Weird Wedding (PART 7)

Minyul

 

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri, Choi Minho

Other Cast : Lee Donghae, Yesung, Im Yoona, other

Genree : Unknow

Ratting : PG-17

 

READERS BAIK PASTI NINGGALIN JEJAK ^^

yuk dah ah,, eh ia typo + kosakata gaje + beberapa hal yang tidak nyambung terpadu dalam part ini.. Happy Reading ^^

                                                           **PART 7**

 

 

Minho terus berjalan menghampiri Yuri dan yesung  yang nampak asyik melihat Yoona yang sedang memainkan salah satu permainan, sedangkan donghae hanya mengikuti Minho dari belakang.

“Yuri-ya.” Panggil Minho seraya memegang bahu Yuri dari belakang. Yuri langsung berbalik begitupun Yesung dan Yoona.

“Kau?” Kaget Yuri. Minho tersenyum.

”Kau sedang apa berada disini?” Tanya Minho.

“Untuk bermain.” Jawab yuri singkat. Minho mengalihkan pandangannya dan menatap tajam Yesung.

“wah aku rasa akan ada perang dingin antara 2 namja itu.” Bisik Donghae yang tiba-tiba sudah ada disebelah Yoona.

“Ya!! Kau mengagetkanku saja.” Pekik Yoona pada donghae, donghae nyengir gaje dan kembali memperhatikan lagi suasana dingin antara Yesung dan Minho.

“kenapa kau melihat ku seperti itu?” heran Yesung.

“Kau kenapa selalu ada disekitar Yuri?”  Tanya Minho datar.

“Kau ini, kenapa bertanya seperti itu?” tegur Yuri pada Minho tapi Minho seolah tidak mendengarnya dan tetap menatap tajam pada yesung.

“Aku hanya ingin berada didekatnya.” Jawab Yesung dengan senyuman mautnya #pingsan >.

“Ish apa sih maksud Yesung Oppa?” Gerutu Yoona pelan.

“Wahh namja itu benar-benar cari mati.” Donghae ikut memberi komentar yang mungkin hanya dapat didengar olehnya dan Yoona yang berada disampingnya.

“Kau sudah tau kan dia mempunyai nampyeon kenapa masih mau berada didekatnya?” Sengit Minho masih dengan nada datar.

“Aku tau, tapi itu bukan jadi suatu masalah.” Jawab yesung santai.

“Kau….”

 

Drrtt .. Drrtt. (lagi! Dering ponsel yg aneh terdengar) ^^

 

Minho mendengus kesal dan mulai mengambil ponselnya.

 

“Yoboseyo.”

 

“…………………….”

 

“sekarang?”

 

“……………………”

 

“Oh baiklah, 10 menit lagi aku akan sampai disana. Annyeong.” Minho mengalihkan padangannya pada donghae.

 

“Kita balik ke kantor hyung. Appa datang dan mengadakan rapat dadakan untuk penjualan produk baru.” Ujar Minho dengan kesal.

“Mwo? Rapat dadakan? Produk? Aish aku belum menyiapkan apa-apa.” Keluh donghae.

“Sudahlah hyung, kita pikirkan dimobil saja. Kajja.” Ajak Minho, donghae menghela nafas berat mendengarnya.

“Yoona-ya, aku titip anaeku padamu, tolong jaga dia untukku.” Pinta Minho ramah pada Yoona.

“Oh Ne minho-ya, serahkan saja padaku.” Jawab Yoona dengan senyum manisnya. Yuri  diam tanpa ekspresi, sedangkan Yesung hanya tersenyum kecut.

“Kau, jangan terlalu lelah. Cepat pulang dan istirahat aku tau kau sangat lelah karna kejadian semalam.” Ujar Minho seraya mengelus pelan rambut Yuri. Yuri melebarkan matanya mendengar kata “semalam” dan juga perlakuan Minho, ingin rasanya dia memaki minho sekarang juga tapi dia tidak bisa melakukannya mengingat ini ditempat ramai dan juga status mereka yang memang pantas melakukan apa yang minho maksudkan.

“Ne, aku akan pulang cepat. Pergilah.” Jawab Yuri dengan senyum yang dipaksakan, Minho hanya tertawa jahil mengetahui Yuri menahan emosinya sekarang. Senyum Minho hilang ketika menatap Yesung.

“Dan kau, jangan macam-macam pada anaeku.” Sinis Minho.

“Tenang saja.” Jawab Yesung datar.

“kajja hyung.” Ajak Minho seraya berjalan meninggalkan tempat itu.

“aku pergi dulu Noona cantik, semoga kita bertemu lagi.” Bisik Donghae pada Yoona dan mulai berlari mengejar Minho.

“Mwo? Apa-apaan namja itu?” Pikir Yoona dalam hati.

“Kajja Yul, aku antar kau pulang.” Ajak Yoona seraya menarik tangan Yuri.

“Tunggu.” Yesung menahan tangan Yuri. Yoona dan Yuri sontak berbalik kearah Yesung bersamaan.

“Wae Oppa?” Tanya Yuri heran. Yoona hanya memasang wajah betenya.

“Biar aku saja yang mengantarmu pulang, kau setuju kan Yoona-ya?”

“Tidak oppa, aku saja yang mengantar Yuri. Oppa tidak dengar apa pesan nampyeon Yuri tadi?” Ucap Yoona bersikeras. Yuri menatap kesal pada Yoona, sedangkan Yoona berpura-pura tidak tau jika Yuri sedang menatapnya.

“Tapi aku hanya mengantarnya, tidak punya maksud apapun selain mengantarnya jadi aku pikir Minho-ssi tidak akan keberatan.” Jelas yesung mencoba membujuk Yoona.

“Sekali tidak tetap tidak, nanti saja Oppa kalau mau mengantar Yuri . Tentunya jika tidak ada aku, karna aku.. aku.. “ Yoona nampak berpikir ingin mengatakan apa.

“aku apa?” Tanya yesung sambil menatap Yoona. Yuri pun nampak menunggu jawaban Yoona.

“Biasanya anak ini akan mengatakan hal aneh.” Batin yuri.

“aku.. aku…. sudahlah aku hanya ingin menjalankan amanah yang diberi nampyeon Yuri, annyeong Oppa.” Pamit Yoona tergesa-gesa dan langsung menarik tangan Yuri meninggalkan Yesung. Yesung hanya bengong memandang kepergian Yoonyul tapi tak lama sebuah senyuman menghiasi wajah tampannya.

“tenang saja, aku bukan seseorang yang mudah menyerah.” Ujar yesung seraya tersenyum dan kemudian berbalik ikut meninggalkan tempat itu.

 

***

 

“Yoong kamu apa-apaan sih?” Tanya Yuri pada yoona setelah mereka sudah berada dimobil Yoona.

“Apanya?” Tanya Yoona santai.

“tadi, tumben sekali kau bersikap begitu. Rasanya tidak enak sekali pada Yesung Oppa.” Ujar Yuri seraya menyandarkan tubuhnya.

“Kenapa tidak enak Yul, malah tidak enak jika kau terus-terusan bersamanya sedangkan kau sudah punya nampyeon.”

“Kau tau kan yoong, aku dan Minho itu tidak saling cinta jadi tidak usah merasa tidak enak padanya.”

“Tapi dia sepertinya tidak suka kau bersama Yesung oppa.” Sengit Yoona.

“itu hanya akting jika didepan orang Yoong, kau hanya tidak tau saja dia itu orang yang bagaimana.”

“yang aku lihat, dari tatapan matanya tadi dia tidak sedang berakting, bahkan ekspresi tidak cemburunya yang terlihat sedang berakting. Apa lagi saat dia bilang “jangan macam-macam pada anaeku” huahhh daebak sekali.” Cerita Yoona antusias.

“Kau ini, sok tau sekali. Untung kau sedang menyetir jika tidak sudah habis  kau.” Ketus Yuri, Yoona hanya bernyanyi-nyanyi seolah-olah tak mendengar ancaman Yuri.

“Btw, namja tadi yang ikut bersama nampyeonmu, Nugu?” Tanya Yoona tiba-tiba.

“Molla.” Jawab Yuri singkat.

“Aishh, kau harus tau Yul. Orang yang suka bohong  akan cepat hamil (?).”  Yuri nampak terkejut mendengarnya dan langsung menjawab pertanyaan Yoona itu.

“Mwo? Jinjja? Ohh namja tadi? dia itu donghae, chingunya minho. Ya chingunya.” Jawab Yuri dengan cepat dan yakin. Yoona nampak ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Yuri namun dengan sekuat tenaga ditahannya.

“Tadi bilangnya Molla.” Goda Yoona.

“Karna aku tidak mood menjawabnya tadi.” Ucap yuri beralasan. Yoona kembali fokus menyetir sambil terus berusaha menyembunyikan tawanya.

“Dasar babo! Bagaimana mungkin dia percaya orang bohong cepat hamil -,-, lagian jika kau tidak beritahu aku, aku juga tau nama namja itu.“ Ujar Yoona membatin sambil menatap sekilas sebuah kartu nama ditangannya kirinya, ya sebelum pergi tadi donghae sempat menyelipkan sesuatu ditangan Yoona.

“tapi Yoong, apa yang kau bilang tadi benar? Orang bohong cepat hamil? Hubungannya dimana Yoong?” Tanya Yuri serius dan nampak berpikir keras. Seketika itu juga Yoona meminggirkan mobilnya berhenti  dan tertawa terbahak-bahak.

“Hahahahhaa.babo-ya, aku hanya bercanda Yul. hahaha” Ujar yoona disela-sela tawanya.

“Ya!!! Im Yoona!!! Kau ini, arrgg. Hentikan tawamu!” Teriak Yuri frustasi. Yoona terus saja tertawa sampai……

 

BUKK!!!

 

“Ya!! Choi Yuri!! Kenapa memukulku” pekik Yoona seraya mengelus kepalanya.

“Nah akhirnya, memang itulah satu-satunya cara untuk menghentikan tawamu. Haha.”  Jawab yuri tanpa dosa, dan kembali meletakan tumpukan buku yang dipakainya untuk memukul kepala Yoona tadi.

“Apa kau tidak berpikir seberapa tebal buku itu? bagaimana jika otakku rusak. Ahh kau ini!” Kesal Yoona. Yuri menatap buku yang dipakainya tadi, benar saja. Buku itu merupakan laporan tugas Yoona yang tebalnya hampir 500 lembar itu dengan sampul buku yang tebal.

“Hehe mianhae Yoong, aku tidak sengaja. Apakah ini sakit?” Ujar Yuri seraya mengelus kepala Yoona, namun Yoona menepis tangan Yuri.

“Sangat sakit, sana jauhkan tanganmu. Aku tidak mau memaafkanmu.” Ketus Yoona

“mwo? Kau marah yoong?”  Tanya Yuri tak percaya.

“Ne.” jawab yoona singkat dan mulai menjalankan mobilnya lagi.

“Yoong. Jangan marah.” Rengek Yuri .

“Baiklah, aku tidak akan marah. Tapi dengan syarat.”

“Syarat? Apa itu?” Tanya Yuri, seketika itu juga senyum Yoona mengembang.

“Besok kau harus membawakanku makanan ringan yang banyak.” Pinta Yoona .

“Shirreo!!”Tolak yuri.

“Ya sudah kalau begitu aku marah saja.” Ancam Yoona.

“Yayaya, akan kubawakan besok. Kau ini.” Ujar Yuri pasrah.

“hehe, kau baik sekali Yul. Oh ya aku dengar orang baik cepat hamil loh.” Ucap Yoona dengan tampang serius.

“YA!! IM YOONA!!!” teriak Yuri, Yoona hanya dapat tertawa melihat sahabatnya yang sedang kesal itu.

 

***

 

Minho masuk kedalam apartemen dan langsung menuju dapur, tanpa sengaja dia melihat Yuri yang sedang sibuk didepan kulkas sambil memegang sebuah plastik besar, nampak Yuri sedang mengambil beberapa makanan ringan didalam kulkas dan memasukannya keplastik.

“Mwo? Yeoja aneh, kau mau mencuri makanan eoh?” Tanya Minho seraya merebut kantung plastik yang dipegang Yuri. “wahhh banyak sekali, mau kau apakan semua makanan ini?” Yuri dengan cepat merebut kembali plastik itu dari tangan Minho.

“Bukan urusanmu, aku sedang sibuk. Sana pergi!” Usir Yuri dan mulai melanjutkan kegiatannya tadi.

“Tentu saja ini urusanku, ini semua makananku! Bawa sini.” Minho kembali merebut kantung plastik itu.

“Ya!! Kenapa kau pelit sekali? Aku akan menggantinya, aku hanya malas ke supermarket sore begini.” Sengit Yuri dan lagi-lagi merebut kantung plastik itu, tapi dengan sigap minho menyembunyikan kantung plastik itu dibelakangnya.

“Aku akan beri jika kau beritahu ini untuk apa?”

“Kenapa kau harus tau, bawa sini.” Yuri terus berusaha merebut plastik itu namun Minho terus berusaha mempertahankannya.

“Ahh, baiklah. Itu buat Yoona.” Ujar Yuri akhirnya.

“Ohh untuk Yoona, ini… Berikan yang banyak untuknya.” Ucap Minho seraya memberikan kantung plastik itu ke Yuri. Yuri hanya menatap bingung pada Minho.

“Cepat ambil, dan tolong bilang kepada Yoona Noona. Gomawo sudah menjagamu demi aku.” Ujar minho dengan nada datar seolah menyembunyikan perasaannya pada Yuri.

“Kau  jangan terlalu baik padaku, karna akan semakin susah untuk kita bercerai.”  Ketus Yuri.

“Aku tidak baik padamu.”

“tapi kau seolah memberiku perhatian lebih didepan semua orang.”

“Apa kau marah karna aku bersikap begitu didepan namjamu itu?” Tanya Minho.

“Tidak, aku tidak marah apalagi hanya karna Yesung Oppa. Hanya saja, kau sendirikan yang bilang, jika kita saling bersikap baik akan semakin susah untuk bercerai.” Jelas Yuri.

“Kenapa kau selalu membicarakan perceraian huh? Oh, aku tau kau bersama namja itu untuk mencari-cari alasan bercerai kan? Ya kan, setelah bercerai dengan mudah kau akan bersama namjamu itu.” Tuduh Minho bertubi-tubi.

“Bukan begitu, tapi…” Yuri nampak ragu untuk meneruskan kata-katanya.

“Tapi apa?Cerai? kau mau cerai kan?? Ok, aku akan menceraikanmu secepatnya!!!” Bentak Minho lalu pergi menuju kamarnya dan menutupnya dengan keras.

Yuri terdiam, baru ini dia dibentak seperti itu oleh Minho. Yuri mulai menangis dan terduduk dilantai dapur  yang dingin itu.

“Aku bukan ingin bercerai, aku hanya tidak suka kau memberikan perhatian yang sama sekali bukan tulus dari hatimu.” Yuri bangkit dan berlari menuju kamarnya.

 

***

 

Yuri baru saja keluar dari pintu kamarnya begitupun Minho, sesaat mata mereka bertemu namun dengan cepat mereka memalingkan wajah masing-masing.

“Ak.. aku pergi kuliah dulu. Annyeong” Ujar Yuri gugup dan berlalu meninggalkan Minho yang masih menunjukan wajah marahnya.

“Ish, apa itu? seperti melihat hantu saja.” Gerutu Minho kemudian mengikuti Yuri menuju pintu, Minho menghentikan langkahnya saat melihat Yesung yang lagi-lagi menjemput Yuri. “ihh, yeoja aneh itu benar-benar.” Minho dengan emosi mengahmpiri Yuri dan Yesung berdiri.

“Ayo kita pergi.” Ajak Minho cuek seraya menarik tangan Yuri.

“Aish kau apa-apaan sih?” Ujar Yuri mencoba melepaskan tangan Minho.

“Kau aku antar kuliah.”

“Tapi .. “

“kenapa? kau tidak enak pada namja itu?” Tanya Minho sambil menunjuk Yesung, sedangkan orang yang ditunjuk hanya dapat menatap bingung kearah Minyul.

“Tidak.” Yuri menunduk, semenjak minho membentaknya tadi malam dia jadi sedikit ‘takut’ pada Minho.

“Kau, bukankah sudah kubilang dia ini sudah memiliki nampyeon. Kenapa kau masih menjemputnya?” Sinis Minho pada Yesung.

“Sudah kubilang jugakan aku hanya ingin berada didekatnya.” Jawab Yesung santai.

“kau benar-benar…” Minho maju dan hendak memukul yesung, namun ditahan oleh Yuri.

“Minho-ya, kau apa-apaan sih!! Sudahlah biar aku pergi bersama Yesung Oppa. Kau seperti bocah saja.” Yuri langsung menarik tangan Yesung dan pergi meninggalkan Minho yang masih nampak emosi itu.

“Kwon Yuri!! Apa kau tidak bisacmenjaga perasaanku hah?” Batin Minho kesal. “Mwo? Perasaanku? Azz lupakan.” Minho mengacak-acak rambutnya frustasi dan ikut pergi.

 

***

 

@Mobil  Yeppa :*

 

Yuri terlihat menatap kosong keluar jendela, sementara yesung sedang fokus menyetir dan sesekali berbalik kearah Yuri.

“Yul.. Kau tidak apa-apa?” Tanya Yesung, Yuri berbalik ke Yesung dan tersenyum.

“gwenchana Oppa, tidak usah khawatir.” Jawab Yuri.

“Okey, hm itu kantung plastik apa?” Yuri melirik kantung plastik besar yang rupanya di pegangnya dari tadi.

“Oh ini? Haha titipan untuk Yoona, Oppa.” Jelas Yuri., Yesung mengangguk dan kembali fokus menyetir. Yuri pun kembali pada kegiatan semula.

“Baiklah, sekarang sudah sampai. Masuklah kekelas.” Ujar Yesung ramah., Yuri yang sepertinya baru sadar jika mereka sudah sampai mulai membuka pintu mobil dan turun, tapi sebelum pergi Yuri nampak ingin menyampaikan sesuatu pada yesung melalui jendela mobil.

“Oppa Gomawo, sebelumnya aku mau minta maaf pada Oppa. Besok bisakah Oppa jangan menjemput aku lagi diapartemen, Aku takut jika kejadian tadi pagi terulang lagi.” Ucap Yuri hati-hati pada Yesung, Yesung nampak menghela nafas berat mendengarnya.

“baiklah Yul, Aku pergi dulu, annyeong.” Pamit Yesung dengan senyum lirihnya.

“Annyeong Oppa.” Ujar Yuri melambaikan tangannya. Yesung menutup kaca mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan Yuri.

“Apa kau mulai mencintai nampyeonmu Yul?” Gumam Yesung. Yuri terus menatap mobil Yesung menjauh darinya. “Mianhae Oppa.” Lirih Yuri dan kemudian berlari menghindari tatapan aneh orang-orang yang melihatnya membawa sekantung besar makanan itu

 

***

 

Yuri sampai didepan kelasnya dengan nafas yang tidak beraturan. Dilihatnya Yoona yang sedang asik mendengarkan music dari iphonenya dan seperti biasa, merekalah mahasiswa terajin dikelas ini yang selalu datang cepat.

“Ini janjiku!” Ujar Yuri seraya meletakan kantung plastik besar itu tepat didepan wajah yoona. Yoona melepaskan headsetnya dan dengan antusias mengambil kantung plastik itu.

“wah gomawo Yul.” Girang Yoona.

“Kau tidak perlu berterima kasih padaku, bertimakasihlah pada nampyeonku.” Jawab Yuri tak sadar sambil mengeluarkan beberapa buku yang dipinjamnya dari Yoona.

“Wow, jadi sekarang sudah diakui sebagai nampyeon?” Goda Yoona.

“heh? Ya Tuhan, aku salah bicara Yoong.” Ujar Yuri seraya memukul pelan kepalanya.

“Hahaha, kau tidak usah malu berterus terang padaku Yul.”

“Yoona jangan memulai pagi-pagi begini, kau tidak lihat apa yang sedang kupegang?” Yoona melirik apa yang dipegang Yuri sebuah buku tebal, Yoona menggeleng dengan cepat.

“hehe, Oh ya apa maksudmu tadi yang memberikan makanan ini Minho?” Tanya Yoona.

“Ne, katanya ‘Gomawo sudah menjaga Anaeku’.”  Jawab Yuri menirukan ucapan Minho tadi malam.

“Nampyeon yang perhatian.” Ucap yoona pelan namun masih dapat didengar Yuri. Yuri hanya  mencibirkan bibirnya kearah yoona, tapi tak terasa dia tersenyum sendiri mengingat kata ‘nampyeon perhatian.

 

***

 

“Huaaaaaaa Hyung!!! Aku kesal sekali hari ini.” Pekik Minho didalam ruangan donghae.

“Diamlah Minho-ya, aku sedang melihat MV baru Girls Generation.” Pinta Donghae yang sedang fokus didepan komputernya.

“Hyung, hentikanlah dulu kegiatanmu. Masalahku lebih penting dari itu.” Rengek Minho pada Donghae, dengan sangat terpaksa Donghae mematikan video yang sedang ditontonnya dan berbalik kearah Minho.

“Cepat ceritakan masalahmu.”

“Hyung…..  Kau tau tadi pagi namja aneh itu datang menjemput Yuri lagi.”

“Terus?”

“Ah hyung, padahal aku sudah berbaik hati ingin mengantar Yuri. Tapi dia malah lebih memilih pergi dengan namja itu. Huaaa hyung, harga diriku seketika jatuh kedasar laut Hyung.”

“Astaga, lalu saat Yuri pergi kau tidak berusaha mengejarnya?” Tanya donghae.

“Tidak Hyung.”

“Salah sendiri, ya sudah kau harus tegas. Bilang padanya mulai besok kau saja yang mengantarnya.” Usul Donghae.

“Dia pasti menolak Hyung.”

“Bilang saja ini perintah Ummamu.” Minho tersenyum penuh arti mendengarnya.

“Ah kau benar Hyung. Gomawo aku pergi dulu, annyeong.” Girang Minho dan pergi keluar dari ruangan Donghae.

“Haha, selesai. Mengganguku saja! Girls Generation!! Mari kita lanjutkan menonton MV mu.” Ujar Donghae sambil memutar lagi Videonya.

 

***

 

 

1 bulan kemudian (Anggap aja hari-hari minyul seperti diatas ya, takut alurnya kelamaan)

 

Morning  @apartement Minyul😀

 

“Minho-ya, cepatlah aku bisa terlambat kekampus jika menunggumu berdandan.” Keluh Yuri didepan pintu kamar Minho.

“Sabarlah yeoja aneh, aku sedang mencari jam tanganku.” Teriak Minho dari dalam.

 

Yuri POV

 

Sudah sejak sebulan yang lalu, Minho selalu mengantarku pergi kuliah. Dia selalu memarahiku jika pergi bersama yesung oppa dan selalu bilang jika Umma akan melihatku bersama yesung Oppa, tapi lihatlah leletnya minta ampun.

 

“Namja Dingin, cepatlah.” Aku lagi-lagi memanggilnya dari luar, sebenarnya aku kekampus hanya ingin absen dan setelahnya akan pergi kerumah Umma Minho karna hari ini Appa Minho berangkat keluar negeri, jadi Umma memintaku dan Minho untuk menginap disana.

“sabar.” Jawab namja dingin itu dari dalam. Sabar, sabar , sabar! Sampai kapan aku harus bersabar? Mwo? Kenapa kepalaku pusing sekali, hueekkk. Mual …. Huaaa huekkk. Aku bergegas kekamar mandi yang ada didekat dapur untuk memuntahkan semuanya.

Huekk. Ahh kenapa hanya mual, ayo muntah… ayo!! Huekkk.

Huaaaaa mual!! Pusing.. Ya Tuhan aku kenapa?

“yeoja aneh kau kenapa?” ahh namja dingin ini akhirnya selesai juga.

“huekkk.” Aku lagi-lagi merasa ingin muntah, tapi tidak ada apapun yang keluar.

“yeoja aneh? kau sakit? Kalau sakit kita tidak usah pergi kerumah Umma.” Tidak jadi? Seenaknya saja, aku sudah berjanji pada Umma akan kesana.

“gwenchana, kajja antar aku kekampus untuk absen dan pergi kerumah Umma.” Ajakku.

“Yakin?” Tanyanya lagi.

“sangat yakin.” Aku sudah tidak mau berdebat lagi, kepalaku sudah sangat pusing sekarang.

 

End Yuri POV

 

SKIPPPPPPPPPPPP

 

“Aigooo Yuri, Bogoshipo.” Ujar Umma Minho seraya memeluk Yuri  ketika Yuri dan Minho tiba dirumah keluarga Choi

“Nado Umma.”

“Apa Umma hanya rindu pada Yuri? bagaimana denganku?”  Rajuk Minho pada Ummanya.

“Kau ini, tentu saja Umma rindu padamu. Kajja masuk.” Ajak Umma sambil menarik tangan Yuri, sedangkan Minho dibelakang hanya mendengus kesal seraya membawa 2 tas besar yang berisi pakaiannya dan Yuri.

“Tunggu, Yul kau sakit?” Tanya Umma Minho tiba-tiba.

“Tidak Umma, Yuri baik-baik saja.” Jawab Yuri.

“Tapi wajahmu…”

“Huekkk.” Yuri lagi-lagi merasa mual.

“ya!! Yuri-ya, kau kenapa?” Umma Minho nampak khawatir melihatnya.

“Mu.. huekkk.. Umma, toilet.. toilet. Huekkk.” Yuri berlari menuju toilet diikuti Minho dan Ummanya.

“Huekkk. Aaaaa kenapa tidak Muntah, huekk”  Umma Minho masuk kedalam toilet dan mulai memijat pelan tengkuk leher Yuri.

“Kau kenapa Yul? Apa kau masuk angin? Salah makan? Atau apa?” Tanya Umma Minho sambil terus memijat tengkuk Yuri.

“Gwenchana Umma, Huekk.. hanya mual biasa, Huekk.” Umma minho berbalik dan menatap tajam Minho.

“kau ini? Hanya berdiri diam? CEPAT PANGGIL Dr. KIM!!!” Minho menutup telinganya mendengar teriakan Ummanya begitupun Yuri.

“Ah iaia, kenapa berteriak seperti itu.” ketus Minho seraya pergi untuk menelpon Dr. Kim yang merupakan Dokter kepercayaan Keluarga Choi.

“Umma, Yuri tidak apa-apa. Hanya masuk angin biasa.”

“Sudahlah, Kajja masuk Yul kau harus istirahat.” Titah Umma Minho dan dengan penuh perhatian memapah Yuri menuju kamar Minho.

 

SKIP

 

Minho dan Ummanya memasang wajah khawatir didepan pintu menunggu dokter Kim yang sedang memeriksa Yuri didalam.

“Kau ini, tidak bisa menjaga anae dengan baik.” Cibir Umma Minho.

“Umma aku sudah menjaganya dengan baik, dia juga manusia wajar jika sakit sewaktu-waktu.” Bela Minho. sebenarnya hati Minho tidak tenang juga menunggu anaenya diperiksa didalam.

 

Cklekk

 

Dr. Kim dengan wajah serius keluar dari kamar.

“Bagaimana keadaan Yuri, Dok?” Tanya Umma Minho, Dr. Kim diam dan menatap serius pada Minho.

“Ada apa Dokter? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Yuri?” Minho menjadi tambah khawatir ketika melihat wajah serius Dr. Kim.

“Dokter?”

“haha, tidak ada apa-apa Minho-ya. Kau tenang saja.”  Tawa Dr. Kim tiba-tiba.

“Lalu?”

“Chukkae Minho-ya, kau akan segera menjadi Appa.” Minho tercekat mendengar penjelasan Dr. Kim.

“Jinjja? Jadi Yuri-ya?” Umma Minho menatap dokter Kim seolah mencari jawaban, Dr. Kim mengangguk.

“Chukkae Mrs. Choi.  Kau akan menjadi halmeoni.” Ujar Dokter Kim memberi selamat, Umma Minho nampak senang sekali dan segera masuk kedalam untuk menemui Yuri.

“Minho-ya, usia kehamilannya sekitar 3 minggu kau harus menjaga anaemu dengan baik. Karna aku rasa kondisi kandungannya sedikit lemah.” Jelas Dokter Kim ketika berada didepan Pintu keluar.

“Gomawo Dokter Kim, aku akan berusaha menjaganya.”

“baiklah aku pergi dulu, dan kau masuklah beri selamat pada anaemu.” Pamit Dr. Kim dan kemudian meninggalkan Minho, Minho sempat menunduk pada Dr. Kim lalu bergegas masuk menuju kamarnya.

 

Minho POV

 

 

Hamil? Yuri hamil? Apakah ini benar Tuhan? Aku berjalan menuju kamar untuk menemui Yuri. Sebelum masuk aku mengintip sekilas kedalam. Nampak Umma sedang memberi selamat pada Yuri dan disambut dengan wajah bingung Yuri. Aku tau bagaimana perasaannya sekarang, jika dia hamil bagaimana nasib perceraian kami?  Umma berjalan menuju arahku.

“Minho-ya chukkae.. sana masuk temani Yuri. Umma mau memberi kabar baik ini pada Appa dan orangtua Yuri.” Ujar Umma antusias dan pergi meninggalkanku yang masih bingung. Ya!! Umma, aku harus apa?

Dengan langkah berat aku berjalan masuk, Yuri melihat kearahku dengan tatapan sendu.

 

DEG.. Omo.. jantungku??

 

“Mianhae.” Ucapnya tiba-tiba.

“Mwo? Untuk apa?” Tanyaku bingung.

“Perceraian kita akan semakin tertunda.” Lirih Yuri, Tuhan? Kenapa aku sedih jika membicarakan perceraian.

“Jangan bahas perceraian dulu. Sudahlah kau tidak boleh terlalu banyak pikiran.” Ujar ku menenangkannya. Dia mengannguk dan tersenyum kearahku, heh? Tuhan coba lihat. Baru ini dia tersenyum semanis itu padaku. Neumu Yeppeo.

“Kemarilah.” Ucapnya pelan.

“Mwo? Untuk apa?”

“Jangan bertanya. Kemarilah.” Titahnya memintaku untuk duduk ditempat tidur. Aku bingung, tapi tetap mengikuti permintaannya. Tiba-tiba saja dia memelukku erat.

“Biarkan begini, sebentar saja.” Pintanya. Yeoja aneh ini sebenarnya kenapa sih? Tanpa sadar aku membalas pelukannya.Lama kami diam, larut dengan pikiran masing-masing.

“Huh, kau pakai parfume apa. Huekk.” Dia melepaskan pelukannya dan langsung menutup hidung.

“ng? aku? aku pakai parfume yang biasa aku pakai.” Jawabku sambil mencoba mencium aroma tubuhku sendiri. Tidak ada yang aneh.

“Huekk, bau!! Sana menjauh.” Usirnya. Ish apa-apaan sih yeoja aneh ini, tadi saja menuyuruhku memeluknya sekarang? Mengusirku seperti ini.

“Yeoja aneh, apa hidungmu juga ikut aneh? Ini parfume aku beli di Paris, kenapa kau bilang bau?” Protesku.

“BAU!!! SANA MENJAUH.!” Teriaknya.

“Huaaa.. iya iya.” Dengan kesal akupun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tengah.

 

Minho POV end

 

***

 

Tagged: , , , , ,

91 thoughts on “Weird Wedding (PART 7)

  1. Yeny shieyellow Juni 19, 2016 pukul 9:28 am Reply

    Boleh minta pw part6 kah?
    Kirim lewat email yak

    Yenieror1234@gmail.com

    Gumawo

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: