Sooyoung Secret (PART 2)

Sooyoung Secret

Author : Yuuripico

 

Cast : Kwon Yuri, Choi Sooyoung, Kim hyoyeon

Other: Choi Minho, Eunhyuk, Kim jonghyun, Jessica Jung

Length: Chapter

 

***

“Apa itu youngie?” Tanya Yuri.

“jadi begini..”

**** PART 2 ****

“Semalam sebelum pulang dari pesta Jessica aku sempat ingin ke toilet, tapi tanpa sengaja aku mendengar pertengkaran hebat antara Jessica dengan appanya, bahkan Jessica sempat mengancam appa dan eommanya. Jika mereka tak merestui hubungan Jessica dan jonghyun maka Jessica akan pergi dari rumah.” Jelas  sooyoung berapi-api.

“Jinjja? bukankah semalam Jessica dengan appanya nampak baik-baik saja, dan Jessica juga mengucapkan terimakasih untuk appanya.?” Tanya Yuri bingung.

“Tentu saja begitu, mereka tidak mau menampakkan pertengkaran mereka didepan umum, pasti sangat memalukan acara semalam kalau sampai mereka terlihat seperti bermusuhan.” Jawab Sooyoung. “ dan yang lebih penting. Tadi saat aku baru turun dari mobil dan ingin berjalan kemari, aku tanpa sengaja melihat Jessica dan Jonghyun sedang berbicara penting. Keadaan disana saat itu sedang sepi yang memudahkanku untuk mendengar pembicaraan mereka.” Sooyoung melirik sekilas kearah hyoyeon, namun hyoyeon terlihat hanya diam mendengarkan Sooyoung.  “Kalian tahu apa yang mereka bicarakan?” Yuri menggeleng sedangan hyoyeon hanya mengangkat bahunya.

“Jonghyun ingin membunuh orang tua Jessica jika tetap tak merestui hubungan jessica dan Jonghyun. Anehnya Jessica malah menyetujuinya.” Yuri dan Hyoyeon yang mendengar perkataan sooyoung sontak kaget.

“Soo apa kau tidak salah dengar?” Tanya Yuri.

“Tentu saja tidak, telingaku masih normal tau.” Ujar Sooyoung.

“Kenapa kau selalu mencari tahu tentang mereka, ini sudah termasuk gosip besar.  Bagaimana jika mereka tau kau mendengarnya?” Ketus hyoyeon, Yuri memegang tangan hyoyeon memberi isyarat untuk tidak memulai pertengkaran dengan Sooyoung, namun tak diindahkan oleh hyoyeon.

“anni hyoyeonnie, bukan mencari tahu tentang mereka. Hanya saja tadi aku tidak sengaja mendengarnya.” Bela Sooyoung.

“Kau selalu bilang begitu, tapi kenyataannya kau selalu mencari tahunya kan?” Sengit hyoyeon.

“Kenapa kau selalu marah jika aku berbicara tentang Jonghyun?”  Tanya Sooyoung bingung.

“karna aku tidak suka kau mencari tahu tentangnya sedangkan kau sudah memiliki namjachingu. Kau terlihat seperti ingin mencari-cari gosip tentang Jonghyun dan Jessica, apa kau masih mengharapkan Jonghyun? Apa kau mengerti perasaannya eunhyuk? Kau terlalu kejam Soo.” Jawab hyoyeon panjang lebar “bahkan kau bilang mereka ingin membunuh orang tua mereka, bagaimana gosip itu bisa dipercaya” Hyoyeon terlihat tidak dapat mengontrol emosinya, namun masih bisa mengontrol suaranya agar tak didengar orang lain selain dia, yuri dan Sooyoung.

“Aku tidak minta kalian percaya, aku hanya menyampaikan apa yang aku dengar. Aku tidak pernah bohong tentang apa yang kudengar.” Sooyoung terus membela diri.

“Aku hanya takut, gosip-gosip yang kau bawa justru mendatangkan kematian untukmu.” Ujar hyoyeon akhirnya yang membuat Yuri dan Sooyoung terkejut.  Saat Sooyoung ingin menjawab lagi perkataan hyoyeon, Yuri menahan tangan Sooyoung dan menggeleng pelan kearah Sooyoung. Sooyoung menarik nafas panjang kemudian meminta maaf pada hyoyeon.

“Mianhae hyoyeonnie, tapi aku tidak pernah bermaksud seperti yang kau bilang tadi.” Ujar Sooyoung.

“Sudahlah tidak usah dipermasalahkan, aku hanya memperingatimu.” Hyoyeon kemudian pergi entah kemana. Sooyoung dan Yuri hanya menatapnya menjauh

“Sooyoungie,  mianhae.” Ujar yuri sambil memegang tangan Sooyoung. Sooyoung hanya tersenyum ke arah yuri.

“Untuk apa? Kau benar menahanku tadi. Jika kau tidak menahanku aku pasti akan marah pada sahabatku sendiri. “ Ucap Sooyoung. “tapi sebenarnya dia salah yul, bagaimana mungkin aku akan menyakiti eunhyuk. Aku sangat mencintainya, aku hanya suka mencari gosip saja dan jika gosip itu akan mendatangkan kematian untukku aku tidak takut.” Lanjut Sooyoung.

“Tapi perkataan hyoyeon tadi sangat menakutkan.”

“Ya, aku juga berpikir seperti itu, tapi sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Kalau aku mati nanti, sudah tidak ada orang yang akan mengantarkan gosip kepadamu. Jadi aku akan hidup untuk memberimu Gosip-gosip terhangat.” Canda Sooyoung mencoba melupakan perkataan hyoyeon tadi.

Yuri hanya terkekeh mendengarnya. “Dasar ratu gosip. Kajja kita pulang.” Ajak Yuri.

“Aku ratu gosip dan kau pendengar setia gosip-gosipku.”  Ujar Sooyoung bangga.

Sooyoung kemudian mengeluarkan kunci mobil dari tasnya dan menyerahkan pada Yuri.

“kau tidak pulang bersama Minho hari ini kan. Tunggu aku dimobil aku ingin ke toilet sebentar.” Ujar Sooyoung.

“bagaimana kau bisa tau Minho tidak bisa pulang dengan ku? Seingatku aku belum memberitahunya padamu” Tanya Yuri Bingung.

“Kau lupa? Sahabat namjachingu mu itu adalah namjachinguku. Eunhyuk oppa bilang padaku kalau mereka ada latihan penting hari ini.” Tanpa banyak bicara Yuri mengambil kunci mobil Sooyoung dan berlari meninggalkannya. “Kau jangan lama-lama ke toilet.” Ujar Yuri berteriak dan melanjutkan acara berlarinya. Sooyoung melihat sekelilingnya, banyak orang yang sedang menatapnya, Sooyoung hanya tersenyum kikuk kemudian pergi menyusul Yuri.

“dasar Yuri pabo! Untuk apa dia membicarakan toilet dengan suara sekencang itu.” Gerutu Sooyoung sambil berjalan pelan menuju toilet sebelum pergi keparkiran.

***

Yuri yang sudah sampai diparkiran mencari-cari keberadaan mobil Sooyoung, setelah dia menemukan apa yang dicarinya dia berlari kecil kearah mobil kecil berwarna merah milik Sooyoung lalu masuk kedalam mobil tersebut. Lama Yuri menunggu sooyoung tanpa sengaja dia melihat Minho sedang mencuci wajah, yuri turun dari mobil dan berjalan menghampiri Minho.

“Chagi kau sedang apa?” Tanya Yuri sambil menepuk pelan punggung Minho. Minho melihat sekilas kearah yuri lalu kembali melakukan aktifitasnya membasahi wajah.

“aku sedang beristirahat chagi, aku ingin menyegarnya wajah sebentar.” Jawab Minho, yuri mengangguk mengerti. Minho mengelap wajahnya yang basah dengan handuk kecil yang tergantung dilehernya dan berbalik kearah Yuri.

“Kau akan pulang dengan siapa?” Tanya Minho lembut sambil mengelus pelan kepala Yuri.

“aku akan pulang bersama Sooyoung.” jawab Yuri.

“Mianhae Tidak bisa mengantarmu pulang chagi.”

“tidak apa-apa chagi, aku mengerti.” Kata yuri lembut. Tiba-tiba Minho memegangi kepalanya seperti menahan sakit dan terduduk lemas. Membuat yuri didepannya ketakutan setengah mati, Yuri berusaha menenangkan Minho dan melihat sekeliling mencari bantuan, namun suasana ditempat itu sangat sepi.

“Chagi kau kenapa.?” Tanya yuri ketakutan sambil berusaha menenangkan Minho.

“Ahh! Appo.” Ujar Minho sambil memegang kepalanya dan mengigit bibir bawahnya menahan sakit, yuri terlihat ketakutan, yuri bangkit dan ingin pergi mencari bantuan. Namun tangannya ditahan oleh Minho, Minho berdiri dan mengenggam kuat tangan Yuri.

“Chagi kau sudah tidak apa-apa.?” Tanya yuri, Minho tak menjawab malah makin kuat menggenggam tangan Yuri. Yuri yang tahu kalau Minho yang dihadapannya ini bukan Minho yang dikenalnhya berusaha melepaskan diri dari cengkraman Minho. Tapi tangan Minho begitu kuat sehingga yuri tidak bisa melepaskan diri dari Minho. Minho menarik paksa yuri dan menyudutkan kedinding, Suasana sepi membuat Yuri semakin ketakutan.

“Kau.. kau kenapa.?” Yuri mulai mengeluarkan air matanya. Bukan menjawab Minho terus saja menguatkan cengkraman tangannya di tangan Yuri. Yuri mulai meringis menahan sakit ditangannya.

“kau menyakiti ku minho-ya.” Isak Yuri namun Minho seperti tak mendengar apa-apa, dia tetap saja menatap tajam kearah Yuri dan menguatkan genggaman tangannya. Setelah melihat yuri menangis, Minho seakan sadar telah menyakiti yeojachingunya itu segera melepas cengkraman tangannya dari yuri, dilihatnya tangan yuri yang sudah sangat merah akibat cengkaraman kuatnya. Minho menatap tangannya seolah-olah tidak percaya tangannya telah menyakiti yeojachingunya.

“Pergi.” Kata Minho sambil terus menatap tangannya.

“kau kenapa, kenapa kau sering seperti ini chagi-ya?” Tanya Yuri sambil terisak.

“Pergi.” Ujar Minho mengulangi perkataannya. “Aku takut akan menyakitimu, jadi ku mohon pergilah. Aku tidak mungkin akan memaafkan diriku jika menyakiti orang yang aku cintai.” Ujar Minho lemah, yuri yang mengerti perkataan Minho pun pergi meninggalkan Minho dan kembali menuju mobil sooyoung, Minho terlihat mengacak-acak rambutnya frustasi. “Aku benci keadaan seperti ini.” Teriak Minho.

***

Yuri masuk kedalam mobil Sooyoung dan berusaha menenangkan diri. Sooyoung yang melihat yuri  pun bingung.

“kau dari mana saja yul, kau habis menangis?” Tanya Sooyoung. yuri mengangguk lemah.

“Minho, semakin lama dia semakin aneh Soo.” Ujar yuri sambil terus menatap lurus kedepan.

“Aneh? Aneh seperti apa?”

“aku juga tidak tahu soo, akhir-akhir ini dia berubah. Terkadang dia menjadi orang yang hangat tapi seketika berubah menjadi orang yang tidak mengenalku.”  Sooyoung memeluk Yuri untuk menenangkannya.

“Kau jangan sedih yul, mungkin saja dia frustasi akibat pertandingan ini. Eunhyuk oppa bilang, pertandingan ini memang menjadi tekanan tersendiri untuk tim mereka, terutama Minho karna dia sangat ingin masuk tim internasional itu.” Jelas Sooyoung, yuri melepaskan pelukan sooyoung dan menyandarkan diri.

“aku tau soo, tapi aku jadi takut untuk berada didekatnya.” Ujar yuri lemah.

“kau tenang saja yul, pasti setelah pertandingan nanti Minho akan kembali menjadi Minho yang dulu.” Hibur Sooyoung.

“semoga saja, tapi aku yakin dia mempunyai penyebab lain yang membuatnya seperti ini. Sooyoungie kau harus membantuku.” Ucap yuri sambil menatap serius kearah Sooyoung.

“Membantu apa?” Tanya Sooyoung bingung.

“Eunhyuk oppa kan dekat dengan Minho, jadi aku rasa dia pasti tau penyebabnya.” Jelas Yuri. Sooyoung mengangguk.

“jadi kau mau aku menanyakan pada eunhyuk oppa tentang Minho begitu?” Yuri tersenyum dan mencubit pelan hidung Sooyoung. “Kau memang sahabatku yang pintar dan baik.” Sooyoung menepis pelan tangan Yuri.

“Kau bisa merusak hidung mancungku.” Ketus Sooyoung seraya mulai menjalankan mobilnya. Yuri hanya tersenyum polos dan melupakan permasalahan Minho sejenak.

***

Seperti pagi-pagi biasanya, Yuri dan Hyoyeon datang kekampus lebih dulu dari Sooyoung. Yuri dan Hyoyeon nampak sedang merapikan loker milik mereka masing-masing.

“Hyo, apa kau masih marah karna kejadian kemarin?” Tanya Yuri disela-sela kegiatannya.

“Anni Yul, aku hanya tidak suka dia selalu membicarakan tentang namjachingu orang.” Jawab Hyoyeon “Dan yang lebih parah, gosipnya yang kemarin sudah sangat keterlaluan. Bagaimana jika jonghyun mengetahui kalau sooyoung mendengar pembicaraannya kemarin.” Lanjut hyoyeon. Yuri dan Hyoyeon mulai meninggalkan ruang loker dan berjalan menyusuri koridor kampus. Disepanjang perjalanan Yuri dan Hyoyeon mendengar beberapa mahasiswa sedang membahas kematian eomma Jessica. Yuri dan hyoyeon tetap meneruskan perjalanan kekelas.

“Apa kau dengar apa yang mereka bicarakan tadi? Ini sangat menakutkan.”

“Aku dengar Yul.”Jawab Hyoyeon tanpa ekspresi . Tiba-tiba Sooyoung datang kekelas dengan wajah yang pucat pasi.

“Apa kalian sudah mendengar tentang kematian eommanya Jessica.?” Tanya Sooyoung tiba-tiba. Yuri dan Hyoyeon mengangguk serentak.

“Benarkan apa yang aku bilang kemarin.” Sooyoung mulai duduk didekat Yuri dan Hyoyeon. Saat itu dikelas hanya ada mereka bertiga.

“Tapi yang aku dengar tadi, penyebab kematian eommanya Jessica karna terjatuh dari tangga. Dan polisi bilang itu hanya kecelakaan saja Soo, jadi belum ada bukti kalau pembunuhnya adalah Jonghyun.” Jelas Hyoyeon.

“Aku yakin ini tidak murni kecelakaan saja.” Ujar Sooyoung yakin.

“Soo jangan memulai gosip-gosip mu itu dikeadaan sekarang, apa kau tidak takut jika jonghyun mengetahui kalau kau mendengar pembicaraannya. Bukan hanya kau yang bahaya, tapi aku dan yuri juga.” Ucap Hyoyeon, Yuri mengangguk menyetujuinya.

“Tapi jika itu benar, kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus melaporkannya pada polisi.” Ujar Sooyoung.

“Kita tidak punya bukti Sooyoungie.” Yuri mulai bersuara. Pembicaraan mereka terhenti saat banyak mahasiswa masuk kedalam ruangan dan kelaspun dimulai.

Sooyoung , Yuri dan hyoyeon berjalan menuju parkiran untuk pulang. Seperti biasa, hyoyeon pulang duluan karna ingin menemani ibunya berbelanja. Sedangkan yuri jika tak membawa mobil, dia selalu pulang bersama Sooyoung atau Minho.

“Yul minggu depan kau akan datang melihat pertandingan basket kan?” Tanya Sooyoung.

“tentu saja Soo, aku ingin menyemangati Minho dan kau juga pasti datang kan?”

“pasti yul, kau tahu? Aku diminta ikut membuat spanduk untuk mendukung kampus kita. Bukankah itu hebat?”  Ujar Sooyoung bersemangat.

“Jinjja? kenapa bisa kau yang diminta membuatnya Soo?”

“Kau lupa aku ini ikut club Seni.” Ujar Sooyoung

“Ohh, kau sangat hebat. Kapan kau akan mulai membuatnya?” Tanya Yuri.

“sebenarnya sudah hampir selesai, kemarin aku sempat mengerjakannya sedikit dengan teman-teman.” Jelas Sooyoung. “tapi aku ingin membuat spanduk khusus untuk eunhyuk oppa, jadi nanti malam aku akan membuatnya sekaligus untuk merampungkan semua spanduk.” Lanjut Sooyoung

“kau mau aku temani nanti malam?” Sooyoung menggeleng.

“Tidak usah Yul, aku tidak mau merepotkanmu.” Tolak Sooyoung halus.

“Baiklah, tapi jika kau butuh bantuan jangan lupa telpon aku.”

“tenang saja yul.” Mereka pun terus melanjutkan perjalanan.

***

Yuri terlihat gusar sambil membalik-balikan tubuhnya dikasur, dia masih berpikir tentang sikap Minho yang akhir-akhir ini sedikit aneh. Yuri menatap sebuah boneka besar pemberian dari minho dan mengambilnya.

“apakah Minho sedang ada masalah, apa kau tau masalahnya?” Yuri mulai berbicara pada boneka itu.

“Kau tau? Aku kesepian sekali jika dia terlalu sibuk dengan pertandingannya itu, tapi saat bertemu dengannya dia selalu saja aneh.” yuri terus berbicara pada boneka itu, walau dia tahu tidak akan mungkin mendapat jawabannya dari boneka tersebut.  “aku harap sooyoung mendapatkan informasi tentangnya.” yuri meletakan kembali boneka itu dan mencoba untuk tidur.

Drrt. . drrt..

Yuri yang belum bisa tidur pun langsung bangkit dan mengambil ponselnya yang bergetar diatas meja belajar miliknya. Dilihatnya sebentar siapa yang sedang meneleponnya malam-malam seperti ini

“Yoboseyo Sooyoungie.”

“Yul, aku sudah mengetahui penyebab Minho seperti itu.” Jawab Sooyoung siseberang sana dengan antusias.

“Jinjja? bagaimana kau bisa mengetahuinya?”  Yuri tentu saja bersemangat mendengar itu

“eunhyuk oppa memberitahuku, yul apa kau bisa kesini. Aku sangat ketakutan sekarang.”  Ucap Sooyoung nada suaranya berubah menjadi seperti orang ketakutan.

“Kau dimana? Kau takut kenapa? apa ada masalah?” Tanya Yuri khawatir.

“Aku ada diruangan club seni, aku ingin memberitahumu tentang Minho. Tapi seseorang sedang mengikuti sekarang.”  Kini Sooyoung berbicara pelan.

“Aku akan kesana kau bisa tunggu aku sebentar kan?” Sooyoung tak menjawab

“Sooyoungie? Apa kau masih disana?”  Tak ada jawaban dari Sooyoung

“Sooyoungie?”  Yuri mencoba memanggil sooyoung lagi.

“yul, cepatlah kemari bayangan orang yang mengikuti itu semakin mendekat.” Suara Sooyoung benar-benar seperti orang yang ketakutan sekarang.

“aku akan meminjam mobil sebentar.” Yuri berlari kearah kamar eommanya untuk meminjam mobil.

“eomma bolehkah aku memakai mobil sebentar sooyoung sedang dalam masalah.”

“pakai saja, hati-hati  dan sampaikan salam eomma pada sooyoung.” Ujar eomma yuri, setelah mendapat ijin Yuri berlari menuju kamarnya dan mencoba berbicara pada sooyoung lagi.

“Sooyoungie, aku akan kesana kau tunggu aku.”namun tak ada jawaban dari sooyoung.

“yoboseyo?”  yuri kembali tak mendapat jawaban dari sooyoung, Yuri benar-benar khawatir sekarang. Tanpa pikir panjang dia mengambil jaket dan berlari keluar menuju mobil dan dengan cepat pergi ketempat sooyoung berada.

Yuri sampai diparkiran kampus. Dia melihat masih ada mobil Minho dan eunhyuk, dilihatnya juga mobil sooyoung masih berada disana. Yuri berlari menyusuri koridor yang gelap, rasa takutnya hilang tertelan rasa khawatirnya kepada sooyoung.  Yuri benar-benar  khawatir karna tak pernah sooyoung setakut itu sebelumnya. Yuri terus berlari menuju ruang club seni yang berada dilantai 2.

Yuri membuka pintu ruang seni perlahan, dilihatnya sekeliling nampak spanduk-spanduk yang bertuliskan kata dukungan untuk tim basket kampusnya sudah banyak yang selesai.

“Sooyoungie? Apa kau didalam?” yuri mulai memanggil nama sooyoung, tak ada jawaban sama sekali, yuri berjalan masuk keruangan itu perlahan. Yuri berjalan sambil menghindari cat-cat cair yang tumpah dan tak beraturan ditempat itu. Suasana sepi semakin membuat Yuri takut.

“Sooyoungie, jawab aku.  apa kau baik-baik saja?” Namun lagi-lagi yuri tak mendapat jawaban dari sooyoung. Tiba-tiba matanya tertuju pada kain yang sangat dikenalnya.

“Itu scarf milik sooyoung, apa yang terjadi sebenarnya tidak mungkin sooyoung melepas scarf itu.” Gumam yuri dan berjalan perlahan sambil menghindari tumpahan cat mendekati scarf milik sooyoung yang tertutup oleh kain spanduk. Dengan perasaan takut yuri memberanikan diri mengangkat kain spanduk itu untuk melihat sesuatu yang berada dibaliknya. Betapa kagetnya Yuri melihat apa yang ada dibali kain itu, ditutupnya kembali kain itu dan Yuri berjalan mundur sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seolah-olah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Apa yang terjadi.” Yuri terus berjalan mundur dan menatap kain spanduk lebih tepatnya yang berada dibalik kain itu tak percaya. Yuri mulai ketakutan dan berlari keluar ruangan untuk mencari bantuan, dia terus berlari menyusuri koridor gelap itu, sampai akhirnya tubuhnya terhenti setelah menabrak seseorang.

TBC^^

 

Tagged: , , , ,

10 thoughts on “Sooyoung Secret (PART 2)

  1. kwonmickey Oktober 11, 2012 pukul 3:54 am Reply

    lanjut… penasaran. sooyoung jd ratu gosip banget. apa minho ntar berubah jadi drakula? #khayalan tingkat tinggi

    • yuuripico Oktober 11, 2012 pukul 8:27 am Reply

      bah drakula.. ahahhaa udh ada lanjutannya ko chingu, mlm ya aku post .. wajib baca loh. ahaha ^^

      • kwonmickey Oktober 11, 2012 pukul 10:27 am

        asyik… mauuuuu😀

  2. 신하린 Maret 16, 2013 pukul 8:00 pm Reply

    Sooyoungnya mati thor?eh..gataulah

  3. nissa April 25, 2013 pukul 5:15 am Reply

    WAaaa….nervous tingkat dewa baca postingan ini#cielah lebay bgt ya
    Tapi thor,,,aku suka banget ama FF ini ,,, I like this !!

  4. Imasari Juni 3, 2013 pukul 7:34 am Reply

    Ceritanya menarik…

  5. Sara Desember 26, 2013 pukul 10:05 pm Reply

    sereem deehh…aku takut..nae takut😦

  6. oeba yoonyul April 6, 2014 pukul 4:10 am Reply

    minho kenapa??? wae

Yuk tinggalin jejaknya (ʃƪ˘ﻬ˘)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: