Sooyoung Secret PART 4 (End)

Sooyoung secret part 4

Author : Yuuripico

Cast : Kwon Yuri, Choi Sooyoung, Kim hyoyeon

Other: Choi Minho, Eunhyuk, Kim jonghyun, Jessica Jung

Length: Chapter

***

“Apa maksudmu hyo?” Tanya Yuri, Hyoyeon tak menjawab melainkan menarik tangan Yuri kekamarnya.

“kau lihat itu.” Ujar Hyoyeon saat sudah sampai dikamarnya. Yuri nampak sangat terkejut dengan keadaan kamar hyoyeon.

“Apa yang terjadi?” Yuri masuk perlahan kedalam kamar hyoyeon, Yuri menutup mulutnya merasakan mual saat melihat tama, kucing kecil kesayangan hyoyeon sudah terkulai lemah tak bernyawa disamping kandangnya. Keadaannya sangat mengenasnya, kepalanya hancur seperti dipukul oleh benda tumpul. Hyoyeon pun ikut masuk dan mengambil sebuah kertas yang ditulis menggunakan darah kucing itu dan diserahkannya ke Yuri. Yuri membaca kertas itu dengan rasa takut yang luar biasa.

kalian yang mendatangi kematian kalian sendiri, kalian bahkan berani mengancamku jadi tunggu saja apa yang akan terjadi pada kalian.

Yuri menatap hyoyeon yang sedang ketakutan, Yuri duduk disamping hyoyeon dan berpikir dengan keras siapa sebenarnya pembunuh Sooyoung.

“ki.. kita harus melaporkan ini kepolisi Yul.” Ucap Hyoyeon dengan gemetaran.

“Kita tidak ada bukti Hyo.” Jawab Yuri.

“Kertas itu, bisa kita jadikan bukti.”

“Tidak bisa, bahkan dikertas ini dia tidak menuliskan namanya. Seandainya saja sooyoung merekam pembicaraan mereka dulu.”  Ucap Yuri putus asa.

“Kau tunggu disini Yul, aku ingin menelepon eommaku.” Ujar hyoyeon, yuri mengangguk dan menatap bingung pada hyoyeon yang sudah keluar dari kamar.

“Aku tidak pernah melihat hyoyeon setakut itu, apa dia benar-benar sudah percaya dengan cerita sooyoung. Bahkan sekarang dia yang sangat ingin melaporkan ini kepolisi.” Gumam Yuri Bingung. Yuri kembali menatap kertas itu dan menatap bangkai kucing didepannya.

“Siapa sebenarnya pembunuhmu Sooyoungie, seandainya aku tidak telat kesana pasti aku mengetahui siapa pembunuhmu yang sebenarnya.”  Yuri memegangi kepalanya yang mulai sakit karna berpikir terlalu keras siapa pembunuh sooyoung sebenarnya.

Yuri kembali teringat dengan bangkai Tama, dilihatnya bangkai itu dengan teliti.

“Bagaimana Jonghyun bisa membunuh kucing ini. Apa Jonghyun menyelinap kemari, tapi rasanya tidak mungkin.” Yuri berjalan menuju lemari hyoyeon untuk mencari sesuatu yang dapat menutupi bangkai tama. Yuri membuka lemari itu dan mulai mencari kain-kain yang tidak terpakai. Yuri menemukan sebuah kain yang sedikit usang dibagian bawah lemari itu, diambilnya kain itu namun sebuah benda jatuh tepat disamping kaki Yuri. sebuah palu tua yang diketahui Yuri adalah palu kesayangan hyoyeon karna merupakan milik Mendiang appa hyoyeon . Yuri mengambil palu itu dan meletakannya kembali kelemari, yuri berbalik menuju tempat bangkai kucing hyoyeon sambil membawa kain itu. Saat yuri membuka kain itu betapa terkejutnya dia melihat banyak bercak darah dikain tersebut. Yuri tak jadi menutup bangkai itu dan berjalan kembali kearah lemari hyoyeon,  diambilnya palu yang tadi ditemukannya dan yuri bertambah kaget setelah melihat ada bercak darah juga dipalu tersebut dan banyak bulu-bulu kucing yang tertinggal di ujung palu tersebut.

“apa maksud semua ini? Apa pembunuh tama adalah..”  belum sempat yuri menyelesaikan pemikirannya hyoyeon datang dengan tatapan mata yang tajam.

“Apa yang kau lakukan Kwon Yuri?” Tanya Hyoyeon datar, yuri tekejut dan menjatuhkan palu yang dipegangnya tadi.

“Jadi kau….” Yuri menggeleng tak percaya dengan apa yang dipikirkannya sekarang.

“Jadi kau sudah mengetahuinya? Baguslah.” Ucap Hyoyeon sambil tersenyum licik kearah yuri . Hyoyeon menatap palu yang dijatuhkan Yuri dan berjalan dengan cepat mengambil palu, Yuri yang mengetahui maksud hyoyeon dengan sigap ingin mengambil palu tersebut namun tangan hyoyeon dan juga tangannya sama-sama  berhasil memegang palu tersebut.

“Lepaskan palu itu.” Ujar hyoyeon.

“Tidak… tidak akan.” Yuri terus berusaha mempertahankan palu tersebut. Hyoyeon juga tak mau kalah, terjadilah aksi rebut-rebutan palu tersebut dan keduanya nampak berguling-guling memperebutkan palu itu.

“Kenapa kau tega membunuh kucing kesayanganmu sendiri?” Tanya Yuri disela-sela pertarungannya dengan hyoyeon dalam memperebutkan palu itu.

“kenapa tidak? Jangankan kucing, untuk membunuh sahabatku saja aku tega.” Jawab Hyoyeon, Yuri kaget sekali mendengar itu.

“Jadi kau yang membunuh Sooyoung?”

“ya, akulah yang membunuhnya dan aku hampir gila karna itu.”

“kenapa kau melakukan ini semua?” Tanya Yuri bingung.

“karna aku benci padanya, dia telah mengambil sesuatu yang berharga dariku dan tidak menjaganya dengan baik setelah mendapatkannya.” Yuri dan Hyoyeon terus berusaha mempertahankan palu tersebut. Namun tenaga Yuri yang memang sudah habis karna berlari tadi mulai terlihat tak mampu mempertahankan palu itu. Hyoyeon yang  melihat Yuri melemah meninju keras perut Yuri sampai pegangan Yuri dipalu itu terlepas. Yuri meringis kesakitan sambil memegang perutnya yang sakit karna ditinju oleh hyoyeon.

Hyoyeon tersenyum licik dan mulai memukul palu itu dengan tangannya berkali-kali dengan pelan. Perlahan dia berjalan kearah Yuri dengan tatapan membunuh, Yuri yang merasa terancam berusaha mundur dengan tangannya.

“kenapa kau tega melakukan semua ini Hyo?” Tanya Yuri sambil terus berjalan mundur menggunakan tangannya.

“bukankah tadi sudah kubilang alasannya.” Jawab Hyoyeon santai.

“Tapi dia sahabatmu. Apa kau lupa itu?”

“Aku tidak akan lupa bahwa dia sahabatku, tapi dialah yang melupakanku sebagai sahabatnya.” Hyoyeon berhenti berjalan kearah Yuri dan menatap Yuri tajam.

“Sooyoungie tidak pernah melupakanmu sebagai sahabat hyo.” Ujar yuri.

“Kalau dia tak melupakanku harusnya dia mendengarkan perkataanku!” bentak Hyoyeon, yuri kaget dan mulai merasa ketakutan. Yuri berpikir jika nanti hyoyeon menyerangnya, dia sudah tak punya tenaga lagi untuk melawan.

“Kau tau yul? Dia itu pantas mati.”

“apa alasannya kau bilang seperti itu?” Yuri mulai terlihat emosi dengan perkataan hyoyeon.

“karna dia terlalu sombong yul, bahkan disaat detik-detik kematiannya dia masih tidak mau mengakui kesalahannya.”

Flashback on

Sooyoung terlihat sedang berbincang dengan eunhyuk, setelah selesai eunhyuk kembali keruang latihan basket sedangkan sooyoung kembali keruang club seni untuk meneruskan pekerjaannya, namun seseorang sedang mengikuti Sooyoung.

Sooyoung yang merasa diikuti mencoba untuk tetap memberanikan diri menatap kebelakang, namun dia tak melihat siapa-siapa. Sooyoung kembali melanjutkan perjalanannya ke ruang seni, sesampainya diruang Club Seni Sooyoung  melanjutkan aktifitas mendecor spanduk untuk tim basket. Tiba-tiba dia teringat obrolannya dengan eunhyuk dan ingin memberitahunya pada Yuri. Sooyoung mengambil ponselnya dan mulai menekan nomor Yuri.

“Yoboseyo Sooyoungie.” Jawab Yuri diseberang sana

“Yul, aku sudah mengetahui penyebab Minho seperti itu.” Jawab Sooyoung dengan antusias.

“Jinjja? bagaimana kau bisa mengetahuinya?”  Sooyoung mulai merasakan orang yang mengikutinya mulai berjalan mendekat dan bayangannya semakin jelas terlihat. Sooyoung mulai merasakan takut.

“eunhyuk oppa memberitahuku, yul apa kau bisa kesini. Aku sangat ketakutan sekarang.”  Ucap Sooyoung ketakutan

“Kau dimana? Kau takut kenapa? apa ada masalah?” Tanya Yuri khawatir.

“Aku ada diruangan club seni, aku ingin memberitahumu tentang Minho. Tapi seseorang sedang mengikuti sekarang.”  Kini Sooyoung berbicara pelan, karna merasa orang itu semakin dekat.

“Aku akan kesana kau bisa tunggu aku sebentar kan?” Sooyoung tak menjawab,dia takut untuk berbicara sekarang.

“Sooyoungie? Apa kau masih disana?”  Sooyoung masih tak berani menjawab, Dia semakin takut saat bayangan itu sudah sangat dekat dengannya.

“Sooyoungie?”  Yuri mencoba memanggil sooyoung lagi.

“yul, cepatlah kemari bayangan orang yang mengikuti itu semakin mendekat.” .

“aku akan meminjam mobil sebentar.”  

Yul cepatlah kemari aku takut.” Kini orang itu sudah berada didepan sooyoung, sooyoung bernafas lega saat tau orang itu adalah hyoyeon, sooyoung segera mematikan telponnya.

“Hyohyeonnie, mengapa kau kemari tak bilang padaku. Menakuti ku saja.” Ucap Sooyoung sambil mengelus dadanya.

“kau, untuk apa kau bertanya tentang Minho pada eunhyuk?” Tanya Hyoyeon dingin, ternyata hyoyeon mendengar pembicaraan Sooyoung dan eunhyuk.

“Apa kau mendengarnya? Aku hanya ingin tahu saja hyo.” Bohong sooyoung, dia tidak ingin membocorkan kalau Yurilah yang memintanya mencari tahu tentang Minho.

“kau, benar-benar jahat. Bahkan kau menanyakan tentang namjachingu sahabatmu dengan namjachingumu sendiri.” Sindir Hyoyeon.

“Kau salah paham hyo, aku tidak bermaksud begitu.”

“lalu apa alasanmu hah? kau benar-benar tidak menghargai eunhyuk oppa sebagai namjachingumu kau selalu mencari tau tentang namja lain.”

“Ini semua urusanku Hyo, tidak ada urusannya denganmu.” Sooyoung mulai mengalihkan pembicaraan,selain dia ingin melindungi rahasia Yuri dia juga sudah emosi karna hyoyeon selalu menghakiminya tanpa tau alasan Sooyoung.

“tentu saja ada urusannya dengan ku. Kau sedang mendekati namjachingu sahabatku dan kau sedang menyakiti hati namja yang aku sukai sejak lama.”

“mwo? Kau menyukai eunhyuk oppa?” Tanya Sooyoung kaget.

“Cih. Kau tidak usah pura-pura bertanya Soo, kau bahkan ingin mentertawaiku kan?” Sooyoung menggeleng.

“Anni hyo, hanya saja jika kau menyukainya kenapa kau tidak bilang sejak awal padaku.?”

“Aku tidak masalah jika kau merebutnya dariku Soo, aku sadar jika aku tidak secantik dirimu. Tapi kau juga harus menjaga perasaannya.”

“Hyo selama ini kau salah paham padaku. Aku tidak pernah merebut eunhyuk oppa darimu dan aku mencintainya mana mungkin aku menyakitinya.” Sooyoung membela diri.

“Aku sudah tidak akan mempercayai perkataanmu. Dan kau tau? Gosipmu lah yang membuatku akan melakukan semua ini kepadamu. Dan gosipmu jugalah yang akan melindungiku nanti.” Ujar Hyoyeon dingin dan kemudian mulai mendekati  sooyoung. Sooyoung mengernyitkan dahinya bingung, tapi tak mencoba menghindar.

“Kau yang memintaku melakukan ini.” Hyoyeon mulai menarik scarf Sooyoung dan menariknya kuat hingga Sooyoung terkejut dan terjatuh, dia meronta pada hyoyeon untuk melepaskannya. Namun hyoyeon sudah seperti orang kesetanan dan terus menguatkan tarikannya pada scarf Sooyoung. Sooyoung yang awalnya tak melawan karna menganggap hyoyeon adalah sahabatnya mau tak mau mulai mencoba mencakar wajah hyoyeon dengan kuku panjangnya, hyoyeon dengan sigap menghindari serangan sooyoung tapi satu cakaran sooyoung mengenai tepat dipipinya. Hal itu membuat hyoyeon makin kesetanan dan seperti tak mengenal orang yang sedang dicekiknya sekarang, dia terus menguatkan cekikannya pada sooyoung. Sooyoung tak dapat meronta karna lehernya terjerat cukup kuat. Sooyoung sudah mulai lemah dan mulai tak bergerak lagi. Hyoyeon yang sadar segera melepaskan pegangan pada scarf sooyoung dan berdiri menatap tubuh sooyoung yang sudah kaku dan tak bergerak lagi.

“Mianhae, aku.. aku sudah tak dapat menahannya. Setiap melihatmu aku sangat emosi tapi kau tidak pernah mendengarkan perkataanku.” Hyoyeon menatap kosong pada mayat Sooyoung. di ambilnya kain untuk menutupi mayat Sooyoung, sebelum ditutupnya dia sempat menatap sooyoung lekat.

“Aku menyayangimu, tapi sayang rasa sakit hatiku melebihi rasa sayangku. Selamat Tinggal.” Hyoyeon mulai menangis, tapi segera dihapusnya kasar airmatanya itu.

“Dia pantas mendapatkannya.” Hyoyeon menutup mayat sooyoung dan mulai meninggalkan ruangan itu.

Flasback off

Yuri mulai menangis mendengar bagaimana cara hyoyeon membunuh sooyoung.

“Aku bersikap benar kan Yul? Dia bukan sahabat yang baik. Dia mencoba merebut Minho darimu setelah dia merebut eunhyuk dariku.”

“Kau salah Hyo, akulah yang menyuruh sooyoung mencari tau tentang Minho. Dan tentang eunhyuk oppa aku yakin Dia tidak merebutnya darimu.” Hyoyeon menatap marah pada Yuri.

“Jadi kau membela dia? Apa kau juga mau bernasib sama sepertinya huh?”

“tentu saja aku membela sooyoung, kau selalu salah paham padanya.” Bela Yuri. Hyoyeon terlihat emosi mendengarnya. Tanpa diduga-duga hyoyeon mengayunkan palu yang dipegangnya dari tadi kearah kaki Yuri dan tepat mengenai lutut Yuri. Sontak saja Yuri mengerang kesakitan.

“aaaaaaaaa Appo!!” Hyoyeon tersenyum Girang mendengarnya.

“bagaimana rasanya? Sakitkah? Itu tidak sebanding dengan sakit hatiku  pada sooyoung!” Bentak hyoyeon, yuri terus merintih kesakitan.

“Apa yang kau lakukan hyo!!” Yuri berteriak sejadinya pada hyoyeon.

“tentu saja membuatmu merasakan apa yang sooyoung dan tama rasakan.” Ucap hyoyeon sambil berjalan perlahan mendekati Yuri. Yuri mencoba mundur dengan tangannya karna kakinya sudah sangat terasa kaku.

“Kau yang mendatangi kematianmu sendiri Yul. Sekarang tidak akan ada yang menolongmu, jarak rumah ini dengan rumah yang lain sangat jauh. Dan disini hanya ada kita berdua.” Yuri semakin takut, dia sudah tidak bisa berjalan.

Hyoyeon terus berjalan mendekati Yuri sambil tetap mengayunkan palunya. Yuri terus berusaha berjalan mundur sebisanya, tanpa sengaja Yuri memegang bangkai tama. Dengan menahan mual Yuri terus berusaha mundur untuk menghindari hyoyeon.

“mari kita selesaikan permainan ini yul.” Hyoyeon mengayunkan palu dengan kuat kearah Yuri, namun Yuri berhasil menghindar dengan menggulingkan badannya kesamping. Hyoyeon merasa tertantang, didekatinya lagi Yuri dan mengayunkan palu itu kembali. Yuri menahan palu itu dengan sekuat tenaga, hyoyeon tak mau kalah. Yuri terus menahan palu itu sampai akhirnya seseorang datang mendobrak pintu kamar hyoyeon.

BRAKK!!

Minho berlari masuk kedalam dan terkejut melihat keadaan didalam kamar hyoyeon.

“apa yang terjadi?” Belum sempat Minho mencerna kejadian ini, hyoyeon dengan cepat mengayunkan palu kearah kepala Minho. Dengan seketika Minho mengerang dan tumbang tak sadarkan diri, hyoyeon tersenyum kecut melihatnya.

“Minho-ya!” Teriak Yuri khawatir mencoba menghampiri Minho dengan menyeret kakinya dan maju menggunakan tangannya. Yuri mencoba membangunkan minho, namun minho masih tak sadarkan diri, kepalanya sedikir mengeluarkan darah karna  kerasnya pukulan hyoyeon tadi. Yuri berbalik dan menatap tajam kearah hyoyeon.

“Ini urusan kita, kau tidak boleh menyakitinya!” bentak Yuri.

“Bukankah tadi kau bilang dia pembunuh sooyoung? jadi wajar kita memberinya pelajaran Yul.” Ujar hyoyeon santai.

“Kau.. kau benar-benar yeoja berhati batu. Pantas saja eunhyuk oppa tidak mau bersamamu.”  Hyoyeon terlihat kesal dengan perkataan Yuri itu dan mulai mengayunkan palunya lagi. Namun entah kekuatan dari mana, yuri dapat menahan palu itu.

“kau tidak tau apa-apa tentang aku dan eunhyuk oppa. Sebelum bertemu dengan sooyoung dia selalu mendekatiku, bahkan dia pernah menciumku.” Hyoyeon terus menekan palunya yang terus ditahan Yuri.

“Dia memang dekat denganmu, tapi dia bisa membedakan mana yeoja yang baik dan yeoja yang buruk. Sooyounglah yeoja baik yang dipilih oleh eunhyuk oppa.” Perkataan Yuri terus membakar emosi hyoyeon. Dengan sekali dorongan kuat, hyoyeon berhasil mendorong tubuh Yuri dan menguasai palu itu lagi.

“Cukup sudah, kau selalu membanggakan sooyoung dihadapanku. Rasakanlah akibatnya.” Hyoyeon mengangkat palunya tinggi-tinggi dan ingin mengayunkannya kearah Yuri. Yuri yang sudah tidak bisa berjalan dan tidak punya tenaga hanya bisa memejamkan matanya dan menundukan kepala menutupnya dengan tangan. Tiba-tiba . . . . . .

BUKK!! (jelek ya bunyinya,, ywdah lah gpp)

Hyoyeon tumbang seketika setelah Minho memukulnya dengan kandang tama yang lumayan besar dan keras. Yuri tampak terpukul dengan kejadian didepannya, badannya bergetar hebat. Minho segera memeluk yuri dan mencoba menenangnyakannya.

“Chagi-ya kau tidak apa-apa?” Tanya Minho, yuri membalas pelukan Minho dengan erat.

“Aku takut.” Minho mengelus pelan kepala Yuri.

“tenanglah chagi-ya, sekarang yang penting adalah kita harus meninggalkan tempat ini dan melaporkannya pada polisi.” Ujar Minho seraya membantu Yuri berdiri dan menuntunnya keluar dari rumah hyoyeon.

*******************************************************************************

Yuri dan Minho duduk dipinggir jalan sambil memperhatikan beberapa orang berseragam yang sedang membawa hyoyeon masuk kedalam mobil polisi.

“Mianhae sudah menuduhmu chagi-ya dan menyebabkanmu terluka. Pasti ini sangat sakit.” Ucap Yuri seraya mengelus pelan luka dikepala minho yang ditutup oleh perban.

“Lupakanlah chagi-ya, itu sudah berlalu. Aku bukan seorang namja jika luka seperti ini saja mampu membuatku membiarkan yeojaku disakiti, ” Jawab Minho membanggakan diri, “Dan itu juga pasti sakit chagi-ya.” Lanjut Minho memegang pelan lutut Yuri yang sedikit memar.

“Ini tidak sebading dengan kesakitan Sooyoung karnaku Chagi-ya. Oh ya bagaimana kau bisa masuk kedalam rumah hyoyeon?” Tanya Yuri bingung.

“Aku menunggumu didepan rumah hyoyeon, aku merasa bersalah padamu dan sooyoung. Sampai akhirnya aku mendengar teriakanmu, tanpa pikir panjang aku langsung mendobrak pintu rumahnya chagi-ya, Aku sangat tidak menyangka hyoyeon lah pembunuh Sooyoung.” Jelas Minho.

“Gomawo chagi,aku juga sama terkejutnya dengan mu chagi dan  aku tidak tau bagaimana nasibku jika kau tidak datang tadi. Bahkan aku menuduhmu yang bukan-bukan dan menyebabkan luka untukmu.” Ucap Yuri menunduk.

“itu wajar chagi-ya, itu memang tugasku untuk melindungimu dan aku juga merasa bersalah padamu. Sebenarnya…” Minho menarik nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.

“Sebenarnya saat itu aku memang ingin membunuh sooyoung. “ Ujar Minho akhirnya.

“Apa maksudmu?” Tanya Yuri. Dia benar-benar bingung dengan Minho sekarang.

“Aku sangat emosi malam itu, aku tidak suka cara sooyoung yang menanyakan pada eunhyuk tentang diriku. Dan aku takut jika sooyoung akan memberitahunya padamu, tapi semuanya aku urungkan karna mengingat kebaikan sooyoung pada kita. Aku begitu kaget saat tau ada seseorang yang membunuh Sooyoung tepat malam itu. Aku sangat merasa bersalah pernah membencinya sekarang, apalagi saat tadi kau bilang dia melakukannya karnamu.” Ucap Minho dengan penuh penyesalan karna sempat membenci sooyoung.

“apa sebenarnya yang kau sembunyikan dariku?” Tanya Yuri penasaran. Minho terlihat berat ingin mengatakannya pada Yuri, namun inilah saatnya Yuri tau semuanya.

“Aku.. aku pemakai narkoba.” Yuri kaget mendengar perkataannya Minho.

“pertandingan itu, benar-benar membuatku tertekan. Aku frustasi chagi-ya, dengan menggunakan itu aku bisa tenang. Tapi pada akhirnya aku kecanduan dan tak berani mengatakannya padamu. Aku siap jika sekarang kau marah padaku dan memutuskan hubungan kita. Tapi jika kau memberikan aku kesempatan, aku akan berusaha berubah dan mencoba tidak berhubungan lagi dengan obatan-obatan itu.” Minho menunduk tak berani menatap Yuri. Lama Yuri tak memberi jawaban, sampai pada akhirnya dia memegang kedua pipi minho dan mengangkatnya (?) sedikit untuk menatapnya.

“Aku tidak boleh egois memutuskan hubungan kita hanya karna obat-obatan itu. Mianhae, harusnya saat kau terpuruk aku ada disampingmu untuk mendukungmu. Aku harap kau memang akan melepaskan obat-obatan itu chagi-ya.” Ucap Yuri lembut. Minho tersenyum dan segera memeluk Yuri erat.

“Aku janji chagi-ya, aku janji.” Yuri tersenyum juga dan membalas pelukan Minho.

“Chagi-ya, kira-kira gosip apa lagi yang akan didapatkan sooyoung sekarang?” Tanya Yuri seraya melepaskan pelukannya dari Minho.

“tentu saja gosip pernikahan kita chagi-ya.” Jawab Minho,

“ya!! Itu bukan gosip tapi kenyataan chagi.” ketus Yuri, Minho terkekeh mendengarnya dan memeluk Yuri lagi.

“Aku berjanji pada mu, sooyoung, juga pada diriku sendiri. Aku akan menjagamu selamanya chagi-ya.” Ujar Minho.

“aku harap kau dapat menepati janjimu itu.”

********************** END ***************************

Tagged: , , , , ,

16 thoughts on “Sooyoung Secret PART 4 (End)

  1. yulhae4ever November 18, 2012 pukul 11:12 pm Reply

    Jadi hyoyeon pembunuhnya???
    Wah bener2 kaia film….^^d
    Mian comentnya dipart ni cos penasaran ma part selanjutnya…
    Lanjut ma crita2 kwon yuri selanjutnya cingu….🙂

    • yuuripico26 November 19, 2012 pukul 7:22 am Reply

      hahha gwenchana chingu😀 iya hyo😀
      baca jga ff yg lainnya ya , smua castnya kwon yuri.. hoho😀

  2. Nikita Tirta Maret 8, 2013 pukul 1:21 am Reply

    Yes…Betulkan?Hyoyeon memang mencurigakan…Tekaan sa betul..Hahaha…Suka jaln critanya..Tersusun…

  3. 신하린 Maret 16, 2013 pukul 8:20 pm Reply

    Fiuhh…jadi hyo!rada ngeri…Minho pecandu narkoba??kukira dia itu punya kepribadian ganda..

  4. mrslee040420 Maret 29, 2013 pukul 6:55 am Reply

    Ternyata diam2 hyo menghayutkan ..
    Dy yang ngebunuh si sooy .. Ckckck

    Minho ya .. Ternyata anda pecandu :p

  5. nissa April 25, 2013 pukul 5:56 am Reply

    Jalan ceritanyya menarik & sulit ditebak ,,,
    Bagus,,,kayak drama korea🙂
    Maju terus chingu,,, FF ny tentang minyul diperbanyak yah,,soalny q minyul shipper#gag nanya

    • yuuripico26 April 26, 2013 pukul 8:02 am Reply

      haha pastinya.. main2 juga ke blog flamingpearls kingdom ya ^^ bnyak ff minyul disana😀

  6. Michelle Carissa November 30, 2013 pukul 12:29 pm Reply

    FFnya sangat menarik kyk drama drama korea yg di channel m :v KBS dll :v

  7. Sara Desember 26, 2013 pukul 10:34 pm Reply

    aduuh,gilaaa…hyo pembunuh??soo mati??hati ku langsung jadi bersuasana buruk deh (?) author…..te..ga..

  8. yuri yoona Desember 28, 2013 pukul 2:22 am Reply

    Wah ff nya kren eon..
    Pas baca tdi aku ngerasa kyk detektif, soalnya sambil tebak pelakunya.. Trnyata tebakan aku bener klo hyo pelakuny.

    Sorry eon aku cuma comment d part terakhir..

  9. alifahsone Januari 14, 2014 pukul 5:57 am Reply

    Pas baca ini jadi deg-degan deh thor -_-

  10. oeba yoonyul April 6, 2014 pukul 4:27 am Reply

    aihhhh mino ngdrug.. udah diduga si dikit awalnya.
    happy ending juga

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: