Forgive Me

Minyul

 

Tittle : Forgive Me

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri & Choi Minho

Lenght : Oneshoot

Ratting : Bebas pantas

Genree : Gaje

 

 

Annyeong ^^ 

Jumpa lagi bersama saya author abal2.. huahaha Sekali lg aku minta maap. Weird Wedding blm d  lanjut.. doain aja segera mendapatkan ilham buat nerusinnya.. tpi aku janji psti d trusin kok😀

Ini aku buatin ff oneshoot buat pemanis seraya nunggu weird wedding ya.. (berasa ada yg nunggu aja T_T) 

Untuk Judul, aku ga tau..  udh ga bsa mikir.. jd klw judul ama cerita ga nyambung.. Mianhae ^^

Ga bosen aku ingetin. READERS BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK😀

yuk.. 

 

YURI POV

 

Dengan langkah cepat aku memasuki area perusahaan besar ini, tapi tidak untuk bekerja melainkan untuk menemui seseorang, aku menatap sesuatu yang dari tadi ku bawa. Sebuah kotak kecil berwarna biru yang sudah ku tata secantik mungkin berisi sebuah hadiah untuk seorang namja yang sudah 5 tahun tahun ini mengisi hari-hariku dan 2 tahun telah menjadi pasangan hidupku dihadapan Tuhan.

Aku mengetuk pintu, tapi tidak ada sahutan dari dalam.

“Oppa, apa kau didalam?” Aku mencoba memanggilnya, namun lagi-lagi yang kuterima hanyalah kesunyian. Dengan sedikit ragu aku membuka pintu ruangan itu dan melihat Minho Oppa sedang tertidur dengan posisi duduk. Apa tugasnya hari ini sangat melelahkan?  Kulangkahkan kakiku masuk setelah sebelumnya menutup pintu itu kembali.

“Oppa?” Aku mencoba membangunkannya, tapi dia tidak bereaksi sama sekali. Kotak yang dari tadi kubawa kuletakkan dimeja dan aku kembali mencoba membangunkannya.

“Oppa, bangunlah.” Aku mengguncang-guncang tubuhnya sedikit dan berhasil. Dia menggeliat dan perlahan membuka matanya.

“Mwo? Chagi-ya? Sedang apa?” tanyanya saat sudah mulai mendapat kesadaran.

“Oppa, aku ingin bertemu denganmu.” Ucapku manja.

“Nanti saja ya setelah semua pekerjaanku selesai. Aku sedang sibuk sekarang.”  Ujarnya cuek, seraya membereskan berkas-berkas dimejanya dan saat itu juga sekretaris pribadinya masuk kedalam ruangan.

“Tuan Choi apakah pertemuannya akan dimulai sekarang?” Tanya seohyun, seohyun yang sepertinya baru menyadari kehadiranku langsung menunduk memberi salam. Aku tersenyum padanya.

“Kajja Seohyun-ssi, kita mulai saja pertemuannya.” Dapat kulihat dia berkata ramah pada sekretaris pribadinya Seohyun dan langsung pergi meninggalkanku. Apa dia tidak bisa sedikit saja memahami perasaanku, pernikahan 2 tahun ini apa tidak ada artinya? Aku pikir setelah menikah kau akan merubah sikap cuekmu itu, ahh kenapa aku bisa menikah dengan namja sepertimu. Selama ini karna cintakulah aku bertahan, dan karna perhatianmu jugalah yang membuatku susah melepasmu, walau perhatian yang kadang terbilang cuek, aku tetap menghargai itu, tapi akhir-akhir ini kau sudah terlewat cuek. Aku sudah lelah dengan sikap cuekmu yang seperti itu. Kutatap lirih kotak kecil yang tadi kubawa.

“Apa kau juga tidak mengingat perayaan 2 tahun pernikahan kita? Oh God, aku rasa seminggu terakhir ini kau lupa bahwa kau sudah menikah.” Dengan hati yang sakit ini, aku melangkah meninggalkan ruangannya dan ingin berjalan pulang.

Aku berjalan dengan langkah tak pasti menyusuri kota seoul yang sedang panas ini, aku terus berjalan tanpa tujuan berharap semua yang menyesakkan dadaku bisa hilang walau sedikit. Aku melihat sebuah kursi dipinggir taman yang teduh ditutupi oleh pepohonan, aku pergi ke kursi itu dan mulai duduk meresapi udara siang ini. Walau panas tapi dapat menenangkan hati, aku tersenyum sendiri saat melihat beberapa ibu-ibu yang sedang mengantarkan anaknya untuk bermain ketaman ataupun menjemput anaknya pulang sekolah. Ohh rupanya taman tempat  aku duduk ini merupakan taman yang dekat dengan sekolah kanak-kanak, aku memperhatikan segerombolan anak-anak yang sedang bermain.

“Aigooo. Lucu sekali.” Ucapku saat melihat seorang namja kecil yang sedang bermain bersama teman-temannya. Kapan aku bisa memiliki seorang malaikat kecil ini? Ah hanya mimpi, untuk menyentuhku saja dia terlihat ragu dan jikapun kami melakukannya tidak pernah sampai membuahi rahimku dengan alasan dia lelah karna pekerjaannya. Pernah sekali, sekitar lebih dari 2 bulan yang lalu tapi aku rasa itu juga tidak berhasil. Sebenarnya aku sudah tidak pernah menstruasi setelah kejadian itu, tapi aku masih ragu untuk mengeceknya. Lagian tidak ada yang peduli bukan? Aku hamil atau tidak dia tetap akan mementingkan pekerjaannya.

Mataku tertuju pada seorang namja kecil yang mungkin umurnya masih sekitar 3 tahun sedang berjalan sendiri. Aku terus memperhatikan anak itu, kemana Ummanya masa anak sekecil itu tidak dibimbing sih? Aku melihat sekelilingnya tidak ada yang memperhatikannya. Wah anak itu sudah berjalan keluar pagar dan ingin menyebrang jalan. Sontak aku berdiri dan ingin menyuruh anak itu masuk, langkahku terhenti saat melihat sebuah mobil berjalan cukup kencang dan nampak akan menabrak anak ini. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari menuju anak itu dan. . . . .

 

BRAKKK!!!!

 

Aku tidak tau apa yang terjadi, aku hanya dapat mengencangkan pelukanku pada namja kecil ini. Brugghh!! Aku tersungkur kepinggir jalan, gelap.. ya gelap… Tubuhku terasa ringan sekali, ada sesuatu yang mengalir dikepalaku, juga di… mwo? Pahaku. Aku ingin membuka mataku untuk melihatnya tapi…. Tidak bisa, aku hanya bisa mendengar suara-suara keributan itupun hanya samar-samar.

“Agashi? Apa kau tidak apa-apa?”

“Tolong cepat panggilkan ambulance tolong!!!” ya itulah yang kudengar dan yang terakhir ku dengar adalah suara tangisan seorang namja kecil, anak tadikah yang menangis? Gelap , hening, sunyi dan aku tidak merasakan apa-apa lagi.

 

End Yuri POV

 

***

Author POV

 

Minho nampak serius berkutat dengan rekan-rekan bisnisnya bersama sekretarisnya Seohyun, memang beginilah Minho. Jika sudah bekerja bisa lupa waktu, itu sudah terlihat saat dia masih kuliah bersama Yuri, hal ini jugalah yang membuatnya sering ribut dengan Yuri bahkan tidak jarang mereka putus nyambung saat pacaran dulu karna masalah ini. Tapi jauh dilubuk hati Minho dia sangat mencintai anaenya itu.

Drrt.. Drrtt… beberapa kali ponsel Minho bergetar didalam saku kemejanya namun Minho yang masih sibuk dengan meetingnya tidak menghiraukan panggilan itu.

“baiklah , aku rasa meeting cukup sampai disini. Gomawo sudah mau menyempatkan hadir dalam meeting kali ini.” Ujar Minho dengan penuh wibawa. Semuanya keluar termasuk Seohyun, Minho memutuskan untuk tetap diruang meeting sambil melihat beberapa berkas. Minho seakan teringat sesuatu dan berjalan kembali keruangannya.

 

Minho POV

 

Mwo? Dia sudah tidak ada? Aish pasti marah lagi padaku..

Aku melihat sebuah kotak kecil bewarna biru diatas meja, Aigoo lucunya. Apa aku terlalu cuek padamu chagi-ya? Mianhae. Beginilah Aku, pekerjaan membuatku lupa segalanya.

Aku membuka kotak kecil itu ternyata isinya sebuah jam tangan, sederhana namun elegant sangat cocok dengan seleraku. Aku melihat kertas ucapan didalam kotak itu.

 

“Yeobo, Happy anniversary 2nd for our wedding. Semoga kau makin mencintaiku dan memperhatikanku, aku juga akan berusaha untuk selalu mengertimu. Saranghae my nampyeon ^^.”

 

Aku tersenyum melihatnya, ng? ya Tuhan aku lupa, mianhae chagi-ya bahkan aku belum menyiapkan apapun untukmu. Aku bergegas keluar dari ruangan sekaligus dari kantor dan masuk kedalam mobil menuju toko bunga terdekat untuk membelikannya bunga.

Aku  kembali masuk kedalam mobil dan memperhatikan bunga itu lagi. Ah aku baru ingat tadi seseorang sepertinya meneleponku. Aku mengambil ponsel dan terkejut melihat banyaknya panggilan dari Yuri. Aku mencoba menghubunginya kembali. Tidak diangkat, apa dia marah padaku? Aku mencoba meneleponnya lagi tapi tetap tidak ada sahutan dari sana. Aku ingin mencoba mengiriminya pesan singkat, tapi rupanya ada 2 sms darinya yang belum kubaca.

 

“Chagi-ya aku ingin bertemu denganmu aku sudah dijalan menuju kantormu.” Begitulah bunyi pesan yang pertama, aku mencoba membuka pesan yang kedua. Mataku seketika itu juga membuka lebar menatap isi pesan itu, hatiku langsung sesak dan hidupku seolah-olah berhenti.

 

“Mianhae aku lancang mengirimkan pesan kepada anda Tuan, sekarang anae anda berada di RS. XXX dan keadaannya sangat buruk. Sebuah kecelakaan menimpanya tadi, aku harap anda bisa segera kesini.” Ya Tuhan, Yuri-ya!!! Tanpa pikir panjang lagi aku langsung menjalankan mobil secepat mungkin, Lindungi Anaeku Tuhan.

 

“Ah, yuri-ya mianhae yeobo. Mianhae.” Aku terus mengucapkan kata-kata itu, aku benar-benar seorang nampyeon yang tidak tau diri, sikap cuekku dapat membuat seorang anae yang selalu mengerti keadaanku jadi seperti ini. Yuri-ya mianhae……

Aku memarkiran mobilku diparkiran RS ini, aku buru-buru keluar dari mobil dan berlari menuju UGD ntah dimana bunga yang kubeli tadi aku sudah tidak peduli. Aku melihat seorang ibu muda yang sedang menggendong seorang namja kecil berdiri tepat didepan ruang UGD.

“Apa kau yang mengirimiku pesan tadi?” Tanyaku pada Ibu itu.

“Apakah anda nampyeon dari yeoja yang mempunyai ponsel ini?” Tanya Ibu itu seraya menunjukan sebuah ponsel padaku. Ya itu ponsel Yuri, sama seperti ponselku dan ada gantungan namaku diponsel itu.

“Ne itu ponsel anae saya. Bagaimana keadaannya sekarang?”

“Molla Tuan, sejak diperiksa tadi dokter belum keluar dan belum ada kabar. Mianhae ini semua salahku.” Ucap Ibu itu seraya menunduk.

“Maksudnya?” Ibu itu menceritakan bagaimana kronologi kecelakaan itu, Astaga… Yuri-ya.. demi orang lain kau rela sampai begini. Jika aku tidak mengabaikannya tadi mungkin ini tidak terjadi. Aku terduduk lemas dan menatap kosong kearah pintu itu.

“Tuan, gwenchana?” Tanya ibu itu,aku diam tidak menjawabnya. Yuri-ya, bagaimana keadaanmu yeobo?

Sudah 2 jam aku dan Ibu disebelahku ini menunggu Yuri, aku melirik sekilas kearah ibu itu. Nampak dia sedang memangku namja kecil itu yang sedang tertidur pulas, ibu itu sesekali terlihat berdoa menatap pintu UGD itu.

“Aghasi, jika lelah pulanglah. Namja kecil itu pasti lelah.” Ujarku.

“Oh .. gwenchana. Dia juga harus berada disini, sampai Yuri-ya melewati masa kritisnya.” Omo.. orang lain saja sebegini perhatiannya pada anaeku, sedangkan aku?

Dokter keluar dengan wajah yang benar-benar menunjukan wajah yang, ah ntahlah… aku langsung menghambur kedokter itu.

“Bagaimana keadaan Yuri dok?? Apa anae saya baik-baik saja?”

“sebelumnya kita harus bersyukur, Yuri-ya sudah melewati masa kritisnya. Tapi….” Wajah dokter makin menunjukan suatu kegusaran untuk menyampaikan ini, dan keadaan ini membuatku makin khawatir.

“Dokter? Apa yang terjadi?” Tanyaku lagi.

“Anae anda….” Dokter nampak ragu untuk mengatakannya.

“Dokter!! Aku mohon jangan mempermainkanku!! Apa sebenarnya yang terjadi pada anaeku?” bentakku emosi., Ibu tadi berusaha menenangkanku.

“Anae anda mengalami benturan keras saat kecelakaan itu terjadi, dan parahnya benturan itu menyebabkan pendarahan hebat yang membuat dirinya kehilangan calon bayi kalian.” Ibu disebelahku nampak shock sedangkan aku? Bayi? Calon bayi?

“Calon bayi?” Tanyaku heran pada dokter.

“Tuan, apa anda tidak tau. Anae anda sedang mengandung 4 minggu,  tapi sayang bayinya tidak dapat tertolong.” Seketika itu juga kakiku terasa lemah dan tak berdaya, aku terduduk . ya.. aku terduduk, mataku mulai panas dan hatiku terasa sesak. Yuri-ya…..

“Tuan, apa anda tidak apa-apa?” Tanya ibu itu.

“Mianhae.” Ucap Ibu itu, aku tidak menggubrisnya. Aku bangkit dan segera berlari menuju tempat dimana Yuri berada.  Langkahku terhenti saat melihat Yuri terbaring lemah dengan infuse dan alat-alat medis lain terpasang ditubuhnya. Perlahan aku mendekatinya, Ya Tuhan. Anaeku, mianhae. Kini aku sudah berdiri didekat tempat tidurnya. Aku mencoba memegang tangannya dan menggenggamnya.

“Yeobo, mianhae… mianhae… mi… anhae.” Aku terus mencoba meminta maaf padanya, dia hanya diam dengan mata tertutup. Mungkin obat anastesi dari dokter masih bereaksi. Aku mengelus pelan wajahnya, tanganku berhenti dikepalanya yang sedang dililit oleh perban itu. Aku mengelusnya perlahan.

“Apa ini sakit chagi-ya? Mianhae.” Tak terasa bulir-bulir airmataku terjatuh dengan bebas dipipiku, aku tidak peduli pada beberapa perawat dan juga orang-orang yang mungkin akan mengejekku . Aku terus menangis dalam diamku sambil terus menggenggam erat tangan dinginnya. Sampai akhirnya kurasakan tangannya bergerak. Kepalaku yang tadinya kusandarkan ditempat tidur kini ku angkat dan menatap wajahnya.

“Chagi-ya kau sudah sadar?” Tanyaku saat melihat perlahan-lahan matanya mulai terbuka.

“Op…pa?”  Panggilnya pelan seraya ingin bangun

“Aw..” Yuri nampak meringis kesakitan.

“chagi-ya, kau jangan bergerak dulu. Sebaiknya kau tiduran saja ne.” dengan sangat pelan aku membantu Yuri membaringkan tubuhnya.

“Oppa, happy anniversary.” Ujarnya pelan namun masih dapat kudengar. Aku kembali mengingat kebodohanku, kebodohanku yang melupakan perayaan pernikahan kami, kebodohanku yang membuatku kehilangan anakku. Kuelus pelan kepalanya, rasanya jarang sekali aku melakukan ini.

“Mianhae, happy anniversary chagi-ya. Mianhae, aku tidak bisa memberimu apa-apa.” Airmata yang tadi sempat berhenti kini terasa mulai membasahi pipiku lagi.

“Oppa aku tidak perlu hadiah, yang aku butuhkan adalah perhatianmu.” Ucap yuri dengan lemah. Kupeluk mesra tubuh anaeku yang terbaring lemah ini, dapat kurasakan tubuhnya bergetar, dia menangis? Kulepaskan pelukanku dan kembali ku genggam tangannya.

“Chagi-ya, kau boleh marah padaku. Kau boleh memukulku sekarang, kau boleh memakiku sepuasnya tapi aku mohon chagi-ya maafkan aku.” Mohonku sejadinya pada Yuri.

“kenapa daritadi kau meminta maaf padaku chagi. Harusnya aku yang meminta maaf, mianhae aku tidak bisa menjaga bayi kita.” Ujarnya sambil terus menahan tangisnya.

“Akulah yang salah chagi-ya, jika aku sedikit saja memperdulikanmu semuanya tidak akan seperi ini. Aku janji. . aku tidak akan egois lagi seperti kemarin. mulai hari ini, aku akan berubah menjadi Minho yang akan selalu melindungi anaenya. Mianhae chagi. Aku tidak ingin kehilangan bayi kita lagi terlebih kehilanganmu.” Mohonku padanya, dia tersenyum dan mengelus pelan wajahku dengan tangannya yang masih lemah ini.

“Aku harap kau bisa memegang perkataanmu itu chagi-ya.” Aku mengangguk menyetujui perkataannya. Aku berdiri sedikit dan mengecup singkat keningnya.

“Aku janji.” Bisikku.

“Mianhae mengganggu, aku ingin meminta maaf dan berterimakasih padamu Yuri-ssi.” Aku berbalik kearah orang yang mengatakan itu ternyata itu Ibu dan namja kecil yang ditolong Yuri tadi. Aku bergeser sedikit dan memberi ruang untuk Ibu ini berbicara dengan Yuri.

“Yuri-ssi, mianhae. Karna menyelamatkan anakku kau sampai kehilangan bayimu. Mianhae.” Ibu itu nampak memohon pada Yuri dan menangis.

“Ah gwenchana aghasi. Yang terpenting namja kecil ini tidak kenapa-kenapa kan?” Jawab Yuri lembut. Ibu itu mengangguk.

“Gomawo yuri-ssi.” Kulirik namja kecil yang sepertinya bingung itu menatap Ummanya yang sedang menangis.

“hei namja kecil, siapa namamu?” Tanya ku seraya menunduk menyamai tinggiku dengan anak ini.

“Kyungsan.” Jawabnya dengan logat ngomong anak kecil pada umumnya.

“Aigoo. Lucu sekali.” Ujarku menepuk-nepuk pelan kepalanya.

“yeobo, bisakah kau gendong dia? aku ingin melihatnya.” Pinta Yuri, tanpa pikir panjang langsung saja kuangkat anak ini dan mendekatkannya ke Yuri.

“Ahhh lucunya.” Puji Yuri, Kyungsan tersenyum melihat Yuri.

“Sini cium bibi.” Pinta Yuri, Kyungsan seperti mengerti segera menggerakkan badannya ingin mencium Yuri, aku hanya dapat menahan tubuh Kyungsan agar tak menindih Yuri.

CHU~~

“Wahh, gomawo Kyungsan.” Girang Yuri, walau masih lemah dapat kulihat wajah gembiranya. Ya begitulah Yuri, dia memang menyukai anak kecil sejak dulu. Betapa bodohnya aku, jika saja aku lebih memperhatikannya tidak menutup kemungkinan kami akan memiliki seorang Choi kecil.

 

***

 

9 bulan kemudian

 

Yuri POV

 

Sejak kejadian itu, Minho Oppa makin sering menghabiskan waktunya bersamaku, dia tidak terlalu mengejar pekerjaannya seperti dulu dan selalu menyempatkan dirinya menemaniku kedokter untuk konsultasi mengenai kandunganku Yang sudah menginjak bulan ke 4 ini.

“Wah Kyungsan,  kau akan segera memiliki dongsaeng.” Ujar Tiffany, Umma dari Kyungsan. Oh ya sejak kejadian itu juga, Aku dan Minho jadi dekat dengan Tiffany terlebih dengan Kyungsan. Kami juga jadi tau, ternyata Tiffany merupakan pengajar ditaman kanak-kanak itu dan berusaha sendirian membesarkan Kyungsan.

“haha benar Kyungsan, kau harus menyayangi dongsaengmu nanti ne.” Ujar Minho Oppa pada Kyungsan yang sedang digendongnya.

“Ahh aku rasa aku harus pergi, jam mengajar sebentar dimulai. Kajja Kyungsan kita pergi.” Ajak Tiffany pada Kyungsan. Tapi Kyungsan tidak mau ikut dengan Tiffany.

“Mwo? Kajja.” Ajak Tiffany lagi, tapi Kyungsan menggeleng.

“Tinggal saja Fany-ya,Minho Oppa hari ini sedang libur jadi dia bisa membantuku menjaga Kyungsan dirumah. Iyakan yeobo?” Tanya ku pada Minho Oppa yang masih sibuk menggendong Kyungsan. Dia mengangguk menyetujuinya.

“Oh baiklah, gomawo sudah mau menjaga Kyungsan. Aku pergi dulu. Annyeong.” Pamit tiffany dan pergi menjauh meninggalkan kami.

“Oppa biarkan aku menggendong Kyungsan.” Pintaku pada Minho Oppa.

“Shirreo!! Kau tidak boleh mengangkat berat-berat biar aku saja yang menggendongnya.” Tolak Minho Oppa,  aku menggembungkan pipiku kesal. Biar bagaimanapun aku juga ingin menggendong Kyungsan. Tapi tanpa disangka-sangka kedua pipiku dicium secara bersamaan oleh dua orang berbeda. Kyungsan dan Minho Oppa.

“Jangan marah lagi Umma.” Ujar Kyungsan.

“Mwo? Umma tidak marah padamu chagi-ya, tapi marah pada…” Perkataanku terhenti saat Minho Oppa kembali mengecup pipiku.

“jangan marah lagi Umma.” Ucapnya meniru ucapan Kyungsan.

“Aish, kalian benar-benar sangat bisa mengambil hatiku.” Sesaat aku dan Minho Oppa tertawa bersama Kyungsan yang nampaknya bingung melihat kami tertawa malah ikut tertawa.

“Tuhan tolong jaga kebersamaan kami.” Mohonku disela-sela kebahagian kami.

 

                                                                                END

 

FF apaan ini!!!! Iuhh.. wkakaka mianhae kalau jelek.. hahahhaa tolong jgn d hina.. -,- wohh gpp sih… hinaan itu sbagian dri kemajuan #eh apa sih.. –‘ 

Tagged: , ,

35 thoughts on “Forgive Me

  1. whee_wee November 14, 2012 pukul 8:15 am Reply

    waah bgs ko’ chingu…., apapun crtnya yg pntng minyul !!!
    jngn bsn sm aq ya chingu, nongkronk trus dblog ni, he..he..

    • yuuripico26 November 14, 2012 pukul 8:19 am Reply

      hahaha… minyul jjang!! #Loh. hoho.. gomawo chingu udh rajin mampir kesini n comment :’) kau meramaikan blogku yang sepi ini. huahaha😀 jd ga mungkin aku bosan padamu chingu #cielah bahasanya. ahaha

  2. Kekeropi November 14, 2012 pukul 5:20 pm Reply

    aaAaaaaAAAh……
    baca fanfic ini jd tambah penasaran sama lanjutan Weird Wedding,

    • yuuripico26 November 16, 2012 pukul 12:39 pm Reply

      hahaha.. hayo2 yg pnasaran😛

  3. Seli m (@_SnowAngels_) November 16, 2012 pukul 12:01 pm Reply

    Nice ff thor🙂

    • yuuripico26 November 16, 2012 pukul 12:40 pm Reply

      gomawo udh mau mampir ^^ bca jga ff lainnya😀

  4. Rositaemin^^ November 16, 2012 pukul 3:27 pm Reply

    Jadi… Kyungsan itu siapanya Minyul ?? -_-” ….. Tapi overall keren !!!!!!! Minhonya dingin overload tapi akhirnya sih enggak xD,,, Nice FF ^^

    • yuuripico26 November 17, 2012 pukul 2:40 am Reply

      Kyungsan anaknya fany,, tp sring d jaga minyul😀
      gomawo ya chingu😀

  5. kwonwonhi Desember 15, 2012 pukul 5:59 am Reply

    kerennn ~~
    buat SEQUEL !

    • yuuripico26 Desember 16, 2012 pukul 1:58 am Reply

      gomawo😀 haha blm kepikiran bwt sequel :O

  6. rina Januari 30, 2013 pukul 4:55 am Reply

    so sweet banget minho oppas pas yul unnie lagi sakit :’)

  7. sela Februari 25, 2013 pukul 11:42 am Reply

    awal.a sedih.. tapi akhir.a berakhir dgn bahagia…

    makin suka deh sama minyul… ^ ^

  8. 신하린 Maret 16, 2013 pukul 9:57 pm Reply

    Aku comment dulu baru baca ya thor..yang penting kan udh ninggalin jejak..goodbye author!!

  9. mrslee040420 Maret 30, 2013 pukul 3:59 am Reply

    wahh romantiss .. aku jadi envy ….

  10. elzi April 7, 2013 pukul 9:31 am Reply

    baguuuussss thor…

  11. eni enooy Mei 3, 2013 pukul 2:44 pm Reply

    haha bagus kok ^^

  12. Imasari Mei 28, 2013 pukul 5:57 am Reply

    Hidup minyul … !

  13. Rizkia aulia tifanny Juni 21, 2013 pukul 1:14 am Reply

    Wah daebak ..
    Yg penting ad minyul nya setiap ff yg dibuat pasti akan selalu bagus
    minyul gituu ahaha

    • yuuripico26 Juni 22, 2013 pukul 9:33 am Reply

      tp bakal lebih menyenangkan kalau ceritaku di nilai bagus atau ga nya bukan karena di liat dari castnya.. hehe😀 gomawo

  14. ifa September 1, 2013 pukul 4:24 am Reply

    huAAAAA baagus bangeett

  15. Sara Desember 26, 2013 pukul 8:10 pm Reply

    kereen

  16. yuri yoona Desember 27, 2013 pukul 5:51 am Reply

    Kren ceritanya eon… Hehehe.. D tunggu ff lainnya … Oh y.. Ff buatan eonni ada apa aja??

  17. sari Januari 3, 2014 pukul 7:51 am Reply

    huh…udah kecelakaan baru peduli…-,-
    omg2 daebak ffnya.tapi mian aku gak bisa like.itu cuma blogger aja yg bisa like ya?

  18. shania salsabillah Januari 28, 2014 pukul 2:32 pm Reply

    yahh komen nya telat ya eon:(((
    tapi ff nya bener bener daebakkkkk!!:))
    MinYul fighting ;))

    • yuuripico26 Januari 31, 2014 pukul 6:53 am Reply

      hehe gwenchana saeng.. gomawo😀

  19. uzh_joon Maret 11, 2014 pukul 5:17 pm Reply

    kalo bikin ff nyeseg,, kak pico deh jagonya… ha ha…
    keyen kak, minong yg egois sadar juga… ckck… yul kesabaranmu terbalaskan…🙂

    1259 143 deh….🙂

    • yuuripico26 Maret 13, 2014 pukul 5:04 am Reply

      waduh nyesek.. :p ia minong luluh jga ama Yuri.. xixi..
      143? apa tuh? hehe😀

  20. oebayoonyul Juni 17, 2014 pukul 1:05 am Reply

    lucu ngebayangin yul manggil minong oppa😀
    nice ff, bagus, baca pagi ini cukup bikin perih mata T.T

    • yuuripico26 Juni 21, 2014 pukul 8:30 am Reply

      haha iya lucu ya, tapi gapapa Kak sekali2 :p

  21. Regita Juli 13, 2014 pukul 12:42 pm Reply

    Nice FF unnie , sequel dongs *memohon😀
    minho si terlalu cuek jadinya yuri frustasi kan tuh ! Haha
    ayoo un post FF lainnya🙂

  22. billa September 26, 2014 pukul 3:28 pm Reply

    chingu.. aku hobby banget baca ff buatan chingu… semua kisahnya seru2 ada hamil2nya kekeke… gummawo chingu

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: