(Sequel How To Meet again) We Meet Again.

Minyul

Tittle : We Meet Again

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri & Choi Minho

Rating : General

Genree : Gaje

Lenght : Oneshoot.

 

Annyeong . . Ahh .. hahhaa… ini sebenernya bukan sequel sih.. tp lanjutan yang kemarin.. udh ga bsa mikir ama judulnya. 

langsung yuk.. oh ya READERS BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK.^^

 

Sebelumnya baca dulu |How To Meet Again?|

 

***

YURI POV

 

“Sooyoung-ah, apa tadi Lee Songsaenim masuk?” Tanya ku pada sahabatku ketika sudah sampai dikelas. Aku benar-benar baru ingat kalau hari ini ada matakuliah Lee Songsaenim.

“Ya!! Kau itu darimana saja? Huah, buku? Ish cepat pergi ke ruangan Lee Songsaenim untuk mengumpulkan  buku itu.” Umpat sooyoung padaku. Aku menatap kearah buku yang dari tadi kubawa, azz benar saja ini tugas yang aku kerjakan selama seminggu penuh dan terakhir dikumpul hari ini. Grr…

“Aish, aku lupa jika ini matakuliah Lee Songsaenim. Jika aku tau, aku pasti akan menghadang hujan itu dengan kekuatan penuh. Azz ini semua karna kau coba kau tahan Lee Songsaenim untuk menungguku.” Ucapku menyalahkan Sooyoung.

“heh? Salahku? Hei!! Aku ini tidak tau apa-apa. Kau tau? Aku sudah menunggumu didepan kelas. aku menahan-nahan Lee Songsaenim agar mau menunggumu. Lalu kau ingin menyalahkanku? Ya Tuhan!!” aku menutup telinga mendengar suara Sooyoung yang memekik itu.

“Sudahlah, sekarang kau temani aku memberikan tugas ini pada Lee Songsaenim. Kajja.” Ajakku seraya menarik tangan Sooyoung.

 

Sesampainya didepan ruangan Lee Songsaenim

 

“kenapa perasaanku tidak enak.” Ujarku didepan pintu.

“Yul, cepatlah masuk. Ahh aku rasa kita akan menghadapi situasi yang gawat.” Kata Sooyoung seraya mendorong pelan tubuhku. Dengan kekuatan super yang aku kumpulkan aku mulai mengetuk pintu itu.

Tok~Tok~Tok

“Masuklah.” Suara garang Lee Songsaenim terdengar. Mendengar suaranya darahku sepertinya berhenti mengalir.

“Yul masuklah.” Bisik Sooyoung.

“Sabarlah.” Aku menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya. Mengumpulkan segala keberanian dan masuk…

“Kau terlambat dan ingin mengumpulkan tugas?” Aish . . . bagaimana bapak tua ini bisa tau?

“Ah Ne songsaenim, Mianhae. Tadi . . . .”

“Tidak usah banyak alasan, kau mau bilang hujan deras jadi kau tidak bisa datang kan?” tadi mobilku diservice… aku hanya dapat meneruskan alasanku didalam hati.. Grrr… kenapa dia tau semua? –‘

“Aku sudah tidak menerima tugas jika jam matakuliahku sudah selesai.” Jeder!!

“Tapi , aku sudah mengerjakannya dengan susah payah.” Ntah kekuatan dari mana aku menjawab Lee Songsaenim ini. Tentu saja, kalian tau aku rela begadang demi tugas ini masa dia dengan seenaknya bilang tidak mau terima.

“Kau mau membantahku ? sana keluar!! Untuk nilai matakuliahku kau ku beri D.”

“Ya!! Mana bisa seperti itu, songsaenim egois jika membuat keputusan seenaknya.” Bantahku.

“Hei!! Kau berani sekali membantahku, sana keluar!” Bentaknya. Aku menggenggam kuat buku yang merupakan tugas dari Lee Songsaenim dengan kuat.

“Songsaenim, Anda sebagai dosen disini harusnya memberikan contoh yang baik pada kami. Jika Anda bersikap seperti itu sama saja Anda mengajarkan kami untuk berbuat egois.” Aku berbalik pada orang yang berbicara seperti itu. Omo My Sooyoungie.

“Kau menceramahiku ?Justru saya mengajarkan bagaimana kalian menghargai tugas yang saya berikan. Jika saya menerima tugas ini tidak menutup kemungkinan nanti-nanti kalian akan mengulangi keterlambatan kalian ini kan.” Ya Tuhan !! Bapak tua ini selalu saja mempunyai alasan.

“baiklah, terserah songsaenim saja mau memberiku nilai apa. Aku tidak peduli.” Aku sudah malas memohon-mohon pada Bapak Tua ini. Grr.. Dengan kesal aku berbalik dan menarik tangan Sooyoung untuk mengikutiku.

“Tunggu!!” Langkahku dan Sooyoung terhenti ketika Lee Songsaenim memanggil kami. Aku berbalik dengan penuh harap jika dia mau menerima tugasku ini. Tapi…

Brughh!! Aku dan Sooyoung melebarkan mata selebar-lebarnya ketika melihat Lee Songsaenim melempar sebuah buku tebal dihadapan kami.

“Mwo? Itukan tugasku.” Kaget Sooyoung seraya mengambil buku itu.

“Kalian sudah pasti dapat E. Keluar!!” Mwo? Kalian? Berarti aku dan Sooyoung?  Hei !! Sooyoung tidak bersalah.

“tapi songsaenim, Sooyoung tidak bersalah.”

“Ini sudah keputusanku, kalian berani menceramahiku kan? Keluar!!” Usirnya. Aku menatap tak enak pada sooyoung.

“Tapi Sooyoung tid…..”

“Baik, Kajja Yul kita keluar. Aku sudah tidak peduli pada nilaiku. Kajja.” Soooyoung menarik tanganku. Sebelum kami benar-benar keluar dari ruangan Sooyoung sempat berbalik dan menatap tajam Lee Songsaenim.

“Dasar pak Tua, lihat saja suatu hari nanti kau akan memohon maaf pada kami berdua.” Sinis Sooyoung kemudian kembali menarik tanganku.

“Soo. Mianhae.” Ujarku memohon pada Sooyoung saat kami sudah berada dikantin.

“Yul, kau kenapa sih dari tadi cuma bilang ‘mianhae’. Aku bosan mendengarnya.” Ketus Sooyoung.

“Tapi karna aku kau jadi…”

“Jadi apa? Dikasih nilai E? Tugas ga diterima? Sudahlah Yul santai saja.

“Omo.. kenapa kau jadi Lee Songsaenim? Bisa menebak pikiranku.”

“karna memang pikiranmu mudah ditebak. Kajja makan, kau ambil saja sepuasnya biar kamu yang bayar.” Ujarnya santai. Huah tumben sekali dia baik, ng? tunggu kamu yang bayar? Berarti aku ?

“ya!! Choi Sooyoung!! tapi hari ini aku memang akan mentraktirmu sebagai tebusan rasa bersalahku.”

“Oh baiklah, aku harap kau tidak menyesal. Pelayan!!! Aku pesan ini, itu, itu dan itu. Gomawo.” Aku hanya bengong melihat semua makanan yang akan dipesan Sooyoung. Tapi tidak lama aku tersenyum, dasar Shikshin!!

 

End Yuri POV

 

***

Minho POV

 

Kwon Yuri. Chun Ang university. Aku terus mengingat-ingat dua nama itu terus-terusan. Aih.. apa yang terjadi padaku? Tapi wajah yeoja itu.  neumu yeppeo.. bagaimana aku bisa bertemu dengannya lagi?

Aku melangkahkan kaki memasuki rumahku, hening. . . Umma dan Appa pasti sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Hari ini aku bolos kekantor lagi? Ya memang begitulah.. aku bosan jika harus berkutat dengan berkas-berkas dan juga menghadapi rekan-rekan bisnis Appa.

Lebih baik aku ke kampus Chun Ang university siapa tau bisa bertemu Yeoja itu lagi. Ng? tidak-tidak.. Hei!! Choi Minho mana charisma mu, tumben sekali kau mau merepotkan diri mencari Seorang yeoja. Lupakan…  “Jika jodoh pasti bertemu.”

Tapi jika aku tidak segera menemukannya, aku bisa saja tidak akan bertemu lagi dengannya dan parahnya lagi aku akan segera dinikahkan? Shirreo!! Tapi bagaimana aku menolaknya? Jika mengingat kata-kata Appa membuatku sedikit tertantang.

 

“Baiklah aku akan memberimu waktu 3 minggu, jika tidak menemukan yeoja idealmu kau harus mau Appa nikahkan dengan anak sahabat Appa. Appa tau kau orang yang sportif kan? Jadi kau tau kan, bagaimana cara bermainnya?”

 

“Baiklah jika Appa menantangku. Aku terima.”

 

Choi Minho Pabo!! Kenapa kau terima saja tantangan Appa. Sudah 2 minggu berlalu sisa 1 minggu lagi. Selama itu aku belum menemukan yeoja yang bisa membuat hatiku berdebar selain Yeoja tadi.. Ok!! Choi Minho kau harus menemukannya. Harus!!

 

***

 

Yuri terlihat uring-uringan diatas tempat tidurnya, sesekali dia membalik tubuhnya ke kanan dan membalikkannya lagi ke kiri.

“Nilai E? bagaimana mau cepat lulus. Ah Sooyoungie juga mendapat Nilai E, kenapa Lee songsaenim tega sekali.” Gumamnya. Sudah hampir seminggu ini sejak dia bermasalah dengan Lee Songsaenim, selama itu juga Yuri selalu memikirkan nilainya. Bukan hanya nilainya tapi juga nilai sahabatnya, Sooyoung. Sooyoung selalu bilang itu bukan masalah besar, tapi bukanYuri jika dia mudah melupakan kesalahannya.

“Yul Kau belum tidur?” Ujar Umma Yuri tiba-tiba masuk kedalam kamar.

“Ah Ne Umma.” Yuri berbalik menghadap Ummanya yang sudah duduk ditempat tidurnya.

“Apa yang kau pikirkan sayang?” Tanya Umma Yuri lembut seraya mengelus lembut kepala anaknya itu.

“Tidak memikirkan apa-apa Umma.” Bohong Yuri.

“Yul kau ingat kan apa yang Umma dan Appa mau?” Tanya Umma Yuri tiba-tiba.

“Ne Umma Yuri ingat. Yuri menyerah, Yuri belum menemukan seorang namja yang bisa membuat Yuri nyaman. Jadi terserah Umma dan Appa saja.” Jawab Yuri tersenyum.

“Aigoo anak Umma, kau pengertian sekali. Baiklah sekarang kau tidur, Umma kembali kekamar dlu. Selamat Tidur sayang.” Ujar Umma Yuri mengecup singkat kening anaknya itu.

 

Yuri POV

 

Kulihat Umma sudah keluar dari kamar. Huh’ sebenarnya aku tidak akan pernah mau menyetujui apa yang Umma dan Appa mau. Tapi… aku juga tidak mungkin bisa mencari seorang namja dalam waktu singkat. Sudah lah apapun yang kalian mau, lakukanlah Umma Appa. Sudah terlalu banyak pikiran yang memenuhi otakku. Aku kembali teringat kejadian seminggu yang lalu. Aigoo namja itu, ntah kenapa wajahnya .. Hei!! sadarlah Kwon Yuri. salah sendirikan saat itu kau tidak mau diantarnya. Tapi bukannya saat itu dia juga tidak bawa mobil? Ahh lupakan!!

 

***

 

Minho POV

 

Aku duduk didepan meja kerjaku, menatap  kosong kearah tumpukan berkas-berkas. Aku masih berpikir tentang Yeoja itu juga tentang perjodohan eh jangan perjodohan kata lainnya adalah tantangan Appa.Waktu yang Appa kasih akan berakhir. Huahh!!

Sebenarnya kemarin aku sudah ke Chun Ang university tapi aku masih belum bisa menemukan Yeoja itu. Apa kemarin dia berbohong padaku? Aish kenapa tidak terpikirkan? Ahh jangan menyerah Minho-ya. Kau tidak mau kalah dari Appa kan? Kajja langkahkan kakimu berusaha mencari yeoja itu, semangkaaaaa minho!!!

 

Aku menjalankan mobilku ke Chun Ang University, Hei!! Itu dia.. yeoja itu, aku melihat yeoja itu lagi… tanpa pikir panjang aku menepikan mobil dan turun. Saat aku ingin menghampirinya langkahku terhenti saat melihat seorang namja tinggi bertopi menghampiri Yeoja itu. Ah pupus sudah harapanku saat melihat yeoja itu tertawa bersama Namja itu. Aku kembali masuk kedalam mobilku, kalah! Itulah kata yang langsung terpikirkan olehku. Dengan perasaan kesal, aku menjalankan mobilku asal menuju kantor Appa dan menemuinya.

 

***

 

Yuri POV

 

Aish, Sooyoungie lama sekali. Katanya setengah jam lagi tiba. tapi sudah hampir sejam aku berdiri didepan gerbang dia juga tak kunjung datang. Tanpa sengaja mataku menangkap seseorang yang sedang memakai topi menghampiriku. Apa aku salah liat atau benar, namja itu berjalan kearahku?

“Yuri-ya.” Mwo? Orang ini tau namaku? Tapi suaranya, kenapa sangat familiar sekali.

“Nugu?” Tanyaku.

“Ini aku pabo!! Sooyoung.” Bisiknya.

“Jinjja? Sooyoung?” Tanyaku bingung. Aku melihatnya dari kaki sampai keatas,

“Iya ini aku, azz jangan menatapku seperti itu.”

“Kau kenapa berpakaian seperti ini, rambutmu, topi? “

“ssttt diamlah, aku ini sedang menyamar.”

“menyamar? Untuk Apa?”

“Kita mau bolos kuliah kan? Kalau aku bolos tanpa menyamar sudahlah, besok kau tinggal melihat tv dan menunggu berita dengan judul “Choi Sooyoung, yeoja manis nan seksi tewas digantung oleh Ummanya.” Aku tertawa mendengarnya.

“haha pabo!! Tentang kau tewas digantung ummamu aku tidak kaget, tapi yeoja manis dan seksi. Itu jelas-jelas sangat fitnah.” Aku terus tertawa.

“ya!! Sudahlah, kajja.” Aku berusaha sekuat tenaga menahan tawaku, aku dan Sooyoung ingin pergi mencari baju untuk acara pertemuan besok.  Huft . . .

 

“Yul, aku rasa yang ini bagus. Coba kau pakai.” Titah sooyoung seraya memberiku sebuah dress. Aku mengambil dress itu dan mencobanya.

“bagaimana Soo?” Tanyaku.

“Nice. Itu saja Yul.” Aku mengangguk dan kembali keruang ganti untuk membuka baju itu. Sudahlah kalau Sooyoung yang memilih baju jangan diragukan lagi.

 

***

 

Minho POV.

 

Aku berjalan dengan langkah malas mengikuti Appa dan Umma yang sudah berjalan mendahuluiku.

“Minho-ya. Perbaiki jalanmu, gentle!” Tegur Appa, aku hanya mendengus kesal seraya membetulkan cara jalanku. Perlu kalian tau aku, Appa dan Umma ingin menghadiri makan malam bersama dengan.. Huh’ keluarga calon anae ku. Kenal saja belum bagaimana mau jadi anae, ini semua terjadi karna aku kalah dari tantangan Appa juga patah hati akibat melihat yeoja itu bersama namja lain.

Kami sudah sampai dimeja yang sudah dipesan sebelumnya oleh Appa. Nampaknya teman Appa itu belum tiba. Kuedarkan pandanganku sekeliling, mwo? Itukan. Bingo.. aku menemukan yeoja itu lagi, ntah apa yang akan kulakukan sekarang.

“Appa Umma, aku ketoilet sebentar.” Bohongku pada Umma dan Appa. Aku berjalan kearah toilet, tapi saat Umma dan Appa tidak memandangku aku membelokkan langkahku mengikuti Yeoja itu dari belakang. Neumu Yeppeo, dress hitam yang dipakainya sederhana namun tidak menutupi kecantikannya. Aku menepuk pelan punggung yeoja itu saat dia berbalik dengan cepat aku memberi kode padanya untuk diam.  Dia menatap mataku kaget.

“Kau?” Dia hanya mengerakkan bibirnya tanpa suara. Aku mengangguk.

“Ikut aku.” Bisikku seraya menarik pelan tangannya. Ntah kenapa dia menurut saja padaku dan mengikutiku. Aku dan dia sudah sampai dibelakang mobilku. Kenapa aku membawanya kesini? Ntahlah.

“Kau datang tepat waktu.” Ucapnya padaku.

“Mwo? Tepat waktu?” Tanyaku heran.

“Ne, ng?” Dia menghentikan bicaranya dan menatap kearah tangannya. Eh tangannyaku rupanya masih nakal memegang tangannya. Dengan cepat kulepaskan tangannya.

“hehe Mianhae.” Ucapku malu. Yeoja ini terkekeh setelah aku melepaskan tangannya.

“mwo? Apa yang kau tertawakan?”

“Hm gwenchana. Ini sama seperti pertama kita bertemu.”  Ucapnya.

“Kau masih mengingatnya?”

“tentu saja masih, kau pikir aku yeoja tua pelupa?” Ketusnya seraya menggembungkan pipinya, aigoo lucunyaa.

“Aku ingin jujur padamu.” Ucapku tiba-tiba.

“Jujur? Tentang apa?”

“Sebenarnya aku, sudah menyukaimu sejak awal bertemu.” Kulihat dia nampak terkejut dengan pernyataanku tadi. tentu saja dia terkejut, kami baru saja ketemu lagi dan aku langsung berbicara seperti itu.

“Ah mianhae, bukan ingin membuatmu tidak nyaman. Hanya saja, aku ingin melegakan pikiranku karna sejak bertemu denganmu pikiranku selalu tertuju padamu. Aku sudah mencarimu, tapi selalu saja tidak bertemu dan finalnya kemarin aku menemukanmu.” Jelasku panjang lebar.

“kenapa kau tidak menemuiku jika kau sudah menemukanku? Padahal aku sangat berharap bisa bertemu denganmu” Ucapnya. Sekarang gentian akulah yang terkejut mendengar perkataannya.

“Karna aku tidak ingin mengganggumu yang sedang bersama namja.”

“Namja?” Dia nampak berpikir dan terlihat sedang menahan tawanya. Aku mengernyitkan dahi melihanya.

“Yang kau maksud namja bertopi yang bersamaku kemarin?”

“Ne, apa ada yang salah?”

“Hahaha, andai kau tau dia itu yeoja.” Tawanya. Mwo? Yeoja? Jadi?

“Aish, aku tidak tau jika itu Yeoja. Tapi apakah benar yang kau bilang tadi?” tanyaku

“Tadi? bilang apa?”

“Kau sangat berharap bisa bertemu denganku.” Ucapku.

“Ne, itu benar.” Jawabnya dengan senyum yang.. hmm J Aku memegang tangannya dan menatapnya lembut.

“Kau, maukah kau menjadi yeojachinguku? Kau tidak perlu menjawabnya cepat, aku akan mengerti jika kau ingin minta waktu untuk menjawabnya.”  Dia melepaskan tangannya dan memberlakangiku. Ng? apa aku membuat kesalahan. Ahh Minho pabo!! Dia pasti jadi ilfeel padamu.

“Kau itu sedang menyatakan cinta atau apa? Kau tidak membiarkanku menjawabnya.” Ketusnya sambil melipat kedua tangan didadanya.

“Mwo? Bukan begitu. “

“Sudahlah, aku mau jawab sekarang.” Deg! Jantungku. Diamlah sebentar..

“Aku mau.” Seketika itu juga senyumku merekah.

“Jinjja?” Tanyaku tak percaya, dia mengangguk sambil tersenyum malu padaku. Kyeopta!! Saat aku ingin memeluknya tiba-tiba saja sebuah suara menghentikanku.

“Minho-ya, kau kemana saja?” Appa? Aku menelan ludahku dan berbalik menghadap Appa.

“Loh Yuri-ya? Kau sudah kenal dengan Minho?” Tanya seorang ahjussi pada Yuri. Yuri mengangguk.

“Appa Yuri mau membatalkan perjodohan ini, Yuri sudah memiliki namjachingu.” Ujarnya, wah pasti dia ingin memperkenalkanku. Harus siap..

“Appa aku juga ingin menolak perjodohan itu, karna aku sudah memiliki yeojachingu.”

“kamu yakin ingin membatalkan perjodohan ini?” Tanya Appa. Aku mengangguk, Appa berbalik kearah Ahjussi yang aku tau adalah Appa Yuri.

“Wah sayang sekali Mr. Kwon, anakku tidak ingin dijodohkan dengan putrimu Yuri.” Ujar Appa pada Ahjussi tadi. Mwo? Maksudnya?

“Ah Ne Mr. Choi. Yuri juga sepertinya tidak ingin dijodohkan oleh putramu Minho.” Kata Ahjussi itu. Jadi? Aku melirik kearah Yuri, begitupun Yuri yang sedang melirik kearahku.

“ANDWAE!!! KAMI MAU!!” teriak kami berdua seraya memeluk Appa dan Umma masing-masing.

“Hahahaha.” Serentak Appa-Appa ini tertawa bersama begitupun Umma-Umma. Aku melirik kearah Yuri.

“Kajja.” Ujarku memberikan isyarat padanya. Dia seperti mengerti langsung melingkarkan tangannya dilenganku. Kami pun pergi meninggalkan mereka dan ingin menghabiskan waktu kami berdua.

 

  END

READERS BAIK NINGGALIN JEJAK ^

Tagged: , ,

23 thoughts on “(Sequel How To Meet again) We Meet Again.

  1. whe_wee November 13, 2012 pukul 9:27 am Reply

    wuahh… sk bgt ,, sooyoungie ksian dpt nilai E jg,
    minyul lucu bkn lnjutannya donk chingu….

    • yuuripico26 November 13, 2012 pukul 10:47 am Reply

      hah? lanjutan? hehhee nnti dlu ya chingu.. mau konsen slsaiin yg Weird wedding dlu.. hehe gomawo udh comment😀

  2. Rositaemin^^ November 13, 2012 pukul 1:09 pm Reply

    Minho jatuh cinta pada pandangan pertama(?) #eeeaaaa… Lucu pas bagian akhirnya xDD camilan yg bagus nihh (?) Skehehe xDD

    • yuuripico26 November 14, 2012 pukul 6:10 am Reply

      ngahahaha…eaaaa … mau camilan lg?? ahaha aku post ff oneshoot lg ^^ gomawo udh comment😀

  3. Kekeropi November 13, 2012 pukul 2:19 pm Reply

    Love at the first sigh? could be in reality?
    I want have it at once! *#$*&@
    Weird Wedding nya mana Thor?

    • yuuripico26 November 14, 2012 pukul 6:11 am Reply

      hahaha smoga km juga bgtu ya chingu #nahloh.. ahaha
      weird wedding sabar ya chingu.. dkit lg selesai.. ideku bener2 lg hilang berterbangan kena angin… sabar ya ^^

  4. kwonwonhi Desember 15, 2012 pukul 6:17 am Reply

    SEQUEL sampe mereka nikah *maksa* *LOL*
    Kerennn (y)

    • yuuripico26 Desember 16, 2012 pukul 1:56 am Reply

      hahaha idenya ga da chingu😛 gomawo😀

  5. sela Februari 25, 2013 pukul 11:47 am Reply

    komen dulu deh..
    baca.a nnti sebelum bobo..
    hehe

  6. 신하린 Maret 16, 2013 pukul 9:00 pm Reply

    Hhaha…kejadian yg aneh tapi lucu dan romantis.. ^ ^

  7. mrslee040420 Maret 30, 2013 pukul 3:35 am Reply

    aaaa .. setia kawan sekali kau sooy .. :*
    cie minyul .. cuit cuit :p

  8. eni enooy Mei 3, 2013 pukul 3:09 pm Reply

    wahaha romatis dan kocak😄

  9. Imasari Mei 28, 2013 pukul 5:44 am Reply

    Cerita.a unik, py krg greget… Hehehe.

  10. claraoktavia Juni 22, 2013 pukul 12:25 am Reply

    Aaaa!!! Daebakkk!!! Pokoknya daebak thor:D
    Heheheh:D

  11. minki Desember 1, 2013 pukul 10:59 am Reply

    hahaha menurutku akhir kisah cinta yg lucu wakakakaka

  12. Sara Desember 26, 2013 pukul 11:06 pm Reply

    greget ya..lumayan lah,bagus kok

  13. yuri yoona Desember 27, 2013 pukul 7:01 am Reply

    Wah thor.. Lucu banget.. Brusan aq tanya ada lanjutanny gak.. Eh ktemu sequelny…
    Skrg tanya lagi deh… Ada lanjutannya lagi gk???

  14. shania salsabillah Januari 5, 2014 pukul 2:57 am Reply

    wahhh daebakk eon🙂

  15. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 2:23 am Reply

    yulsoo nih aslinya aja koplak lucu, klo lawaknya udah nongol
    manis lah minyul. bagus lagi klo dilanjutin ampe nikah😀

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: