Just Gaje Story

Dani Yuri

 

Author : Yuuripico

Cast : Dani Pedrosa & Kwon Yuri

Genree : Unknow kayanya sih Gaje.😀

Ratting : Bebas ^^

Lenght : Oneshoot

 

Jreng-jreng!!! hai all.. hahahhaaha untuk Weird Weddingnya aku minta maaf belum bisa d lanjutin ya.. paling lama 3 hari lagi deh.. tunggu galau karna Pedrosa ilang dlu.. huahahhaa.. Mian buat yang ga suka aku tag, bisa langsung untag aja ya.. hehehe cast ff ini jauh dari namja2 yang dipairing ama yuri unnie biasanya.

Sebelum klian baca smpe bawah, aku ingetin loh ya.. nih cerita gaje, judulnya aja gaje😥 tp itulah, karna lg gaje lah trcipta crita gaje ini.. hahahaha

Yuk lah😀

 

NB: anggap pmbicaraan yuri n dani pake inggris ya. wkakaka #i’m bad in english –‘

 

***************** Just Gaje Story ****************

 

Pagi itu, suasana di sirkuit Philip island terlihat cerah. Beberapa paddock sudah terlihat ramai sekali, begitupun dengan sirkuit dan kursi penonton tak terkecuali sebuah paddock berwarna orange milik repsol honda.

Didalam paddock tersebut terlihat orang-orang berlalu lalang melakukan pekerjaannya. Ada yang sedang menyiapkan motor, ada yang sedang membaca data dan ada seorang namja tampan dengan tinggi badan sekitar 160 cm berpakaian balap orange sedang berjalan-jalan mengelilingi paddocknya untuk bersiap-siap. Sesekali dia nampak berbincang dengan salah satu staff untuk mendiskusikan data dan juga persiapan motor.

“Bagaimana apa motor dalam kondisi baik?” Tanya Dani pada salah satu staff yang bertanggung jawab di pesiapan motor.  (Conversation with English)

“Sangat baik, bahkan aku yakin kau akan memenangkan race hari ini.” Jawab staff itu dengan senyum lebarnya.

“haha, semoga saja. Kalian memang hebat.” Ujar Dani dengan senyum manisnya.

“Bukan kami, tapi kau lah yang mengatur motor sedemikian rupa kami hanya melaksanakannya saja.” Puji Staff itu. Dani hanya tersenyum dan kemudian kembali ke tempat duduknya.

“Apa kondisimu baik-baik saja hari ini?” Tanya alberto puig, manager Dani. Dani melirik sekilas dan kemudian kembali melanjutkan kegiatannya.

“Aku sangat siap, tapi..” Dani nampak ragu untuk meneruskan kata-katanya.

“Tapi apa?” Tanya Alberto puig kembali.

“Tidak ada.” Ucap Dani dengan senyum khasnya. Alberto menautkan alisnya melihat sikap aneh dani.

“Dani, aku ikut bersamamu sudah lama. Aku tau jika kau sedang gelisah seperti ini kau pasti sedang memikirkan sesuatu.”  Tebak Alberto puig. Dani kembali terlihat murung.

“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu tapi kau tidak usah khawatir.” Ujar Dani memberi penjelasan.

“Kau jangan terlalu terbebani oleh gelar juara itu, kau harus tampil apa adanya dan jadilah dirimu sendiri dirace nanti.” Nasehat Alberto sambil menepuk-nepuk punggung Dani.

“Aku tidak terlalu memikirkannya, hanya saja ada hal lain yang sedang mengangguku.”  Ucap Dani seraya berdiri dari duduknya.

“Aku tau apa yang kau pikirkan, dia pasti datang. Pergilah ke sirkuit semua sudah menunggumu disana.” Kata alberto puig seolah dapat membaca pikiran Dani.

“dia tidak akan datang, dia hanya sibuk dengan pekerjaannya. Baiklah aku pergi dulu.” Ucap Dani putus asa.

Dani menaiki motornya yang berwarna orange itu dan menjalankannya menuju sirkuit. Suasana Sirkuit sangat ramai sekali, ada beberapa wanita seksi yang sedang bertugas sebagai umbrella girl untuk masing-masing rider, ada beberapa staff ahli mesin yang sedang mengecek motor sebelum balapan dimulai. Dani nampak baru saja sampai digrid tempatnya, sesampainya dia disana beberapa staff yang sedang menunggunya langsung menyambut motor dani dan mulai mengecek keadaan motor itu lagi. Biasanya jika seperti ini Dani akan ikut bergabung dengan staff-staff itu untuk mengecek motor, namun tidak untuk sekarang. Dani nampak melihat paddocknya dan melihat kekursi penonton, namun sesuatu  yang dicarinya tidak terlihat. Dani hanya menghela nafas panjang.

“katanya janji ingin datang, rupanya tidak.” Keluh Dani dalam hati.

“hai Dani, aku yakin kau pasti akan menang dirace ini.” Ucap seseorang seraya menepuk punggung Dani. Dani berbalik keorang itu dengan tampang kagetnya.

“Ah kau Andrea, aku rasa tidak mudah untuk menang disini. Terlebih jika harus berhadapan denganmu, Jorge terlebih dengan Casey.” Kata Dani pada temannya sesama rider motogp.

“Kau harus optimis Dani, aku kesana dulu. Bye.” Pamit Andrea kemudian berjalan menjauh dari Dani.

“hahaha, apa kau takut? Sudahlah aku rasa kau harus merelakan gelar juara dunia musim ini untukku, terutama gadismu itu.” Ujar Jorge sambil membisikan kata ‘gadismu itu’ pada Dani. Dani melebarkan matanya mendengar itu, tapi seperti biasa Dani tetap stay cool untuk mengahadapi orang didepannya ini. Jorge merupakan salah satu saingan utama Dani di Motogp, bukan hanya di Motogp. Ternyata Jorge juga merupakan saingan terbesar Dani untuk mempertahankan cintanya pada seorang gadis yang sekarang menjadi kekasihnya.

“Apa maksudmu?” Tanya Dani.

“Bukankah kau berharap gadismu datang dan memberi dukungan padamu kan? Rupanya dia lebih mementingkan pekerjaannya. Harusnya kau putuskan saja gadis seperti itu, dia itu bintang besar tidak sebaya dengan kau.” Ujar Jorge seraya tersenyum sombong kearah Dani.

“Sudahlah, aku sedang tidak mood untuk berdebat denganmu.” Ujar Dani masih dengan tampang cool nya. Jorge telihat kesal sekali.

“Kau lihat saja, aku akan merebut gelar juara hari ini dan yang lebih penting gadismu itu akan melihat aku mengalahkanmu. Dasar pecundang.” Cibir Jorge dan kemudian pergi meninggalkan Dani menuju motornya. Dani hanya tersenyum getir memandangnya. Memang saat ini dia sedang terbebani oleh perebutan gelar dan juga rahasia hubungannya dengan seseorang. Seseorang yang dipacarinya merupakan seorang idola besar yang membuatnya harus merahasiakan hubungan ini agar tak terlibat scandal. Tapi sayang, si Jorge itu mengetahuinya dan tampak tidak senang dengan hubungan ini. Dani kembali memperhatikan paddock dan juga kursi penonton, namun orang yang ditunggukan tidak terlihat juga.

“kau dimana? Apa kau tidak datang mendukungku? Apa kau lagi-lagi akan melanggar janjimu?” Dani berjalan dengan langkah berat kembali bergabung dengan staff dan rider-rider lain di grid sebelum balapan dimulai.

 

***

 

Seorang yeoja tengah berlari dengan pakaian yang cukup membuat semua orang menatapnya aneh, bayangkan saja yeoja itu memakai kacamata hitam, topi besar, masker  dan juga jas besar. Yeoja itu terus berlari keluar dari bandara. Yeoja itu terlihat panik dan sesekali melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.

 

YURI POV

 

Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?? Aku benar-benar akan terlambat menonton race, ahh pasti dia akan marah besar padaku. Hm mungkin tidak marah, karna dia bukan seorang namja pemarah hanya saja dia pasti akan mendiamkanku #sama saja.

Aku terus berlari sekuat tenaga dan secepat mungkin. Kalian tau? Aku sedang kabur dari manager dan Taeng untuk memenuhi  janjiku pada seseorang. Hehe.

Aku terus berlari dan langsung naik sebuah taksi begitu aku melihatnya.

“Sirkuit Philip island sir.” Ucap ku pada supir taksi ini, jujur aku tidak tau Negara ini. Aku hanya nekat kesini untuk menyaksikan namjachinguku membalap. Hehehe sebenarnya susah juga jika harus begini, tapi pertemuan itu dan juga perhatiannya benar-benar membuatku rela meninggalkan pekerjaan pentingku dikorea untuk memberikan dukungan untuknya. Kalian pasti tau Dani Pedrosa kan? Ya, dia seorang rider Motogp yang sudah mendunia. Saat ini dia sedang berusaha memburu gelar juara dunianya, dan disaat menegangkan seperti ini dia ingin aku menyaksikan penampilannya.

Aku melirik jam tanganku, sial.. pasti racenya akan segera dimulai. Aku sebenarnya bukan penggila motogp, hanya saja aku penggila salah satu ridernya haha.. tapi harus ku akui karnanya aku juga jadi sering menonton motogp.

 

“sir, apa tidak bisa dipercepat. Aku sudah sangat terlambat.” Tanya ku tak sabar pada supir taksi ini.

“maaf, ini sudah sangat melebihi batas.” Apa ?? melebihi batas? Jelas-jelas jalannya lama sekali. Aku melihat keluar jendela, suasana disini begitu nyaman, hangat. Aku membuka topi, kacamata dan juga maskerku, aku yakin supir ini tidak akan tau siapa itu Yuri SNSD.  Aku mengambil ponselku, mwo?? 20 panggilan tak tejawab? Ahhh sudah kuduga pasti dari manager dan juga dari taeyeon unnie. Tapi, 10 terakhir, jinjja? Dani kah? Huaaa dia pasti benar-benar akan mendiamkanku. Aku mencoba menghubungi nomornya, sial tidak diangkat. Pasti dia sudah berada dirace. Walaupun aku baru beberapa kali ikut dengannya ke race, tapi aku sudah lumayan hapal kegiatan-kegiatannya karna memang aku seorang pedrosistas.

 

“Miss sudah sampai.” Aku langsung melihat kearah supir dan berbalik keluar jendela. Benar saja, sekarang aku sudah sampai. Aku memakai kembali kacamata hitamku dan memberi uang sebagai ongkos kepada supir ini.

Aku turun dan mengedarkan pandanganku. Mwo?? Ramai sekali, bagaimana aku masuk? Diluar saja sudah ramai, apa lagi di paddock. Dengan langkah cepat aku mulai berjalan,langkahku terhenti saat mulai mendengar orang-orang mulai berbisik.

“Apakah itu Yuri SNSD?”

“Girls Generation?wahh sedang apa dia?”

Walau aku dari Korea, tapi aku lumayan bisa berbahasa Inggris. Aku juga tau apa yang mereka bicarakan, mwo? Tau yang mereka bicarakan? Berarti apa yang kudengar itu benar? Mereka mengetahuiku? Bagaimana bisa? Bukankah aku sudah….. aku meraba kepalaku, ya!! Aku lupa memakai topi, pantas aja mereka masih ada yang mengenaliku. Aku pun dengan cepat memakai topi dan masker kemudian berlari secepat mungkin kedalam dan memberi tiketku. Saat aku kedalam, benar saja aku terlambat!! Omo.. Dengan cepat mataku tertuju pada seorang rider digrid 3. Aku tersenyum melihatnya, dia masih seperti dulu tidak pernah mau memakai umbrella girl seperti rekan-rekannya yang lain. Bukan karna menjaga perasaanku, tapi aku memang tau dia tidak suka hal yang seperti itu. Aku duduk dikursi penonton biasa karna jika aku ke paddock aksesnya sangat susah, apalagi dengan pakaian begini. Apa dia tidak mencariku??

“Hei dear!! I’m here.” Teriak ku dalam hati, ahh ingin sekali berlari memeluknya sekarang. Kalian tau? Aku dan dia sudah lama tidak bertemu, kesibukan SNSD dan padatnya jadwal race motogp membuat kami tidak dapat bertemu. Terakhir kami bertemu saat dia balapan di Jepang dan saat itu kebetulan SNSD juga ada kegiatan disana, ya seperti sekarang ini aku kabur dan pergi menontonnya balapan. Hanya bedanya saat ini aku ada kegiatan di Korea, tapi hanya untuk mendukungnya disisa-sisa race terakhir membuatku rela meninggalkan sebentar kegiatanku walaupun akibatnya akan kena marah habis-habisan dari manager oppa.

Aku terus memperhatikannya, ya!! Apa dia benar-benar tidak berusaha mencariku? Warm up lap telah dimulai, entah kenapa perasaanku benar-benar tidak enak. Entah karna takut dimarahi oleh manager oppa, Taeng atau Dani aaahh pokoknya perasaanku tidak enak.

 

YURI POV end

 

DANI POV

 

Sebelum Warm Up dimulai sekali lagi aku melihat ke paddock dan juga ke kursi penonton, tapi masih saja tidak terlihat yeoja itu? hm? Yeoja? Haha akibatnya aku jadi sering mengucapkan kata-kata korea sedikit.  Ahh sial, sudah mau dimulai akupun berjalan dengan langkah berat menuju motorku. Terkadang aku harus tersenyum sedikit dipaksakan saat ada wawancara kearahku.

Kini aku sudah berada diatas motor kesayanganku, aku menatap lurus kedepan sekali lagi kuedarkan pandanganku tetap saja orang yang kuharapkan datang tidak ada, padahal dia sudah berjanji mau datang. Sudahlah mungkin pekerjaannya lebih penting. Walaupun dia tidak datang setidaknya aku harus tampil baik demi Dia, Orangtuaku, tim dan terlebih untuk Pedrosista diluar sana. Aku juga tidak boleh mengalah dengan mudah dari perebutan gelar juara dunia, karna semakin aku mengalah semakin  dia senang menghinaku. Huh ….

Suara mesin-mesin dari motorku dan juga motor rider-rider lain sudah membuat keributan tersendiri. Beberapa rider sudah mendahuluiku untuk melakukan Warm Up sedangkan aku hanya membawa motorku sehalus mungkin. Aku tidak mau kejadian di Misano terjadi lagi, mesin rusak, start dari grid paling belakang, sudah start d tabrak sama barbera dan akhirnya crash. Ahh tidak mau!!

Warm Up pun selesai, kami kembali pada posisi masing-masing. Didepanku ada Jorge dan Casey, aku harus bisa start dengan sempurna agar dapat mendahului mereka. Lampu hijau pun nyala menandakan race sudah dimulai. semua rider nampak menggas (?) pol motor mereka sesempurna mungkin, tidak terkecuali aku. Lumayan lah, aku tidak kehilangan posisiku. Jorge dan Casey masih berada didepanku, sampai aku mampu menyalip casey dan dekat sekali dengan Jorge. Tanpa waktu lama aku berhasil menyalip Jorge dan mencoba mempertahankan posisi sekarang. Aku rasa Casey juga sudah berhasil menyalip Jorge, Tuhan .. aku harus berusaha walau aku tau casey tidak akan mudah ditaklukan apa lagi di lintasan ini. Tapi aku tetap akan berusaha semampuku namun sayang saat ingin mengakhiri lap pertama motor yang ku tunggangi sekarang mulai tidak seimbang dan naas aku crash!! Ya! Crash!!. Tuhan apa yang kau rencanakan sebenarnya? Aku dengan panik mulai bangkit dan berusaha mengangkat motorku agar dapat meneruskan balapan beberapa marshal datang terlambat untuk membantu, membuat semua rider sudah terlihat sangat jauh. Saat motor berhasil menyala dan kunaikin tiba-tiba saja ada kerusakan  yang  terjadi pada motor. Ya!! Aku tidak boleh out dari balapan ini, gelar, point arrgghhh dengan terpaksa aku kembali kepaddock melewati pit line.  Pupus sudah harapan untuk sedikit membahagiakan Pedrosista dan orang-orang yang mendukungku. Saat aku kembali nampak semua crew terlihat khawatir, aku hanya memaksakan sebuah senyum tapi yang keluar hanya senyum lirih. Aku masuk dan terduduk lemah didalam paddock.  Sorry Pedrosistas , Yuri, My team, Mam and Dad. I’m so sad now.   :’(

 

End Dani POV

 

Yuri POV

 

Perasaanku semakin tidak enak saat Dani memulai Warm Up nya. Dia ada digrid 3?? Aku rasa bukan hal buruk, dia pasti akan menang.  Ya Tuhan aku mohon, berikan perlindungan padanya apapun hasilnya aku harap itulah yang terbaik. Aku kembali memperhatikan my prince yang sudah ingin memulai balapannya, di depannya fiuh ada rekan sekaligus pesaingnya. Jorge Lorenzo entah kenapa aku tidak suka padanya. Aku harap hari ini Dani bisa mengalahkannya. Lampu hijaupun menyala menandakan race sudah dimulai, My prince melesat cepat sekali waw… tanpa sadar aku ikut seperti orang-orang disebelahku yang sedang bersorak-sorak mendukung rider jagoannya aku juga tidak mau kalah aku akan mendukung my prince seheboh-hebohnya.

“Go Dani Go!! Tunjukan kalau kamu bisa.” Teriak Ku seraya melompat-lompat, aku pun berhenti saat menyadari orang-orang menatapku aneh. Aku hanya mencibirkan bibirku. Omo.. aku lupa dengan pakaian ku sekarang jika tau begini aku akan bergabung dengan Pedrosista disebelah sana. Haha peduli setan, Aku kembali meneriakan nama Dani untuk mendukungnya. Aku tau dia tidak akan mendengar teriakanku, tapi aku tidak peduli. Aku sudah seperti orang gila melompat kegirangan saat Dani berhasil menyalip Casey dan Jorge.  Tapi senyumanku tak bertahan lama, sesaat setelah memimpin. BRAKK!! Crash?? Dia crash? Tuhan apa ini benar? Aku terdiam. Dapat kulihat dia berusaha untuk mengangkat motornya dan meneruskan balapan. YA!!! Marshal kenapa lamban sekali, harusnya mereka itu sigap dengan keadaan seperti ini. Ahh aku emosi sekali, Dani terlihat sudah mulai menaiki motornya dengan bantuan marshal yang lamban. Aku berdoa semoga dia dapat melanjutkan balapannya tapi dia malah kembali ke paddock, akupun langsung berlari melewati kursi penonton yang sesak ini. Ahhh dengan kekuatan super yang aku pelajari dari yoona dan kemampuan mengomeli penonton yang tidak mau memberikan jalan dari Sooyoung aku praktikan semuanya. Tanpa dapat ditahan lagi aku berusaha berlari sekuat tenaga menuju paddock, tak peduli dengan pandangan aneh orang-orang dan juga penonton yang masih sibuk mengeluh-eluhkan nama rider favoritenya. Tapi aku melirik sedikit kearah Pedrosistas yang sengaja datang untuk mendukung Dani nampak menunjukan wajah khawatir juga kecewa mungkin.

 

End yuri POV

 

Author POV

 

Yuri nampak kesusahan berjalan mendekati paddock Dani, banyak wartawan yang menunggu didepan paddock dan itu semua harus dilewati oleh Yuri agar dapat bertemu Dani.

Dengan susah payah akhirnya Yuri dapat sampai didepan paddock repsol Honda tempat Dani berada. Yuri dapat melihat bagaimana kecewanya Dani .. ya.. Yuri pasti sangat tau. Yuri ingin masuk dan langsung memeluk Dani namun beberapa orang masih berdesakan didepan paddock membuat Yuri susah untuk masuk.

“Ya!! Apa-apaan sih dorong-dorong.” Omel Yuri pada orang yang seperti ingin mencari berita tentang Dani. Yuri terus terdorong dan akhirnya jatuh tepat didepan kaki seseorang.

“Dasar tidak tau sopan santun, aku ini seorang artis mana boleh diperlakukan seperti ini.” Ketus Yuri seraya berusaha berdiri, saat dia ingin berdiri sebuah tangan mengulur indah didepannya. Yuri menengadahkan kepalanya dan terkejut saat melihat orang yang sedang mengulurkan tangan padanya.

“Kau?” Ujar Yuri pelan.

“Cepat ikut aku.” Kata Orang itu dengan senyum lembut, Yuri yang masih kagetpun menerima uluran tangan itu dan mengikuti orang itu membawanya. Wartawan semakin riuh bukan hanya ingin mewawancarai Dani akibat crashnya juga ingin tau siapa yeoja yang berjalan bersama Dani kedalam.

 

Kini Yuri dan Dani sudah berada didalam paddock dibagian dalam yang tidak dapat dilihat orang dari luar.  Saat sudah berada disana kontan saja Yuri langsung menghambur dipelukan orang itu.

“Miss you dear.” Ucap Yuri sambil terus mengeratkan pelukannya.

“I don’t miss you.” Jawab Dani singkat, sontak yuri langsung melepaskan pelukannya.

“really?” Tanya Yuri tak percaya.

“yes.” Lagi-lagi Dani menjawabnya singkat. Yuri mulai melipat kedua tangannya didada dan menggembungkan kedua pipinya. Dani hanya tersenyum melihat tingkah Yuri.

“I don’t miss you, but I really miss you.” Ucap Dani seraya mengecup kening Yuri, Yuri kembali teringat dengan gagalnya Dani sebagai juara dunia musim ini akibatnya crashnya tadi.

“Dear? Apa kamu baik-baik saja?” Tanya yuri khawatir.

“Aku baik-baik saja, hanya saja ada perasaan sedikit sedih atas kejadian tadi.” Dani kini duduk dikursi yang ada didekat situ. Yuri ikut duduk dikursi sebelahnya. Dani menatap tajam kearah Yuri, Yuri hanya diam bingung mendapat tatapan seperti itu.

“Ada apa?” Tanya yuri heran. Bukannya menjawab Dani malah membuka topi, masker dan juga kacamata yang rupanya masih dipakai oleh yuri.

“Disini tidak ada media, jadi tidak usah menyamar lagi.” Ujar Dani sambil terkekeh. Walau seperti itu, kesan coolnya tetap nampak jelas diwajahnya.

“Haha, aku lupa.” Kekeh Yuri.

“Kau memang pelupa, bahkan janjimu untuk menontonku saja mungkin kau lupakan tadi.” Ujar Dani seraya memasang wajah kesalnya.

“Tidak, aku tidak pernah melupakannya. Hanya saja tadi SNSD ada kegiatan dadakan ini saja aku kabur dari manager oppa dan taeyeon unnie. Maaf jika aku telat.” Kata Yuri menunduk.

“Tidak apa-apa, aku mana bisa marah padamu. Bahkan sekarang aku merasa bersalah padamu karna penampilan yang tidak baik tadi, bukan hanya padamu tapi juga dengan pedrosistas, Tim dan semua yang mendukungku.” Ujar Dani dengan nada sedih. Yuri memegang tangan Dani dan mulai menggenggamnya.

“Dear, jangan seperti itu. Aku tau kau kecewa, kami juga kecewa bahkan pedrosistas diluar sana juga kecewa. Tapi mereka bukan kecewa padamu melainkan dengan keberuntungan Jorge.” Hibur Yuri.

“hm? Dear.. kita tidak boleh kecewa pada keberuntungan orang lain.” Ujar Pedrosa mengingatkan.

“tapi, entah kenapa aku tidak suka pada keberuntungannya dear. Bukan hanya keberuntungan tapi juga…” Belum selesai yuri berbicara, mulutnya sudah tertutup oleh telunjuk Dani.

“jangan diteruskan, kita tidak boleh berburuk sangka pada orang. Let’s go, ikut aku.” Dani lagi-lagi menarik tangan Yuri lembut dan menggadeng Yuri sebelum itu tak lupa Yuri memakai perlengkapan menyamarnya lagi.

“Dear, kau lihat fans yang berada disebelah sana? Mereka adalah pedrosistas. Kau lihat wajah kecewanya kan? I’m so sad to see that” Ujar Pedrosa dengan nada kecewanya. Kini mereka keluar melalu pintu belakang paddock (emang ada?) yang tidak ada wartawan.

“Dear, seperti yang aku bilang tadi mereka tidak kecewa padamu tapi pada nasibmu, kau harus ingat aku ini juga pedrosistas.” Ucap Yuri polos.

“kenapa dengan nasibku? ” Tanya Pedrosa heran. “ iya tentu saja aku tidak akan lupa kau seorang pedrosistas, bukankah kita bertemu dan menjadi seperti sekarang karna kau yang meneriaki namaku bersama pedrosistas lain dari kursi penonton.” Yuri tersenyum malu mendengarnya, ya memang pertemuannya dengan Dani bermula ketika dia datang kerace demi melihat rider favoritenya balapan. Yuri mulai menyukai Dani saat tanpa sengaja melihat siaran tv yang saat itu sedang menyiarkan motogp dan Yuri langsung tertarik oleh salah satu ridernya. Ya siapa lagi kalau bukan Dani pedrosa. Sampai-sampai Yuri mencari tahu sana-sini tentang Dani.

 

Back to cerita

 

“Entah kenapa, kau selalu seperti ini. Apa karna kau terlalu baik oleh karna itu kau selalu diberi cobaan seperti ini.”  Kata Yuri menggebu-gebu. Dani hanya memandang Yuri heran.

“Kau kenapa memandangku seperti itu. huh aku kesal sekali, apa lagi melihat sibotak itu. arggg” Dani bingung kenapa Yuri menjadi marah-marah seperti ini. Botak?

“Siapa si botak?” Tanya Dani bingung.

“Itu yang ada di urutan 2, I don’t like him.” Pekik Yuri. Dani melihat papan keterangan.

“Jorge kah? Haha kenapa kau tidak suka padanya?” Tanya dani sambil tertawa, “pantas saja orang tidak suka padanya, dia selalu menghinaku.” Batin Dani.

“Aku tidak suka, entah kenapa. Pokoknya tidak suka, mwo? Kenapa aku marah-marah? Harusnya aku menghiburmu Dear.” Ucap yuri seakan baru sadar dengan sikapnya.

“kenapa kau harus menghiburku?” Tanya Dani dengan polosnya.

“tentu saja mengiburmu karna crash.” Yuri memelankan suaranya dan tersenyum gaje didepan Dani takut jika Dani tersinggung dengan kata-kata crash.

“kau tidak perlu menghiburku, akulah yang harus menghibur semua yang telah mendukungku.” Ucap Dani menahan kesedihannya. Yuri nampak senyum dan menggenggam tangan Dani.

“Kau memang seseorang yang special, bahkan aku tidak pernah menyesal menjadi fansmu terlebih menjadi kekasihmu.” Ujar Yuri lembut.

“Kau mau menggodaku?” Ucap dani seraya tersenyum evil. Yuri hanya kaget melihatnya, Dani yang biasanya cool dan sedikit pendiam bisa tersenyum seevil itu? seperti kyuhyun saja.

“Untuk apa aku menggodamu? Wahh sepertinya race sudah berakhir.” Yuri memperhatikan sirkuit yang keadaannya sangat ramai, sepertinya Jorge sudah memulai selebrasi kemenangannya #saya ga tw gimana selebrasinya, yang jelas saya ga nonton.. huahaha

“Congrats Jorge.” Yuri yang mendengar Dani berucap begitupun berbalik, dia terkejut dengan ekpsresi Dani yang tersenyum seraya memandang Selebrasi Jorge sebagai Juara Dunia musim ini.

“Kau memang seseorang berjiwa besar, bahkan dikeadaan seperti ini kau masih bisa tegar. Aku rasa aku tidak salah menjadi seorang pedrosista dan pedrosista diluar sana pasti juga berpikiran sama denganku.” Gumam Yuri dan berbalik untuk menatap selebrasi Jorge.

“Kau tidak kecewa dengan hasil ini dear?” Tanya Yuri tiba-tiba dan berbalik kearah Dani.

“Kecewa?? Tidak. Aku sedih tapi aku tidak kecewa. “Jawab Dani bijak tanpa melepaskan pandangannya dari selebrasi Jorge.

“Kau benar-benar hebat bisa berbicara seperti ini, walau aku tau ini berat untukmu.” Batin Yuri dan terus menatap Dani lekat.

“kenapa kau memandangku seperti itu?” Ujar Dani yang secara tiba-tiba memalingkan wajahnya ke Yuri. Yuri nampak kaget.

“Tidak, hanya saja aku terpikir oleh kata-katamu tadi. kenapa kau tidak kecewa?”

“karna aku tidak boleh kecewa , jika aku kecewa pasti semua pedrosistas dan semua yang mendukungku akan kecewa.” Yuri menatap kagum padanya.

“Dani, kau tidak member selamat pada Jorge?” Ujar salah satu staff pada Dani.

“Oh baiklah aku akan kesana.” Jawab dani ramah dan mulai menarik Yuri dengan lembut.

 

***

“Congrats Jorge, aku rasa kau pantas menjadi world champions.” Kata Dani seraya mengulurkan tangannya pada Jorge yang masih tampak merayakan kemenangannya. Jorge meliriknya dengan tatapan tajam dan kemudian tersenyum licik.

“Aku tau kau sedih sekarang kan, tapi kau juga harus mengakui kalau kemampuan mu masih jauh dibawahku.” Sombong Jorge seraya menyambut uluran tangan Dani dan melepaskannya dengan cepat. Yuri hanya menatap kesal kearah Jorge. Tapi Jorge tidak akan tau jika Yuri menatapnya kesal, karna saat ini yuri memakai kacamata hitamnya.

“Haha, aku akan berusaha lebih keras.” Ucap Dani dengan senyum Coolnya. Jorge mengalihkan pandangan ke Yuri yang sedang ada disamping Dani.

“Kau pasti Yuri kan? Kau tidak takut dilihat kamera sedang berada disini? Dan aku rasa kau tidak cocok dengan lelaki ini dia sangat kecil untukmu. Jika kalian bersama kalian tidak nampak sebagai pasangan kekasih melainkan seperti anak dan ibu.” Ejek Jorge.  Dani seperti biasa, hanya memasang wajah cool dan tak ingin menjawab pernyataan Jorge tadi.

“Jika kau tidak jadi penggosip aku pastikan kamera tidak akan meliputku. Apa urusannya denganmu, biar saja dia kecil tapi berhati besar. Tidak seperti kau, besar tapi berhati kecil.” Balas Yuri dengan nada sinis.

“aku bisa saja loh bilang pada media kalau salah satu member girl band terkenal sedang menjalin hubungan dengan seorang rider motogp. Ahh aku rasa akan menjadi scandal hebat.” Seringai Jorge. Yuri nampak ingin menjawab perkataan Jorge namun ditahan oleh Dani.

“Sudahlah sebaiknya kita pergi, let’s go.” Ajak dani dan membawa Yuri menjauh dari tempat itu, tapi sebelumnya Yuri sempat membisikan sesuatu ke telinga Jorge.

“Aku tau rahasia besarmu, jadi jangan coba-coba membocorkan rahasiaku jika tak ingin rahasiamu terbongkar.” Jorge yang mendengar itu pun mendengus kesal.

 

***

Kini Yuri dan Dani sudah berada dibandara. Dani bermaksud ingin mengantar Yuri yang akan langsung terbang ke Korea sekarang.

“Padahal aku ingin berlama-lama denganmu tapi tidak mungkin, aku bisa di gantung oleh Manager Oppa dan taeng.” Ujar Yuri sambil memanyunkan bibirnya.

“it’s ok dear, pulanglah dan istirahat aku sudah cukup senang kau mau menyaksikan ku tadi walau dengan hasil buruk.” Ucap Dani seraya membelai halus kepala Yuri.

“Baiklah, pokoknya kau tidak boleh sedih. Tetaplah tersenyum karna senyummu adalah semangatku.” Kata Yuri sambil tersenyum manis.

“Aku memang akan selalu tersenyum, tersenyum untuk orang-orang yang mendukungku. terlebih untuk mu dan juga pedrosistas.” Ungkap Dani.

“haha aku pergi dulu, semoga kita bisa bertemu secepatnya.” Yuri mencium singkat pipi Dani dan kemudian berlari masuk.

“Aku harap juga begitu.” Jawab Dani dengan senyuman bahagia diwajahnya, kecewa karna gagal juara dunia  terbayar dengan kehadiran Yuri juga dengan kata-kata semangat dari Pedrosistas diblog yang akan diupdate Dani besok.

“Kau juga harus rajin olahraga agar bisa menambah tinggimu!!” teriak Yuri sambil terus melanjutkan larinya.

“Ya Tuhan, anak ini. Sudah mau pergi masih saja sempat mengejekku.” Ujar Dani tak percaya tapi kemudian senyuman terlihat menghiasi wajahnya. “Terkadang aku juga ingin tertawa jika berada dengannya, dia sangat tinggi sedangkan aku? sangat jauh.” Tawa Dani dalam hati dan kemudian pergi meninggalkan bandara.

 

***************************** end **************************

 

Heh author gaje!! Ini itu sebenernya crita apa sih?? Aaaa jangan nanya, aku ga sanggup buat mnjawabnya tapi jika kalian terus brtanya. Baiklah akan ku jawab.. ini itu crita yg d bkin krna galau pedrosa crash… makanya tuh crita juga ikut galau..

Trus kalian yg baca juga psti ikut galau, galau krna baca crita gaje.. wkakaka

aaaaaaaaaa crash mmbuat ga bersemangat ngapa2in..😥

 

Tagged: , , ,

12 thoughts on “Just Gaje Story

  1. Dinda Danipedrosaforever November 11, 2012 pukul 3:02 pm Reply

    min mksh ya udh bikin crita kayak gitu..
    aku jg pedrosistas dan yurisistable loh!!!🙂
    bikin lg min..

    • yuuripico26 November 12, 2012 pukul 7:14 am Reply

      haha ia sama2.. mwo? jd yurisistable jga? sblumnya gmn? huahhaa aduh blm ada ide tp😥

  2. mrslee040420 Maret 30, 2013 pukul 3:06 am Reply

    walaupun gaje tetep oke thor … ;D

  3. Putri Din Tyasti Mei 20, 2013 pukul 7:03 pm Reply

    gak penting banget sih ceritanya, jangankan baca, baru liat judulnya saja aku males. fans yang aneh. aku malu ada pedrosista kaya anda😛
    lain kali kalau mau ngarang cerita sok korea/berbau korea jangan pakai nama kakak saya “daniel pedrosa ramal”

    sekian terimakasih,
    muchas gracias estupido

    • yuuripico26 Mei 22, 2013 pukul 8:27 am Reply

      lol.. tolong hargai hak org lain ^^ kalau ga suka ya udah, jangan baca, jangan kemari, simpel kan😀
      aku juga ga minta pendapat km malu atau ga sma pedrosista kaya aku, atau mungkin aku yg malu punya pedrosista kya situ ^^ ga bsa hargai hak org lain ^^ sekian dan sama2 ^^

  4. Imasari Mei 28, 2013 pukul 5:18 am Reply

    Gak kebayang kalo bneran trjadi. Hahaha.

  5. Sara Desember 26, 2013 pukul 8:29 pm Reply

    Entar Minho marah lho..author gak takut??Hii,ih sereem!!

  6. oebayoonyul Juni 18, 2014 pukul 2:06 am Reply

    ini ceriita aneh+gaje
    wkwkwkw yul bisa ngomong English, pacarnya pembalap.. siap” diamuk minong kamu nur

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: