada sungai Han yang begitu tenang ini.

“Aku tidak janji akan hal itu Unnie.” Batinku.

“Ah Yul .. Appo!!” Aku terlonjak kaget saat taeyeon Unnie meringis memegangi pinggangnya.

“Unnie kau kenapa?” Tanya ku khawatir.

“App…”

“Unnie!!!” Aku semakin khawatir saat taeyeon Unnie ambruk tak sadarkan diri. Ya Tuhan, aku harus apa? Dengan sepenuh kekuatanku, aku mengangkat tubuh Taeyeon Unnie dibelakangku. Dengan tergopoh-gopoh aku berlari menuju RS terdekat untuk membawa Unnieku.

“tolong!! Unnieku… Palli…” Aku berteriak sejadi-jadinya saat memasuki area RS, kulihat beberapa perawat namja datang sambil membawa brankar untuk digunakan membawa Unnieku ke UGD. Ku berlari mengikuti kemana Unnieku akan dibawa. Unnie bertahanlah. Langkahku ditahan saat taeyeon unnie dibawa masuk keruangan UGD.

“Aghasi kau tunggu disini.” Kata seorang perawat.

“Tapi unnieku. . .”

“Kau tenang saja, kami akan melakukan yang terbaik.” Dengan berat hati aku mengangguk dan duduk dikursi yang tersedia disitu.

***

Sudah setengah jam aku duduk dengan hati tak tenang menunggu taeyeon Unnie.

“Taeng!!” Kulihat Umma sudah datang bersama Sin Ahjussi. Wajah Umma benar-benar khawatir sekali. Kapan kau akan mengkhawatirkanku Umma? Aku berdiri saat Umma menatapku dengan dingin.

“Kau apakan anakku?” Tanya Umma kasar padaku, anakku? Umma aku ini juga anakmu.

“Aku tidak melakukan apa-apa Umma.” Ujarku sambil menundukan kepala.

“Aku tau kau sengaja membuat taeng begini kan? Kenapa pulang sekolah kalian tidak langsung pulang? Kau pasti yang mengajak taeng untuk berjalan-jalan kan?” Tuduh Umma padaku, seraya disayat hatiku saat ini. Perih..

“tidak Umma aku tidak bermaksud seperti itu. . “ Aku terus berusaha  meyakinkan Umma, dan tanpa sengaja tanganku menyentuh tangannya.

PLAK!!!! Aku melebarkan mataku, kupegang perlahan pipiku yang terasa panas ini. Bulir-bulir air mataku sudah tak tahan lagi ingin keluar.

“Jangan pernah menyentuhku, pergi kau!” Usir Umma. Aku masih terdiam mematung.

“Kau hanya bisa menyakiti Unniemu. Sana pergi.” Aku berusaha menahan diriku, Tuhann.. kenapa sakit? Aku berusaha tersenyum dan mengangkat kepalaku menatap umma.

“Mianhae Umma dan gomawo.” Ucapku lalu berlari meninggalkan tempat itu. Gomawo Umma… gomawo.. Gomawo sudah menyentuhku, kenapa setiap kau menyentuhku aku senang Umma. Walau kau selalu menyentuhku dengan cara menyakitkan, tapi aku tetap senang Umma.

Aku berhenti didepan sebuah gereja. Aku berjalan memasuki gereja itu, tenang.. damai.. tentram.. Aku terus berjalan dan berhenti tepat didepan lilin-lilin dan terduduk.  Tuhan… Lindungi Unnieku.. Tolong berikan kesembuhan padanya Tuhan… Aku mohon….

Aku bangkit dan duduk dikursi gereja itu. Aku kembali teringat dengan masa-masa menyesakkan dalam hidupku.

“kau pembunuh suamiku, kau!! Anak yang benar-benar tidak diinginkan. Ahh pergi kau. . .”

Kata-kata itu kembali teringat, ntah siapa yang mengatakannya dan kepada siapa dikatakannya aku tidak tau.. aku… Ahh Lupakan!!

Flashback On

 

“Umma bisakah kau menggendongku seperti taeyeon unnie?” Pintaku pada Umma saat Umma menggendong taeyeon Unnie menuju kamar.

“Kau ini, kau kan sudah bisa berjalan sendiri.” Ketus Umma.

“Tapi Umma, aku juga ingin digendong seperti unnie.”

“Yul, kau jangan manja. unniemu sedang sakit, sana jangan ganggu Umma.” dengan berat hati aku pergi, tanpa sengaja tangan kecilku ini menyentuh kaki Umma.

Brug!! Aku berusaha berdiri setelah terjatuh karna ditendang Umma. Aku meringis menahan sakit pada kakiku, ingin menangis tapi aku takut jika umma semakin memarahiku. Aku diam dan diam.

“Yul kau kenapa chagi?” 

“Appa, aku ingin digendong appa. Tapi umma sedang menggendong unnie.” Aku berusaha tersenyum saat Appa datang.

“Sini appa saja yang gendong ya, Aigoo kau sudah semakin berat chagi.” AKu tersenyum bahagia saat appa menggendongku.

Flashback off

 

Tes.. tes.. air mataku kembali turun saat mengingat bagaimana Appa menyayangiku. Hm.. Appa… Bogoshipo… Apa kau disana bahagia Appa? Jika iya, tolong  jemput aku Appa. Aku ingin merasakan bahagia, sedikit saja Appa.

Aku terisak, dadaku sesak.. Tuhan.. Aku ingin dipeluk Umma, aku sangat ingin Tuhan.. Apakah jika aku sakit seperti taeyeon Unnie aku bisa dipeluk Umma? Sekali saja Tuhan, buatlah Umma memelukku.

Aku melirik jam yang ada dipergelangan tanganku, tak terasa sudah 1 jam lebih aku disini, bagaimana keadaan Unnie? Aku menghapus air mataku, memperbaiki sedikit penampilanku dan kemudian berjalan keluar dari gereja ini.

END Yuri POV

Author POV

Yuri memutuskan berjalan kaki untuk kembali ke RS karna memang jarak gereja dengan RS itu lumayan dekat.

“Yuri-ya!!” teriak seseorang, Yuri menghentikan langkahnya dan berbalik.

“mwo? Minho?” Minho berlari mendekati Yuri.

“Yuri-ya kau sedang apa disini?” Tanya Minho. Yuri menautkan alisnya.

“Yuri-ya? Kau itu hoobaeku, panggil aku Noona.” Umpat Yuri pada Minho.

“Shirreo!! Ini bukan disekolah, jadi aku tidak mau memanggilmu Noona.”

“kenapa tidak mau? Walau bagaimanapun umurku lebih 2 tahun darimu.”

“hanya 2 tahun kan? Itu bukan masalah besar, lagian jika aku memanggilmu Noona. Aku terlihat seperti dongsaengmu.” Ujar Minho.

“Sudahlah, terserah kau saja. Aku lebih suka kau memanggil ku Noona, Aku pergi dulu.” Yuri berbalik dan ingin meneruskan jalannya.

“Eh tunggu.” Langkah Yuri terhenti saat Minho menahan tangannya.

“ada apa lagi?”

“Noona, kau sedang apa disini?”

“kenapa kau memanggilku Noona lagi? Tadi katanya tidak mau.” Minho nampak mati kata dan dengan cepat memberikan alasannya pada Yuri.

“Karna aku hoobaemu noona, hehe. Ya Hoobae.” Minho menggaruk-garuk lehernya malu.

“Haha , kau lucu sekali.” Yuri tertawa melihat tingkah Minho.

“Jadi kau disini enak-enakan pacaran?” Yuri menghentikan tawanya saat melihat Ummanya sudah menatapnya dengan tatapan tajam.

“Umma?”

“Cepat masuk, kau ini. Taeyeon mencarimu kau malah asik-asik disini, sana temui Taeyeon.” Titah Ummanya. Yuri menunduk sekilas ke Ummanya dan kemudian berlari masuk menemui taeyeon. Minho menatap kepergian yuri dengan tatapan bingung.

“Apakah ini hubungan anak dan Umma pada umumnya?” batin Minho. Minho menunduk saat tak sengaja melihat Umma Yuri dan hanya dibalas anggukan singkat dari Umma Yuri. Minho pergi kembali melanjutkan aktifitasnya, sebenarnya dia ingin ikut Yuri melihat taeyeon selain taeyeon teman 1 kelasnya juga karna dia ingin bersama Yuri. Seorang sunbae yang sudah lama ditaksirnya.

***

Yuri seperti biasa, jika taeyeon tidak masuk sekolah dia akan pergi kesekolah dengan bus. Dengan sabar Yuri menunggu bus yang datang agak telat hari ini, sebenarnya dia bisa saja meminta Yoona atau Sooyoung untuk menjemputnya tapi dia tidak enak merepotkan kedua sahabatnya itu.

“Yuri Noona!!!” Yuri yang merasa dipanggil mengedarkan pandangannya untuk mencari siapa yang memanggilnya.

“Yuri Noona!! Didepanmu.” Yuri meluruskan pandangannya.

“Minho?”

“Noona masuklah, kita kesekolah bersama.” Yuri nampak berpikir sejenak.

“Noona cepatlah, kita bisa terlambat nanti.” Ucap Minho.

“Aku naik bus saja minho-ya.” Kata Yuri.

“Aish Noona, bus datang masih lama. Mata pelajaran pertama dimulai 15 menit lagi, sudah tidak ada waktu Noona.” Yuri menghela nafas, benar yang minho bilang. Ntah kenapa bus hari ini benar-benar datang terlambat. Setelah beberapa saat berpikir , akhirnya Yuri berlari menuju mobil Minho.

“Noona berpikir lamban sekali, kita bisa terlambat Noona.”  Omel Minho.

“Aish, cepat jalankan. Kau juga lamban sekali.” Balas Yuri.

“ya! Noona kenapa malah membalas perkataanku.”

SKIPPP

“Wahh Minho, sepertinya gerbang sudah ditutup.”

“Aish, bagaimana ini Noona? Mobil sudah tidak bisa masuk. Kita bolos saja kalau begini.”

“Hm, aku tidak ingin bolos.” Jawab Yuri. Minho nampak berpikir mencari akal agar bisa masuk kedalam sekolah.

“Ah Noona, kita manjat saja lewat samping Noona . Noona bisa memanjat kan?” Tanya Minho. Yuri nampak ragu, baru kali ini dia telat.

“Huft, ini gara-gara bus sial itu. Baiklah, kajja.” Yuri turun dari mobil Minho dan langsung menuju samping sekolah. Yuri melihat pagar itu dengan tatapan ragu.

“Noona kenapa? Ayo noona mumpung tidak ada yang melihatnya.”

“Tinggi sekali, aku juga sedang memakai rok.” Yuri terus menatap pagar itu.

“Noona, naiklah ke punggungku. Cepat Noona.” Titah Minho, Yuri menatap Minho tajam.

“Shirreo!! Dasar nappeun.” Minho mencibirkan bibirnya.

“Ayolah Noona, nanti ada yang melihat. Aku janji akan menutup mataku.” Ujar Minho meyakinkan. Yuri berpikir sejenak.

“Ah baiklah.” Minho menunduk, Yuri nampak ragu.

“Noona cepat, nanti ada yang melihatnya Noona.”

“iya-iya.” Yuri menaikan kakinya kepunggung Minho. Minho menahan badan Yuri dan dengan sekuat tenaga berusaha untuk berdiri agar Yuri dapat memanjat pagar itu.

“Lagi Minho-ya sedikit lagi.” Yuri terus berusaha melewati pagar itu dan hap! Yuri sudah berada diatas pagar dan melompat kebawah.

“haha Minho-ya aku bisa, sekarang giliranmu.” Girang Yuri. Minho tersenyum dan dengan cepat langsung memanjat pagar itu, tapi sayang saat ingin melompat kakinya terpleset.

“Woohhhh Minho-ya hati-hati.” Minho nampak tidak bisa mengimbangi tubuhnya diatas dan. . .

BRUGG!!!

“APPOO!!” Teriak Yuri, Minho terkejut saat menyadari wajahnya dengan Yuri sangat dekat. Yuri yang tadi meringis kesakitan karna ditimpa Minho langsung terdiam dan menatap Minho. Lama mereka bertatapan sampai akhirnya. . . .

“Bagus!! Kalian berdiri.” Minho dan Yuri tidak menggubris orang yang mengatakan itu.

“KIM YURI, CHOI MINHO!!!” Yuri dan Minho seakan tersadar segera menjauhkan diri dan berdiri tegak.

“Mwo? Kepala sekolah?” Kaget Yuri dan Minho serentak saat melihat kepala sekolahnya sudah berdiri seraya mengacak pinggang dan menatap tajam kearah mereka.

“Ya ini kepala sekolah, kalian. . . sedang apa?” Minho dan Yuri menunduk.

“Kenapa tunduk saya bertanya!” bentak kepala sekolah.

“Kami tidak melakukan apa-apa.” Jawab Minho takut-takut.

“Jadi telat, memanjat pagar dan bermesraan depan saya itu artinya tidak melakukan apa-apa?”

“bermesraan? Tapi kami tidak. . . “

“Cukup.. kalian berdua, saya hukum keliling lapangan ini 3x. Dimulai dari sekarang dan saya akan melihatnya dari sini. Cepat!!” Perintah kepala sekolah, dengan langkah cepat Minho dan Yuri segera berlari megelilingi lapangan.

“Jika tau seperti ini, lebih baik kita bolos tadi.” keluh Yuri seraya berlari.

“Kenapa noona tidak menyetujuinya tadi?” Yuri menghentikan langkahnya untuk mengambil nafas, begitupun minho. Sudah 2 putaran dia berlari membuat nafasnya sedikit tersenggal-senggal.

“Noona apa kau lelah?” Tanya Minho, Yuri mengangguk.

“Noona ingin aku gendong? Ayo noona 1 putaran lagi?” Tawar Minho.

“Shirreo!!” Tolak Yuri.

“Aish ayolah Noona, kalau begitu cepat lari. 1 putaran lagi Noona.” Pinta Minho.

“kau saja duluan, aku lelah Minho-ya.” Keluh Yuri. Minho nampak kesal sekali kemudian berlari meninggalkan Yuri. Tapi belum jauh dia berlari Minho kembali ketempat Yuri lalu duduk menawarkan punggungnya ke Yuri.

“kau kenapa kembali?” Tanya yuri heran.

“naiklah Noona, kau mau hukuman kita ditambah lagi jika kita lambat?” Yuri yang memang sudah lelah dan ingin segera kekelas menyetujui tawaran Minho. Perlahan Yuri mengalungkan tangannya dileher Minho dan dengan lembut Minho mengangkat tubuhnya kemudian berlari.

“Apa tidak berat?” Tanya Yuri.

“tentu saja berat Noona.”

“ya!! Kalau begitu turunkan aku.”

“Shirreo!!” Minho terus berlari sambil menggendong Yuri ditubuhnya, banyak mata-mata yang melihat mereka dari dalam kelas dengan tatapan kagum pada Minho.

“Berhenti!!” Minho menghentikan langkahnya saat mendengar kepala sekolah menyuruhnya berhenti.

“Dihukum masih saja sempat-sempatnya berpacaran.” Yuri yang menyadari posisinya dengan Minho segera turun dari punggung Minho.

“Kalian, akan saya hukum lagi.” Yuri dan Minho melebarkan matanya.

“Hukuman lagi?” Tanya Minho tak percaya, kepala sekolah mengangguk.

TRINGGGG!!!! #wkaka bunyi bel saudara-saudara

“nah kebetulan jam istirahat dimulai, kalian kumpulkan seluruh siswa-siswi disini.” Minho dan Yuri saling memandang bingung lalu kembali menatap kepala sekolah.

“Untuk apa?” Kini Yurilah yang bertanya.

“Setelah semua terkumpul, kalian naik keatas balkon gedung serba guna sekolah lalu kau.” Kepala sekolah menatap kearah Minho.

“saya?” Minho menunjuk dirinya.

“Ne kau.. nyatakan cinta pada yeoja ini didepan semua orang.” Titah Kepala Sekolah. Yuri menutup mulutnya tak percaya, sedangkan Minho awalnya memasang muka bengong kini tersenyum penuh arti.

“kalau itu hukumannya, aku terima.” Dengan semangat Minho menarik tangan Yuri dan berlari menuju balkon gedung serba guna yang bertingkat 3 itu.”

***

Sooyoung dan yoona menatap kursi yuri yang kosong.

“Sepi sekali tidak ada Yuri, istirahat jadi tidak semangat.” Keluh Yoona .

“kau benar yoong, tumben sekali dia tidak masuk tanpa kabar.” Sooyoung menatap bekalnya dengan tidak bertenaga.

“Selamat Siang semuanya, mianhae menggangu istirahat kalian. Hm Aku Choi Minho meminta kepada kalian untuk berkumpul di halaman utama sekolah tepat didepan gedung serba guna.”

Sooyoung dan Yoona saling menatap bingung saat suara Minho terdengar diseluruh radio yang terdapat disetiap ruang kelas.

“Sekali lagi mianhae semuanya, aku Choi Minho ingin kalian semua menyaksikan pernyataan cintaku pada seorang yeoja”.

 

Yoona dan Sooyoung tanpa diperintah langsung berlari menuju halaman utama dan melihat banyaknya siswa-siswi yang sudah berkumpul disana.

“Permisih. . permisih. . permisih.” Yoona dan Sooyoung langsung menyerobot kebarisan depan.

“Mwo? Yuri?” kaget Sooyoung saat melihat yeoja yang ada bersama Minho adalah Yuri.

“ya!! Apa yang dia lakukan disana?” Yoona tak kalah kagetnya dengan Sooyoung, sejenak mata Yuri menatap kearah Sooyoung dan Yoona.

“Ini gara-gara dia.” Yuri seakan bebicara pada Yoong dan Soo menggunakan isyarat bibir dan menunjuk pada kepala sekolah yang berdiri paling depan.

“Minho-ya, bagaimana ini . Aku malu.” Bisik Yuri pada Minho.

“Noona tenang lah, tidak usah malu. Hm Noona sebenarnya. . . “ Minho nampak ragu meneruskan kata-katanya.

“Sebenarnya. . . .” Yuri menatap Minho heran.

“Sebenarnya aku sudah lama menyukaimu Noona, Noona saranghae.” Ucap Minho seraya memegang tangan yuri. Yuri mengernyitkan dahinya.

“Ini karna hukuman atau. . . .?”

“Ini perasaanku yang sesungguhnya Noona.” Minho nampak memohon pada Yuri, Yuri terdiam sejenak dan kemudian mengangguk.

“Itu artinya apa Noona?” Tanya Minho.

“Nado.. Nado saranghae.” Minho langsung melompat kegirangan dan memeluk Yuri, mereka berdua seakan Lupa pada orang-orang yang sedang menyaksikan mereka..

PLETAKK!!

“Ya!! APPO!!” teriak Minho memegangi kepalanya, Yuri berbalik menatap sebuah kaleng minuman yang tadi melayang mengenai kepala Minho, Yuri melirik kearah bawah dan terkejut melihat kepala sekolah sudah menatap tajam kearah mereka.

“CEPAT LAKUKAN!!!” teriak kepala sekolah dari bawah.

“Aish.. dasar pak Tua.” Gerutu Minho dan kemudian mendekatkan bibirnya ke pengeras suara yang tersambung keradio sekolah.

“Kim Yuri, saya Choi Minho ingin menyatakan cinta kepada Anda. Noona saranghae”  Kata Minho, Yuri berpura-pura sedang berpikir untuk menjawabnya.

“Nado saranghae dongsaeng.” 

“Ng? Dongsaeng?” Tanya Minho heran.

“Haha itu panggilan sayangku untukmu, jika tidak mau juga tidak apa-apa.”

“haha gomawo Noona sudah mau menerimaku.” Lanjut Minho seraya mengecup tangan Yuri.

Prok. .  Prok. . Prok.. Semua siswa yang menyaksikan pernyataan cinta Minho bertepuk tangan, seketika wajah Yuri memerah menahan malu.

“Dasar anak muda jaman sekarang.” Ujar kepala sekolah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“kepala sekolah… Gomawo.” Teriak Minho menggunakan pengeras suara. Kepala sekolah menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Cheonma anak nakal.” Jawab kepala sekolah.

“wah kalau begini aku juga ingin telat masuk sekolah dan dihukum seperti itu.” ujar Donghae teman sekelas yuri tepat disamping Sooyoung dan Yoona.

“Kau ingin menyatakan cinta juga? Sana pergi naik ketempat Minho dan nyatakan cintamu.” Titah Sooyoung.

“Shirreo!! Aku malu.” Tolak Donghae.

“haha, dasar pengecut.” Cibir Yoona. Donghae menatap Yoona tajam.

“Aku akan buktikan kalau aku tidak pengecut.”

“Silahkan sana buktikan.” Tantang Yoona. Tanpa ragu-ragu donghae berlari menuju tempat Minho dan Yuri berada dan langsung mengambil microphone yang dipegang oleh Minho.

“Ya!! Sunbae apa-apaan.” Protes Minho. Donghae tidak menjawab.

“Mian semuanya, tolong jangan pergi dulu. Aku Lee Donghae akan mengikuti jejak Choi Minho untuk menyatakan cintaku pada seorang Yeoja.”

“wah yoong, kau sih menantang si ikan untuk menyatakan cinta. Habislah kau jika dia mengatakannya pada orang lain.” Goda Sooyoung pada Yoona, yoona mencibirkan bibirnya kesal. Ya Yoona memang sudah menyukai donghae mulai dari setahun yang lalu.

“Aku tidak peduli.” Bohong Yoona.

“ng ng ng” Donghae nampak mati kata ingin berbicara apa.

“Sunbae? Katakanlah, nanti audionya sempat dimatiin oleh pihak radio loh.” Ujar Minho mengingatkan.

“Iya, cepatlah katakan pada Yoona jika kau ingin mengatakannya.” Donghae langsung menatap Yuri terkejut.

“ba… ba… bagaimana kau tau?” Tanya Donghae gugup.

“kau kan sama kaya Yoona, suka tapi saling diam.” Jawab Yuri singkat.

“Ish apa sebegitu nampak kah jika aku menyukainya?”

“Cepatlah sunbae, katakan.”

“kalian ini cerewet sekali.” Kesal donghae.

“Aku.. saranghae… ng… “ Yuri dan Minho nampak gregetan dengan cara ngomong Donghae begitupun Sooyoung yang berada dibawah.

“Payah.” Cibir Sooyoung, Yoona menatap donghae dengan cemas. Semua siswa yang melihatnya berusaha menahan tawa melihat muka donghae yang gugup.

“Azzz baiklah… Im Yoona saranghae……” ucap Donghae akhirnya.

“HAHA pernyataan apa itu sunbae?” Ujar Minho terkekeh. Yuri memandang Yoona dibawah yang nampak Shock..

“Cepat jawab yoong.” Ujar Sooyoung. Yoona melirik kearah Sooyoung.

“Aku harus jawab apa?” Tanya Yoona. Sooyoung terlihat kesal dengan pikiran Yoona yang lamban.

“Bilang kalau kamu tidak suka padanya.” Kesal Sooyoung.

“Shirreo!! Aku menyukainya.” Tolak yoona.

“ya kalau begitu bilang kalau kau juga menyukainya.” Omel Sooyoung. Yoona mempoutkan bibirnya ke Sooyoung dan kemudian berbalik menatap Donghae diatas.

“NADO SARANGHAE IKANNNN!!!!” Teriak yoona yang disambut dengan gelak tawa semua orang yang mendengarnya.

“Aish Yeoja pabo! Kenapa bilang ikan didepan semua orang.” Kesal Donghae tapi kemudian Donghae tersenyum dan berlari kebawah menuju yoona.

“Jadi kau menerimaku kan?” Tanya donghae saat sudah tiba didepan Yoona.

“tentu saja.” Jawab yoona, Donghae langsung memeluk yoona dan dibalas oleh Yoona.

“Aish jika saja kau juga menyatakan perasaanmu seperti itu Chagi.” Ujar Sooyoung pada namja yang dari tadi ada disampingnya Cho Kyuhyun.

“Haha jadi kau mau ?” tawar Kyu. Sooyoung menggelengkan kepala.

“Kita kan sudah jadian jadi tidak perlu.” Kyu mengacak pelan rambut Sooyoung.

“Ya!! Oppa.” Pekik Sooyoung kesal.

***

YURI POV

 

Aku berjalan menuju ruangan dimana taeyeon unnie dirawat, kata Sin Ahjussi taeyeon unnie sudah sadar makanya aku memutuskan untuk menjenguknya. aku membuka sedikit pintu pemandangan yang sangat menyakitkan terlihat jelas didepanku, dimana Umma dengan penuh kasih sayang membelai rambut taeyeon Unnie, menyuapinya makan dan bersenda gurau bersama. Kapan aku akan memiliki senyum itu?

“hai Yul, kau sudah datang? Kemarilah saeng, bogoshipo.” Ujar taeyeon Unnie, aku menarik nafas panjang, mengumpulkan seluruh kekuatan dan berlari kecil menuju taeyeon Unnie.

“nado bogoshipo Unnie. Bagaimana keadaan Unnie hari ini?” tanyaku seraya memeluk singkat tubuh unnieku.

“Unnie baik-baik saja saeng, hanya saja unnie sering merasakan sakit d bagian perut unnie. Ah rasanya lelah sekali jika harus di sini setiap hari.” Keluh Taeyeon Unnie.

“Semangat unnie, yakinlah kau pasti akan sembuh.” Ujarku memberi semangat.

“Nyonya Kim. Bisakah kita berbicara sebentar.” Panggil Dokter pada Umma. Umma segera berdiri dan mengikuti Dokter itu keluar.

“Unnie ada apa?” tanyaku pada taeyeon Unnie.

“Mungkin membicarakan keadaan Unnie.” Jawab Taeyeon Unnie, dapat kulihat wajah pucat taeyeon Unnie sedang memikirkan sesuatu.

“Unnie kau sedang memikirkan apa?” Tanyaku, seketika wajah taeyeon unnie merona.

“Sebenarnya Unnie mempunyai seorang namja yang unnie suka.”

“Jinjja?” Tanya ku antusias.

“Ne dia seorang hoobae yang menjadi teman sekelas Unnie sekarang.”

“Nugu-ya?” tanyaku masih dengan nada antusias sekali. Ah tumben sekali Unnieku menyukai seseorang, Hoobae? Wahh . Sepertiku saja. . .

“Yul ikut umma sebentar.” Ajak Umma, taeyeon Unnie tidak meneruskan perkataannya. Aku memeluk singkat tubuh Unnie dan kemudian mengikuti umma keluar,. Aku dan Umma berhenti saat sudah berada jauh dari ruangan taeyeon unnie.

“Yul apa kau ingin Taeyeon sembuh?” Tanya umma. Aku menautkan alisku mendengar pertanyaan Umma.

“tentu saja Umma.” Jawabku

“Jika kau ingin melihat Taeyeon sembuh tolong donorkan salah 1 ginjalmu untuk taeyeon.” DEG… Ginjal?

“Umma? Jika aku memberikan salah 1 ginjalku bagaimana dengan hidupku Umma?” Tanyaku kaget.

“Kau masih bisa hidup dengan 1 ginjal. Dokter bilang, penyakit jantungnya sudah menyebar dan menyebabkan kerusakan hebat pada kedua ginjalnya yang 1 terpaksa diangkat oleh dokter dan yang 1 lagi ntah sampai kapan bisa bertahan ditubuhnya.” Jelas Umma dengan wajah sedih. Unnie, sebegitu menderitakah kau? Unnie . . . . Apa yang harus aku lakukan?

 

TBC

Grrrr… TBC lagi.. ahaha wahh kabur ahh😀

Gomawo yang sudah baca.. ^^

Tagged: , , , , ,

35 thoughts on “Why Umma? (PART 1)

  1. revinefrey96 November 18, 2012 pukul 7:59 am Reply

    sad banget .. yuri .. lagi-lagi berkorban buad unnie-nya TT.TT
    lanjut thor ^^

    • yuuripico26 November 18, 2012 pukul 9:56 am Reply

      hehe gomawo udah comment.. iya psti d lanjut kok😀

  2. tiazwib November 18, 2012 pukul 9:20 am Reply

    aiishh aku penasaran chinguu~~
    cpetan yah lanjutannya, dan jangan lupakan weird wedding :p

    • yuuripico26 November 18, 2012 pukul 9:58 am Reply

      hehehehe.. ntar chingu,, d usahain cpet… iya weird wedding ga lupa kok.. :’)

  3. Vina Berliana Kimberly November 19, 2012 pukul 4:04 pm Reply

    annyeong eonni aku new reader disini. aku suka banget sama ff yg ini. Lanjut terus yyaa hwaiting

    • yuuripico26 November 20, 2012 pukul 5:35 am Reply

      welcome to blog gaje ini :’) hehe gomawo ya ^^ iya pasti d lanjut😀

  4. Rositaemin^^ November 23, 2012 pukul 9:56 am Reply

    Yurinya kasian😦 ummany kok gitu sih …. penasaran sama lanjutannya… cepet ya thor tp weird weddingnya juga jgn ditelantarkan🙂 *reader banyak permintaan xD*

    • yuuripico26 Desember 18, 2012 pukul 2:02 pm Reply

      eh bru liat commentnya.. mianhae bru d reply ^^
      haha gpp mah bnyak permintaan.. saya lebih suka reader yg bnyak komennya..😛

  5. whee_wee November 25, 2012 pukul 3:40 pm Reply

    sedih……….., kynya taeng suka minho jg
    ya g’ chingu ^ _ ^

    • yuuripico26 Desember 18, 2012 pukul 2:03 pm Reply

      mianhae bru d reply.. ia taeng suka ama minho… kn dh ada d part 2 tuh😛 hehe

  6. justyurisistable Desember 3, 2012 pukul 4:43 am Reply

    q tunggu part selanjutnya ya ..

  7. kwonwonhi Desember 15, 2012 pukul 3:35 am Reply

    omona~
    nyesek sangat :’

  8. NN Januari 1, 2013 pukul 1:29 pm Reply

    tinggalin jejak

  9. rina Januari 7, 2013 pukul 10:08 am Reply

    yul unnie fighting😥

  10. Hwang Na Ri Februari 24, 2013 pukul 12:17 pm Reply

    sedih banget baca ni ff. Hiks hiks jangan jahat2 thor ummanya yuri. Tar judulnya jadi ratapan anak tiri *plak,abaikan*

  11. sela Februari 28, 2013 pukul 11:57 am Reply

    mmmm…
    sambil nungguin weird wedding baca yg ini dulu..

    kasihan bgd yuri. knp umma.a bgtu sm dia…

  12. 신하린 Maret 15, 2013 pukul 8:06 pm Reply

    Kenapa ummanya tega banget sih??ahhh iyalah judulnya aja Why Umma??

  13. eni enooy Mei 3, 2013 pukul 6:34 am Reply

    kasian banget yuri eonnie :” ada apa sama ummanya? Lanjut baca ya thor🙂

  14. YurisistablePearl Mei 20, 2013 pukul 8:44 am Reply

    FF NY gado-gado eonn ,,, aku bisa ngerasain sedih+lucu dlm wktu yg bersamaan,,,,,,, Daebakkkkkkkkkkkk!daebakka!! umma yuri jahat bgt sih ! kasian yulnie !!

  15. Imasari Juni 8, 2013 pukul 6:26 am Reply

    Ksiyan yuri, ini sie kbnyakan sad.a

  16. Sara Desember 12, 2013 pukul 6:35 am Reply

    Emak nya kyk ** ya.Emak nya pgn gue bunuh

  17. Fina Januari 24, 2014 pukul 9:03 am Reply

    Sad bgt, tapi ini ff benar2 bagus.
    Aku baca ff ini tuh benar2 terbwa cerita ff ini.

  18. Park Ahra Februari 7, 2014 pukul 3:44 am Reply

    Disini yurinya kasian banget, sampe sedih bacanya, ff ini bagus ceritanya😀

  19. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 5:49 am Reply

    umma nya jahat , minta di kick nih hehehe
    yeayy jadian, walaupun kena hukumann dulu

  20. Esa P Anjani Desember 16, 2014 pukul 10:12 am Reply

    Baru baca pun aku sediihh😦 hehe suka banget sama ff nyaaaa😀

  21. Cho Haemi Juni 16, 2015 pukul 5:47 am Reply

    Anyeong kakak,mianhae baru komen sekarang. .maklum masalah kuota. .#hehe curcol. .

    Aku langsung next aja ya,bingung mau komen apa. .

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: